Sabtu, 02 Desember 2017

Inilah Lima Alasan Pentingnya Hari Santri Nasional

Jakarta, Haedar Nashir. Awal kemunculan keputusan Hari Santri Nasional (HSN) adalah agar negara hadir dan memberikan perhatian, pengembangan terhadap santri dan pesantren dan juga memperhatian anggaran pendidikan. Pesantren didorong dapat hadir menjadi driving force yang dapat mengintegrasikan ideologi sosiologis dan politik kepada seluruh umat Islam Indonesia.?

Inilah Lima Alasan Pentingnya Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Lima Alasan Pentingnya Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Lima Alasan Pentingnya Hari Santri Nasional

Demikian disampaikan Dirjen Pendidikan Islam di Jakarta, Senin (19/10) seperti dikutip dari laman kemanag.go.id.

Kamaruddin Amin menjelaskan, setidaknya ada 5 alasan penetapan Hari Santri Nasional yang akan jatuh tanggal 22 Oktober 2015 dan akan dicanangkan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Pertama, sebagai pemaknaan sejarah Indonesia yang genuine dan authentic yang tidak terpisahkan dari episteme bangsa, di mana Indonesia tidak hanya dibangun dengan senjata, darah dan air mata, tetapi berdiri karena keikhlasan dan perjuangan para santri relijius yang berdarah merah putih, sebagaimana dengan sempurna dilakonkan Oleh Hasyim Asy ari, Ahmad Dahlan, A Hassan, Muhammad Nasir, Cokroaminoto, dan tokoh besar lainnya,?

Haedar Nashir

Kedua, secara sosio politik mengkonfirmasi kekuatan relasi Islam dan negara. Indonesia dapat menjadi model dunia tentang hubungan Islam dan negara, Ketiga, meneguhkan persatuan umat Islam yang telah terafiliasi dan menyejarah dalam ormas islam dan parpol yang berbeda, perbedaan melebur dalam kesantrian yang sama, Keempat, Mainstreaming santri yang berpotensi termarjinalkan oleh derasnya arus globalisasi.?

“Penetapan hari santri tentu tidak hanya bersifat simbolik formalistik, tetapi dalam bentuk afirmasi realistis terhadap komunitas santri,” kata Kamaruddin Amin.

Haedar Nashir

Kelima, menegaskan distingsi Indonesia yang relijius demokratis atau upaya merawat dan mempertahakan religiusitas Indonesia yang demokratis di tengah kontestasi pengaruh ideologi agama global yang cendrung ekstrim radikal.

“Islam Indonesia kontemporer yang demokratis, progresif, moderat, toleran, inklusif, apresiatif terhadap diversitas budaya dan agama tidak bisa dilepaskan dari kontribusi fundamental para santri,” ujar Kamaruddin Amin.

Dalam penetapan HSN ini, Kamaruddin berharap pemerintah dan santri harus terus bersinergi mendorong komunitas santri ke poros peradaban Indonesia. Santri jangan hanya sebagai penonton, cemburu dalam dialektika sosial budaya ekonomi politik Indonesia.?

Pesantren sebagai lembaga dakwah, lembaga pendidikan tafaqquh fiddin terus kiranya berkontribusi dan mencetak ulama, agaen perubahan yang menjadi garda terdepan dalam membelaNegara Kesatuan Republik Indonesia. Selian itu, pesantren kiranya dapat mempromosikan gerakan anti narkoba, gerakan anti radikalisme, gerakan santri amar makruf nahi munkar, hingga pada santri yang melek dunia perbankan, melek sain dan teknologi.?

“Jika sinegri ini dapat diwujudkan maka santri akan menjadi komunitas penting yang akan menopang Indonesia sejahtera di masa akan datang,” tutup Kamaruddin Amin. ? Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, News Haedar Nashir

Kepengurusan Baru IPNU-IPPNU Jepara Bakal Terbitkan Buletin

Jepara, Haedar Nashir. Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Jepara, Hidayatun Nikmah, menyampaikan bahwa dalam masa kepengurusannya, bersama Ikatan Pelajar NU (IPNU) pihaknya akan menerbitkan media berupa buletin. Hal ini disampaikannya usai pelantikan pada Ahad (14/9), di Pendopo Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Kepengurusan Baru IPNU-IPPNU Jepara Bakal Terbitkan Buletin (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepengurusan Baru IPNU-IPPNU Jepara Bakal Terbitkan Buletin (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepengurusan Baru IPNU-IPPNU Jepara Bakal Terbitkan Buletin

“Sebenarnya keinginan untuk hal ini sudah ada sejak kepengurusan periode kemarin. Hanya saja, kemarin terkendala karena banyak pengurusnya yang sibuk bekerja. Nah, semoga tahun ini rencana penerbitan buletin bisa terlaksana,” paparnya kepada Haedar Nashir.

