Kamis, 08 Juni 2017

Pelajar NU Ngoro Jombang Belajar Kerajinan Tangan

Jombang, Haedar Nashir. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menggelar pelatihan kerajinan tangan di aula MWCNU Ngoro, Selasa (17/6).

Sebanyak 20 pelajar NU setempat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Mereka belajar membuat asesoris berupa bros dan gantungan kunci.

Pelajar NU Ngoro Jombang Belajar Kerajinan Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Ngoro Jombang Belajar Kerajinan Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Ngoro Jombang Belajar Kerajinan Tangan

Ketua PAC IPNU Ngoro Mohamad haris mengatakan, kegiatan ini menjadi agenda mingguan pelajar NU Ngoro. “Pelatihan ini merupakan kelima kalinya,” tutur guru SDI Trunojoyo ini.

Haedar Nashir

Menurutnya, pelatihan kerajinan tangan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antarkader, di samping memberi bekal keterampilan kepada pelajar NU agar siap menghadapi  tantangan zaman.

Uswatun Hasanah, Ketua PAC  IPPNU Ngaro, menambahan, hasil kerajianan tanggan berupa bros dan gantungan kunci itu akan dipasarkan di toko-toko di daerah Ngoro.

Haedar Nashir

“Setidaknya ada empat  toko yang siap untuk menerima hasil kerajinan tanggan yang kami buat yaitu koperasi pondok pesantren At-Tadzib , Ponpes Padar dan yang lain di pasar Ngoro Jombang,” pungkas mahasiswa STIT  Urwatul Wusqo Diwek Jombang ini. (Muhamad Anwar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita Haedar Nashir

Tirakatan Kemerdekaan Hingga Jalan Sehat

Semarang, Haedar Nashir. Warga Banjardowo kecamatan Genuk, kota Semarang menggelar jalan sehat bersama sebagai puncak peringatan Hari Kemerdekaan Ke-69 RI di Banjardowo, Ahad (24/8) pagi. Ketua RW 6 kelurahan Banjardowo, Sutiman, menggunting pita yang menandai awal jalan sehat setelah sepekan sebelumnya mengadakan tirakatan dan tumpengan.

Tirakatan Kemerdekaan Hingga Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tirakatan Kemerdekaan Hingga Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tirakatan Kemerdekaan Hingga Jalan Sehat

Jalan sehat ini, kata Sutiman, bukan sekadar puncak kemeriahan, tetapi upaya membangun kebersamaan untuk saling memupuk rasa persaudaraan. Sementara Ketua RT 2 RW 6 Muslimin menambahkan, seluruh rangkaian peringatan ini menjadi bentuk rasa syukur warga demi menumbuhkan rasa keberpihakan kepada Tanah Air.

“Puncak peringatan semarak kemerdekaan ini semoga menguatkan tali silaturahmi dan mendekatkan antarwarga,” imbuh Muslimin.

Haedar Nashir

Sementara para remajanya yang tergabung dalam Ikatan Remaja Telaga Muda melanjutkan kemeriahan Hari Kemerdekaan RI dengan menggelar perlombaan balap kelereng dan memasukkan pensil ke dalam botol khusus untuk anak-anak.

Peserta jalan sehat yang terdiri atas kalangan dewasa turut aktif memeriahkan perlombaan dengan mendampingi anak mereka. (Lukni Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, Daerah Haedar Nashir

Selasa, 06 Juni 2017

Kisah Ulama Diselamatkan dari Maut oleh Binatang Buas

Kasus mati karena binatang buas sudah banyak dijumpai. Cerita selamat dari keganasan binatang ? berbahaya juga kerap kita dengar. Namun, bagaimana dengan kasus lepas dari maut justru karena pertolongan binatang mematikan? Yang terakhir ini kedengarannya aneh tapi betul-betul dialami Abu Hamzah al-Khurasani, ulama sufi pada abad pertengahan.

Dalam sebuah perjalanan ibadah haji, entah bagaimana, ia tiba-tiba terperosok ke lubang sumur. Tentu saja ia kewalahan kembali ke atas. Di tengah ancaman keselamatan jiwanya itu, Abu Hamzah al-Khurasani sempat akan berteriak minta tolong tapi urung. "Tidak. Demi Allah aku tak akan berteriak minta tolong."

Kisah Ulama Diselamatkan dari Maut oleh Binatang Buas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Ulama Diselamatkan dari Maut oleh Binatang Buas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Ulama Diselamatkan dari Maut oleh Binatang Buas

Belum habis gumam batinnya itu berujar, tiba-tiba ada dua orang melintas di bibir sumur. Tahu ada lubang di dekat mereka, salah seorang di antara keduanya bertutur, "Mari kita tutup bibir sumur ini agar tak ada orang jatuh ke dalamnya."

