Minggu, 16 April 2017

Alumni PMII Jabar Siap Bangun Sekretariat dan Perguruan Tinggi

Bandung,Haedar Nashir

Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Jawa Barat mengadakan kegiatan Reuni Alumni dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil). Salah satu buah dari pertemuan tersebut adalah perencanaan pembuatan gedung sekretariat 3 Lantai.

Alumni PMII Jabar Siap Bangun Sekretariat dan Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni PMII Jabar Siap Bangun Sekretariat dan Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni PMII Jabar Siap Bangun Sekretariat dan Perguruan Tinggi

Menurut Ketua Pelaksana kegiatan tersebut Muhtarom, biaya untuk pembangunan gedung dan pembelian tanah sudah terkumpul sebagian.

"Barusan, seperti yang kita dengar sudah terkumpul 150 meter dari (target) 500 meter untuk pembangunan gedung Ika PMII," katanya pada Reuni Alumni IKA-PMII, di kampus UNINUS, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Jawa Barat, Pada (21/8).

Haedar Nashir

Rencananya, gedung akan dibuat tiga lantai sebagai sentral dari kegiatan PMII seperti pelatihan, kaderisasi dan pusat komunikasi para alumni.

Haedar Nashir

"Di atas tanah 500 meter ini akan dibangun 3 lantai. Lantai pertama untuk aula, lantai kedua untuk kantor IKA dan lantai ketiga untuk kantor yayasan," jelasnya.

Setelah Muswil, lanjutnya, ke depan akan dimatangkan persiapan pembangunan perguruan tinggi yang akan dikelola oleh para alumni.

"Memang sekarang ada beberapa tanah yang diwakafkan ke yayasan untuk pembangunan perguruan tinggi, mudah - mudahan bisa terwujud," ujarnya.

Ketua Alumni IKA PMII Jabar Numan Abdul Hakim mengaharapkan agar para alumni bisa di garda terdepan menyelesaikan persoalan bangsa.

"PMII harus tampil, katakanlah, menjadi peniup peluitnya ketika tidak ada yang tidak beres baik itu sistem politik, sistem sosial dan sebagainya," ujarnya.

Dia juga mengimbau agar alumni PMII berkiprah di NU. "Kita berharap, (alumni) PMII tidak berhenti ketika dia punya jabatan saja, termasuk memikirkan NU sebagai organisasi sosial yang dibutuhkan kehadirannya oleh masyarakat," lanjutnya.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut, Ketua Mabin PB IKA PMII KH Ahmad Bagdja, dan sekitar 350 alumni dari berbagai daerah di Jawa Barat. (Bakti Habibie/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir IMNU, Tokoh Haedar Nashir

Jumat, 14 April 2017

SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an

Brebes, Haedar Nashir. Di saat anak-anak sekolah di berbagai tingkatan baik SD/MI, SMP/MTs maupun SMA/SMK/MA? berangkat upacara HUT ke-70 RI, ratusan anak di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Harapan Umat Brebes, Jateng justru meliburkan siswanya. Terang saja, sekolah yang terletak di Jalan Yos Sudarso tersebut tidak mengadakan upacara 17-an.

Keberanian Kepala Sekolah tidak menggelar upacara mendapat reaksi keras dari para orang tua murid dan mendapat sorotan dari elemen masyarakat termasuk media sosial. Bahkan Dandim 0713/Brebes? dan Polres Brebes langsung mengadakan klarifikasi ke sekolah tersebut.

SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an (Sumber Gambar : Nu Online)
SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an (Sumber Gambar : Nu Online)

SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an

Dandim 0713 Brebes, Letkol Inf Efdal Nazra mengatakan, setiap sekolah wajib melaksanakan upacara bendera dalam rangka HUT Kemerdekaan RI. Itu sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap para pejuang yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Karena itu, sebagai penerus bangsa berkewajiban mengisi kemerdekaan sebaik mungkin.

Haedar Nashir

"Saya baru tahu ada sekolah yang tidak melaksanakan upacara bendera hari ini. Saya akan cek dulu, dan apa alasanya tidak melaksanakan upacara bendera itu," tandasnya.

Kepala Sekolah SD IT Harapan Umat Brebes, Ratoni saat dikonfirmasi mengakui kalau sekolahnya tidak melaksanakan upacara 17-an. Meski mengakui, tetapi dia membantah kalau upacara 17-an tidak dilaksanakan karena sebenarnya sudah dilakukan dengan menggabungkan upacara hari pramuka pada 14 Agustus lalu.

