Selasa, 12 November 2013

2000 Siswa Madrasah Berprestasi Bertarung di Ajang Aksioma-KSM Yogyakarta

Yogyakarta, Haedar Nashir. Tahun 2017 ini Yogyakarta menjadi tempat bertarungnya sekitar 2000 siswa madrasah dengan level prestasi tingkat nasional dan internasional.

Mereka berkompetisi di ajang Ajang Kreasi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2017 pada 7-12 Agustus 2017.

2000 Siswa Madrasah Berprestasi Bertarung di Ajang Aksioma-KSM Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
2000 Siswa Madrasah Berprestasi Bertarung di Ajang Aksioma-KSM Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

2000 Siswa Madrasah Berprestasi Bertarung di Ajang Aksioma-KSM Yogyakarta

Kompetisi dipusatkan di dua tempat yaitu Stadion Mandala Krida dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Siswa Madrasah dari semua jenjang ini memperebutkan supremasi tertinggi di antara para siswa madrasah seluruh Indonesia.

Pembukaan kegiatan Aksioma-KSM 2017 ini dipusatkan di Stadion Mandala Krida, Senin (7/8) malam. Berbagai penampilan seni dan budaya disuguhkan dengan baik oleh siswa dari sejumlah siswa di Yogyakarta, salah satunya dari MAN 2 Yogyakarta.

Haedar Nashir

Lengkap dengan busana ala Keraton, mereka menampilkan karnaval budaya dengan pergerakan lincah menelusuri salah satu sudut stadion Mandala Krida.

Ribuan siswa berprestasi dari 34 Provinsi itu siap berkompetisi secara sportif. Mereka bangga memilih madrasah sebagai tempat menempuh ilmu dan akhlak.

"Saya bangga menjadi bagian dari siswa madrasah. Saya sangat siap berkompetisi dengan siswa-siswi lain dari seluruh Indonesia," ujar Kholida Nailul Muna, siswa MAN 3 Bantul, DIY juara ajang matematika internasional di Vietnam pada Juli 2017 lalu.

Senada dengan Kholida, Satria Widyanto yang merupakan siswa Madrasah Muallimin Yogyakarta juga siap mempertahankan emas yang dia peroleh dalam ajang KSM di Pontianak.

"Saya meraih emas di KSM Pontianak, saya siap menghadapi teman-teman dari seluruh Indonesia. Saya bangga madrasah," ujarnya mengucapkan rasa antusiasmenya.

Haedar Nashir

Seluruh kontingen yang mengisi penuh setiap tribun stadion menyambut penuh gembira dan semangat untuk menghadapi ajang sains ini.

Selain 2000 kontingen, Kantor Wilayah Kementerian Agama di seluruh provinsi juga mengirimkan sekitar 10.000 pendamping yang terdiri dari guru, pelatih, Kepala Kanwil, dan para kepala bidang.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan dihadiri oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan Hamengku Buwono X. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja, Berita, Sholawat Haedar Nashir

Pelajar NU di Jombang Diimbau Susun Program Kebutuhan Pelajar

Jombang, Haedar Nashir

Empat Pengurus Pimpnan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU-IPPNU) di Kabupaten Jombang dikukuhkan dalam waktu bersamaan di Aula Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat, Ahad (24/1/2016). Empat PAC tersebut di antaranya dua PAC di Kecamatan Perak dan dua yang lain Kecamatan Megaluh.?

Setelah dilantik, empat PAC tersebut diimbau segera menyusun program-program yang dibutuhkan IPNU-IPPNU untuk pelajar ditempat masing-masing, mereka juga didorong menemukan inovasi-inovasi dalam merumuskan dan menjalankan program-programnya. Hal ini dilakukan agar mereka aktif berkarya mendampingi ranting-ranting di bawahnya.

