Rabu, 13 Maret 2013

Kang Said Harap Warga NU Tulang Bawang Hidupkan Amaliah NU

Jakarta, Haedar Nashir - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) mengimbau warga NU Tulang Bawang untuk tetap merapat kepada para kiai. Ia juga meminta warga NU untuk terus semangat mengamalkan Simtut Duror, Burdah, dan Barzanji.

Demikian disampaikan Kang Said pada pelantikan PCNU dan Muslimat NU Tulang Bawang, Ahad (6/3).

Kang Said Harap Warga NU Tulang Bawang Hidupkan Amaliah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Harap Warga NU Tulang Bawang Hidupkan Amaliah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Harap Warga NU Tulang Bawang Hidupkan Amaliah NU

“PCNU Tulang Bawang harus menjadi garda terdepan dalam menangkal radikalisme,” kata Kang Said.

Haedar Nashir

Menurutnya, gerakan radikalisme dan aliran di luar paham Aswaja NU sudah tersebar dengan massif baik di kota maupun di desa. Kang Said mengimbau nahdliyin untuk tetap memegang teguh dan menerapkan ajaran Aswaja agar tidak ikut-ikutan aliran tersebut.

“Orang NU harus hafal Simtut duror, Burdah, dan Barzanji serta mengamalkan amalan-amalan NU. Karena itu bisa menjadi benteng untuk menangkal gerakan radikal dan aliran di luar paham NU,” ujar Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah.

Pelantikan PCNU Tulang Bawang disambut antusias dan meriah oleh warga NU. Mereka tidak hanya datang dari Tulang Bawang, tapi juga dari Mesuji, Lampung Tengah, bahkan Bandar Lampung.

Haedar Nashir

Sedikitnya 10 ribu orang yang hadir dalam acara tersebut. tampak hadir Bupati Tulang Bawang Hanan A Razak dan Wakil Bupati Heri Wardoyo. (Ahmad Mukhlishon/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen, Humor Islam Haedar Nashir

Sabtu, 02 Maret 2013

Setelah 3 Tahun MTs Maarif Berdiri, SMK Maarif Fajaresuk Menyusul

Pringsewu, Haedar Nashir. LP Maarif PCNU Pringsewu mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) Maarif Fajaresuk. Sekolah lanjutan ini didirikan setelah LP Maarif Pringsewu sukses mengelola MTs Maarif Fajaresuk yang berkembang cukup pesat di tahun ke tiga setelah didirikannya.

SMK Maarif yang berada di kompleks pesantren Al-Muawanah Fajaresuk ini berada satu lokasi dengan MTs Maarif Fajaresuk.

Setelah 3 Tahun MTs Maarif Berdiri, SMK Maarif Fajaresuk Menyusul (Sumber Gambar : Nu Online)
Setelah 3 Tahun MTs Maarif Berdiri, SMK Maarif Fajaresuk Menyusul (Sumber Gambar : Nu Online)

Setelah 3 Tahun MTs Maarif Berdiri, SMK Maarif Fajaresuk Menyusul

Kepala SMK Maarif Fajaresuk Auladi Rosyad, ketika ditemui di sela kesibukan senam dengan seluruh peserta didik, Jumat (14/8) mengatakan bahwa lokasi yang sangat strategis di daerah Fajaresuk ini menjadi salah satu magnet berkembangnya lembaga pendidikan yang dirintisnya.

Haedar Nashir

Rosyad menambahkan bahwa peserta didik pertama SMK Maarif Fajaresuk masih didominasi oleh para lulusan MTs Maarif. Hal ini karena kepercayaan para wali murid terhadap lembaga pendidikan yang dikelolanya. Oleh karena itu, animo dan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat ini tidak boleh dibiarkan begitu saja.

"Kami akan terus menjaga kepercayaan ini dengan terus memberikan yang terbaik kepada peserta didik," tegasnya.

Haedar Nashir

Salah satu bentuk upaya tersebut adalah dengan terus menjaring tenaga tenaga muda profesional yang siap mengabdi untuk mengembangkan SMK Maarif Fajaresuk. Selain dari sisi sumberdaya manusia, Rosyad menambahkan bahwa sarana dan prasarana madrasah terus diupayakan demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas.

