Sabtu, 30 Desember 2017

Perpisahan, Santri Futuhiyah Pentaskan Teater

Demak, Haedar Nashir. “Lihatlah, lihatlah tukang rosok itu. Dia tetap berusaha untuk makan meski keadaan sudah sangat menghawatirkan. Hanya tukang rosok itu yang? tidak mengeluh dengan keadaan desa ini.”

“Ini bukan masalah mengeluh ataupun sabar menghadapi ujian, Pak Bob. Masalah ini menyangkut warga saya. Saya bertanggung jawab dengan keadaan ini, Pak Bob.”

Perpisahan, Santri Futuhiyah Pentaskan Teater (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpisahan, Santri Futuhiyah Pentaskan Teater (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpisahan, Santri Futuhiyah Pentaskan Teater

Itulah sepenggal adegan dialog dari lakon "Hujan di Ujung Senja" yang? akan dibawakan kelompok terater Fatah dari Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak. Lakon "Hujan Di Ujung Senja" akan dipentaskan dalam rangka Haflah Akhiris Sanah, Khotmil Kutub, dan Muwaadaah atau upacara perpisahan Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Rabu (13/5) malam, di halaman pesantren setempat.

Haedar Nashir

Lakon “Hujan Di Ujung Senja” karya dari Miftahul Khoir memuat kritik terhadap menurunnya moral anak bangsa. Karya ini berawal dari puisi, yang kemudian diubah menjadi naskah drama.

Haedar Nashir

“Sebuah karya yang berawal dari puisi ketika saya galau di suatu senja melihat menurunnya moral anak bangsa dan akhirnya menjadi naskah drama ‘Hujan di Ujung Senja’,” kata Khoir.

Sang sutradara, Sholihul Hadi, juga akan menambahkan beberapa adegan yang menggelitik dan lelucon pada seni pertunjukkan yang semua para pemainnya adalah santri ini.

“Ya, walaupun waktu latihan sangat singkat sekali, hanya sebulan, kami yakin akan memberikan pengalaman baru bagi santri dalam pementasan terater nanti. Ini juga dalam rangka melestarikan pagelaran seni di lingkungan pesantren,” jelas Bang Khul, panggilan akrabnya.

Lakon ini nanti akan dipentaskan oleh 15 santri. Berbagai karakter dimasukkan dalam cerita tersebut.

“Banyak hal saya peroleh saat latihan seperti kedisiplinan, konsentrasi, tanggungjawab, dan lain-lain,” kata Adib Hidayatulloh,? mengungkapkan kegembiraanya atas pengalaman pertamanya ini. (Ben Zabidy/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Halaqoh Haedar Nashir

Edisi Keenam ‘Serambi Al-Muayyad’ Segera Meluncur

Solo, Haedar Nashir. Setelah beberapa bulan dinanti, majalah Serambi Al-Muayyad kembali terbit. Majalah yang dikelola para santri pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Solo ini, akan diluncurkan saat peringatan haul KH Umar Abdul Mannan, Jumat (18/7) mendatang.

Edisi Keenam ‘Serambi Al-Muayyad’ Segera Meluncur (Sumber Gambar : Nu Online)
Edisi Keenam ‘Serambi Al-Muayyad’ Segera Meluncur (Sumber Gambar : Nu Online)

Edisi Keenam ‘Serambi Al-Muayyad’ Segera Meluncur

Kepada Haedar Nashir, seorang redaktur Serambi Al-Muayyad Miftahul Abrori menuturkan, edisi keenam ini membahas hubungan antara tiga sesepuh sekaligus pendiri pesantren Al-Muayyad. Mereka ialah KH Abdul Mannan, KH Ahmad Umar dan KH Ahmad Shofawi.

“Salah satu penulis Muhammad Ishom mengangkat tulisan ini agar lebih banyak orang memahami hubungan para sesepuh. Sebab sebelumnya, kami sering ditanya perihal tersebut. Mereka yang bertanya tidak hanya dari kalangan internal pesantren Al-Muayyad, tetapi juga dari kalangan masyarakat luas,” terang Miftah.

