Selasa, 26 Desember 2017

Jihad Saat Ini Menjaga Keutuhan NKRI

Jombang, Haedar Nashir. Resolusi Jihad NU melawan penjajah yang dikeluarkan para kiai sudah 68 tahun berlalu. Dalam konteks kekinian, jihad umat Islam, khususnya warga NU, tidak perlu menggunakan senjata atau turun ke medan perang, tapi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jihad Saat Ini Menjaga Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Saat Ini Menjaga Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Saat Ini Menjaga Keutuhan NKRI

Hal itu mengemuka pada Lokakarya Nderes Seni Budaya Jombangan yang digelar Pengurus Cabang Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia NU Jombang di kantor PCNU, Jombang, Jawa Timur pada Selasa (22/10) malam.

Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Sholahuddin Wahid yang didaulat jadi pembicara, mengungkap masalah jihad yang harus dilakukan NU pada situasi saat ini.

Haedar Nashir

Berangkat dari cerita perjuangan para kiai pendiri NU, kiai yang akrab disapa Gus Sholah itu menyatakan, bahwa untuk menjalankan dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam berbangsa dan bernegara, Indonesia tidak harus menjadi negara Islam. Pertimbangannya, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlatar belakang kemajemukan.

Dia menuturkan, pada kurun waktu tahun 1956 - 1957, para tokoh NU saat itu terus mendorong agar Indonesia menjadi negara Islam. Namun, para ulama NU dengan mempertimbangkan kemajemukan yang ada pada bangsa Indonesia, akhirnya mengambil keyakinan bahwa untuk memasukkan nilai-nilai ajaran agama, bukan menjadi negara Islam.

Haedar Nashir

"Para tokoh NU waktu itu, utamanya Rais Aam Bisri Syansuri mengambil kesimpulan bahwa tanpa negara Islam bisa memasukkan ajaran Islam. Ini artinya, pertimbangan keutuhan negara yang lebih diutamakan," ungkap Gus Sholah.

Berangkat dari situasi tersebut, PBNU kala itu menugaskan Ahmad Siddq untuk menyusun dokumen tentang agama dan pancasila. "Hasilnya, Pancasila bukan agama dan tidak bisa menggantikan agama.”

Pada konteks kekinian, jihad apa yang harus dilakukan oleh NU? Para ulama NU dulu menetapkan jihad NU adalah mencari titik temu antara agama dan Pancasila. “Saya pikir itu jihad yang harus terus dilakukan," ujar Rektor UNHASY Tebuireng Jombang ini.

Keyakinan NU untuk mengakui asas Pancasila sebagai dasar Negara memang memiliki kerugian dan keuntungannya. Namun, lanjut cucu Rais Akbar NU KH Hasyim Asy’ari ini, keutuhan NKRI yang tetap terjaga hingga kini merupakan keuntungan yang patut disyukuri bersama.

"Ada kerugiannya, di antaranya partai-partai Islam tidak laku karena asasnya tidak jauh beda dengan partai nasionalis yang ada di Indonesia. Tapi keuntungannya, Indonesia tetap Indonesia yang tetap satu sampai sekarang. Tidak kayak Mesir yang sekarang negaranya kacau balau karena dominasi kepentingan kelompok agama," kata adik Gus Dur ini.

Ketua PC Lesbumi NU Jombang, Suudi Yatmo mengatakan, memaknai resolusi jihad, pihaknya mengambil pilihan untuk merawat dan melestarikan seni dan budaya tradisional. Hal itu berangkat dari kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia sejak awal berdirinya. "Kita merangkul seluruh elemen seni dan budaya, harapannya apa, supaya bangsa Indonesia bisa tetap satu di tengah keberagaman," ujarnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja Haedar Nashir

PCNU Pariaman dan CBDRMNU Lakukan Pengobatan Gratis

Pariaman, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Pariaman bekerjasama dengan Community Based Disaster Risk Management (CBDRMNU) selenggerakan pengobatan gratis di dua titik di Kota Pariaman, masing-masing di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Desa Kajai Kecamatan Pariaman Timur dan Kampung Perak Kecamatan Pariaman Tengah. Pengobatan gratis yang berlangsung Kamis (25/2/2010) mendapat sambutan meriah dari masyarakat di sekitarnya.



