Kamis, 13 September 2012

Keprihatinan Sayidina Utsman saat Umat Tinggalkan Khutbah Nabi

Kudus, Haedar Nashir. Pernah suatu ketika Sayidina Utsman bin Affan merasa malu kepada Nabi Muhammad. Perasaan malu itu justru membuat Sayyidina Utsman memborong seluruh barang dagangan yang dilelang pedagang dari Syam. Kisah ini disampaikan oleh KH Sya’roni Achmadi pada Pengajian Tafsir Al-Qur’an di Masjid Al-Aqsho Menara, Kudus, Kamis (15/6).

“Ceritanya, dulu ketika waktu sholat Jumat dimulai rombongan pedagang dari Syam datang. Itu menyebabkan mayoritas umat Islam lari dan memilih ikut lelang dagangan daripada khutbah Nabi Muhammad SAW,” tutur Kiai Sya’roni mengawali cerita.

Keprihatinan Sayidina Utsman saat Umat Tinggalkan Khutbah Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Keprihatinan Sayidina Utsman saat Umat Tinggalkan Khutbah Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Keprihatinan Sayidina Utsman saat Umat Tinggalkan Khutbah Nabi

Akibatnya, jamaah atau sahabat yang ikut khotbah dan sholat jumat tinggal 12 orang. Seketika itu Sayyidina Utsman merasa malu karena umat lebih memilih dagangan daripada khutbah Nabi.

“Dalam kondisi seperti itu, Sayyidina Utsman langsung ikut lelang dan menawar dengan harga tertinggi,” lanjut Kiai Sya’roni.

KH Sya’roni menjelaskan setiap harga yang ditawarkan pedagang dan disetujui sahabat lain ditawar lebih oleh Sayyidina Utsman. Misalkan harga kain 10 juta Sayyidina Utsman berani membeli 11 juta.

Haedar Nashir

“Kemudian sampai pada harga tertinggi akhirnya Sayyidina Utsman menang lelang. Seluruh barang dagangan terbeli oleh Sayyidina Utsman,” katanya.

Selanjutnya, semua sahabat yang kalah lelang itu meminta agar Sayyidina Utsman mau menjual beberapa kepada para sahabat yang tidak mendapat barang dagangan. Permintaan itu dituruti dengan syarat mau membeli sepuluh kali lipat dari harga belinya.

Sahabat-sahabat yang meminta itu semua tidak berani membelinya. Lalu Sayyidina Utsman bilang jika mau dijual sendiri. Namun, yang terjadi Sayyidina Utsman justru memanggil para fakir miskin dan membagikan barang yang dibeli itu kepada mereka.

Haedar Nashir

“Kok malah ngundang fakir miskin? Oo, dijual kepada Gusti Allah,” ujar Mbah Sya’roni seolah-olah menirukan kata sahabat.

Setelah membagikan itu Sayyidina Utsman berkata kepada sahabat yang tadi ikut lelang. “Memalukan, hanya karena barang dagangan kalian sampai tega meninggalkan khotbah Nabi Muhammad,” kata Mbah Sya’roni menirukan dalam bahasa Jawa.

Pasca kejadian itu setiap waktu sholat jumat tiba para sahabat tidak ada yang berani meninggalkan Khotbah Nabi Muhammad lagi. Kisah ini disampaikan sebagai penjelasan hadits Ana khodimul khaya’ wa Utsman babuha. Artinya Saya (Nabi Muhammad) adalah gudangnya perasaan malu dan Utsman adalah pintunya.

Kisah ini sekaligus menjadi dasar ijtihad madzhab Imam Syafi’i dalam qoul qodim bahwa batas minimal jumlah jamaah sholat jumat adalah 12 orang. Begitu juga menurut madzhab Malikiyah. Namun hukum itu oleh Imam Syafi’I dalam qoul jadid berubah menjadi 40 orang minimal.

“Keterangan Qoul Qodim maksudnya adalah ucapan Imam Syafi’i sebelum memasuki daerah Mesir. Sedangkan Qoul Jadid adalah setelah Imam Syafi’I masuk daerah Mesir. Masing-masing beda hukumnya,” terang Mbah Sya’roni. (M. Farid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir

Selasa, 04 September 2012

PMII Ingatkan Jokowi-JK Atas Setahun Pemerintahannya

Jakarta, Haedar Nashir. Memperingati satu tahun kepemimpinan Jokowi-JK menjadi presiden dan wakil presiden Republik Indonesia, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) limpah ruah ke jalan pada Senin (19/10) untuk mengingatkan pemerintah bahwa mereka sudah satu tahun menjadi nakhoda negeri ini, namun kehidupan rakyat semakin susah, ekonomi Indonesia semakin buruk, dan berbagai persoalan sosial terus terjadi.

