Minggu, 06 Agustus 2017

IPPNU Tapal Kuda Gelar Latihan Kader Utama

Banyuwangi, Haedar Nashir



Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PPNU) di daerah Tapal Kuda mengadakan Latihan Kader Utama (Lakut) di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an al-Mubarok Genteng Banyuwangi. Kegiatan itu dibuka dengan shalawat oleh grup hadrah pesantren al-Mubarok, Senin (6/3).?

Latihan Kader Utama (Lakut) adalah jenjang pengkaderan di IPPNU setelah Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan Latihan Kader Muda (Lakmud). Lakut diikuti 21 peserta yang terdiri dari perwakilan Pimpinan Cabang (PC) IPPNU se-Tapal Kuda Jawa Timur antara lain Banyuwangi, Kencong, Jember, Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kraksaan, Situbondo, dan Bondowoso.?

IPPNU Tapal Kuda Gelar Latihan Kader Utama (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Tapal Kuda Gelar Latihan Kader Utama (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Tapal Kuda Gelar Latihan Kader Utama

“Lakut diadakan untuk menuntaskan jenjang kaderisasi yang ada di IPPNU. Selain itu, kita berharap masing-masing perwakilan PC bisa membawa ilmu, pengalamannya ke daerah masing-masing sehingga bisa menjadikan kader IPPNU lebih berkualitas khususnya Tapal Kuda,” ujar Koordinator IPPNU Daerah Tapal Kuda Khoirun Nisa dalam sambutannya di acara pembukaan Lakut.?

Lakut yang berlangsung selama 4 hari ini diisi dengan 13 materi. Sebagian materi tersebut adalah Analisa dan Gerakan Sosial, Metode Pengorganisasian Pelajar, dan Manajemen Program. Di antara pemateri tersebut menghadirkan narasumber dari tokoh lokal, alumni IPPNU, PW IPPNU Jatim, serta PP IPPNU.

Haedar Nashir

Penyelenggaraan Lakut di pesantren yang dibangun dari bambu alami dan bernuansa tradisional itu juga mendapatkan apresiasi dari Ketua PCNU Banyuwangi KH Masykur Ali yang hadir membuka acara.?

Menurutnya, kader IPPNU harus selalu siap membentengi NKRI. Karena kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari peran ulama dan santri. Kiai Masykur juga memberikan ulasan sejarah perjuangan Kiai Hasyim, RA Kartini, dan Pangeran Diponegoro.

Di akhir sambutannya, Kiai Masykur juga menambahkan, “Yen arek-arek IPPNU gak dulinan Hp wayae acara, Lakut e uapik tenan wisan,” tuturnya dengan bahasa Jawa khas Banyuwangi.?

Pesan penutupnya tersebut bertujuan untuk memotivasi kader IPPNU agar serius dalam mengikuti kegiatan tersebut. (Durrotul Firdaus/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Kajian, Nahdlatul, Daerah Haedar Nashir

Sabtu, 05 Agustus 2017

Dihadiri Jokowi, Rais ‘Aam Dikukuhkan sebagai Profesor Ekonomi Muamalat Syariah

Malang, Haedar Nashir?



Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin dikukuhkan sebagai Profesor di bidang Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah di Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur Rabu (24/5).?

Dihadiri Jokowi, Rais ‘Aam Dikukuhkan sebagai Profesor Ekonomi Muamalat Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dihadiri Jokowi, Rais ‘Aam Dikukuhkan sebagai Profesor Ekonomi Muamalat Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dihadiri Jokowi, Rais ‘Aam Dikukuhkan sebagai Profesor Ekonomi Muamalat Syariah

Hadir pada pengukuhan tersebut, Presiden Joko Widodo, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, Ketua Senat UIN Malang Prof Dr. Imam Suprayoga, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Mudjia Rahardja, Dirjen Diktis Prof. Kamaruddin Amin.?

