Sabtu, 27 September 2014

Halal Bihalal NU Bululawang: Laporan Tahunan Sampai Pelantikan

Malang, Haedar Nashir

Warga NU Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur menggelar halal bihalal di Aula Pertemuan PG Krebet Baru. Agenda rutin tiap tahun tersebut dihadiri ribuan warga NU dan pengurus lembaga dan banomnya, santri, dan masyarakat umum. Selain pengurus MWCNU, hadir anggota Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Pergunu dan LP Ma’arif, dan anggota IPNU dan IPPNU.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PBNU yang menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur H. Syaifullah Yusuf tersebut didahului dengan laporan kegitan MWCNU Bululawang selama setahun. Laporan tersebut disampikan Ketua MWCNU H. Ahmad.

Halal Bihalal NU Bululawang: Laporan Tahunan Sampai Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Halal Bihalal NU Bululawang: Laporan Tahunan Sampai Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Halal Bihalal NU Bululawang: Laporan Tahunan Sampai Pelantikan

Panitia Halal bihalal yang berlangsung Ahad (7/8) Hasan Bashori, mengatakan, kegiatan tersebut diharapakan menjadi forum silaturrahim antarbanom NU. Silaturahim menjadi ajang meningkatkan keberlangsungan dan keaktifan NU dalam perjuangan li ilalikalimatillah ala manhaj ahlussunnah wal-jamaah an-nahdliyah. Serta lebih mensinergikan program-progaram kerja serta memfokuskan dalam masalah tindakan preventif dari rongrongan akidah dari kalangan lain.

Haedar Nashir

Rais Syuriyah MWCNU Bululawang KH Syamsul Ma’arif memberikan wawasan keorganisasian. Menurut dia, kuantitas NU yang besar harus diiringi dengan menjadikan organisasi ini lebih baik dan menarik bagi warga NU sendiri dan warga lain.

Untuk tujuan itu, kata dia, sebaiknya didahului dengan menjadi pribadi yang menarik sehingga orang lain mudah terpikat. Tentunya menjadi pribadi menarik harus berkaca pada yang diajarkan Rasulullah, yaitu dengan akhlak yang baik dan berpengetuhuan yang luhur.

Haedar Nashir

Halal bihalal tersebut diwarnai dengan kegiatan lain yaitu pelantikan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Bululawang masa khidmah 2016-2018. Kepengurusan tersebut terbentuk hasil Konferancab VIII di Pondok Pesantren Irsyadut Tholibin Senggrong pada18 Juni lalu. Konferancab tersebut mengamanahkan Wildan Arifullah sebagai Ketua IPNU dan Devi Safitri sebagai Ketua IPPNU.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelepasan calon jamaah haji. Para calon “tamu Allah” ini didoakan alim ulama dan para hadirin agar menjad haji yang mabrur. (Luthfie Muhammad/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam Haedar Nashir

Bangun ‘Kantin Kejujuran’, SMK NU Sidoarjo Latih Siswa Hidup Jujur

Sidoarjo, Haedar Nashir. Kantin yang berada di Sekolah Menengah Kejuruan Plus Nahdlatul Ulama (SMK Plus NU) Sidoarjo ini setiap harinya selalu menerapkan sifat dan sikap jujur dalam melakukan transaksi jual beli yakni dengan menciptakan kantin yang diberi nama ‘kantin kejujuran’.

Meskipun di belakang sekolah tersebut terdapat beberapa kantin, namun kantin kejujuran ini tetap menjadi rujukan bagi para siswa untuk mencari kebutuhan sekolah. Di dalamnya terdapat beberapa macam barang dagangan seperti obat-obatan (sirup dan lainnya), buku, pulpen, makanan ringan, air mineral, nasi bungkus, dan sebagainya.

