Minggu, 17 September 2017

Jaring Kader Terbaik, Kaderisasi Jadi Kunci Penting

Jakarta, Haedar Nashir

Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Aminuddin Ma’ruf menegaskan bahwa kaderisasi merupakan kunci penting dalam menjaring kader terbaik. 

Jaring Kader Terbaik, Kaderisasi Jadi Kunci Penting (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaring Kader Terbaik, Kaderisasi Jadi Kunci Penting (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaring Kader Terbaik, Kaderisasi Jadi Kunci Penting

Lebih jauh, Amin menyebut bahwa kaderisasi tersebut dapat dilakukan tidak sebatas mengandalkan kader yang berasal dari satu fakultas atau jurusan.

“Kaderisasi di Jakarta Selatan harus lebih banyak menyasar berbagai kampus atau jurusan yang sebelumnya belum terdapat PMII agar lebih besar kemungkinan kita menjaring kader-kader terbaik,” tegas Aminuddin dalam pelantikan Pegurus PMII Cabang Jakarta Selatan yang bertajuk Memupuk Loyalitas dan Pengabdian Kader untuk Kejayaan Organisasi, Jakarta, Kamis (5/5).

Menurutnya keberadaan kader-kader PMII dari beragam kampus dan jurusan sangat penting dalam rangka memperbanyak peluang distribusi kader PMII di sektor-sektor yang dibutuhkan baik di dalam pemerintahan maupun masyarakat.

Haedar Nashir

“Jangan hanya mengandalkan input kader homogen atau satu jurusan. Itu tentu sulit,” tegasnya.

Menyambung visi memperbanyak kaderisasi, PB PMII menuntut PC PMII Jaksel untuk lebih masif dalam membentuk komisariat atau rayon-rayon baru sehingga, pengurus cabang dalam hal ini sudah harus mematok target terkait peluang berdirinya komisariat baru di berbagai universitas di Jakarta Selatan selama satu tahun ke depan.

“Parameter target selama satu tahun harus jelas dari sekarang,” tutup Ketum PB PMII yang berasal dari PC PMII Jakarta Timur ini. 

Dalam kesempatan tersebut ia juga menyebut bahwa Cabang PMII regional Jakarta Selatan ini sebagai parameter kaderisasi DKI Jakarta.

“Cabang Jakarta Selatan ini istimewa karena selama ini sudah menjadi parameter kaderisasi se-DKI Jakarta. Terlebih sahabat Munandar Nugraha yang saat ini menjabat sebagai Ketua Kaderisasi Nasional PB PMII juga berasal dari Jakarta Selatan,” Amin.

Haedar Nashir

PC PMII Jaksel yang dilantik langsung oleh Ketum PB PMII diketuai oleh Rohim yang disusul oleh Rio Saputra sebagai sekretaris umum dan Arifin sebagai ketua satu. Dalam struktur kepengurusan mabincab, PC PMII Jaksel berada di bawah Addin Jauharuddin yang pernah menjabat sebagai ketua umum PB PMII periode 2011-2013. (Harsenda Sari/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam, Jadwal Kajian Haedar Nashir

Sabtu, 16 September 2017

Bibit Samad Rianto Ajak Mahasiswa Awasi Dana Desa

Probolinggo, Haedar Nashir. Institut Agama Islam (IAI) Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo, Sabtu (14/10) siang, menggelar kuliah tamu dengan tema “Perguruan Tinggi Membangun Desa, Mewujudkan Pengelolaan Dana Desa Yang Transparan dan Akuntabel”.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dan dosen dari tiga perguruan tinggi Pondok Pesantren Nurul Jadid (IAI Nurul Jadid, STT Nurul Jadid dan STIKes Nurul Jadid) Paiton ini juga dihadiri oleh Ketua Satuan Petugas (Satgas) Dana Desa (DD) yang juga mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto.

