Minggu, 15 November 2015

Mahasiswa Pesantren Annuqayah Juara Umum Pekan Arabi 2015

Sumenep, Haedar Nashir. Hari Santri menjadi berkah tersendiri bagi para santri pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep. Pasalnya, di Hari Sanstri ini kafilah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) keluar sebagai juara umum dalam acara Pekan Arabi 2015 di Universitas Negeri Malang.

"Alhamdulillah berkat doa dan dukungan segenap Masyayikh Annuqayah, dewan guru/dosen, sahabat, dan semua tanpa terkecuali, malam ini 22 Oktober 2015 (bertepatan dengan hari santri), kami Kafilah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah telah dinobatkan sebagai Juara Umum dalam acara Pekan Arabi 2015," terang salah satu juara dari Annuqayah Musyfiqur Rahman.

Mahasiswa Pesantren Annuqayah Juara Umum Pekan Arabi 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Pesantren Annuqayah Juara Umum Pekan Arabi 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Pesantren Annuqayah Juara Umum Pekan Arabi 2015

Rincian pencapaian lomba tersebut, ialah sebagai berikut:

Haedar Nashir

1). Musyfiqur Rahman (Juara 1 Lomba Debat Bahasa Arab dan Juara 3 Lomba Esai Bahasa Arab)

Haedar Nashir

2). A Munawwir dan Mukhlis (Juara 1 Lomba Debat Bahasa Arab)

3). M. Rahmat (Juara 1 Lomba Baca Puisi Bahasa Arab)

4. Achmad Ainul Yaqin Amrullah (Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Arab) 

5. Faishal Anam (Juara 3 Lomba Nasyid Arabi) 

"Kami sangat berterima kasih kepada kiai sepuh Annuqayah yang selalu membimbing dan mendoakan kami. Kami haturkan terima kasih pula kepada guru-guru dan kiai muda Annuqayah yang terus mendidik dan memompa semangat berprestasi kami, seperti Kiai Mohammad Husnan, Kiai.Muhammad Musthafa, Kiai Nail Filhaq, Kiai Ubaidillah Tsabit dan semuanya tanpa terkecuali," tukas Musyfiqur Rahman. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Pertandingan, Hadits Haedar Nashir

Hati-hati, Ada Skenario Agar NU Ditinggalkan Jamaahnya

Jember, Haedar Nashir - Diakui atau tidak, saat ini tengah terjadi upaya penggerusan yang luar biasa terhadap legitimasi NU. Kepercayaan masyarakat terhadap NU digembosi pascademo anti-Ahok beberapa waktu yang lalu. Tokoh-tokoh NU –dan siapa saja—yang menolak mendukung demo antiAhok seolah-olah menjadi musuh bersama umat Islam. Padahal tidak demikian.

Hal tersebut diungkapkan aktifis NU Jember Muhaimain Kamal saat mengisi acara Mapaga (Masa Pemantaban Anggota) di gedung Ansor Cabang Jember, Ahad (18/12).?

Menurut Muhaimin, ada skenario besar dari pihak-pihak tertentu untuk mendelegitimasi NU dengan memanfaatkan isu anti-Ahok. “Disebarkanlah isu seolah-olah NU tidak membela Islam. NU seakan-akan pro penista agama. Padahal tidak demikian. Untuk soal membela Islam, NU tidak penah menawar. Tapi itu tidak harus dengan demo,” ucapnya.

Hati-hati, Ada Skenario Agar NU Ditinggalkan Jamaahnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-hati, Ada Skenario Agar NU Ditinggalkan Jamaahnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hati-hati, Ada Skenario Agar NU Ditinggalkan Jamaahnya

Dosen IAIN Jember tersebut menambahan, upaya-upaya pihak tertentu dalam mengikis kepercayaan masyarakat terhadap NU dilakukan secara massif. Dan mereka berhasil membikin opini seolah-olah NU salah karena tidak mendukung demo anti-Ahok. Begitu juga ulama yang tidak setuju? demo anti-Ahok dianggap tidak membela Islam.

Ia lalu mencontohkan Gus Mus (KH. Mustofa Bisri). Siapa pun tahu bagaimana teduh dan bijaknya pemikiran-pemikiran Gus Mus. “Tapi ketika beliau tidak mendukung demo (anti-Ahok), minimal ada yang mempertanyakan kenapa tidak mendukung. Seolah-olah Gus Mus salah. Muara dari semua itu, ya delegitimasi NU. Agar NU ditinggalkan massanya. Kalau NU sudah rapuh, maka mereka punya agenda lain,” tuturnya.

