Jumat, 22 September 2017

Pekan Depan Batas Akhir Pendaftaran Liga Santri Region Lampung

Lampung Timur, Haedar Nashir - Panitia pelaksana Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung masih membuka pendaftaran untuk kalangan pondok pesantren se-Kabupaten Lampung yang berminat mengikuti kompetesi Sepak Bola Liga Santri Nusantara tahun 2017.

Demikian disampaikan Koordiantor Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung Munir A Haris melalui sambungan telpon, Sabtu, (29/7).

Pekan Depan Batas Akhir Pendaftaran Liga Santri Region Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan Batas Akhir Pendaftaran Liga Santri Region Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan Batas Akhir Pendaftaran Liga Santri Region Lampung

“Secara kuantitas jumlah pondok pesantren di wilayah provinsi Lampung cukup banyak. Karena itu kami berharap kepada para kiai pengasuh pesantren yang ada di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung bisa ikut berpartisipasi,” imbuh alumnus Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

“Pendaftaran Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung akan kami tutup pekan depan, pada hari Sabtu, 5 Agustus 2017. Tetapi apabila kuota telah terpenuhi sebanyak 48 tim, maka pendaftaran akan ditutup,” kata Mantan Presiden PMII UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Sekretaris Panitia Pelaksana Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung Ahmad Fauzi menambahkan, technical meeting (TM) akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Agustus 2017, pukul 09.00-selesai di LEC Kartika, Jalan Tendean Margo Rejo Selatan Kota Metro Lampung.

“Direncanakan pembukaan Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung, pada Sabtu, 26 Agustus 2017 di Lapangan Merdeka Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung, akan dihadiri tokoh-tokoh NU antara lain; Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Panitia Pelaksana Pusat atau CEO Liga Santri Nusantara (LSN) KH Abdul Ghofarrozin, Menpora H Imam Nahrowi, Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri, Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim, pengurus PWNU Provinsi Lampung, pengasuh-pengasuh pesantren, dan lain-lain,” tegas alumni IAIN Jurai Siwo Kota Metro Lampung ini.

Hal-hal yang kurang jelas berkenaan dengan Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung bisa langsung datang ke sekretariat, Kantor PCNU Lampung Timur, Jalan Ky Khanafiah Nomor 9 Lintas Timur Mataram Marga Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur.

Fan Page Facebook : LSN Zona Lampung. Atau menghubungi Sahabat Asep di nomor kontak 085269310484/0816535603, atau Sahabat Zaenuri dengan nomor 085269703472. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Kyai, Ulama Haedar Nashir

Kamis, 21 September 2017

LPBINU Kuatkan Pelaksana Program 4 Kabupaten di Jatim

Bandung, Haedar Nashir. Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) menggelar “Pelatihan Desain Perencanaan, Monev, dan Pelaporan” untuk pelaksana program penguatan kelembagaan penanggulangan bencana di Jawa Timur, selama empat hari, 25-28 Agustus 2014 di Hotel Gumilang Regency Bandung, Jawa Barat.

Pelatihan hasil kerja sama antara LPBI NU dan pemerintah Australia melalui AIFDR (Australia Indonesia Facility for Disaster Reduction) dan AIPD (Australia Indonesia Partnership for Decentralization) tersebut diikuti oleh 26 peserta dari empat kabupaten di Provinsi Jawa Timur, yaitu: Situbondo, Sampang, Malang dan Trenggalek.

LPBINU Kuatkan Pelaksana Program 4 Kabupaten di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Kuatkan Pelaksana Program 4 Kabupaten di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Kuatkan Pelaksana Program 4 Kabupaten di Jatim

Pelatihan ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas tim pelaksana program agar dapat bekerja sesuai rencana di kabupaten masing-masing. Dalam “Pelatihan Desain Perencanaan, Monev, dan Pelaporan” ini dibahas tiga materi pokok, yaitu desain perencanaan, monitoring dan evaluasi (monev), serta desain pelaporan.

