Jumat, 20 Agustus 2010

IPNU Didorong Lakukan Penyiapan Internal dan Kesiapan Mental

Bandung, Haedar Nashir. Isu radikalisme masih terus berlangsung mengemuka di jagat Indonesia, khususnya di dunia pelajar. Begitupun narkoba yang marak disalahgunakan oleh pelajar Indonesia. Hal tersebut mendesak Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) untuk segera menyikapi dan melakukan langkah kongkrit bersama di seluruh tingkatan pimpinan.

“Ada sesuatu yang mendesak yang harus kita sikapi bersama berkaitan dengan isu-isu terkini yang berkaitan dengan dunia kepelajaran sebagaimana segmen garapan IPNU,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Asep Irfan Mujahid dalam sambutannya saat pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2017 IPNU di Grand Hotel Asrilia,  Bandung, Sabtu (18/11).

IPNU Didorong Lakukan Penyiapan Internal dan Kesiapan Mental (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Didorong Lakukan Penyiapan Internal dan Kesiapan Mental (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Didorong Lakukan Penyiapan Internal dan Kesiapan Mental

“Tidak ada pilihan lain kecuali kita segera berkumpul mengkosolidir diri menyatukan gagasan bagaimana merespons berbagai hal tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Presidium Majelis Alumni IPNU Hilmi Muhammadiyah menyampaikan, bahwa tujuan berkumpulnya perwakilan dari setiap wilayah dalam agenda Rapimnas tidak lain guna mempererteguh komitmen terhadap NKRI dan Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

“Memperkuat komitmen terhadap NKRI dan menjaga pengamalan agama Islam tetap pada haluannya,” katanya.

Sementara itu, Deputi II Bidang Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga Asrorun Niam Soleh menyampaikan, bahwa selain dua isu di atas, ada yang lebih penting bagi IPNU, yakni penyiapan internal dan mental.

Haedar Nashir

“Tantangan bersifat luar, mulai kontestasi ideologi dan sejenisnya. Tetapi, pada saat yang lain ada tantangan yang membutuhkan penyiapan internal dan kesiapan mental kita,” katanya.

Menurutnya, saat ini hal-hal yang bersifat ritus dan formal dalam organisasi dan pembelajaran tidak lagi menjadi hal yang terpenting. Lebih penting dari itu, menurutnya, melakukan hal-hal yang bersifat substansial.

“Tren sekarang tidak lagi mengedepankan prinsip-prinsip formalisme di dalam konsolidasi, termasuk juga dalam transmisi ilmu pengetahuan. Sampai kemudian brain washing terjadi itu tidak melalui ruang-ruang yang bersifat formal. Karenanya, sebagai kids zaman now, menjadi penting melakukan adaptasi di tengah perubahan sosial saat ini,” kata Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia itu.

“Pendekatan substansialis jauh lebih penting daripada pendekatan formalisme semata,” lanjutnya.

Haedar Nashir

Lebih jauh, pendekatan substansialis yang Mas Niam, begitu ia akrab disapa, sampaikan adalah tentang penyampaian empat prinsip dasar Nahdlatul Ulama bagaimana bisa diterima oleh pelajar.

“Bagaimana menerjemahkan tasamuh, tawazun, tawasuth, i’tidal tanpa tathorruf, tanpa perlu berlebihan” ungkapnya.

IPNU, menurutnya harus fokus pada hal-hal bersifatsubjektif kepelajaran. Tidak harus terbawa arus sehingga membuatnya tenggelam. “IPNU hadir untuk menjawab tantangan zamannya dengan target grup khusus,” tegas Katib Syuriah PBNU itu.

Rapimnas 2017 IPNU dibuka secara simbolis dengan memainkan angklung oleh Deputi II Kemenpora Asrorun Niam Soleh, Ketua Presidium Majelis Alumni IPNU Hilmi Muhammadiyah, dan Ketua Umum IPNU Asep Irfan Mujahid. (Syakirnf/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Daerah Haedar Nashir

Jumat, 13 Agustus 2010

Masyarakat Cari Caleg Bertanggung Jawab

Jakarta, Haedar Nashir. Masyarakat Indonesia kini tengah mencari calon legislatif (caleg) yang amanah dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya sebagai wakil rakyat. Masyarakat sudah letih dengan kinerja wakil rakyat yang jauh dari harapan.

Demikian dikatakan oleh Katib Am PBNU KH Malik Madani ketika dihubungi Haedar Nashir, Selasa (7/5) siang.

