Selasa, 05 Desember 2017

Rais Aam PBNU: Pengurus NU Ibarat Sopir

Kuningan, Haedar Nashir



Rais Aam PBNU KH Maruf Amin memberikan tamsil, pengurus NU ibarat sopir, sedangkan pemiliknya adalah para ulama. 

“Para ulama diharapkan membantu pengurus untuk kebesaran NU, bukan hanya isman (besar namanya semata), tapi juga haqiqatan (memang sungguh-sungguh besar),” kata Kiai Maruf pada Halaqah Alim Ulama se-Wilayah 3 Cirebon, Ciamis, dan Banjar di Pondok Pesantren Mursyidul Falah, Selasa (24/10).

Rais Aam PBNU: Pengurus NU Ibarat Sopir (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU: Pengurus NU Ibarat Sopir (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU: Pengurus NU Ibarat Sopir

Tugas utama ulama, menurut Kiai Maruf, selain persoalan agama tafaqquh fiddin, juga tugas masuliyah ummatiyah yaitu penguatan akidah, juga pemberdayaan ekonomi umat.

“NU itu ciri utamanya adalah fikrah, yaitu aswaja an-nahdliyyah. Kenapa harus ditambahkan an-nahdliyyah karena ada yang mengaku aswaja namun menolak akidah Asyariyah dan aswaja itu selain tawassuth (moderat) juga tathawwuriyah (dinamis), namun tetap bermanhaj (manhajiyah). NU bermadzhab qouli dan manhaji. Tidak tekstualis, juga tidak liberal tetapi manhajiyyan menurut madzahibul arbaah," urai Kiai Maruf..

Rais Aam mendorong jamaah dan pengurus NU untuk terus menerus melakukan dinamisasi pemikiran (tathwirul fikrah an-nahdliyyah), dengan mencari solusi atau jalan keluar keagamaan (makharij al-fiqhiyyah), salah satunya dalam mencari solusi kebangsaan (makharij al-wathaniyyah).

Haedar Nashir

“Dengan demikian cara berfikir NU itu solutif atau makharijiyyah (selalu mencari jalan keluar),” katanya.

Haedar Nashir

Selain fikrah, NU juga adalah harakah (gerakan) khususnya dalam rangka perbaikan umat (islahul ummah), salah satunya lewat pemberdayaan ekonomi umat dan perubahan sistem ekonomi nasional.

"Perlu gagasan tentang arus baru ekonomi Indonesia yang lebih mengedapankan penguatan ekonomi umat yang merata dan berkeadilan," tandas Kiai Maruf.(Das/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Berita Haedar Nashir

Senin, 04 Desember 2017

Bumikan Islam Ramah, NU Kepri Siarkan Aswaja di Batam TV

Batam, Haedar Nashir . Selama Ramadhan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Kepulauan Riau (Kepri) melalui Lembaga Dakwah NU (LDNU) menyiarkan kajian Ahllussunah wal Jamaah (Aswaja) menjelang buka puasa di Batam TV.  Tayangan disajikan secara berkala dengan topik dan narasumber yang berbeda.

Kajian Aswaja ini merupakan salah satu program Ramadhan PWNU Kepri, kata sekretaris PWNU Kepri, HM Zainuddin kepada Haedar Nashir, Jumat (26/6).

Bumikan Islam Ramah, NU Kepri Siarkan Aswaja di Batam TV (Sumber Gambar : Nu Online)
Bumikan Islam Ramah, NU Kepri Siarkan Aswaja di Batam TV (Sumber Gambar : Nu Online)

Bumikan Islam Ramah, NU Kepri Siarkan Aswaja di Batam TV

Zainuddin menjelaskan, kegiatan tersebut sebagai upaya untuk membentengi radikalisme dan lebih membumikan nilai Aswaja an-Nahdliyah. Tema kajian yang disampaikan tentang Islam, nasionalisme, budaya, hakikat bidah, konsep tawazun, ziarah kubur, konsep tawassul, Islam rahmatan lilalamin dengan nara sumber para kiai dan dai muda.

Haedar Nashir

Para narasumber yang dimaksud antara lain KH Nabhan (Rais Syuriah PWNU Kepri), H Ghani Lasya (Ketua Tanfidziyah PWNU Kepri), H Luqman Rifa’i (LDNU Kepri), H Ridho Amir (PCNU Batam), dan Nur Haryanto (Ketua GP Ansor Kepri).