PMII Ingatkan Jokowi-JK Atas Setahun Pemerintahannya (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ingatkan Jokowi-JK Atas Setahun Pemerintahannya (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ingatkan Jokowi-JK Atas Setahun Pemerintahannya

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII DKI Jakarta Mulyadin Permana bahwa ada ratusan ribu kader PMII seluruh Indonesia, khususnya di DKI Jakarta turun ke jalan mengkritik kinerja Jokowi-JK sebagaimana diinstruksikan oleh Pengurus Besar (PB) PMII.?

PMII DKI Jakarta bersama PB PMII dan beberapa cabang PMII terdekat seperti PC PMII Ciputat, PC PMII Bekasi dan PC PMII Bogor menggelar demonstrasi di depan istana negara supaya bisa didengar langsung oleh Presiden Jokowi.

Haedar Nashir

"Ratusan ribu kader PMII seluruh Indonesia hari ini turun untuk mengingatkan dan mengevaluasi kerja Jokowi-JK selama 1 tahun ini, khususnya para kader PMII Jakarta yang ada di 35 kampus," tutur Mulyadin.

Haedar Nashir

Mahasiswa sebagai agent of change dan agent of social control tidak boleh lupa dan terlena dengan popularitas kepemimpinan Jokowi-JK, tetapi harus melihat secara jernih dan obyektif semua persoalan yang hadir karena ketidakmampuan pemerintah mengurus rakyatnya.

"Mahasiswa (PMII) mengajak seluruh rakyat untuk menyadari apa saja yang telah diperbuat oleh pemerintah saat ini, kita tidak boleh terlena, apalagi tertidur melihat segala persoalan yang muncul," tegas Mulyadin.

Persoalan yang paling mencolok saat ini adalah soal ekonomi Indonesia yang merosot bahkan hampir terjadi krisis akibat Rupiah yang terus melemah, perusahaan-perusahan mulai mem-PHK-kan karyawannya, terjadi krisis dan konflik sosial seperti di Tolikara Papua dan Singkil Aceh, pembakaran hutan dan bencana asap, serta kebijakan impor pangan yang menyengsarakan para petani.

Atas segala persoalan tersebut, PMII mengindikasikan pemerintah tidak bekerja maksimal mengurus negara dan rakyat. Penyerapan anggaran di kementerian-kementerian pun tidak maksimal untuk kesejahteraan rakyat. Padahal rakyat saat ini sedang susah dimana harga kebutuhan terus naik sejak pencabutan subsisdi BBM oleh pemerintah beberapa bulan lalu. Ironisnya, utang luar negeri terus ditumpuk oleh pemerintah untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur yang tidak menyentuh langsung kesejahteraan rakyat, malah akan membebani rakyat karena utang dibayar oleh rakyat.

"Kita ingat janji Jokowi-JK ketika menaikkan harga BBM bahwa subsisdi BBM akan dialokasikan kepada proyek-proyek infrastruktur, namun faktanya negara ngutang 300 Triliun buat proyek-proyek tersebut, nah mana janji Jokowi-JK? Ke mana uang subsidi BBM? jangan-jangan dikorupsi oleh penguasa!" tegas Mulyadin.

Aksi PMII berjalan lancar dengan berjalan kaki dari stasiun Gambir menuju istana negara. Ratusan mahasiswa bernyanyi dan meneriakkan yel-yel yang dipimpin koorlap aksi melalui mobil komando. Belum lama aksi berjalan di depan istana, terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dengan ratusan polisi. Karena semangat mahasiswa yang menggebu-gebu, mahasiswa mendorong polisi, dan disikapi represif oleh aparat kepolisian. Polisi memukul mahasiswa, menembakkan gas air mata, dan membubarkan massa aksi secara paksa. Ada puluhan mahasiswa yang terluka akibat pukulan dan injakan polisi.

"Kami sangat menyayangkan tindakan represif aparat kepolisian yang membubarkan paksa dengan memukul, menginjak dan menembakkan gas air mata kepada mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi depan istana. Ketua Umum PC PMII Jakarta Pusat sampai terluka parah karena diinjak-injak oleh polisi. Oleh karena itu, kami meminta polisi bertanggungjawab atas pemukulan kader-kader kami," tutur Mulyadin.