Pelajar NU di Jombang Diimbau Susun Program Kebutuhan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU di Jombang Diimbau Susun Program Kebutuhan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU di Jombang Diimbau Susun Program Kebutuhan Pelajar

Ketua Piimpinan Cabang (PC) IPPNU Jombang, Qurrotul Aini menegaskan bahwa sejumlah agenda yang dirumuskan masing-masing PAC IPNU-IPPNU merupakan kegiatan realistis yang dibutuhkan pelajar.?

“Semoga tidak pelantikannya saja yang semarak, tapi juga kegiatan-kegiatannya juga bisa bermanfaat untuk IPNU-IPPNU dan pelajar,” katanya usai melakukan prosesi plantikan, Ahad (24/1).

Haedar Nashir

Disamping itu Aini, sapaan akrabnya berharap kepada pengurus IPNU-IPPNU dari ranting hingga PAC untuk ikut berperan aktif menyukseskan pelantikan PC IPNU-IPPNU Jombang yang akan digelar pada pertengahan bulan Februari mendatang.?

“Kita juga punya gawe (agenda) pelantikan pengurus cabang IPNU-IPPNU pada pertengahan bulan depan, mereka juga harus ikut serta menyukseskan pelantikan tersebut,” ujarnya.

Sementara Ketua PAC Megaluh, Asmo E Afandi mengatakan, keberlangsungan organisasi sangat ditentukan oloeh kesolidan dan kerja keras anggota dengan pengurus dalam mejalankan mandat organisasinya. Afandi mengajak kepada pengurus yang baru dilantik itu untuk membangun kerja sama yang baik demi memaksimalkan menjalankan program.?

“Saya mengajak kepada jajaran pengurus dan anggota untuk saling mendorong dalam kesuksesan kegiatan yang akan segera kita rumuskan bersama,” ungkapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail Haedar Nashir

Kamis, 31 Oktober 2013

Gus Dur Selalu Tanamkan Islam sebagai Agama Kedamaian

Kudus, Haedar Nashir - Pengasuh Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengha KH Yusuf Chudlori mengatakan, KH Abdurrahmana Wahid (Gus Dur) pada masa hidupnya selalu menanamkan kepada masyarakat bahwa Islam adalah agama kedamaian di bumi.

Gus Dur, kata kiai muda yang biasa disapa Gus Yusuf ini, dalam menunjukkan Islam mengutamakan kedamaian, memberi contoh kisah KH Chudlori yang didatangi dua kelompok masyarakat desa Tepus, Magelang yang meminta fatwa penggunaan bondo desa .

Gus Dur Selalu Tanamkan Islam sebagai Agama Kedamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Selalu Tanamkan Islam sebagai Agama Kedamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Selalu Tanamkan Islam sebagai Agama Kedamaian

Kedua kelompok tersebut, lanjut  Gus Yusuf, saling berebut antara digunakan membeli gamelan ataukah merehab masjid. “Tanpa diduga, KH Chudlori tidak menjawab untuk rehab masjid, melainkan mendahulukan membeli gamelan dengan alasan demi kerukunan,” jelasnya pada puncak acara “Gebyar seni budaya dan peringatan haul ke-6 Gus Dur” yang diselenggarakan Pengurus Cabang Lesbumi Kudus di  Komplek Kampung Festival Bambu Wulung, Desa Ngembalrejo, Kudus, Ahad Malam (31/1).

Gus Yusuf menambahkan, kisah tersebut ditafsirkan Gus Dur bahwa KH Chudlori lebih mementingkan masyarakat guyub rukun. Ketika masyarakatnya rukun, masjid akan tumbuh dengan sendirinya. “Dari sinilah Gus Dur menanamkan Islam hadir tidak untuk memecah-belah, tetapi untuk memberi kedamaian," ujar kiai putra KH Chudlori ini.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Kemudian Gus Yusuf merasa prihatin kondisi masyarakat Indonesia belakangan yang mengalami krisis kepercayaan. Masyarakat, katanya, banyak yang bangga menjadi orang (bangsa) lain daripada menjadi orang Indonesia. Hal ini banyaknya orang berpenampilan atau gaya pakaiannya berubah sehingga tidak mencerminkan warga Indonesia.