PCNU Pariaman dan CBDRMNU Lakukan Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pariaman dan CBDRMNU Lakukan Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pariaman dan CBDRMNU Lakukan Pengobatan Gratis

Koordinator Lapangan CBDRMNU Ahmad Ghozi menyebutkan, pengobatan gratis ini diselenggarakan di empat titik. Masing-masing di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Desa Kajai, Kampung Perak, Toboh Palabah Kecamatan Pariaman Selatan dan Mangguang Pariaman Utara. Pengobatan gratis dilaksanakan selama 2 hari. Demikian dilaporkan Kontributor Haedar Nashir Bagindo Armaidi Tanjung di Padang.

Dikatakan Ghozi, pengobatan gratis ini dengan menurunkan tim media dr. Jati Satriyo dan dr. Eva? Rahmatun Nuzul. ”Pengobatan gratis ini merupakan yang ketiga kalinya setelah pasca gempa yang terjadi di Sumatera Barat. Pertama pengobatan gratis dilaksanakan beberapa hari setelah terjadinya gempa di Sumatera Barat. Lamanya kurang lebih 20 hari. Pengobatan kedua, sebulan? pasca gempa yang lamanya juga 20 hari,” kata Ghozi.

Haedar Nashir

Sekretaris PC NU Kota Pariaman M.Nur Tuanku Bagindo yang juga pimpinan Pesantren Nahdlatul Ulum mengatakan, masyarakat sangat antusias menerima layanan pengobatan gratis tersebut. ”Mereka yang berasal dari empat desa, Desa Kajai, Kaluat, Kampung Kandang dan Air Santok sudah antri sejak pagi,” kata M. Nur.

Kita berharap pengobatan gratis ini dapat dilanjutkan di masa mendatang. Sehingga masyarakat yang mengalami sakit dapat terbantu, kata M.Nur menambahkan. (bat)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Ubudiyah Haedar Nashir

Islam Indonesia Bukan Wajah Kebencian

Malang, Haedar Nashir. Wajah Islam Indonesia sejatinya bukan mengajarkan kebencian. Namun, wajah Islam di negeri ini, awalnya disebarkan dengan keramahan terhadap budaya dan tradisi. Penyebaran Islam di kawasan Nusantara, terutama oleh Wali Songo, menggunakan tradisi, musik dan kebudayaan.

Islam Indonesia Bukan Wajah Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Indonesia Bukan Wajah Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Indonesia Bukan Wajah Kebencian

Hal itu ditegaskan dalam Seminar Internasional Islam and Peace di Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang, Jawa Timur, Kamis (16/2). Seminar ini, dihadiri oleh Prof Anne Rasmussen (Professor of Ethnomusicology, The College of William and Mary Virginia-USA), Assoc Prof Yahya Don (Dean of School of Education and Modern Language, Universiti Utara Malaysia), dan Hasan Abadi (Rektor UNIRA Malang).

Prof Anne Rasmussen, mengungkapkan pentingnya toleransi dan perdamaian dalam kehidupan berbangsa-bernegara. Prof Anne merupakan pakar musik dan budaya Islam, yang lama meneliti tentang fenomena musik di Timur Tengah dan Indonesia. "Musik dapat menjadi instrumen untuk mengajarkan dan menyebarkan perdamaian," terang Anne.

Ia menjelaskan tentang toleransi yang menjadi karakter bangsa Indonesia. "Pada tahun 1999, ada Musabaqah Tilawatil Quran di Jakarta. Pada posternya, ada gambar lelaki dan perempuan yang ditampilkan beriringan. Ini penting, menggambarkan cara pandang yang luar biasa, sesuatu yang tidak akan terjadi di Arab Saudi, Pakistan atau Bangladesh," jelas Prof Anne.

Haedar Nashir

Sementara itu, Yahya Don menjelaskan pentingnya perubahan masyarakat yang harus menjadi platform. "Perubahan masyarakat itu penting. Namun, yang harus jelas, ke arah mana perubahan masyarakat tersebut? Jelaslah ke arah perdamaian Islam," ungkapnya.

