Selasa, 06 April 2010

Muslimat NU Bekasi Bentuk Anak Cabang di Kecamatan Setu

Bekasi, Haedar Nashir. Dalam rangka memperkuat strategi perjuangan Muslimat NU di tingkat bawah, Pimpinan Cabang Muslimat NU Bekasi membentuk pimpinan anak cabang baru, tepatnya di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Muslimat NU Bekasi Bentuk Anak Cabang di Kecamatan Setu (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Bekasi Bentuk Anak Cabang di Kecamatan Setu (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Bekasi Bentuk Anak Cabang di Kecamatan Setu

Para pengurus baru Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Setu masa bakti 2015-2020 secara resmi dikukuhkan, Rabu (29/4), di aula Masjid at-Taqwa cluster Prapanca II Grand Resident, Bekasi.

Dalam kesempatan itu, DR Ekawati dari Pimpinan Pusat Muslimat NU yang juga pengagas pembentukan PAC baru tersebut mengingatkan para hadirin akan visi dan misi Muslimat dan karakter khas yang membedakannya dari organisasi-organisasi perempuan yang ada.

Haedar Nashir

Disampaikan bahwa keberadaan Muslimat NU melalui proses yang cukup panjang dan merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dengan sejarah NU plus sejarah perjuangan bangsa. Muslimat dilahirkan oleh NU untuk mengabdi kepada agama, bangsa dan negara dan menyelaraskan kiprah perjuangannya sejalan dengan perkembangan zaman.

“Muslimat NU hadir secara umum dipengaruhi oleh era kebangkitan bangsa dan sekaligus memberi inspirasi tentang pentingnya status perempuan sebagai mitra sejajar pria,” ujanrya.

Haedar Nashir

Hadir pula dalam acara pelantikan Vera Susanti, perwakilan dari Pengurus Cabang Kabupaten Bekasi, serta para tokoh masyarakat setempat. PAC Muslimat Kecamatan Setu diketuai oleh Hj Jauhariyah Hasan, alumni Pesantren Nur el-Kasyaf-Bekasi asuhan Almagfurlah KH Dawam Anwar (mantan Katib Syuriah PBNU era Gus Dur).

Vera Susanti berharap para pengurus baru memaksimalkan potensinya dan mengambil bagian secara aktif dalam gerakan pemberdayaan perempuan dan bukan hanya memenuhi kebutuhan praktis saja. “Muslimat harus mampu menjalankan peran yang strategis, yaitu menciptakan akses bagi masyarakat, khususnya terkait dengan hak dan kewajiban kaum perempuan sesuai dengan nilai-nilai agama,” tuturnya.

Acara pelantikan berlangsung dengan lancar dan khidmat, dimulai pukul 8.30 pagi sampai dengan 12.00 siang. Acara didahului dengan pembacaan rawi, pembacaan ayat suci al-Qur’an, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. (Neneng Hasanah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Kajian Haedar Nashir

Sabtu, 03 April 2010

PWNU Aceh Sambut Kedatangan Ketum PBNU

Banda Aceh, Haedar Nashir. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Aceh mengelar rapat bersama pengurus di kantor PWNU setempat, Selasa (19/11) kemarin dalam rangka penyambutan kedatangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj ke Aceh pada akhir bulan ini.

Rapat kali ini dihadiri beberapa sesepuh PWNU Aceh. Tgk. Asnawi, Sekretaris PWNU Aceh mengatakan, Ketum PBNU dijadwalkan akan menghadiri kunjungan ke Aceh pada Tanggal 29 November 2013 dalam rangkaian kegiatan diantaranya akan bertindak sebagai pemateri pada acara Seminar Internasional yang dilaksanakan oleh panitia Mubes ke-II PB Huda Aceh.

PWNU Aceh Sambut Kedatangan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Aceh Sambut Kedatangan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Aceh Sambut Kedatangan Ketum PBNU

Tgk. H. Faisal Ali, Ketua PWNU Aceh mengatakan, Ketum juga akan memberikan taushiyah kepada warga Nahdiyin di provinsi Aceh sehari setelah acara Huda.