Menurut Nikmah yang pada kepengurusan periode kemarin juga masuk sebagai Wakil Sekretaris ini, Jepara telah memiliki kader-kader muda NU yang potensial dibidang dunia jurnalistik. Karena itu, ia semakin optimis programnya akan terwujud.

Haedar Nashir

Sementara itu, Lisnatul Faundiyah, pengurus Divisi Jurnalistik, telah siap dengan agenda tersebut. Ia sendiri meski belum memahami betul dunia jurnalistik, namun mengaku tertarik dengan tulis-menulis. Ia pun mengatakan bahwa rencananya, untuk enam bulan ke depan akan diadakan pelatihan dan bimbingan sampai matang.

Haedar Nashir

“Semester pertama, kami akan mengadakan pelatihan dan bimbingan mengenai dunia jurnalistik. Lalu setelah itu baru penerbitan buletin.Belum ada susunan tim redaksi memang, tapi rencana nanti satu bulan sekali kami bakal menerbitkan buletin,” papar Lisna yang dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU Kecamatan Mlonggo.

Sebenarnya, PC. IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara pada periode sebelumnya sudah pernah memiliki produk buletin. Namun beberapa tahun terakhir, media tersebut vakum. Kini, Nikmah, Lisna, serta rekanan pengurus lainnya percaya, bahwa mereka mampu menghidupkannya kembali.

Pelantikan hari itu di susul dengan sarasehan bertajuk “Meneguhkan Ideologi Aswaja Demi Tetap Tegaknya NKRI”, dan dilanjutkan dengan Rapat Kerja. Acara pelantikan dan sarasehan diikuti oleh segenap Badan Otonom (Banom) NU, Pejabat Pemerintahan, serta pengurus IPNU-IPPNU di pelbagai tingkatan sekabupaten Jepara. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah Haedar Nashir

Jumat, 01 Desember 2017

Ajaran Rasulullah tentang Tiga Hal yang Perlu Dihindari

Barang siapa di pagi hari telah mengadukan kesulitannya kepada sesama (mahkluk/manusia), maka ia telah mengadukan Tuhannya. Dan barang siapa merasa  sedih dengan kondisi duniawinya di waktu pagi, maka dia telah membenci Tuhannya. Dan barang siapa merendahkan diri di hadapan orang kaya karena hartanya sungguh telah lenyap dua pertiga agamanya.    

? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. . Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah yang Maha Agung shalawat dan salam terhaturkan kepada Rasulullah manusia paling sempurna di jagat alam. Pada hari kesempatan yang istimewa ini marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. Karena ketaqwaanlah yang akan membawa kita pada keselamatan.

Ajaran Rasulullah tentang Tiga Hal yang Perlu Dihindari (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajaran Rasulullah tentang Tiga Hal yang Perlu Dihindari (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajaran Rasulullah tentang Tiga Hal yang Perlu Dihindari

Khutbah kali ini ingin menyampaikan satu hadits Rasulullah saw yang jika diperhatikan secara seksama memberikan ajaran kepada seorang muslim agar tidak terjerumus dalam kerugian. Hadits itu berbunyi:

? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

 

Haedar Nashir

Diriwayatkan dari Nabi saw sesungguhnya beliau pernah bersabda: barang siapa bangun di pagi hari kemudian mengadukan kesulitannya kepada sesama (mahkluk/manusia), maka seolah-olah ia mengadukan tuhannya (karena tidak rela dengan apa yang diterimanya). Dan barang siapa merasa  sedih dengan kondisi duniawinya di waktu pagi, maka dia pagi-pagi telah membenci Allah. Dan barang siapa merendahkan dirinya di hadapan orang kaya karena kekayaannya sungguh telah lenyap dua pertiga agamanya.    