Haedar Nashir

Ketua PBNU KH. Abbas Mu’in saat membuka acara ini menyampaikan, sebagai lembaga dakwah NU memiliki tanggung jawab untuk memberi ruang sebesar-besarnya bagi masyarakat untuk mengaktualisasikan diri di tengah masyarakat.

Haedar Nashir

“Kita harus punya beran di semua aspek, terrmasuk di dalamnya penanggulangan bencana dan pemeliharaan lingkungan. Abbas Muin juga berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang bisa diimplementasikan oleh peserta di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Bina Suhendra, Bendahara Umum PBNU, dalam sambutannya menekankan tentang pentingnya manajemen dalam sebuah program. Menurutnya, dalam program terdapat lima komponen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan (monitoring), evaluasi, dan pelaporan. Berkaitan dengan hal itu, ia menilai pelatihan ini menjadi penting karena membahas semua komponen tersebut.

Ketua LPBINU Avianto Muhtadi mengatakan, terkait upaya penanggulangan bencana, perubahan iklim, dan pelestarian lingkungan, LPBINU perlu menggandeng masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.? LPBI NU berharap, semoga pelatihan ini tidak hanya bermanfaat bagi peserta pelatihan, tetapi juga bagi masyarakat secara luas di Jawa Timur.

Hadir sebagai narasumber Wakil Sekjen PBNU dr. H. Syahrizal Syarif; bersama trainer (pelatih) dalam pelatihan ini, Henry Pirade dari Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) dan Yayah Ruchyati dari LPBINU.

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki kemampuan untuk menyusun desain program pengurangan risiko bencana, membuat instrumen serta melakukan monitoring dan evaluasi, menyusun laporan kegiatan dan? laporan program,? serta memahami strategi program dan memantau perkembangan kegiatan pengurangan risiko bencana di kabupaten masing-masing. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen, AlaSantri Haedar Nashir

Rabu, 20 September 2017

Inilah Perwira TNI Didikan Hizbullah

Jakarta, Haedar Nashir. Para kiai dan santri terlibat di lapangan dalam membela tanah air yang akan diserang kembali oleh Belanda para perang kemerdekaan. Setelah perang usai, sebagian besar kelompok santri kembali ke pesantren untuk mengajar agama, tetapi ada beberapa yang akhirnya tetap aktif dalam dunia militer.?

Berikut nama-nama perwira TNI yang merupakan hasil didikan Hizbullah, salah satu kelompok pasukan perlawanan yang berasal dari kelompok santri seperti disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf.?

Inilah Perwira TNI Didikan Hizbullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Perwira TNI Didikan Hizbullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Perwira TNI Didikan Hizbullah

1. Mayor KH. Mustofa Kamil-Banten?

2. Mayor KH. Mawardi-Surakarta?

Haedar Nashir

3. Mayor KH. Zarkasi- Ponorogo?

4. Mayor KH. Mursyid-Pacitan?

5. Mayor KH. Sahid-Kediri?

6. Mayor KH. Abdul Halim-Majalengka?

7. Mayor KH. Thohir Dasuki-Surakarta?

Haedar Nashir

8. Mayor KH. Rajiun-Jakarta?

9. Mayor KH. Munasir Ali-Mojokerto?

10. Mayor KH. Wahib Wahab-Jombang?

11. Mayor KH. Hasyim Latif-Surabaya?

12. Mayor KH. Zainuddin-Besuki?

13. Mayor KH. Zein Thovib-Kediri?

Selain yang berasal dari Hizbullah, terdapat beberapa perwira TNI berlatar belakang santri ex-PETA. Berikut nama-namanya.?