Haedar Nashir

Ketika didesak apa bukti-buktinya melaksanakan upacara 17-an antara lain pembacaan teks proklamasi, Ratoni tampak gelagapan tidak bisa menunjukan bukti-buktinya.? "Ini memang kebijakan sekolah kami. Tapi, bukan berarti kami tidak menghargai Hari Kemerdekaan RI. Sebab, kegiatan upacara itu sudah dilaksanakan pada 14 Agustus lalu bersamaan peringatan Hari Pramuka," bantahnya.

Ratoni yang biasa disapa Ahmad Fatoni ini juga beralasan kenapa tidak melaksanakan upacara 17-an karena siswanya banyak yang jauh seperti dari Losari, Larangan dan yang jaraknya jauh. Lagi pula tanggal 17 Agustus adalah tanggal merah yang artinya hari libur. Selain itu, sekolah juga tidak mendapat arahan dari Dinas Pendidikan, terkait kewajiban melaksanakan upacara bendara HUT Kemerdekaan RI. "Atas pertimbangan ini, kami berinisiatif meliburkan seluruh siswa," paparnya

Anggota DPRD Kabupaten Brebes, Pamor Wijaksono sangat menyayangkan dan menyesalkan tindakan sekolah tersebut. Kebijakan yang diterapkan itu dinilai salah. Apalagi, bagi siswa SD. Sebab, pendidikan nasionalisme sejak dini sangat penting. Karena itu, pihaknya meminta dinas terkait untuk mengambil langkah atas kejadian tersebut.

"Itu jelas salah, karena semua sekolah wajib melaksanakannya. Ini penting bagi penanaman nasionalisme pada anak-anak sebagai penerus bangsa," tandasnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama Haedar Nashir

Selasa, 11 April 2017

Memilih Susu Meninggalkan Arak

Diceritakan dalam kitabnya Ahmad Ad-Dardiri Ala Qishshati Mi’raj bahwasanya Rasulullah SAW dalam perjalanannya setelah menjalankan sholat bersama para Nabi di Baitul Maqdis merasa sangat haus. Sebelum ia ucapkan keadaannya tiba-tiba Jibril telah datang dengan membawa dua cawan yang berisi susu dan arak yang segar.

Nabipun segera mengambil cawan yang berisi susu dan meminumnya, seraya Jibril berkata Kau mengambil yang benar. Andaikan Kau ambil arak pastilah umatmu kelak akan hidup dalam kesesatan. Diriwayatkan pula dari sebagian perawi bahwa Jibril datang dengan membawa tiga macam minuman yaitu susu, madu dan khamar.

Pilihan Rasulullah SAW terhadap susu adalah pilihan yang tepat. Karena air susu adalah air yang sangat cocok untuk manusia dan disukai oleh segenap makhluk. Susu mengandung kesehatan, kekuatan, dan zat yang mengenyangkan. Demikian yang terurai dalam ayat 66 dalam surat An Nahl:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Memilih Susu Meninggalkan Arak (Sumber Gambar : Nu Online)
Memilih Susu Meninggalkan Arak (Sumber Gambar : Nu Online)

Memilih Susu Meninggalkan Arak

Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya

Menurut penafsiran sebagian ulama, susu dengan segala kebaikan kandungan zatnya bagaikan agama Islam yang penuh dengan kesempurnaan. Dan menurut ulama lain, susu diibaratkan sebagai Ahlussunnah wal Jama’ah. Sebagai kelompok mayoritas yang berpegang tegung pada ajaran Rasulullah SAW.

Haedar Nashir

Demikianlah posisi air susu yang keluar antara kencing dan darah. Seperti Ahlussunnah wa Jama’ah yang lahir dan berkembang diantara dua kutub besar Qadariyah dan Jabariyah. dalam konteks kekinian posisi air susu dapat diibaratkan sebagai anjuran untuk memosisikan diri di tengah tidak ekstrem kanan dan tidak pula ekstrem kirim. (red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Cerita, News Haedar Nashir

Mbah Sahal: Banyak yang Bisa Dikritisi dari Saya

Pati, Haedar Nashir. Rais Am Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Sahal Mahfudh, Senin 17 Desember 2007 kemarin merayakan ulang tahunnya yang ke-70. Tidak seperti biasanya, kali ini, diadakan acara istimewa oleh para kerabat dekat. Ada potong tumpeng, bahkan ada yang sempat menyanyikan lagu selamat ulang tahun.