Masyarakat Cari Caleg Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Cari Caleg Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Cari Caleg Bertanggung Jawab

“Kita mengharapkan warga negara yang ingin mencalonkan diri nanti memiliki komitmen dan kesadaran tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan tugas dan amanah yang dibebankan kepadanya,” tegas KH Malik Madani.

Haedar Nashir

Tanggung jawab dan amanah itu, lanjut KH Malik Madani, merupakan satu masail yang dibahas dalam Sidang Komisi Bahtsul Masail Diniyyah Al-Waqi‘Iyyah pada Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama, Munas dan Konbes NU di Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat, September 2012 lalu.

Haedar Nashir

Komitmen caleg, sambung KH Malik, sering dipertanyakan warga. Lewat aneka media yang berkembang, warga Indonesia lebih mudah memantau calegnya setelah terpilih. Namun, mereka kerap kali dikecewakan wakilnya yang kerap mungkir dari janji yang diumbar saat masa kampanye.

Masalah ini dinilai penting sehingga NU memasukkannya dalam draf pembahasan dengan tajuk “Memilih Calon”. Pembahasan ini bagian dari kontribusi NU dalam mengawal aturan pemilihan wakil rakyat yang berlaku, kata KH Malik Madani. 

Putusan Munas dan Konbes NU itu hanya bersifat seruan moral. NU tidak punya hak untuk melarang warga negara yang memenuhi persyaratan teknis untuk mencalonkan diri. Karena, pencalonan itu menjadi hak warga negara, tambah Kiai Malik.

Selebihnya, NU menyerahkan kepada KPU dan partai yang bersangkutan untuk menyeleksi bakal calon legislatif baik secara prosedur maupun integritas. Masyarakat pun tentunya harus mencermati benar calon legislatif yang akan mewakili aspirasi mereka, tandas KH Malik.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Syariah, Daerah Haedar Nashir

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Dokter Termuda Dunia

Jakarta, Haedar Nashir. Eqbal Mahmoud, seorang gadis asal Palestina tercatat memecahkan rekor Guinnness Book sebagai dokter termuda di dunia. Eqbal yang belum genap berusia 20 tahun itu telah menyandang gelar dokter dari Weill Cornell Medical College di Qatar, yang merupakan salah satu perguruan tinggi kedokteran terbaik di dunia.

Ini adalah rekor kedua yang dipecahkan oleh Eqbal. Sebelumnya, gadis manis ini memecahkan rekor sebagai mahasiswi termuda di dunia, di mana ia masuk ke bangku fakultas kedokteran di Weill Cornell Medical College di Qatar ketika masih berusia 13 tahun.

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Dokter Termuda Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gadis Palestina Pecahkan Rekor Dokter Termuda Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Dokter Termuda Dunia

Apa rencana Eqbal setelah ia lulus dan menjadi dokter lulusan salah satu perguruan tinggi kedokteran bergengsi di dunia itu? Apakah ia akan melanjutkan kehidupannya di Qatar yang bergelimpang kemakmuran?

Haedar Nashir

Tidak, ternyata. Eqbal mengatakan ia akan kembali dan pulang ke kampung halamannya di Palestina meskipun kondisi tanah airnya sedang dilanda konflik berkepanjangan. 

"Sekarang sudah tiba saatnya untuk memulai perjuangan dengan nyata. Saya akan kembali pulang ke negara saya. Saya akan pulang membawa ilmu dan prestasi, bukan membawa senjata," kata Eqbal sebagaimana dilansir surat kabar al-Arab (25/5). 

Haedar Nashir

Dikatakan Eqbal, selain nanti akan menjadi dokter di kampung halamannya, ia juga ingin menjadi tenaga pendidik bagi anak-anak di sana. 

"Saya tidak meminta sesuatu, tetapi saya harus berbuat dan memberi sesuatu," kata Eqbal.

Ditambahkannya, salah satu mimpi besarnya adalah membantu anak-anak Palestina untuk mendapatkan pendidikan, ilmu pengetahuan dan layanan kesehatan yang layak.

Eqbal juga memiliki rencana lain untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi. Rencananya, Eqbal hendak melanjutkan program spesialis dokter anak.

Penulis; Ahmad Syifa

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, Nasional Haedar Nashir

Sabtu, 31 Juli 2010

KH Ahmad Sufyan: Entaskan Kemiskinan dengan Cara Sederhana

Situbondo, Haedar Nashir. Nahdlatul Ulama (NU) dan pondok pesantren merupakan alat perjuangan para kiai untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan kebahagiaan yang abadi. Karena itu NU dan pesantren harus tetap dalam genggaman para ulama.