1. Brigjen KH. Sulam Syamsun?

2. Brigjen KH. Zein Toyib?

3. Brigjen KH. M. Rowi?

4. Brigjen KH Abdul Manan Wijaya?

5. Brigjen KH Iskandar Sulaiman?

6. Brigjen KH. Abdullah Abbas?

Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail, Tegal Haedar Nashir

Senin, 18 September 2017

NU Sulsel Libatkan Pesantren Perangi TB dan HIV/AIDS

Makassar, Haedar Nashir. Pengurus Wilayah Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan mengadakan Seminar TB dan HIV-AIDS melalui Pemberdayaan Pesantren, Kamis (14/5), di Hotel Grand Asia Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan.

NU Sulsel Libatkan Pesantren Perangi TB dan HIV/AIDS (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sulsel Libatkan Pesantren Perangi TB dan HIV/AIDS (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sulsel Libatkan Pesantren Perangi TB dan HIV/AIDS

Wakil Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Sulsel Dr Arfah Shiddiq dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang melibatkan pesantren dan badan otonom NU untuk mengambil peran mengurangi penularan penyakit Tuberklosis dan HIV-AIDS.

Di hadapan ratusan peserta, dr. Erwan dari Dinas Kesehatan Sulsel mengungkapkan, dewasa ini penyebaran penyakit TB dan HIV-AIDS di Indonesia sudah masuk ambang penderita yang sangat tinggi, sehingga dibutuhkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.

Haedar Nashir

Peserta seminar kesehatan kali ini berasal dari tokoh pesantren, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), rumah sakit Islam, aktivis badan otonom NU, LSM, dan ratusan kader TB Muslimat NU se-kota Makassar.

Mereka mendapatkan materi seputar penularan TB, HIV-AIDS, serta cara mencegahnya oleh Ketua Umum PP LKNU Dr. dr. Imam Rasjidi, peran LKNU Sulsel dalam menanggulangi penyebaran TB dan HIV-AIDS di Sulawesi Selatan (Prof. Dr. dr. Syafar), TB, HIV-AIDS menurut Islam (Dr. dr. Khidri Alwi), dan peran pemerintah menanggulangi HIV-AIDS (dr. Yuli dari Dinas Kesehatan). (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sholawat Haedar Nashir

Pelantikan dan Makesta Raya IPNU-IPPNU Kota Cirebon

Cirebon, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) kota Cirebon dilantik di kampus UNU II kota Cirebon, Sabtu (28/11). Usai pelantikan, pengurus baru segera mengadakan Makesta dengan 60 peserta lebih selama dua hari, Sabtu-Ahad (28-29/11). Peserta terdiri atas utusan anak cabang dan komisariat yang ada di sekolah.

Hadir pada pelantikan beberapa tamu undangan di antaranya utusan PW IPNU Jawa Barat, Rais Syuriyah kota Cirebon, PCNU kota Cirebon, Fatayat kota Cirebon, Muslimat kota Cirebon, IPNU-IPNU kabupaten Cirebon, dan para tamu undangan lainnya.

Pelantikan dan Makesta Raya IPNU-IPPNU Kota Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelantikan dan Makesta Raya IPNU-IPPNU Kota Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelantikan dan Makesta Raya IPNU-IPPNU Kota Cirebon

Ketua IPNU kota Cirebon Chanifuddin Fauzan yang biasa disapa Hanif terpilih untuk masa bakti 2015-2017.

Haedar Nashir

“Mudah-mudahan saya bisa mengemban amanat sebagai ketua IPNU pada masa sekarang dengan lebih baik dan lebih bertanggung jawab lagi. Juga mampu membawa nama IPNU dan lebih memperkenalkan IPNU di kalangan pelajar NU yanga ada di kota Cirebon ini,” kata Hanif.

