Senin, 19 Juni 2017

Bupati Brebes: Shalat Awal Waktu Bentuk Disiplin

Brebes, Haedar Nashir. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti mengajak masyarakatnya untuk menunaikan shalat di awal waktu. Dengan Shalat di awal waktu mampu membentuk budaya hidup disiplin di berbagai segi kehidupan.

Bupati Brebes: Shalat Awal Waktu Bentuk Disiplin (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes: Shalat Awal Waktu Bentuk Disiplin (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes: Shalat Awal Waktu Bentuk Disiplin

Bupati menyampaikan pesan tersebut saat kembali dari menunaikan ibadah umroh Senin malam, (11/1).

Menurutnya, kedisiplinan amat penting untuk mencapai kesuksesan.Terbukti negara-negara yang menerapkan budaya disiplin telah maju dan rakyatnya sejahtera.

Haedar Nashir

Dirinya juga akan membuat surat edaran terkait imbauan kepada PNS, atau pekerja pabrik ketika datang waktu shalat untuk menghentikan sementara pekerjaannya guna menunaikan shalat fardlu ain di awal waktu.

“Saya akan membuat surat imbauan terkait, shalat di awal waktu,” ucapnya.

Haedar Nashir

Dia yakin, dengan shalat diawal akan mendatangkan keberkahan. Bila kita mengutamakan shalat, shalat pula yang menjadikan amalan mendapat penilaian pertama kali ketika dihisab. “Jangan khawatir akan keduniaan karena Allah SWT menjamin apa pun bila warganya beriman dan bertakwa. Insya Allah barokah,” tuturnya.

Saat turun dari bis yang mengangkut rombongan umroh bersama 38 warga masyarakat Brebes, bupati disambut hangat oleh keluarga, dan beberapa pejabat pemerintah kabupaten Brebes.

Dia menambahkan, umroh bukan perjalanan wisata. Namun perjalanan religi dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Haji kecil ini diperlukan disamping ziarah ke raudlah juga melakukan aktivitas peribadatan lainnya.

“Saya sangat bangga dengan banyaknya warga Brebes yang melakukan perjalanan umroh, hampir setiap minggu ada yang berangkat ke tanah suci,” ungkapnya.

Ini menandakan, sambungnya, masyarakat Brebes sudah tambah sejahtera dan keimanannya makin meningkat. “Mudah-mudahan Brebes makin aman, nyaman, sejahtera di bawah perlindungan Allah SWT, baldatun toyibatun warobun ghofur,” pungkasnya.

Perjalanan Umrah Bupati Brebes yang didampingi suami Drs Kompol H Warsidin MH dipandu Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah I KH Labib Sodiq Suhaemi. Bupati melakukan perjalanan Umrah sejak 3 hingga 11 Januari. Tugas pokok dan fungsi selama itu dipegang Wakil Bupati Narjo SH. (wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam Haedar Nashir

FKB Ancam Duduki Istana

Jakarta, Haedar Nashir. Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR RI mulai geram atas penganan kasus luapan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, yang hingga kini belum tuntas. FKB memberikan batas waktu dua minggu kepada pemerintah untuk menetapkan sebagai bencana nasional. Jika tidak, mereka mengancam akan menduduki Istana Negara.

"Jika dalam dua minggu pemerintah tidak mengambil langkah-langkah tersebut, kami dari FKB akan memimpin langsung demo ke Istana bersama korban Lapindo," ujar Wakil Ketua FKB Marwan Jafar di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (6/3).

Ketua FKB Ida Fauziah menegaskan, penetapan kasus semburan lumpur Lapindo sebagai bencana nasional tidak akan menghilangkan tanggung jawab Lapindo untuk membayar ganti rugi kepada warga.

FKB Ancam Duduki Istana (Sumber Gambar : Nu Online)
FKB Ancam Duduki Istana (Sumber Gambar : Nu Online)

FKB Ancam Duduki Istana

Penetapan semata-mata dimaksudkan agar penyelesaian kasus lumpur itu lebih cepat dan efektif. "Usulan agar bencana Lapindo menjadi bencana nasional tidak akan sedikit pun memberikan ruang kepada Lapindo lari dari tanggung jawab tapi kita lihat Timnas tidak efektif karena itu pemerintah harus ambil alih," urainya.

Sementara itu, Sekreteris FKB Helmy Faisal Zaini meminta agar kasus ini juga ditangani secara hukum. Jika kasus tersebut terus dibiarkan, Lapindo tidak akan bertanggung jawab atas kelalaiannya dalam pengeboran.