Haedar Nashir

Redaksi Serambi Al-Muayyad kali ini, Miftah melanjutkan, menyajikan kisah inspiratif seseorang warga negara Indonesia dalam menjaga keimanannya selama tinggal di Negeri Paman Sam. Redaksi juga mengulas tema terkait Pilpres, Ramadhan, dan Piala Dunia. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir AlaSantri, Ubudiyah, Aswaja Haedar Nashir

Pemilihan Ketua IPNU Sarana Pembelajaran Demokrasi

Jepara, Haedar Nashir. Madrasah Aliyah (MA) Walisongo Pecangaan menggelar Pemilihan Umum ketua IPNU-IPPNU dan OSIS. Pemilu yang menjadi sarana pembelajaran berdemokrasi? ini diikuti seluruh elemen madrasah yang terdiri dari guru, karyawan dan siswa.

Pemilihan Ketua IPNU Sarana Pembelajaran Demokrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemilihan Ketua IPNU Sarana Pembelajaran Demokrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemilihan Ketua IPNU Sarana Pembelajaran Demokrasi

Muhammad Arif Budiman, ketua kegiatan mengatakan sebelum pemilihan telah diadakan beberapa rangkaian kegiatan diantaranya adalah debat kandidat dan mimbar bebas.

“Sebelumnya panitia telah menggelar debat kandidat dan mimbar bebas sebagai sosialisasi visi dan misi kepada seluruh elemen MA Walisongo,” bebernya kepada Haedar Nashir, Senin (15/10).

Haedar Nashir

Budiman memaparkan, pemilihan umum ketua IPNU-IPPNU dan OSIS diikuti masing-masing 4 kandidat. Kandidat ketua IPNU yaitu M Habibullah (X A), Fakhurrois Hidayat (X B), Ahmad Auliya Asror (XI IPA) dan M Syihabuddin (XI IPS). Sedangkan IPPNU adalah Maftuhatun Nurul Millah (X A), Maisa Laili Safitri (X B), Nur Isti Uswatun Khasanah (XI IPA) dan Dini Indra Sari (XI IPS).

Untuk OSIS yaitu Mafaza Nur Aliyah (X A), Ahmad Slamet (XI IPS), Ni’matul Munafi’ah (X B) dan Nor Syarifudin (XI IPA).?

Haedar Nashir

“Dari nama-nama yang diajukan untuk menjadi calon ketua IPNU-IPPNU dan OSIS telah kami lakukan seleksi, baik secara administratif maupun wawancara sehingga hasilnya masing-masing organisasi diikuti oleh 4 kandidat terbaik untuk merebutkan satu kursi,” paparnya.

Pendidikan Kewargaan

Waka kesiswaan Muhlisin mengungkapkan, kegiatan bertujuan memberikan civic education (pendidikan kewargaan) kepada pemilih pemula. “Kegiatan ini untuk mempersiapkan pemilih pemula menghadapi pemilihan umum pada tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Muhlisin pemilihan juga berguna untuk mencetak pemilih yang aktif. “Pada pemilihan ini, seluruh siswa kami wajibkan untuk memilih agar pada pemilu-pemilu kedepan siswa akan aktif untuk mengikuti pesta demokrasi sehingga angka golput di negara ini bisa menurun,” imbuhnya.

Hal senada dilontarkan Rohmadi, kepala madrasah. Menurutnya siswa harus dibekali pendidikan kewargaan sejak di bangku sekolah. “Pendidikan Kewarganegaraan yang didapatkan di kelas harus diaplikasikan. Pemilihan Ketua IPNU-IPPNU dan OSIS ini merupakan salah satu aplikasinya,” lontarnya.

Ia berharap kepada seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik. “Siswa-siswi harus mengikuti pemilihan umum dari awal hingga akhir dengan baik sehingga pendidikan kewargaan akan tertanam benar pada diri peserta didik,” harapnya.

Salah satu pemilih, Siti Romdlo Zairotul Ula antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Saya antusias mengikuti pemilihan umum ini, karena baru pertama kalinya di gelar secara langsung,” akunya.

Dari 202 pemilih, IPNU yaitu M Habibullah (48), Fakhurrois Hidayat (14), Ahmad Auliya Asror (94) dan M Syihabuddin (43) dan 3 suara batal. Untuk IPPNU yaitu Maftuhatun Nurul Millah (29), Maisa Laili Safitri (21), Nur Isti Uswatun Khasanah (62) dan Dini Indra Sari (86) dan batal 4 suara.?

Sedangkan OSIS hasilnya Mafaza Nur Aliyah (45), Ahmad Slamet (101), Ni’matul Munafi’ah (4), Nor Syarifudin (49) dan 3 dianggap batal.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah, Nahdlatul, Doa Haedar Nashir

Tanggulangi Narkoba, Muslimat NU Pekalongan Dirikan Rumah Pintar Adiksi

Pekalongan, Haedar Nashir. Kementrian Sosial memberikan apresiasi terhadap kegiatan Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Pekalongan. Hal ini karena Muslimat NU Pekalongan dinilai peduli melakukan gerakan terhadap pencegahan penanggulangan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif (NAPZA) salah satunya dengan mendirikan Rumah Pintar Adiksi.?