Bibit Samad Rianto Ajak Mahasiswa Awasi Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Bibit Samad Rianto Ajak Mahasiswa Awasi Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Bibit Samad Rianto Ajak Mahasiswa Awasi Dana Desa

Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid yang juga Ketua Biro Dikti Pesantren Nurul Jadid KH Hamid Wahid mengatakan, kegiatan ini digelar untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang tujuan dibentuknya Satgas Dana Desa. Yaitu bukan untuk menangkap kepala desa akan tetapi membantu merumuskan kebijakan dan pengawasan pelaksanaan penggunaan Dana Desa.

“Memberikan wawasan kepada mahasiswa dan civitas pesantren tentang peran Satgas Dana Desa dalam membantu mengevaluasi regulasi terkait Dana Desa, sosialisasi dan advokasi, monitoring dan evaluasi, harmonisasi hubungan antar lembaga serta menindaklanjuti pengaduan masyarakat atas dugaan terjadinya penyimpangan penggunaan Dana Desa,” katanya.

Menurut Kiai Hamid, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memberikan ruang kepada mahasiswa dan civitas pesantren untuk memberikan dukungan kepada Satgas Dana Desa dalam mengawal pengelolaan  dan penggunaan Dana Desa. Sebagai bentuk pelibatan perguruan tinggi berbasis pesantren dalam membantu Satgas Dana Desa pada pengelolaan dan penggunaan Dana Desa yang transparan dan akuntabel.

Haedar Nashir

“Melalui kuliah tami ini diharapkan menggugah kesadaran mahasiswa untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan yang transparan dan akuntabel tanpa korupsi. Sekaligus mensinergikan antara peran perguruan tinggi berbasis pesantren dengan Satgas Dana Desa dalam mencegah tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang,” tegasnya.

Sementara Ketua Satgas Dana Desa Bibit Samad Rianto meminta para mahasiswa untuk mengawasi pemanfaatan DD yang rawan menjadi lumbung para koruptor. “Kegiatan ini bertujuan sebagai edukasi bagi mahasiswa untuk memerangi penyalahgunaan DD sejak dini,” katanya.

Menurut Bibit, dari penelusuran Satgas DD selama 6 bulan terakhir, penyalahgunaan DD cenderung semakin meningkat. “Hal ini dibuktikan dengan maraknya kasus operasi tangkap tangan yang dilakukan satgas maupun KPK,” terangnya.

Bibit mengharapkan agar para mahasiswa dan civitas akademika turut mengawasi penggunaan DD. Pasalnya, peranan dunia pendidikan sangat penting dalam mencegah korupsi DD. “Mahasiswa dan masyarakat segera melapor ke satgas jika menemukan penyalah gunaan DD. Hanya saja, laporan ini harus disertai bukti valid, bukan sekadar surat kaleng,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir IMNU, Aswaja Haedar Nashir

Jumat, 15 September 2017

Mengapa NU Menerima Pancasila sebagai Asas?

Tokoh paling penting yang menjadi “arsitek” penerimaan NU terhadap Pancasila adalah KH Achmad Siddiq (Rais Aam PBNU 1984-1989). Berikut ini penuturan sesepuh NU, KH Muchit Muzadi (88), sekretaris Kiai Achmad Siddiq yang sama-sama pernah menjadi murid KH Hasyim Asy’ari di Pesantren Tebuireng. (*Red)

Bagi saya KH Ahmad Shiddiq itu adalah seorang ulama yang memiliki ilmu pengetahuan yang komplit. Komplit kenapa? Karena ia memiliki pemikiran-pemikiran yang cukup mendalam tentang agama, hubungan agama dengan kehidupan kemasyarakatan, hubungan agama dengan kehidupan berbangsa dan bernegara dan lain sebagainya.

Seperti contoh, dalam merumuskan hubungan Pancasila dan Islam dalam Nahdlatul Ulama. Umumnya orang hanya melihat bahwa Pancasila tidak ada yang bertentangan dengan Islam maka dibilang Islami. Namun tidak dengan KH Achmad Siddiq. Ia melihat bahwa pola hubungan dan posisi agama dan Pancasila dalam kehidupan bernegara adalah lebih dari itu.

Saya sendiri dahulu pernah bertanya masalah ini kepada Beliau. “Kiai, Mengapa kita harus menerima Pancasila sebagai asas NU ?.”