"Kami tidak ingin perjuangan kami mengevaluasi 1 tahun pemerintahan Jokowi-JK dinodai dengan tindakan semena-mena yang dilakukan oleh aparat kepolisian yang digaji oleh rakyat," lanjut Mulyadin.

Dalam aksi Evaluasi 1 tahun Pemerintahan Jokowi-JK tersebut, PMII menuntut:

1. Tinjau ulang proyek infrastruktur yg berasal dr pinjaman luar negeri

2. Stabilkan nilai tukar rupiah

3. Percepat serapan APBN

4. Cabut ijin perusahaan pembakar hutan

5. Tolak impor pangan, wujudkan kedaulatan pangan

6. Wujudkan kedamaian beragama, negara harus menjamin hak beragama setiap warga negara

7. Usut tuntas kasus atas nama agama khususnya di Tolikara Papua dan Singkil Aceh. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote, Ulama, Lomba Haedar Nashir

Minggu, 02 September 2012

Muslimat NU Jember Gelar Pelatihan Pembuatan Tahu Nonlimbah

Jember, Haedar Nashir. Sebagai upaya mempemberdayaan kaum perempuan sekaligus membuka lapangan kerja, Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember menggelar pelatihan pembuatan tahu nonlimbah. Pelatihan tersebut digelar Sabtu (6/9) di halaman Kantor PCNU Jember, Jember, Jawa Timur.

Muslimat NU Jember Gelar Pelatihan Pembuatan Tahu Nonlimbah (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jember Gelar Pelatihan Pembuatan Tahu Nonlimbah (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Jember Gelar Pelatihan Pembuatan Tahu Nonlimbah

Peserta yang terdiri dari 35 orang berasal dari perwakilan Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU dan para pengurus harian. Menurut Sekretaris PC Muslimat NU Jember Emi Kusminarni, pelatihan tersebut dimaksudkan untuk memberikan keterampilan bagi para kader NU agar bisa mandiri.

“Saya kira ini bisa kita lakukan. Tidak sulit kok. Sehingga ibu-ibu mempuyai kerja sampingan, dan bisa mandiri,” tuturnya kepada Haedar Nashir.

Haedar Nashir

Pelatihan ini mendatangkan narasumber Ali Asegaf dari Tim Pesantren Kemandirian Pangan dan Energi Jawa Timur. Pembuatan tahu nonlimbah ini cukup menarik minat peserta. Keterampilan tersebut memungkinkan limbah tahu yang berbahan baku kedelai itu tidak terbuang sia-sia. Semuanya bisa dimanfaatkan.

Misalnya, ampas tahu bisa diolah menjadi perkedel, koya, rolade, dan lainnya. Sementara air perasan tahu bisa diolah jadi minuman segar sari kedelai dengan penambahan rasa sesuai selera. “Jadi tidak ada yang menjadi limbah, yang terbuang sia-sia dari pembuatan tahu ini,” jelas Emi.

Haedar Nashir

Ia berharap agar ke depan bekal keteterampilan yang diperoleh peserta bisa dikembangkan di rumah masing-masing sebagai industri rumahan. “Kalau ilmu ini bisa diterapkan, apalagi bisa ditularkan, insyaallah kita akan menuai hasil,” jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Lomba Haedar Nashir

Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB

Mataram, Haedar Nashir. Pondok Pesantren Abhariyah Jerneng ? Asuhan Rais Syuriyah PCNU Lombok Barat TGH Ulul Azmi keluar sebagai juara Group A setelah mengungguli Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah dengan skor 2-0 di Stadion Kediri Lombok Barat, Senin (21/9).

Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB

Babak penyisihan Liga Santri Nusantara (LSN) Zona NTB sudah berjalan dua hari dengan jadwal tiga kali pertandingan setiap hari. Pagi satu kali pertandingan dan sore dua kali pertandingan.

Jalannya pertandingan

Haedar Nashir

Kemenangan Abhariyah diraih setelah Hariadi, pemain dengan nomor punggung 6 menjebol gawang Qomarul Huda dari Bagu di babak pertama.

Kemudian di babak kedua, pemain lini tengah, Lalu Zainul Hafidz dari Abhariyah melepaskan tendangan dari luar kotak penalti hingga kembali menjebol gawang lawan. Kedudukan 2-0 bertahan hingga pluit panjang berbunyi tanda pertandingan telah selesai.

Haedar Nashir

Suharto, Pelatih Abhariyah ? menargetkan, timnya bisa meraih kemenangan pada semi final yang akan dihelat Jum’at (25/9).