Haedar Nashir

"Maling ayam di kampung saja dihukum, masa ada orang yang nyata-nyata telah melanggar prosedur pengeboran tapi dibiarkan saja," kata Helmy.

Sekretaris Tim Pemantau Lumpur Lapindo FKB Aryo Widjanarko meminta pemerintah merelokasi korban lumpur ke tempat yang layak. Selain itu juga merelokasi infrastruktur yang rusak akibat luapan lumpur Lapindo. "Pemerintah harus melihat sisi sosial masyarakat Lapindo. Jangan dibiarkan terbengkalai," tandasnya.

Di tempat terpisah, Khofifah Indar Parawansa menyatakan siap mendukung upaya yang ditempuh warga untuk menuntut ganti rugi yang dibayarkan secara cash and carry.

Haedar Nashir

"Saya rasa masyarakat inilah yang lebih tahu di mana mencari tempat yang lebih nyaman bagi kehidupan mereka. Resettlement (pemukiman kembali) bukan solusi yang solutif," ujar Khofifah yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama.

Menurut Khofifah, masyarakat lebih baik diberi keleluasaan di mana mereka akan berdomisili sesuai dengan sumber nafkah mereka selama ini. "Saya rasa itu akan lebih wise, karena ada tradisi masyarakat kita berpola rumah terbuka. Petani, misalnya, butuh rumah yang dekat dengan lahan pertanian. Petambak juga butuh yang dekat tambak," urainya.

Mengenai persyaratan sertifikat tanah yang diperlukan untuk memperoleh ganti rugi, Khofifah menganggap perlu diberikan kebijakan khusus yakni tidak harus mempunyai sertifikat. Sebab, katanya, banyak masyarakat Indonesia yang belum akrab dengan sertifikat tanah.

"Solusinya boleh petok D (surat tanah warga yang diarsip di kantor desa), boleh juga kesaksian. Mungkin bisa dilokalisir oleh Bupati dengan melibatkan RT/RW setempat bahwa ini milik si A, luas sekian, sehingga kalau dikompensasikan ganti ruginya sekian," terang Khofifah. (dtc/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh Haedar Nashir

Ki Ageng Anggawa, Tokoh di Balik Berdirinya Tegal

Tegal, Haedar Nashir 

Haul atau peringatan tahunan Ki Ageng Anggawana digelar Ahad (18/11) di Masjid Kasepuhan Ki Ageng Anggawana Desa Kalisoka Kecamatan Dukuhwaru Kab Tegal telah digelar. Turut hadir dalam kesempatan itu Plt Bupati Tegal Moch Hery Sulistyawan, melalui staf ahli bupati Masykur Sholeh, Camat Dukuhwaru Noor Alini Agustini, dan jajaran Muspika Kecamatan Dukuhwaru. 

Ki Ageng Anggawa, Tokoh di Balik Berdirinya Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ki Ageng Anggawa, Tokoh di Balik Berdirinya Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ki Ageng Anggawa, Tokoh di Balik Berdirinya Tegal

Ki Ageng Anggawana merupakan tokoh sentral di daerah Tegal. Penyebaran Islam di tanah Tegal tidak lepas dari perjuangannya liku–liku untuk mengembangkan Islam sangatlah ia rasakan sehingga membuat kelompok–kelompok diskusi dan padepokan–padepokan untuk mencari jalan keluar terhadap persoalan yang ada.

Riwayat singkat Ki Ageng Anggawana itu dibacakan oleh KH Maktub Efendi “Kita harus mengambil hikmah,” kata Maktub yang merupakan putra daerah kelahiran Kalisoka yang sekarang berdomisili di Jakarta.

Haedar Nashir

Menurutnya Ki Ageng Anggawana sangat berjasa dalam menyebarkan agama Islam di Tanah Tegal. Ia berada di balik semua sisik melik perkembangan Islam di Tegal.

Taushiyah dalam kegiatan haul itu disampaikan oleh Wakil Wali Kota Tegal, Habib Ali Zainal Abidin. Dalam tausiyahnya dia menuturkan agar tetap berpedoman terhadap ulama, karena satu-satunya pewaris keselamatan dunia akhirat adalah ulama. Al Ulama’u warosatul anbiya ulama adalah pewaris nabi. 

Haedar Nashir

“Kiai itu berkedudukan mulia, maka sudah meninggal pun banyak orang yang berdatangan berziarah,haul ini adalah bentuk kepatuhan menghargai sesepuh yang telahg berjasa besar dalam mengemban amanah,“ tuturnya. 