Mengapa NU Menerima Pancasila sebagai Asas? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa NU Menerima Pancasila sebagai Asas? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa NU Menerima Pancasila sebagai Asas?

Ia menjawab: “Nahdlatul Ulama sendiri dalam Anggaran Dasarnya yang pertama diterangkan bahwa NU didirikan berdasarkan tujuan-tujuan, bukan asas.”

“Kita tidak usah mempertentangkan NU dengan asas negara. Karena NU tidak berbicara mengenai asas. Melainkan tujuan.”

Haedar Nashir

Lalu sekarang apa tujuan NU? Ialah melaksanakan semua yang akan menjadikan kemaslahatan Ummat Islam.

Kiai Achmad Siddiq tidak setuju kalau Islam itu dijadikan asas sebuah organisasi atau partai. Adalah keliru jika menjadikan Islam sebagai asas, karena justru akan merendahkan Islam sendiri. Islam adalah agama ciptaan Allah, sedangkan organisasi ciptaan manusia. Islam jauh diatas asas, karena Islam adalah Din-Allah.

Haedar Nashir

Seperti zaman dahulu, Masyumi yang mencantumkan Asas Islam adalah keliru karena justru memelorotkan Islam dengan menyamakannya dengan berbagai isme-isme yang lain.

Zaman dahulu, NU memusyawarahkan tentang hubungan Islam dan asas negara berjam-jam. Satu jam lamanya Kiai Shiddiq terdiam merenungkan masalah ini. Dan ketika mendapatkan hasilnya, langsung Ia memutuskan di depan rapat, dan terdiamlah semua hadirin yang berdebat.

Itulah salah satu kelebihan dari Kharisma Kiai Achmad, yang mana hal itu dikarenakan kedalaman Ilmunya. Saya menaruh hormat yang besar kepadanya akan hal ini. Meskipun Ia lebih muda dari pada saya 50 (lima puluh) hari lamanya. Karena saya lahir pada 24 Desember 1925, sedang Kiai Achmad lahir pada 24 Januari 1926. Akan tetapi karena keilmuan Beliau jauh di atas saya maka meskipun saya lebih tua saya harus hormat kepadanya.

?

*Ditranskrip oleh kontributor Haedar Nashir Malang, Ahmad Nur Kholis, dari pidato KH Muchit Muzadi yang disampaikan dalam acara Workshop Aswaja dengan tema “Revitalisasi nilai-nilai Aswaja di Tengah Ancaman Gerakan Transnasional di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, 8 Februari 2014.

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Lomba, Cerita, Pesantren Haedar Nashir

Kamis, 14 September 2017

Dilantik, IPNU-IPPNU Nalumsari Bertekad Perkuat Ideologi Aswaja

Jepara, Haedar Nashir

Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Desa Nalumsari, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jumat (15/1) resmi dilantik oleh Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara di Gedung MI Sabilul Huda Nalumsari Jepara.

Dilantik, IPNU-IPPNU Nalumsari Bertekad Perkuat Ideologi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, IPNU-IPPNU Nalumsari Bertekad Perkuat Ideologi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, IPNU-IPPNU Nalumsari Bertekad Perkuat Ideologi Aswaja

Acara yang dikemas dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dimeriahkan oleh grup rebana al-Muhibbun yang merupakan grup baru bentukan IPNU-IPPNU Nalumsari, sekaligus peluncuran terbentuknya grup rebana tersebut.?

Dalam sambutannya, Ketua IPNU Nalumsari, Mushoffa Afifi kedepan bertekat untuk lebih memperkuat ideologi aswaja dikalangan pelajar NU.

"Sengaja kami mengangkat tema komitmen pelajar Islam dalam Aswaja, untuk lebih menguatkan Ideologi Aswaja pelajar NU Nalumsari," katanya dihadapan puluhan kader NU.

Lebih lanjut Sofa menguraikan, akhir-akhir ini banyak organisasi-organisasi yang radikal dan menyimpang dari ajaran Islam. "Maka dari itu perlunya penguatan ideologi Aswaja dikalangan pemuda NU," ujar santri Qudsiyyah Kudus ini.

