Sabtu, 30 Desember 2017

Tanggulangi Narkoba, Muslimat NU Pekalongan Dirikan Rumah Pintar Adiksi

Pekalongan, Haedar Nashir. Kementrian Sosial memberikan apresiasi terhadap kegiatan Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Pekalongan. Hal ini karena Muslimat NU Pekalongan dinilai peduli melakukan gerakan terhadap pencegahan penanggulangan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif (NAPZA) salah satunya dengan mendirikan Rumah Pintar Adiksi.?

Tanggulangi Narkoba, Muslimat NU Pekalongan Dirikan Rumah Pintar Adiksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanggulangi Narkoba, Muslimat NU Pekalongan Dirikan Rumah Pintar Adiksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanggulangi Narkoba, Muslimat NU Pekalongan Dirikan Rumah Pintar Adiksi

Rumah Pintar Adiksi yang didirikan Muslimat NU Pekalongan menempati eks Gedung PCNU Jalan Dr Sutomo Kota Pekalongan yang dalam pelaksanaanya rumah pintar terebut akan menjadi pusat rehabilitasi berbasis agama, juga menjadi pilot projek di Kementrian Sosial RI.

Direktorat Jendral Rahabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Waskito Budi Kusumo mengatakan, Kemensos sangat mengapresiasi terhadap Muslimat NU Kota Pekalongan ini, karena gagasanya untuk mendirikan rumah rehabilitasi narkoba.?

“Rumah Pintar Adiksi di Pekalongan ini dalam waktu dekat akan segera dilakukan bimtek, diharapkan agar langkah yang dilakukan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, jangan sampai ada salah langkah dan lain sebagainya,” tandasnya, saat peresmian Rumah Pintar Sahabat Adiksi dan Kampung Pelopor Indonesia Tanpa Narkoba, Muslimat NU Kota Pekalongan, Sabtu (17/6)

Haedar Nashir

Dikatakannya, peran dan kiprah Muslimat NU begitu sangat strategis dalam membina keluarga, kedekatannya terhadap anak-anak dalam setiap hari menjadi penentu dalam pencegahan dan penyalahgunaan terhadap narkoba.?

“ Kemensos RI, sangat menginginkan di daerah lain pun seperti di Pekalongan ini, karena narkoba di seluruh Indonesia telah menjarah kehidupan banyak kalangan,”tandasnya.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Pekalongan Hj Nur Khikmah kepada Haedar Nashir menjelaskan bahwa pendirian Rumah Pintar Adiksi tersebut tidak lepas dari dorongan oleh Pimpinan Pusat Muslimat NU, yang dilatarbelakangi dengan dibentuknya Laskar Anti Narkoba.?

"Awalnya ide untuk membuat Rumah Pintar Adiksi ini muncul sepulang dari bimtek, yang diadakan oleh pimpinan pusat di Bekasi Jawa Barat. Sepulangnya langsung kita sikapi dengan melakukan audiensi pemerintah daerah, yang saat itu wakil walikota mendukung sepenuhnya," ungkapnya.

lebih Lanjut ? Nur Khikmah mengatakan, para ibu-ibu muslimat sangat khawatir melihat fakta di lapangan. Banyak di desa-desa yang sudah menjadi korban dan bahkan ada yang menjadi bandar, padahal anak-anak tersebut dari segi pengetahuan agama dan pendidikan lumayan cukup.?

Haedar Nashir

“Sebagai gerakan awal di setiap pengajian rutin hari jumat di masing-masing kelurahan se Kota Pekalongan, selalu disampaikan tentang bahaya narkoba dan juga dilakukan seminar di kalangan pengurus,”imbuhnya.

Nur Khikmah menambahkan, kerja keras yang dilakukan Muslimat NU sekarang mendapat titik terang, sebab gagasan untuk mendirikan rumah pintar adiksi akhirnya terwujud, setelah berkerjasama dengan Institusi Penerima Wajib Lapor ( IPWL) Al Malaa. Bahkan rumah rehabilitasi berbasis psikologi dan agama diresmikan Langsung oleh Direktorat Jendral Rehabilitasi Sosial Kemesnsos RI, sekaligus sebagai pilot project.