 

"Gus Dur itu apa adanya, tidak jaim, tidak usah gaya. Selama berkualitas seperti beliau dimana pun orang akan menghormati. Tetaplah menjadi Indonesia , menjadi warga NU. Itu cara Gus Dur memberi keteladanan," terangnya.

Gus Dur juga mengajarkan kelembutan, kasih sayang serta menyanyangi semua komponen masyarakat lintas suku ras dan agama. Gus Dur dicintai banyak orang karena mencintai banyak orang. "Sudah 6 tahun beliau wafat, tetapi warisan kasih sayang, ajaran keteguhan sikapnya, belajar mencintai NKRI harus tetap tumbuh dalam jiwa kita. Cita-cita besar Gus Dur perihal kemanusiaan, kedamaian dan NKRI harus kita perjuangkan bersama," harap Gus Yusuf.

Turut hadir dalam acara ini putri bungsu Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid, tokoh NU, budayawan, politisi dan kaum nahdliyin Kudus. Bintang Aksi Yunior Bintha Athivata beserta ibunya, Hj Nuzumul Laily. Serta dan sastrawan Kudus ikut menyemarakkan suasana dengan pentas membaca puisi. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, Nusantara, Meme Islam Haedar Nashir

Selasa, 29 Oktober 2013

Warga NU Sejahtera, Pertumbuhan Ekonomi Melaju Pesat

Surabaya, Haedar Nashir. Panitia Daerah (Panda) Muktamar ke-33 NU kembali menggelar acara pra muktamar dengan konsep yang berbeda. Kali ini Panda mengonsep dialog interaktif bersama Bapak Chairul Tanjung, CEO Trans Corp di halaman timur Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Jum’at (3/7).

Dialog yang bertemakan Membangun Kemandirian Ekonomi Rakyat itu dihadiri oleh ratusan orang. Mereka terdiri dari para pengusaha muda, pengusaha santri dan para jamaah Masjid Al-Akbar Surabaya.?

Warga NU Sejahtera, Pertumbuhan Ekonomi Melaju Pesat (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Sejahtera, Pertumbuhan Ekonomi Melaju Pesat (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Sejahtera, Pertumbuhan Ekonomi Melaju Pesat

Hadir juga KH Miftachul Akyar, Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, KH Mutawakkil Alallah, Mantan Menteri Pendidikan RI, Prof M Nuh, Direktur Masjid Al Akbar. Tentu Ketua dan Sekretaris Panda Muktamar ke-33 NU turut hadir.

Haedar Nashir

Dalam sambutannya, Gus Ipul atas nama Ketua Panitia Daerah mengucapkan terima kasih kepada Bapak Chairul Tanjung yang bersedia hadir dalam dialog interaktif ini. Gus Ipul berharap dengan adanya dialog bersama Pak CT (Chairul Tanjung) dapat memberikan motivasi kepada kita semua untuk memulai usaha.

Haedar Nashir

Baginya, warga NU harus pintar, cinta tanah air itu semua itu sudah ada di NU. Namun orang kaya ini yang masih sedikit di NU, bisa dihitung angkanya. "Kalau warga NU sejahtera maka pertumbuhan ekonomi melaju cepat," terangnya.

Kiai Mutawakil juga menyampaikan apresiasi kepada panitia daerah yang telah mengadakan acara dialog interaktif bersama Pak CT. "Ini langkah cerdas yang diambil oleh Panda. Karena inilah yang menjadi kebutuhan masyarakat terutama warga NU," terang Kiai Mutawakkil.

Dalam penyampaiannya, Pak CT menyayangkan minimnya umat muslim yang menguasai sektor perekonomian. Dari 88 persen umat muslim, hanya 22 persen yang berperan di dunia usaha dan menguasai sektor perekonomian.