Ketua pelaksana Nunung Nurjannah Jayastri berharap acara pelantikan dan Makesta ini bisa berjalan lancar tanpa halangan apapun. (Nurjanah/Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Syariah, Sholawat Haedar Nashir

Minggu, 17 September 2017

Ramadhan di Piala Dunia Jadi Tantangan Pemain Muslim

Kairo, Haedar Nashir. Seiring dengan dibukanya pagelaran Piala Dunia 2014 di Brazil, beberapa kalangan melihat para bintang sepak bola Muslim dalam beberapa tim berbeda yang akan berlaga dalam bulan Ramadhan, yang pertama kali terjadi pada 1986.

Secara kebetulan, Piala Dunia tahun ini yang dimulai pada 12 Juni bersamaan dengan Ramadhan yang akan datang pada 27 Juni, sehingga menjadi dilemma bagi pemain bola Muslim. Bulan suci tersebut akan jatuh pada hari pertama putaran kedua pada 28 Juni.

Ramadhan di Piala Dunia Jadi Tantangan Pemain Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan di Piala Dunia Jadi Tantangan Pemain Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan di Piala Dunia Jadi Tantangan Pemain Muslim

Turnamen tersebut melibatkan partisipasi sejumlah besar pemain Muslim di berbagai tim negara Eropa dan Afrika yang mewakili enam negara mayoritas Muslim.

Haedar Nashir

Para bintang tersebut meliputi skuad Perancis, termasuk pemain Real Madrid Karim Benzema, pemain Liverpol Mamadou Sakho, bek Arsenal Bacary Sagna and pemain Newcastle Moussa Sissoko, semuanya Muslim.

Sementara itu, pemain Manchester City dan Liverpool, dua bersaudara dari Pantai Gading Yaya dan Kolo Toure, mantan striker Arsenal Gervinho dan gelandang Newcastle Cheick Tiote juga Muslim.

Haedar Nashir

Mayoritas kesebelasan Bosnia yang dipimpin oleh pemain Manchester City Edin Dzeko, juga Muslim.

Demikian pla pemain liga Premier Belgia duo Marouane Fellaini dan Moussa Dembele, pemain kunci Swiss Xherdan Shaqiri dan playmaker Arsenal dan timnas Germany Mesut Ozil, semuanya Muslim.

Algeria, Iran, dan Bosnia dan Herzegovina semuanya merupakan negara-negara Muslim yang timnya ikut bertanding dalam Piala Dunia 2014.

Di Rio de Janeiro, puasa hanya akan berlangsung selama 11 jam sehari, dibandingkan dengan 17-18 jam di bagian lain di dunia.

Ujian

Saat banyak pemain memutuskan untuk tidak berpuasa selama Ramadhan, beberapa pemain lainnya seperti Kolo Toure, menyatakan untuk menjalani puasa.

“Anda membutuhkan disiplin. Bagi saya, lima hari pertama merupakan hari yang sulit, tetapi setelah itu, tubuh anda akan menyesuaikan dan anda akan merasa bahagia,” kata Toure dalam sebuah wawancara tahun lalu yang dikutip Daily Mail.

“Anda membersihkan badan anda dan merasa lebih kuat setelah Ramadhan. Saya pikir, ini menakjubkan bagaimana Ramadhan dapat membuat anda sungguh kuat.”

“Saya telah menjalani Ramadhan selama setelah tahun-tahun saya di sepak bola. Sangat penting untuk makan makanan yang tepat karena anda dapat memperoleh tambahan makanan atau kekurangan dalam tubuh anda.”

“Juga penting untuk minum dengan baik. Anda harus sadar apa yang anda lakukan karena tubuh anda kehilangan sesuatu. Dengan bantuan dokter dan orang-orang di klub, kami mencoba untuk itu. Mereka memberi saya sesuatu yang dapat membantu menjadi lebih baik,” katanya. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Syariah, Amalan Haedar Nashir

Kebijakan Ekonomi Pemerintah Belum Berpihak ke Rakyat Kecil

Jakarta, Haedar Nashir. Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud menyampaikan kritik atas kebijakan ekonomi yang dijalankan Pemerintah. Disusun dan dijalankan di era reformasi, dalam praktiknya kebijakan perekonomian masih jauh dari perwujudan cita-citanya, yaitu menyejahterakan masyarakat secara adil dan merata.

