Senin, 27 Februari 2012

Perayaan Ya Qowiyyu Tanamkan Sifat Gemar Bersedekah Ki Ageng Gribig

Klaten, Haedar Nashir - Pertengahan bulan Safar ini, Perayaan Ya Qowiyyu yang merupakan symbol untuk mengenang sosok Ki Ageng Gribig, kembali digelar di Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Berbagai acara diadakan mulai dari seminar anti-narkoba, lomba memanah, dan puncaknya ditandai dengan penyebaran ribuan kue apam di Kompleks Masjid Ageng Gribig, Jumat (3/11) lalu.

Usai shalat Jumat, dua gunungan apam lanang dan wadon yang sebelumnya sudah disemayamkan semalam di kompleks Masjid Besar Jatinom diarak menuju oro-oro di kompleks pemakaman Ki Ageng Gribig.

Perayaan Ya Qowiyyu Tanamkan Sifat Gemar Bersedekah Ki Ageng Gribig (Sumber Gambar : Nu Online)
Perayaan Ya Qowiyyu Tanamkan Sifat Gemar Bersedekah Ki Ageng Gribig (Sumber Gambar : Nu Online)

Perayaan Ya Qowiyyu Tanamkan Sifat Gemar Bersedekah Ki Ageng Gribig

Menurut cerita tutur, asal muasal kue apam itu dari Mekah yang dibawa Ki Ageng Gribig untuk oleh-oleh anak cucunya. Karena tidak cukup, maka Nyi Ageng Gribig membuatnya lagi sekaligus untuk dibagikan kepada penduduk Jatinom. Sejak itu orang daerah ini ikutan membuatnya untuk selamatan.

“Tradisi ini memiliki makna bersedekah seperti yang pernah diajarkan Ki Ageng Gribig semasa hidupnya. Selain untuk melestarikan budaya, kegiatan ini juga diadakan untuk meningkatkan perekonomi warga,” terang Camat Jatinom, Anwar.

Haedar Nashir

Ditambahkan Anwar, pergelaran Yaqowiyyu dinilai berhasil menggerakkan perekonomian masyarakat Jatinom. Semisal apem yang menajdi ikon acara ini menjadi oleh-oleh khas yang dicari pengunjung.

“Kalau dulu apam hanya ditemui saat Yaqowiyyu, sekarang setiap hari ada yang menjual apam,” ungkapnya.

Haedar Nashir

Adanya Upacara ini dinamakan Ya Qowiyyu diambil dari doa Kiai Ageng Gribig sebagai penutup pengajian yang berbunyi : Ya qowiyu Yaa Aziz qowina wal muslimin, Ya qowiyyu warzuqna wal muslimin, yang artinya: Ya Tuhan, berikanlah kekuatan kepada kita segenap kaum muslimin. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen Haedar Nashir

Rabu, 22 Februari 2012

Ribuan Pengunjungi Saksikan Pagelaran Tabuik di Pariaman

Pariaman, Haedar Nashir? . Puncak pagelaran pesta budaya Tabuik Pariaman dihadiri ribuan pengunjung di lapangan merdeka Kota Pariaman yang dilanjutkan dengan proses pembuangan Tabuik ke laut, Ahad (9/11/2014) sore. Dua Tabuik, masing-masing Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang saling dihoyak oleh anak nagari sebelum dibuang ke laut menjelang matahari terbenam di pantai Gandoriah.

Puncak pagelaran Tabuik dihadiri Gubernur Sumatera Barat diwakili Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Burhasman Bur, MM, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni, Ketua DPRD Pariaman Mardison Mahyuddin, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, pejabat di lingkungan Pemko Pariaman, perantau Pariaman dari berbagai daerah di Indonesia dan tokoh masyarakat lainnya.

Ribuan Pengunjungi Saksikan Pagelaran Tabuik di Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pengunjungi Saksikan Pagelaran Tabuik di Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pengunjungi Saksikan Pagelaran Tabuik di Pariaman

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyebutkan, Kota Pariaman pesta budaya Tabuik yang diselenggarakan setiap tahun diawal bulan Muharram bukan ? hanya ? sebagai identitas daerah Kota Pariaman, namun lebih dari itu. Tabuik juga merupakan investasi budaya masa depan yang dapat memaju perkembangan pariwisata Kota Pariaman.

