Rabu, 16 Agustus 2017

Ratusan Nahdliyin Ikuti Daurah II Aswaja NU di Bawean

Bawean, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bawean menggelar daurah II Aswaja NU Center. Pihak PCNU setempat mendatangkan dua narasumber dari Aswaja NU Center Jatim KH Abdurahman Nafis dan KH Makruf Khazin. Ratusan peserta yang terdiri atas guru, mahasiswa dan pengurus NU mulai ranting hingga cabang mengikuti kajian Aswaja NU sejak Jumat-Sabtu (19-20/11).

Ratusan Nahdliyin Ikuti Daurah II Aswaja NU di Bawean (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Nahdliyin Ikuti Daurah II Aswaja NU di Bawean (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Nahdliyin Ikuti Daurah II Aswaja NU di Bawean

Daurah Aswaja digelar untuk meneguhkan aqidah warga NU. Pihak PCNU Bawean menilai, arus informasi memberikan banyak pengaruh bagi keyakinan warga NU. Mereka berharap daurah ini memantapkan aqidah dan amaliyah nahdliyin menjadi lebih kokoh.

Sejumlah materi disampaikan dalam daurah aswaja ini seperti firqah-firqah dalam Islam, bid’ah dan fikih jenazah. Khusus untuk fiqh jenazah, mereka membedah buku karya KH Makruf Khazin. Daurah ini dilaksanakan di tiga tempat, pondok pesantren Hasan Jufri, Nurul Huda, dan Manbaul Falah.?

Haedar Nashir

Menurut Direktur Aswaja NU Center Bawean Syamsudin, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan daurah III yang fokus pada pendalaman. “Daurah pertama ? dan kedua ini masih bersifat umum. Nanti daurah yang ketiga akan lebih fokus. Jadi pesertanya terbatas,” ujar Syamsudin.

Pada kesempatan ini, pengurus Aswaja NU Center Bawean masa khidmat 2015-2020 dilantik. (Kuncoro/Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen Haedar Nashir

Kisah Pengusaha Kripik Asal Banyuwangi

Banyuwangi, Haedar Nashir



Syarat menjadi seorang pengusaha sukses adalah pantang menyerah. Konsekuensi itu juga dimiliki Abdul Majid Firdaus, pengusaha jajanan kripik asal Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Sebelum meraup omzet Rp 6 juta per bulan dan memiliki empat orang karyawan, ia harus melewati pahit dan manisnya perjuangan.

Kisah Pengusaha Kripik Asal Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Pengusaha Kripik Asal Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Pengusaha Kripik Asal Banyuwangi

Tahun 2003 adalah sejarah awal merintis usaha jajanan keripik bagi Majid. Ia harus melakoni usahanya dengan penuh kesabaran dan keterbatasan bersama sang istri Siti Nur Qoyimah.

 

"Hanya bermodalkan sebesar Rp 300 ribu. Saya ingat, waktu itu hanya cukup untuk membeli bahan baku berupa pisang, minyak goreng, dan plastik untuk kemasan," jelas Majid yang juga salah satu Pengurus Ranting NU di Kalipuro saat dimintai keterangan.

Haedar Nashir

Setiap pagi ayah dari kedua anak ini mengawali hari-harinya dengan proses pengupasan bahan baku, perendaman, penggorengan, sampai tahap pengemasan. Ia melakukan proses produksi ini mulai selepas Shalat Shubuh sampai pukul 16.00 WIB. 

"Nasib, karena masih belum ada karyawan sama sekali. Jadi, seluruh tahapan itu saya bersama istri yang melakukan secara keseluruhan," tegas Majid.

Berbekal kesederhanaan manajemen pemasaran, ia pasarkan jajanan keripik pisang ke warung dan tetangga terdekat. Ia gunakan kurun waktu satu minggu; tiga hari untuk proses produksi, tiga hari untuk pemasaran, dan satu hari untuk istirahat.

Haedar Nashir

"Memasarkan dengan sepeda ontel yang saya miliki ke beberapa warung terdekat. Selang beberapa hari, saya kontrol kembali, apakah produknya sudah laku," tuturnya.

