Jumat, 21 Juli 2017

Ini Rekomendasi Bahtsul Masail Kongres Pergunu II Terkait Full Day School

Mojokerto, Haedar Nashir - Komisi Bahtsul Masail Kongres II Pergunu yang digelar di Mojokerto, Jumat (28/10) memfokuskan pembahasan pada bidang pendidikan terkait wacana pemerintah terhadap pemberlakuan Full Day School (FDS). Forum menganggap wacana ini apabila diberlakukan pasti memiliki plus dan minus.

Dalam konteks Nahdlatul Ulama di mana masyarakatnya banyak yang menyelenggarakan kegiatan diniyah, TPQ dan lain sebagainya, Full Day School jelas merugikan karena eksistensi lembaga diniyah dan TPQ yang menjadi karakteristik NU terancam bubar.

Ini Rekomendasi Bahtsul Masail Kongres Pergunu II Terkait Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Rekomendasi Bahtsul Masail Kongres Pergunu II Terkait Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Rekomendasi Bahtsul Masail Kongres Pergunu II Terkait Full Day School

Karena itu, forum menolak pemberlakukan FDS jika pelaksanaannya akan merugikan agama, siswa, orang tua, dan atau lembaga pendidikan lain seperti madrasah diniyah dan lain-lain. Forum menerima dengan catatan FDS dapat dikemas sinergi dengan kegiatan pendidikan lain.

Forum ini menghasilkan rekomendasi kepada pemerintah tentang masalah FDS sebagai berikut.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

1. Gagasan pemberlakukan Full Day School harus didahului dengan kajian komprehensif yang matang (dengar pendapat dari para pihak dan uji publik).

2. Jika Full Day School diberlakukan, maka standar minimal pendidikan harus dipenuhi oleh pemerintah (mengacu pada 8 SNP).

3. Full Day Learning dengan memperhatikan kearifan lokal .

4. Jika Full Day School didiberlakukan, maka penentuan pendidik agama harus disepakati/disetujui oleh wali murid.

5. Materi pendidikan moral dan atau karakter diperbanyak. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah Haedar Nashir

Kamis, 20 Juli 2017

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa

Magelang, Haedar Nashir

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menyatakan kiai kampung memiliki peran besar terhadap pembangunan karakter bangsa.

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa

"Para kiai memiliki andil besar dalam pembangunan karakter, jati diri, dan kepribadian bangsa ini," katanya dalam pengajian umum dalam rangka haul dan khataman di Pondok Pesantren Raudhatut Thullab, di Wonosari Tempuran, Kabupaten Magelang, Jateng, Senin malam.

Ia mengatakan pertahanan dan ketahanan budaya harus diperkuat dalam menghadapi era globalisasi.

Ia menuturkan para ulama, kiai terutama kiai kampung setiap malam ceramah, mengaji jangan dikira kecil peranannya.

"Mereka ikut membangun karakter bangsa Indonesia sehingga dalam memasuki era globalisasi yang sangat ekstrem ini masih banyak umat Islam yang tidak terpengaruh arus globalisasi hasil andil para kiai membangun masyarakat," katanya.

Haedar Nashir

Menurut dia kondisi tersebut sangat jauh berbeda dengan ulama Timur Tengah, begitu memasuki era globalisasi para pemuda bangsa Arab yang sekolah di Amerika Serkat dan Eropa saat pulang ke negerinya masing-masing mereka berubah.

"Namun, bangsa Indonesia tidak. Memang juga ada yang berubah tetapi sedikit. Mereka pulang sekolah dari luar negeri tetap memiliki karakter sebagai bangsa Indonesia," katanya.

Haedar Nashir

Ia menuturkan karakter bangsa Indonesia masih lebih baik dibanding Timur Tengah yang budayanya hancur. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir

Rabu, 19 Juli 2017

Cara Mudah Mengakses NU Onlne dari HP

Untuk memudahkan pembaca dalam mengakses Haedar Nashir, beberapa waktu lalu kami telah meluncurkan aplikasi android versi ke-2 yang telah mendapat beberapa penyempurnaan dari berbagai kekurangan yang ada pada versi sebelumnya. Berikut ini cara mengaplikasikannya:

Aplikasi android Haedar Nashir versi ke 2 ini dapat didownload melalui menu google play store. Ketik Haedar Nashir, atau klik link berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.NUonline.NUmobile2

Setelah didownload, Haedar Nashir versi android akan tampil sebagai menu tersendiri berupa logo NU yang bisa dengan mudah diakses sewaktu-waktu.

Cara Mudah Mengakses NU Onlne dari HP (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Mudah Mengakses NU Onlne dari HP (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Mudah Mengakses NU Onlne dari HP

Pada aplikasi android yang baru ini, Haedar Nashir sudah dapat menyesuaikan ukuran tampilan layar pada berbagai versi android pengguna seperti ginger bread, honeycomb, Ice Cream Sandwidch, bahkan Jelly Bean. Pada ukuran huruf (fonts) juga sudah diperbesar, sehingga memudahkan pengakses utuk dapat membaca konten website serta bernavigasi di dalamnya.