Adalah sebuah bencana besar jika NU tidak lagi menjadi tempat para ulama. Demikian penuturan KH Ahmad Sufyan, Rais Syuriah PCNU Situbondo saat menerima silaturahmi rombongan Lajnah Ta’lif wan Nasyr Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTN PBNU).

KH Ahmad Sufyan: Entaskan Kemiskinan dengan Cara Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ahmad Sufyan: Entaskan Kemiskinan dengan Cara Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ahmad Sufyan: Entaskan Kemiskinan dengan Cara Sederhana

Kehadiran LTN PBNU ini didampingi beberapa Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kab. Situbondo, di sela-sela acara Pelatihan Manajemen Baitul Mal wat Tamwil (BMT) kerjasama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal.

Haedar Nashir

Kiai Sufyan menambahkan bahwa salah satu ciri masyarakat pesantren adalah pola komunikasi dan strategi yang dibangun secara sederhana dan ringkas. Idealnya Nahdlatul Ulama pun mempertahankan pola tersebut dan tidak terbawa arus budaya yang berkembang di luar pondok pesantren.

“Kalau masalahnya sederhana, ya selesaikan dengan cara yang sederhana. Tidak perlu memperumit pembahasan atas masalah yang hakikinya sederhana,” papar kiai kharismatik ujung timur Pulau Jawa itu.

Haedar Nashir

Kiai Sufyan lantas mencontohkan satu kasus tentang program pengentasan kemiskinan di Indonesia. Menurut beliau perlu diidentifikasi dengan benar dan akurat kategori “orang miskin” sebagai obyek, proses “pengentasan kemiskinan” sebagai pola dan “orang yang mengentaskan” sebagai subyek.

“Faktanya yang dientaskan dari kemiskinan itu lebih sedikit dari yang mengentaskan kemiskinan. Jadinya malah ruwet padahal persoalannya sederhana,” paparnya menjelang pengajian rutin lailatul ijtima yang diselenggarakan setiap Senin malam.

Kiai Sufyan juga mengatakan bahwa PCNU Situbondo saat ini sedang memersiapkan diri menyelenggarakan konferensi cabang yang direncanakan berlangsung akhir Desember 2010.

“Situbondo sebentar lagi menyelenggarakan Konferensi Cabang. NU harus dijaga agar tetap menjadi tempat para ulama,” jelasnya kepada Haedar Nashir.. Sementara itu Ahmad Nur, Ketua Lakpesdam NU Kab. Situbondo menjelaskan bahwa dalam usia yang cukup lanjut, tidak berkurang keaktifan Kiai Sufyan dalam berpikir dan bertindak untuk kemaslahatan nahdliyyin.

“Anda bisa bayangkan, di setiap Senin malam beliau selalu terlihat energik menggelar pengajian interaktif, terjadi diskusi, karena itu pengajian berjalan cukup dinamis dan tidak membosankan,” kata alumnus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir RMI NU, Halaqoh Haedar Nashir

Kamis, 29 Juli 2010

Liga Santri Nusantara Jatim 1 akan Dirangkai dengan Piala Bupati Ponorogo

Ponorogo, Haedar Nashir. Menjelang berlangsunya Liga Santri Nusantara Tahun 2016 yang akan digelar usai bulan Ramadhan, Panitia Pelaksana LSN Region Jawa Timur 1 melakukan rapat bersama Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo, Jum’at (17/6).

Pada rapat yang dihadiri Koordinator LSN Jawa Timur 1 Habib Mustofa, pengurus KONI dan PSSI Ponorogo itu berhasil menyepakati pelaksanaan kompetisi sepakbola antar pesantren itu akan dirangkaikan dengan Piala Bupati Ponorogo Tahun 2016. ?

Liga Santri Nusantara Jatim 1 akan Dirangkai dengan Piala Bupati Ponorogo (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara Jatim 1 akan Dirangkai dengan Piala Bupati Ponorogo (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara Jatim 1 akan Dirangkai dengan Piala Bupati Ponorogo

“Sesuai dengan arahan Bupati Ponorogo, kick off LSN Region Jatim 1 dan Piala Bupati Ponorogo akan digelar pada 27 Juli mendatang di Ponorogo,” jelas Kepala Dinas BUDPARPORA, Sapto Djatmiko di Kantornya Jl Pramuka No 19A Ponorogo.

Menurut Sapto, Bupati Ponorogo Ipong Muclissoni sangat mengapresiasi atas ditunjuknya Kota Reog Ponorogo sebagai tuan rumah gelaran Liga Santri Nusantara Region Jawa Timur 1 yang akan diikuti sebanyak 32 Peserta itu.

