Sabtu, 21 Oktober 2017

Pelajar Jatim di Yaman Satukan Misi Dakwah Islam

Tarim, Haedar Nashir

Pelajar Jawa Timur di Yaman yang terkumpul dalam organisasi Keramat Jatim menggelar pertemuan akbar yang untuk pertama kalinya dihadiri seluruh pelajar dari berbagai lembaga di Hadhramaut.

Pelajar Jatim di Yaman Satukan Misi Dakwah Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Jatim di Yaman Satukan Misi Dakwah Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Jatim di Yaman Satukan Misi Dakwah Islam

Tak hanya berkumpul, acara perdana ini juga membawa misi untuk menyatukan visi dan misi dalam berdakwah di Jawa Timur nanti, sekembalinya mereka ke Tanah Air. Arek-arek Jawa Timur itu berharap, di samping menyambung tali silaturahim, pertemuan kali ini juga membentuk misi dakwah yang kelak dipikul bersama demi terwujudnya Jawa Timur yang semakin Islami.

“Tujuan perkumpulan kali ini tidak lain untuk menyatukan misi dakwah kita demi Jawa Timur dan negeri tercinta yang lebih baik dan lebih Islami,” tutur Ahmad Khoiron Roib, ketua pelajar Jawa Timur di Yaman dalam acara yang dihadiri sekitar 80 anggota itu, Kamis (10/03) malam waktu setempat.

Haedar Nashir

Acara dikemas dengan sederhana dan dimulai dengan pembacaan Maulid Nabi, kemudian perkenalan masing-masing anggota, sambutan-sambutan, baik dari ketua pelajar Jawa Timur,? ketua Persatuan Pelajar Indonesia, maupun ketua perwakilan dari setiap lembaga.

Sebelum acara benar-benar selesai pukul 23.30, hadirin disuguhi dengan marawis dan tari zavin. Hadir dalam acara tersebut jajaran ketua dari organisasi daerah di Indonesia yang ada di Yaman. (Zain Mahfudz/Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sholawat, Cerita Haedar Nashir

Sembilan TKI dari Aleppo Diselamatkan ke Damaskus

Damaskus, Haedar Nashir. KBRI Damaskus menerima kedatangan sembilan orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Aleppo (18/7). Kedatangan mereka ke Damaskus setelah selesai diperjuangkan hak-haknya oleh pengacara retainer dan petugas konsuler KBRI Damaskus cabang Aleppo.

Sembilan TKI dari Aleppo Diselamatkan ke Damaskus (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembilan TKI dari Aleppo Diselamatkan ke Damaskus (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembilan TKI dari Aleppo Diselamatkan ke Damaskus

Kesembilan TKI tersebut adalah bagian dari TKI yang pernah dijenguk oleh Duta Besar RI Djoko Harjanto bulan Ramadhan 1437 H yang lalu dan telah berhasil diperjuangkan hak-haknya, terutama gaji selama bekerja. ?

"Kami menempuh 10 jam perjalanan dari Aleppo ke Damaskus. Jalanan rusak parah dan memutar jauh menghindari wilayah bahaya," ujar Muhammad Akra, pengacara retainer KBRI Damaskus yang mendampingi perjalanan. Di Suriah saat ini sedang musim panas, hari ini sekitar 40 derajat celcius.

Haedar Nashir

"Itu pun kami diizinkan lewat oleh check point militer Suriah tanpa harus membuka semua koper-koper bawaan. Kalau harus membuka semua koper, bisa dua hari perjalanan belum tiba di Damaskus," tambah Akra dengan menceritakan puluhan check point dari Aleppo-Damaskus yang dijaga super ketat oleh militer Suriah.

Haedar Nashir

Pengacara asal Aleppo juga menceritakan, Kota Aleppo yang seminggu terakhir babak belur dihujani mortar oleh pemberontak. Air dan listrik menjadi barang langka.

"Alhamdulillah akhirnya saya dan teman-teman sampai dengan selamat di Damaskus," tutur Enday bt Tarwan, salah satu TKI Aleppo, yang telah 6 tahun terjebak di wilayah konflik Aleppo.

"Saya kira tadinya kita tidak akan selamat tiba di Damaskus," tambah Sema bt Kusan Sunip, TKI yang bekerja 5 tahun di Aleppo dengan membawa seluruh hak-haknya. "Di perjalanan mencekam sekali. Semua orang ketakutan."