Bibir sumur pun ditutupi rerimbunan pohon tebu hingga penuh. Ingin sekali Al-Khurasani berteriak. Namun lagi-lagi hatinya melarang. "Aku akan berteriak kepada yang lebih dekat ketimbang mereka berdua (yakni Allah)," gumamnya.

Al-Khurasani akhirnya cuma bisa diam. Tak disangka, beberapa saat kemudian bibir sumur terbuka kembali. Lalu ada yang menurunkan kakinya dan seperti menyuruh al-Khurasani untuk memegangnya. Al-Khurasani pun bergelayutan dengan kaki itu dan keluar dari sumur dengan selamat.

Haedar Nashir

Ia baru sadar bahwa kaki yang menolongnya itu adalah kaki seekor binatang buas (sabu). Sabu juga bisa berarti singa. Kemudian terdengarlah suara, "Wahai Abu Hamzah, bukankah ini lebih baik? Kami selamatkan kami dari kematian dengan hewan mematikan."

Kisah ini bisa kita baca dalam kitab an-Nawadir karya Syekh Ahmad Syihabuddin bin Salamah al-Qalyubi. Cerita tersebut menggambarkan betapa kuatnya keyakinan al-Khurasani terhadap pertolongan Allah. Ia tak berteriak minta tolong karena sedang membersihkan hati dari ketergantungan kepada selain-Nya, bukan lantaran menolak ikhtiar, apalagi bermalas-malasan. Ia sedang menampilkan sikap tawakal yang total, di saat bersamaan meyakini bulat-bulat akan kehadiran Allah setiap saat.

Kasus pertolongan oleh binatang buas yang tak lazim tersebut bisa dilihat sebagai kemuliaan (karomah) dari Tuhan atas kesungguhan Abu Hamzah al-Khurasani dalam bersabar dan berpasrah diri secara penuh kepada-Nya. (Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Berita, Hikmah Haedar Nashir

Senin, 05 Juni 2017

GP Ansor Tabanan Bali Perkuat Silaturahmi dengan Tarawih Keliling

Tabanan, Haedar Nashir?



Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tabanan Bali berupaya meningkatkan silaturahim sesama anggota dan masyarakat secara umum. Upaya itu dilakukan dengan Tarawih Keliling.

Tarawih keliling pada Selasa (6/6) diadakan di Masjid Miskatul Huda Bajera Kecamatan Selemadeg. Kegiatan ini diawali dengan berbuka puasa bersama para tokoh agama dan masyarakat setempat.

GP Ansor Tabanan Bali Perkuat Silaturahmi dengan Tarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Tabanan Bali Perkuat Silaturahmi dengan Tarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Tabanan Bali Perkuat Silaturahmi dengan Tarawih Keliling

Ketua Cabang GP Ansor Tabanan Antoni mengatakan bahwa Tarawih Keliling merupakan bagian dari cara agar anak muda NU dapat terus terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.

"Momen berkunjung ini, adalah momen untuk memperkenalkan sayap organisasi kepemudaan NU kepada masyarakat, selain juga mendengarkan keluh-kesah masyarakat muslim di sini," terangnya.

Haedar Nashir

Ia menambahkan, yang tak kalah penting dari kegiatan ini adalah untuk mempersempit pergerakan kelompok radikal masuk ke masjid masjid di Kabupaten Tabanan. Selama ini penyebaran paham yang bertentangan dengan amaliah NU biasanya diawali dengan penguasaan masjid sebagai ruang doktrin kepada jamaah.

"Setidaknya mereka yang berpaham keras akan berpikir ulang untuk menguasai masjid ketika nantinya banyak anak muda NU yang tergabung dalam Ansor Banser ini sering mengadakan kegiatan di masjid-masjid," tegasnya.

Masih ada beberapa masjid yang akan dijadikan lokasi kegiatan positif ini. Sehingga menurut Antoni, Ansor Tabanan akan mengagendakan Tarawih Keliling sebagai acara tahunan setiap memasuki bulan Ramadhan. (Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Kyai, Aswaja, Pertandingan Haedar Nashir

UNU Sidoarjo dan Kemenristekdikti Jalankan Layanan Pusat Karir

Sidoarjo, Haedar Nashir

Dalam rangka mempersiapkan mutu lulusan, Universitas NU (UNU) Sidoarjo telah memastikan diri dengan barbagai kegiatan di antaranya dengan mengikuti seleksi Proposal Hibah Pusat Karir di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada April 2016.

