Kamis, 15 Juli 2010

Kiai Yacub: Pembimbing Haji Harus Bisa Jadi Contoh

Temanggung, Haedar Nashir. Rais Syuriah PCNU Temanggung KH Yacub Mubarok meminta kepada pengurus dan pembimbing manasik haji untuk bisa ngeladeni jamaah sak apik-apike (melayani jamaah sebaik-baiknya).

"Pengurus dan pembimbing manasik haji  tidak hanya memberi contoh, tapi juga bisa menjadi contoh bagi jamaah," pinta Kiai Yacub saat memberi tausiah dalam peresmian gedung baru Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Babussalam NU Temanggung, Ahad (29/10) kemarin.

Kiai Yacub: Pembimbing Haji Harus Bisa Jadi Contoh (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Yacub: Pembimbing Haji Harus Bisa Jadi Contoh (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Yacub: Pembimbing Haji Harus Bisa Jadi Contoh

Ketua MUI Kabupaten Temanggung itu meminta kepada jamaah KBIH Babussalam NU Temanggung untuk sudi, mendermakan sedikit rizki yang dipunya untuk mengembangkan dan membesarkan KBIH tersebut. 

"Beramal, infak, sedekah atau zakat untuk KBIH NU tidak ada ruginya. Saya yakin Allah SWT memberikan ganti yang lebih besar," ucapnya.

Haedar Nashir

Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Sholikhin menuturkan, keberadaan KBIH sangat penting, KBIH bisa berperan membimbing jamaah haji, mulai dari tanah air hingga di tanah suci (Mekah dan Madinah). "KBIH menjadi mitra Kemenag,  ibaratnya sekeping mata uang yang tidak bisa terpisahkan. Kita saling membutuhkan," ucapnya.

Ketua KBIH Babussalam NU Temanggung KH Tajuddin Noor menuturkan,  pengurus periode ketiga masa bhakti 2014-2019 dibawah kepemimpinanya, telah menyusun program rencana strategis lima tahun. Kata dia, di tahun pertama tahun 2015; pembelian tanah seluas  ± 4.500 m2, ditahun kedua (2016) pembangunan miniartur kabah, lintasan sai, jamarot dan jalan masuk lokasi.

Selanjutnya, untuk rencana kerja  tahun ketiga (2017) pembangunan gedung pertemuan dan perkantoran dengan ukuran panjang 33 meter, lebar 13 meter yang dapat menampung ± 500 jamaah. Untuk tahun keempat (2018) pengadaan perlengkapan gedung pertemuan dan kantor sekretariat KBIH Babusssalam NU Temanggung (kursi untuk jamaah, sound sistem, meja kursi pangggung, mimbar, tiang bendera, dan perlengkapan kantor). 

Ada pun untuk program tahun kelima (2019) pembangunan halaman parkir lingkungan kantor dan gedung pertemuan.

"Rencana strategis lima tahun (2014-2019) seluruh kegiatanya telah direalisasikan di tahun ketiga (2017), dua tahun lebih cepat dari renacana strategis semula. Insyallah dua tahun kedepan di sisa akhir masa bhakti 2019 akan dilaksanakan pembangunan jalan masuk dan gapura dari jalan raya," ucapnya.

Haedar Nashir

Sekretaris KBIH Babussalam NU Temanggung H Rochmadi menambakan, dengan dibangunya gedung baru beserta perangkatnya, diharapkan KBIH Babussalam bisa menjadi tempat bimbingan manasik haji dalam satu kawasan yang terpadu.

"Pembangunan ini bisa terwujud, tidak lepas partisipasi (infak dan sedekah) dari para jamaah semuanya, baik jamaah yang sudah melaksanakan haji dan calon jamaah haji berangkat tahun depan (2018)," ucapnya. 

