Rabu, 10 April 2013

Kafilah DKI Jakarta Juara Umum MTQN XXIV

Ambon, Haedar Nashir. Kafilah DKI Jakarta merebut juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIV setelah 20 qari-qariahnya tampil di babak final dengan meraih nilai tertinggi. Disusul Provinsi Banten sebagai peringkat kedua dan Provinsi Kepulauan Riau urutan ketiga.

Kafilah DKI Jakarta Juara Umum MTQN XXIV (Sumber Gambar : Nu Online)
Kafilah DKI Jakarta Juara Umum MTQN XXIV (Sumber Gambar : Nu Online)

Kafilah DKI Jakarta Juara Umum MTQN XXIV

Seperti diumumkan Ketua Dewan Hakim MTQ Nasional XXIV Prof Dr Said Agil Almunawar, MA bahwa urutan keempat hingga kesepuluh adalah Provinsi Jawa Barat, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Riau, Kalimantan Selatan dan Maluku.

Nama-nama para juara MTQN XXIV di Ambon sebagai berikut: Tilawah dewasa putra juara I-III adalah: R Harmoko (DKI Jakarta), H Fathullah (Banten), Dasrizal (Sumatera Barat). Dewasa putri: Rahmawati Hunawa (DKI Jakarta), Nurjannah (Sumatera Utara), Nursiah (Aceh).

Haedar Nashir

Golongan Remaja putra juara I-III adalah M Ihsan (Sumatera Barat), Muhammad aidil Haq (Papua Barat), Abdullah Gurium (DKI Jakarta). Remaja putri Dina Andriani (Kalimantan Selatan), Eva Hudaefah (Babten), dan Muzayanatul Millah (DKI Jakarta).

Haedar Nashir

Golongan Anak-anak putra juara I-III adalah Syamsuri Firdaus (Nusa tenggara Barat), Rahmah Saputra (Kepulauan Riau), dan Basori Alwi (Jawa Barat). Anak-anak putri: Annisa Febirka (Kepulauan Riau), Yurika Putri (Jambi), dan Nurhasanah (NTB). 

Golongan Tartil putra juara I-III: Muhammad Farhan (NTB), Aidil Zakatulizad (Kepulauan Riau), dan Ahmad Jalaluddin (DKI Jakarta). Tartil putri Sisca Wulandari Putri (kepulauan Riau), Khoirotun Hisan (DKI Jakarta), Ika Izzaty (Kalimantan selatan).

Golongan cacat netra putra juara I-III: Irsyad (Kepulauan Riau), Sukma Wijaya (Lampung), Alhamudin (NTB)m Cacat Netra putri: Juairiyah (kepulauan Riau), Imas Masyitoh (DKI Jakarta), dan Hasmawati (Sulawesi Tenggara). 

Golongan qiraat putra juara I-III: H Darwin Hasibuan (sumut), M Iqbql Hasan (Aceh), dan Amiruddin (DKI Jakarta). Qiraat putri: Hj Afriyantinis (Kepulauan Riau), Hj Farida (Jabar), dan Hj Fazliana (Aceh). 

Golongan Tahfizh Al-Quran golongan 1 juz dan tilawah juara I-III adalah Abdurrahman (Kalsel), Abung Pribadi (Kalbar), dan Ahmad Fikri Haikal (DKI Jakarta). Hafizhah: Reni Desma Jetri (DKI Jakarta), Siti Ainur Rohmah (Jawa Timur), Anita Rahmawati (Maluku). 

Golongan 5 juz dan Tilawah putra juara I-III: Dede Supriatna (DKI Jakarta), M Iqbal Ramadhan (Kepulauan Riau), dan Bilal Fairuz Karomi (Banten). Hafizhah: Nilna Aldiniyah Afsah (DKI Jakarta), Siti Hanidah (Riau), dan Nura Erviana (Jawa Timur).

Golongan 10 juz juara I-III putra Siswandi (NTB), Jaenuddin (Jawa Barat), Syauban Mubarok (Jawa Tengah). Hafizhah: Nisa Apriyanti (Riau), Alfina Rochmatika (Jatim) dan Aqmarina Asarah (Aceh).

Golongan 20 Juz putra juara I-III: Muha Syahrul Habib (Papua Barata), Khumaidi Hatta (Sulsel), dan Muhammad takmidul In’am (Jawa Timur). Hafizhah: Idah saidah (Jawa Barat), Hj Mansyuroh (Banten), Durrotul Muqoffa (Jawa Tengah).

