Kamis, 01 November 2012

NU Persoalkan Liberalisasi di Berbagai Sektor

Jakarta, Haedar Nashir. Nahdlatul Ulama merasakan sejumlah dampak buruk liberalisasi yang diterapkan di sektor ekonomi, kebudayaan, dan politik.

Pengalaman selama ini menunjukkan, meski berangkat dari keinginan luhur, liberalisasi telah membuahkan kemiskinan, konflik sosial, dan dekadensi kebudayaan bagi banyak orang.

NU Persoalkan Liberalisasi di Berbagai Sektor (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Persoalkan Liberalisasi di Berbagai Sektor (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Persoalkan Liberalisasi di Berbagai Sektor

Menghadapi keresahan ini, Panitia Munas dan Konbes NU 2012 telah menyiapkan serangkaian seminar menjelang puncak acara pada 14-17 September nanti di Pesantren Kempek Cirebon. Isu yang diangkat meliputi sejumlah persoalan aktual di tanah air.

Haedar Nashir

Salah satunya adalah seminar “Dampak Liberalisasi di Bidang Politik, Pertahanan, dan Keamanan” yang digelar Ahad (9/9) mendatang di Jakarta. Sebelumnya, seminar “Mengawal Entitas Kebudayaan Indonesia di Tengah Liberalisasi dan Keterbukaan Informasi dan Komunikasi” diadakan di Surabaya, Jumat, sehari lebih awal.

Seperti dijelaskan Panduan Munas dan Konbes NU 2012, liberalisasi telah menimbulkan banyak mudarat. Di sektor politik, liberalisasi kerap menciptakan konflik sosial, terutama tiap menjelang pergantian pemimpin. Di bidang kebudayaan, gempuran informasi yang tak terbatas mengancam hilagnnya jati diri budaya bangsa.

Haedar Nashir

“Dalam upaya memperbaiki kehidupan berbangsa di tengah kegalauan globalisasi ini, NU mengajak untuk kembali membangun karakter dan jati diri bangsa ini,” seru Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Panitia baru-baru ini juga telah menyelenggarakan agenda serupa bertajuk “Dampak Liberalisasi Pertanian dan Pangan” di Makasar, Senin (3/9) lalu. Forum seminar ini mempersoalkan penindasan sekelompok elit yang mewakili kepentingan kapitalisme global terhadap para petani.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail, Pendidikan Haedar Nashir

Sabtu, 27 Oktober 2012

Media Islam harus dengan Modal Besar

Jakarta, Haedar Nashir. Eksistensi media sekarang ini tidak terlepas dari ketergantungan modal yang kuat. Modal yang besar akan menjadikan kelangsungan semua media juga media Islam itu juga kuat. Karena itu sulit jika hanya dengan semangat idealisme atau ideologi, sebuah media akan bertahan tanpa dibarengi dengan orientasi bisnis, yang akan menghidupi media itu sendiri.



Media Islam  harus dengan Modal Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Media Islam harus dengan Modal Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Media Islam harus dengan Modal Besar

Ada beberapa perbandingan sederhana terhadap kelangsungan media Islam tersebut. Misalnya majalah Panji Masyarakat, Umat, Sabili dan lain-lain. Panji dan Ummat sudah tutup. Tinggal Sabili, yang mungkin mengalami kesulitan dana. Demikian pula media Islam yang lain. “Jadi, tanpa modal yang kuat sulit akan berkembang sekarang ini,”kata mantan wartawan Majalah Ummat Ahmad Baso di Jakarta, Rabu.

Namun, anggota Komnas HAM itu menilai apakah media itu dalam arti Islam simbolis atau substantive, di mana eksistensinya itu tidak bisa diukur apakah oplahnya besar atau kecil, bahkan sudah tutup. Besar kecilnya oplah dan jumlah pembaca itu tidak mencerminkan bahwa media itu diterima atau tidak oleh masyarakat. Yang pasti katanya, kelangsungan media itu tetap akan tergantung terhadap kuatnya modal.

Haedar Nashir

Oleh sebab itu, jika tetap harus memperjuangkan idealisme atau ideologi, sebaiknya membuat media berdasarkan segmentasi. Yaitu ada yang hanya berorientasi ideology dan idealisme, umum, bisnis, ekonomi, hiburan dan lain-lain. Katanya, “Dengan segmentasi tersebut, maka media yang satu secara pendanaan bisa membantu media yang lain. Sehingga saling menghidupi dan bukan saling mematikan. Media NU pun harus demikian.”