Dalam peresmian kemarin, selain Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Sholikhin, tampak hadir hadir, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Temanggung  Saefudin,

Rais Syuriah PCNU Temanggung KH Yacub Mubarok, Ketua Tanfidziah PCNU  Temanggung KH Muhammad Furqon (Gus Furqon), Ketua KBIH Babussalam NU Temanggung KH Tajuddin Noor beserta sekretaris H Rochmadi, Ketua STAINU Temanggung Muh Baehaqi, dan ribuan jamaah. (Ahsan Fauzi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional, Cerita Haedar Nashir

Selasa, 29 Juni 2010

Halaqah, RMINU Jateng Sebut 2 Tantangan Besar Pesantren

Salatiga, Haedar Nashir

Pengurus Pesantren Sunan Giri bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah mengadakan halaqah pesantren dan wawasan kebangsaan serta workshop sistem manajemen pesantren (Simapes), Ahad (24/1/2016). Halaqah ini menghadirkan pembicara Kapolres Salatiga dan Komandan Kodim 0174 Salatiga keduanya berbicara mengenai penguatan pesantren dalam bingkai etika kehidupan bernegara dan implementasi nilai-nilai Pancasila.

Hadir perwakilan dari Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah KH Fadhlullah Turmudzi. Dia menyatakan bahwa RMI memfasilitasi dan meningkatkan ikhtiar pesantren melalui berbagai kegiatan, pelatihan, dan workshop.?

Halaqah, RMINU Jateng Sebut 2 Tantangan Besar Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Halaqah, RMINU Jateng Sebut 2 Tantangan Besar Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Halaqah, RMINU Jateng Sebut 2 Tantangan Besar Pesantren

Hal ini sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama Bab V tentang Perangngkat Organisasi Pasal 17 ayat C 2015 menjelaskan bahwa RMI bertugas melaksanakan kebijakan NU dalam pengembangan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan. Pesantren ikut bersama membangun bangsa dan negara pada porsi masing-masing untuk mengantarkan akhlak santri dan meneladani sifat-sifat Nabi SAW.

"Dengan berbagai kegiatan tersebut, mutakhorrijin (alumni pesantren) diharapakan bisa berkiprah di masyarakat sebagaimana yang sudah disampaikan pendahulu kita," ungkap Gus Fad sapaan akrabnya.?

Haedar Nashir

Di samping itu, Gerakan Ayo Mondok tahun lalu perlu adanya tindak lanjut dari pengurus wilayah agar pesantren menjadi pilihan utama. Dengan demikian pesantren harus menyiapkan semuanya. Pesantren harus tahu tentang manajemen atau pengelolan yang baik.?

Terdapat dua langkah yang ditempuh pengurus RMINU Jateng. Pertama, memberikan pelatihan Simapes kepada pesantren. Kedua, menyelenggarakan gerakan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Keren (PBPK). Ke depan pesantren harus menjadi percontohan dalam hal kebersihan. Semua itu tak lepas dari dukungan berbagai pihak termasuk pesantren itu sendiri.

Pesantren memiliki dua tantangan besar yang menghadang ke depan. Pertama, dalam hal kebangsaan. Dalam hal ini Nahdlatul Ulama yang didalamnya terdapat pesantren harus berani menaruh nyawa untuk mempertahankan Negara Kesatuan Rakyat Indonesia. Kedua, pesantren itu sendiri harus tetap eksis sebagai lembaga kaderisasi ulama bukan malah menjadi tempat untuk mengkafirkan dan membidahkan orang lain. Tantangan yang lain adalah pengembangan kemandirian ekonomi dan manajemen pesantren.?

Haedar Nashir

"Kami melibatkan pihak internal dan eksternal pesantren dalam workshop SIMAPES ini",” ungkap Kepala Seksi Pondok Pesantren Mukhtasit.?

Mukhtasit juga menegaskan, pesantren ke depan perlahan-lahan harus mampu mengimbangi perkembangan zaman dengan menata manajemen agar menjadi lebih baik. Acara ini dihadiri 50 santriwan-santriwati dari 15 pesantren di lingkungan Salatiga. (Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Sejarah Haedar Nashir

Sabtu, 26 Juni 2010

Shalawat Nabi Bergema di Kampus IPB

Bogor, Haedar Nashir. Ribuan mahasiswa dan warga Bogor memadati gedung Graha Widya Wisuda (GWW), Institut Pertanian Bogor (IPB), yang berlokasi di kampus Darmaga dalam kegiatan bertema “Gebyar Shalawat Cinta Rasul Untuk Melestarikan Tradisi Rebana dan Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah”  Ahad malam (23/12) lalu.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) IPB dan didukung penuh oleh pihak Direktorat Kemahasiswaan IPB, serta melibatkan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara sebagai media partner.