Perubahan ke arah perdamaian inilah, yang menjadi cara berpikir penting dalam membangun toleransi di tengah masyarakat. Dalam narasinya, Yahya Don menjelaskan tentang pentingnya menggunakan bahasa dalam pendidikan. Ia mengisahkan tentang hambatan budaya dari guru-guru yang menganggap etnis lain dengan tanpa pemahaman komprehensif, yang memicu kebencian.?

"Kita harus mengajar dengan perdamaian, bukan dengan bahasa kebencian. Inilah nilai penting yang perlu disampaikan dari pendidik muslim," terangnya.

Haedar Nashir

Rektor UNIRA Malang, Hasan Abadi mengungkapkan tentang pentingnya memahami nilai-nilai agama dengan beragam tafsir. "Yang paling penting adalah menggunakan pesan-pesan dalam agama. Apa yang dilakukan Gus Dur sangat tepat, dengan gagasan pribumisasi Islam. Jadi, dengan akar budaya bukan skripturalis," jelasnya.?

Dengan demikian, pesan perdamaian dalam Islam tersampaikan dengan media budaya. Di akhir seminar, dilanjutkan perumusan kerja sama UNIRA dengan Universitas Utara Malaysia dalam bidang riset Peace Education dan kerja sama penguatan pendidikan. (Abdillah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen, Sholawat, Lomba Haedar Nashir

Senin, 25 Desember 2017

Jokowi Sambut Baik Rakernas Muslimat NU di Jakarta

Jakarta, Haedar Nashir. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyambut baik gelaran rapat kerja nasional (rakernas) Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) yang akan diselenggarakan di Jakarta.

“Saya menyambut baik dan mendukung sepenuhnya untuk kegiatan ini,” tegas Jokowi di ruang tamu Pendopo Balai Kota Jakarta, Rabu (19/3) Jl. Medan Merdeka Selatan.

Jokowi Sambut Baik Rakernas Muslimat NU di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Sambut Baik Rakernas Muslimat NU di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Sambut Baik Rakernas Muslimat NU di Jakarta

Sebelumnya, Ketua Umum PP Muslimat NU menjelaskan tujuannya bertemu dengan Jokowi. “Kita hendak minta izin kepada tuan rumah,” jelas Khofifah Indar Parawansa.

Haedar Nashir

Khofifah beserta rombongan yang berjumlah 9 orang diterima dengan hangat oleh mantan Wali Kota Solo itu di ruangan khusus tamu.

Dengan menyodorkan draft kegiatan rakernas, Khofifah menjelaskan kepada Jokowi bahwa Muslimat NU yang merupakan salah satu badan otonom (Banom) NU akan menggelar Rakernas di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta pada tanggal 28 Maret sampai 1 Juni 2014.

Haedar Nashir

Dia menuturkan bahwa maksud kedatangannya beserta rombongan selain untuk silaturahim juga meminta izin kepada Jokowi selaku tuan rumah. “Alhamdulillah, Pak Jokowi menyambut baik dan merespon positif,” pungkasnya. (Fathoni/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri Haedar Nashir

Kesombongan dan Dua Sumber Kemaksiatan

"Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong seberat dzarroh (atom yang paling kecil)." Lantas ada seseorang yang berkata: Sesungguhnya ada laki-laki yang suka berpakaian indah dan bersandal bagus. Nabi saw bersabda: “sesungguhnya Allah itu Indah dan suka keindahan. Sombong adalah menentang kebenaran dan memandang rendah orang lain (al-Hadits).

? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Kesombongan dan Dua Sumber Kemaksiatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesombongan dan Dua Sumber Kemaksiatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesombongan dan Dua Sumber Kemaksiatan

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah

Haedar Nashir

Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. sungguh hanya dengan taqwalah kita dapat mengisi kehidupan ini dengan segala sifat-sifat kebaikan dan menghindar dari sifat tercela. Diantara sifat tercela yang tidak terampuni dan merupakan waisan iblis adalah kesombongan. Apakah sombong itu? Rasulullah saw bersabda ? ? ? ? ? sombong adalah menolak kebenaran dan memandang rendah orang lain.