Cara yang sama juga bisa dipakai untuk mengakses Radio NU (radio.nu.or.id) dan mengikuti Pengajian Ramadhan live dari beberapa pesantren. Bagi yang belum mendownload Radio Haedar Nashir, buka play store, lalu ketik Radio NU. Selanjutnya ikuti perintahnya.

Haedar Nashir

Selain versi android, versi mobile Haedar Nashir juga sudah diluncurkan sebelumnya. Tanpa harus mendownload versi android, ketika mengetikkan nu.or.id di HP yang terkoneksi dengan internet secara otomatis akan langsung mengarah pada http://m.nu.or.id.  Selanjutnya nikmati versi mobile Haedar Nashir dengan tampilan yang lebih sederhana. Di bagian bawah juga tersedia pilihan jika ingin kembali ke tampilan utama atau versi dekstop. (Puji Utomo/Ardyan Novanto Arnowo)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung

Bandung, Haedar Nashir. Puteri sulung Presiden ke-4 RI, Alissa Qotrunnada Munawaroh (Alissa Wahid) menjelaskan ihwal Sembilan nilai Gus Dur yang selama ini menjadi landasan perjuangannya.

“Kesembilan nilai itu adalah ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, persaudaraan, kesederhanaan, keksatriaan, kearifan lokal/tradisi,” ujar Alissa saat menjadi narasumber pada Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) yang diselenggarakan oleh Gusdurian Bandung di Aula Dakwah Kantor PWNU Jawa Barat, Jalan Galunggung, Kota Bandung, Ahad (15/1).

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga berharap kepada segenap generasi muda jangan hanya bangga pada sosok Gus Dur semata, melainkan meneladani nilai-nilai dan perjuangannya.

Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung

“Bagaimana generasi muda kemudian mampu menanamkan nilai-nilai yang diajarkan Gus Dur, tapi kemudian janganlah bangga dengan sosok Gusdur melainkan kepada nilai-nilai yang diperjuangkannya, karena Gus Dur telah meneladankan kepada kita sehingga bisa diteruskan,” jelasnya.

Lebih jauh dirinya menjelaskan bahwa di Indonesia tidak bisa hanya membicarakan Islam saja atau Indonesia saja, melainkan harus seimbang dan harus disatukan bahwa Islam kita adalah Islam Indonesia.

Haedar Nashir

“Konsep Islam Indonesia tentu bertujuan agar terwujud Islam yang Rahmatan lil Alamin. Dan mestinya kita harus sadar betul bahwa Nahdlatul Ulama (NU) ini adalah tulang punggung Islam di Indonesia,” tandasnya.

Kendati sebagai duta besar Islam di kancah dunia, Gus Dur dimata anaknya tersebut juga tidak melupakan bahwa Gus Dur berasal dari masyarakat desa dan tak ada bedanya dengan masyarakat pedesaan pada umumnya.

“Maka itu, Gus Dur ketika menghadiri pengajian-pengajian yang diselenggarakan di pelosok dan pedesaan, beliau sangat fasih dengan bahasa yang merakyat dan khas dengan gaya humorisnya sehingga beliau mudah diterima oleh masyarakat,” pungkasnya. (Ade Mahmudin/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Pesantren Haedar Nashir

Selasa, 18 Juli 2017

Dilantik, GP Ansor Diminta Revitalisasi Tradisi

Subang, Haedar Nashir?

Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang masa khidmah 2016-2020 resmi dilantik. Pelantikan dilakukan Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Aam Haerul Amri di Pondok Pesantren Al-Istiqamah, Kebondanas, Pusakajaya, Subang, Selasa (29/11).

Dilantik, GP Ansor Diminta Revitalisasi Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, GP Ansor Diminta Revitalisasi Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, GP Ansor Diminta Revitalisasi Tradisi

Dalam sambutannya, Aam menegaskan tugas dan capaian Pimpinan Cabang hari ini harus betul-betul sampai pada orientasi revitalisasi tradisi.

"Hari ini sudah banyak santri yang tidak menghargai lagi kiainya. Toh kalaupun ada perbedaan, harusnya itu jadi rahmat. Tapi saat ini malah menimbulkan kebencian dan cacian," ujar Aam.

Dikatakan, dengan revitalisasi tradisi inilah kemudian GP Ansor harus bisa menjelma sebagai organisasi kaderisasi yang siap mengawal tradisi khidmah kepada Ulama.

"Termasuk ke depan penguatan sistem kaderisasi harus dioptimalkan untuk menciptakan pemberdayaan potensi kader GP Ansor sendiri," katanya.