Shalawat Nabi Bergema di Kampus IPB (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Nabi Bergema di Kampus IPB (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Nabi Bergema di Kampus IPB

Selain diisi dengan pembacaan maulid Nabi, tahlil dan simtud duror yang dipimpin oleh Al-Habib Hasan bin Abdul Qodir Al-Athas dari Keramat Empang, kegiatan yang melibatkan kalangan habaib dan alim ulama se-Bogor tersebut juga dirangkai dengan Festival Rebana se-Bogor Raya, yang dihelat pada Ahad siang, dengan menyertakan 15 tim. 

Haedar Nashir

“Sungguh di luar dugaan, IPB menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Ini kegiatan Maulid Nabi pertama yang saya ikuti di IPB. Semoga ke depan kegiatan seperti ini dapat terus dilangsungkan di IPB,” ujar Habib Hasan.

Haedar Nashir

Pembina KMNU IPB Dr Ifan Haryanto dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya untuk melestarikan dan menyebarkan ajaran serta kesenian tradisional Islam di tengah masyarakat. Islam sangat mengakar kuat di Indonesia karena faktor budaya, yang telah mendarah daging dan diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke genderasi berikutnya selama delapan abad.

“Tanpa adanya pendekatan kesenian dan kebudayaan, Islam tidak akan mengakar kuat di Indonesia. Sejak awal kehadirannya, Islam dapat beradaptasi sekaligus mampu hidup berdampingan dengan budaya-budaya lokal nusantara,” kata Ifan Haryanto.

Di sisi lain, Ifan Haryanto yang juga pengurus ISNU pusat ini mengatakan, perlu pendekatan baru dalam mengemas pesan-pesan dakwah, termasuk menyiarkan kesenian tradisional Islam. Bila pada puluhan tahun silam, dakwah hanya didominasi ustadz-ustadz tamatan pesantren dengan pendekatan sangat sederhana, namun saat ini perlu didomodifikasi. Pasalnya selain harus menyesuaikan dengan tuntutan masyarakat perkotaan, dakwah juga harus bisa memanfaatkan berbagai teknologi informasi yang ada.

“Hal inilah mengapa kegiatan Festival Rebana dan Maulid Nabi SAW di IPB  sangat penting, karena masyarakat kampus memegang peran sangat besar dalam mendorong perubahan di tengah masyarakat,” ungkap dia.

Direktur Kemahasiswaan IPB Dr. Rimbawan mengatakan, kegiatan tersebut sebagai syiar Islam yang perlu didukung penuh. “Kegiatan ini tidak hanya sekedar lomba atauu kreativitas mahasiswa, namun juga wujud syiar dan kepedulian terhadap pelestarian seni tradisional Islam,” terangnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih dan selamat kepada panitia yang telah sukses menyelenggarakan acara ini. “IPB sangat mendukung minat dan bakat mahasiswanya. Alangkah senangnya, apabila minat dan bakat dibidang seni yang membawa kehalusan budi dapat meningkatkan daya ingat untuk selalu mensyukuri nikmat” tegas Rimawan.

Ketua KMNU IPB M Aldy K Khuluq menambahkan, festival dibuka secara simbolik oleh  Nunung Munawaroh, SAg selaku pembina KMNU IPB. Imengatakan bahwa geliat NU di IPB mulai terasa dari 5-6 tahun yang lalu, berkat Ahmad Fahir dan kawan-kawan yang rindu akan tradisi, KMNU mulai bercokol di IPB sampai saat ini. “Dulu, lebih dari 200 mahasiswa IPB tergabung dalam KMNU IPB”, tambahnya. 

