Jumat, 19 Maret 2010

Menag Ajak Pesantren Kembangkan Dakwah Lewat Internet

Lirboyo, Haedar Nashir. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak masyarakat pesantren untuk memenuhi konten-konten internet dengan nilai-nilai baik yang diajarkan oleh para kiai pesantren. Sejalan dengan itu, Menag berharap masyarakat pesantren dapat melakukan inovasi strategi dakwah Islamiyah yang ramah di bumi Nusantara.?

Menag Ajak Pesantren Kembangkan Dakwah Lewat Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Ajak Pesantren Kembangkan Dakwah Lewat Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Ajak Pesantren Kembangkan Dakwah Lewat Internet

Menurutnya, dakwah ke depan tidak hanya dilakukan secara konvensional, tapi juga sudah harus memanfaatkan perangkat teknologi. demikian berita yang dilansir dari situs kemenag.go.id

“Saya berharap alumni pesantren jangan gagap teknologi. Umat yang mesti dilayani bukan cuma berada di masjid, tapi juga di dunia maya, internet, seperti facebook, twitter, dan lainnya,” harap Menag saat memberikan sambutan pada Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) III Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) dan Rakernas Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) di Aula Mu’tamar, Pesantren Lirboyo, Kediri, Senin (25/05) malam.

Haedar Nashir

Hadir pada kegiatan yang mengambil tema “Menjalin Ukhuwwah Demi Berkhidmah untuk Umat dan Bangsa”, para Pengasuh dan Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Marwan Jakfar, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, para pengurus cabang Himasal seluruh Indonesia, serta ribuan alumni dan santri Pesantren Lirboyo.

Haedar Nashir

“Penuhilah konten-konten di internet dengan hal-hal baik yang diajarkan para kiai pesantren. Hapus dahaga para pencari ilmu dan wacana keislaman dengan konten yang bermutu dan ajaran yang benar,” tuturnya sembari mengingatkan bahwa jangan sampai para pencari referensi justru mendapatkan asupan konten yang bertentangan dengan Islam rahmatan lil alamin.

Selain itu, Menag juga berharap para alumni pesantren mampu meneruskan semangat transformasi KH Hasyim Asy’ari dan para sesepuh pesantren. Upaya transformasi, menurut Menag sangat diperlukan dalam menghadapi era Masyarakat Akonomi ASEAN (MEA). ?

“Kita harus siap beradaptasi dengan tren pertumbuhan ekonomi. Industiaslisasi dan modernisasi semakin menggeliat dan kita tidak boleh diam,” katanya.

Selain membentengi masyarakat dari dampak buruk industriaslisasi dan modernisasi, Menag berharap pesantren juga dapat menyuplai kebutuhan SDM seiring pertumbuhan ekonomi.?

“Pesantren diharapkan tak cuma menghasilkan ahli doa dan ahli kitab kuning, tapi juga ilmuan, pengusaha, dan tenaga teknis yang salih dan berintegritas,” harap Menag.

Meski demikian, Menag menggarisbawahi bahwa proses modernisasi lembaga pesantren tidak boleh melunturkan karakter dan jati diri peantren itu sendiri sebagai lembaga tafaqquh fiddin dan lembaga pembentuk karakter bangsa.?

“Transformasi pesantren senantiasa memlihara dan mempertahankan karakter pesantren sesuai jargon almuhafadhatu ‘ala al-qadim al-shalih wa al akhdzu bi al jaded al ashlah,” terang Menag. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Haedar Nashir

Senin, 15 Maret 2010

Benarkah Peradaban Maju Dilihat dari Perkembangan Teknologi?

Bogor, Haedar Nashir. Di zaman modern seperti sekarang, di mana teknologi menjadi mercusuar dalam mengukur kemajuan sebuah bangsa, justru tidak banyak yang memahami bahwa inti dari kemajuan sebuah negara adalah bagaimana mereka mampu mempertahankan identitas kebangsaannya.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Unit Kerja (UKP) Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) Yudi Latif, Sabtu (26/7) saat mengisi Seminar Nasional dalam Program Pengenalan Studi dan Almamater (Propesa) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia di Kampus Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Benarkah Peradaban Maju Dilihat dari Perkembangan Teknologi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Benarkah Peradaban Maju Dilihat dari Perkembangan Teknologi? (Sumber Gambar : Nu Online)

Benarkah Peradaban Maju Dilihat dari Perkembangan Teknologi?