Haedar Nashir

Dan, segmentasi itu bukan berarti menghalalkan segala cara. Misalnya dengan memasukkan berbagai jenis iklan. Seperti iklan rokok, minuman keras, perjudian, prostitusi dll. “Sebagai satu perbandingan, saya kira media Islam mana pun tidak bisa disejajarkan dengan Kompas, Majalah Tempo, Jawa Pos dll. Media ini eksis karena modal yang kuat,” tutur pengurus Lakpesdam NU ini.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah, AlaSantri, Anti Hoax Haedar Nashir

Jumat, 26 Oktober 2012

Semarak Maulid dari Kampung

Jepara, Haedar Nashir. Bait-bait shalawat dilantunkan Suwandi, pemimpin jalannya mauludan. Lalu jamaah menirukan persis seperti yang ia lantunkan.

Semarak Maulid dari Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Maulid dari Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Maulid dari Kampung

Ya Rabbi shalli ala Muhammad

Ya Rabbi shalli ala Muhammad

Ya Rabbi shalli alaihi wasallim

Haedar Nashir

Ya Rabbi alaihi wasallim

Haedar Nashir

Begitulah semarak peringatan maulid Nabi yang dilakukan di musholla Baitur Rohman desa Margoyoso kecamatan Kalinyamatan mulai Sabtu malam (12/1) hingga 12 hari kedepan. Tidak hanya di musholla, langgar, masjid, majlis taklim dan pesantren melakukan hal serupa. Waktunya bisa siang hari, sehabis maghrib maupun setelah isyak. 

Adapun yang mereka baca adalah shalawat nabi sekaligus maulid al-barjanzi, ad-dibai, simtuth durar dan lain sebagainya. Bagi kelompok yang memiliki alat musik rebana kemeriahan 12 hari mauludan semakin membahana. 

Kiai Khoirul Kamal mewakili nadhir musholla mengungkapkan kegiatan mauludan yang dilaksanakan selama 12 hari di bulan Rabiul Awwal merupakan agenda untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. “Siapa orangnya yang mengagungkan datangnya maulid nabi kelak akan disyafaati oleh kanjeng Nabi,” jelas Kamal sembari mengutip hadits. 

Kegiatan diawali dengan pembacaan shalawat, maulid, mahallul qiyam dan doa. Setelah itu jamaah diberi jadah, penganan yang dibawa oleh jamaah.

“Di musholla kami yang membawa penganan dibagi setiap malam ada 5 orang plus 2 orang yang membawa teko isi minuman. Itu kami lakukan agar penganan bisa dibagi rata untuk semua jamaah,” papar H Sururil Anwar, sekretaris Musholla. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam Haedar Nashir

Minggu, 21 Oktober 2012

Tingkatkan Kesejahteraan, NU Jatim Gelar Bazar Nusantara

Surabaya, Haedar Nashir. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jawa Timur baru pertama kali ini mengadakan bazar di bulan Ramadhan. Bazar yang digelar di utara gedung PWNU Jatim, Jalan Masjid Al-Akbar Timur No 9 Surabaya, itu diberi nama “Bazar Nusantara”.

Tingkatkan Kesejahteraan, NU Jatim Gelar Bazar Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Kesejahteraan, NU Jatim Gelar Bazar Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Kesejahteraan, NU Jatim Gelar Bazar Nusantara

Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH M Hasan Mutawakkil Alallah yang membuka resmi kegiatan tersebut, Rabu (24/6), memberikan apresiasi terobosan lembaga pimpinan H Arif Afandi itu. "Semoga ini bukan yang pertama dan terakhir," kata Kiai Mutawakkil, sapaan akrabnya.

Dengan menggunakan sistem ekonomi ritel (eceran) LPNU diharapkan bisa melangkah lebih jauh dalam misi memperkuat ekonomi masyarakat bawah. "Ritel LPNU kami menyakini mampu menciptakan (kesejahteraan) ekonomi masyarakat bawah," tambahnya.

Haedar Nashir

Kiai Mutawakkil berharap, momentum Ramadhan ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, Ramadhan adalah satu-satunya bulan dengan perputaran ekonomi yang begitu cepat. Ia menilai langkah LPNU mengadakan Bazar Nusantara sudah tepat, di samping sekaligus untuk menyemarakkan suasana menjelang Muktamar Ke-33 NU di Jombang Agustus mendatang.

Haedar Nashir

Ke depan bangsa Indonesia akan menghadapi perekonomian global. Di akhir tahun ini, Indonesia memasuki masa perekonomian Asean, di mana impor dan ekspor terbuka lebar. Kalau tidak dihadapi dengan persiapan yang matang, perekonomian Indonesia akan turun dan warga NU yang pertama akan merasakan dampaknya.