Aleppo dikenal sebagai kota kedua terbesar di Suriah setelah ibu kota Damaskus yang kini hancur lebur akibat konflik. Pemerintah hanya menguasai sekitar 25% kota Aleppo. Sebelum konflik, puluhan perwakilan asing membuka kantor di Aleppo. Kini hanya KBRI Damaskus, satu-satunya kedutaan yang masih membuka kantor cabang konsulernya di wilayah konflik Aleppo.

"Kita jelas masih punya kepentingan perlindungan WNI di wilayah Aleppo," ujar AM. Sidqi, Pejabat Konsuler KBRI Damaskus. "Masih banyak TKI yang masih terjebak di wilayah konflik Aleppo. KBRI Damaskus masih terus berjuang untuk bisa memulangkan seluruh WNI dari Suriah ini."

Sejak tahun 2012, KBRI Damaskus telah merepatriasi sebanyak 12.430 WNI dari Suriah yang sebagian besar TKI dalam 276 gelombang.

Pengiriman TKI ke Suriah sudah disetop sejak 2011 dan ke seluruh Timur Tengah sejak 2015. Namun ironisnya, di tengah gelombang pengungsi rakyat Suriah ke luar negeri, ternyata masih marak praktik perdagangan manusia ke Suriah berkedok pengiriman TKI.

"Perempuan Indonesia masih diperjualbelikan ke Suriah sebagai pembantu rumah tangga di tengah konflik. Menyedihkan," tambah Sidqi.

"Masalahnya berada di Tanah Airnya. Jika serius menutup pengiriman, maka para TKI tersebut tidak akan menderita seperti ini," pungkas Sidqi. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir

Jumat, 20 Oktober 2017

Ansor Gayam Latih Kader Wirausaha Budidaya Kroto

Bojonegoro, Haedar Nashir. Sebagai upaya menciptakan kader yang mapan ekonomi, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gayam melalui kajian rutin "Obrolan Bareng Ansor (Obor)" menggelar diskusi dan pelatihan wirausaha budidaya Kroto.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Madrasah Diniyah Roudlotul Mubtadiin Desa Brabowan kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (2/10).

Ansor Gayam Latih Kader Wirausaha Budidaya Kroto (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Gayam Latih Kader Wirausaha Budidaya Kroto (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Gayam Latih Kader Wirausaha Budidaya Kroto

Arifin, pegiat budidaya kroto di Bojonegoro, saat menjadi pemateri menyampaikan, banyak orang bingung untuk memilih bisnis apa yang relevan untuk dijalankan, karena kebanyakan lemah di pemasaran.

Haedar Nashir

Menurutnya, bisnis kroto bisa menjadi alternatif karena tidak membutuhkan banyak biaya, hanya menyediakan bibit semut rangrang sekira 30 toples dan pembuatan rak untuk beternak. "Bisnis ini cukup prospek, karena mulai dari pembibitan pun sudah ada asosiasi yang menyediakan masyarakat yang membutuhkan," paparnya.

Di sisi lain, akan ada pembinaan pula kepada pelaku yang menjalankan budidaya ini. Sebab ikatan pelaku usaha ini tergolong sangat kuat. "Termasuk pemasaranya sudah siap, berapapun yang dipanen akan ada pembeli yang menampungnya, harganya pun tergolong tinggi karena sekilogram kroto bisa sampai Rp. 300 ribu," lanjut pria alumni kampus IKIP PGRI Bojonegoro itu.

Haedar Nashir

Arifin juga mengajak para kader Ansor untuk meninjau langsung usaha tersebut di sekolah alam miliknya. "Di sana ada ternak kroto, usaha budidaya jamur dan lainya," terangnya.

Sementara itu Koordinator Kajian Obor, Imam Hambali menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini akan rutin dilaksanakan setiap bulan. Karena menurutnya, kader Ansor saat ini sudah saatnya melek ekonomi. "Supaya? tercipta juga mental wirausaha bagi kader pemuda Nahdiyin," ucapnya.

Dalam acara tersebut hadir pula Ketua Cabang GP Ansor Bojonegoro Faizin, perwakilan madrasah diniyah di Kecamatan Gayam, dan sejumlah tamu undangan lainya. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Warta Haedar Nashir

IPNU-IPPNU NTB Berikan Sembako untuk Yatim dan Lansia

Mataram, Haedar Nashir

Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU NTB membagikan paket sembako kepada anak yatim dan lansia di Kelurahan Jempong Kota Mataram Jumat (01/07) sore.?

IPNU-IPPNU NTB Berikan Sembako untuk Yatim dan Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU NTB Berikan Sembako untuk Yatim dan Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU NTB Berikan Sembako untuk Yatim dan Lansia

Yatim dan lansia yang dapat sembako serta uang ini merupakan warga Kota Mataram yang berada di lingkungan Sekretariat PW IPNU NTB di Jalan P No 44 Perumahan Elit Kota Mataram.