Lebih lanjut Habib Ali berpesan, hidup tidak harus kaya tetapi harus ada berkah karena kalau sudah berkah maka akan dilapangkan dunia akhiratnya, kuncinya ibadalah untuk mendapatkan itu semua dengan bersyukur. Tetapi tidak cukup dikatakan saja oleh lidah kita perlu tindakan tepat yaitu dengan menjalankan tuntunan Gusti Allah subhanahu wata’ ala . 

“Dadi yen urip pengin selamet dunia akhetrate kudua merek maring ulama aja tinggal maring ulama. jadi kalau mau hidup selamat dunia dan akhirat harus dekat dengan ulama jangan menjauh dari ulama. Insya Allah.” tukasnya. 

Ketua Panitia Torikin mengatakan kegiatan haul ini berkat adanya kerjasama dari berbagai kalangan antara Muspida Kabupaten Tegal dan Muspika Kecamatan Dukuhwaru serta Warga masyarakat.

Kegiatan haul Ki Ageng Anggawana diawali dengan kegiatan Santunan Yatim dan Yatim Piatu dari anak yatim yang berada di desa Kalisoka dan sekitarnya. Sebanyak 100 lebih anak yatim piatu, sebelum acara santunan dimulai, diarak mengelilingi Desa Kalisoka dan sekitarnya.

“Segenap semua pihak kami ucapkan banyak terima kasih,“ pintanya. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz TGL 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah, Kiai, Ulama Haedar Nashir

Minggu, 18 Juni 2017

PMII Unsuri Sidoarjo Siap Bentengi Kadernya dari Radikalisme

Sidoarjo, Haedar Nashir. Maraknya gerakan radikalisme yang masuk di Indonesia, membuat beberapa kalangan muda terutama aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk turut andil dalam membentengi generasi penerus bangsa dari ancaman gerakan garis keras.

PMII Unsuri Sidoarjo Siap Bentengi Kadernya dari Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unsuri Sidoarjo Siap Bentengi Kadernya dari Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unsuri Sidoarjo Siap Bentengi Kadernya dari Radikalisme

Ketua Rayon PMII Univeritas Sunan Giri (Unsuri) Sidoarjo, Fakultas Ekonomi Manajemen, Bakri Irwan kepada Haedar Nashir menyatakan siap membentengi kadernya dari serangan-serangan yang bersifat kekerasan tersebut.

"Langkah pertama yang akan kami lakukan dalam membentengi kader PMII yakni dengan memberikan paham-paham Islam Nusantara, melakukan kajian-kajian ataupun membedah radikalisme itu sendiri," ungkap Bakri, Ahad (28/6).

Haedar Nashir

Pria yang baru mendapatkan amanah menjadi Ketua Rayon PMII Unsuri itu juga akan melakukan terobosan-terobosan baru untuk mencetak para kadernya, sehingga menjadi kader yang benar-benar militan.

Haedar Nashir

"Kami ingin menciptakan iklim pergerakan yang berbasis intelektualitas, spiritualitas, sosial, serta berpegang teguh pada prinsip idealisme pergerakan yang berlandaskan Ahlu Sunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai manhajul fikr," tegasnya.

Menurutnya, dengan mencetak kader yang berintelektual tinggi, berakhlakul karimah serta berpegang teguh pada prinsip idealisme pergerakan, merupakan tanggung jawab yang harus dia jalankan pada estafet kepemimpinan selama kurang lebih setahun (satu periode 2015-2016) kedepan.

"Kami akan terus membangun sistem pengkaderan yang berkesinambungan, membangun sistem organisasi yang profesional, melakukan evalauasi demi menjaga kesolidan antara kader dengan pengurus, berinteraksi sesama kader yang lain sehingga tidak mengakibatkan putus hubungan," paparnya.

Pemilihan Ketua Rayon PMII Unsuri Fakultas Ekonomi Manejemen yang digelar di kampus Unsuri gedung C, Jumat (26/6) lalu dihadiri beberapa pengurus PMII lainnya terdiri dari Rayon Nusantara, Rayon Al-Azhar, Komisariat Unsuri dan komisariat PMII perjuangan Unitomo. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama Haedar Nashir

Tiga Jenis Puasa Menurut Imam Al-Ghazali

Ramadhan sudah mendatangi kita. Otomatis kewajiban puasa pun mesti dilakukan bagi orang yang memenuhi persyaratan. Puasa menjadi pembeda bulan Ramadhan dengan bulan lainnya. Bulan ini menjadi mulia dengan sendirinya karena terdapat kewajiban puasa di dalamnya.