"Umat Islam di Indonesia harus siap membangun perekonomian mandiri, kalau tidak, Indonesia akan menjadi ladang basah bagi negara lain, apalagi tahun ini akan ada MEA," pesannya. ? (Rofii Boenawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah, Berita Haedar Nashir

Minggu, 27 Oktober 2013

NU Dorong Pemerintah Indonesia Fasilitasi Penyelesaian Konflik Suriah

Wonosobo, Haedar Nashir. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mendorong keterlibatan pemerintah Indonesia dalam membantu menyelesaikan konflik Suriah yang saat ini sudah menelan lebih dari 100 ribu nyawa.

“Saat ini masih ada kesempatan sebelum terlambat,” katanya dalam konferensi pers setelah pembukaan rapat pleno PBNU, Sabtu (7/9).

Ia menegaskan, langkah militer yang digagas oleh Amerika Serikat sejumlah negera sekutunya tidak akan menyelesaikan masalah.?

NU Dorong Pemerintah Indonesia Fasilitasi Penyelesaian Konflik Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Dorong Pemerintah Indonesia Fasilitasi Penyelesaian Konflik Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Dorong Pemerintah Indonesia Fasilitasi Penyelesaian Konflik Suriah

“Dialog merupakan cara terbaik dalam menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Haedar Nashir

Kiai Said berharap pemerintah Indonesia berperan lebih aktif dalam mendorong negara-negara Muslim secara bersama-sama menyelesaikan masalah tersebut.

OKI, menurut Kang Said, sejauh ini tidak jelas peran yang dilakukannya. “OKI itu seperti la yamuutu wa la yahya, (tidak kehilatan hidup atau matinya). Ya daripada tidak ada,” tandasnya.?

Haedar Nashir

Dalam pertemuan G20 di Rusia, SBY menegaskan penolakannya atas upaya penyelesaian konflik Suriah dengan cara-cara kekerasan, apalagi tanpa mandat dari PBB.

“Menurut pandangan saya adalah, masyarakat internasional (internastional community), yang diberikan mandat oleh perserikatan bangsa-bangsa untuk melaksanakan sejumlah tugas, yang mengandung tiga elemen tadi tentu tidak semua dilaksanakan oleh international community. Selebihnya dilaksanakan oleh bangsa Syiria, pemerintah Syiria, pemimpin-pemimpin dan tokoh-tokoh Syiria sendiri," kata Presiden dalam keterangan pers di St Petersburg, Jumat sore waktu setempat, seperti dilansir oleh Antara. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Kajian Haedar Nashir

Minggu, 20 Oktober 2013

Bang Haji Ajak Jamaah Bershalawat

Jombang, Haedar Nashir. Untuk kali kedua, Raja Dangdut H Rhoma Irama berkeliling ke Jawa Timur. Hal itu dilakukan guna mengenal lebih dekat para tokoh dan warga Nahdlatul Ulama.

Bang Haji Ajak Jamaah Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bang Haji Ajak Jamaah Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bang Haji Ajak Jamaah Bershalawat

Sabtu (10/5) malam, Bang Haji, sapaan akrabnya berkesempatan melangsungkan silaturahim ke sejumlah kiai dan pengasuh pondok pesantren di Jombang. Raja Dangdut itu hadir dalam rangka haul KH Bisri Syansuri di Pondok Pesantran Mambaul Maarif Denanyar. 

Tampak hadir sejumlah tokoh seperti Muhaimin Iskandar (Ketua Umum DPP PKB dan Menakertrans), Saifullah Yusuf (Ketua PBNU dan Wakil Gubernur Jatim), Ida Fauziyah (Ketua Umum PP Fatayat NU) serta para pejabat dari Pemprov Jatim dan pengurus partai lainnya.

Haedar Nashir

Yang menarik, di ujung sambutan yang mengatas namakan keluarga,  Muhaimin Iskandar mendaulat Raja Dangdut itu untuk memimpin pembacaan shalawat.  "Kita ingin mendengarkan suara Bang Haji melantunkan shalawat," kata Cak Imin. 