Bangun ‘Kantin Kejujuran’, SMK NU Sidoarjo Latih Siswa Hidup Jujur (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun ‘Kantin Kejujuran’, SMK NU Sidoarjo Latih Siswa Hidup Jujur (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun ‘Kantin Kejujuran’, SMK NU Sidoarjo Latih Siswa Hidup Jujur

Kantin yang mempunyai ukuran 3x6 meter itu dibangun sejak tahun 2014 lalu. Menurut Ketua OSIS SMK plus NU Sidoarjo Tri Dewi Nurjanah kelas XI Farmasi mengatakan, bahwa sekolah membiasakan berlaku dan berprilaku jujur sehingga bisa terwujud hingga ke masyarakat luas.?

Haedar Nashir

"Hal ini tidak lain untuk membiasakan kejujuran. Karena dengan kebiasaan itu nanti kedepannya akan jujur terus. Dan selama ini alhamdulillah tidak ada yang tidak jujur," tuturnya, Rabu (25/3).

Sementara itu, Kepala SMK Plus NU Sidoarjo M Fathul Jinan mengatakan, bahwa dengan adanya kantin kejujuran itu para siswa tidak lagi membeli apa yang menjadi kebutuhannya di tempat lain. Dengan adanya kantin kejujuran ini mereka akan menerapkan dan membiasakan jual beli dengan jujur.

Haedar Nashir

"Target kami adalah untuk melatih riyadho dalam kehidupan sehari-hari. Karena dengan membiasakan berbuat dan bersikap jujur, dalam kehidupan sehari-harinya mereka akan terbiasa jujur. Kelak ketika mereka sudah terjun di masyarakat, untuk berkata dan berbuat jujur pun mereka sudah bisa," ungkap Fathul Jinan. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Amalan, Habib Haedar Nashir

Rabu, 24 September 2014

KH Hasyim Muzadi Dimakamkan Secara Militer Dipimpin Wapres

Jakarta, Haedar Nashir?



KH Said Agil Husin Al Munawar memimpin shalat atas jenazah KH Hasyim Muzadi di Masjid Al-Hikam, Depok, Jawa Barat pada Kamis sore (16/3). Para pelayat antusias mengikuti shalat tersebut sehingga masjid tidak muat.?

Oleh karena itu, sempat ada usulan dari para pelayat untuk melakukan shalat jenazah dua kali. Namun, karena waktu telah sore, keluarga memutuskan satu kali shalat jenazah. Para pelayat yang tidak mendapat tempat di masjid, melakukan shalat jenazah di halaman masjid. Mereka berjajar membentuk barisan rapi.

KH Hasyim Muzadi Dimakamkan Secara Militer Dipimpin Wapres (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi Dimakamkan Secara Militer Dipimpin Wapres (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi Dimakamkan Secara Militer Dipimpin Wapres

Jenazah kemudian dibawa ke lokasi makam yang dipilih Kiai Hasyim semasa hidup, yaitu dekat Pesantren Al-Qur’an di Kompleks Pesantren Al-Hikam. Prosesi pemakaman dilakukan secara militer yang dipimpin Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.?

Beberapa tokoh terlihat mengikuti prosesi tersebut di antaranya Ketua MPR RI H. Zulkifli Hasan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Sosial Hj. Khofifah Indar Parawans, Ketua BNP2TKI H. Nusron Wahid.?

Wartawan dan para fotografer mengabadikan suasana tersebut. Di antara fotografer ada yang naik ke atap bus mengabadikan prosesi itu.