Dalam seminar bertajuk Merajut Kebhinnekaan dalam Bingkai Politik Kebangsaan, Yudi Latif mengungkapkan teori tiga lapisan peradaban yang dikemukakan oleh Sejarawan Arnold Toynbee, yaitu lapisan terluar Ilmu dan Teknologi, ke dalam lagi ada Etika, dan lebih dalam ada agama atau spiritualitas.

“Jadi nilai-nilai agama atau spiritualitas menjadi inti dari sebuah peradaban atau kebuadayaan,” jelas penulis buku Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila ini di hadapan sekitar 450 mahasiswa UNU Indonesia peserta Propesa.

Menurutnya, visi keagamaan inilah yang tertuang dalam prinsip agung bernama Pancasila yang dirancang oleh para pendiri bangsa. Meskipun Indonesia mendasarkan diri pada nilia-nilai agama, tetapi bangsa yang majemuk ini tidak menjadikan agama sebagai dasar negara secara formal, melainkan mengisi setiap sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Haedar Nashir

Visi keagamaan ini, menurut Yudi Latif, juga tidak menjadikan tradisi dan budaya lokal sebagai identitas bangsa tergusur, tetapi justru diperkuat berdasarkan keyakinannya masing-masing. Alasan inilah yang turut mempertegas kemajuan peradaban bangsa Indonesia yang mendasarkan diri pada nilai-nilai keagamaan yang moderat.

“Namun, masyarakat justru menilai bahwa kemajuan bangsa diukur dari perkembangan teknologi yang sesungguhnya hanya menjadi lapisan terluar dari sebuah peradaban,” ucap Doktor lulusan Australian National University (ANU) ini.

Tapi, ia sendiri menyadari hal ini menunjukkan ada perbedaan ukuran dalam menilai kemajuan peradaban sebuah negara.

Selain Yudi Latif, hadir di Seminar Nasional dalam rangka Propesa Unusia ini, Rektor Unusia Prof M. Maksum Mahfoedz, Wakil Rektor III Unusia KH M. Mujib Qulyubi, Guru Besar Sosiologi Unair Prof Musta’in Mashud, dan Ketua Umum DPP PKB A. Muhaimin Iskandar. (Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Halaqoh, Nahdlatul Haedar Nashir

Senin, 08 Maret 2010

Sambut Harlah, Pelajar NU Jateng Ajak Netizen Kirim Foto dan Video

Solo, Haedar Nashir. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Tengah mengajak para pengguna sosial media untuk ikut serta menyemarakkan hari lahir (Harlah) IPNU ke-63 dengan mengirim foto dan video melalui akun instagram.

Sambut Harlah, Pelajar NU Jateng Ajak Netizen Kirim Foto dan Video (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, Pelajar NU Jateng Ajak Netizen Kirim Foto dan Video (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, Pelajar NU Jateng Ajak Netizen Kirim Foto dan Video

“Teknisnya, kader IPNU-IPPNU maupun masyarakat umum bisa mengirimkan foto maupun video yang menarik dan kreatif, berisi ucapan Harlah IPNU ke-63, lewat? akun Instagram-nya, kemudian dimention ke akun resmi PW IPNU Jateng,” terang pengurus Bidang Sosial Media dan Penyiaran PW IPNU Jateng Muhammad Nuskan Abdi, Kamis (16/2).

Ditambahkan dia, karya yang telah dikirim akan diumumkan pemenangnya setelah tanggal 3 Maret 2017. Para pemenang tiap kategori akan mendapatkan hadiah yang menarik dari panitia.

Haedar Nashir

“Jangan lupa diberikan keterangan atau keterangan gambar yang dikirim. Sertakan juga hashtag #ipnujateng, #harlahIPNU63 dan #videoharlahipnujateng,” ujar dia.

Haedar Nashir

Abdi juga berharap pada momentum Harlah IPNU yang ke-63, IPNU tetap eksis untuk belajar berjuang dan bertaqwa dalam mempertahankan Islam ala Aswaja an-Nahdhiyyah dan NKRI di dalam gempuran budaya luar dan radikalisme. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, Habib, Khutbah Haedar Nashir

Rabu, 24 Februari 2010

Ghasab Akses Internet

Assalamu’alaikum wr. wb. Redaksi yang terhormat, bagaimanakah hukumnya meng-hack jaringan internet yang beredar di luaran sehingga kita bisa ikut menikmati layanan internet dari hasil hack tersebut? Wa’alaikum salam wr. wb. (Hasibulah)

Jawaban

Ghasab Akses Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Ghasab Akses Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Ghasab Akses Internet

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Mungkin yang dimaksudkan dengan pertanyaan di atas adalah mengakses jaringan internet orang lain dengan terlebih dahulu membobol password-nya.  