Sarana yang masih dalam proses pembangunan adalah pengadaan ruang kelas yang beberapa hari kemarin baru saja dilakukan pengecoran untuk lantai 2. Direncanakan bangunan ini akan dapat menampung jumlah siswa yang diprediksi dari tahun ke tahun semakin banyak.

"Pada tahun pertama ini, SMK Maarif Fajaresuk membuka satu jurusan yaitu Perbankan Syariah," terangnya. Dan pihaknya akan lebih mengedepankan praktek sehingga keahlian para siswa akan benar benar terlatih sehingga dapat menjadi tenaga tenaga ahli di bidang perbankan syariah.

Rosyad mengatakan bahwa pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga perekonomian syariah di Kabupaten Pringsewu sebagai mitra praktek para peserta didik.

"Dengan terjun langsung kelapangan, para peserta SMK Maarif Fajaresuk diharapkan dapat mengambil banyak pengalaman sehingga dapat unggul dalam bersaing di dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikannya nanti," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai Haedar Nashir

Jumat, 01 Maret 2013

Malam Ini GP Ansor Jawa Tengah Dilantik

Rembang, Haedar Nashir. Pimpinan Pusat GP Ansor melantik Kepengurusan GP Ansor Jawa Tengah di pesantren Raudhotut Tholibien, Leteh, Rembang, Senin (13/10). Sebelum pelantikan, Pejabat Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri memimpin halaqoh alim ulama muda yang diikuti perwakilan cabang GP Ansor seprovinsi Jawa Tengah.

Malam Ini GP Ansor Jawa Tengah Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam Ini GP Ansor Jawa Tengah Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam Ini GP Ansor Jawa Tengah Dilantik

Bendahara GP Ansor Rembang Khamid mengatakan, "Leteh khususnya pesantren Gus Mus masih menjadi tempat favorit bagi setiap even kegiatan NU mulai kegiatan cabang hingga kegiatan Pusat."

Forum halaqoh ini, kata Khamid, diharapkan memperetat ukhuwah para pemuda dalam menjaga Khittah NU.

Haedar Nashir

Sementara Agus Iswanto dari IPNU Rembang menyatakan, pihaknya berbahagia atas pelantikan pengurus Ansor Jateng di Rembang. Agus berharap GP Ansor mengayomi aktivis IPNU sebagai pengayom adik-adiknya. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Nasional, Olahraga Haedar Nashir

Selasa, 19 Februari 2013

Peringati Hardiknas, Madrasah NU Raih 4 Piala

Sukoharjo, Haedar Nashir. Dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tanggal 2 Mei mendatang, Madrasah Ibtidaiyah Walisongo Desa Kalangan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mengirimkan delegasinya untuk mewakili lomba tingkat MI tingkat Kecamatan yang bertempat di MTs Negeri Bendosari Sukoharjo.

Peringati Hardiknas, Madrasah NU Raih 4 Piala (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hardiknas, Madrasah NU Raih 4 Piala (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hardiknas, Madrasah NU Raih 4 Piala

“Lomba antar MI ini diadakan sebagai salah satu rangkaian acara peringatan hardiknas tanggal 2 Mei mendatang,” ujar Ghozali salah satu staf pengajar saat dikonfirmasi Haedar Nashir, Rabu (30/4).

Dalam lomba yang digelar akhir pekan kemarin ini, lanjut Ghozali, MI Walisongo bisa membawa pulang empat piala sekaligus. Adapun piala tersebut berasal dari cabang lomba kaligrafi putra (juara 1), kaligrafi putri (juara 1), tahfidz juz amma putri (juara 1), dan pidato bahasa Indonesia (juara 2).

Haedar Nashir

Kami berharap dengan perolehan piala ini bisa semakin memotivasi para siswa agar dapat mengembangkan minat serta bakat yang dimiliki dan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk dapat mengarahkan anaknya agar bersekolah di madrasah yang bernaung di yayasan Ma’arif NU ini, pungkasnya. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul, Meme Islam Haedar Nashir

Haedar Nashir

Jumat, 15 Februari 2013

Bentuk Laskar, Muslimat NU Jombang Berjuang Lawan Narkoba

Jombang, Haedar Nashir. Peredaran narkotika dan obat terlarang atau Narkoba kian memprihatinkan. Di desa terpencil sekalipun, obat berbahaya tersebut mudah dijumpai, bahkan dikonsumsi kalangan pelajar. Peran ibu sangat penting untuk meminimalisir bahkan menghentikan peredarannya.