Haedar Nashir

Karena itu, katanya, tiada cara lain kecuali NU harus mengonsolidasi diri. Fikrah nahdliyyah berbasis Ahlussunnah wal jama’ah ala NU, perlu diteguhkan dan ditanamkan terus di simpul-simpul massa akar rumput NU. “Amaliah NU yang berbasis Aswaja dan mu’malah NU yang bercirikan tawasshuth, i’tidal dan sebagainya, perlu dijadikan pegangan,” cetusnya.

Mapaga tersebut digelar oleh PMII Rayon Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember, dan diikuti oleh 30 anggota baru PMII. (aryudi a. razaq/abdullah alawi)?

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pesantren Haedar Nashir

Nusantara Bershalawat, Sekaligus Pelantikan Syekher Mania Lampung

Metro-Lampung, Haedar Nashir. Bertajuk Nusantara Bershalawat, Syekher Mania Provinsi Lampung dikukuhkan oleh Habib Syeh bin Abdul Qadir Assegaf dengan mengambil lokasi di samping Gedung NU Kota Metro, Kamis (20/04) malam.

Nusantara Bershalawat, Sekaligus Pelantikan Syekher Mania Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusantara Bershalawat, Sekaligus Pelantikan Syekher Mania Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusantara Bershalawat, Sekaligus Pelantikan Syekher Mania Lampung

Selain pengukuhan Syekher Mania Lampung, acara tersebut digelar dalam rangka Harlah 2 Windu, Khotmil Quran Juz 30, dan Juz Amma PP Roudlotul Quran Kota Metro, Lampung.

Dihadiri oleh puluhan ribu Syekher Mania dari seluruh penjuru Lampung dan sekitarnya yang tentu sudah kangen dengan sosok Habib Syeh dan lantunan shalawatnya. Maklum saja, karena Habib Syeh terakhir hadir di Lampung yaitu pada acara Lampung Tengah Bershalawat jilid II pada bulan September tahun lalu.

Hadir pula di acara tersebut, Pengasuh PP Raudloutul Quran Metro KH Ali Komarudin, Bupati Pringsewu KH Sujadi Saddat, Pengurus PP Sabilun Najah Kotagajah KH Daroini Ali, Mantan Bupati Tanggamus Fauzan Sai, Wakil Bupati Tanggamus H Samsul Hadi, Pengasuh PP Daruk Ulum Seputihbanyak KH Fathul Mujid dan tokoh-tokoh penting lainya yang masuk dalam jajaran Dewan Penasehat Syekher Mania Lampung.

Haedar Nashir

Bupati Lampung Tengah H Mustafa didaulat menjadi Ketua Syekher Mania Lampung dan ditunjuk langsung oleh Habib Syeh saat Habib Syeh hadir dalam acara Lampung Tengah Bershalawat jilid 2 bulan September tahun lalu.

Jadi tidaklah mengherankan jika ditunjuknya H Mustafa sebagai ketua Syekher Mania Propinsi Lampung karena Lampung Tengah adalah satu-satunya kabupaten/kota di Propinsi Lampung yang sering mendatangkan Habib Syeh dalam beberapa momen kegiatannya. Terhitung sudah tiga kali ini Habib Syeh hadir di Lampung Tengah.

Habib Syeh dalam kesempatan tersebut menyatakan apresiasinya kepada Syekher Mania"Saya sangat mengapresiasi dengan semangat para Syekher Mania di Lampung, terutama di Lampung Tengah. Jamaahnya selalu penuh untuk melantunkan shalawat. Agar ini terus terjaga, saya berharap Pak Mustafa bisa menjadi Pembina Syekher Mania di Lampung. Saya percaya di bawah kepemimpinan beliau, Syekher Mania Lampung bisa lebih aktif lagi," ujar Habib saat itu. (Henudin/Mukafi Niam)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nasional Haedar Nashir

Selasa, 10 November 2015

LBMNU: Nikah Siri Online Bisa Jadi Ajang Perzinaan

Jakarta, Haedar Nashir. Umat Islam diimbau sangat berhati-hati dalam melakukan praktik nikah secara online. Pasalnya, dengan maksud dan ketentuan yang menyimpang dari aturan syari’at, nikah lewat dunia maya ini bisa menjadi sarana melakukan perzinaan bagi kedua pasangan.