"Untuk itu, melalui bazar ini dijadikan pintu masuk perekonomian global dan menghadapi MEA," jelas Kiai Mutakkil. (Rofii Boenawi/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Aswaja, Budaya Haedar Nashir

RSI Siti Hajar dan LKNU Jatim Kerahkan 250 Tim Medis di Istighotsah Kubro

Sidoarjo, Haedar Nashir. Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo bekerja sama dengan Lembaga Kesehatan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LK PWNU) Jawa Timur akan mengerahkan sedikitnya ? 250 personil tim medis pada acara istighotsah kubro PWNU Jawa Timur, di Gelora Delta Sidoarjo, Ahad (9/4) mendatang.

RSI Siti Hajar dan LKNU Jatim Kerahkan 250 Tim Medis di Istighotsah Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar dan LKNU Jatim Kerahkan 250 Tim Medis di Istighotsah Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar dan LKNU Jatim Kerahkan 250 Tim Medis di Istighotsah Kubro

Kepala marketing RSI Siti Hajar Sidoarjo, Riza Ahmadi menjelaskan, dari Siti Hajar Sidoarjo sendiri mengeluarkan 2 tim kesehatan. Tim kesehatan ini akan ditempatkan disebelah panggung utama dan mobil keliling (kesehatan). Masing-masing pos RSI ada timkes, 1 ambulance dan driver, ? 2 perawat serta ? 1 dokter.

"Untuk satu mobil ini diseediakan barangakali ada yang perlu dirujuk ke Rumah Sakit. Tim kesehatan tersebut hasil koordinasi dengan LK PWNU Jawa Timur, selaku lembaga NU yang ? membidangi kesehatan," kata Riza, Kamis (6/4).

Riza mengungkapkan, 250 personil itu di antaranya 10 RS anggota Arsinu (asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama) Jawa Timur, 3 perguruan tinggi kesehatan, 11 ambulans, 50 dokter, 100 para medis dan 100 relawan medis.

Haedar Nashir

Lebih lanjut Riza mengatakan, ada 9 pos kesehatan yang akan ditugaskan di Gelora Delta Sidoarjo, di antaranya pos kesehatan (poskes) RSI Siti Hajar Sidoarjo selaku poskes komando, RS Syuhada Haji Blitar, RSI Unisma Malang dan Rumah Sehat Baznas, RSI Jemursari Surabaya, RSNU Lamongan, RSI Darus Syifa Surabaya, RSNU Jombang dan RSI Sakinah Mojokerto.

Setiap poskes diperkuat 2 mahasiswa fakultas, 2 relawan, 1 Banser. Setiap poskes menyiapkan, 1 ambulance, 1 dokter, 2 paramedis, obat-obatan emergency dan obat-obatan ringan lainnya serta o2 tabung, 1 tenda, bed lipat, ht (handy talky), 1 spanduk posko kesehatan, 2 x-banner, 1 meja dan 3 kursi (akan disiapkan oleh panitia lokal), konsumsi untuk tim medis dan pasien.?

“Untuk timkes yang berada di dalam Gor (poskes 1, poskes 2 dan poskes 3). Ambulance stand by diluar Gor dan disiapkan 20 tandu yang akan dibawa oleh mahasiswa fakultas dan relawan," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Kiai, Kajian Sunnah, Hikmah Haedar Nashir

Minggu, 07 Oktober 2012

Bekali Generasi Muda, PCNU Banda Aceh Gelar Pelatihan Itiqad 50

Banda Aceh, Haedar Nashir - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Banda Aceh bekerja sama dengan Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh menggelar pelatihan itiqad 50 di aula gedung LPTQ Kadis Syariat Islam Provinsi Aceh, Rabu (23/11). Kedua lembaga ini mencoba melibatkan kalangan muda dalam rangka menguatkan akidah Aswaja.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kadis Syariat Islam Aceh, Dispora Aceh, unsur PWNU Aceh, PCNU, Fatayat, banom, lembaga dan beberapa perwakilan dari badan eksekutif mahasiswa se-Kota Banda Aceh.

Bekali Generasi Muda, PCNU Banda Aceh Gelar Pelatihan Itiqad 50 (Sumber Gambar : Nu Online)
Bekali Generasi Muda, PCNU Banda Aceh Gelar Pelatihan Itiqad 50 (Sumber Gambar : Nu Online)

Bekali Generasi Muda, PCNU Banda Aceh Gelar Pelatihan Itiqad 50

Ketua PCNU Kota Banda Aceh Tgk Rusli Daud mengajak seluruh elemen pemerintah khususnya dan masyarakat Kota Banda Aceh pada umumnya untuk melakukan even-even yang dapat menjadikan generasi muda Kota Banda Aceh sebagai generasi yang diprioritaskan dan dapat dibanggakan para pendahulunya.