Bentuk Laskar, Muslimat NU Jombang Berjuang Lawan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentuk Laskar, Muslimat NU Jombang Berjuang Lawan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentuk Laskar, Muslimat NU Jombang Berjuang Lawan Narkoba

"Dalam rangka hari kemerdekaan, kita mengingat perjuangan para pahlawan Indonesia," kata Nyai Hj Mundjidah Wahab, Rabu (10/8).?

Ketua PC Muslimat NU Jombang ini kemudian menceritakan bagaimana sejumlah kiai yang terhimpun dalam Nahdlatul Ulama ikut berjuang demi meraih kemerdekaan Indonesia dengan melawan penjajah.

Akan tetapi, setelah kemerdekaan diraih, tantangan bagi bangsa ini adalah melawan narkoba. "Peran ini yang sekarang diemban Muslimat NU yakni kita berjuang melawan dan berupaya agar Indonesia merdeka dari narkoba," katanya saat melantik Laskar Anti Narkoba (LAN) di Desa Pucangro, Gudo, Jombang, Jatim.

Haedar Nashir

Bagi perempuan yang kini menjadi Wakil Bupati Jombang tersebut, kiprah Muslimat NU ini sangat mulia. Tidak semata dalam pandangan agama, juga manfaatnya bagi kehidupan, khususnya keluarga dan lingkungan. "Kita para ibu Muslimat NU berjuang agar generasi penerus bangsa bebas narkoba. Mengapa saya katakan berjuang, karena gerakan ini tidak ada gajinya," terangnya.

Perempuan sekarang, tambahnya, apalagi sebagai ibu harus pinter, ikut berkumpul atau berorganisasi sehingga wawasan jadi lebih luas. Ketua PAC Muslimat NU Godo ini kemudian mengemukakan bahwa pengetahuan terhadap narkoba juga harus dimiliki para perempuan.?

"Saya dulu membayangkan narkoba itu paling hanya beredar dan dinikmati kalangan warga perkotaan semata," katanya. Akan tetapi kenyataannya anak-anak desa memiliki ketergantungan kepada narkoba. Demikian pula jenis narkoba pun sudah demikian bervariasi.

Inilah pentingnya pengetahuan terhadap narkoba juga harus dimiliki para ibu dan kaum perempuan karena sudah beredar narkoba berupa permen dan mainan yang bisa dikonsumsi anak usia TK maupun SD.?

Diharapkan, keberadaan LAN yang sudah terbentuk di berbagai kecamatan dan desa mampu meminimalisir bahkan menghentikan peredaran narkoba di masyarakat, pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Warta, Quote, Kajian Sunnah Haedar Nashir

Kamis, 14 Februari 2013

Sekjen PBNU Sebut Tiga Modal Fatayat dalam Berorganisasi

Jakarta, Haedar Nashir



Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama A. Helmy Faishal Zaini mengatakan, tidak ada manfaatnya berorganisasi kalau tidak melaksanakan tiga hal sebagaimana yang disebutkan dalam Surat Annisa ayat 114.?

Sekjen PBNU Sebut Tiga Modal Fatayat dalam Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen PBNU Sebut Tiga Modal Fatayat dalam Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen PBNU Sebut Tiga Modal Fatayat dalam Berorganisasi

Pertama, membantu fakir miskin. Baginya, salah satu program yang harus diperhatikan Fatayat NU adalah bagaimana membantu orang-orang yang membutuhkan. “Di dalam Annisa disebutkan dengan kata bishodaqotin,” jelasnya pada Tasyakuran Harlah NU Ke-67 dengan tema Memperteguh Islam Nusantara Melalui Penguatan Organisasi Perempuan di Jakarta, Jumat (28/4) sore.

