Sabtu, 14 Oktober 2017

Pesta Rakyat di Pesantren Jatirokeh

Brebes, Haedar Nashir? . Ragam cara memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-68 RI. Salah satunya yang dilakukan Pondok Pesantren Modern Al Falah Jatirokeh, yaitu menggelar “pesta rakyat” berupa makan gratis jajanan rakyat dan pawai kesenian tradisional.

Lebih kurang tiga ribu orang tumplek di lapangan pondok pesantren yang terletak di Kecamatan Songgom Brebes, Jawa Tengah, Sabtu, (17/8). Hadirin dihibur penampilan grup Nasida Ria Semarang sejak pukul 13.00 – 16.00.?

Pesta Rakyat di Pesantren Jatirokeh (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesta Rakyat di Pesantren Jatirokeh (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesta Rakyat di Pesantren Jatirokeh

Dengan irama yang khas, grup legendaris pimpinan Kholiq Zein itu selama tiga jam membawakan lebih dari 25 lagu andalannya. Antara lain Merdeka Membangun, Palestina, Anakku, Seni Tradisional, Masyitoh Indonesia, Nasib Desaku, Tiga Perkara, Bertaubatlah dan lain sebagainya.

Haedar Nashir

Selain penampilan Nasida Ria, pada Minggu (18/8) pagi digelar Pawai Kesenian Tradisional, antara lain Seni Kuntulan Tegalglagah, Barongsai Banjaratma, Calung Bumiayu, Rebana dan lain-lain.?

Masyarakat Jatirokeh dan sekitarnya kembali dibuat tersenyum gembira dengan pawai yang meriah itu dari halaman pondok hingga ke Kantor Kecamatan Songgom.?

Haedar Nashir

Pengasuh Pesantren Al Falah Drs KH Nasrudin mengatakan, kita harus nguri-uri (menghidupkan) budaya tradisional dan gemar makan ala rakyat. Menurutnya, budaya kita yang adiluhung harus dilestarikan walau harus berhadapan dengan modernisasi global.?

“Untuk itu perlu perlindungan dari pemerintah, selain dari rakyat itu sendiri yang nguri-uri,” katanya di sela kegiatan pesta rakyat di komplek pondok pesantren.?

Langkah yang tepat yakni pemerintah harus menerbitkan undang-undang kebudayaan sebagai payung hukum kelestarian kebudayaan kita. “DPR sedang mengupayakan diterbitkannya undang-undang tentang Kebudayaan,” tutur Nasrudin yang juga wakil rakyat di DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.

Hasil cipta masyarakat, kata Nasrudin, seperti lagu, buku, budaya dan bentuk-bentuk kesenian lain banyak yang dibajak. Bahkan beberapa waktu yang lalu diklaim sebagai kebudayaan negara tetangga.?

“Ini sangat naif kalau kita sendiri tidak melindunginya. Hasil cipta karya manusia yang adiluhung harus ada payung hukumnya dengan penerbitan Undang-Undang Kebudayaan,” tandas anggota Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda, olah raga, pariwisata dan perpustakaan nasional.?

Termasuk, jajanan ala rakyat yang beraneka ragam tumbuh dari berbagai pelosok tanah air harus pula di dilestarikan. “Walau hidup di Jakarta, makanan ala rakyat sangat klangenan dan sering dicari warga Ibu Kota,” terangnya.

Nasrudin mengajak makan bersama tetangga dan rakyat Brebes sebagai bentuk kecintaan dan kebersamaan dengan rakyat. Apalagi di hari Kemerdekaan ke-68 RI akan memiliki makna yang mendasar. Bahwa kita sudah merdeka jangan sampai ada yang kelaparan. Untuk itu perlu berbagi bersama, jangan sampai ada masyarakat Brebes yang tidak makan.?

Redaktur ? ? : Abdullah Alawi?

Kontributor : Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional, Hadits Haedar Nashir

Jumat, 13 Oktober 2017

SMK Ma’arif NU Mantup Terapkan Computer Based Test pada Penilaian Akhir Semester

Lamongan, Haedar Nashir

Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil tahun pelajaran 2017/2018 sudah mulai dilaksanakan di SMK Ma’arif NU Mantup Lamongan. Kegiatan penilaian ini dilaksanakan selama 12 hari, mulai Senin 27 November hingga Senin 11 Desember 2017.





SMK Ma’arif NU Mantup Terapkan Computer Based Test pada Penilaian Akhir Semester (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Ma’arif NU Mantup Terapkan Computer Based Test pada Penilaian Akhir Semester (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Ma’arif NU Mantup Terapkan Computer Based Test pada Penilaian Akhir Semester

Sejumlah terobosan dilakukan SMK Ma’arif NU Mantup Lamongan dalam pelaksanaan penilaian semester kali ini, salah satunya adalah dengan digunakannya sistem Computer Based Test (CBT).

“Alhamdulillah tahap pertama yang sudah kita (kami, red) laksanakan untuk kelas XII kemarin berjalan dengan lancar, hari ini Senin (04/12) merupakan tahap kedua untuk kelas XI. Tahap terakhir tanggal 7-11 Desember untuk kelas X,” urai Mutmainah, Ketua Panitia sekaligus Waka Kurikulum.

Haedar Nashir

Ia menambahkan Penilaian Akhir Semester dengan sistem Computer Based Test  ini baru pertama kali ini dilaksanakan di tahun pelajaran 2017/2018 ini.