Haedar Nashir

"Kami yakin pariwisata Kota Pariaman ke depan akan lebih baik. Jika dilihat trend kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman lima tahun terakhir menunjukkan angka yang menggembirakan. Tahun 2009 jumlah wisatawan ke Pariaman tercatat sekitar 696.999 orang, naik menjadi 793.624 pada tahun 2013. Pertumbuhan wisatawan ini tentu akan terus dapat dimaju di masa depan," kata Mukhlis.

Dikatakan Mukhlis Rahman, Kota Pariaman memiliki potensi wisata bahari yang dapat dikembangkan. Terbukti selama ini sudah mampu mendatangkan wisatawan ke Kota Pariaman. Hanya saja perlu dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat Kota Pariaman, pemerintah Propinsi Sumatera Barat maupun pemerintah pusat. "Dengan dukungan semua pihak tersebut, perkembangan pariwisata Kota Pariaman semakin cepat pertumbuhannya," tambah Mukhlis Rahman.

Haedar Nashir

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar Busharman mengungkapkan, Kota Pariaman sedang tumbuh menjadi kota wisata. Tabuik yang digelar setiap tahun tidak hanya iven budaya. Tabuik juga merupakan pemersatu rang Piaman.

"Melalui event Tabuik, masyarakat Pariaman harus menjadikannya sebagai inspirasi tumbuhnya berbagai kreasi yang prduktif. Misalnya kreasi muncul baju dan souvenir yang bermotifkan Tabuik. Sehingga pengunjung yang datang ke Pariaman juga dapat menikmati oleh-oleh yang bernuansa Tabuik," kata Busharman.

Artinya, kata Busharman, selain Tabuik menjadi pendorong tumbuhnya rasa persatuan sesama orang Pariaman, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat di Pariaman. "Dengan adanya pembuangan Tabuik ke laut sebagai akhir dari prosesi Tabuik, maka seiring dengan itu harus kita buang pula rasa benci dan permusuhan sesama," kata Busharman.

Dikatakan Busharman, Kota Pariaman sudah tepat mengembangkan sektor pariwisata. Namun harus diingat, pariwisata tidak ada tanpa promosi. Promosi tidak ada tanpa iven. Pariaman sudah memiliki Tabuik sebagai iven mempromosikan pariwisatanya. Tinggal lagi bagaimana melengkapi sarana pendukung dari ? pariwisata itu sendiri.

Sebelumnya, Ketua Panitia Tabuik yang juga Kepala Dinas Pariwisata Kota Pariaman Yusrizal mengatakan, prosesi Tabuik tahun ini berlangsung selama 16 hari karena pelaksanaannya bertepatan pada hari Minggu. Memang cukup panjang dari yang semula hanya berlangsung 1 hingga 10 Muharram.

Selama proses Tabuik berlangsung, berbagai kegiatan dan penampilan kesenian yang tidak hanya berasal dari Kota Pariaman. Beberapa daerah lain juga berpartisipasi seperti ? Sanggar Binuang Sati (Tandikek, Padangpariaman), Sanggar Carano (Lubuk Alung, Padangpariaman), Dendang Taman Budaya (Padang), Must Muda (Propinsi Jambi), paket seni Kabupaten Dharmasraya, Medan, Pekanbaru dan paket seni Bengkulu. (bagindo armaidi tanjung/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, Fragmen Haedar Nashir

Sabtu, 18 Februari 2012

Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa

Jakarta, Haedar Nashir - Yayasan Turats Ulama Nusantara (TUN) turut serta melakukan penggalangan dana untuk korban gempa di Pidie Jaya, Aceh. Yayasan yang bergerak di bidang konservasi naskah karya ulama Nusantara ini melakukan penggalangan dana sejak Rabu (7/12). Yayasan ini rencananya akan melakukan penggalangan dana sampai Jum’at (16/12).

“Kami melakukan penggalangan dana sebagai wujud rasa solidaritas , dan berharap bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah gempa bumi,” kata Koordinator Yayasan TUN Nanal Ainal Fauzi saat dihubungi via WA, Jumat (9/12).

Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa (Sumber Gambar : Nu Online)
Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa (Sumber Gambar : Nu Online)

Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa

Menurut Nanal, penggalangan dana dimotivasi oleh amanah hadits Rasulullah SAW yang menganjurkan umatnya untuk melapangkan kesusahan dunia dari seorang mukmin.

Haedar Nashir

“Penggalangan dana untuk korban gempa dilakukan via medsos seperti Facebook dan What’s App. Alhamdulillah sampai hari ini Jumat (9/12) telah berhasil terkumpul dana sebesar 3.050.000,” kata pria berumur 21 tahun tersebut.

Yayasan yang berpusat di Demak ini juga mengajak simpatisan TUN khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya agar menyisihkan rezekinya untuk membantu saudara-saudara korban gempa. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Warta Haedar Nashir

Rabu, 15 Februari 2012

KNPI Apresiasi GP Ansor Way Kanan Tingkatkan Kemandirian Pemuda

Way Kanan, Haedar Nashir. Ketua DPD KNPI Way Kanan, Lampung, Andi Oktoviandi, di Blambangan Umpu, Ahad (19/3) menyatakan, Gerakan Pemuda Ansor memberikan bukti sebagai organisasi, bukan sekadar nama.

"Kami mengapresiasi berbagai kegiatan dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan yang telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan, baik kaderisasi, diskusi lintas iman, bakti sosial khitanan massal dan penyembuhan alternatif, penghijauan pesantren, bimbingan belajar pasca ujian nasional atau BPUN hingga kegiatan kewirausahaan melalui kegiatan bekam (hijamah)," ujar dia lagi.

KNPI Apresiasi GP Ansor Way Kanan Tingkatkan Kemandirian Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
KNPI Apresiasi GP Ansor Way Kanan Tingkatkan Kemandirian Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

KNPI Apresiasi GP Ansor Way Kanan Tingkatkan Kemandirian Pemuda

Hal tersebut, ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan itu menambahkan, telah mencerminkan pelayanan kepemudaan melalui pemberdayaan dan pengembangan pemuda.

"Upaya-upaya tersebut merupakan kontribusi yang sangat besar dalam rangka meningkatkan karakter dan kemandirian pemuda di Bumi Ramik Ragom (beragam) ini," ujar Andi lagi.

Haedar Nashir

Ia mengharapkan, Gerakan Pemuda Ansor selalu bisa berkoordinasi dan bersinergi dengan DPD KNPI Way Kanan dalam berbagai kegiatan pemberdayaan dan pengembangan pemuda.

"Terus membangun kemitraan lintas sektor, baik dengan pemerintah, swasta dan masyarakat. Lalu mewujudkan kemandirian organisasi dengan peningkatan kewirausahaan terpadu," kata dia lagi.

Harapan lain, ialah meningkatkan kesetiakawanan sosial dengan berbagai kegiatan bakti sosial dan kegiatan amal.

"Lalu meningkatkan dan mengembangkan organisasi dengan komitmen bersama dari seluruh pengurus dan anggota organisasi dalam rangka meningkatkan peran aktif pemuda dan organisasi kepemudaan dalam pembangunan nasional dan pembangunan daerah menuju Way Kanan Maju dan Berdaya Saing 2021," kata Andi lagi. (Erli Badra/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Humor Islam, Hikmah Haedar Nashir

Kamis, 26 Januari 2012

Dialog Senyap Lintas Iman

Oleh ? Muhammad Milkhan



Zamir Hassan adalah seorang aktivis sosial sekaligus pendiri Muslims Against Hunger, sebuah jaringan komunitas relawan yang telah berkembang diseluruh dunia, guna membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan makanan tanpa memadang latar belakang ras, suku dan agama. Di tahun 2011 Zamir Hassan juga memprakarsai lahirnya ‘Hungervan’, sebuah proyek penanggulangan kemiskinan dengan mendirikan dapur umum setiap hari dari satu tempat ke tempat lainnya. Dengan mobil Van, Zamir Hassan bersama relawan-relawan yang lain mendatangi para tunawisma dan siapapun yang tidak mampu membeli makanan sehat dan layak konsumsi di kota New York dan kota-kota sekitarnya. Para relawan yang tergabung dalam komunitas ini berasal dari berbagai latar belakang agama dan lapisan masayarakat yang berbeda. Mereka bersama-sama berkumpul dan bekerja secara suka rela guna memecahkan ikatan kemiskinan yang masih membelenggu sebagian warga Amerika.?