Salah satu nara sumber, Ridho Amir, menegaskan pentingnya membentengi Kepri khususnya Batam dari pemahaman radikal yang mengancam budaya Islam tanah Melayu yang secara kultural menganut pemahaman Aswaja an-Nahdliyah. Ia berharap program tersebut dapat memberikan pemahaman Islam yang ramah, moderat, dan toleran di tanah Kepulauan Riau. (Abd Majid/Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote, Khutbah Haedar Nashir

PCNU Sukoharjo Lantik Lembaga, Lajnah dan Banom

Sukoharjo, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukoharjo,, Jawa Tengah, melantik pengurus inti lembaga, lajnah dan badan otonom di Lingkungan NU Sukoharjo. Acara digelar sekaligus untuk dengaan harlah NU ke-85 dan haul KH. Abdurrahman wahid, di gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Sukoharjo, akhir pekan lalu.



PCNU Sukoharjo Lantik Lembaga, Lajnah dan Banom (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sukoharjo Lantik Lembaga, Lajnah dan Banom (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sukoharjo Lantik Lembaga, Lajnah dan Banom

Ketua PC NU Sukoharjo, H. Muhammad Nagib Sutarno dalam sambutannya menjelaskan, amanat konfrensi cabang (Konfercab) dan  Musyawarah Kerja (Musker) PC NU Sukoharjo tahun 2010, seluruh lembaga, lajnah dan banom di lingkungan NU Sukoharjo segera melakukan reorganisasi.

”Pengurus inti lembaga, lajnah dan Banom nantinya segera melakukan musyawarah dan koordinasi, untuk melengkapi kepengurusan dan menyusun program kerja. Keberhasilan PCNU ada juga di pundak lembaga dan banomnya. Maka kita harus aktif bekerja. Komunikasinya diperbaikin, jaringanya diperluas,” ujar Sutarno.

Haedar Nashir

Lembaga, Lajnah dan Banom yang dilantik itu antara lain LDNU, Maarif NU, RMI, LPNU, LPPNU, LKKNU, Lakpesdam, LPBHNU, Lesbumi, LWNU, LAZIZNU, LTMI, LPKNU, LFNU, PERGUNU, dan Jamiatul Qurro wal Hufadz.

Haedar Nashir

Sementara itu, Bupati Sukoharjo  H. Wardoyo Widjaya mendrong agar NU menguatkan nilai-nilai kemoderatatan sampai warga.  Dalam kesempatan itu, dia menyatakan siap bantu NU Sukoharjo, baik secara materi maupun moral.

Kelompok musik hadrah dari MWC NU Kartasura, ikut memeriahkan acara ini. Selain tampil dipanggung, mereka juga mengiringi kehadiran penceramah KH Mahyan dari Purwodadi, Jawa Tengah. Ribuan warga Nahdliyin Sukoharjo tumplek blek mendengarkan siraman rohani dari Kiyai nyentrik itu. Sekitar puluk 23.30, acara baru selesai. (ccp)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional Haedar Nashir

Didukung 23 DPW Hamzah Haz Siap Pimpin PPP Lagi

Jakarta, Haedar Nashir
Sekitar 23 DPW PPP menghadap Wapres untuk menyatakan dukungannya agar Hamzah Haz dipilih kembali menjadi Ketua Umum PPP. DPD Jatim adalah yang pertama kali menghadap Hamzah Haz.

Mendapat dukungan dari banyak wilayah Hamzah Haz menyatakan kesiapannya dipilih menjadi Ketua Umum PPP periode 2003-2008 pada Muktamar PPP yang akan berlangsung 20- 24 Mei di Jakarta.

Ketua DPW PPP Jatim Hafidz Maksoem mengatakan berdasarkan laporan, banyak yang mendukung Hamzah Haz. Misalnya, Sumut yang merupakan wilayahnya Bachtiar Chamsyah, ternyata 19 dari 20 DPC PPP mendukung Hamzah Haz.

"Jadi kalau orang lain (pendukung Bachtiar) mengklaim suaranya lebih besar, itu biasa. Buktikan saja bagaimana kenyataannya," katanya. Ia juga mengatakan pencalonan Hamzah Haz bukan karena ia berasal dari NU, namun ia adalah kader terbaik PPP di Pesantren Daru Maarif Cipete, Jakarta, Senin.