Haedar Nashir

"Kita yakin, suara Bang Haji dapat memukau para hadirin," katanya. "Dan kalau sudah memukau, kita yakin jamaah akan mengikuti apa yang dikatakan Bang Haji," tandas keponakan KH Abdurrahman Wahid ini.

Permintaan yang tiba-tiba ini cukup merepotkan Bang Haji yang saat itu didampingi grup shalawat al-Banjari dari Pesantren Mambaul Maarif.

Namun Bang Haji tampak segera menguasai panggung dan memilih shalawat Badar untuk mengajak ribuan jamaah yang hadir untuk bershalawat. 

Dalam pandangan Bang Haji, shalawat adalah ajakan untuk mengenal dan mencintai sosok baginda Nabi Muhamaad SAW. Kegemaran bershalawat adalah di antara manifestasi kecintaan kepada beliau. 

"Apalagi Allah telah memberikan jaminan akan dibalasnya shalawat kita dengan berkali lipat," katanya seraya menyitir sebuah hadits.

Bersama sejumlah kiai dan tokoh serta jamaah yang hadir, Bang Haji melantunkan Shalwat Badar. Suaranya yang khas benar-benar mampu membawa jamaah melantunkan shalawat tersebut dengan khidmat.

Sebelum ke pesantren ini, Bang Haji  berada di Tuban,  bertemu Bupati Tuban Fathul Huda, yang  dilanjutkan  silaturahmi dengan  pengasuh dan santri Pondok Pesantren Langitan, Tuban, yang langsung dilanjutkan untuk berziarah ke makam KH Abdullah Faqih.

Sebelum ke Denanyar, Rhoma  berziarah ke makan Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Pesantren Tebuireng, sekaligus menemui sang pengasuh, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.  

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja, Daerah, Nasional Haedar Nashir

Senin, 30 September 2013

Jamsaren: Pesantren Tertua di Surakarta

Bila Pondok Pesantren Jamsaren diklaim sebagai pondok pesantren tertua di Pulau Jawa, barangkali memang ada benarnya. Sebab, pondok pesantren yang berlokasi di Jalan Veteran 263 Serengan Solo ini sudah berdiri sekitar tahun 1750.

Semula, pondok pesantren yang didirikan pada masa pemerintahan Pakubuwono IV ini hanya berupa surau kecil. Kala itu, PB IV mendatangkan para ulama, di antaranya Kiai Jamsari (Banyumas), Kiai Hasan Gabudan dan lain sebagainya. Nama Jamsaren itu juga diambil dari nama kediaman Kiai Jamsari yang kemudian diabadikan hingga sekarang.

Jamsaren: Pesantren Tertua di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamsaren: Pesantren Tertua di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamsaren: Pesantren Tertua di Surakarta

Namun sayangnya, meskipun pernah disinggahi banyak ulama besar Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), Pondok Jamsaren hampir tak terlihat lagi kultur ke-Aswajaannya. Hal ini menurut penghulu kraton disebabkan karena pada perkembangannya jarang ada ulama, khususnya dari golongan ulama Aswaja, yang mau mendekat ke kraton, seperti yang dilakukan wali songo atau ulama kraton zaman dulu.

“Ada semacam terputusnya rantai mata sejarah pada pondok ini,” kata Tafsir Anom, KRT Muh. Muhtarom kepada Haedar Nashir, Sabtu (9/2) lalu.

Haedar Nashir

Pondok Jamsaren juga pernah mengalami masa vakum. Vakumnya pondok pada 1830 disebabkan terjadinya operasi tentara Belanda. Operasi itu dimulai lantaran Belanda kalah perang dengan Pangeran Diponegoro pada 1825 di Yogyakarta. Karena kalah, Belanda melancarkan serangkaian tipu muslihat dan selanjutnya berhasil menjebak Pangeran Diponegoro. Karena itu pada 1830, para kiai dan pembantu Pangeran Diponegoro di Surakarta dan PB VI bersembunyi dan keluar dari Surakarta ke daerah lain, termasuk Kiai Jamsari II (putra Kiai Jamsari) dan santrinya.