Irviandi Yudhotomo, dosen UNU Sidoarjo yang mengikuti seleksi tersebut menjelaskan, Hibah Pusat Karir merupakan program dari Kemenristekdikti untuk peningkatan kualitas lulusan di sebuah perguruan tinggi. Selain itu, program Pusat Karir dapat diikuti mahasiswa tanpa ada batasan semester dan jurusan.? ?

UNU Sidoarjo dan Kemenristekdikti Jalankan Layanan Pusat Karir (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Sidoarjo dan Kemenristekdikti Jalankan Layanan Pusat Karir (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Sidoarjo dan Kemenristekdikti Jalankan Layanan Pusat Karir

Artinya, apapun jurusannya dan berapapun semesternya, bagi mahasiswa yang memiliki nilai tambah berupa bakat dan minat selain jurusan yang diambil dapat dimaksimalkan potensinya di Pusat Karir. Selain itu juga untuk pematangan dan pemetaan karir melalui program Karir Kompas yang dijalankan sebelum mereka lulus.

Haedar Nashir

"Jadi mahasiswa yang memiliki potensi lain selain jurusan yang dia ambil bisa dimaksimalkan melalui program Pusat Karir," ujar dosen yang akrab disapa Pak Irviandi itu, Senin (9/5). ?

Haedar Nashir

Ia menambahkan, dengan adanya hibah tersebut peluang mahasiswa UNU Sidoarjo dalam mengembangkan karir dapat dimulai sebelum mereka lulus. Selain itu, program tersebut juga membantu mahasiswa mengurangi masa tunggu masuk dunia kerja setelah lulus –permasalahan yang masih terjadi pada lulusan perguruan tinggi.

Berdasar pada Nota Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Bantuan Pengembangan Layanan Pusat Karir 2016 Nomor: 642.172/B3.4/KM/PK/2016 tertanggal 25 April 2016, UNU Sidoarjo bersama Kementerian Ristekdikti akan melakukan sederetan program pembinaan karir mahasiswa selama 6 bulan. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional, Kyai, Aswaja Haedar Nashir

Minggu, 04 Juni 2017

Menristek Dikti Motivasi Peserta Sanlat Masuk PTN GP Ansor

Jombang, Haedar Nashir. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) RI M Nasir berharap program Pesantren Kilat Sukses Masuk Perguruan Tinggi Negeri yang digelar Gerakan Pemuda Ansor terus berlanjut. Kepada para peserta, ia meminta tetap semangat dalam mengembangkan potensi.

"Saya berharap agar para santri istiqomah dalam belajar," katanya memberi motivasi saat mengunjungi peserta Sanlat Sukses Masuk PTN yang diprakarsai Pimpinan Cabang GP Ansor Jombang, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Nasir mengingatkan bahwa untuk menjadi orang sukses, semangat haruslah terus dipupuk.

Menristek Dikti Motivasi Peserta Sanlat Masuk PTN GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Menristek Dikti Motivasi Peserta Sanlat Masuk PTN GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Menristek Dikti Motivasi Peserta Sanlat Masuk PTN GP Ansor

"Kembangkan dan tunjukkan terus potensi diri yang dimiliki," katanya. Karena melalui ikhtiar tanpa kenal lelah dan diimbangi dengan doa, maka kesuksesan akan dapat diraih, lanjutnya.

Haedar Nashir

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto mengemukakan, sanlat kali ini memasuki angkatan ke-5 dan akan diselenggarakan setiap tahun di sejumlah pesantren di Jombang secara bergantian.

Haedar Nashir

"Sejak angkatan ke-1, jika dihitung sudah hampir 200 santri yang diterima di sejumlah kampus negeri ternama," katanya. Keuntungan mengikuti sanlat GP Ansor ini, tambahnya, selain mendapat bimbingan belajar dalam menghadapi seleksi masuk kampus negeri, para santri ini juga dibekali dengan paham Aswaja ala NU.

Sanlat GP Ansor Jombang terselenggara atas kerja bersama GP Ansor dengan sejumlah badan otonom, lembaga dan lajnah di PCNU Jombang. "Ini merupakan bentuk kepedulian Ansor dan banom NU terhadap pendidikan kader NU dalam menghadapi masa depan," kata Gus Antok, sapaan akrabnya. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan motivasi yang diberikan Menristek Dikti.

Turut mendampingi dan menerima kehadiran Menristek Dikti RI adalah Pengasuh Sanlat, H Juaharul Afif, yang juga salah seorang pengasuh pesantren setempat, ketua panitia sanlat Hafis Muaddab dan pengurus lain.