"Mengingat fenomena dan paradigma yang terjadi, baik secara nasional maupun secara internasional peradaban dekadensi moral sudah merajalela. Adanya isu terorisme dan gerakan-gerakan yang sangat tidak sesuai dengan wajah Islam yang rahmatan lil alamin. Semua itu dikarenakan dekadensi moral, bobroknya akhlak mereka, lebih-lebih akhlak secara jiwa mereka," kata Tgk Rusli Daud dalam acara yang berlangsung selama sehari penuh.

Haedar Nashir

Acara yang melibatkan pelajar, mahasiswa, dan siswa se Kota Banda Aceh ini diharapkan menjadi pencerahan dan menjadi bukti bahwa mempelajari, mengetahui, dan mengaplikasikan itiqad/aqa’id 50 sangat penting. Hal ini dimaksudkan agar akidah dapat membimbing manusia ke jalan yang benar, sekaligus mendorong mereka untuk mengerjakan ibadah dengan penuh keikhlasan. (Fauzi E/Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga Haedar Nashir

Kamis, 27 September 2012

‘Kembalikan’ Bedug ke Masjid!

Subang, Haedar Nashir. Dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadhan sekaligus menyambut Idul Fitri, Masjid Besar Baiturrohman yang berlokasi di Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang setiap menjelang idul fitri rutin menggelar kegiatan lomba bedug. Tahun ini kegiatan  digelar pada Senin (5/8) malam.

Demikian disampaikan KH. Agus Syarifudin, Ketua DKM Masjid Besar Baiturrohman Kecamatan Purwadadi dalam sambutannya di acara babak final lomba bedug yang diikuti oleh 10 peserta/kelompok terbaik dari 21 peserta yang sudah diseleksi dalam babak penyisihan pada 2 malam sebelumnya.

‘Kembalikan’ Bedug ke Masjid! (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Kembalikan’ Bedug ke Masjid! (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Kembalikan’ Bedug ke Masjid!

Menurut Haji Agus, demikian ia biasa disapa, salah satu motivasi Masjid Besar Baiturrohman menggelar lomba bedug ini adalah untuk ‘mengembalikan’ bedug ke masjid, sebab sejak bedug ‘diusir’ oleh kelompok yang tidak menyukai keberadaan bedug di masjid, bedug dijadikan sebagai sebuah kesenian Tardug (gitar dan bedug), tardug tersebut sudah berkembang di Kabupaten Subang.

Haedar Nashir

“Kegiatan ini sudah 15 tahun, sejak 1998, dulu bedugnya cuma satu, terus berkembang dan berkembang, ini sebagai upaya untuk mengembalikan bedug ke masjid, mengingatkan kepada masyarakat bahwa tempatnya bedug ini ya di masjid, bukan dimana-mana,” ungkap Wakil Ketua PCNU Subang itu.

Haedar Nashir

Sebab, lanjut Haji Agus, semakin ke sini bedug yang seharusnya mengingatkan shalat dan dzikir kepada Allah, setelah bedug itu ‘diusir’ oleh orang yang membid`ahkan bedug, akhirnya ahli seni memanfaatkan bedug yang ‘diusir’  itu menjadi kesenian tardug, dipakai nyanyi-nyanyi, joged dan lain sebagainya, seharusnya bedug itu dipakai untuk mengingatkan shalat dan dzikir, tardug ini dipakai sebaliknya.

Dalam kegiatan yang memperebutkan total hadiah sebesar 5 juta rupiah tersebut berlangsung meriah, ribuan orang tampak memadati Masjid untuk dapat melihat para peserta lomba dari jarak dekat, menurut Haji Agus, para hadirin ini sengaja dibawa oleh para peserta untuk memberikan doa dan dukungan kepada mereka agar dapat menjadi juara dalam lomba yang disponsori oleh para jamaah masjid dan perusahaan rokok tersebut.

Selain dihadiri oleh para peserta dan supporter, tampak juga KH Musyfiq Amrullah, Ketua PCNU Subang yang memimpin doa pembukaan kegiatan, serta para pejabat daerah, mulai dari Kepala Desa se-kecamatan Purwadadi, Camat Purwadadi dan Bupati Subang, H. Ojang Sohandi.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Aiz Luthfi

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam, Kiai Haedar Nashir