Haedar Nashir

Bahwa zaman sekarang kebutuhan terhadap internet memang tak dapat terelakkan. Kita rela mengeluarkan uang untuk mendapatkan layanan internet. Namun di tempat-tempat tertentu kita bisa mengaksesnya dengan gratis. Maraknya internet di satu sisi membawa dampak yang positif, tetapi di sisi lain juga membawa dampak yang negatif.

Bahkan dengan segala cara acapkali ditempuh untuk mendapatkan layanan internet, termasuk meng-hack jaringan internet, dengan cara membobol password-nya. Jika tidak dipassword, maka tidak ada persoalan, karena pemiliknya memang menyediakan layanan tersebut untuk bisa dinikmati semua orang. Tetapi jika dipassword kemudian kita menjelbolnya tanpa sepengetahun yang punya maka ini jelas bermaslah. 

Haedar Nashir

Dalam pandangan kami meng-hack jaringan internet adalah termasuk dalam kategori ghasab yang jelas-jelas diharamkan. Sebab, itu bagian mengambil hak orang lain dengan cara yang tidak dibenarkan. “Hak” dalam konteks ini bukan hanya mencakup soal harta benda, tetapi juga yang lainnya, termasuk di dalamnya jaringan internet.  

          ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Penjelasan Tentang Ghasab. Ghasab secara bahasa adalah mengambil sesuatu secara zhalim, sedang menurut syara` adalah menguasai hak orang lain dengan cara yang tidak benar. Sedangkan pengertian “hak” disini mencakup harta-benda dan selainnya” (Muhammad az-Zuhri al-Ghamrawi, as-Siraj al-Wahhaj ‘ala Matn al-Minhaj, Bairut-Dar al-Fikr,tt, h. 266)

Demikian penjelasan singkat yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat, dan kita termasuk golongan orang-orang bertakwa. (Mahbub Ma’afi Ramdlan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam Haedar Nashir

Senin, 15 Februari 2010

PMII Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

Pontianak, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Pontianak bekerja sama dengan PCNU Kota Pontianak menggelar  lomba Qiraatul Kutub (baca kitab kuning) di Gedung Pemuda KNPI di Jalan Sultan Abdurrahman, Sabtu (19/5/2012).

PMII Gelar Lomba Baca Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Gelar Lomba Baca Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

Peserta pada lomba berasal dari pondok pesantren seluruh Kota Pontianak yang berjumlah 24 peserta yang terdiri dari santri dan santriwati. Kegiatan lomba dibuka oleh Ketua PC NU Kota Pontianak, Nur alam S.Ag dan Ketua PC PMII Kota Pontianak, Suryadi.

Suryadi dalam sambutannya mengatakan, lomba kitab kuning diadakan lebih untuk menggali literatur-literatur klasik Islam yang menyimpan pengetahuan yang mendalam terkait khazanah referensi Islam.

Haedar Nashir

"Selain itu, lomba kitab kuning digelar untuk memacu semangat belajar santri dan santriwati pada kitab kuning. Sebab, ragam corak pengetahuan tentang islam yang bersumber dari pemikir-pemikir islam dahulu masih relevan tatkala dikaitkan dengan realitas problema kemasyarakat kini," ungkapnya, Sabtu.

Haedar Nashir

Lomba qiraatul kutub tersebut memperebutkan piala tetap PCNU Kota Pontianak. Bertindak sebagai juri, Dosen STAIN Pontianak sekaligus pengurus tim bahtsul masail PWNU Kalbar, Saiful Hilmi M Si dan Kader PMII, Abdul Ghani.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : tribunpontianak

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Humor Islam, Pendidikan Haedar Nashir

Kamis, 11 Februari 2010

PBNU Minta Pemerintah Lakukan Pemerataan Ekonomi

Cirebon,Haedar Nashir

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta kepada pemerintah untuk tidak hanya menekankan pertumbuhan ekonomi, tapi pemerataan. Menurut dia, jangan sampai kekayaan Indonesia hanya dikelola oleh konglomerat saja.