"Kami berbagi kepada yatim dan lansia ini agar dirasakan ada manfaat dengan keberadaan sekretariat kami," kata Syamsul Hadi, Ketua PW IPNU NTB di sela-sela acara kepada Haedar Nashir.

Sebelumnya di beberapa titik, lanjut Hadi, banom milik NU ini telah menyantuni anak yatim saat safari, dengan tujuan syiar IPNU-IPPNU di masyarakat umum. Namun warga sekitar tidak kalah penting untuk diperhatikan.

Haedar Nashir

Sementara Bq. Maisarah, ketua IPPNU NTB menyebutkan indahnya berbagi.





"Ayyadul ulya khoirum min yadussufla, tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah," katanya.

Haedar Nashir

Jika hari ini hanya puluhan orang yang menerima santunan, harapan utama berikutnya tentunya mudah-mudahan bisa berbagi kepada orang yang lebih banyak.?

"IPNU-IPPNU NTB salah satu tempat kami belajar, yaitu belajar berjuang dan bertakwa. IPNU-IPPNU salah satunya mengajarkan kami untuk bisa menjadi insan yang bermanfaat untuk orang lain," katanya (Muslim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Haedar Nashir

PWNU Jabar: Abaikan Isu Negatif Muktamar, Fokus Bangun Organisasi

Bandung, Haedar Nashir. Jelang Muktamar ke-33 NU 1-5 Agustus 2015 mendatang, wacana muktamar semakin penuh dinamika. Setelah Musyawarah Nasional di Jakarta 14 Juni 2015 lalu menghasilkan model pemilihan Rais Aam Syuriyah dan Ketua Umum Tanfidziah, juga beberapa rekomendasi organisasi lainnya.

PWNU Jabar: Abaikan Isu Negatif Muktamar, Fokus Bangun Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jabar: Abaikan Isu Negatif Muktamar, Fokus Bangun Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jabar: Abaikan Isu Negatif Muktamar, Fokus Bangun Organisasi

Menanggapi hal tersebut, Ketua PWNU Jawa Barat, Dr KH Eman Suryaman menilai, bahwa isu-isu negatif tidak perlu terjadi di NU. Menurutnya, konsentrasi para pengurus NU baik dari cabang maupun pusat seyogyanya lebih difokuskan untuk berpikir tentang pembangunan organisasi.

"Saya kira penyebaran isu-isu negatif jelang muktamar tidak perlu muncul. Ini adalah Nahdlatul Ulama, sebuah organisasi yang kulturnya dibangung dari adab, akhlak, dan tujuannya untuk membangun peradaban,” ujarnya di Kantor PWNU Jawa Barat, Rabu (24/6).

Haedar Nashir

Selain tidak etis, tambahnya, juga tidak produktif bagi sebuah pengembangan organisasi.  Warga dan pengurus NU jangan larut urusan isu-isu tersebut karena itu tidak produktif.

Dalam pandangan Eman, energi pengurus dan warga NU dalam muktamar tahun ini harus dicurahkan untuk kepentingan umat, bangsa, dan dari organisasi NU.

Haedar Nashir

"Isu ekonomi kerakyatan, pengembangan koperasi pesantren, memajukan himpunan pengusaha NU, kaderisasi di masing-masing badan otomon, dan juga kreativitas pemikiran dalam diskursus keislaman dan keindonesian adalah hal yang lebih utama ketimbang sekadar urusan siapa yang jadi pemimpin," terangnya.

Menurut Eman, sebuah organisasi jangan terjebak sekadar berpikir siapa yang akan jadi ketua dan siapa sekretarisnya. Ini pasti akan dapat, dan pasti akan terealisasi karena memang agenda muktamar. 

“Tetapi muktamar bukan sekedar urusan memilih ketua umum, melainkan juga mengurus banyak rekomendasi yang sifatnya amanah dan maslahat umat,” tandasnya. (Yus Makmun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, Pendidikan Haedar Nashir

Kesbangpol Sebut Ada Kelompok Aliran Sesat di Kota Kupang

Kupang, Haedar Nashir. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Kupang, Erwin Fanggidae, menyebut ada kelompok aliran sesat yang berada di Kota Kupang. Pasalnya, keberadaan kelompok yang diduga sesat tersebut menjalankan aktivitas organisasinya secara tertutup.