Tanggulangi Narkoba, Muslimat NU Pekalongan Dirikan Rumah Pintar Adiksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanggulangi Narkoba, Muslimat NU Pekalongan Dirikan Rumah Pintar Adiksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanggulangi Narkoba, Muslimat NU Pekalongan Dirikan Rumah Pintar Adiksi

Rumah Pintar Adiksi yang didirikan Muslimat NU Pekalongan menempati eks Gedung PCNU Jalan Dr Sutomo Kota Pekalongan yang dalam pelaksanaanya rumah pintar terebut akan menjadi pusat rehabilitasi berbasis agama, juga menjadi pilot projek di Kementrian Sosial RI.

Direktorat Jendral Rahabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Waskito Budi Kusumo mengatakan, Kemensos sangat mengapresiasi terhadap Muslimat NU Kota Pekalongan ini, karena gagasanya untuk mendirikan rumah rehabilitasi narkoba.?

“Rumah Pintar Adiksi di Pekalongan ini dalam waktu dekat akan segera dilakukan bimtek, diharapkan agar langkah yang dilakukan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, jangan sampai ada salah langkah dan lain sebagainya,” tandasnya, saat peresmian Rumah Pintar Sahabat Adiksi dan Kampung Pelopor Indonesia Tanpa Narkoba, Muslimat NU Kota Pekalongan, Sabtu (17/6)

Haedar Nashir

Dikatakannya, peran dan kiprah Muslimat NU begitu sangat strategis dalam membina keluarga, kedekatannya terhadap anak-anak dalam setiap hari menjadi penentu dalam pencegahan dan penyalahgunaan terhadap narkoba.?

“ Kemensos RI, sangat menginginkan di daerah lain pun seperti di Pekalongan ini, karena narkoba di seluruh Indonesia telah menjarah kehidupan banyak kalangan,”tandasnya.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Pekalongan Hj Nur Khikmah kepada Haedar Nashir menjelaskan bahwa pendirian Rumah Pintar Adiksi tersebut tidak lepas dari dorongan oleh Pimpinan Pusat Muslimat NU, yang dilatarbelakangi dengan dibentuknya Laskar Anti Narkoba.?

"Awalnya ide untuk membuat Rumah Pintar Adiksi ini muncul sepulang dari bimtek, yang diadakan oleh pimpinan pusat di Bekasi Jawa Barat. Sepulangnya langsung kita sikapi dengan melakukan audiensi pemerintah daerah, yang saat itu wakil walikota mendukung sepenuhnya," ungkapnya.

lebih Lanjut ? Nur Khikmah mengatakan, para ibu-ibu muslimat sangat khawatir melihat fakta di lapangan. Banyak di desa-desa yang sudah menjadi korban dan bahkan ada yang menjadi bandar, padahal anak-anak tersebut dari segi pengetahuan agama dan pendidikan lumayan cukup.?

Haedar Nashir

“Sebagai gerakan awal di setiap pengajian rutin hari jumat di masing-masing kelurahan se Kota Pekalongan, selalu disampaikan tentang bahaya narkoba dan juga dilakukan seminar di kalangan pengurus,”imbuhnya.

Nur Khikmah menambahkan, kerja keras yang dilakukan Muslimat NU sekarang mendapat titik terang, sebab gagasan untuk mendirikan rumah pintar adiksi akhirnya terwujud, setelah berkerjasama dengan Institusi Penerima Wajib Lapor ( IPWL) Al Malaa. Bahkan rumah rehabilitasi berbasis psikologi dan agama diresmikan Langsung oleh Direktorat Jendral Rehabilitasi Sosial Kemesnsos RI, sekaligus sebagai pilot project.

Dalam pelaksanaan Rumah Pintar Adiktif yang dikelola Muslimat NU nantinya akan mendapat banyak dukungan, baik dari instansi terkait, dan juga dari internal di Nahdlatul ulama, seperti GP Ansor, Fatayat NU, IPNU IPPNU dan lembaga di lingkungan NU yang salama ini juga telah melakukan kegiatan preventif melalui penyuluhan tentang bahaya narkoba. ( Nafi / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nusantara Haedar Nashir

PCNU Sumedang Laksanakan Muskercab II

Sumedang, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang pada Sabtu (2/2) melaksanakan kegiatan Musyawarak Kerja Cabang (Muskercab) II di Hotel Kencana Sumedang. 