Guru senior Abhariyah ini juga berspesan kepada pemain asuhannya agar tetap menjaga nama baik pesantren dengan bermain sportif. "Saya berpesan kepada semua pemain dan para suporter agar tetap menjaga nama baik pesantren dengan tetap mejaga sportivitas," katanya. (Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Santri, Nahdlatul Ulama, IMNU Haedar Nashir

Selasa, 28 Agustus 2012

Inspektur Bersarung dalam Apel Harlah NU di Pringsewu

Pringsewu, Haedar Nashir. Mengenakan sarung berwarna putih dipadu dengan Seragam batik NU, Mustasyar PCNU Pringsewu H Sujadi memimpin Upacara Apel Hari Lahir NU ke 91 di Lapangan Gedung PCNU, Selasa (31/1). Setiap Peserta Apel yang merupakan pengurus NU, Badan otonom dan para siswa Lembaga Maaarif tersebut juga mengenakan seragam masing-masing.

Dalam apel tersebut, H Sujadi mengingatkan seluruh pengurus dan warga NU di Kabupaten Pringsewu untuk senantiasa memegang teguh Qanun Asasi Nahdlatul Ilama yang merupakan Undang-undang Dasar NU dan dibacakan oleh kahdratus Syaikh KH Hasyim Asyari saat didirikannya NU.

Inspektur Bersarung dalam Apel Harlah NU di Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Inspektur Bersarung dalam Apel Harlah NU di Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Inspektur Bersarung dalam Apel Harlah NU di Pringsewu

Abah Sujadi juga mengingatkan pentingnya memegang teguh Resolusi Jihad yang merupakan cikal bakal penyulut semangat kemerdekaan RI. "Resolusi jihad merupakan ruh dalam memperjuangkan dan mempertahankan NKRI. Mari terus berkhidmah di NU sebagai bentuk upaya memperjuangkan NU untuk indonesia," ajaknya.

Dalam mempertahankan Negara Sujadi juga mengingatkan untuk memegang teguh PBNU yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45. "Dengan mempertahankan NU dan Ahlussunnah wal Jamaah kita terus jaga negara kita. NKRI harga mati," tegasnya.

Ia juga mengingatkan segenap pengurus NU untuk memegang teguh khittah NU yang menjiwai seluruh pergerakan jamaah dan jamiyyah NU. Dengan prinsip berkhidmah  ini warga NU khususnya di Kabupaten Pringsewu akan dapat berkiprah membantu upaya kemaslahatan daerah.

Haedar Nashir

"Dengan kiprah NU di Kabupaten Pringsewu kita optimis akan tercipta Baldatun Thayuibatun warabbun ghafur. Semoga keberkahan akan senantiasa menaungi Jamaah dan Jamiyyah NU Pringsewu," harapnya.

Dalam Apel tersebut juga dilaksanakan pelantikan Pimpinan Anak Cabang Persatuan Guru NU di 9 Kecamatan di Kabupaten Pringsewu oleh Pimpinan Wilayah Pergunu Provinsi Lampung. Selain itu diumumkan pula para  pemenang lomba dai dan daiyyah yang dilaksanakan sehari sebelum Apel Harlah NU sekaligus penyerahan Hadiah dan piala oleh Inspektur Upacara. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Budaya, Sholawat Haedar Nashir

Jumat, 17 Agustus 2012

Bertemu Kapolres, IPNU Kudus Desak Polisi Cegah Penyakit Masyarakat

Kudus, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Kudus mengadakan audiensi dengan Kapolres daerah setempat Kamis (10/10). PC IPNU yang dipimpin ketuanya Dwi Syaifullah diterima Kepala Polres Kudus AKBP Bambang Murdoko bersama jajarannya.

Bertemu Kapolres, IPNU Kudus Desak Polisi Cegah Penyakit Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bertemu Kapolres, IPNU Kudus Desak Polisi Cegah Penyakit Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bertemu Kapolres, IPNU Kudus Desak Polisi Cegah Penyakit Masyarakat

Bertempat di ruang Polres itu, IPNU meminta pihak kepolisian proaktif melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap penyakit masyarakat, seperti perjudian, minuman keras dan tawuran antarpelajar. IPNU menilai pembiaran atas kondisi ini sangat mempengaruhi prilaku remaja dan pelajar.

“IPNU berharap polres mengawasi tempat-tempat yang berpotensi menjadi sumber-sumber maksiat semacam warung penjual alkohol ataupun bilik warnet yang tertutup,” kata Ketua IPNU Dwi Syaifullah dihadapan Kapolres Kudus.