Saat kontrol ke warung-warung dan para tetangga, ternyata barang masih belum juga laku. Konsumen masih belum semua menerima. Hal yang sama, terjadi selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Hampir saja membuat Majid merasa putus asa dan kewalahan. Karena waktu itu, usahanya masih seumur jagung.

Melewati masalah itu, Majid akhirnya membuka diri dan pikiran untuk terlibat dalam pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh dinas-dinas daerah. Banyak sekali pelatihan yang ia ikuti, mulai dari produksi pembuatan kripik, kemasan, sampai pemasaran.

Ternyata semua itu ada manfaatnya. Pada 2005, usahanya mulai tumbuh. Di tahun ini pula, Majid mulai melebarkan sayap pemasaran seiring dengan perkembangan koneksi yang dibangun.

"Setalah mengikuti pelatihan, membuat usaha saya semakin berkembang mulai kualitas produk sampai dengan perkembangan jaringan pemasaran. Ditambah dengan adanya empat orang karyawan yang memiliki dedikasi tinggi. Saya sangat berharap sekali pemerintah terus melakukan edukasi kepada masyarakatnya melalui pelatihan-pelatihan," tutur ayah yang berusia 51 tahun ini.

Majid juga menitipkan produknya di beberapa pusat toko oleh-oleh khas daerah juga bergabung dengan market place milik pemerintah daerah (banyuwangi-mall.com) sampai menembus konsumen di daerah Jakarta, Jepara, sampai Semarang.

"Alhamdulillah, mulai bermodal Rp 300 ribu sekarang meraup omzet sebesar Rp 6 juta tiap bulan dengan varian keripik yang lebih beragam mulai pisang, singkong, talas, sampai jajanan rengginang," ujar Majid.

Ia juga memdapat manfaat saat era kepemimpinan bupati Abdullah Azwar Anas dengan festival-festivalnya yang diimbangi dengan dibukanya stand pameran untuk para pelaku usaha mikro.

Intinya dalam merintis usaha apa pun, kata Majid, tidak pernah berhenti melakukan tiga hal. Pertama belajar, kedua berjuang, dan ketiga berdoa.

"Ini saling terikat, tidak apat dipisahkan. Apalah belajar dan usaha yang kita lakukan, tanpa adanya kemudahan dan ridha dari Allah SWT," pesan Majid. (M.Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail, Hikmah, Berita Haedar Nashir

Selasa, 15 Agustus 2017

Al Falah Jabar Maju ke Semifinal Usai Tumbangkan Assalam Bangkalan

Yogyakarta, Haedar Nashir. Pondok Pesantren Al Falah (Jawa Barat II) menghentikan langkah PP Assalam Bangkalan (Jawa Timur IV) untuk melaju ke babak semifinal LSN 2016. Pertandingan yang berlangsung pada Jumat (28/10) di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta ? ini berakhir dengan skor 1-0.?

Sejak pertandingan dimulai, pada menit-menit awal Assalam tampak mendominasi permainan. Namun berbalik keadaan ketika sudah separuh pertandingan babak pertama. Al Falah mengambil alih permainan.?

Serangan yang dibangun Assalam selalu kandas di pertahanan Al Falah. Penyerang Assalam kesulitan menembus rapatnya pertahanan Al Falah. Sementara seranghan Al Falah, beberapa kali mengancam gawang Assalam. Skor tidak berubah sampai turun minum bapak pertama.

Al Falah Jabar Maju ke Semifinal Usai Tumbangkan Assalam Bangkalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Al Falah Jabar Maju ke Semifinal Usai Tumbangkan Assalam Bangkalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Al Falah Jabar Maju ke Semifinal Usai Tumbangkan Assalam Bangkalan

Memasuki babak kedua, PP Al Falah merubah strategi menyerang. Terbukti baru di menit 3 babak kedua, tepatnya pada menit ke 36, Dariun pemain berpunggung 11 berhasil menciptakan gol setelah menerima umpan terobosan dari Ihasan (8).?