Golongan 30 Juz putra juara I-III: Muhammad Fauzi (Banten), Muhammad Nasrul (Riau), dan Adhar (Kepulauan Riau). Hafizhah: Anik Istiqamah (Jabaray, Hj Aan Rahmawati (Banten), Ummu Habibah (Papua Barat). 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Kementerian Agama

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan, Aswaja Haedar Nashir

Kamis, 04 April 2013

UNU/STAINU Dirikan Pesantren Mahasiswa

Jakarta, Haedar Nashir. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia dan Sekolah Tinggi Agama Islam NU (STAINU) mendirikan pesantren mahasiswa yang berlokasi di Jl Matraman Dalam II Rt 19 Rw 08 Jakarta Pusat, tak jauh dari kampus UNU di Jalan Taman Amir Hamzah. 

Peresmian pesantren tersebut dilakukan Senin malam (23/11) oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj bersama dengan dewan penyantun UNU Hermanto Dardak, Rektor UNU Maksum Machfoedz dan civitas akademika UNU dan STAINU.

UNU/STAINU Dirikan Pesantren Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU/STAINU Dirikan Pesantren Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU/STAINU Dirikan Pesantren Mahasiswa

Dalam kesempatan tersebut KH Said Aqil Siroj memberi motivasi kepada para mahasiswa untuk rajin belajar karena saat ini banyak sekali kesempatan beasiswa yang bisa diraih oleh para kader NU, asal memenuhi syarat. 

Haedar Nashir

Ia menjelaskan, dukungan terhadap NU diberikan oleh banyak pihak karena sikap moderat NU. Para pihak yang memiliki kesamaan pandangan tersebut sangat mendukung kemajuan NU. Karena itu, ia kembali menegaskan agar menggunakan kesempatan dan berbagai dukungan ini dengan sebaik-baiknya. 

Haedar Nashir

KH Mujib Qolyubi, pengasuh pesantren mahasiswa UNU menjelaskan, pesantren ini khusus diperuntukkan bagi santri putri, sedangkan untuk santri putra, disediakan lokasi di daerah Kalibata.

Inisiatif pendirian pesantren ini dikarenakan banyaknya orang tua mahasiswa yang menanyakan apakah ada pesantren dan tempat mengaji bagi anak-anaknya yang belajar di UNU Indonesia dan STAINU Jakarta. 

Mujib menambahkan, sebagai pesantren, nantinya akan diadakan pengajian rutin tiap hari dengan mengkaji kitab-kitab yang selama ini diajarkan di pesantren. Bukan sekedar belajar agama, para santri akan dididik bagaimana berperilaku dengan baik sesuai dengan akhlak Rasulullah. (Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Warta Haedar Nashir

Selasa, 02 April 2013

Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas

Kudus, Haedar Nashir. Pemilu menjadi sarana pendidikan politik di kalangan pelajar. Karenanya, para pelajar NU harus menggunakan hak suaranya dengan memilih calon legislatif yang berkualitas.

Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas

Wakil Ketua PC IPNU Kudus Ubaidillah Dwi Lazuardi mengatakan pelajar NU harus mensukseskan pemilu dengan berpartisipasi aktif dan berkomitmen untuk tidak golput. Sebab, pemilu merupakan sarana dalam meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

“Gunakan hak anda secara bebas yang bertanggungjawab untuk memilih caleg yang sesuai dengan harapan tanpa adanya paksaan.,”katanya kepada Haedar Nashir, Senin (7/4).

Haedar Nashir

Dalam menentukan pilihan, Ubaidillah mengingatkan supaya memilih caleg berdasarkan kualitasnya bukan karena kemampuannya membagi uang. Ditegaskan, adanya politik uang sebagai bentuk pelanggaran juga mencoreng demokrasi di Indonesia.

Haedar Nashir

“Masa depan bangsa atau daerah ada di tangan pemuda. Jadi jika ingin yang terbaik untuk bangsa dan daerah maka pilihlah pemimpin kualitas dengan melihat rekam jejak perjuangannya di masyarakat,”tandasnya.