Haedar Nashir

Selain membahas tentang penyambutan Ketum dalam rapat tersebut pengurus PWNU Aceh juga membahas tentang perkembangan lembaga pendidikan NU, kata Abu Faisal. (Tgk Muslem/Anam)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Halaqoh, Humor Islam Haedar Nashir

Jumat, 19 Maret 2010

Menag Ajak Pesantren Kembangkan Dakwah Lewat Internet

Lirboyo, Haedar Nashir. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak masyarakat pesantren untuk memenuhi konten-konten internet dengan nilai-nilai baik yang diajarkan oleh para kiai pesantren. Sejalan dengan itu, Menag berharap masyarakat pesantren dapat melakukan inovasi strategi dakwah Islamiyah yang ramah di bumi Nusantara.?

Menag Ajak Pesantren Kembangkan Dakwah Lewat Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Ajak Pesantren Kembangkan Dakwah Lewat Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Ajak Pesantren Kembangkan Dakwah Lewat Internet

Menurutnya, dakwah ke depan tidak hanya dilakukan secara konvensional, tapi juga sudah harus memanfaatkan perangkat teknologi. demikian berita yang dilansir dari situs kemenag.go.id

“Saya berharap alumni pesantren jangan gagap teknologi. Umat yang mesti dilayani bukan cuma berada di masjid, tapi juga di dunia maya, internet, seperti facebook, twitter, dan lainnya,” harap Menag saat memberikan sambutan pada Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) III Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) dan Rakernas Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) di Aula Mu’tamar, Pesantren Lirboyo, Kediri, Senin (25/05) malam.

Haedar Nashir

Hadir pada kegiatan yang mengambil tema “Menjalin Ukhuwwah Demi Berkhidmah untuk Umat dan Bangsa”, para Pengasuh dan Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Marwan Jakfar, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, para pengurus cabang Himasal seluruh Indonesia, serta ribuan alumni dan santri Pesantren Lirboyo.

Haedar Nashir

“Penuhilah konten-konten di internet dengan hal-hal baik yang diajarkan para kiai pesantren. Hapus dahaga para pencari ilmu dan wacana keislaman dengan konten yang bermutu dan ajaran yang benar,” tuturnya sembari mengingatkan bahwa jangan sampai para pencari referensi justru mendapatkan asupan konten yang bertentangan dengan Islam rahmatan lil alamin.

Selain itu, Menag juga berharap para alumni pesantren mampu meneruskan semangat transformasi KH Hasyim Asy’ari dan para sesepuh pesantren. Upaya transformasi, menurut Menag sangat diperlukan dalam menghadapi era Masyarakat Akonomi ASEAN (MEA). ?

“Kita harus siap beradaptasi dengan tren pertumbuhan ekonomi. Industiaslisasi dan modernisasi semakin menggeliat dan kita tidak boleh diam,” katanya.

Selain membentengi masyarakat dari dampak buruk industriaslisasi dan modernisasi, Menag berharap pesantren juga dapat menyuplai kebutuhan SDM seiring pertumbuhan ekonomi.?

“Pesantren diharapkan tak cuma menghasilkan ahli doa dan ahli kitab kuning, tapi juga ilmuan, pengusaha, dan tenaga teknis yang salih dan berintegritas,” harap Menag.

Meski demikian, Menag menggarisbawahi bahwa proses modernisasi lembaga pesantren tidak boleh melunturkan karakter dan jati diri peantren itu sendiri sebagai lembaga tafaqquh fiddin dan lembaga pembentuk karakter bangsa.?

“Transformasi pesantren senantiasa memlihara dan mempertahankan karakter pesantren sesuai jargon almuhafadhatu ‘ala al-qadim al-shalih wa al akhdzu bi al jaded al ashlah,” terang Menag. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Haedar Nashir

Senin, 15 Maret 2010

Benarkah Peradaban Maju Dilihat dari Perkembangan Teknologi?

Bogor, Haedar Nashir. Di zaman modern seperti sekarang, di mana teknologi menjadi mercusuar dalam mengukur kemajuan sebuah bangsa, justru tidak banyak yang memahami bahwa inti dari kemajuan sebuah negara adalah bagaimana mereka mampu mempertahankan identitas kebangsaannya.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Unit Kerja (UKP) Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) Yudi Latif, Sabtu (26/7) saat mengisi Seminar Nasional dalam Program Pengenalan Studi dan Almamater (Propesa) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia di Kampus Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Benarkah Peradaban Maju Dilihat dari Perkembangan Teknologi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Benarkah Peradaban Maju Dilihat dari Perkembangan Teknologi? (Sumber Gambar : Nu Online)

Benarkah Peradaban Maju Dilihat dari Perkembangan Teknologi?