Haedar Nashir

Prosesi pemakaman diliputi suasana agak mendung, tetapi tidak hujan. Sempat gerimis turun, sehingga udara cukup lembab, tapi kemudian berhenti lagi. Angin bertiup semilir mengipasi keringat para pelayat. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Humor Islam, Santri Haedar Nashir

Minggu, 21 September 2014

Kisah Pengalaman Anak Pendeta Wukuf di Arafah

Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Kisah Pengalaman Anak Pendeta Wukuf di Arafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Pengalaman Anak Pendeta Wukuf di Arafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Pengalaman Anak Pendeta Wukuf di Arafah

Artinya: “Haji itu adalah Arafah (wukuf di Arafah) maka barang siapa yang datang sebelum shalat Subuh dari malam jama’ (malam Mudzdalifah yang mengumpulkan semua jamaah haji di sana) maka sempurnalah hajinya...” (HR Tirmizi, al-Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Haedar Nashir

Maksud penggalan hadits tersebut adalah bahwa wukuf di Padang Arafah sedemikian penting melebihi pentingnya rukun-rukun haji lainnya, seperti thawaf mengelilingi Ka’bah di Masjidil Haram, sa’i dari Shafa ke Marwah, dan sebagainya. Seseorang tidak bisa disebut telah melaksanakan ibadah haji jika tidak melaksanakan wukuf ini. Maka mereka yang sakit pun harus datang ke Arafah untuk wukuf meski harus ditandu.

Haedar Nashir

Selain itu, wukuf di Arafah merupakan pertemuan manusia terbesar di dunia yang berlangsung setiap tahun karena pada hari itu seluruh jamaah haji dari seluruh penjuru dunia berkonsentrasi di Arafah. Di Padang Arafah inilah mereka bertemu dan berdoa memohon ridha dan ampunan Allah SWT. Mereka bersimpuh di hadapan Allah dengan harapan-harapan yang sama meskipun mereka berbeda dalam warna kulit, ras, suku, dan bahasa. Di padang Arafah ini pula mereka berbaur menjadi satu dalam kebesaran Allah SWT.

Maka sejatinya esensi dari ibadah haji adalah kesamaan derajat diantara manusia yang disimbolkan dalam pakaian ihram yang tak terjahit. Sedangkan warna putih dari baju ihram itu sendiri menggambarkan kesucian mereka di hadapan Allah SWT. Oleh karena esensi ibadah haji adalah persamaan derajat, maka tidak mengherankan pengalaman spiritual ibadah haji bisa mengubah cara pandang seseorang. Sebagai contoh adalah Malcolm X yang semula sangat rasis kemudian berubah menjadi anti-rasis setelah mendapat pengalaman berharga dari wukuf di Padang Arafah.

Pengalaman tersebut meyakinkan Malcolm X bahwa semua orang adalah sama. Artinya setiap orang adalah setara. Mereka harus saling menghormati dan menghargai satu sama lain meskipun mungkin mereka berbeda dalam hal-hal duniawi, seperti status sosial, warna kulit, budaya, asal usul keturuan dan sebagainya. Hal yang membedakan diantara mereka hanyalah ketakwaan masing-masing kepada Allah SWT. Orang-orang yang telah melaksanakan ibadah haji diharapkan memiliki kesadaran tinggi akan makna kesetaraan ini. Tidak sebaiknya mereka justru lupa akan makna baju ihram yang pernah dipakainya.



Siapakah Malcolm X?



Malcolm X adalah seorang kulit hitam Amerika, anak seorang pendeta Kristen Baptis, yang kemudian memeluk Islam setelah bergabung dengan sebuah organisasi bernama The Nation of Islam. Ini terjadi setelah ia banyak berdiskusi dan membaca buku-buku Islam di balik jeruji besi. Ia dijebloskan ke penjara karena kasus perampokan yang dilakukannya pada tahun 1946 ketika berusia 20 tahun.

Di dalam penjara, ia sangat tertarik terhadap konsep-konsep ajaran Islam. Ia hidup di zaman rasisme Amerika yang berlangsung dari abad 17 hingga tahun 1964 dimana pada waktu itu orang-orang kulit hitam dilarang berbaur dengan orang-orang kulit putih. Mereka diperlakukan secara diskriminatif baik secara sosial, politik, budaya maupun ekonomi.