Haedar Nashir

“Bupati berharap besar kepada Panitia Liga Santri Nusantara untuk mengundang Menpora H Imam Nahrawi agar dapat hadir di Ponorogo dalam acara pembukaan liga santri nusantara dan piala Bupati Ponorogo yang rencananya akan diikuti oleh ribuan santri,” katanya.

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ponorogo menyambut baik perhelatan sepakbola antar pesantren ini. Mereka akan berperan aktif dalam mensukseskan LSN tahun 2016.

Haedar Nashir

“Kami akan mempersiapkan peralatan pertandingan sekaligus akan membentuk kepanitiaan lokal yang akan bersinergi dengan RMI NU, Banom NU dan Pihak pemerintah daerah serta kalangan professional,” jelas Dite perwakilan PSSI Ponorogo.

Liga Santri Nusantara region Jawa Timur 1 akan diikuti 32 Peserta, yang meliputi Ponorogo sebanyak 5 pesantren, Trenggalek (5), Pacitan (5), Magetan (5), Ngawi (5), Kabupaten Madiun (5), dan Kota Madiun 2 pesantren itu.

Sementara Itu pada selasa malam (14/6) lalu, Panitia Pelaksana juga melakukan rapat membahas teknis pelaksanaan LSN dan hal-hal terkait bersama pengurus Asosiasi Wasit dan Perangkat Pertandingan Professional Indonesia (AWAPPI).?

Rapat membahas tentang hal-hal teknis seperti, Kode disiplin liga santri nusantara, peraturan khusus bidang komersial, dan regulasi LSN. Selain itu, masing-masing divisi telah memaparkan tugas dan tanggungjawabnya. Tugas utama dari panitia lokal antara lain terus melakukan sosialisasi kepada kalangan pesantren dibawah naungan Asosiasi Pesantren NU (RMI). (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa Haedar Nashir

Rabu, 21 Juli 2010

Pelajar NU Gondanglegi Gelar Lomba Se-Malang Raya

Malang, Haedar Nashir

Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Gondanglegi menggelar? beragam lomba. Di antara lomba tersebut adalah kasidah al-banjari, pidato dan qiro’ah untuk memperebutkan tropi Wakil Bupati Malang.

Pelajar NU Gondanglegi Gelar Lomba Se-Malang Raya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Gondanglegi Gelar Lomba Se-Malang Raya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Gondanglegi Gelar Lomba Se-Malang Raya

Kegiatan di gedung SMPNU Gondanglegi, Jl. Trunojoyo No. 203 Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ahad (16/10) diikuti ratusan pelajar tingkat SLTA atau sederajat se-Malang Raya, yakni Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu.

Acara untuk memeriahkan Hari Santri 2016 ini dibuka Penasehat IPNU Gondanglegi Abdur Rosyid Asadullah. Dalam sambutan, ia menyampaikan apreasinya terhadap IPNU Gondanglegi yang bisa mengadakan kegiatan akbar ini. Ia berharap pelajar IPNU dan IPPNU bisa memotivasi pelajar-pelajar NU lainnya untuk lebih kreatif dan menarik tentunya bermanfaat bagi semua kalangan.

Haedar Nashir

Ketua IPNU Gondanglegi Hasanuddin, mengatakan festival ini adalah kegiatan positif bagi pelajar untuk menambah kekuatan mental, mengembangkan bakat dan menjadi media silaturahim antar pelajar se-Malang raya.

Hasan menambahkan, semangat Hari Santri harus digelorakan dengan kegiatan-kegiatan islami yang bermanfaat. Santri masa kini adalah pemimpin masa depan, modal pembelajaran yang ada di pesantren merupakan contoh nyata untuk pendidikan bangsa yang berkarakter dan menata akhlak pelajar untuk menjadi generasi bangsa yang madani.

Haedar Nashir

“Sebagai santri, marilah kita tunjukkan bahwa santri itu bisa menjadi garda terdepan dalam mengatasi berbagai problema yang ada di masyarakat khususnya serta kita tingkatkan pengetahuan dan wawasan kita untuk agama, bangsa dan negara,” harapnya.

Pada kesempatan itu hadir juara qori’ nasional tingkat pelajar tahun 1997 Muhammad Fariq Rifqiyanto dari Kabupaten Malang. Ia didaulat ketua tim juri lomba qori’ah.