Dialog Senyap Lintas Iman (Sumber Gambar : Nu Online)
Dialog Senyap Lintas Iman (Sumber Gambar : Nu Online)

Dialog Senyap Lintas Iman

Dalam sebuah pertemuan kecil bersama Zamir Hassan di komplek Islamic Cultural Center di kota New York awal bulan mei 2016, saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari pengalamannya selama ini melayani masyarakat miskin di kota metropolis dunia, sekelas New York. Bahwa dialog yang paling efektif adalah dialog tanpa kata-kata. Hal ini benar-benar membuat saya takjub, ia melakukan dialog lintas iman sekaligus dialog multikutur melalui makanan. Tanpa memandang suku, ras dan agama, siapapun boleh bergabung untuk menjadi relawan, demikian juga siapapun berhak menerima donasi makanan. Dialog yang cukup manjur dan efektif untuk memupuk toleransi antarumat manusia tanpa memandang asal-usul agar hidup rukun dan saling mengasihi.

Dialog senyap lewat makanan ala Zamir Hassan bersama teman-teman relawannya tentu penting untuk mendapat perhatian yang lebih, di tengah gejolak sentimen antaragama dan beberapa kejadian intoleran yang semakin marak di sekeliling kita. Pentingnya dialog lintas iman sebagai jalur komunikasi antarsesama makhluk tuhan untuk merengkuh kedamaian duniawi dan ukhrawi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, termasuk dengan model ala zamir Hasan. Sebab praktik dialog agama yang sebenarnya bukanlah dengan memberikan penjelasan (teologis) bagi masalah semacam kerusuhan sosial (yang bernuansa agama), melainkan meleburkan dirinya didalam relaitas dan tatanan sosial yang tidak adil dengan sikap kritis. (Ahmad Gaus A.F, Kompas; 1998)

Agama yang kerap dijadikan dalih kepentingan segelintir golongan seringkali mendapatkan tuduhan sebagai penghambat kemajuan manusia dan mempertinggi fanatisme semata tanpa memiliki efek yang positif bagi manusia. Sifat fanatisme terhadap agama hanya melahirkan tindakan yang tidak toleran, pengacuhan, pengabaian, takhayul dan kesia-sian. Bahwa agama sebenarnya memiliki ciri khas sosiologis sebagai pemersatu aspirasi manusia yang paling sublime; sebagai sejumlah besar moralitas, sumber tatanan masyarakat dan perdamaian batin individu; sebagai sesuatu yang memuliakan dan yang membuat manusia lebih beradab. (Thomas E O’dea, 1987; 2)

Haedar Nashir

Penting juga bagi kita untuk mengingat pesan toleransi Nabi Muhammad di awal lahirnya Islam. Pesan itu tersirat dari peristiwa hijrahnya pemeluk Islam awal dari kota Makkah menuju Abisinia guna menghindari ancaman intimidasi dari kafir Quraisy. Waktu itu Nabi Muhammad menyarankan supaya para sahabat untuk pergi berpencar agar terhindar dari serangan kafir Quraisy. Ketika para sahabat bertanya kepada Muhammad kemana mereka sebaiknya pergi, Muhammad menyarankan supaya mereka pergi ke Abisinia yang rakyatnya menganut agama Kristen. “Tempat itu diperintah oleh raja dan tak ada orang yang dianiaya di situ. Itu bumi jujur; sampai nanti Allah membukakan jalan buat kita semua.” (Hussein Haikal, 1989, cet.10)

Hijrahnya sebagian sahabat ke Abisinia atas saran dari Nabi Muhammad, adalah pesan toleransi yang harus selalu kita ingat, bahwa agama tidak pernah menjadi penghalang bagi siapapun untuk saling tolong-menolong dalam kesusahan. kafir Quraisy yang khawatir akan kehilangan pengaruh sebab hadirnya Islam, kemudian melakukan tindakan di luar peri kemanusian dengan menganiaya sebagian sahabat Nabi. Batin dan akal sehat para pemuka kafir Quraisy telah buta, demi mempertahankan kedudukan mereka dari ancaman Muhammad. Muhammad sadar betul, iman yang kuat terhadap sebuah agama tidak akan pernah menyarankan pemeluknya untuk berbuat aniaya. Raja Najasyi adalah penganut agama Kristen yang taat, oleh sebab itu Muhammad yakin para sahabat akan benar-benar mendapatkan perlindungan yang baik dalam pelukan seorang penganut agama yang taat. Toleransi awal yang ditunjukkan oleh raja Najasyi merupakan kontribusi besar bagi umat Islam di awal kehadirannya. Muhammad dan raja Najasyi benar-benar telah memberi teladan bagi umat manusia, pentingnya dialog lintas iman demi menciptakan kedamaian dunia.