Kesbangpol Sebut Ada Kelompok Aliran Sesat di Kota Kupang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesbangpol Sebut Ada Kelompok Aliran Sesat di Kota Kupang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesbangpol Sebut Ada Kelompok Aliran Sesat di Kota Kupang



"Memang ada kelompok aliran sesat yang dicurigakan, sebab mereka sudah lama berada di kota Kupang," kata Erwin kepada Haedar Nashir di Kupang Selasa (15/3).

Haedar Nashir

Ditanya soal kelompok aliran sesat tersebut, pihaknya belum bisa menyampaikan secara detail, termasuk keberadaan tempat tinggal atau sekretariat kelompok itu. "Kan aneh kalau organisasi sosial masyarakat melaksanakan aktivitasnya harus sembunyi dari masyarakat, "terangnya.

Haedar Nashir

Erwin hanya menjelaskan kelompok ini sudah beroperasi selama tiga tahun. Mereka mempunyai sebuah rumah dengan tembok tinggi sekeliling rumah. Aktifitas yang dilakukan di dalam rumah juga diduga secara sembunyi dan tidak pernah diketahui oleh tetangga yang ada disekitarnya.

"Memang ini masih dirahasiakan keberadaan alamat rumahnya, kita masih mempelajari aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh kelompok tersebut sebagai bahan buktinya," katanya.

Kesbangpol Kota Kupang sedang membentuk jaringan sebagai pemberi informasi, jika ditemukan ada masalah yang dicurigai maka pihaknya akan lakukan tindakan bersama pihak keamanan.

 

Untuk diketahui, organisas yang dianggap resmi secara nasional dan lokal diantara 72 ormas kepemudaan dan agama, 132 yayasan dan 69  LSM lokal maupun nasional.

Secara terpisah Ketua IPNU NTT, Ichsan Arman Pua Upa, meminta Kesbangpol Kota Kupang secepatnya mengambil tindakan kepada kelompok yang diduga organisasi terlarang tersebut. Sebab, menurutnya apapun bentuknya yang diduga aliran sesat segera diatasi.

"IPNU minta Kesbangpol segera ambil tindakan kelompok yang menganggu suasana kenyamanan keberagaman di NTT," tegas Ichsan.

Dikatakan Ichsan, pemuda maupun pelajar muslim siap membantu pemerintah jika ada kelompok aliran sesat yang menganggu suasana di kota ini. (Ajhar Ambubari/Zunus)





Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, Pahlawan Haedar Nashir

Fakultas Ushuluddin Retas Jalan Integrasi Pesantren dan IAIN

Semarang, Haedar Nashir. KH Abdul Ghaffar Rozin yang lazim disapa Gus Rozin mengingatkan Institut Agama Islam Negeri Walisongo untuk melanjutkan semangat intelektual pesantren. Karena, IAIN  Walisongo secara historis maupun keilmuan, sulit dilepaskan dari pesantren di Jawa Tengah.

Fakultas Ushuluddin Retas Jalan Integrasi Pesantren dan IAIN (Sumber Gambar : Nu Online)
Fakultas Ushuluddin Retas Jalan Integrasi Pesantren dan IAIN (Sumber Gambar : Nu Online)

Fakultas Ushuluddin Retas Jalan Integrasi Pesantren dan IAIN

“IAIN Walisongo awalnya dibentuk memang untuk melanjutkan keilmuan santri pascapesantren,” kata Gus Rozin di hadapan ratusan peserta yang menghadiri halaqah harlah ke-44 Fakultas Ushuluddin, Senin (29/9).

Selain itu, roh pesantren yang berkenaan dengan moralitas juga masuk ke dalam fakultas Ushuluddin Fakultas ini memang diadakan untuk membangun paradigma keilmuan yang dinamis, berpikir kritis, dan dialektis.

Haedar Nashir

"Untuk kembali merekatkan hubungan pesantren dengan fakultas Ushuluddin, perlu diadakan dialog terus-menerus," tambah Gus Rozin.

Haedar Nashir

Sementara narasumber kedua Dr Musahadi menegaskan pentingnya integrasi antara pesantren dan perguruan tinggi dalam konteks pembangunan karakter bangsa. “Pasalnya, pesantren ibarat harta itu luar biasa bagi pembangunan mental," papar Musa.

Tampak hadir dalam halaqah ini Rais Syuriyah NU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh, Ketua NU Jateng Abu Hafsin Umar, mahasiswa IAIN Walisongo, delegasi pesantren sekaresidenan Semarang, dan pengurus cabang RMI seprovinsi Jawa Tengah. (M Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Halaqoh Haedar Nashir