Ibadah puasa tentu berbeda dengan ibadah lainnya. Ia sangat bersifat rahasia. Tidak ada yang mengetahui kelangsungan puasa seseorang, kecuali pelakunya dan Allah SWT. Meskipun ada orang yang terlihat makan sahur dan buka puasa bersama kita, itu bukan jaminan bahwa dia telah berpuasa seharian. Bisa saja di waktu siang dia makan tanpa sepengetahuan orang.

Tiga Jenis Puasa Menurut Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Jenis Puasa Menurut Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Jenis Puasa Menurut Imam Al-Ghazali

Karenanya, puasa dikatakan amanah. Sebuah amanah haruslah dilangsungkan dan dikerjakan. Terlebih lagi yang memberi amanah itu Allah SWT. Pemberian amanah puasa ini tentu bukan tanpa maksud. Ada banyak hikmah dan rahasia di dalamnya.

Tidak semua orang mengerti tujuan dari ibadah puasa. Makanya, tak heran bila ada yang puasa, tetapi dia tidak mengerti dan menerima dampak positif dari ibadah yang dilakukan. Oleh sebab itu, al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin membagi tiga tingkatan puasa:

Haedar Nashir

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Haedar Nashir

Artinya, “Ketahuilah bahwa puasa ada tiga tingkatan: puasa umum, puasa khusus, dan puasa paling khusus. Yang dimaksud puasa umum ialah menahan perut dan kemaluan dari memenuhi kebutuhan syahwat. Puasa khusus ialah menahan telinga, pendengaran, lidah, tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuh dari dosa. Sementara puasa paling khusus adalah menahan hati agar tidak mendekati kehinaan, memikirkan dunia, dan memikirkan selain Allah SWT. Untuk puasa yang ketiga ini (shaumu khususil khusus) disebut batal bila terlintar dalam hati pikiran selain Allah SWT dan hari akhir.”

Tiga tingkatan ini disusun berdasarkan sifat orang yang mengerjakan puasa. Ada orang puasa hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi perbuatan maksiat tetap dilakukannya. Inilah puasa orang awam. Pada umumnya, mereka mendefenisikan puasa sebatas menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa secara dzahir.

Hal ini berbeda dengan tingkatan kedua, yaitu puasanya orang-orang shaleh. Mereka lebih maju dibandingkan orang awam, sebab mereka paham bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari melakukan dosa. Percuma berpuasa, bila masih terus melakukan maksiat. Karenanya, kelompok ini menilai maksiat menjadi pembatal puasa.

Selanjutnya puasa paling khusus. Puasa model ini hanya dikerjakan oleh orang-orang tertentu. Hanya sedikit orang yang sampai pada tahap ini. Pasalnya, selain menahan lapar dan haus dan menahan diri untuk tidak bermaksiat, mereka juga? memfokuskan pikirannya untuk selalu mengingat Allah SWT. Bahkan, pikiran selain Allah SWT dan pikiran terhadap dunia dianggap merusak dan membatalkan puasa.

Dari tingkatan ini, kita mengetahui bahwa ibadah puasa merupakan kesempatan terbesar untuk melatih diri kita supaya lebih baik dari sebelumnya. Semoga puasa kita tidak bersifat formalitas, tetapi juga bermanfaat dan berdampak positif. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga, Pertandingan Haedar Nashir

PCNU Se-Jawa Barat Diminta Aktif di Dunia Maya

Bandung, Haedar Nashir - Pengurus Wilayah NU Jawa Barat meminta 27 Pengurus Cabang NU se-Jawa Barat untuk aktif di dunia maya, hal ini dilakukan untuk menjawab perkembangan zaman yang semakin pesat dan masyarakat lebih banyak beraktivitas melalui internet.

Demikian disampaikan Iip Yahya, Pemimpin Redaksi website nujabar.or.id pada pertemuan admin PCNU se-Jawa Barat di Kantor PWNU Jabar, Sabtu (12/7)

PCNU Se-Jawa Barat Diminta Aktif di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Se-Jawa Barat Diminta Aktif di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Se-Jawa Barat Diminta Aktif di Dunia Maya

"NU itu organisasi besar tapi kalau kita kurang aktif di dunia maya akan terlihat kecil, sebab saat ini masyarakat lebih banyak beraktivitas di dunia maya," tandasnya.