Haedar Nashir

Sementara itu, Wakil Ketua PC IPNU Jepara, Muhammad Shiddiq memberi apresiasi terhadap para pengurus IPNU-IPPNU Nalumsari yang sudah dilantik. "Atas nama cabang kami mengapresiasi kepengurusan IPNU-IPPNU Nalumsari yang selama ini selalu aktif di kecamatan Nalumsari dan juga di kabupaten Jepara," tegasnya.

Karena apa, tambahnya, IPNU-IPPNU Nalumsari selalu hidup dan aktif dari sejak berdiri sampai sekarang. "IPNU-IPPNU Nalumsari merupakan salah satu ranting terbaik di kecamatan nalumsari," terangnya.

Disamping itu, banyak kader-kadernya yang telah terbukti dari setiap tingkatan memiliki kiprah yang cukup berpengaruh. Siddiq juga memberi dorongan semangat kepada pengurus untuk ikhlas dalam menjalankan organisasi. "Menjalankan organisasi harus kita niatkan karena Allah, karena IPNU-IPPNU hanya sebagai wadah berorganisasi," ujar mantan ketua PAC IPNU Nalumsari ini. (Yusrul Wafa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Makam Haedar Nashir

Mapala dan PMII IAINU Kebumen Bantu Korban Banjir Alian

Kebumen, Haedar Nashir. Mahasiswa Pencita Alam Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komsiariat kampus tersebut menggalang dana sosial untuk membantu dampak banjir bandang di Kecamatan Alian, Kebumen, Jawa Tengah.

Mapala dan PMII IAINU Kebumen Bantu Korban Banjir Alian (Sumber Gambar : Nu Online)
Mapala dan PMII IAINU Kebumen Bantu Korban Banjir Alian (Sumber Gambar : Nu Online)

Mapala dan PMII IAINU Kebumen Bantu Korban Banjir Alian

Penggalangan dana dilakukan para mahasiswa NU tersebut sejak Sabtu pagi hingga sore (29/11) di jalan utama Kebumen, tepatnya Tugu Lawet dan tempat strategis lainnya.

Pengalanag  dana mendapatkan total Rp 6.200.000,-00. Uang tersebut langsung dibelikan bahan kebutuhan pokok yaitu1 kwintasl beras, 50 dus mie, 1 karton minyak goreng, 20 kg gula, 1 karton kopi, 1 bal teh, dan minuman berupa botol sebanyak 20 dus. Semua barang itu langsung diantarkan ke lokasi setelah magrib di posko 2 Krakal Alian.

Haedar Nashir

Mapala IAINU Kebumen bukan hanya menggalang bantuan, sejak pertama banjir, mereka bekerja sama dengan BPBD dan RAPI berada di lapangan, melakukan evakuasi korban. Anggota Mapala yang perempuan bekerja di bagian adminitrasi pendataan korban atau di pos utama balai desa menerima laporan dari tim RAPI dan BPBD Kebumen.

Haedar Nashir

“Sampai saat ini Mahasiswa Pencita Alam  masih berada di lokasi sejak awal kejadian tanggal 26-29 November 2014 sebagi relawan untuk mendeteksi kebutuhan masyarakat yang terkena korban,” ungkap Bahrun Alimurtopo, mahasiswa kampus tersebut.

Menurut dia, Mapala IAINU masih berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam pengadaan komsumsi. Saat ini warga belum bisa memasak karena rumah mereka dalam proses pembersiahan. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir IMNU Haedar Nashir

Rabu, 13 September 2017

Stan Pameran Silatnas Ayo Mondok Mirip Masjid Jinggo ala Tiongkok

Pasuruan, Haedar Nashir - Bentuk stan pameran pada acara Silaturrahim Nasional (Silatnas) Gerakan Ayo Mondok 2016 yang diinisiasi PP Rabithah Maahid Islamiyah NU kali ini terlihat mirip dengan masjid Jinggo yang bergaya Tiongkok. Di atas bangunan stan terlihat tulisan berlafal “Allah”. Silatnas sendiri berlokasi di area Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jumat-Ahad (13-15/5).