"Jika nikah siri online akadnya abal-abal, jelas haram, dan hal itu menjadi pembuka kesempatan perzinaan," kata Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) PBNU KH Arwani Faisal, Rabu (18/3), menaggapi maraknya fenomena menikah siri dengan hanya berbekal koneksi internet belakangan ini.

LBMNU: Nikah Siri Online Bisa Jadi Ajang Perzinaan (Sumber Gambar : Nu Online)
LBMNU: Nikah Siri Online Bisa Jadi Ajang Perzinaan (Sumber Gambar : Nu Online)

LBMNU: Nikah Siri Online Bisa Jadi Ajang Perzinaan

Kiai Arwani menjelaskan, memang ada sebagian ulama yang memperbolehkan nikah secara online. Namun hal tersebut tetap dengan melengkapi syarat dan rukun yang sudah menjadi keharusan dalam akad nikah. Ulama yang menganut pendapat ini memaknai keharusan menikah dalam satu majelis sebagai akad yang tak boleh terputus alias harus dilakukan dalam satu waktu, bukan tempat.

Haedar Nashir

Fenomena nikah online menjadi tren lantaran sarana kemudahan yang diberikan. Tak jarang hal ini dimanfaatkan oleh pria hidung belang dan perempuan malam untuk melampiaskan nafsu mereka dengan berlindung di balik aturan fiqih nikah. Dalam praktiknya, sering terjadi pelanggaran terhadap ketentuan nikah yang semestinya.

"Hukumnya tetap haram dan hubungan senggama yang kemudian dilakukan termasuk zina, jika syarat dan rukun nikah yang mesti terpenuhi itu ternyata abal-abal. Misalnya, walinya bukan wali yang sebenarnya, dan saksinya bukan saksi yang sah," tambahnya lewat surat elektronik.

Haedar Nashir

Kiai Arwani mengingatkan, jangan ada kemasan dengan sebutan apapun yang mengesankan nikah sah padahal kenyataannya adalah perzinaan karena syarat dan rukunnya tidak terpenuhi. "Jika fenomena ini benar, Kementerian Agama wajib segera mengambil tindakan cepat dan tegas," katanya.

Menurut Kiai Arwani, sebagian ulama tidak menganggap nikah online sebagai praktik yang sah. Karena menurut mereka, akad nikah harus dilakukan dalam satu majelis, dengan pengertian ada pertemuan langsung dalam satu tempat antara pihak yang melakukan ijab dan qabul. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Aswaja Haedar Nashir

Jumat, 06 November 2015

LDNU Subang Prihatin Wali Murid Pidanakan Guru

Subang, Haedar Nashir - Maraknya kasus guru yang dipidanakan oleh orang tua murid merupakan fenomena yang sangat memprihatinkan. Karena sesungguhnya guru tidak mungkin menghukum murid kecuali dengan sebuah alasan yang jelas.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Subang Ajengan Toto Ubaidillah Haz (Kang Toto) saat walimatul khitan di Subang, Sabtu (13/8) malam.

LDNU Subang Prihatin Wali Murid Pidanakan Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Subang Prihatin Wali Murid Pidanakan Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Subang Prihatin Wali Murid Pidanakan Guru

"Kalau tidak terima anaknya dihukum oleh guru, silakan didik sendiri anaknya, bikin kelas sendiri, bikin raport sendiri. Karena menurut sabda Rasulullah, salah satu kewajiban orang tua adalah mendidik sendiri anaknya. Jadi mendidik itu adalah tugas dan kewajiban orang tua, bukan guru," tegas Kang Toto.

Haedar Nashir

Menurutnya, tidak semua orang tua bisa mendidik anaknya. Sementara kewajiban mendidik ini harus tetap dilaksanakan. Hal ini bisa diatasi dengan cara menitipkan anaknya tersebut kepada guru agar bisa mewakili orang tua dalam hal melaksanakan kewajibannya mendidik anak.

"Kalau anak salah, jangan dibela supaya dia tahu mana yang salah dan mana yang benar. Kalau anak berbuat salah tapi orang tua tetap membelanya, maka anak tersebut akan menjadi generasi yang lemah," tandasnya.