Pemiliu, imbuh Ubadillah, adalah sebagai pendidikan dengan manifestasi meningkatkan rasa partisipasi politik dalam rangka penciptaan iklim persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Menurutnya, dengan semakin tingginya pemahaman berpolitik yang benar dan bermartabat,  maka semakin tinggi pula rasa persatuan dan kesatuan masyarakat.(Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri Haedar Nashir

Kamis, 28 Maret 2013

PBNU Sosialisasi Hasil Muktamar ke NU DKI

Jakarta, Haedar Nashir - Pengurus Besar NahdlatulqUlama (PBNU) menggelar sosialisasi hasil muktamar ke-33 NU kepada pengurus NU di wilayah DKI Jakarta dari berbagai tingkatan, Ahad (28/2, di aula kantor PWNU DKI Jakarta, Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat.

Peserta terdiri dari utusan Pengurus Wilayah NU (PWNU), Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU), Pengurus Cabang NU (PCNU) se-DKI Jakarta. Kegiatan dirangkai dengan bahtsul masail menjelang.Konferensi Wilayah (Konferwil) PWNU DKI Jakarta.

PBNU Sosialisasi Hasil Muktamar ke NU DKI (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sosialisasi Hasil Muktamar ke NU DKI (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Sosialisasi Hasil Muktamar ke NU DKI

Sosialisasi dipandu Ketua PBNU H M Imam Aziz yang juga ketua panitia Muktamar Ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur, Agustus 2015. Di hadapan forum, ia menjelaskan berbagai perubahan redaksi pasal dan ayat dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU hasil kesepakatn muktamar paling mutakhir.

Haedar Nashir

Imam antara lain memaparkan perihal adanya Badan Khusus. Unit kerja baru ini merupakan perangkat PBNU yang memiliki struktur secara nasional. Badan Khusus berfungsi dalam pengelolaan, penyelenggaraan, dan pengembangan kebijakan NU yang berkaitan dengan bidang tertentu.

"Badan Khusus ada tiga, yaitu pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Badan Khusus mengordinasi langsung unit-unit kegiatan di daerah, seperti rumah sakit, perguruan tinggi, dan lain-lain," ujarnya.

Hal lain yang disosialisasikan dalam forum tersebut adalah hadirnya dua badan otonom.baru, yakni Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (Ishari) dan Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama; penghapusan lajnah menjadi lembaga, serta mekanisme rekrutmen pemimpin baru berikut syarat-syaratnya.

Haedar Nashir

Ketua PWNU DKI Jakarta Tubagus Robi Budiansyah yang hadir dalam kesempatan itu menyambut positif kegiatan pagi hingga siang ini. Ia mendorong seluruh pengurus NU untuk senantiasa menjaga wibawa PBNU yang ia nilai telah berhasil menjaga hubungan dengan berbagai pihak. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hadits, Ubudiyah, Quote Haedar Nashir

Kamis, 21 Maret 2013

PP Fatayat NU Selenggarakan Nikah Massal

Jakarta, Haedar Nashir
Aksi sosial dengan menyelenggarakan kawin massal tampaknya sekarang sedang menjadi trend. Untuk memperingati hari ulang tahunnya yang jatuh pada 24 April lalu sekaligus sebagai acara pra kongres PP Fatayat NU akan menyelenggarakan nikah massal pada Rabu, 25 Mei 2005 di Gd. PBNU.

Saat ini sudah terkumpul 16 pasangan yang siap untuk dinikahkan. Mereka akan dibiayai semua keperluannya, mulai dari biaya transportasi, biaya pengurusan nikah sampai dengan mas kawinnya dan termasuk juga resepsinya. Tak banyak memang mas kawin yang akan diberikan, hanya berupa uang Rp. 50.000.

“Sebenarnya banyak sekali yang meminta untuk dinikahkan, namun kesulitan kami adalah peserta tersebut harus memiliki KTP DKI padahal banyak penduduk miskin yang memang hidupnya nomaden dan ber KTP daerah,” tandas Ummu Fatma kepada Haedar Nashir yang menjadi koordinator acara tersebut.(17/05).

Para calon pengantin tersebut sebagian besar sudah punya anak dan sudah lama hidup bersama. “Insyaallah mereka sudah menikah secara agama tetapi tidak memiliki surat nikah,” tambahnya.

Untuk pengantin pria, mereka akan diberi baju koko, sarung dan kopiah sedangkan bagi mempelai wanita akan diberi kebaya dan jilbab. Mereka akan dirias oleh para pengurus Fatayat sendiri yang memang memiliki keahlian dalam bidang tersebut.