Kegiatan ini juga melibatkan banom, lanjah dan lembaga yang ada di PCNU Kabupaten Sumedang. 

PCNU Sumedang Laksanakan Muskercab II (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumedang Laksanakan Muskercab II (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumedang Laksanakan Muskercab II

Muskercab adalah forum Musyawarah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama yang bertujuan untuk melakukan Perumusan rencana kerja pelaksanaan Program PCNU sekaligus membuat perencanaan strategis baik untuk perbaikan atau penyempurnaan maupun menganulir program agar tetap sesuai dengan kondisi kebutuhan saat ini.

Haedar Nashir

Pembukaan acara dihadiri perwakilan dari aparat pemerintah, kemenag, DPRD, dan bakal calon bupati dan calon wakil bupati yang ada di Kabupaten Sumedang.

Ketua PWNU Jawa Barat H Eman Suryaman membuka acara Muskercab. Ia berpesan agar membuat program yang menyentuh masyarakat. Jika ada musibah seperti banjir dan bencana alam yang, NU harus tampil paling depan supaya akhlaknya NU ditiru dan diikuti oleh masyarakat banyak. 

Haedar Nashir

Lebih jauh ia mengatakan bahwa janganlah membuat kegiatan penyebaran agama Islam yang bertentangan dengan yang biasa dilakukan oleh Wali Songo, tetapi membuat kegiatan yang tidak berbenturan dengan budaya setempat supaya Sumedang dengan moto Tertib Aman Nyaman Dinamis ANGgun (Tandang) dapat terwujud.

Dalam kesempatan lain, ketua PCNU Kabupaten Sumedang, KH Sa’dulloh, SQ sebelum mengawali kata sambutannya, beliau mewakafkan sebuah mobil Toyota kijang untuk kepentingan warga NU. 

Beberapa tahun sebelumnya, ia juga pernah mewakafkan tanah untuk pembangunan gedung MWCNU di salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Sumedang. Hal ini ia ungkapkan bukannya ria atau ingin dipuji orang, tapi ini bentuk kecintaannya terhadap pembangunan NU di Sumedang.

Dalam sambutannya juga, H Sa’dulloh mengatakan kebanggaanya terhadap perkembangan NU di Sumedang. Terbukti dengan terbentuknya seluruh banom, lanjah, dan lembaga NU di Sumedang. Salah satu yang mesti dibanggakan adalah Lembaga Ma’arif NU yang sudah mempunyai 53 sekolah dari mulai tingkat RA sampai ke tingkat SLTA. Malahan sekarang lagi merintis STAI NU yang sudah berjalan 2 tahun. Ia selalu berharap NU di Sumedang dari tahun ke tahun semakin maju dan terus berkembang.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ayi Abdul Qohar

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hadits Haedar Nashir

Besok, JATMAN Jateng Adakan Manaqib Kubro

Sukoharjo,Haedar Nashir. Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (JATMAN) Idaroh Wustho Jawa Tengah, akan mengadakan pertemuan yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Anwar Sarang Kabupaten Rembang, Ahad (15/9) besok atau bertepatan dengan 9 Dzulqoidah 1434 H.

Besok, JATMAN Jateng Adakan Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, JATMAN Jateng Adakan Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, JATMAN Jateng Adakan Manaqib Kubro

Para peserta yang diundang yakni para pimpinan pengurus JATMAN Jateng diantaranya KH Dzikron Abdullah dan KH Latif Mastur Ihsan, perwakilan JATMAN se-Jateng, Muslimat Thoriqoh, Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (MATAN) dan tamu undangan lain.

Dalam kegiatan tersebut selain diadakan berbagai pertemuan yang akan membahas agenda organisasi, juga diselenggarakan kegiatan manaqib dan bahstul masail. Yang khas dari bahtsul masail warga thoriqoh ini, tentu meliputi permasalahan kethoriqohan, disamping juga membahas permasalahan yang berkaitan dengan fiqih (syariah).

Haedar Nashir

Salah satu peserta yang dihubungi Haedar Nashir, Idaroh Syu’biyyah Sukoharjo, mengatakan akan mengikuti acara tersebut. “Rencana kami akan berangkat malam Ahad, rombongan dari Sukoharjo kita akan naik 5 mobil,” papar Sekretaris JATMAN Sukoharjo, Mukhlis Suranto.