Haedar Nashir

Selain mendidik, kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah memberikan nama yang baik. Jangan sampai anak diberi nama sembarangan karena nama bisa menjadi sebuah doa. Jika anak diberi nama yang baik, maka setiap hari anak tersebut selalu didoakan oleh setiap orang yang memanggil namanya. Begitu pun juga sebaliknya.

Kewajiban orang tua selanjutnya adalah memberikan makanan yang halal, karena makanan halal sangat mempengaruhi terhadap kepribadian anak dan juga akan berdampak terhadap perilaku anak di masa kini dan masa yang akan datang.

"Kalau ada orang tua yang memberikan makanan haram kepada anaknya, jangan harap anak tersebut akan menjadi anak yang saleh. Jangan harap anaknya itu menyukai perkara yang halal," ujar alumni UPI Bandung ini.

Kewajiban terakhir, ketika anak sudah beranjak dewasa, orang tua diwajibkan menikahkan anaknya. Setelah menikah, orang tua tidak perlu ikut terlibat dalam urusan rumah tangga anaknya karena itu sudah menjadi wilayah pribadi anaknya dan bukan menjadi wilayah kewajiban orang tua. Dalam kondisi seperti ini, hal yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah hanya memberi nasihat.

Di akhirat kelak, Allah akan menanyakan dan meminta tanggung jawab para orang tua terhadap empat kewajiban ini. Kalau ada kewajiban yang tidak dilaksanakan, anak akan menuntut para orang tua. Jika kewajiban orang tua itu dilaksanakan, anak akan memberi pertolongan di alam akhirat nanti. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Habib, Lomba, Tokoh Haedar Nashir

Senin, 02 November 2015

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham

Jakarta, Haedar Nashir. Otoritas bursa saham, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjalin kerja sama dengan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Kerja sama ini merupakan wujud keseriusan BEI untuk terus meningkatkan jumlah investor pasar modal.

Selain penandatanganan memorandum of understanding (MoU), kerja sama Muslimat dengan BEI juga ditandai dengan ? pembukaan perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI oleh Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham

Pada kesempatan tersebut, Khofifah mengajak kader Muslimat giat berinvestasi. Salah satunya melalui perdagangan di lantai bursa saham.

Haedar Nashir

"Mulai sekarang kita menginisiasi pembukaan perdagangan. Semoga kehadiran Muslimat NU di pasar saham memberi kesejahteraan dan membangun kedaulatan ekonomi bangsa serta memperkuat perekonomian, win-win profit," katanya.

Sebelumnya, sejumlah saham yang tercatat di BEI memang sudah ada yang memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sehingga, ormas perempuan ini sangat yakin untuk mengajak 12 juta kadernya di 33 provinsi untuk ikut ambil bagian di pasar saham.

Haedar Nashir

Wakil Sekretaris Jenderal PP Muslimat NU, Yenny Zannuba Arifah Chafsoh melihat langkah ormasnya bisa mengembangkan dan memajukan pengetahuan tentang pasar modal sebagai sesuatu yang luar biasa. Perempuan yang akrab disapa Yenny Wahid ini sebagai bentuk peningkatan partisipasi serta menambah keterampilan dari kalangan perempuan.

Menurutnya, impian menjadi investor Muslimat didukung potensi kuantitas anggota. Partisipasi aktif anggota Muslimat NU pun diyakininya bisa memberi nilai tambah bagi perekonomian umat.

"Keuangan nasional berimbas pula pada rumah tangga, perempuan harus bisa menyiasati agar tak menjadi korban," kata Yenny.

Dikatakannya, pengetahuan finansial yang didapatkan diiringi praktik di lapangan bakal menambah keistimewaan fungsi perempuan. Sehingga perempuan bukan hanya sekadar menjadi kasir, tapi manajer yang strategis mengatur keuangan.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo, mengatakan, kerja sama yang dibuat kedua pihak ini sebagai wujud untuk mengembangkan sektor pasar modal.

"NU memiliki konstituen di wilayah timur cukup banyak. Kami optimistis kerja sama BEI dan Nahdlatul Ulama ini dapat memberikan kontribusi positif untuk pasar modal Indonesia," kata Uriep.

Direktur pengembangan BEI, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, dengan penandatanganan kerja sama itu diharapkan menjadi kegiatan sosialisasi dan perencanaan investasi bagi muslimat Nadhatul Ulama.