Hadir juga Ketua PBNU Prof. Moh. Nuh, Sekretaris Jenderal PBNU A Helmy Faishal Zaini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Pagar Nusa M. Nabil Haroen, dan beberapa guru besar serta ulama dari berbagai daerah.

Pada pengkuhan tersebut, Kiai Maruf menyampaikan orasi ilmiahnya yang bertajuk Solusi Hukum Islam (Makharij Fiqhiyyah) sebagai Pendorong Arus Baru Ekonomi Syariah di Indonesia.

Menurut dia, fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) berkontribusi dalam peraturan perundang-undangan RI. DSN-MUI turut berkontribusi terhadap Peraturan Bank Indonesia. (Red. Abdullah Alawi)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Meme Islam Haedar Nashir

Rabu, 02 Agustus 2017

Kerendahan Hati Harus Jadi Modal dalam Beradu Argumen

Bandar Lampung, Haedar Nashir?



Sebagian orang menilai berdebat (jadal) merupakan hal yang harus dihindari terlebih mempermasalahkan masalah khilafiyah. Namun bagi sebagian orang berdebat dapat menjadi wahana untuk memperkaya diri dengan pengetahuan.

Kerendahan Hati Harus Jadi Modal dalam Beradu Argumen (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerendahan Hati Harus Jadi Modal dalam Beradu Argumen (Sumber Gambar : Nu Online)

Kerendahan Hati Harus Jadi Modal dalam Beradu Argumen

"Berdebat bukan untuk kalah atau menang. Berdebat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan," demikian dikatakan akademisi Mohammad Syifa saat menjelaskan “Etika Debat dan Dialog dalam Tradisi Keilmuan Islam dan Aplikasinya di Masa Kini”, di Hotel Kurnia Bandar Lampung, Jumat (21/7).

Alumnus Department of Religious Studies Indiana University-Bloomington Indiana USA ini mengingatkan bahwa dalam berdebat hendaknya mengedepankan kemampuan pemahaman terhadap materi yang didebatkan. Emosi bisa saja dan sering muncul saat seseorang sudah tidak bisa lagi mengeluarkan argumen untuk mendukung pendiriannya.

"Ketika emosi muncul saat berdebat, maka itulah sebenarnya seseorang sudah kalah dalam berdebat," jelas pria yang pernah menjadi pengurus PCINU AS-Kanada dan saat ini tinggal di Yogyakarta.

Haedar Nashir

Ia juga mengingatkan bahwa dalam berdebat hendaklah mengedepankan hikmah dan mauidzatul hasanah. Dalam berdebat juga harus mengedepankan kerendahan hati.

"Berdebat harus mengedepankan kerendahan hati. Ini modal ukhuwah dengan orang lain. Jangan menganggap semua salah dan sayalah yang benar. Yang pasti hanya dari Allah," ingatnya.

Kerendahan hati ini sudah dicontohkan oleh para ulama dalam etika berpendapat dan berdebat. Mereka selalu menyampaikan kalimat "wallahualm bisshowab" sebagai penutup pendapat mereka walaupun sudah melalui pemahaman yang mendalam dan sungguh-sungguh.

Hal ini disampaikannya di depan peserta Workshop Multikulturalisme Intern Ummat Islam yang dilaksanakan oleh Kanwil Kementerian Agama Lampung. Kegiatan bertema “Memperkokoh Ukhuwah dan Sinergi dalam Dakwah ini dilaksanakan selama 3 hari dari 20-22 Juli 2017. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, Halaqoh, Ahlussunnah Haedar Nashir

Selasa, 01 Agustus 2017

PBNU Desak Pemerintah Sikapi Kantor OPM Oxford

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak pemerintah Indonesia untuk mensikapi dengan serius atas pembukaan kantor Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Oxford Inggris. PBNU meminta pemerintah Indonesia memprotes keras kepada pemerintah Inggris yang telah memfasilitasi pembukaan kantor tersebut.