Dalam pelaksanaan Rumah Pintar Adiktif yang dikelola Muslimat NU nantinya akan mendapat banyak dukungan, baik dari instansi terkait, dan juga dari internal di Nahdlatul ulama, seperti GP Ansor, Fatayat NU, IPNU IPPNU dan lembaga di lingkungan NU yang salama ini juga telah melakukan kegiatan preventif melalui penyuluhan tentang bahaya narkoba. ( Nafi / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nusantara Haedar Nashir

PCNU Sumedang Laksanakan Muskercab II

Sumedang, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang pada Sabtu (2/2) melaksanakan kegiatan Musyawarak Kerja Cabang (Muskercab) II di Hotel Kencana Sumedang. 

Kegiatan ini juga melibatkan banom, lanjah dan lembaga yang ada di PCNU Kabupaten Sumedang. 

PCNU Sumedang Laksanakan Muskercab II (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumedang Laksanakan Muskercab II (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumedang Laksanakan Muskercab II

Muskercab adalah forum Musyawarah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama yang bertujuan untuk melakukan Perumusan rencana kerja pelaksanaan Program PCNU sekaligus membuat perencanaan strategis baik untuk perbaikan atau penyempurnaan maupun menganulir program agar tetap sesuai dengan kondisi kebutuhan saat ini.

Haedar Nashir

Pembukaan acara dihadiri perwakilan dari aparat pemerintah, kemenag, DPRD, dan bakal calon bupati dan calon wakil bupati yang ada di Kabupaten Sumedang.

Ketua PWNU Jawa Barat H Eman Suryaman membuka acara Muskercab. Ia berpesan agar membuat program yang menyentuh masyarakat. Jika ada musibah seperti banjir dan bencana alam yang, NU harus tampil paling depan supaya akhlaknya NU ditiru dan diikuti oleh masyarakat banyak. 

Haedar Nashir

Lebih jauh ia mengatakan bahwa janganlah membuat kegiatan penyebaran agama Islam yang bertentangan dengan yang biasa dilakukan oleh Wali Songo, tetapi membuat kegiatan yang tidak berbenturan dengan budaya setempat supaya Sumedang dengan moto Tertib Aman Nyaman Dinamis ANGgun (Tandang) dapat terwujud.

Dalam kesempatan lain, ketua PCNU Kabupaten Sumedang, KH Sa’dulloh, SQ sebelum mengawali kata sambutannya, beliau mewakafkan sebuah mobil Toyota kijang untuk kepentingan warga NU. 

Beberapa tahun sebelumnya, ia juga pernah mewakafkan tanah untuk pembangunan gedung MWCNU di salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Sumedang. Hal ini ia ungkapkan bukannya ria atau ingin dipuji orang, tapi ini bentuk kecintaannya terhadap pembangunan NU di Sumedang.

Dalam sambutannya juga, H Sa’dulloh mengatakan kebanggaanya terhadap perkembangan NU di Sumedang. Terbukti dengan terbentuknya seluruh banom, lanjah, dan lembaga NU di Sumedang. Salah satu yang mesti dibanggakan adalah Lembaga Ma’arif NU yang sudah mempunyai 53 sekolah dari mulai tingkat RA sampai ke tingkat SLTA. Malahan sekarang lagi merintis STAI NU yang sudah berjalan 2 tahun. Ia selalu berharap NU di Sumedang dari tahun ke tahun semakin maju dan terus berkembang.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ayi Abdul Qohar

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hadits Haedar Nashir

Besok, JATMAN Jateng Adakan Manaqib Kubro

Sukoharjo,Haedar Nashir. Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (JATMAN) Idaroh Wustho Jawa Tengah, akan mengadakan pertemuan yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Anwar Sarang Kabupaten Rembang, Ahad (15/9) besok atau bertepatan dengan 9 Dzulqoidah 1434 H.

Besok, JATMAN Jateng Adakan Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, JATMAN Jateng Adakan Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, JATMAN Jateng Adakan Manaqib Kubro

Para peserta yang diundang yakni para pimpinan pengurus JATMAN Jateng diantaranya KH Dzikron Abdullah dan KH Latif Mastur Ihsan, perwakilan JATMAN se-Jateng, Muslimat Thoriqoh, Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (MATAN) dan tamu undangan lain.