Kini, di tahun 2017, ribuan tahun setelah pesan toleransi yang dicontohkan oleh Nabi itu terjadi. Kembali kita melihat betapa pentingnya untuk mengingat kembali, bahwa perbedaan agama tidak bisa dijadikan dalih bagi siapapun untuk saling membenci. Zamir Hassan beserta para relawan adalah orang yang taat dalam beragama, bukti tindakan nyata dari perilaku seorang pemeluk agama yang saleh telah mereka tunjukkan kehadapan masyarakat luas. Banyak orang bergabung bersama Zamir Hassan untuk menjadi relawan Muslims Against Hunger untuk membantu siapapun yang kelaparan tanpa memandang latar belakang suku, ras bahkan agama. Mereka bertemu, saling bertegur sapa dalam dialog lintas iman yang senyap namun mujarab. Mungkin.

Penulis adalah pegiat di Bilik Literasi Colomadu dan Penggiat Gusdurian Klaten, aktif sebagai Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Santri Haedar Nashir

Rabu, 25 Januari 2012

Muktamar NU Diharapkan Perhatikan Persoalan Intoleransi

Jombang, Haedar Nashir. Nahdlatul Ulama (NU) merupakan ormas Islam besar di Indonesia yang meyakini NKRI sebagai harga mati. Itu menjadi stempel yang diamini sejumlah pihak. Karena itu, harapan NU pada Muktamar Ke-33 untuk memerhatikan persoalan intoleransi, mengemuka dari sejumlah pihak.

Muktamar NU Diharapkan Perhatikan Persoalan Intoleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar NU Diharapkan Perhatikan Persoalan Intoleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar NU Diharapkan Perhatikan Persoalan Intoleransi

"NU selama ini dikenal sebagai organisasi masyarakat sipil Islam moderat. Kesungguhannya ini dipertegas dalam Muktamar kali ini melalui jargon Islam Nusantara. Hal ini tentu melegakan mengingat banyak yang berkeliaran ingin menghancurkan keberagaman selama ini terbangun," ujar Ketua Umum Aliansi Bhinneka Tunggal Ika Nia Sjarifudin di Jombang, Jawa Timur, Ahad (2/8).

Untuk diketahui, saat pembukaan Muktamar NU ke-33 berlangsung di Alun-alun Jombang, puluhan aktivis dan tokoh lintas agama berkumpul. Mereka menggelar silaturahmi dan dialog kultural di De Nala Foodcourt, 500 meter dari arena pembukaan. Acara refleksi kebangsaaan berlangsung mulai pukul 19.30 - 22.00 WIB, Sabtu (1/8), tersebut mengambil tema "Meneguhkan Indonesia Sebagai Rumah Bersama".

Haedar Nashir

Harapan sebagaimana Nia terhadap NU juga disampaikan oleh Bhikkhu Wirya dari Mahavihara Buddha Trowulan. Dia mengharapkan NU mampu merumuskan rekomendasi konkrit agar kesatuan dan persatuan bangsa ini tetap terjaga.

"Islam Nusantara diusung pada Muktamar ke 33 ini tentu diharapkan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi bangsa seperta pada Muktamar di Situbondo yang menegaskan Pancasila dan UUD 45 sebagai fondasi yang tidak boleh diganggu gugat," katanya.?

Haedar Nashir

Selama ini praktek intoleransi kerap menimpa kelompok minoritas. Pengusiran, pelarangan ibadah, pengrusakan dan diskriminasi kerap diterima sekte atau kelompok Penghayat/kepercayaan.