“Dulu ada KUR (Kredit Usaha Rakyat, red.), saya pulang ke desa ini, bertanya ke tangga, ‘pernah nggak dapat?’ ‘Nggak?’ Eh, yang dapat Haji Abu Bakar yang sudah punya agunan, KUR gagal, tidak tepat sasaran,” katanya pada pembukaan Rapat Pleno PBNU 2016 di Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Ahad (24/7). ?

PBNU Minta Pemerintah Lakukan Pemerataan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Pemerintah Lakukan Pemerataan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Pemerintah Lakukan Pemerataan Ekonomi

Kiai Said meminta agar pemerintah memperhatikan dan mendukung ekonomi kerakyatan sebab hal itu sangat fundamental dari ekonomi bangsa ini, bukan ekonomi ala konglomerat.

Haedar Nashir

Ia mencontohkan, ekonomi kerakyatan itu tidak didukung saja terus bergerak dan berjalan. Contohnya di malam Jumat di makam Sunan Gunung Jati, bisa milyaran rupiah uang berputar.

Oleh karena itu, sambungnya, NU selalu berusaha membangun kekuatan rakyat dari sisi agama, budaya, dan ekonomi.

Haedar Nashir

Sementara Ketua Panitia Pleno PBNU H Eman Suryaman lebih rinci menegaskan soal pemerataan tersebut. Menurut dia, saat ini 50 persen kekayaan Indonesia dikelola oleh 1 persen penduduk Indonesia.

Dari 1 persen tersebut, kata dia, bila diperas lagi, yang menguasai 30 orang konglomerat. Hal Inilah yang menyebabkan terjadinya ketimpangan ekonomi.

“Maka kita harus mencari jalan keluar, memberikan masukan kepada pemerintah, bagaimana konsep dan solusinya,” katanya di Aula Utama Rapat Pleno yang bertema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Kemandirian Ekonomi Warga” yang berlangsung 23-25 Juli ini.

Karena itulah, lanjut dia, Pleno PBNU kali mengangkat tema kemandirian. Artinya ke depan harus ada pemerataan ekonomi dengan berupaya menciptakan pengusaha-pengusaha baru dari kalangan bawah menjadi menengah.

Salah satu tawaran strategi dalam mengupayakan hal itu adalah memberikan kemudahan akses kepada warga, khususnya permodalan dan perizinan supaya ada kalangan pengusaha baru. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah Haedar Nashir

Selasa, 26 Januari 2010

Perpisahan Kelas, Sekolah Ini Khatamkan 30 Kali Al-Quran

Banjar, Haedar Nashir - Ratusan siswa dan alumni Madrasah Aliyah Al-Azhar Kota Banjar menggelar perpisahan kelas dan Isra Miraj. Pada kesempatan ini mereka merampungkan Al-Quran sebanyak 30 kali khatam sejak pagi sekitar pukul 5.30-9.00 WIB di ruang kelas serta halaman sekolah, Rabu (11/5).

Menurut Ketua Panitia Irfan Saeful Rohman, sebanyak 142 siswa yang telah dinyatakan lulus perlu mendapatkan dorongan motivasi dari guru, orang tua, serta lingkungan menuju jenjang selanjutnya.

Perpisahan Kelas, Sekolah Ini Khatamkan 30 Kali Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpisahan Kelas, Sekolah Ini Khatamkan 30 Kali Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpisahan Kelas, Sekolah Ini Khatamkan 30 Kali Al-Quran

"Usaha kita upayakan para siswa melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Doa pun kita panjatkan melalui khataman ini agar mereka dipermudah jalannya oleh Allah," terangnya kepada Haedar Nashir.

Irfan berharap melalui kegiatan ini siswa senantiasa cinta terhadap agama dan NKRI. Pasalnya, siswa yang telah lulus juga perlu mendapatkan arahan agar tidak terjebak paham yang tidak jelas arahnya.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

"Semua alumni selalu kita kumpulkan dalam momentum tertentu. Intinya agar kita tahu perjalanan para alumni sekolah ini," pungkasnya.

Kepala sekolah Al-Azhar Drs KH Muin Abdurrohim menegaskan, siswa yang telah lulus diimbau untuk memegang teguh ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

"Saya berpesan semua alumni MA Al-Azhar senantiasa dekat dengan pesantren, dekat kiai serta wajib menjaga keutuhan NKRI dari segala paham transnasional yang bertentangan dengan Pancasila," tegasnya.

Dari informasi yang dihimpun Haedar Nashir, sebanyak 31 siswa telah diterima di perguruan tinggi yang ada di Indonesia melalui jalur program SNMPTN. (Muhafid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Amalan Haedar Nashir