Dikatakannya, PCNU diminta untuk membuat website organisasi dengan domain or.id, dari 27 PCNU yang ada di Jawa Barat baru beberapa saja yang sudah mempunyai website organisasi dengan domain or.id, yaitu Majalengka, Garut dan Sumedang.

Haedar Nashir

"Selain website, PCNU juga harus punya medsos, minimal facebook dan twitter, PCNU lalu meneruskan kepada MWCNU di wilayahnya masing-masing agar MWCNU punya akun facebook," tambahnya.

Haedar Nashir

Targetnya, kata dia, dalam satu tahun ke depan PCNU yang ada di Jawa Barat sudah punya website dan medsos, sedangkan MWCNU sudah punya facebook dan semua kegiatan-kegiatan NU yang ada di daerah bisa diketahui dan diakses oleh semua orang.

"Kita siap memberikan bantuan teknis pembuatan web dan pelatihan," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ubudiyah, Fragmen Haedar Nashir

Prihatin Kasus Yuyun, NU Surabaya Desak DPRD Tetapkan Perda Miras

Jakarta, Haedar Nashir - Pengurus NU Kota Surabaya menyatakan prihatin atas kasus pemerkosaan dan kekerasan yang menimpa Yuyun (14 th) oleh 14 pemuda/remaja yang dipengaruhi minuman keras. Pihak NU Kota Surabaya karenanya kembali mendesak DPRD Surabaya agar segera menetapkan Rencana Peraturan Daerah terkait pelarangan minuman beralkohol di Surabaya.

"Pengesahan ini sekaligus sebagai gerakan sosial nyata untuk diikuti daerah-daerah lainnya di Indonesia, dari Surabaya menuju Indonesia bebas dari mihol," kata Ketua NU Surabaya Muhibbin Zuhri di Aula PCNU Surabaya, Sabtu (7/5).

Prihatin Kasus Yuyun, NU Surabaya Desak DPRD Tetapkan Perda Miras (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Kasus Yuyun, NU Surabaya Desak DPRD Tetapkan Perda Miras (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Kasus Yuyun, NU Surabaya Desak DPRD Tetapkan Perda Miras

NU Surabaya menilai tragedi Yuyun merupakan peringatan yang jelas bagi semua warga bangsa bahwa miras merupakan sumber masalah kejahatan dan kerusakan lain.

Haedar Nashir

"Kita sangat sedih mendengar kejadian yang memilukan itu. Kasus pemerkosaan dan kekerasan yang dilakukan oleh 14 pemuda/remaja yang dipengaruhi miras. Tragedi ini sangat menyayat rasa kemanusiaan kita. Betapa manusia dengan mudahnya menjadi lebih hina dari hewan dan bisa sejahat iblis, karena pengaruh miniman keras,” ungkapnya.

Haedar Nashir

Kasus serupa telah banyak terjadi. Demikian juga dengan kasus-kasus kejahatan lain akibat pelaku di bawah pengaruh minuman beralkohol di antaranya pemerkosaan, perampokan, pembunuhan, kecelakaan lalu lintas, dan lainnya.

"Cukup kasus Yuyun menjadi tragedi terakhir bagi bangsa ini. Ini pelajaran yang sangat terang dari Allah swt kepada bangsa ini," tambahnya.

Ia menyayangkan adanya sementara pihak termasuk aparat pemerintah, wakil rakyat, pengamat yang masih enggan mengesahkan regulasi pelarangan total mihol ini. Menurutnya, mereka berdalih bertentangan dengan norma legislasi, melawan aturan di atasnya, pendapatan negara-daerah, dan lain-lain.

"Mereka ini seperti sedang menyuarakan kepentingan pengusaha mihol dan mengabaikan ancaman serius bagi rakyatnya. Apakah kita menunggu anak-anak kita, istri, saudara perempuan, atau keluarga kita menjadi korban selanjutnya. Regulasi apa pun yang mengandung pembolehan produksi, peredaran, dan konsumsi mihol harus segera dicabut demi hukum dan kepentingan nasional-kemanusiaan. Karena peraturan apa pun itu semua bertentangan dengan Pancasila, terutama sila pertama,” tegasnya.

NU Surabaya juga mendukung pernyataan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang menyarankan perlunya aturan yang jelas dan tegas mengenai pelarangan mihol. Pihaknya juga mengapresiasi sikap DPD RI yang sedang mematangkan rencana pembuatan UU pelarangan mihol. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sunnah Haedar Nashir