Tertinggal satu gol, Tim As Salam FC meningkatkan daya serang. Pada menit 40, tim Asuhan M Arif Ismail ini mendapatkan hadiah penalti setelah penyerang mereka Dani (7) dijatuhkan di kotak terlarang. Namun sayang kesempatan emas As-Salam tidak dimanfaatkan dengan baik. Dani yang menjadi eksekutor gagal menyarangkan bola ke gawang lawan.

Haedar Nashir

Gagal dalam penalti, tak membuat semangat As-Salam menurun. Serangan demi serangan terus dilakukan dan memaksa Al Falah Bandung bermain bertahan dan hanya sesekali melakukan serangan balik.?

Di menit 55 Al Falah punya peluang memperbesar keunggulan. Satu lawan satu antara Bagas dengan kiper Assalam gagal menjadi gol. Hingga peluit panjang dibunyikan skor tetap 0-1 untuk kemenangan PP Al Falah.

Arif Hariawan, palatih Al Falah bersyukur mendapatkam kemenangan. Menurtnya itu berkat anak asuhnya kompak, daya juang di lapangan dan sesama tim tidak mudah menyalahkan di lapangan.?

"Konsep keseharian di pondok kita terapakan, tidak mudah menyalahkan teman tapi saling mengingatkan,” katanya seusai laga.

Haedar Nashir

Sementara Arif Ismail, pelatih Assalam mengaku jika lini depan kesulitan untuk mencetak gol. Ia beralasan striker andalannya terkena akumulasi kartu merah pada pertandingan babak 16 besar kemarin. Aliran bola ke lini depan juga tak mampu diselesaikan dengan baik untuk menjadi gol.

"Perjuangan anak-anak cukup keras. Namun mereka kurang beruntung saja. Termasuk penalti gagal karena mentalnya kurang tenang," ungkapnya.(Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Pesantren, Nasional Haedar Nashir

Sarbumusi: Malaysia harus Dievaluasi

Jakarta, Haedar Nashir. Terkait penemuan brosur iklan yang merendahkan TKI di Malaysia, Sarbumusi menganjurkan pemerintah Indonesia untuk menilai ulang bentuk kerjasama tenaga kerja dengan pemerintah Malaysia.

“Pemerintah (RI-red) harus merumuskan kembali bentuk kerjasama dengan pemerintah Malaysia terkait ketenagakerjaan,” kata Syaiful Bahri Ansori, ketum Sarbumusi, Sarikat Buruh Muslimin Indonesia kepada Haedar Nashir per telepon, Rabu (31/10) pagi.

Sarbumusi: Malaysia harus Dievaluasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi: Malaysia harus Dievaluasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi: Malaysia harus Dievaluasi

Menurutnya, kehadiran brosur iklan tersebut patut disesalkan. Peredaran brosur iklan di Malaysia yang merendahkan tenaga kerja Indonesia, berkaitan dengan kurang adanya penegasan nyata hubungan kerjasama dua pemerintah yang bertetangga tersebut.

Syaiful menambahkan, kerjsasama harus menegaskan tenaga kerja Indonesia bukan hanya dinilai sekadar tenaga upahan. Hubungan kerjasama dua pemerintah itu harus menyatakan bahwa nilai kemanusiaan tenaga kerja Indonesia juga harus mendapat penghargaan.

Syaiful atas nama Sarbumusi menyayangkan edaran iklan tersebut. Hal ini membuktikan bahwa dua pemerintah tersebut masih abai dalam menilai keberadaan tenaga kerja Indonesia dan tenaga kerja umumnya.

Agar tragedi semacam ini tidak terjadi ke depan, pembenahan dari segala sisi harus dimulai. Setidaknya pengusutan secara hukum mesti berlangsung, imbuhnya. Pada saat yang sama, imbauan moral segera digaungkan untuk menanamkan nilai kemanusiaan.