Apalagi, katanya, saat ini di dalam Bursa Efek Indonesia terdapat daftar efek syariah yang bisa dijadikan acuan pilihan investasi. "Kami optimis kerja sama BEI dan Nadhatul Ulama ini dapat memberikan kontribusi positif untuk pasar modal Indonesia dan turut serta memberi kontribusi positif dan meningkatkan jumlah investor," katanya.

Ia menambahkan, saat ini jual-beli saham di BEI juga sudah mendapatkan sertifikat halal dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hadits Haedar Nashir

Rabu, 28 Oktober 2015

Kiai As’ad Baca Ratibul Haddad Sebelum Dicegat Serdadu Jepang

Jember, Haedar Nashir - Kisah perjuangan KH As’ad Syamsul Arifin yang sukses “menumpas” serdadu Jepang? di Desa Garahan, Kecamatan Silo,? Jember, Jawa Timur, bukan semata-mata mengandalkan usaha fisik tapi juga doa dan wiridan yang tak putus-putus meluncur dari bibir sang kiai dan para pejuang lainnya.

Hal ini terekam dalam penelusuran tim pencari fakta peringatan “Napak Tilas Nasional 2016, Sejarah Perjuangan Pengusiran Penjajah Jepang di Curah Damar”? yang akan digelar pada 9-10 November 2016.

Kiai As’ad Baca Ratibul Haddad Sebelum Dicegat Serdadu Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai As’ad Baca Ratibul Haddad Sebelum Dicegat Serdadu Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai As’ad Baca Ratibul Haddad Sebelum Dicegat Serdadu Jepang

Alkisah, saat itu Desa Garahan menjadi markas serdadu Jepang untuk Jember bagian timur. Kiai As’ad selaku Komandan Hizbulloh Kawasan Timur Indonesia, berinisiatif untuk mengusir mereka sejauh mungkin. Maka Kiai As’ad dan sejumlah kiai serta petinggi tentara Hizbulloh berkumpul di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Sumberwringin, Kecamatan Sukowono terkait rencana itu. Dan memang, pesantren yang ketika itu diasuh oleh? Kiai Umar tersebut, sejak lama menjadi markas perjuangan melawan penjajah.

Haedar Nashir

Pada hari yang telah ditentukan, berangkatlah Kiai As’ad dan rombongan menuju markas Jepang di Desa Garahan. Desa Garahan sendiri terletak sekitar 45 kilometer ke arah tenggara dari Pondok Pesantren Raudlatul Ulum yang menjadi start gerilya. Mereka berjalan kaki melewati arah selatan. Sampai di Desa Sumberwaru, tepatnya di rumah Kiai Sholeh, sekitar 5 kilometer dari start, Kiai As’ad dan rombongan berhenti. Di situ Kiai? As’ad berembuk, mencari cara yang tepat untuk menghadapi serdadu Jepang.

Haedar Nashir

“Seperti kata Nyai Sholeh, beliaulah yang saat itu selama sekian hari melayani kebutuhan konsumsi Kiai As’ad dan rombongan. Nanaknya dini hari untuk makan setelah rapat dan koordinasi dengan para kiai,” tukas Ketua Panitia Bidang Perlengkapan sekaligus tim pencari fakta Napak Tilas 2016, Ustadz Fauzi kepada Haedar Nashir di Jember, Selasa (13/9).

Setelah dirasa cukup berkoordinasi, Kiai As’ad dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Namun sekitar 4 kilometer kemudian, Kiai As’ad dan rombongan kembali berhenti, tepatnya di? Pesantren Sayyidul Ali, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukowono. Saat itu pesantren tersebut diasuh oleh KH. Syarkowi. “Di? situ Kiai As’ad hanya satu malam. Beliau dan rombongan membaca rotibul haddad semalam suntuk,” lanjut Ustadz Fauzi yang juga alumni? Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah, Asembagus, Situbondo tersebut.

Keesokan harinya, Kiai As’ad dan rombongan bergerak menuju Desa Garahan. Tapi perjalanan belum begitu jauh, serdadu Jepang sudah menunggu di sungai Kramat. Mereka mencegat Kiai As’ad, hingga pertempuran pun tak bisa dihindari. Atas pertolongan Allah, Kiai As’ad berhasil memaksa mereka lari terbirit-birit, menyelinap dalam kelebatan hutan. (Aryudi A Razaq)

Bersambung…



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga Haedar Nashir