Meskipun jelas bahwa mausia adalah tempatnya kesalahan dan kealpaan sebagaimana ucapan ‘al-Insan mahallul khatha’ wan nisyan’ tetapi menjadi kewajiban manusia itu sendiri berusaha menghindarkan diri dari kesalahan. Terkadang manusia merasa amat berat dalam mengekang diri dari kemaksiatan karena bisikan nafsu yang tiada henti berhembus seperti angin yang terus mengelilingi kehidupan ini. Ketika itu hendaklah manusia meminta pertolongan kepada Allah swt untuk menundukkan kebiadaban nafsu yang ada dalam diri manusia sendiri. Karena hanya Allahlah yang dapat dengan mudah menyelesaikan permasalahan nafsu ini. Namun demikian, jikalau kemaksiatan sudah tidak terhindar lagi maka bersegeralah memohon pengampuanan kepada-Nya yang disertai dengan penyesalan setulus hati.? ?

Haedar Nashir

Akan tetapi jikalau kemaksiatan yang tidak terhindar itu hadir tanpa ada penyesalan karena memandang remeh suatu kemaksiatan atau rasa sombong atas tindakan kemaksiatan itu, maka sesungguhnya orang itu telah terperosok ke lubang kesalahan dua kali. Lubang pertama adalah kesalahan itu sendiri dan lubang kedua adalah kesalahan atas keberaniannya menyengaja mengerjakan sebuah kesalahan. Inilah maksiat kepada Allah yang paling besar. Inilah kedurhakaan yang pernah dilakukan oleh Iblis kepada Allah, yaitu dengan sengaja membangkang apa yang diperintahkan-Nya, padahal iblis mengerti sepenuhnya bahwa melawan perintah-Nya berarti melakukan kemakaran kepada-Nya. Inilah jenis maksiat yang tidak bisa diharapkan ampuanan dari Allah swt. na’udzubillah min dzalik

Hadirin Jama’ah Jum’at yang Dimuliakan Allah.

Itulah dua macam kemaksiatan sebagaimana diterangkan oleh Sufyan as-Tsauri bahwa:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Setiap maksiat yang terlahir karena dorongan nafsu, sesungguhnya masih ada harapan ampunan dari-Nya. Namun setiap maksiat yang lahir karena dorongan rasa sombong, sungguh tidak ada harapan pengampuanan dari-Nya. Karena demikianlah kedurhakaan yang dilakukan iblis berawal dari rasa sombong dan kesalahan yang dilakukan oleh Nabi Adam (dengan memakan buah huldi) berawal dari dorongan syahwat.

Dari mutiara Sufyan as-Tsauri ini hendaknya diambil pelajaran bahwa kesombongan merupakan sumber kemaksiatan yang tidak dapat diampuni. Karena kesombongan itu pada hakikatnya hanyalah milik-Nya.

? ? ? ? ? : ? ? ? - ? ? ? ? - :? ( ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? )? ? ? ? ? ?)

Sifat sombong itu selendang-Ku, keagungan adalah busana-Ku. Barang siapa yang merebut salah satu dari-Ku, akan Ku lempar ia ke neraka. Dan Aku tidak peduli.

Oleh karenanya Allah dalam surat luqman ayat 18 dengan jelas-jelas menyatakan ketidak suakaan-Nya kepada orang yang sombong:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Jelas sekali ayat di atas bahwa Allah tidak menyukai orang yang sombong. Jika demikian dapat dibayangkan bagaimana posisi orang-orang yang tidak disukai Allah di akhirat kelak, sedangkan alam ini (dunia dan akhirat) adalah milik-Nya? pastilah Allah swt memberinya tempat yang buruk.

Sebuah hadits dari Abdullah bin Mas’ud menjelaskannya

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? (?) ? ? ? ?.