Dalam kegiatan tersebut selain diadakan berbagai pertemuan yang akan membahas agenda organisasi, juga diselenggarakan kegiatan manaqib dan bahstul masail. Yang khas dari bahtsul masail warga thoriqoh ini, tentu meliputi permasalahan kethoriqohan, disamping juga membahas permasalahan yang berkaitan dengan fiqih (syariah).

Haedar Nashir

Salah satu peserta yang dihubungi Haedar Nashir, Idaroh Syu’biyyah Sukoharjo, mengatakan akan mengikuti acara tersebut. “Rencana kami akan berangkat malam Ahad, rombongan dari Sukoharjo kita akan naik 5 mobil,” papar Sekretaris JATMAN Sukoharjo, Mukhlis Suranto.

Haedar Nashir

Suranto menerangkan agenda acara pada kagiatan besok, yakni pada siang harinya akan diadakan sejumlah pertemuan dan bahtsul masail. Sedangkan pada malam harinya akan diisi dengan kegiatan manaqib kubro.

Dan kemungkinan, acara akan ditutup dengan wejangan yang akan disampaikan oleh Rais A’am JATMAN, Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir

Jumat, 29 Desember 2017

Dua Tantangan NU Saat ini

Jepara, Haedar Nashir. Ketua Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBHNU) Kabupaten Jepara Hindun Anisa mengatakan, sebagai organisasi, NU di era globalisasi ini menghadapi banyak tantangan. Di antaranya tantangan di bidang informasi dan Islam "radikal" dan "liberal".

“Website di internet banyak dikuasai oleh kelompok bukan NU,” katanya pada Sarasehan “Mengapa Harus NU?” yang dilaksanakan PAC IPNU-IPPNU Nalumsari di Kampus 2 SMK Terpadu Hadziqiyah desa Tritis kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara, Ahad (08/3).

Dua Tantangan NU Saat ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Tantangan NU Saat ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Tantangan NU Saat ini

Menurut dia, warga NU yang mengakses kaidah agama di internet akan bersinggungan dengan media-media non-NU sehingga sudah saatnya kiai dan santri melek internet.

Haedar Nashir

Tantangan kedua, lanjut perempuan yang sering disapa Neng Hindun, ini NU berhadapan dengan Islam radikal dan liberal.Paham keagamaan NU yang menganut konsep tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), i’tidal (adil) dan tasamuh (toleransi) itu yang membuat negara adikuasa tidak suka dengan kebesaran NU di Nusantara.

Haedar Nashir

Pantas saat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi Presiden ke-4 RI, tegas Neng Hindun, negara adikuasa itu tidak rela orang NU memimpin bangsa. Negeri penguasa itu, tidak pernah memuji Gus Dur namun terus-menerus menjelek-jelekkan putra KH Wahid Hasyim tersebut hingga lengser.

Segala macam cara dilakukan media Barat tersebut. “Mereka (Barat, red) membangun wacana, waktu itu Gus Dur ialah antek Amerika. Padahal saya meyakini kelompok radikal yang menjelek-jelekkan Gus Dur ini suruhan mereka,” sambungnya.

Ia juga menyebut NU mempunyai peran untuk merebut kemerdekaan. Sehingga? organisasi yang bermakna kebangkitan ulama ini bersiteguh untuk mempertahankan NKRI. Kelompok-kelompok yang hendak mengobok-obok eksistensi NKRI sama dengan berhadapan NU.

Misalnya saja Kongres Umat Islam Indonesia yang dilaksanakan di Yogyakarta belum lama ini merupakan contoh kelompok yang hendak mengganti Pancasila sebagai dasar negara dan diganti dengan Islam.

Padahal pada Munas Alim Ulama 1983, lanjut istri KH Nuruddin Amin, itu cukup menegaskan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Karena itu, pembicara lain, Mustaqim Umar menyatakan menjadi orang NU harus bangga. “Tidak usah getun menjadi warga NU. Tunjukkan ke-NU-an kita. Kita harus yakin orang NU berkualitas,” terang Sekretaris LPNU Jepara.