Alhamdulillah, berkat KMNU, shalawat bisa bergema di kampus IPB,” kata Aldy K Khuluq.

Ketua Panitia Pelaksana Festival Rebana Choirul Anam mengatakan, Festival Rebana dimenangkanoleh tim An-Nur sebagai juara 1. Trofi, sertifikat dan hadiah berupa uang senilai Rp. 2.000.000,00 diserahkan oleh perwakilan dari Robithoh Al-Alawiyah Indonesia. Juara 2 diraih oleh tim Nurul Iman. Trofi, sertifikat serta hadiah berupa uang senilai Rp. 1.500.000,00 diserahkan oleh Direktur Kemahasiswaan IPB. 

Sedangkan juara 3 diraih oleh Al-Khidmah IPB. Trofi berikut sertifikat dan uang senilai Rp. 1.000.000,00 diserahkan oleh pembina KMNU yaitu Dr. Ir. Aji Hermawan, MM. Juara favorit diraih oleh tim En-Ha. Trofi berikut sertifikat dan uang senilai Rp. 750.000,00 diserahkan oleh ketua KMNU yakni Aldy Khusnul Khuluq. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Fahir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan Haedar Nashir

Kamis, 24 Juni 2010

Peluang Santri Kembangkan Industri Kreatif Terbuka Lebar

Jombang, Haedar Nashir. Ratusan santri dan mahasiswa di Jombang mengaku tertarik untuk menjajaki dan mengembangkan gagasan industri kreatif. Antusiasme itu tampak dalam dialog bersama Ketua Pokja Industri Kreatif Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Irfan Wahid, yang berlangsung di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Ahad (19/3) sore.

Peluang Santri Kembangkan Industri Kreatif Terbuka Lebar (Sumber Gambar : Nu Online)
Peluang Santri Kembangkan Industri Kreatif Terbuka Lebar (Sumber Gambar : Nu Online)

Peluang Santri Kembangkan Industri Kreatif Terbuka Lebar

?

Ahmad Dika Maulana (17), misalnya, menceritakan pengalaman mengembangkan komunitas fotografer santri di lingkungan Pesantren Tebuireng. "Saya dan teman-teman juga bekerja sama dengan santri dari pesantren lain di Jombang," ujarnya.

?

Kepada Irfan Wahid, siswa Madrasah Aliyah Salafiyah Syafiiyah (MASS) Tebuireng itu meminta saran dan masukan untuk pengembangan komunitas fotografer yang dipimpinnya. Dia berharap, komunitas tersebut dapat berkembang lebih lanjut menjadi fotografer profesional.

Haedar Nashir

?

Lain lagi dengan Azmil (21), mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Tebuireng itu berniat mengembangkan usaha yang dibutuhkan mahasiswa. Tapi, ia bingung harus membuka usaha apa. "Kira-kira usaha apa yang pas untuk mahasiswa?" Tanya dia.

?

Pertanyaan lain dilontarkan oleh Zulfia Ulfa (19). Dia punya ide mengembangkan usaha kuliner pisang cokelat. Tapi, dia bingung produk tersebut harus diberi nama apa.?

Haedar Nashir

?

"Saya ingin produk saya nanti menembus pasar ekspor. Tapi takut nama yang saya pilih nanti sulit diucapkan konsumen di luar negeri," ungkapnya dengan percaya diri.

?

Gus Ipang, sapaan akrab Irfan Wahid, kemudian membagikan tips berwirausaha kepada para santri. "Kuncinya, niat bisa dan pilih sesuatu yang berbeda, yang unik dan membuat orang memilih produk kita," katanya. Yang juga tidak kalah penting adalah membuka wawasan serta harus tekun dan jangan menyerah, lanjut pria yang dikenal luas sebagai konsultan branding ini.

?

Pada kesempatan tersebut, Gus Ipang juga mengkritik kaum muda yang senang mencari jalan pintas dan cenderung malas belajar. "Banyak orang menyerah sebelum melalukan. Ciri khas anak sekarang, mau enaknya doang. Maunya, sedikit-sedikit minta shortcut (menu pintas)," kritiknya.