Haedar Nashir

Pelajar atau remaja, lanjut Dwi, seringkali menjadi korban penyakit masyarakat. Selama ini, IPNU Kudus memberikan advokasi kepada remaja dan pelajar sehingga sering mendapat keluhan dari orang tua bahwa anaknya terkena dampak prilaku negaif.

“Melalui pengawasan dan pencegahan intensif, insya Allah akan mampu mengurangi kenakalan remaja,”imbuhnya.

Haedar Nashir

Kapolres Kudus AKBP Bambang Murdoko menyambut baik permintaan dari IPNU. Menurutnya, sebagai ormas remaja dan pelajar memang seharusnya menjadi pelopor menyuarakan kepentingan masyarakat.

“Kepolisian selalu berupaya melakukan pengawasan melalui operasi  supaya berbagai bentuk penyakit masyarakat,”katanya.

Dalam audiensi itu, jajaran PC IPNU yang menyertai ketua Dwi Syaifullah adalah Sekretaris IPNU Ali Shofi’i, KomandanCBP Kudus Khoirul Anam dan pengurus harian. Sedangkan dari polres antara lain Kapolres Kudus Bambang Murdoko, Wakabinmas Polres Rahma, Kasatlantas bagian Kecelakaan Bambang N. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan, Syariah Haedar Nashir

Minggu, 12 Agustus 2012

NU Kota Pekalongan Gelar Konfercab, Sejumlah Tokoh Ramaikan Pencalonan

Pekalongan, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan dijadwalkan Ahad (29/10) akan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) untuk memilih rais dan ketua masa khidmah 2017-2022.

NU Kota Pekalongan Gelar Konfercab, Sejumlah Tokoh Ramaikan Pencalonan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kota Pekalongan Gelar Konfercab, Sejumlah Tokoh Ramaikan Pencalonan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kota Pekalongan Gelar Konfercab, Sejumlah Tokoh Ramaikan Pencalonan

Kegiatan yang akan berlangsung di Gedung Aswaja, Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan dihadiri delegasi dari Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) dan Ranting NU se-Kota Pekalongan. 

Meski sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hasil Muktamar di Jombang Jawa Timur bahwa konferensi cabang dihadiri dan dipilih oleh utusan dari MWC, akan tetapi karena PCNU Kota Pekalongan hanya memilik 4 MWC, maka sesuai dengan aturan PCNU dapat mengundang Ranting NU sebagai peserta.

Ketua Panitia Konfercab H Muhtarom mengatakan, untuk memastikan ranting NU bisa menjadi peserta yang memiliki hak pilih, pihaknya sedang berkonsultasi ke PWNU Jawa Tengah.

"Karena NU Kota Pekalongan hanya terdapat 4 MWC, maka panitia berkonsultasi ke PWNU untuk dapat mengundang ranting sebagai peserta penuh," ujar Muhtarom yang juga Sekretaris PCNU Kota Pekalongan.

Haedar Nashir

Dikatakannya, ada empat komisi yang akan dibahas dalam konfercab, yakni bahtsul masail diniyah, program kerja, rekomendasi dan organisasi. Akan tetapi selain empat komisi yang akan dibahas, menurut Muhtarom ada satu hal yang ramai dibahas sebelum Konfercab, yakni figur yang menakhodai PCNU Kota Pekalongan lima tahun mendatang.

Meski dalam penentuan rais syuriyah tidak lagi menggunakan sistem voting, namun sistem baru yakni ahlul halli wal aqdi (Ahwa) tetap menjadi menarik bagi peserta konfercab.

Pasalnya, banyak figur yang dimunculkan selain rais sekarang yang masih menjabat KH Zaenuri Zainal Mustofa, beberapa kandidat rais berupaya dimunculkan antara lain KH Abdul Fatah Yasran, KH Zakaria Ansor dan KH Romadlon Abdul Jalil. 

Haedar Nashir

Sedang di jajaran Tanfidziyah yang masih menggunakan voting ada beberapa nama bermunculan antara lain KH Romadlon Abdul Jalil, H Salahudin, H Tubagus Surur, dan H Muhtarom.

Acara Konfercab yang bakal dibuka oleh PWNU Jawa Tengah juga akan diisi pameran foto-foto kegiatan PCNU selama lima tahun terakhir oleh Lembaga Talif Wan Nasr (LTN) NU Kota Pekalongan.  

Beberapa kegiatan sebelum Konfercab yang berhasil digelar  antara lain Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) angkatan ketiga, Muskercab  3, apel peringatan hari santri nasional, dan pembacaan 1 miliar sholawat nariyah. (Abdul Muiz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan Haedar Nashir