Sekeluarnya dari penjara pada tahun 1952, ia terus mendalami Islam dan tetap bergabung dengan The Nation of Islam. Organisasi ini terutama beranggotakan orang-orang Afro-Amerika Muslim yang berjuang untuk melepaskan diri dari Amerika Serikat dan berdiri sendiri sebagai negara yang terpisah. Di dalam organisasi ini ia terpilih menjadi juru bicara dan sering memberikan ceramah atau pidato dalam berbagai forum termasuk dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955.



Pengalaman Wukuf di Arafah


Pada tahun 1964, Malcolm X menunaikan ibadah haji di Makkah dan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga sewaktu menjalankan wukuf di Arafah. Malcolm X adalah orang yang sangat benci kepada orang-orang kulit putih sebagai reaksi keras atas sikap diskriminatif mereka terhadap orang-orang kulit hitam. Namun, ia terbengong-bengong di Makkah ketika mendapati banyak orang yang sedang menunaikan ibadah haji ternyata berkulit putih, berambut pirang dan bermata biru.

Kenyataan tersebut sangat mengejutkan dirinya sebab di Amerika hal seperti ini tidak ia jumpai. Hal yang ia ketahui sebelum keberangkatnnya ke Tanah Suci adalah bahwa Islam itu bukan agama untuk orang-orang kulit putih, tetapi untuk mereka yang berkulit hitam seperti dirinya dan orang-orang berkulit warna seperti orang-orang Asia.

Puncak kebingungan Malcolm X yang kemudian memberinya pencerahan adalah ketika berwukuf di Padang Arafah di mana ia makan sepiring dengan orang-orang kulit putih. Ia minum dengan gelas yang sama dengan orang-orang kulit putih. Ia istirahat dan tidur sebantal dengan orang-orang kulit putih. Ia sholat berjamaah dengan orang-orang kulit putih. Ia berdoa bersama orang-orang kulit putih.

Orang-orang kulit putih yang ia jumpai sedang beribadah haji itu adalah orang-orang paling putih diantara yang putih. Mereka bermata paling biru diantara yang bermata biru. Mereka berrambut paling pirang diatara yang berambut pirang. Namun mereka semua beragama Islam.

Di sinilah di Padang Arafah Malcolm X menyadari bahwa apa yang ia pahami tentang Islam sebagaimana yang diajarkan di dalam The Nation of Islam belum atau tidak sesuai dengan Surat Al Hujurat ayat 13 sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan besuku-suku agar kalian saling mengenal.

Kata ? dalam ayat di atas artinya “supaya saling mengenal”. Kata ? itu sendiri berasal dari akar kata ? yang artinya mengenal. Disinilah ada hubungan yang jelas mengapa padang tempat wukuf itu disebut Padang Arafah, yakni karena di padang ini umat Islam seluruh dunia berkumpul menjadi satu pada hari dan tanggal yang sama untuk saling mengenal dengan cara berinteraksi satu sama lain.

Puncak wukuf di Arafah adalah khutbah wukuf. Dalam setiap khutbah wukuf, selalu diperdengarkan khutbah Rasulullah SAW yang pernah beliau sampaikan pada saat melaksanakan Haji Wada` sekitar tahun 10 Hijriyah. Diantara isi khutbah Rasulullah adalah sebagai berikut:

"Wahai manusia, Tuhanmu hanyalah satu dan asalmu juga satu. Kamu semua berasal dari Adam, dan Adam berasal dari tanah. Keturunan, warna kulit, dan kebangsaan, tidak menyebabkan seseorang lebih baik dari yang lain. Orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling takwa. Orang Arab tidak lebih mulia dari yang bukan Arab, sebaliknya orang bukan Arab tidak lebih mulia dari orang Arab. Begitu pula orang berkulit terang dengan orang berkulit hitam; dan sebaliknya orang berkulit hitam dengan orang berkulit terang, kecuali karena takwanya kepada Allah.”