Di era teknologi informasi, pemanfaatan aplikasi online untuk memasarkan sebuah produk, tidak bisa dihindarkan. Dengan sentuhan kreativitas, produk yang sama bisa berbeda nilai jualnya. "Dengan bantuan aplikasi, produk kuliner, jasa laundry, hingga jasa mengajar privat pun dapat lebih menarik pelanggan," saran putra sulung KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) ini.

?

Irfan juga mengapresiasi komunitas fotografer santri yang sudah menjalin kerja sama dengan komunitas lain. "Semakin besar komunitas, akan membuat Anda lebih dikenal dan tahu potensi diri," sarannya.





Peluang terbuka lebar

Anggota KEIN ini menuturkan, pihaknya ingin mendorong kalangan santri agar menjadi wirausahawan dan memasuki sektor industri kreatif. Pasalnya, sektor ini semakin banyak menyerap tenaga kerja dan menjadi tren perekonomian global.

?

"Dari tiga subsektor saja (kuliner, fashion, dan kriya), industri kreatif telah mampu menyerap 14,9 juta tenaga kerja pada 2015. Angka ini terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," tuturnya.

?

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Irfan mengatakan, pertumbuhan industri kreatif masih sangat menjanjikan. Di bidang animasi, misalnya, saat ini baru terpenuhi sekitar seratus animator. Padahal, kebutuhannya lebih dari 1.000 animator per tahun. "Pada 2015, nilai ekspor kuliner, fashion dan kriya mencapai 19,3 juta dolar," ungkapnya.

?

"Keinginan Presiden Jokowi agar pesantren dapat menjadi penopang ekonomi nasional begitu tinggi. Sebagai Ketua Pokja Industri Kreatif, saya mencoba mendorong hal itu melalui sektor industri kreatif dan wirausaha santri," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan Haedar Nashir

Kamis, 27 Mei 2010

Makam Pangeran Sambernyawa, dari Tujuan Ziarah hingga Semedi

Karanganyar, Haedar Nashir. Dalam buku “Bukti-bukti Gus Dur itu Wali” (halaman28) disebutkan bahwa KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pernah meziarahi makam Eyang Gusti Aji di kaki Gunung Lawu. Makam tokoh ini dikenal sebagai tempat bersemedi kelompok abangan.

Haedar Nashir pun bergegas mencari tahu keberadaan makam yang dikemukakan buku tersebut. Raden Mas Said merupakan nama kecil Eyang Gusti Aji yang juga dijuluki pangeran Sambernyawa. Beliau merupakan raja mangkunegaran I yang gigih melawan VOC.

Makam Pangeran Sambernyawa, dari Tujuan Ziarah hingga Semedi (Sumber Gambar : Nu Online)
Makam Pangeran Sambernyawa, dari Tujuan Ziarah hingga Semedi (Sumber Gambar : Nu Online)

Makam Pangeran Sambernyawa, dari Tujuan Ziarah hingga Semedi

Atas perjuangannya itu, ia mendapat julukan Sambernyawa dari gubernur VOC Nicolaas Hartingh, karena di dalam bertempur R.M Said bagaikan malaikat maut bagi musuh-musuhnya.

Haedar Nashir

Sebelum sampai di Astana Mangadeg, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Haedar Nashir menjumpai tujuh mata air atau yang kerap disebut “sapta tirta” di jalan yang menghubungkan Kecamatan Karangpandan dengan Kecamatan Matesih.

Menurut Zarkowi, salah satu penduduk setempat, sapta tirta sendiri dahulu dikenal sebagai kawah candradimuka para prajurit Sambernyawa.

Haedar Nashir

“Disini prajurit ditempa dan digembleng oleh Pangeran Sambernyawa sebelum melawan VOC. Para prajurit terlebih dahulu dimandikan di tujuh mata air ini sebelum berperang, yang mana masing-masing mata air mempunyai filosofi tersendiri,” ujarnya saat ditanya Haedar Nashir, Ahad (23/3).