Acara ijab kabul akan dilaksanakan di Lt 1 oleh pejabat KUA Jakarta Pusat sedangkan resepsi akan dilaksanakan dilaksanakan di lt 8. Rencananya Ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi turut menghadiri prosesi tersebut.

Untuk memeriahkan suasana, akan diadakan lomba tumpeng sebagai bagian dari resepsi tersebut, istri dari Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf tersebut mengungkapkan akan terdapat 16 tumpeng yang mewakili masing-masing pengantin.

Sebelumnya PW Fatayat Jawa Barat juga melaksanakan nikah massal yang melibatkan 29 pasangan di Bandung sebagai peringatan harlah Fatayat.(mkf)

 

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, Berita, Warta Haedar Nashir

PP Fatayat NU Selenggarakan Nikah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Fatayat NU Selenggarakan Nikah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Fatayat NU Selenggarakan Nikah Massal

Rabu, 20 Maret 2013

Majelis Taklim Ibu, Harapan Moral Generasi Muda

Padang Pariaman, Haedar Nashir. Kaum ibu merupakan penentu dalam memperbaiki moral masyarakat yang sudah rusak. Dalam hal ini kalangan ibu aktivis majelis taklim sangat berperan aktif memperbaiki moral bagi generasi mendatang.

Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Sumatera Barat Darmis Darwis mengungkap perihal ini pada pengajian rutin Majelis Taklim Nagari Kuraitaji di Surau Korong Kampung Tangah, Kuraitaji kecamatan Nan Sabaris kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (13/12) sore.

Majelis Taklim Ibu, Harapan Moral Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Taklim Ibu, Harapan Moral Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Taklim Ibu, Harapan Moral Generasi Muda

Ia menaruh harapan besar pada kaum ibu aktivis majelis taklim dalam memperbaiki moral generasi muda. Majelis taklim ibu-ibu sangat berperan. Karena, sebagian besar dari kaum laki-laki menghabiskan waktu di lepau-lepau, baik yang hanya maota, maupun main koa (berjudi).

Haedar Nashir

“Negeri ini akan baik, jika kaum ibunya juga baik. Karena generasi yang baik terlahir dari didikan ibu yang baik pula,” kata Darwis di hadapan sedikitnya 200 hadirin.

Darwis menyayangkan kota Padang yang masuk dalam 10 besar kasus HIV/AIDS. Bahkan hampir 90 % anak sekolah meninggalkan shalat. Ini membuktikan orang tua tidak lagi mengontrol kedisiplinan anaknya.

Haedar Nashir

Darwis yang juga memimpin Majelis Zikir Al-Inabah membawa pantun, dulu tonggak listrik dari besi, kini tonggak listrik dari beton. Dulu magrib mengaji, kini magrib menonton (tivi). (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Santri Haedar Nashir

Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani

Indramayu, Haedar Nashir. Katib Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil mengajak warga NU untuk meneladani kerendahan hati Syekh Nawawi Banten sebagai orang alim. Menurutnya, kendati menguasai 73 disiplin ilmu, Syekh Nawawi menyatakan rasa syukurnya ketika mendengar ulama Timur Tengah berencana membedah karyanya, Tafsir Munir.

Pada puncak acara Wisuda Khatmil Quran ke-5 sekaligus peringatan Isra Miraj Majelis Al-Quran Naswa-Nasyatul Wardiyah, desa Kertanegara kecamatan Haurgeulis, Indramayu, Kiai Musthofa menirukan ucapan ‘Alhamdulillah’ dari Syekh Nawawi Banten.

Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)

Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani

“Berarti, kesalahan dalam tafsir saya akan diketahui dan diperbaiki,” kata Kiai Musthofa yang lazim Gus Mu mengutip ucapan Syekh Nawawi, Sabtu (31/5).

Haedar Nashir

Dalam forum yang dihadiri sejumlah majelis taklim itu, Gus Mu menyayangkan sikap sejumlah orang yang yakin telah memahami agama belakangan ini. “Tidak seperti sekarang, baru bisa terjemah Al-Quran saja sudah pandai menyalahkan dan mengkafirkan orang lain.”

Haedar Nashir

Syekh Nawawi, lanjut pengasuh pesantren Kempek Cirebon ini, mendapat gelar ‘Sayidu Ulama Hijaz’. Padahal Syekh Nawawi orang Indonesia. Meskipun kealimannya sangat disegani, Syekh Nawawi tetap tawadlu. (Red: Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah, Humor Islam, AlaSantri Haedar Nashir