Haedar Nashir

Suranto menerangkan agenda acara pada kagiatan besok, yakni pada siang harinya akan diadakan sejumlah pertemuan dan bahtsul masail. Sedangkan pada malam harinya akan diisi dengan kegiatan manaqib kubro.

Dan kemungkinan, acara akan ditutup dengan wejangan yang akan disampaikan oleh Rais A’am JATMAN, Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir

Jumat, 29 Desember 2017

Dua Tantangan NU Saat ini

Jepara, Haedar Nashir. Ketua Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBHNU) Kabupaten Jepara Hindun Anisa mengatakan, sebagai organisasi, NU di era globalisasi ini menghadapi banyak tantangan. Di antaranya tantangan di bidang informasi dan Islam "radikal" dan "liberal".

“Website di internet banyak dikuasai oleh kelompok bukan NU,” katanya pada Sarasehan “Mengapa Harus NU?” yang dilaksanakan PAC IPNU-IPPNU Nalumsari di Kampus 2 SMK Terpadu Hadziqiyah desa Tritis kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara, Ahad (08/3).

Dua Tantangan NU Saat ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Tantangan NU Saat ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Tantangan NU Saat ini

Menurut dia, warga NU yang mengakses kaidah agama di internet akan bersinggungan dengan media-media non-NU sehingga sudah saatnya kiai dan santri melek internet.

Haedar Nashir

Tantangan kedua, lanjut perempuan yang sering disapa Neng Hindun, ini NU berhadapan dengan Islam radikal dan liberal.Paham keagamaan NU yang menganut konsep tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), i’tidal (adil) dan tasamuh (toleransi) itu yang membuat negara adikuasa tidak suka dengan kebesaran NU di Nusantara.

Haedar Nashir

Pantas saat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi Presiden ke-4 RI, tegas Neng Hindun, negara adikuasa itu tidak rela orang NU memimpin bangsa. Negeri penguasa itu, tidak pernah memuji Gus Dur namun terus-menerus menjelek-jelekkan putra KH Wahid Hasyim tersebut hingga lengser.

Segala macam cara dilakukan media Barat tersebut. “Mereka (Barat, red) membangun wacana, waktu itu Gus Dur ialah antek Amerika. Padahal saya meyakini kelompok radikal yang menjelek-jelekkan Gus Dur ini suruhan mereka,” sambungnya.

Ia juga menyebut NU mempunyai peran untuk merebut kemerdekaan. Sehingga? organisasi yang bermakna kebangkitan ulama ini bersiteguh untuk mempertahankan NKRI. Kelompok-kelompok yang hendak mengobok-obok eksistensi NKRI sama dengan berhadapan NU.

Misalnya saja Kongres Umat Islam Indonesia yang dilaksanakan di Yogyakarta belum lama ini merupakan contoh kelompok yang hendak mengganti Pancasila sebagai dasar negara dan diganti dengan Islam.

Padahal pada Munas Alim Ulama 1983, lanjut istri KH Nuruddin Amin, itu cukup menegaskan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Karena itu, pembicara lain, Mustaqim Umar menyatakan menjadi orang NU harus bangga. “Tidak usah getun menjadi warga NU. Tunjukkan ke-NU-an kita. Kita harus yakin orang NU berkualitas,” terang Sekretaris LPNU Jepara.

Sebab, kata Mustaqim, NU sangat dihormati dunia dikenal sebagai penebar Islam rahmatan lil alamin. Diterimanya organisasi rahmatan lil alamin di mata dunia lantaran menggunakan pendekatan ala Indonesia.

Kegiatan yang diawali sambutan pengasuh Pesantren Hadziqiyah KH Chayatun Abdullah Hadziq. pada kesempatan itu ia mengatakan, jamiyyah NU yang didirikan KH Hasyim Asyari dan kiai-kiai lain merupakan organisasi untuk mengenal Tuhan Yang Maha Esa. Lebih dari itu, ormas yang dilahirkan 1926 itu merupakan organisasi untuk menyelamatkan bangsa dan negara.

kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari pelajar dan delegasi Banom NU tersebut merupakan pamungkas rangkaian Harlah IPNU ke-61 dan IPPNU ke-60 dari 02 Februari hingga 08 Maret 2015 yang meliputi Ziarah, Karnaval, Bakti Sosial dan Santunan Yatama. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Ubudiyah, Daerah Haedar Nashir