Untuk dapat sampai di makam Eyang Gusti Aji atau Pangeran Sambernyawa, para peziarah harus berjalan kaki seperti menuju makam Sunan Muria, menanjak dan dikelilingi oleh hutan. Setibanya di gerbang, Haedar Nashir diminta oleh salah satu penjaganya untuk sowan terlebih dahulu kepada penerima tamu.

“Silahkan yang perempuan untuk kulonuwun (meminta izin) dahulu, karena untuk perempuan harus memakai jarik/tapih jika hendak berziarah sedangkan untuk pria bebas tapi sopan. Itu sudah aturan dari keratin,” ujar Harso salah satu penjaga makam.

Memasuki area pemakaman tampak puluhan rombongan peziarah yang sedang melantunkan bacaan dzikir dan tahlil. “Biasanya tempat ini ramai dijadikan tempat semedi jika malam hari, terlebih saat bulan Suro dan Ruwah atau malam Jumat,” imbuhnya.

Yang datang kemari, lanjut Harso, tidak hanya orang yang membaca tahlil saja. Namun juga mereka yang melaksanakan ritual untuk mendapatkan berkah melalui semedi atau dalam Islam dikenal dengan tafakkur.

Terlihat sebagian rombongan peziarah yang memakai jaket kulit serba hitam serta beberapa turis asing yang juga menuju makam. Makam Eyang Gusti Aji menjadi cermin penyatuan dari berbagai keragaman agama dan budaya yang hidup rukun saling berdampingan.

Bagi umat muslim makam tersebut adalah salah satu tujuan ziarah yang juga sering dihadiahi surah al-Fatihah oleh kalangan penganut tarekat. Bagi kaum abangan beliau adalah sosok raja sakti mandraguna yang diyakini kesaktiannya masih ada. Sedangkan bagi para turis makam tersebut merupakan obyek wisata sejarah yang menarik dan penuh unsur budaya serta seni di dalamnya. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Foto: Gapura menuju Makam Eyang Gusti Aji

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri, IMNU Haedar Nashir

Rabu, 19 Mei 2010

PWNU NTT Amati Pergeseran Nilai Generasi Muda di Era Media Sosial

Kupang, Haedar Nashir - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur (NTT) Jamal Ahmad menilai dinamika hari ini melalui media sosial. Menurutnya, digital media berdampak pada pergeseran nilai budaya yang sangat signifikan.

"Saya menilai pergeseran etika hari ini dengan adanya digital media yang mempengaruhi sendi-sendi etika pada generasi muda," kata Ketua PWNU NTT Jamal Ahmad di Sekretariat PWNU NTT Jalan W.CH Oematan Nomor 21/22 Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

PWNU NTT Amati Pergeseran Nilai Generasi Muda di Era Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU NTT Amati Pergeseran Nilai Generasi Muda di Era Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU NTT Amati Pergeseran Nilai Generasi Muda di Era Media Sosial

Menurut Jamal, pengurus harian PWNU NTT bersama pengurus PCNU akan segera bersikap untuk melakukan langkah-langkah antisipasi dampak negatif era digital media terhadap generasi muda penerus umat dan penerus bangsa.

Haedar Nashir

Wakil Ketua PWNU NTT H Ali Rosidin menambahkan, langkah paling konkret PWNU NTT dan seluruh cabang melakukan gerakan-gerakan untuk memnghidupkan banom dan lembaga-lembaga NU.

"Kita jangan mati suri sehingga kita ambil gaung di luarnya,” katanya.

Haedar Nashir

Jika lembaga atau banom lemah dalam pelaksanaan program-program organisasi, maka segera melakukan koordinasi serta komunikasi seluruh tingkatan banom maupun lembaga, imbau H Ali yang kini diamanahi sebagai imam Masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima Kota Kupang. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama Haedar Nashir

Rabu, 05 Mei 2010

Menakertrans Hadiri Pelantikan PC IPNU-IPPNU Gresik

Gresik, Haedar Nashir. Mengambil tema "Sinergitas Kader Dalam Rangka Membangun Karakter Palajar NU di Era Globalisasi", acara pelantikan dan seminar pendidikan PC IPNU-IPPNU Kab Gresik berlangsung meriah di Pesantren Al Ikhlas Mulyorejo, Gresik, kemarin (26/5).