Mereka datang untuk melaporkan masalah muktamar dan minta restu dari mantan Ketua MPRS itu. Dalan pertemuan itu tidak ada sama sekali upaya untuk meminta dukungan dari ketua pertama PPP itu terhadap calon ketua umum PPP 2003-2008.

"Dan beliau juga tidak akan memihak ke mana-mana," ujar Zarkasih Noer yang turut dalam acara tersebut.

Kepemimpinan Hamzah lemah

Kinerja kepemimpinan dan kepengurusan PPP era Ketua Umum Hamzah Haz paling lemah, dibandingkan periode sebelumnya, meskipun telah menjadi Wakil Presiden, dan hal itu merupakan momentum untuk melakukan perubahan pada Muktamar V PPP, 20-24 Mei 2003.

"Ternyata tidak signifikan hubungan antara Hamzah Haz yang juga Wapres dengan konsolidasi organisasi," kata anggota Litbang DPP PPP Usamah Hisyam di Jakarta, Minggu.

Ia membeberkan data bahwa perolehan kursi pada Pemilu 1999 di era kepemimpinan Hamzah Haz merupakan yang terburuk, yakni hanya meraih 58 kursi di DPR-RI. Pemilu 1977, 99 kursi, Pemilu 1982, 94 kursi, Pemilu 1987, 61 kursi, Pemilu 1992 62 kursi, dan Pemilu 1997, 89 kursi.

Pada kepengurusan Hamzah Haz juga timbul perpecahan, KH Zainuddin MZ dan kelompoknya mendirikan PPP Reformasi, sebelum kemudian berganti nama menjadi Partai Bintang Reformasi. Ini merupakan sebagian dari beberapa kelemahan dari kepemimpinan Hamzah dalam PPP

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PPP DKI Jakarta HA Chudlary Syafii Hadzami mengatakan bahwa pihaknya mendukung kepemimpinan Hamzah Haz untuk periode 2003-2008.

"Dengan posisinya sebagai Wapres yang sangat strategis saat ini, membuat PPP masih memerlukan kepemimpinannya," kata Chudlary. Ia berharap peserta muktamar masih memilih Hamzah Haz sebagai pemimpin.

Mengenai konflik internal yang terjadi di PPP, menurut Chudlary, hal itu merupakan dinamika yang demokrasi dan tidak sampai mengganggu organisasi secara keseluruhan.

Ketika dikonfirmasi mengenai usia Hamzah Haz yang telah mencapai 63 tahun, yang tergolong sudah tua untuk memimpin PPP di tengah tantangan yang semakin berat menghadapi Pemilu 2004, Chudlary menegaskan bahwa figur yang tua tepat untuk memimpin partai karena kaya akan pengalaman.

"Hamzah Haz masih dibutuhkan, mungkin 30 persen dari kalangan tua dan 70 persen lainnya dari kalangan muda," katanya.

Dalam hitung-hitungan di atas kertas versi Forum Silaturahmi Sukses Muktamar V PPP, Hamzah didukung oleh 23 dari 30 DPW PPP dan 308 dari 400 DPC PPP seluruh Indonesia.(rol/mkf)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam Haedar Nashir

Didukung 23 DPW Hamzah Haz Siap Pimpin PPP Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Didukung 23 DPW Hamzah Haz Siap Pimpin PPP Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Didukung 23 DPW Hamzah Haz Siap Pimpin PPP Lagi

Buku Aswaja Terbitan PWNU Jatim Diminati Anak Muda NU

Jakarata, Haedar Nashir

Buku pedoman ahlusunnah wal jamaah yang diterbitkan oleh PWNU Jawa Timur ternyata cukup diminati oleh kalangan anak muda NU karena pembahasannya cocok dengan pola pikir mereka.

"Anak-anak muda juga banyak yang tertarik, karena buku saku setebal 62 halaman itu memang ditulis secara logis, misalnya, alasan tentang NU menganut empat madzhab," tutur H. Masyhudi Muhtar, sekretaris PWNU Jatim yang sekaligus penulis buku ini, Minggu.

Kekeringan Meluas, LPBINU dan Ansor Pati Salurkan Air Bersih

Pati, Haedar Nashir. Bencana kekeringan tahun ini akibat kemarau panjang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Dampaknya banyak sumur-sumur dan sumber mata air yang mengering. Kabupaten Pati menjadi salah satu daerah yang terkena imbas kemarau panjang.