Berkaitan dengan intoleransi beragama yang ditumbuhkan kelompok-kelompok tertentu, Cendekiawan NU yang juga pengasuh Pesantren Darut Tauhid Cirebon KH Husein Muhammad, mendukung Muktamar NU kali ini memberi perhatian khusus pada persoalan intoleransi.

"Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas situasi intoleransi yang terus marak di Indonesia. Berbagai praktik kekerasan berbasis agama dan keyakinan menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah," ujar Aan Anshori, kordinator acara kegiatan itu.

Acara diisi dengan pembacaan puisi yang menegaskan bahwa Indonesia ialah negara yang dalam konstitusinya menghargai keberagaman.

Sebagai penutup acara, peserta konsolidasi jaringan lintas iman menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama pengunjung Foodcourt. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, Meme Islam Haedar Nashir

Selasa, 24 Januari 2012

Jihad dan Tawuran

Kalau sekadar memakai senjata tajam mulai dari ? parang, golok, anak panah, bambu runcing, senjata api, meriam dan sejenisnya, ini namanya bukan perang di jalan Allah, tetapi tawuran antardesa. Perang di jalan-Nya selain memerlukan itu semua, juga membutuhkan pikiran matang.

Perang di jalan Allah disebut jihad. Maksudnya perang akan disebut jihad sejauh praktik perang itu dimaksudkan untuk menegakkan agama Allah sebagai syiar. Perang seperti ini sangat dibutuhkan. Agama menganjurkan jihad. Karena, jihad merupakan ibadah.

Jihad dan Tawuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad dan Tawuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad dan Tawuran

Hanya saja seseorang yang maju ke medan perang memiliki pelbagai motif. Ada yang maju karena berani, jaga harga diri, atau karena riya. Lalu siapa di antara mereka yang masuk dalam kategori mujahid?

Ketika ditanya demikian, Rasulullah SAW menjawab dengan sabdanya seperti di bawah ini,

Haedar Nashir

Ù…Ù? قاتل لتكوÙ? كلمة الله Ù‡Ù? العلÙ? ا فهو فÙ? سبÙ? Ù„ الله

“Siapa saja yang maju ke medan perang dengan niat agar agama Allah menjadi naik (syiar) maka ia telah berjuang di jalan Allah.”

Haedar Nashir

Namun demikian, para ulama memberikan sejumlah catatan perihal peperangan, jihad, dan perjuangan di jalan Allah. Keputusan untuk perang di jalan Allah harus dilewati dengan sejumlah pertimbangan pikiran. Artinya ulama harus berkumpul terlebih dahulu untuk memutuskan bahwa umat Islam telah wajib untuk melakukan jihad di jalan Allah.

Salah satu contohnya ialah fatwa Resolusi Jihad NU pada November 1945. Fatwa Resolusi Jihad NU ini didasarkan pada pikiran matang ulama. Keputusan fatwa ini tidak didasarkan pada nafsu amarah.

Dalam kitab Dalilul Falihin (syarah Riyadlus Shalihin), M bin Alan Ash-shiddiqy menjelaskan hadis di atas sebagai berikut,

Ø£Ù? القتال فÙ? سبÙ? Ù„ الله قتال Ù…Ù? شؤه القوة العقلÙ? Ø© لا القوة الغضبÙ? Ø© أو الشهواÙ? Ù? Ø©

“Bahwa perang di jalan Allah adalah perang yang didasarkan pada kekuatan pikiran, bukan kekuatan amarah atau kekuatan nafsu.”

Dengan demikian umat Islam tidak boleh memutuskan sendiri perihal perang di jalan Allah. Mereka harus menunggu keputusan dan kebijaksanaan para kiai agar para kiai mengerahkan segala pikiran dan pertimbangannya atas kenyataan yang ada.

Selagi para kiai belum mengeluarkan fatwa jihad, umat Islam tidak boleh memutuskan bahwa dirinya akan maju ke medan perang. Karena, keputusannya didasarkan pada amarah dan nafsu belaka.

Kalau saja salah dalam mengambil keputusan, mereka justru mengamuk dan kalap di tengah masyarakat yang damai, seperti anak-anak yang sedang tawuran. Bukannya kalimat Allah (Islam) menjadi harum, mereka justru mencemarkan nama Islam dari dalam. Wallahu A‘lam. (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail, Sholawat, Syariah Haedar Nashir