Haedar Nashir

Setelah sekitar 50 tahun kosong, seorang kiai alim dari Klaten yang merupakan keturunan pembantu Pangeran Diponegoro, Kiai H Idris membangun kembali surau, yang kemudian menjadi pesanren, tersebut. Bangunan pondok dibuat lebih lengkap dan diperluas dari kondisi semula. Bersamaan itu pula Sunan Pakubuwono X mendirikan Madrasah,yang diberi nama Madrasah Mambaul Ulum Surakarta.

Materi yang diajarkan adalah kitab-kitab klasik (kitab kuning) berbahasa Arab dan diterjemahkan dengan bahasa Jawa Pegon (bahasa yang disesuaikan dengan susunan bahasa Arab), seperti Nahwu Shorof, Tajwid, Qiroah, Tafsir, Fiqh, Hadits, Mantiq, Tarikh dan Tasawwuf. Metode pengajaran pun dengan cara sorogan (maju satu per satu), sebagian yang lain dengan cara wekton atau blandongan (cara berkelompok), masing-masing membawa kitab sendiri.

Para santri tidak hanya datang dari Solo sekitar, tetapi juga datang dari daerah lain di Pulau Jawa, di antaranya Tegal, Semarang, Banten, Jombang, dan Mojokerto. Pada 1908, mushala pondok pesantren diganti dengan bangunan masjid tembok dan berlangsung hingga sekarang. Pada 1913, sistem pengajian sorogan diganti dengan sistem kelas.

Mencetak Ulama dan Pemimpin Besar

Dalam perkembangannya, pada tahun 1923 M, KH. Idris wafat (dimakamkan di pajang Makam Haji) kemudian diganti oleh KH. Abu Amar (Kyai Jamsari/Kyai Ngabei projowijoto). Pada tahun 1965 KH.Abu Umar wafat. Beliau digantikan oleh putranya, yang salah satunya di ganti oleh KH. Ali Darokah sebagai ketua.

Pondok jamaren mulai thun 1965-1997, secara langsung dipimpin oleh KH. Ali Darokah yang dibantu oleh pengurus pondok. dimana struktur pondok terdiri dari lurah pondok, sekretaris. bendahara, wali santri pondok, staf pengajar, staf keamanan, dan staf dakwah. Pada tanggal 8 juli 1997 KH. Ali Darokah wafat. Sepeninggal beliau pengelolaan Pondok diserahkan kepada pengurus harian pondok dan pengurus pelaksana harian pondok.

Pada periode ini selain pengajian sistem kelas dengan materi pelajaran agama juga diberi materi pelajaran umum untuk menunjang prestasi santri. Pada tahun pertama santri diwajibkan untuk menghapal juz Amma sebagai alah satu bekal santri dalam kehidupan bermasyarakat kelak. 

Sebagai salah satu institusi pendidikan yang telah ditempa oleh perubahan zaman selama berpuluh-puluh tahun, maka dalam mensikapi dunia pendidikan pada dekade ini. Pondok Pesantren Jamsaren menawarkan suatu alternatif sitem pendidikan dimana santri digembleng dengan pengetahuan pendidikan agama islam di pesantren, di sisi lain santri menuntut ilmu pengetahuan umum di sekolah formal dengan harapan agar kelak menjadi profesional muda yang berjiwa Ulama dan pemimpin yang berguna bagi bangsa, agama dan negara.

Beberapa nama besar pernah lahir dari pondok ini, di antaranya Munawir Sazali (mantan Menteri Agama RI) dan Miftah Farid (Ketua MUI Jabar). Dalam perkembangannya, Pondok Pesantren Jamsaren kemudian bekerja sama dengan Yayasan Perguruan Al-Islam Surakarta. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah, AlaSantri Haedar Nashir