Dalam seminar bertajuk Merajut Kebhinnekaan dalam Bingkai Politik Kebangsaan, Yudi Latif mengungkapkan teori tiga lapisan peradaban yang dikemukakan oleh Sejarawan Arnold Toynbee, yaitu lapisan terluar Ilmu dan Teknologi, ke dalam lagi ada Etika, dan lebih dalam ada agama atau spiritualitas.

“Jadi nilai-nilai agama atau spiritualitas menjadi inti dari sebuah peradaban atau kebuadayaan,” jelas penulis buku Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila ini di hadapan sekitar 450 mahasiswa UNU Indonesia peserta Propesa.

Menurutnya, visi keagamaan inilah yang tertuang dalam prinsip agung bernama Pancasila yang dirancang oleh para pendiri bangsa. Meskipun Indonesia mendasarkan diri pada nilia-nilai agama, tetapi bangsa yang majemuk ini tidak menjadikan agama sebagai dasar negara secara formal, melainkan mengisi setiap sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Haedar Nashir

Visi keagamaan ini, menurut Yudi Latif, juga tidak menjadikan tradisi dan budaya lokal sebagai identitas bangsa tergusur, tetapi justru diperkuat berdasarkan keyakinannya masing-masing. Alasan inilah yang turut mempertegas kemajuan peradaban bangsa Indonesia yang mendasarkan diri pada nilai-nilai keagamaan yang moderat.

“Namun, masyarakat justru menilai bahwa kemajuan bangsa diukur dari perkembangan teknologi yang sesungguhnya hanya menjadi lapisan terluar dari sebuah peradaban,” ucap Doktor lulusan Australian National University (ANU) ini.

Tapi, ia sendiri menyadari hal ini menunjukkan ada perbedaan ukuran dalam menilai kemajuan peradaban sebuah negara.

Selain Yudi Latif, hadir di Seminar Nasional dalam rangka Propesa Unusia ini, Rektor Unusia Prof M. Maksum Mahfoedz, Wakil Rektor III Unusia KH M. Mujib Qulyubi, Guru Besar Sosiologi Unair Prof Musta’in Mashud, dan Ketua Umum DPP PKB A. Muhaimin Iskandar. (Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Halaqoh, Nahdlatul Haedar Nashir

Senin, 08 Maret 2010

Sambut Harlah, Pelajar NU Jateng Ajak Netizen Kirim Foto dan Video

Solo, Haedar Nashir. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Tengah mengajak para pengguna sosial media untuk ikut serta menyemarakkan hari lahir (Harlah) IPNU ke-63 dengan mengirim foto dan video melalui akun instagram.

Sambut Harlah, Pelajar NU Jateng Ajak Netizen Kirim Foto dan Video (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, Pelajar NU Jateng Ajak Netizen Kirim Foto dan Video (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, Pelajar NU Jateng Ajak Netizen Kirim Foto dan Video

“Teknisnya, kader IPNU-IPPNU maupun masyarakat umum bisa mengirimkan foto maupun video yang menarik dan kreatif, berisi ucapan Harlah IPNU ke-63, lewat? akun Instagram-nya, kemudian dimention ke akun resmi PW IPNU Jateng,” terang pengurus Bidang Sosial Media dan Penyiaran PW IPNU Jateng Muhammad Nuskan Abdi, Kamis (16/2).

Ditambahkan dia, karya yang telah dikirim akan diumumkan pemenangnya setelah tanggal 3 Maret 2017. Para pemenang tiap kategori akan mendapatkan hadiah yang menarik dari panitia.

Haedar Nashir

“Jangan lupa diberikan keterangan atau keterangan gambar yang dikirim. Sertakan juga hashtag #ipnujateng, #harlahIPNU63 dan #videoharlahipnujateng,” ujar dia.