Haedar Nashir

Aspek hukum, politik, moral, dan budaya mesti mewakili suara yang mengangkat nilai kemanusiaan. Dengan demikian, eksploitasi fisik dan perasaan buruh oleh semua pihak yang berkepentingan tidak terulang, tandasnya.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News Haedar Nashir

Keutamaan Dzikir Setelah Shalat Wajib

Usai mengerjakan shalat sebaiknya jangan langsung beranjak dari tempat shalat. Biasakan diri untuk dzikir sejenak dan berdo’a untuk kebaikan kita di dunia dan akhirat. Sebab dzikir merupakan ibadah yang sangat dianjurkan saat selesai shalat.

Ia termasuk ibadah yang mudah dan ringan dilakukan, namun ganjaran yang diberikan sangatlah besar. Kendati mudah dilakukan, ada banyak godaan yang harus disingkirkan agar tetap istiqamah dalam berdzikir. Di antara godaan yang dimaksud adalah malas.

Keutamaan Dzikir Setelah Shalat Wajib (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Dzikir Setelah Shalat Wajib (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Dzikir Setelah Shalat Wajib

Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali memasukkan bahasan khusus tentang do’a dan dzikir. Menurutnya, salah satu dzikir yang sangat dianjurkan ialah membaca subhânallâh, alhamdulillâh, dan allâhu akbar sebanyak 33 kali. Kemudian ditutup dengan melafalkan lâ ilâha illallâh lâ syarîka lahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alâ kulli syai‘in qadîr satu kali.

Haedar Nashir

Pendapat ini didasarkan pada hadis riwayat Abu Hurairah yang berbunyi:

Haedar Nashir

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir setelah shalat sebanyak 33 kali dan menutupnya dengan membaca lâ ilâha illallâh lâ syarîka lahu lahul mulku wa lahulhamdu wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr, maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan,’” (HR. Malik).

Dengan demikian, budayakan setelah shalat membaca semua dzikir di atas. Berdasarkan hadits yang dikutip di atas, orang yang terbiasa melakukan ibadah ini, dosanya akan diampuni Allah Yang Maha Pengampun meskipun dosanya sebanyak buih di lautan. Wallahu a‘lam. (Hengki Ferdiansyah).

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam, Bahtsul Masail Haedar Nashir

Siswa SMA Islam Al-Mizan Pelatihan Menulis Skenario

Jatiwangi, Haedar Nashir. Sabtu, 17 Maret 2012 merupakan hari terakhir dari rangkaian pelatihan bagi siswa SMA Islam Al-Mizan, Jatiwangi, Majalengka khususnya kelas X dan XI dalam mengisi liburan UAS (ujian akhir sekolah) kelas XII (dua belas). Selama seharian sebanyak 60 siswa kelas X dan XI diberi pelatihan tentang “Penulisan Skenario dan Kepemimpinan atau Leadership”.

Menurut Siti Maryam, Wakasek bidang Kesiswaan, pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan mengisi liburan kelas X dan XI SMAI Al-Mizan. Walaupun begitu, kegiatan ini pula terbuka bagi kelas XII selesai melaksanakan Ujian Akhir Sekilah (UAS).

Siswa SMA Islam Al-Mizan Pelatihan Menulis Skenario (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa SMA Islam Al-Mizan Pelatihan Menulis Skenario (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa SMA Islam Al-Mizan Pelatihan Menulis Skenario

Menurut Iyam, biasa disapa, “Senin sampai Kamis siswa kelas X dan XI ini melaksanakan “Pelatihan Broadcasting dan Jurnalistik” kerjasama dengan Radio Komunitas (Rakom) Caraka FM. Jumat diisi dengan pelatihan Marawis dan untuk Sabtu diisi dengan pelatihan penulisan skenario dan kepemimpinan ini,” jelasnya..

Haedar Nashir

Masih menurut Iyam, pelatihan penulisan skenario ini menghadirkan Narasumber dari Jakarta tapi kelahiran Jatiwangi. Mereka adalah penulis skenario FTV SCTV yaitu Rois Said.