Demikianlah khutbah kali ini bahwasannya kemaksiatan lahir melalui dua sumber kemungkinan. Pertama melalui nafsu syahwat dan kedua melalui perasaan sombong. Sesungguhnya kemaksiatan yang lahir dari kesombongan tidak dapat lagi diharapkan ampunan dari-Nya.Dari Abdullah bin Mas’ud dari Rasulillah Saw berkata: tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong seberat dzarroh (atom yang paling kecil). Lantas ada seseorang yang berkata: sesungguhnya ada laki-laki yang suka berpakaian indah dan bersandal bagus. Nabi saw bersabda “sesungguhnya Allah itu Indah dan suka keindahan. Sombong adalah menentang kebenaran dan memandang rendah orang lain.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. (Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hadits Haedar Nashir

M Ridwan dan Maya Pimpin Pelajar NU Kayong Utara

Kayong Utara, Haedar Nashir. Konferensi cabang IPNU dan IPPNU Kayong Utara provinsi Kalimantan Barat mengamanahkan M Ridwan dan Maya Pramitasari  sebagai pemimpin pelajar baru pelajar NU Kayong Utara, Kamis (27/8). Konferensi berjalan khidmat di gedung PCNU setempat hingga terbentuk kepengurusan IPNU dan IPPNU untuk periode 2015-2017.

M Ridwan dan Maya Pimpin Pelajar NU Kayong Utara (Sumber Gambar : Nu Online)
M Ridwan dan Maya Pimpin Pelajar NU Kayong Utara (Sumber Gambar : Nu Online)

M Ridwan dan Maya Pimpin Pelajar NU Kayong Utara

Tampak hadir Ketua PCNU, Rais Syuriyah Kayong Utara, Ketua IPNU Kalimantan Barat Muhammad Amin beserta rombongan dan pelajar NU sekabupaten Kayong Utara.

Ketua PCNU Kayong Utara KH Nazril mengatakan, "Pelajar NU perlu belajar berorganisasi dalam menghadapi tantangan zaman demi terciptanya masyarakat yang berideologi Ahlussunnah Waljamaah dengan mengedepankan kemaslahatan umat, khususnya umat islam dan meneruskan cita-cita para pendahulu kita."

Haedar Nashir

Sementara Amin mengharapkan pelajar NU Kayong Utara mampu menjadi barisan terdepan NU dalam membangun SDM yang andal, berakhlakul karimah, dan berwawasan luas.

Haedar Nashir

“Kader IPNU dan IPPNU juga harus bersinergi dengan tokoh-tokoh dan OKP lain, agar bisa tercipta komunikasi yang baik antarorganisasi kepemudaan,” kata Amin.

Amin menekankan kepada Ridwan untuk menggerakkan kaderisasi. Kerja sama yang baik dengan tokoh NU dan juga PW IPNU yang hadir di acara ini, sangat diharapkan demi memberikan semangat dalam menjalankan roda organisasi ke depannya. (Ahmad Fauzi Muliji/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail, Sejarah, Jadwal Kajian Haedar Nashir

Dicatut Wahabi Musuhi Syiah, PCNU Balikpapan Tolak Keras

Balikpapan, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Balikpapan menyatakan tidak memiliki keterkaitan dengan deklarasi kelompok ANNAS (Aliansi Nasional Anti-Syiah) yang diselenggarakan di Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan.

Rais Syuriah PCNU Balikpapan KH Abbas Alfas mengungkapkan hal itu dalam rangka mengklarifikasi adanya isu yang menyebutkan NU Balikpapan terlibat dalam deklarasi ANNAS pada Ahad 8 Maret 2015. ANNAS merupakan organisasi yang mulanya dideklarasikan di Bandung Jawa Barat dan diketuai oleh KH Athian Ali Dai (tokoh Wahabi).

Dicatut Wahabi Musuhi Syiah, PCNU Balikpapan Tolak Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Dicatut Wahabi Musuhi Syiah, PCNU Balikpapan Tolak Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Dicatut Wahabi Musuhi Syiah, PCNU Balikpapan Tolak Keras

"Saya nggak ikut-ikut ANNAS. Memang ada orang yang datang kepada saya. Dia datang kepada saya bersama temannya mengungkapkan masalah ANNAS dan Syiah, saya bilang (kepada mereka) ‘Kalau NU sudah jelas meskipun tidak pakai acara deklrasi-deklarasi, tapi punya cara-cara sendiri, artinya dalam penolakan terhadap Syiah, namun lebih moderat. Kecuali kalau NU itu ditikam baru ‘mengamuk’,” tutur Kiai yang sempat diajak bergabung ke ANNAS tersebut.