Isi khutbah Rasulullah SAW di atas menyadarkan Malcolm X bahwa Islam yang dia pahami dalam The Nation of Islam belum sesuai dengan Islam yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Islam ternyata adalah agama universal untuk seluruh bangsa tanpa memandang warna kulit. Maka sekembalinya Malcolm X ke Amerika Serikat dan berganti nama menjadi El-Hajj Malik El-Shabazz, ia menyatakan keluar dari organisasi itu dan mengikuti paham Islam Sunni.

Dikenang sebagai Tokoh Perdamaian



Keluarnya Malcolm X dari The Nation of Islam ternyata justru menaikkan reputasinya sebagai tokoh yang menyerukan persaudaraan diantara sesama manusia tanpa rasisme. Ketokohannya hampir menyaingi popularitas Presiden John F. Kennedey pada waktu itu. Ia tampil sebagai tokoh yang bisa diterima banyak kalangan termasuk mereka yang berkulit putih. Di kemudian hari ia mendapat pengakuan dari pemerintah Amerika Serikat sebagai tokoh perdamaian setelah berakhirnya politik rasisme di negara itu.

Nama Malcolm X pun diabadikan menjadi nama sebuah jalan di kota New York setelah ia tewas tertembus peluru pada tanggal 21 Pebrauri 1965 ketika sedang berpidato. Penembakan itu dilakukan oleh sebuah konspirasi politik yang tidak menginginkan reputasinya terus menanjak menyaingi tokoh-tokoh lainnya di Amerika Serikat, termasuk tokoh-tokoh dalam The Nation of Islam sendiri. Tokoh muda Muslim ini wafat dalam usia 39 tahun. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah Haedar Nashir

Sabtu, 20 September 2014

1000 Pendekar Pagar Nusa Siap Hadiri Kongres

Jakarta, Haedar Nashir. Seribu pendekar Ikatan Pencak Silat (IPS) Nahdlatul Ulama atau Pagar Nusa siap menghadiri Kongres II Pagar Nusa yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan Jawa Timur, pada (9-12/7) mendatang.

Menurut Sekretaris Umum Pagar Nusa M. Fathurohman, seribu orang yang akan hadir itu terdiri dari dua jenis peserta yaitu peserta penuh yang memiliki hak suara dan bicara pada kongres; dan  peserta peninjau, yang memiliki hak bicara, saran, tapi tidak memiliki hak suara. 

1000 Pendekar Pagar Nusa Siap Hadiri Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)
1000 Pendekar Pagar Nusa Siap Hadiri Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)

1000 Pendekar Pagar Nusa Siap Hadiri Kongres

Lebih jauh Fathurohman menjelaskan, peserta itu berasal dari Pengurus Wiilayah, dan Pengurus Cabang Pagar Nusa seluruh Indonesia, serta undangan. 

Haedar Nashir

“Pengurus Wilayah Pagar Nusa sekarang sudah 21 wilayah dan 220 Pengurus Cabang. Peserta dari wilayah akan mendelegasikan 5 orang, sedangkan dari PC 3 orang,” ujarnya.

Haedar Nashir

Menurut Fathurohman, cabang-abang Pagar Nusa tersebar luas di seluruh Indonesia melalui jalur kiai-kiai di pesantren, masjid, dan cabang-cabang NU.  

“Setiap kiai di Nusantara, pada dasarnya adalah ahli beladiri silat. Mereka, selain ahli ilmu agama juga ahli beladiri. Dengan demikian, komunikasi pendirian PagarNusa pun melalui kiai dan pesantren,” tambahnya.

Beberapa agenda yang akan digelar pada Kongres II Pagar Nusa bertema Meneguhkan Solidaritas dan Kepatriotan untuk Kewibawaan Bangsa yang Bermartabat ini adalah ceramah umum Menteri Pertahanan Republik Indonesia dengan tema Mempertegas Komitmen Kebangsaan; Partisipasi Pendekar Pagar Nusa dalam Rangka Menjaga Kewibawaan Bangsa Indonesia yang Bermartabat.