“Di era reformasi saat ini, supremasi hukum belum tegak, dan korupsi masih belum bisa diberangus secara maksimal. Ini yang mengakibatkan cita-cita mewujudkan masyarakat yang sejahtera dengan adil dan merata belum bisa tercapai,” ungkap Marsudi dalam desertasinya, saat sidang terbuka promosi gelar doktor bidang ekonomi di Universitas Trisakti, Jakarta, Selasa (11/3/2014). Desertasi Marsudi berjudul ‘Kebijakan Ekonomi Indonesia di Era Reformasi dalam Perspektif Islam’.

Kebijakan Ekonomi Pemerintah Belum Berpihak ke Rakyat Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebijakan Ekonomi Pemerintah Belum Berpihak ke Rakyat Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebijakan Ekonomi Pemerintah Belum Berpihak ke Rakyat Kecil

Marsudi juga mengatakan, umat Islam sebagai penduduk mayoritas di Indonesia telah sepakat dengan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan dasar Pancasila dan UUD 1945. NKRI adalah sarana untuk memakmurkan bangsa Indonesia melalui kebijakan pemerintahnya.?

Haedar Nashir

“Islam mengajarkan, kebijakan pemimpin (Pemerintah) terhadap rakyatnya harus terkait dengan kemaslahatan mereka. Tapi nyatanya kebijakan ekonomi di era reformasi belum mampu mewujudkan cita-cita reformasi itu sendiri. Indonesia memerlukan alternatif model kebijakan ekonomi Indonesia yang lebih berpihak kepada mustad’afiin, sebagaimana dalam ajaran Islam,” lanjutnya.

Untuk bisa memberikan rekomendasi penyelesaian masalah perekonomian tersebut, Marsudi melakukan riset dengan mengangkat lima pertanyaan simpul menggunakan tiga metode berbeda, yaitu Analisis Kebijakan Willian Dunn (2003), dan metode Tauhidy String Relation (TSR) yang terkonfirmasi (ijma’) dengan metode Thariqah Istidlaliyah Nahdlatul Ulama (TISNU).

Haedar Nashir

Dari riset yang dilakukannya Marsudi menyimpulkan dua hal. Pertama, kebijakan ekonomi Pemerintah yang visi, misi, dan tujuannya terlihat baik di perencanaan, dalam implementasinya masih jauh dari cita-cita yang ditetapkan. Kedua, kebijakan ekonomi Pemerintah mestinya tidak hanya memakai teori ekonomi konvensional yang faktanya sampai saat ini belum bisa menjawab tuntutan reformasi. Teori kebijakan ekonomi Islam dipandang lebih sesuai dengan UUD 1945.

“Pemerintah harus melakukan kebijakan ekonomi yang berkeadilan, pemerataan dan berkemakmuran bersama antara yang kecil dan besar, antara korporat dan UMKM, ? tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi ? tapi juga pemerataan. Sesukses apapun kebijakan ekonomi diterapkan, tidak bisa disebut berhasil jika tidak merata dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegas Marsudi dalam sarannya.

Dari disertasi yang disampaikannya tersebut, salah seorang penguji menanyakan penyebabnya, dan Marsudi menjawab akibat perundang-undangan yang dilahirkan dalam penerapannya tidak memihak kepada rakyat kecil. Beberapa undang-undang tersebut antaranya lain tentang Mineral dan Pertambangan.

“Adanya sejumlah undang-undang yang tidak berpihak ke rakyat tersebut, kami saat ini sedang akan mengajukan judicial riview,” pungkas Marsudi yang diakhir sidang mendapatkan nilai sangat memuaskan. (Samsul Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hadits, Anti Hoax Haedar Nashir