Saya belum pernah mengadakan acara seperti ini. Biasanya hanya selametan keluarga, baca manaqib, tahlilan dan selesai. Tetapi saya bahagia, kata Mbah Sahal saat menyambut para tamu di aula Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah.

Mbah Sahal: Banyak yang Bisa Dikritisi dari Saya (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Sahal: Banyak yang Bisa Dikritisi dari Saya (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Sahal: Banyak yang Bisa Dikritisi dari Saya

Sekitar seratus orang menghadiri acara ulang tahun Mbah Sahal. Sebagian besar tamunya adalah para pengurus NU, MUI dan para pengasuh pondok pesantren di lingkungan Kajen.

Di hari ulangtahunnya itu dua buku diterbitkan untuk Mbah sahal. Fiqh Sosial Kiai Sahal Mahfudh dan Pandu Ulama, Ayomi Umat: Kiprah Sosial 70-Tahun KH Sahal Mahfudh”. Buku yang kedua ini diterbitkan oleh MUI, berisi biografi singkat Mbah Sahal dan komentar para tokoh.

Sejumlah pejabat negara seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Mendagri Mardiyanto, dan Meneg Koperasi dan UKM Suryadharma, dalam buku itu, memuji kiprah Mbah Sahal baik di NU maupun MUI. Kontan, dirinya merasa tidak nyaman.

Haedar Nashir

Dua buku yang terbit sekarang ini isinya kok ngalem-ngalem saya semua. Terlalu banyak memuja-muja malah nanti bisa jadi kultus individu. Masih banyak yang bisa dikiritisi tentang diri saya,"katanya.

Mbah Sahal kemudian berpaling dari aula yang terletak di lantai dua kompleks Pesantren Maslakul Huda. "Supaya bebas bicara dan mengkritik tidak sungkan-sungkan saya minta izin meninggalkan ruangan ini, katanya.

Haedar Nashir

KH Thalchah Hasan, Wakil Rais Am PBNU, dalam buku "Pandu Ulama, Ayomi Umat" itu mengungkapkan kekagumannya kepada sosok ketuanya. Mbah Sahal sering mendapat kritikan karena akhir-akhir ini dinilai pendiam. Namun menurut Kiai Thalchah, Mbah sahal adalah seorang yang alim dan wara atau menjaga diri dari hal-hal yang tidak layak diungkapkan.

"Wara’ ini sangat penting mendapatkan penekanan di sini. Selain itu, beliau berpenampilan sederhana sekali, bisa diterima oleh bermacam-macam orang, dan bisa hidup dengan berbagai golongan," kata Kiai Thachah. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita, Lomba, Pesantren Haedar Nashir

Mbah Sholeh Darat Simpul Ulama Nusantara

Semarang, Haedar Nashir?

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo, Mukhsin mengungkapkan,? Mbah Sholeh mampu menjadi jangkar kebudayaan yang bisa kita nikmati sekarang ini. Ia menulis karya-karyanya, termasuk kitab tafsir Faidlur Rahman? menggunakan arab-pegon menjadi kekuatan tersendiri dalam menyampaikan gagasan dan keilmuan Islam.





Mbah Sholeh Darat Simpul Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Sholeh Darat Simpul Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Sholeh Darat Simpul Ulama Nusantara

"Mbah Sholeh bisa menajamkan kebudayaan kita," kata Mukhsin saat mengisi diskusi? Intelektualisme Islam Nusantara, di Masjid Raya Baiturrahman, Semarang, Ahad (19/6).?





Haedar Nashir



Mbah Sholeh Darat yang hidup pada akhir abad 19 mampu menjadi simpul gerakan ulama Nusantara. Ia berguru kepada ulama lokal hingga Makkah.

Haedar Nashir



Pada zaman itu, Mbah Sholeh Darat tak hanya hidup sendiri. Banyak ulama seperti Syekh Yusuf al-Makassari, Syekh Mahfudz Termas dan Syekh Nawawi Banten. Mereka melanjutkan perjuangan yang telah dilakukan oleh pendahulu mereka.

Selain itu, ada hubungan kuat antara guru dan murid yang terus terjaga sehingga perjuangannya dapat dilanjutkan, misalnya Hadhratus Syeikh Hasyim Asyari dan KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyyah) yang keduanya merupakan murid Mbah Sholeh Darat.