Haedar Nashir

Abdi juga berharap pada momentum Harlah IPNU yang ke-63, IPNU tetap eksis untuk belajar berjuang dan bertaqwa dalam mempertahankan Islam ala Aswaja an-Nahdhiyyah dan NKRI di dalam gempuran budaya luar dan radikalisme. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, Habib, Khutbah Haedar Nashir

Rabu, 24 Februari 2010

Ghasab Akses Internet

Assalamu’alaikum wr. wb. Redaksi yang terhormat, bagaimanakah hukumnya meng-hack jaringan internet yang beredar di luaran sehingga kita bisa ikut menikmati layanan internet dari hasil hack tersebut? Wa’alaikum salam wr. wb. (Hasibulah)

Jawaban

Ghasab Akses Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Ghasab Akses Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Ghasab Akses Internet

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Mungkin yang dimaksudkan dengan pertanyaan di atas adalah mengakses jaringan internet orang lain dengan terlebih dahulu membobol password-nya.  

Haedar Nashir

Bahwa zaman sekarang kebutuhan terhadap internet memang tak dapat terelakkan. Kita rela mengeluarkan uang untuk mendapatkan layanan internet. Namun di tempat-tempat tertentu kita bisa mengaksesnya dengan gratis. Maraknya internet di satu sisi membawa dampak yang positif, tetapi di sisi lain juga membawa dampak yang negatif.

Bahkan dengan segala cara acapkali ditempuh untuk mendapatkan layanan internet, termasuk meng-hack jaringan internet, dengan cara membobol password-nya. Jika tidak dipassword, maka tidak ada persoalan, karena pemiliknya memang menyediakan layanan tersebut untuk bisa dinikmati semua orang. Tetapi jika dipassword kemudian kita menjelbolnya tanpa sepengetahun yang punya maka ini jelas bermaslah. 

Haedar Nashir

Dalam pandangan kami meng-hack jaringan internet adalah termasuk dalam kategori ghasab yang jelas-jelas diharamkan. Sebab, itu bagian mengambil hak orang lain dengan cara yang tidak dibenarkan. “Hak” dalam konteks ini bukan hanya mencakup soal harta benda, tetapi juga yang lainnya, termasuk di dalamnya jaringan internet.  

          ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Penjelasan Tentang Ghasab. Ghasab secara bahasa adalah mengambil sesuatu secara zhalim, sedang menurut syara` adalah menguasai hak orang lain dengan cara yang tidak benar. Sedangkan pengertian “hak” disini mencakup harta-benda dan selainnya” (Muhammad az-Zuhri al-Ghamrawi, as-Siraj al-Wahhaj ‘ala Matn al-Minhaj, Bairut-Dar al-Fikr,tt, h. 266)

Demikian penjelasan singkat yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat, dan kita termasuk golongan orang-orang bertakwa. (Mahbub Ma’afi Ramdlan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam Haedar Nashir

Senin, 15 Februari 2010

PMII Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

Pontianak, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Pontianak bekerja sama dengan PCNU Kota Pontianak menggelar  lomba Qiraatul Kutub (baca kitab kuning) di Gedung Pemuda KNPI di Jalan Sultan Abdurrahman, Sabtu (19/5/2012).

PMII Gelar Lomba Baca Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Gelar Lomba Baca Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

Peserta pada lomba berasal dari pondok pesantren seluruh Kota Pontianak yang berjumlah 24 peserta yang terdiri dari santri dan santriwati. Kegiatan lomba dibuka oleh Ketua PC NU Kota Pontianak, Nur alam S.Ag dan Ketua PC PMII Kota Pontianak, Suryadi.

Suryadi dalam sambutannya mengatakan, lomba kitab kuning diadakan lebih untuk menggali literatur-literatur klasik Islam yang menyimpan pengetahuan yang mendalam terkait khazanah referensi Islam.

Haedar Nashir

"Selain itu, lomba kitab kuning digelar untuk memacu semangat belajar santri dan santriwati pada kitab kuning. Sebab, ragam corak pengetahuan tentang islam yang bersumber dari pemikir-pemikir islam dahulu masih relevan tatkala dikaitkan dengan realitas problema kemasyarakat kini," ungkapnya, Sabtu.

Haedar Nashir

Lomba qiraatul kutub tersebut memperebutkan piala tetap PCNU Kota Pontianak. Bertindak sebagai juri, Dosen STAIN Pontianak sekaligus pengurus tim bahtsul masail PWNU Kalbar, Saiful Hilmi M Si dan Kader PMII, Abdul Ghani.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : tribunpontianak

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Humor Islam, Pendidikan Haedar Nashir