Haedar Nashir

Menurut Kiai Abbas, mereka berusaha melibatkan NU hanya untuk memanfaatkan semata. "Saya mencermati, mereka ingin melibatkan kita, dan itu cara ‘politik’ mereka, kita akan dijadikan ‘bemper’. Sebetulnya itu olahan mereka. Jadi kita ini mau dipolitikan (dimanfaatkan) oleh mereka," katanya dalam pengajian rutin bulanan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kaltim, sehari setelah deklarasi itu (9/3).

Sementara Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Balikpapan KH Muhlasin menyatakan sangat tidak berminat dengan ANNAS. "Bila beliau (Kiai Abbas) tidak minat, maka saya lebih tidak berminat lagi.", tegas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Izzah Km 15 Balikpapan Utara tersebut.

Haedar Nashir

Kiai Muhlasin juga sempat dihubungi untuk bergabung tetapi tidak bersedia. Sebelum acara deklarasi ANNAS, ia mewakili NU sempat menghadiri pertemuan di kantor Kementrian Agama Kota Balikpapan. Salah satu poin pertemuan itu bahwa Kemenag pun tidak menginginkan adanya deklarasi tersebut.

"Dari pihak Kementrian Agama (Balikpapan) juga sangat tidak menginginkan adanya deklrasi tersebut di Balikpapan, karena tentunya hal tersebut sangat berpotensi terjadinya gesekan di antara warga Kota Balikpapan. Itu yang disampaikan di Kemenag," terangnya.

Terima Risiko

Sikap tasamuh (toleran) dan tidak bersedia beraliansi dengan ANNAS bukan tanpa risiko. Menurutnya, risikonya akan ada semacam propaganda bahwa yang tidak ikut mereka berarti dianggap mendukung Syiah.

"Mengedepankan sikap toleran, walaupun tentunya berisiko. Risikonya pastinya ada semacam propaganda, warga NU yang tidak mendukung ANNAS sekurang-kurangnya (dianggap) mendukung ajaran Syiah. Itu prilaku mereka seperti itu sejak dahulu.", ungkapnya.

Kiai Muhlasin berharap warga Nahdliyyin tidak terpengaruh oleh propaganda mereka. Sedangkan berkaitan dengan Habib Ahmad Zain Al-Kaff yang menjadi narasumber pada acara deklarasi tersebut, Kiai Muhlasin mengatakan bahwa ia tidak mewakili PWNU Jatim.

"Habib Ahmad Zain Al-Kaff di brosur-brosurnya disebutkan PWNU Jawa Timur dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur. Sekalipun Habib Ahmad Zain Al-Kaff dari jajaran PWNU, beliau tidak mewakili organisasi PWNU, tetapi atas nama pribadi. Kalau pun toh menyebutkan PWNU-nya, ya itu salah satu strategi mereka, sebagaimana mereka juga mencantumkan Kiai Abbas, termasuk saya," jelasnya.

Penjelasan senada juga disampaikan oleh Sekretaris PCNU Balikpapan Ust. Imam Warosy bahwa NU Balikpapan mengambil posisi tidak terkait dengan ANNAS. "Kita, PCNU Balikpapan, mengambil sikap tidak ikut dalam masalah itu. Meskipun Rais kita dan Ketua kita di-"lamar-lamar" untuk ikut mereka," tuturnya.

Dalam pandangannya, NU tidak perlu ikut mendeklarasikan dan beraliansi dengan mereka. Sebab berdirinya NU memang untuk membendung aliran seperti Wahabi dan Syiah agar masyarakat tetap berpegang kepada Ahlussunnah wal Jamaah. Ia juga mengatakan bahwa beraliansi dengan mereka sama saja merendahkan martabat Nahdlatul Ulama.

"Kalau kita membaca khutbah KH. Hasyim Asyari (Muqaddimah Qanun Asasi) di Nahdlatul Ulama, berdirinya NU memang untuk membendung aliran seperti ini, yaitu Wahabi dan Syiah, agar masyarakat tetap dalam aqidah Ahlussunnah wal Jamaah meskipun tidak dideklarasikan, meskipun tidak dialiansikan dengan yang lain,” ujarnya. (Muhammad Al-Fatih/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah, Quote Haedar Nashir