Usai lomba, dilanjutkan dengan pembagian tropi oleh Ketua IPNU Gondanglegi. Berikut Pemenang Festival Lomba Peringatan Hari Santri Nasional, Juara 1 lomba Albanjari dari SMA Al-Munawwariyah Bululawang, Juara 1 lomba Pidato Ade Anggi Wahyuni dari MA Khoiruddin Gondanglegi, Juara 1 lomba Qiro’ah Atika Manazilul Amanah dari MA Raudlatul Ulum Putri Gondanglegi. (Muhammad Ansori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Internasional Haedar Nashir

Kamis, 15 Juli 2010

Kiai Yacub: Pembimbing Haji Harus Bisa Jadi Contoh

Temanggung, Haedar Nashir. Rais Syuriah PCNU Temanggung KH Yacub Mubarok meminta kepada pengurus dan pembimbing manasik haji untuk bisa ngeladeni jamaah sak apik-apike (melayani jamaah sebaik-baiknya).

"Pengurus dan pembimbing manasik haji  tidak hanya memberi contoh, tapi juga bisa menjadi contoh bagi jamaah," pinta Kiai Yacub saat memberi tausiah dalam peresmian gedung baru Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Babussalam NU Temanggung, Ahad (29/10) kemarin.

Kiai Yacub: Pembimbing Haji Harus Bisa Jadi Contoh (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Yacub: Pembimbing Haji Harus Bisa Jadi Contoh (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Yacub: Pembimbing Haji Harus Bisa Jadi Contoh

Ketua MUI Kabupaten Temanggung itu meminta kepada jamaah KBIH Babussalam NU Temanggung untuk sudi, mendermakan sedikit rizki yang dipunya untuk mengembangkan dan membesarkan KBIH tersebut. 

"Beramal, infak, sedekah atau zakat untuk KBIH NU tidak ada ruginya. Saya yakin Allah SWT memberikan ganti yang lebih besar," ucapnya.

Haedar Nashir

Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Sholikhin menuturkan, keberadaan KBIH sangat penting, KBIH bisa berperan membimbing jamaah haji, mulai dari tanah air hingga di tanah suci (Mekah dan Madinah). "KBIH menjadi mitra Kemenag,  ibaratnya sekeping mata uang yang tidak bisa terpisahkan. Kita saling membutuhkan," ucapnya.

Ketua KBIH Babussalam NU Temanggung KH Tajuddin Noor menuturkan,  pengurus periode ketiga masa bhakti 2014-2019 dibawah kepemimpinanya, telah menyusun program rencana strategis lima tahun. Kata dia, di tahun pertama tahun 2015; pembelian tanah seluas  ± 4.500 m2, ditahun kedua (2016) pembangunan miniartur kabah, lintasan sai, jamarot dan jalan masuk lokasi.

Selanjutnya, untuk rencana kerja  tahun ketiga (2017) pembangunan gedung pertemuan dan perkantoran dengan ukuran panjang 33 meter, lebar 13 meter yang dapat menampung ± 500 jamaah. Untuk tahun keempat (2018) pengadaan perlengkapan gedung pertemuan dan kantor sekretariat KBIH Babusssalam NU Temanggung (kursi untuk jamaah, sound sistem, meja kursi pangggung, mimbar, tiang bendera, dan perlengkapan kantor). 

Ada pun untuk program tahun kelima (2019) pembangunan halaman parkir lingkungan kantor dan gedung pertemuan.

"Rencana strategis lima tahun (2014-2019) seluruh kegiatanya telah direalisasikan di tahun ketiga (2017), dua tahun lebih cepat dari renacana strategis semula. Insyallah dua tahun kedepan di sisa akhir masa bhakti 2019 akan dilaksanakan pembangunan jalan masuk dan gapura dari jalan raya," ucapnya.

Haedar Nashir

Sekretaris KBIH Babussalam NU Temanggung H Rochmadi menambakan, dengan dibangunya gedung baru beserta perangkatnya, diharapkan KBIH Babussalam bisa menjadi tempat bimbingan manasik haji dalam satu kawasan yang terpadu.

"Pembangunan ini bisa terwujud, tidak lepas partisipasi (infak dan sedekah) dari para jamaah semuanya, baik jamaah yang sudah melaksanakan haji dan calon jamaah haji berangkat tahun depan (2018)," ucapnya. 

Dalam peresmian kemarin, selain Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Sholikhin, tampak hadir hadir, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Temanggung  Saefudin,

Rais Syuriah PCNU Temanggung KH Yacub Mubarok, Ketua Tanfidziah PCNU  Temanggung KH Muhammad Furqon (Gus Furqon), Ketua KBIH Babussalam NU Temanggung KH Tajuddin Noor beserta sekretaris H Rochmadi, Ketua STAINU Temanggung Muh Baehaqi, dan ribuan jamaah. (Ahsan Fauzi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional, Cerita Haedar Nashir