Sebab, kata Mustaqim, NU sangat dihormati dunia dikenal sebagai penebar Islam rahmatan lil alamin. Diterimanya organisasi rahmatan lil alamin di mata dunia lantaran menggunakan pendekatan ala Indonesia.

Kegiatan yang diawali sambutan pengasuh Pesantren Hadziqiyah KH Chayatun Abdullah Hadziq. pada kesempatan itu ia mengatakan, jamiyyah NU yang didirikan KH Hasyim Asyari dan kiai-kiai lain merupakan organisasi untuk mengenal Tuhan Yang Maha Esa. Lebih dari itu, ormas yang dilahirkan 1926 itu merupakan organisasi untuk menyelamatkan bangsa dan negara.

kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari pelajar dan delegasi Banom NU tersebut merupakan pamungkas rangkaian Harlah IPNU ke-61 dan IPPNU ke-60 dari 02 Februari hingga 08 Maret 2015 yang meliputi Ziarah, Karnaval, Bakti Sosial dan Santunan Yatama. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Ubudiyah, Daerah Haedar Nashir

Menikmati Irama Dzikir Peziarah

Setiap hari Jum’at-Ahad atau hari libur tanggal merah, suasana makam wali selalu dipenuhi oleh para peziarah dari penjuru kota di Indonesia. Bahkan bila datang bersamaan, tempat makam wali-wali itu hampir tidak muat menampung peziarah yang berombongan. 

Begitu pula halnya makam Syech Ja’far Shodiq (Sunan Kudus) dan Raden Umar Said (Sunan Muria) selalu penuh sesak hingga harus ada yang menunggu di luar area makam. Suasana demikian tampak saat Haedar Nashir berziarah ke makam Sunaan Kudus, Jum’at malam (24/5).

Ketika Haedar Nashir baru masuk, ruangan makam sudah dipenuhi para peziarah. Dilihat dari logat bahasanya , mereka berasal dari beberapa daerah diantaranya Tasik, Pekalongan dan daerah Jawa timuran.

Menikmati Irama Dzikir Peziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menikmati Irama Dzikir Peziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menikmati Irama Dzikir Peziarah

Tanpa menggunakan pengeras suara, mereka (peziarah) membaca  tahlilan, ada yang membaca Yasin dan berdo’a bersama dengan nada suara keras. Bagi yang rombongan, tahlilan dilakukan berjamaah dengan dipimpin seorang imam /kyai.

Saat Tahlilan sudah mulai berdzikir, terasa keindahan irama masing-masing rombongan yang  duduknya bersebelahan di ruangan makam Sunan Kudus.  Dzikir yang dilafadzkan intonasi iramanya berbeda-beda yang dibarengi kekhusukan geleng kepala kekanan dan kekiri.

Disatu  rombongan melafadzkan dengan intonasi ditekan dan putus putus seperti "Laa..ilaaha illallah", begitu pula rombongan lainnya bernada datar menggunakan irama seperti nyanyian. Yang jelas, dari beberapa rombongan yang dalam satu ruangan makam itu sangat berbeda-beda.

Haedar Nashir

Mendengar irama dzikir demikian, Haedar Nashir jadi teringat mauidhah hasanah Rois Am jamiyah Thariqoh al Mu’tabarah An nahdliyyah (Jatman) Habib Lutfiy bin Yahya. Dalam berbagai pengajian, Habib asal pekalongan ini selalu menegaskan suasana makam walisongo merupakan cermin keindahan dari keberagamaan dan perbedaan ummat.

“Meski satu duduk bersebelahan dalam satu ruangangan  dengan  melafadzkan kalimat yang sama (dzikir) namun  iramanya berbeda,  tidak terjadi gesekan dan pergunjingan padahal mereka berasal dari daerah yang berbeda-beda pula. Inilah pelajaran yang berharga  dari indahnya kehidupan berbangsa dan beragama,”kata Habib Lutfiy suatu ketika dalam acara pengajain umum di Kudus.

Haedar Nashir

Disamping itu, Walisongo ini memang mampu membawa keberkahan  segala aspek kehidupan mulai ekonomi, persaudaran dan kebersamaan. “Walisongo atau ulama yang sudah wafat memberkahi yang orang yang hidup,” tambah Habib singkat.