 

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Haedar Nashir

Itulah tiga hal yang seharusnya dihindarkan oleh setiap muslim. Mengingat ketiga hal tersebut memiliki dampak buruk kepada hubungan manusia dengan Allah swt.

Pertama, hindarkanlah kebiasaan mengeluh kepada sesama akan kondisi yang ada. Karena hal itu sama artinya dengan menggugat taqdir Allah swt yang ditetapkan bagi seorang hamba. Mengeluh dan meratapi nasib yang diderita sama artinya dengan merasa tidak puasa akan pemberian Allah swt. Ketidak puasan itu adalah manusiawi, tetapi hendaknya langsung saja diratapkan dalam doa kepada-Nya janganlah diadukan kepada sesama. Sebagaimana do’a Nabi Musa yang dipantajkan kepada Allah swt tatkala beliau melewati lautan berama kaumnya:

 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

Ya Allah segala puji bagi-Mu. Kepada Engkaulah aku mengadu dan hanya Engkau yang bisa memberi pertolongan. Tiada daya dan upaya, serta tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha  Tinggi lagi Maha Agung

Kedua, hindarkanlah perasaan sedih dengan kondisi yang ada dipagi hari. Karena hal itu akan menimbulkan rasa tidak ridha dengan apa yang diberikan Allah kepada kita. Kedua larangan ini adalah bukti ketdak sabaran seorang hamba akan nasibnya. Sesungguhnya orang yang sabar tidak akan menggerutu apalagi mengadukan nasibnya kepada sesama.

Kedua hal di atas pada hakikatnya menunjukkan betapa seeorang hamba tidak lagi bersabar. Karena sejatinya sabar adalah Tajarru’ul murarati bighairi ta’bitsin (tahan menelan barang pahit tanpa cemberut). Oleh karena itu, ketika di pagi hari kita telah menggerutu akan keadaan nasib kita, berarti kita bukan lagi orang yang sabar. Apalagi hingga mengadukan nasib kita kepada sesama manusia dengan mengeluhkan keberadaan dan keadaan yang kita alami.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Ketiga, barang siapa merendahkan dirinya di hadapan orang kaya karena kekayaannya sungguh telah lenyap dua pertiga agamanya. Poin ketiga dan terkahir ini dapat dimaknai sebagai larangan Rasulullah saw akan adanya persaan thama’ dan pengharapan yang tinggi kepada sesama. Karena pengharapan itu hanya boleh disandarkan kepada Allah swt saja.

Sedangan pada sisi lain juga menunjukkan larangan pengagungan sesama manusia, apalagi pengagungan itu dilatar belakangi kepimilikan harta, sungguh hal itu pasti akan berimbas pada penghinaan ilmu dan kemaslahatan. Bukankah ini telah menjadi fenomena di sekitar kita saat ini? Di mana orang-orang yang memiliki harta dapat menguasai berbagai jejaring bahkan dapat menentukan arah ilmu pengetahuan. Bukankah beberapa wacana yang ada di negeri ini merupakan hasil kerja para penyandang dana? Na’udzubillahi min dzalik.

 

Jama’ah Jum’ah yang Dirahmati Allah

Jika demikian adanya berbagai larangan, lantas apakah hal yang diperbolehkan untuk kita dalam menilai lebih sesama manusia? Islam hanya memberikan tiga dua kepada umatnya agar saling menghargai dan memuliakan pertama karena ilmunya, karena kebaikannya. Selebihnya tidak ada. Jadi siapapun yang memuliakan manusia dengan berbagai alasan sesungguhnya orang itu telah terjerembab kepada lubang kecil yang jika dibiarkan akan menenggelamkan diri pada lumpur kethamakan.

Akhirul kalam, pada khutbah ini khatib hanya ingin menyampaikan pesan Sayyidul Auliya Syaikh Abdul Qadir al-Jailani bahwa:

? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?

 

Setiap muslim harus berada dalam tiga keadaan yaitu, melaksanakan perintah Allah, menjauhi larangan Allah dan rela akan qadha dan qadar (ketetapan) Allah.

 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II.