Dalam paparannya, kang Rois, biasa disapa, memberikan latihan dasar bagaimana menulis sebuah skenario. Menurutnya, dengan menulis diharapkan siswa dapat lebih berkreasi lagi.

Haedar Nashir

“Setiap pengalaman ataupun apa yang kita lihat di sekeliling kita, harus kita tulis. Jangan malu untuk menulis. Seorang penulis harus punya keberanian, jangan tanggung-tanggung untuk memulai apapun,” katanya dengan? nada semangat dan disambut tepuk tangan oleh peserta.

Sementara di sesi kedua diisi oleh pemateri dari Bank Mandiri, yaitu Bapak? Dede Sutisna. Beliau selain Assistant Vice President Consumer Risk Group di Bank Mandiri juga alumni Unpad kelahiran Burujul, Jatiwangi.

Dalam penyampaian materi tentang kepemimpinan, beliau sangat interaktif dengan para peserta. Sehingga peserta sangat antusias mengikutinya

Dalam uraiannya beliau mengungkapkan bahwa bahasa otak adalah gambar. Jadi otak akan lebih menangkap sesuatu itu lebih mudah apabila sesuatu itu berupa gambar. Selain itu,

“Bahwa personality seorang pemimpin itu bukan dilihat dari bagaimana dia layak memimpin tapi bagaimana dia menunjukkan sikap kepemimpinannya yg dapat memberikan contoh kepada bawahannya,” jelasnya.

Redaktur? ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: M Zaenal Muhyidin

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam, Olahraga Haedar Nashir

Minggu, 13 Agustus 2017

Serukan Ranting Ansor Peringati Maulid Nabi

Probolinggo, Haedar Nashir. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo menyerukan kepada semua pengurus jajaran ranting di wilayah kerja kecamatan untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan mengisinya dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi warga nahdliyin.

Serukan Ranting Ansor Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Serukan Ranting Ansor Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Serukan Ranting Ansor Peringati Maulid Nabi

“Agungkanlah peringatan hari kelahiran Baginda Rasulullah SAW ini dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan tradisi dari pendiri NU. Tradisi NU ini harus terus dipertahankan oleh pemuda Ansor. Oleh karenanya, pemuda itu harus banyak belajar dari orang yang lebih tua,” ujar Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Dringu Mahfud Hidayatullah kepada Haedar Nashir, Selasa (22/1).

Menurut Mahfud, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya dilakukan oleh masyarakat yang ada di perkotaan saja tetapi juga dilakukan warga nahdliyin di pelosok-pelosok desa. Momentum bersejarah tersebut bahkan diperingati dengan sangat menarik. Masyarakat desa biasanya membawa makanan, kue dan buah-buahan yang kemudian dikumpulkan di musholla maupun masjid setempat.

Haedar Nashir

“Biasanya setelah terkumpul semua, selanjutnya dilakukan pembacaan sholawat Nabi (srakalan) secara bersama-sama. Masyarakat di desa mempercayai pada saat pembacaan tersebut, ruh Nabi Muhammad SAW akan hadir untuk memberikan rahmat,” jelasnya.

Tidak berhenti sampai disitu saja, sebab setelah prosesi pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW selesai tandas Mahfud, barang bawaan tadi ditukar dengan barang bawaan tetangga sekitar untuk dimakan bersama-sama.

Haedar Nashir

“Disitulah tercipta tali silaturahim antar sesama warga nahdliyin. Tanpa melihat status, mereka makan bersama-sama dalam satu wadah. Dan tradisi itu tidak bisa dihilangkan karena itu tradisi NU,” terangnya.

Untuk tahun ini, PAC GP Ansor Kecamatan Dringu berencana akan memberikan santunan kepada fakir miskin, anak yatim dan kaum dhuafa. Santunan tersebut akan diwujudkan dalam bentuk pakaian maupun makanan tergantung porsi kebutuhan dari masing-masing warga nahdliyin.

“Santunan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian pemuda Ansor Kecamatan Dringu kepada warga yang sangat membutuhkan. Harapannya, santunan ini dapat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tandasnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, Meme Islam Haedar Nashir