Kekeringan Meluas, LPBINU dan Ansor Pati Salurkan Air Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekeringan Meluas, LPBINU dan Ansor Pati Salurkan Air Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)

Kekeringan Meluas, LPBINU dan Ansor Pati Salurkan Air Bersih

Kekeringan di Kabupaten Pati meluas dari 5 kecamatan menjadi 8 Kecamatan yaitu Winong, Jakenan, Jaken, Batangan, Pucakwangi, Gabus, Tambakromo, Kayen bahkan beberapa desa di Kecamatan Kota juga terkena dampak kekeringan dan membutuhkan Bantuan air bersih.

Untuk merespon keadaan tersebut, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Pati, LPBINU Jawa Tengah serta PP LPBINU bersama GP Ansor Pati mengadakan bakti sosial di 8 Kecamatan yang dilanda kekeringan paling parah pada Kamis (5/11).

Haedar Nashir

Ketua GP Anshor Pati, Imam Rifai mengatakan, untuk memenuhi ke delapan kecamatan tersebut, sekurang-kurangnya harus ada 40 tangki air yang dikirim. Untuk hari ini (Kamis kemarin, red) hanya ada lima belas tangki air yang bisa didistribusikan, dan ini jauh dari kata cukup. Akibatnya warga harus berbagi rata dengan sesame warga. 

“Tahun ini kekeringan sangat parah. bahkan desa yang tidak pernah dilanda kekeringan, tahun ini mengalami kekurangan sumber air bersih,” terangnya.

Haedar Nashir

Rifai mengeluhkan minimnya mobil tangki air yang bisa disewa. Usaha untuk menyewa mobil tangki air dari luar Kabupaten Pati mengalami kendala yang sama, bahwa tangki-tangki itu sudah disewakan. “Kendala kami adalah tentang penyewaan mobil,” katanya.

Direncanakan kegiatan ini akan berlanjut setiap harinya, sampai akhir November. (Faridur/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita, Quote, Pahlawan Haedar Nashir

Minggu, 03 Desember 2017

PMII Unusida Galang Dana Untuk Korban Asap

Sidoarjo, Haedar Nashir. Perjuangan sekitar 1,5 tahun pengurus komisariat PMII Lintang Songo Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) membuahkan hasil. Kepengurusan komisariat setempat dilantik oleh PC PMII Sidoarjo. Aksi solidaritas sosial dalam bentuk penggalangan dana untuk bencana asap yang digelar di alun-alun Sidoarjo, mengawali pelantikan, Ahad (25/10) pagi.

PMII Unusida Galang Dana Untuk Korban Asap (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unusida Galang Dana Untuk Korban Asap (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unusida Galang Dana Untuk Korban Asap

"Perjuangan untuk mendeklarasikan komisariat sangat berat, karena syarat mendirikan komisariat PMII harus beranggotakan 25 orang. Semoga komisariat Lintang Songo Unusida semakin berkembang, para kadernya menjadi punggawa-punggawa kampus, menjadi generasi muda yang berdedikasi untuk Islam Aswaja dan bangsa Indonesia," kata Ketua PMII Sidoarjo Gigin Anggi Zuarinsa.

Gigin menjelaskan, sebelum komisariat PMII Lintang Songo Unusida dilantik, deklarasi itu diawali dengan mapaba yang digelar pada tanggal 23-25 Oktober di aula MWCNU Buduran Sidoarjo. Acara tersebut diikuti sedikitnya 31 peserta.

Haedar Nashir

"Selama mapaba, para peserta mendapatkan materi seputar Islam Nusantara (ke-Aaswajaan) oleh Listyono Santoso, nilai dasar pergerakan oleh Nur Sayyid Santoso Kristeva, ke-PMIIan oleh Gigin Anggi Zuarinsa, teknik persidangan oleh Rosya Megawati dan Bahrul Ulum, sejarah negara bangsa Indonesia oleh Yunita Qurrotul Aini serta antropologi oleh Rosya Megawati," jelas Gigin.

Selanjutnya para peserta mengikuti RTK pada siang hari, terakhir deklarasi dan pelantikan komisariat PMII Lintang Songo Unusida dilaksanakan di aula Kantor Dinas Pendidikan Sidoarjo pukul 20.00 WIB. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja, Berita Haedar Nashir