PBNU Desak Pemerintah Sikapi Kantor OPM Oxford (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Desak Pemerintah Sikapi Kantor OPM Oxford (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Desak Pemerintah Sikapi Kantor OPM Oxford

Demikian dinyatakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Kamis (9/5). Menurut Said, Papua telah final menjadi bagian NKRI. Karenanya Pemerintah harus menunjukkan sikap tegas terhadap upaya-upaya disintegrasi dan dan usaha-usaha yang merongrong kedaulatan dan keutuhan bangsa Indonesia.

"Sudah disepakati di PBB bahwa Papua menjadi bagian mutlak bangsa Indonesia. Dan dalam hal ini Inggris turut menandatangani kesepakatan tersebut. Bila Menteri Luar Negeri sudah melayangkan protes namun belum cukup, maka presiden patut untuk mengambil sikap lebih tegas," tandas Kyai Said. 

Haedar Nashir

Sebelumnya, Pada Sabtu akhir pekan lalu, Kementerian Luar Negeri menyampaikan protes keras dan keberatan atas pembukaan kantor OPM di Oxford Inggris.  

"Dubes RI di London telah menyampaikan posisi pemerintah tersebut kepada pemerintah Inggris dan hal yang sama akan kami sampaikan kepada Kedubes Inggris di Jakarta," kata Menlu Marty Natalegawa.

Haedar Nashir

Penulis : Syaifullah Amin 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan Haedar Nashir

Yang Bawa HP Dibunuh

Udin sebenarnya sudah berada di masjid dan siap menunaikan shalat Jum’at. Tapi tiba-tiba pulang setelah ada pengumuman pengurus ta’mir masjid perihal jamaah yang bawa telepon genggam.

Sesampai di rumah, ibunya bertanya: "Gak Jum’atan, Din?"

Yang Bawa HP Dibunuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Bawa HP Dibunuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Bawa HP Dibunuh

"Mboten, Buk (Tidak, Bu)!"

"Kenapa?"

Haedar Nashir

Haedar Nashir

“Karena saya bawa HP,” jawab Udin polos.

"Lah! Kenapa membawa HP kok tidak Jum’atan?" Sang ibu heran.

"Tadi pengurus ta’mir masjid kasih pengumuman, “Sing betho HP tolong dipatheni (Yang bawa HP harap dibunuh/dimatikan)". Ya, saya lari!”

“Hoh?”

(Ahmad Rosyidi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail, Nasional Haedar Nashir

Senin, 31 Juli 2017

Semarak Tadarus Al-Quran di Subulussalam Aceh

Subulussalam, Haedar Nashir

Semaraknya suasana tadarusan membaca Al-Quran di Subulussalam, Aceh kian menambah nuansa bulan Ramadhan di wilayah ini. Kegiatan tadarusan dimulai setelah selesainya pelaksanaan shalat tarawih berjamaah di masjid.

Semarak Tadarus Al-Quran di Subulussalam Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Tadarus Al-Quran di Subulussalam Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Tadarus Al-Quran di Subulussalam Aceh

Pada kegiatan tersebut, mulai dari anak-anak tingkat sekolah dasar (SD) sampai ke kalangan kaum remaja, turut serta. Mereka pun membentuk lingkaran kelompok-kelompok tadarusan dan saling bergiliran membacakan ayat demi ayat di dalam kitab Al-Quran.

Berdasarkan pantauan Haedar Nashir di beberapa masjid, hampir seluruh mushalla dan masjid di wilayah Subulussalam, kegiatan tadarusan diramaikan oleh kalangan anak-anak usia sekolah dasar dan kalangan kaum remaja. Lantunan ayat-ayat suci terdengar membahana lewat corong mikropon, sambut-menyambut dan menggema dari masjid ke masjid sampai dini hari.

Haedar Nashir

Kegiatan tadarusan ini merupakan rutinitas yang sudah membudaya di Subulussalam pada setiap kali bulan Ramadhan. Kelompok peserta tadarus menyelesaikan baca-bacaannya dari Surat Al-Fatihan hingga Juz ‘Amma sebagai target untuk dikhatamkan di malam kedua puluh tujuh Ramadhan, karena malam itu adalah akhir puncak kegiatan tadarusan.