Haedar Nashir

Sementara, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Subang, Asep Alamsyah Heridinata menegaskan, pelantikan untuk periode kedua kalinya tersebut akan memaksimalkan seluruh potensi yang ada sehingga bisa lebih baik lagi.

Haedar Nashir

"Beberapa kaderisasi sudah kita lakukan beberapa periode yang lalu. Sehingga ke depan kita akan maksimalkan potensi sumber daya anggota," katanya.

Hadir dalam pelantikan tersebut, Plt. Bupati Subang, Imas Aryumningsih, Dandim 0605 Subang, Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah, Rais Syuriah PCNU Subang KH Agus Salim, Ketua MUI Subang KH Musa Mutaqien, Mustasyar PWNU Jabar KH Tasrifin, Letkol Inf. Budi Mawardi Syam, Kasat Binmas Polres Subang AKP. Sarjono, Ketua PW Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Berita Haedar Nashir

Senin, 17 Juli 2017

IPNU-IPPNU Lamongan Gelar Diklat SAR

Lamongan, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Lamongan menggelar diklat Serach and rescue (SAR) dan Kepalangmerahan pada 4 hingga 6 Oktober 2009 kemarin, bertempat di Waduk Gondang Sugio Lamongan

Kegiatan ini dilakukan oleh Lembaga Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Kepanduan Putri (KKP) menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Pertama (Diklatama) dengan mengambil spesifikasi di bidang Serach and rescue (SAR) dan Kepalangmerahan.

IPNU-IPPNU Lamongan Gelar Diklat SAR (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lamongan Gelar Diklat SAR (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Lamongan Gelar Diklat SAR

Menurut Ketua PC IPNU Lamongan Imam Fadli mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang Kepalangmerahan dan bencana alam. Para peserta juga diajak berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, pengembangan sumber daya manusia alam dan lingkungan, serta berpartisipasi dalam terlaksananya pendampingan dan penguatan masyarakat.

Haedar Nashir

Dalam rilis yang diterima Haedar Nashir, diklat ini diikuti 50 peserta terdiri dari utusan 2 putra dan 2 putri dari Pimpinan Anak Cabang (tingkat kecamatan) IPNU-IPPNU se-Kabupaten Lamongan.

Haedar Nashir

Materi yang disajikan berupa pembalutan dan pembidaian, anatomi dan faal tubuh dasar, pengetahuan obat-obatan dan kesehatan lapangan, survival dan navigasi, pendarahan dan syok, dengan narasumber dari Taruna Siaga Bencana Kabupaten Lamongan, KSR-PMI Lamongan dan Tim Penanggulangan Bencana Nahdlatul Ulama.

Pada akhir acara peserta juga melakukan aksi peduli bencana gempa Padang di sekitar lokasi wisata Waduk Gondang dengan mengumpulkan dana untuk disalurkan ke para korban bencana alam tersebut. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir RMI NU, IMNU Haedar Nashir

Selasa, 11 Juli 2017

Tutup Akhir Tahun dengan Lomba Mars Fatayat NU

Rembang, NU 0nline. Di pengujung tahun 2013, Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menyelenggarakan lomba melantunkan Mars Fatayat NU. Lomba ini diikuti sembilan perwakilan Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU setempat.

Kegiatan yang digelar di lantai dua Kantor PCNU Rembang, Jalan Pemuda Tawang Sari Rembang, Sabtu (28/12) pagi, ini dilaksanakan untuk lebih memahami inti sari dari syair mars. Ketua panitia penyelenggara, Eva Nurlatifa, mengatakan, para kader diharapkan mampu menghafal lagu kebanggaan remaja putri NU itu.

Tutup Akhir Tahun dengan Lomba Mars Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tutup Akhir Tahun dengan Lomba Mars Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tutup Akhir Tahun dengan Lomba Mars Fatayat NU

Bukan hanya lomba, kata Eva, kegiatan itu juga menjadi ajang silaturahmi antarpengurus Fatayat NU se-Rembang dalam rangka koordinasi. Fatayat NU Rembang menginginkan para pengurus dapat bersinergi mengembangkan Fatayat NU agar lebih bermanfaat di masyarakat.

Haedar Nashir

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah Khizanatur Rahmah, dalam sambutanya mengajak para kader lebih jeli dalam menentukan pilihan pemimpin di tahun 2014.

“Tahun yang akan datang menjadi tantangan bagi masyarakat NU. Pastilah Nahdliyin akan menjadi incaran bagi orang yang berkepentingan untuk mencalonkan diri, maju sebagai perwakilan masyarakat di parlemen,” katanya Khizanatur Rahmah.

Ketua PC Fatayat NU Rembang Miftahul Muhimmah menjelaskan, perlombaan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sejenis yang pernah diadakan pada periode kepengurusan yang lalu. Dia berharap, lomba melantunkan Mars Fatayat sering dilakukan agar kader bisa mendalami arti yang terkandung dalam syair tersebut. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah Haedar Nashir