Mukhsin menyebut, Mbah Sholeh sebagai salah satu peletak dasar pesantren di Nusantara. Disamping mengajar, Mbah Sholeh juga menuliskan gagasan-gagasan aslinya. Ia mampu meletakkan tradisi studi Islam dengan menyimpulkan jejaring pesantren yang nantinya berkembang di Nusantara dan menjadikan tafaqquh fi al-din sebagai jalan menguatkan intelektualisme.? (M Zulfa/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Lomba, Bahtsul Masail Haedar Nashir

Ini Motif-motif Terlarang dalam Menikah

Bandarlampung, Haedar Nashir - Menikah adalah sunah Nabi. Barang siapa tidak mengikuti sunnah Nabi maka Ia bukan termasuk ummatnya. Tetapi dalam mengambil keputusan untuk menikah, Seseorang harus menata niat agar apa yang dilakukannya benar-benar akan bernilai ibadah.

Demikian dijelaskan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam saat memberikan mauizhatul hasanah pada walimatul arasy pernikahan putri Mustasyar PWNU Lampung yang juga Rektor UIN Lampung Muhammad Mukri di GSG UIN Bandarlampung, Sabtu (29/7).

Ini Motif-motif Terlarang dalam Menikah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Motif-motif Terlarang dalam Menikah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Motif-motif Terlarang dalam Menikah

Mantan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya ini memberikan rumus khusus bagi siapapun yang akan menjalin ikatan suci dan sakral ini. "Agar menikah tidak salah arah rumusnya adalah 3 (tiga) J 2 (dua) M," katanya.

J yang pertama adalah jangan memiliki niatan menikah karena fisik semata. Fisik akan mengalami penuaan. Ketika memiliki niatan karena fisik, maka seseorang akan kecewa karena tidak akan mendapatkan apa yang diinginkannya dengan kekal.

Haedar Nashir

J yang kedua adalah Jangan menikah karena status sosial. "Jabatan status sosial juga tidak akan abadi dimiliki seseorang. Sebagai contoh jangan ada sampai niatan mempelai putra menikahi mempelai putri karena ia anak Rektor UIN Lampung," ingatnya.

Haedar Nashir

J yang ketiga adalah jangan menikah karena faktor harta. Karena menurutnya harta pada hakikatnya bukanlah milik kita. Semua adalah titipan yang akan kembali diambil oleh yang punya.

Nur Syam mengajak semua orang yang akan menikah untuk memegang erat prinsip 2 M yaitu M yang pertama adalah menikahlah karena cinta dan kasih sayang. "Ini sesuai dengan tujuan menikah dalam Al-Quran, yaitu sakinah mawaddah warahmah. Jangan diplesetkan buat rumah satu untuk si Sakinah, satu untuk si Rahmah, dan satu untuk si Mawadah ya?" candanya disambut tawa semua yang hadir.

M yang kedua yaitu menikahlah karena Allah. "Menikahlah lillah. Karena ibadah ini adalah sunah rasul yang akan membawa keberkahan hidup. Semoga abadi sampai akhir hayat. Memiliki rumah tangga yang berkah penuh kebahagiaan," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah Haedar Nashir

Sabtu, 08 April 2017

Iran Haramkan Chatting Cowok-Cewek bukan Muhrim

London, Haedar Nashir. Pemimpin keagamaan Iran mengharamkan chatting online antara laki-laki dan perempuan yang tidak punya hubungan keluarga.

Ayatollah Ali Khamenei lewat situsnya menerbitkan fatwa larangan chatting online tersebut.

Iran Haramkan Chatting Cowok-Cewek bukan Muhrim (Sumber Gambar : Nu Online)
Iran Haramkan Chatting Cowok-Cewek bukan Muhrim (Sumber Gambar : Nu Online)

Iran Haramkan Chatting Cowok-Cewek bukan Muhrim

Khamenei juga menyebut chating online sebagai kelakuan tidak bermoral.

Haedar Nashir

Fatwa tersebut diterbitkan menyusul larangan penggunaan WeChat, aplikasi di smartphone untuk berkirim pesan.

Facebook dan Twitter serta jejaring lainnya sudah dilarang di Iran.

Haedar Nashir

Khamenei ditanya tentang chatting online antar lelaki dan perempuan dan dia menjawab sebagaimana dikutip Dailymail:  "Mengingat perilaku tak bermoral yang sering terjadi, maka hal tersebut tidak diperbolehkan."

Di sisi lain, meskipun ada larangan, banyak pejabat Teheran memiliki akun baik Facebook maupun Twitter.

Salah satunya adalah Presiden Hassan Rowhani yang memiliki 163 ribu follower di Twitter.

Banyak warga Iran "mengakali" larangan itu dengan menggunakan proxy server agar tetap bisa mengakses jejaring sosial. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ubudiyah Haedar Nashir