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (ulil H )

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah Haedar Nashir

Kiai Ma’ruf Amin: Kelompok Ekstrem Banyak Tak Paham Soal Sumber Syariah

Jombang, Haedar Nashir - Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyebut gerakan kelompok ekstrem baik ekstrem kanan atau kiri penting untuk diperhatikan. Kelompok ini berpotensi memicu perpecahan antarsesama, sebab secara umum kelompok ini tak bisa menerima terhadap perbedaan khususnya di tanah air, terutama soal syariah.

Kiai Maruf Amin mengimbau agar para ulama dan kiai hendaknya bisa menjaga generasi bangsa dari kelompok-kelompok tersebut. "Para kiai dan ulama harus menjaga dari pikiran-pikiran yang menyimpang," kata Kiai Ma’ruf saat menghadiri haul ke-38 almaghfurlah KH Bisri Syansuri di halaman Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang, Selasa (28/3) malam.

Kiai Ma’ruf Amin: Kelompok Ekstrem Banyak Tak Paham Soal Sumber Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ma’ruf Amin: Kelompok Ekstrem Banyak Tak Paham Soal Sumber Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ma’ruf Amin: Kelompok Ekstrem Banyak Tak Paham Soal Sumber Syariah

Ia menjelaskan, sikap kelompok ekstrem yang cenderung keras terhadap kelompok yang tidak sepaham ini diakibatkan oleh minimnya pemahaman terhadap syariah. Mereka hanya berpegang teguh pada teks sebagai sumber syariah, dan menyampingkan upaya ijtihad para ulama dalam merespon setiap persoalan aktual.

"Kelompok-kelompok itu hanya kedepankan teks-teks saja, jika persoalan tidak ada nashnya maka dianggap bidah. Jika sudah bidah maka mereka menganggap tempatnya di neraka dan dimusuhi," jelasnya.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Dengan mengutip pendapat Imam Haramain, Kiai Ma’ruf menegaskan bahwa syariah kebanyakan diperoleh dari proses ijtihad para ulama atas setiap masalah yang terjadi, dan nash tidak dijelaskan secara detail.

"Imamul Haramain dalam salah satu kitabnya menjelaskan, sebagian besar syariah itu lahir dari ijtihad bukan dari nash yang langsung ditafsirkan secara tekstual," kata Kiai Ma’ruf.

Hal itu menunjukkan bahwa masalah-masalah keumatan terus berkembang hingga saat ini. "Al-Quran hanya 30 juz, sementara kejadian-kejadian itu terus berkembang. Makanya itu semua harus disikapi dengan ijtihad-ijtihad," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam, AlaSantri, Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Merasa Dizalimi, Aktivis PMII Jember Laporkan Satpol PP

Jember, Haedar Nashir. Pembongkaran  tenda kemah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan kantor Pemkab Jember, Jawa Timur, yang disertai kekerasan oleh aparat Satpol PP, Rabu lalu berbuntut panjang.

Jumat (15/8), sejumlah aktivis Pengurus Cabang PMII Jember melaporkan Satpol PP ke Mapolres Jember. Menurut salah seorang pengurus PMII, Adil Satria Putra, pihaknya melaporkan Satpol PP karena telah memukuli sejumlah aktivis PMII  yang menolak pembongakran tenda itu.

Merasa Dizalimi, Aktivis PMII Jember Laporkan Satpol PP (Sumber Gambar : Nu Online)
Merasa Dizalimi, Aktivis PMII Jember Laporkan Satpol PP (Sumber Gambar : Nu Online)

Merasa Dizalimi, Aktivis PMII Jember Laporkan Satpol PP

“Kami harus melaporkan ini agar tidak tidak terjadi lagi kekerasan lagi kepada siapapun ingin menyampaikan aspirasi. Apalagi yang kami lakukan adalah aksi damai. Hanya menggelar tenda,” ujarnaya.

Haedar Nashir

Seperti diketahui, Rabu lalu sejumlah PMII menggelar tenda kemah di depan kantor Pemkab Jember. Mereka mendesak Bupati Djalal segera mengesahkan rancangan peraturan daerah mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Mereka bertekad akan berkemah di situ sampai Djalal menemui mereka dan menyetujui pengesahan RTRW dimaksud. Tapi menjelang sore sebanyak 30 Satpol PP dibantu 50 aparat polisi membongkar paksa tenda tersebut, sehingga terjadi bentrokan.