Menakertrans Hadiri Pelantikan PC IPNU-IPPNU Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
Menakertrans Hadiri Pelantikan PC IPNU-IPPNU Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

Menakertrans Hadiri Pelantikan PC IPNU-IPPNU Gresik

Berlangsung sehari penuh, acara juga diisi Bedah Film Sang Kiai yang lagi hangat di tengah masyarakat, terutama Nahdliyin. Dibuka dengan penampilan paduan suara, drumband, dan band reliji SMK Al Ikhlas Gresik, acara dihadiri oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, anggota DPR RI dari PKB, Andi Muawiyah Ramli dan Jazilul Fawaid, ketua tanfidh PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar, ketua DPRD Kab Gresik, Zulfan Hasyim, tokoh-tokoh dari PCNU Gresik, perwakilan banom-banom dari lingkungan PCNU Gresik, dan pengurus beserta anggota IPNU-IPPNU se-kab Gresik.

Dalam mengisi seminar pendidikan, Muhaimin Iskandar yang juga ketua umum DPP PKB menyampaikan bahwa umat Islam Indonesia telah menunjukkan kekuatannya pada dunia.

Haedar Nashir

"Umat Islam Indonesia telah melalui sejarah pahit. Sehingga umat Islam Indoensia saat ini paling solid, kompak, dan stabil diantara umat Islam yang lain," tuturnya

Ia menambahkan, NU yang lahir dari gerakan pemikiran (Taswirul Afkar), berlanjut pada gerakan ekonomi (Nahdlatut Tujjar), sampai kemudian melahirkan Nahdlatul Ulama pada tahun 1926, telah memberikan sumbangsih besar diakuinya umat Islam Indonesia di mata dunia. Oleh karena itu, sebagai pewaris bangsa ini, ia berharap IPNU dan IPPNU mampu menjadi organisasi kader yang maksimal untuk melanjutkan perjuangan para pendahulunya.

Haedar Nashir

"Melalui NU, kekuatan Islam Indonesia diakui dunia," tegasnya

Ia pun mengingatkan, bahwa pelajar NU harus mengingat 4 sejarah penting andil NU dalam sejarah Indonesia. Pertama, Munas Alim Ulama pada tahun 1938 di Banjarmasin yang membahas hubungan Islam dan negara (Darussalam). Kedua, peran NU melalui KH Wahid Hasyim di BPUPKI dalam menentukan konsep negara. Ketiga, peran NU dalam memposisikan Pancasila sebagai asas tunggal. Keempat, peran NU melalui Gus Dur dalam menyuarakan demokrasi pasca lengsernya orde baru.

M Muslih selaku ketua PC IPNU Kab Gresik terlantik menyampaikan banyak terima kasihnya kepada segenap pihak yang telah membantu terselenggaranya acara tersebut.

"Terutama kepada pihak Pesantren Al Ikhlas yang telah antusias dan menyediakan fasilitas mewah untuk terselenggaranya acara ini," tuturnya

Ia melanjutkan, sebagai basis pelajar, sinergitas IPNU-IPPNU dengan Maarif akan menjadi prioritas pertama bagi IPNU dan IPPNU yang dipimpinnya. Hal tersebut terkait dengan wacana pelajar NU dalam menghadapi tantangan global dan aswaja. Disamping itu, ekonomi mandiri dalam menghidupi organisasi juga akan menjadi hal yang prioritaskan ke depannya.

Di akhir sambutan, ia menegaskan bahwa IPNU-IPPNU sebagai organisasi kader NU bersikap konsekuen terhadap jati diri NU sebagai organisasi sosio-keagamaan. Hal tersebut dipertegaskannya mengingat masa-masa Pilgub dan pemilu yang semakin dekat.

"IPNU-IPPNU tidak kemana-mana, dan IPNU-IPPNU ada dimana-mana," tegasnya yang disambut tepuk tangan hadirin

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Faiz 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Pahlawan Haedar Nashir