Kedua, mengajak kepada kebaikan dan melarang kemungkaran. Di dalam mengajak maupun melarang, jelas Helmy, harus menggunakan cara-cara yang baik dan beradab. “Jangan sampai nahi munkar dengan cara-cara kekerasan,” ujarnya.

“Yang ketiga islahin bainan nas,” ucapnya.

Haedar Nashir

Menurut dia, yang ketiga ini sangat lah penting, yaitu Fatayat NU harus bertransformasi dan berubah ke arah yang lebih baik lagi. Ia menegaskan, apa pun yang dilakukan oleh Fatayat NU, seharusnya berorientasi kepada kebaikan-kebaikan bersama.

Oleh karena itu, tiga hal tersebut seharusnya menjadi modal dan bekal Fatayat NU dalam menjalankan organisasinya.?

Ia mengaku senang dengan beberapa kegiatan Fatayat NU yang sudah mengarah ke sana. Namun demikian, ia meminta Fatayat NU untuk terus aktif dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi semua. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Olahraga Haedar Nashir

Senin, 11 Februari 2013

Pesantren Lahirkan Tradisi Keberagaman yang Inklusif dan Moderat

Ponorogo, Haedar Nashir. Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan kekagumannya setiap kali berbicara tentang pesantren dan tradisi yang tumbuh didalamnya. Sebab, menurut pengalaman Menag, pesantren adalah satu-satunya lembaga pendidikan Islam yang unik, genuine, otentik, dan tidak mudah lekang di makan zaman.

Pesantren, lanjut Menag, sudah tumbuh sejak 7 abad yang lalu bersamaan dengan prosesi Islamisasi Nusantara. Dan hingga kini, pesantren tetap bertahan dan tidak tercerabut dari akar kulturalnya. Bahkan, Menag menegaskan, pesantren begitu dinamis, kreatif, inovatif dan memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan masyarakat dan elemen kehidupan lainnya.

Pesantren Lahirkan Tradisi Keberagaman yang Inklusif dan Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Lahirkan Tradisi Keberagaman yang Inklusif dan Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Lahirkan Tradisi Keberagaman yang Inklusif dan Moderat

"Yang tak kalah penting lagi adalah saat pergumulan pesantren bersama dengan elemen bangsa melahirkan tradisi keberagaman yang inklusif dan moderat, yang menjadikan ciri khas keberagaman di Indonesia. Melalui pesantren inilah, watak ke Islaman dan ke Indonesiaan terbentuk seperti sekarang ini,” kata Menag saat berbicara dalam kesempatan menghadiri pertemuan akbar alumni Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo bersamaan dengan Peringatan 90 Tahun Pondok Gontor, Jumat (2/9).

Dikatakan Menag, lembaga pendidikan pesantren di Indonesia merupakan lembaga swadaya masyarakat yang tidak hanya menyelenggarakan pendidikan keagamaan Islam, akan tetapi juga melakukan pemberdayaan kepada masyarakat, dan bahkan pusat peradaban Islam.

Haedar Nashir

"Pesantren telah banyak memberikan kontribusi yang luar biasa dalam melakukan pelayanan pendidikan keagamaan Islam,” papar Menag yang juga berkisah suka dukanya saat menjadi santri Gontor.

Di luar kegiatan tersebut, Menag melanjutkan kunjungan kerjanya ke Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar yang pimpinannya sekarang Kiai Syaiful Anwar merupakan sahabat Menag satu angkatan (marhalah) saat menimba ilmu di Pondok Gontor.

Bersama santri dan pimpinan pondok Ngabar, Menag melaksanakan Shalat Jumat dilanjutkan dengan memberikan nasehat dan motivasi bagi santri-santri Ngabar agar terus berkhidmat menimba ilmu.

Haedar Nashir

"Anak-anakku sekalian, inilah masa terbaik, kalian semua bisa berkesempatan belajar di pesantren. Lembaga pendidikan yang memiliki pengalaman bagaimana ilmu itu diajarkan, dan diamalkan," ujar Menag.

"Ilmu menjadikan manusia akan semakin baik dan arif. Orang yang ilmunya sempit, cenderung bersikap kurang bijak. Di pesantrenlah tempat kita menimba ilmu dan berbagi pengalaman,” pungkasnya. (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sholawat Haedar Nashir