Haedar Nashir

Sejumlah aktivis mengalami luka, di antaranya adalah Malikul Lubby, Tri Handoko, dan Verio Prestiawan. Mereka mengalami luka lebam di wajah, leher, dan kaki, dan sudah menjalani visum untuk kelengkapan laporan.

Adil menambahkan, sikap Buapti Djalal yang tidak mau mengesahkan RTRW adalah cermin pejabat yang tidak berpihak kepada rakyat. “Coba bayangkan draf RTRW itu diajukan oleh eksekutif, namun setelah dibahas di DPRD, malah ditolak,  karena di draf itu opsi penambangan dihapus oleh DPRD,” ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam, AlaNu, Ulama Haedar Nashir

Anggota Banser Harus Miliki Jiwa Korsa

Probolinggo, Haedar Nashir. Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan Taufiq menyampaikan bahwa menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) harus memiliki jiwa korsa. Yakni, semangat kebersamaan, persatuan dan kesatuan terhadap suatu korps senasib dan sepenanggungan.

Hal tersebut disampaikan Taufiq dalam Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser yang digelar PC GP Ansor Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo di lereng Gunung Argopuro Desa Segaran Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo, Sabtu dan Ahad (25-26/2) sore.

Anggota Banser Harus Miliki Jiwa Korsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota Banser Harus Miliki Jiwa Korsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota Banser Harus Miliki Jiwa Korsa

“Saya meminta agar dalam setiap anggota Banser tertanam jiwa korsa dengan penuh tanggung jawab disertai dengan dedikasi untuk sesuatu hal yang mulia. Tentunya juga demi kegiatan yang bersifat kebajikan dan kebaikan serta tolong menolong dengan mengedepankan rasa kebersamaan,” katanya.

Diklatsar Banser sendiri diikuti oleh 340 orang peserta. Selama kegiatan mereka mendapatkan beragam materi dari beberapa narasumber yang dihadirkan oleh PC GP Ansor Kota Kraksaan. “Dengan kegiatan ini, tentunya Banser akan mendapatkan amunisi baru yang siap membesarkan NU dan menjadi benteng ulama NU,” jelasnya.

Haedar Nashir

Ratusan anggota Banser ini terlihat semangat mengikuti rangkaian Diklatsar Banser. Meskipun hujan disertai dengan angin kencang, tetapi mereka tetap antusias mengikuti tahapan demi tahapan. “Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini mendapatkan rido Allah dan barokahnya para ulama NU,” kata salah satu peserta. (Syamsul Akbar/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan, News, Fragmen Haedar Nashir

Haedar Nashir

Awal September, PBNU Gelar Rapat Pleno di Wonosobo

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan mengadakan Rapat Pleno di Pondok Pesantren Mahasiswa Universitas Sains Al-Quran (UNSIQ) Wonosobo, Jawa Tengah, 6-8 September 2013. Rapat Pleno dihadiri pengurus PBNU lengkap dari jajaran Syuriyah, A’wan dan Tanfidziyah, serta para ketua lembaga, lajnah dan badan otonom.

Dalam AD/ART NU disebutkan, Rapat Pleno diadakan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali. Rapat Pleno membicarakan pelaksanaan program kerja.

Awal September, PBNU Gelar Rapat Pleno di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal September, PBNU Gelar Rapat Pleno di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal September, PBNU Gelar Rapat Pleno di Wonosobo

Sekretaris Panitia Rapat Pleno PBNU, H Sulthon Fathoni kepada Haedar Nashir Rabu (14/8) mengatakan, Rapat Pleno kali ini akan membahas beberapa hal penting, antara lain penataan organisasi, inventarisasi dan pengembangan aset NU, tata laksana kelembagaan, kaderisasi, dan evaluasi program sebagaimana amanat Muktamar NU di Makassar 2010.

Haedar Nashir

Rapat juga rencananya akan mematangkan konsep Ahlul Halli wal Aqdi, atau model pemilihan baru Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk disahkan dalam Muktamar mendatang. Atas berbagai pertimbangan, pada Muktamar 2015 nanti direncanakan pemilihan pucuk pimpinan NU tidak akan dilakukan dengan model pemilihan langsung.

Haedar Nashir

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, Daerah, AlaNu Haedar Nashir