Kemudian sarasehan bertema Pencak Silat; Warisan Leluhur yang Hampir Punah? dengan narasumber Menteri Pariwisata RI, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Ketua Umum PB IPSI dan Ketua Umum Pagar Nusa.

Selanjutnya, membahas dunia pengobatan yang akan menyandingkan Permadi dari pengobatan alternatif dan Kementerian Kesehatan RI dari sudut pandang pengobatan modern.

Agenda berikutnya adalah rapat-rapat komisi. Tapi sebelum itu, PBNU akan memberikan pengarahan mengenai Pagar Nusa; Partisipasi Kebangsaan dan ke-NU-an.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul, Pendidikan Haedar Nashir

Jumat, 05 September 2014

Gandeng NU, Baznas Probolinggo Salurkan 1.700 Paket Sembako

Probolinggo, Haedar Nashir. Selama bulan suci Ramadhan 1437 H, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo melakukan pentasyarufan (pendistribusian) Zakat, Infaq dan Sodakoh (ZIS) berupa 1.700 paket sembako kepada kaum dhu’afa se-Kabupaten Probolinggo. Total anggaran yang dikucurkan untuk paket sembako ini mencapai Rp 255.000.000.

“Dari 1.700 paket sembako tersebut, 1.650 paket diantaranya disalurkan ke 330 desa/kelurahan se-Kabupaten Probolinggo. Dimana tiap desa/kelurahan mendapatkan jatah 5 orang kaum dhu’afa. Sementara 50 paket yang lain akan disiapkan sebagai cadangan,” kata Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil.

Gandeng NU, Baznas Probolinggo Salurkan 1.700 Paket Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng NU, Baznas Probolinggo Salurkan 1.700 Paket Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng NU, Baznas Probolinggo Salurkan 1.700 Paket Sembako

Untuk penyaluran paket sembako ini, Baznas bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan. “Diharapkan nantinya penyaluran sembako ini bisa tepat sasaran,” tegasnya.

Selain itu, juga disalurkan 300 paket sembako kepada abang becak dan 100 paket sembako untuk fakir miskin se-Kecamatan Kraksaan. Penyaluran paket sembako ini dilakukan bersamaan dengan peringatan Nuzulul Qur’an di halaman Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan, Jum’at (24/6) sore. Total anggarannya mencapai Rp 22.000.000.

Disamping juga 400 paket sembako untuk masyarakat Kecamatan Kraksaan. Terdiri dari 250 paket untuk janda miskin pesisir pantai, 50 paket untuk abang becak dan 100 paket untuk pedagang emperan Pasar Paiton. Total anggarannya mencapai Rp 22.000.000. Untuk sembako ini diserahkan pada kegiatan buka bersama Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid di Pasar Paiton, Ahad (26/6) sore.

Haedar Nashir

Menurut Muzammil, dana dari pengadaan paket sembako ini diperoleh dari pengumpulan zakat selama bulan suci Ramadhan. Disamping juga mendapatkan limpahan dari pengumpulan zakat Korpri PNS di lingkungan Kabupaten Probolinggo.

“Kalau berbicara tentang zakat, tentunya ini memberikan hak kepada yang berhak menerima. Kita hanya sebatas memfasilitasi antara kewajiban orang yang memenuhi syarat dan menyampaikan kepada yang berhak menerima zakat (mustahiq),” terangnya.

Melalui penyerahan paket sembako ini Muzammil mengharapkan mudah-mudahan muzaqqi (wajib zakat) yang sudah melaksanakan kewajibannya merealisasikan sebagian hartanya menjadi nilai ketaqwaan kepada Allah SWT.

Haedar Nashir

“Dari segi ibadah sosial menunjukkan bahwa zakat itu bukan hanya ritual keagamaan, namun disisi yang lain ada ritual ibadah sosial. “Disamping juga bisa berbagai kebahagiaan bagi fuqoro dan masaqin di hari raya Idul Fitri,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja, AlaSantri Haedar Nashir