Ketua panitia lokal KH Ahmad Taufik (Gus Taufik) mengatakan, "Itu temanya Masjid Jinggo, salah masjid Pandaan yang dibangun oleh Pemkab Pasuruan.”

Stan Pameran Silatnas Ayo Mondok Mirip Masjid Jinggo ala Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)
Stan Pameran Silatnas Ayo Mondok Mirip Masjid Jinggo ala Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)

Stan Pameran Silatnas Ayo Mondok Mirip Masjid Jinggo ala Tiongkok

Pemkab Pasuruan beberapa tahun lalu membangun masjid dengan arsitektur bergaya China, karena untuk mengabadikan penyebaran Islam di tanah Jawa melalui berapa jinggo yang pernah datang ke Pasuruan. “karena pasukannya, orang-orang pernah ikut memperkuat Islam di Pasuruan," kata Gus Taufik di sela kegiatan pembukaan diskusi terbatas, Sabtu (14/5) siang.

Haedar Nashir

Jasa mereka kemudian diabadikan menjadi Masjid Jinggo. Untuk itu pihak panitia mengambil inspirasi pameran itu dari Masjid Jinggo.

Ia menjelaskan, pameran tersebut diikuti 70 stan yang terdiri atas 50 stan berbagai pegawai kecamatan dan dinas-dinas di Pemkab Pasuruan. Sementara 20 stan lainnya diisi oleh komunitas Nahdlatul Ulama.

"Masjid Jinggo ini merupakan ikon masyarakat Pandaan," terangnya.

Haedar Nashir

Terlihat mulai awal Silatnas dibuka suasana pameran waktu itu ramai didatangi pengunjung dari berbagai daerah yang ingin melihat-lihat atau membeli produk-produk unggulan kreativitas mereka. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pesantren, Hikmah Haedar Nashir

Protes Malaikat Ketika Manusia Didaulat sebagai Khalifah

Pringsewu, Haedar Nashir. Pengasuh Pondok Pesantren Al Muawanah Fajaresuk, Pringsewu KH Tamrin Mahera pada Ngaji Ahad (Jihad) pagi (30/8) mengupas kandungan makna yang termaktub dalam Al Quran surat Al-Baqarah ayat 30. Yaitu dialog antara malaikat dengan Allah SWT tentang manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Protes Malaikat Ketika Manusia Didaulat sebagai Khalifah (Sumber Gambar : Nu Online)
Protes Malaikat Ketika Manusia Didaulat sebagai Khalifah (Sumber Gambar : Nu Online)

Protes Malaikat Ketika Manusia Didaulat sebagai Khalifah

Kiai Tamrin menerangkan bahwa pada mulanya para malaikat tidak setuju jika manusia didaulat sebagai khalifah di bumi karena akan berbuat kerusakan dan saling menumpahkan darah.

Hal ini berbeda jauh dengan para malaikat yang senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Allah SWT. Protes malaikat ini dijawab dengan firmanNya, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Haedar Nashir

Mendengar hal itu, para malaikat pun merasa bersalah dan kemudian mengelilingi Arsy sebanyak tujuh kali sebagai upaya untuk menebus kesalahannya sembari mengucapkan tasbih mengagungkan Allah SWT.

dari penjelasan itu, menurut Kiai Tamrin, manusia seharusnya mencontoh para malaikat yang ketika berbuat kesalahan segera menebus kesalahannya dengan berbuat sesuatu. "Semakin takut kepada Allah semakin bagus. Ketakutan harus ditunjukkan dengan perilaku, tidak berdiam diri saja," ujarnya.

Haedar Nashir

Sikap seperti ini harus dilakukan siapapun dan dimanapun. "Mari Beristighfar sebagai upaya untuk menunjukkan rasa bersalah kita sekaligus mengharap apa yang sudah kita lakukan akan diampuni oleh Allah," ajaknya.

Nampak hadir pada Kegiatan Jihad Pagi tersebut Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi yang menjadi moderator, Wakil Ketua PWNU Lampung H. Heri Iswahyudi, Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH Hambali, Ketua PHBI Kabupaten Pringsewu H. Suyadi dan Ketua LBM NU Provinsi Lampung Ustadz Munawir. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja, Kajian Haedar Nashir