Dari apa yang disampaikan Habib ini memang benar. Bukan saja keberkahannya dalam berziarah tetapi dari irama dzikir para peziarah di makam sudah terasa keindahannya. Ketika kita di ruangan makam, terasa ada ketenangan dan keindahan meski penuh kebisingan irama dzikir para peziarah. (Qomarul Adib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Sunnah, Ubudiyah Haedar Nashir

Kaum Sarungan Jadi Pelopor Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Pamekasan, Haedar Nashir. Geliat Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Jawa Timur di berbagai kabupaten/kota, menjadi indikasi kuat bahwa kebangkitan ekonomi Indonesia ke depan bakal dipelopori kaum sarungan. Apalagi, omzet BMTNU beserta labanya terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Kaum Sarungan Jadi Pelopor Kebangkitan Ekonomi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaum Sarungan Jadi Pelopor Kebangkitan Ekonomi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaum Sarungan Jadi Pelopor Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Hal demikian diakui Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Pamekasan, Jhon Yulianto, saat dihubungi Haedar Nashir melalui saluran telepon genggamnya, Senin (16/1).

Jhon mengaku heran hingga kini BMTNU tetap bertahan dan meningkat pesat. Kata Jhon, mungkin itu berkah dari perjuangan para kiai dan warga Nahdliyin yang komitmen menjauhi riba.

"Koperasi di pemerintahan tidak mengalami kemajuan secepat BMTNU. Padahal, sifatnya wajib; cukup motong gaji pegawai," terangnya.

Haedar Nashir

Pihaknya yakin BMTNU akan menjadi satu-satunya koperasi yang terus berjuang dalam kemaslahatan umat. Pihaknya menyambut baik dan akan belajar kepada BMTNU terkait bagaimana koperasi konvensional menjadi berbasis syariah.

"Kita ketahui bahwa Islam anti kemiskinan. Dan NU mampu mengongkretkan spirit itu melalui BMTNU-nya yang tersebar di mana-mana serta menyentuh hingga lapisan terbawah masyarakat," tukasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pesantren, IMNU, Nasional Haedar Nashir

Haedar Nashir

Muslimat NU Suarakan Pentingnya Perlindungan Konsumen

Jakarta, Haedar Nashir - Sedikitnya 100 ibu-ibu anggota Muslimat NU Jakarta Utara menjadi peserta kegiatan bertajuk Penyuluhan Konsumen Cerdas di Kantor MUI Jakarta Utara, Selasa (28/2) lalu.

Acara ini terselengara atas kerja sama Muslimat NU Jakarta Utara dan Kementerian Perdagangan RI. Forum ini menghadirkan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Diah Palupi yang berbicara perihal pentingnya mutu produk terhadap keamanan konsumen dan praktisi perlindungan konsumen Jakarta Aman Sinaga dengan materi peranan badan penyelesaian sengketa konsumen.

Muslimat NU Suarakan Pentingnya Perlindungan Konsumen (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Suarakan Pentingnya Perlindungan Konsumen (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Suarakan Pentingnya Perlindungan Konsumen

Selain itu, Ketua PP Muslimat NU Hj Siti Aniroh SEY juga hadir dan menyajikan materi Perlindungan Konsumen Perspektif Hukum Islam.

Aniroh menegaskan pentingnya Muslimat NU melakukan peningkatan perlindungan kepada konsumen serta mengupayakan tersedianya makanan yang sehat.

Haedar Nashir

“Untuk mewujudkan masyarakat sejahtera dan berkualitas perlu dijiwai ajaran Islam Ahlusunnah wal Jama’ah termasuk dalam penyediaan makanan yang dikonsumsi keluarga,” kata Aniroh.

Sekretaris Muslimat NU DKI Jakarta Yayah Ruchyati menyampaikan pada Kamis (3/2), acara tersebut sangat penting untuk menggerakkan peran Muslimat NU DKI Jakarta dalam memberikan pemahaman betapa perlunya perlindungan bagi konsumen.

Haedar Nashir

“Agar anggota Muslimat bisa menyampaikan pengetahuan mengenai pentingnya pengertian serta pemahaman hukum Undang-undang perlindungan konsumen,” ujar Yayah. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan Haedar Nashir