Sekedar diketahui, dari 80 santri yang mengikuti Sanlat, ada 15 yang dinyatakan lolos masuk PTN tanpa tes. Sementara santri lainnya tinggal mengikuti tes tulis, namun telah diberikan pembekalan secara optimal melalui sanlat. Kegiatan tahunan rutin PC GP Ansor Jombang tahun ini dilangsungkan? di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar. (Syaifullah/Mahbib)

?

Foto: Menristek Dikti M Nasir (baju batik merah) saat berpose bersama sebagian peserta Sanlat Sukses Masuk PTN

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Syariah Haedar Nashir

Jumat, 02 Juni 2017

Madrasah Jurnalistik, Cara NU Kota Malang Lahirkan Pewarta Muda

Malang, Haedar Nashir

Soal tokoh yang memiliki kapasitas dan kapabilitas mumpuni, Nahdlatul Ulama di kota ini tidak kekurangan Sejumlah kampus terkenal dan disegani tersedia. Para akademisi dan praktisi juga tidak terhitung jumlahnya.

"Kalau dilihat dari potensi sumber daya manusia, NU di sini sangat berlimpah," kata Mahmudi, Ahad (27/3). Pria yang setiap hari menjadi Sekretaris Pengurus Cabang Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PC LTN NU ) Kota Malang ini menyadari akan potensi yang ada. "Tinggal bagaimana mengoptimalkan ketersediaan yang ada untuk khidmat kepada NU," lanjutnya.

Madrasah Jurnalistik, Cara NU Kota Malang Lahirkan Pewarta Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Jurnalistik, Cara NU Kota Malang Lahirkan Pewarta Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Jurnalistik, Cara NU Kota Malang Lahirkan Pewarta Muda

Bahkan secara berkelakar, Bapak Mahmudi mengemukakan bahwa semua potensi dimiliki NU. "Yang tidak dimiliki ormas keagamaan lain yakni para dukun, ternyata NU punya," katanya disambut tawa hadirin.

Yang menjadi problem cukup mendesak agar ditemukan solusinya adalah melahirkan para jurnalis muda. "Karena kalau pandangan para tokoh yang ada tidak dioptimalkan, maka keberadaan mereka juga akan percuma," katanya di hadapan utusan PW dan PC LTN NU se-Jatim.

Karena itu PC LTN NU Kota Malang mengadakan madrasah jurnalistik yang dilangsungkan satu minggu sekali. "Kami selenggarakan secara gratis dengan instruktur para praktisi media dari NU," katanya.

Haedar Nashir

Madrasah Jurnalistik sendiri diselenggarakan setiap hari Ahad dari mulai jam 1 siang hingga 3 sore. "Pesertanya masyarakat umum khususnya aktifis muda NU baik di IPNU maupun IPPNU serta Fatayat yang mamiliki ketertarikan di dunia tulis menulis, khususunya pers," terangnya.

Kepada para peserta Madrasah Jurnalistik tersebut selalu diingatkan bahwa tidak ada kewajiban bagi mereka untuk akhirnya memilih profesi sebagai pegiat media atau menjadi jurnalis. "Minimal mereka bisa mengisi web yang ada di PCNU Kota Malang," kata dia kata dia sembari mengenalkan laman http://nu-kotamalang.org/ sebagai situs resmi NU setempat.

Dan secara khusus, kepada PW dan PC LTN NU se-Jatim yang hadir, Bapak Mahmudi juga berharap ada saling komunikasi dan sinergi antara para pegiat media di berbagai tempat. "Masih banyak yang dapat kita sisipkan di masing-masing website, disamping berita kegiatan dan pangangan para tokoh NU" katanya. Salah satunya adalah  radio streaming, mp3 serta video pengajian maupun taushiyah singkat yang dapat diunggah secara bersama, lanjutnya.

Dengan dibantu rekan pewarta lain, Bapak Mahmudi juga telah berhasil menulis setidaknya 30 ulama Malang. "Ini kerja kolektif dan alhmadulillah baru bisa menulis profil 30 ulama di sini," katanya merendah.

Haedar Nashir

Tidak terasa, PCNU Kota Malang akan segera paripurna. "Sebentar lagi akan ada konferensi cabang yang bisa jadi para pengurusnya akan berganti," kata dia. Namun demikian, paling tidak keberadaan website dan para jurnalis muda NU dapat dioptimalkan dalam mengunggah kelebihan Kota Malang di dunia maya. "Apa yang sudah kami dermabhaktikan semoga bisa diteruskan generasi penerus NU di masa mendatang," harapnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Islam, Nasional Haedar Nashir