Haedar Nashir

Seperti yang dilakukan oleh Malim Sabar Pardosi, seorang Kepala Desa di Dah, Kecamatan Runding, Subulussalam, Aceh, dimana ia selalu mengajak anak-anaknya untuk mengisi kegiatan tadarusan di masjid desanya, bahkan ia menunggu anak-anaknya sampai selesai melaksanakan tadarus.

"Saya melakukan ini, karena saya ingin anak-anak saya gemar dalam kegiatan-kegiatan religi (keagamaan)," tutur Malim Sabar kepada Haedar Nashir, Senin malam (20/6).

Sementara itu, selain kegiatan tadarus juga ada hal menarik yang dapat ditemui setiap malam pelaksanaan tadarusan, yaitu tatingan-tatingan warga untuk orang-orang bertadarusan.

Tatingan-tatingan tersebut adalah makanan dan minuman yang dihantarkan oleh warga ke masjid. Tatingan-tatingan penganan ini pun juga berlangsung selama kegiatan tadarusan. (Nukman Suryadi Angkat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Ahlussunnah, Pendidikan Haedar Nashir

Ma’arif Kabupaten Semarang Adakan Lomba Kreativitas Guru MI

Semarang,Haedar Nashir. Kelompok Kerja Guru (KKG) MI Ma’arif Kabupaten Semarang kembali mengadakan lomba kreativitas guru untuk ketiga kalinya pada hari Rabu 26 November 2014. Lomba tahun ini bertema “bersinergi dengan teknologi menuju madrasah berprestasi”.

Perlombaan tersebut diikuti 33 nominator dari 107 madrasah dibawah naungan LP Ma’arif Kabupaten Semarang. Perlombaan dibagi dalam tiga kategori? yaitu media pembelajaran interaktif, blog madrasah, dan blog guru.

Ma’arif Kabupaten Semarang Adakan Lomba Kreativitas Guru MI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif Kabupaten Semarang Adakan Lomba Kreativitas Guru MI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif Kabupaten Semarang Adakan Lomba Kreativitas Guru MI

Terpilih sebagai pemenang dalam Lomba ini untuk? kategori Media Pembelajaran Interaktif : Noema Didik Santosa, Nur Rahmat dan Nur Farid Makru ketiganya dari ungaran Barat. Untuk kategori blog Madrasah : MI Cemanggal (Bergas),MI Ma’arif Keji ( Ungaran Barat) dan MI Tarbiyatul Ulum Jembrak (Pabelan) dan untuk kategori Blog guru adalah Moh Safari (Pabelan), Nafian Nugroho (Bergas) dan Ida Ubaidah (Ungaran Barat).

Haedar Nashir

Dalam kesempatan itu Pengurus Cabang NU Kab Semarang H. Ahmad Hanik M.Pd.I memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini dengan harapan semakin banyak tercipta guru-guru? yang kreatif dari rahim LP Ma’arif sehingga mampu melahirkan kader jamiyah yang handal dalam menyongsong perubahan kurikulum.

Hadir dalam kegiatan ini pengurus wilayah Ma’arif Jawa Tengah Drs Faojin yang juga memberikan semangat yang luarbiasa bagi sahabat guru untuk selalu berkarya dan berkreasi sebagai upaya peningkatan kwalitas kompetensi guru dalam melaksanakan tugasnya.

Haedar Nashir

Secara resmi kegiatan ini dibuka oleh kepala kantor kementrian Agama Kab Semarang? Drs. Subadi, M.Si yang didampingi oleh kepala seksi pendidikan madrasah Drs. Muhtadi, MPd. Ia menyampaikan penghargaan secara khusus kepada para pemenang dengan harapan akan semakin banyak guru madrasah yang kreatif maka berdampak positif bagi perkembangan madrasah di kabupaten Semarang. (Har/Alw)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam, Cerita Haedar Nashir