Haedar Nashir

"Sistem yang dipakai dalam PAS-CBT tersebut sama seperti Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK yang kita laksanakan pada UN tahun pelajaran 2016/2017 kemarin,” katanya.

 

Moh. Iwan Setiawan, Koordinator Proktor mengatakan PAS-CBT sebagai suatu inovasi sistem pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital baik dalam proses, metode, dan evaluasi pembelajaran, sekaligus menyiapkan kelas XII agar tidak canggung lagi ketika mengikuti UNBK.

"Alhamdulillah peralatan yang kita miliki sangat mendukung untuk pelaksanaan PAS-CBT, sehingga tidak ada kendala yang berarti sampai saat ini,” ujar Iwan.

SMK Ma’arif NU Mantup memiliki empat kompetensi keahlian, yaitu Akuntansi, Adm. Perkantoran, Teknik Komputer dan Jaringan, dan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor.

Kepala SMK Ma’arif NU Mantup, Masheru mengatakan ada banyak manfaat dari diberlakukannya PAS-CBT. Diharapkan dengan sistem ini akan terwujud model evaluasi yang lebih obyektif, jujur, dan bertanggung jawab.  





"Hal tersebut terjadi karena siswa tidak bisa melakukan kecurangan. Siswa mengerjakan secara mandiri karena soalnya acak dan tidak sama tiap komputer," ucapnya.





Secara administrasi juga tercipta sistem evaluasi yang efektif dan efisien karena tidak lagi menggunakan kertas, dan hasilnya akan segera diketahui setelah ujian selesai.





"Dengan PAS-CBT ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran siswa dan siswi di SMK Ma’arif NU Mantup.” pungkasnya. (Red: Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Syariah, Sejarah Haedar Nashir

Kuatkan Sinergi, IMAN STAN Gelar Silaturrahim dan Reuni Akbar

Tangerang Selatan, Haedar Nashir? . Segenap pengurus dan anggota Ikatan Mahasiswa Nahdliyyin Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN) serta AL IMAN (Baca: Alumni IMAN) menggelar Silaturrahim dan Reuni Akbar di Gedung F kampus tersebut di Bintaro Sektor V Tangerang Selatan, Banten.

Kuatkan Sinergi, IMAN STAN Gelar Silaturrahim dan Reuni Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuatkan Sinergi, IMAN STAN Gelar Silaturrahim dan Reuni Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuatkan Sinergi, IMAN STAN Gelar Silaturrahim dan Reuni Akbar

Kegiatan Sabtu (21/3) ini dihadiri berbagai elemen IMAN dari kalangan mahasiswa yang masih aktif di kepengurusan dan tentunya Alumni IMAN dari mulai IMAN berdiri (1991) hingga masa kelulusan terakhir (2014).?

Meski para alumni sudah banyak tersebar di berbagai daerah, namun tak menyurutkan semangat dan antusiasme mereka untuk menghadiri acara istimewa ini. Mereka datang dari seluruh penjuru tanah air, mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi bahkan ada yang jauh-jauh datang dari Malaysia.?

Haedar Nashir

Acara dimulai pukul 09.00 WIB. Penampilan tim hadroh “Badrut Tamam” pun ? menjadi sajian pembuka acara ini. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia, serta dari beberapa alumni lintas angkatan yang tak jarang mengundang sebuah euforia tersendiri saat mengenang perjalanan IMAN dari masa ke masa.?

Haedar Nashir

Selanjutnya mau’idloh hasanah disampaikan oleh Ustadz Dawud Arif Khan selaku pendiri Ikatan Mahasiswa Nahdliyyin STAN, “Dengan silaturrahim akan mendatangkan kemanfaatan dalam berbagai hal, termasuk pekerjaan kalian sebagai pegawai Kemenkeu,” ujarnya dalam sambutannya.?

Acara dilanjutkan dengan acara inti, yakni Pembentukan Dewan Alumni dan pembahasan Dana Umat AL IMAN yang dimoderatori Rizki Amaluddin dan Abdulloh Rifqi Jauhari.

Selain dimaksudkan untuk mengenang masa-masa perjuangan, acara ini juga bertujuan untuk menguatkansinergi IMAN STAN,baik antar-alumni maupun antara alumni danpengurus yang diharapkan dapat terwujud melalui pembentukan Dewan Alumni IMAN.?

Terkait dengan pembentukan Dana Umat ? AL IMAN, ide pembuatan program terbaru AL- IMAN ini dilatarbelakangi dari munculnya kendala finansialsebagaimana ? sering dihadapi oleh organisasi mahasiswa pada umumnya dalam menjalankan berbagai kegiatan.?

Berangkat dari kondisi demikian, maka muncullah inisiatif dari para alumni untuk meluncurkan program pendanaan yang kemudian diresmikan dengan nama “Dana Umat AL IMAN”.?

Harapannya, melalui pembentukan program ini dapat semakin mendukung dan memancing kreatifitas para pengurus IMAN untuk mengadakan kegiatan dalam rangka dakwah di kampus. Selain untuk internal IMAN, program ini juga ditujukan untuk kegiatan – kegiatan sosial masyarakat lainnya, seperti sumbangan duka dan bencana alam serta demi kemaslahatan umat islam pada umumnya.

Acara ditutup dengan doa nan khidmat yang dipimpin Ustadz Dawud. Setelah rangkaian acara selesai, dilanjutkan dengan sesi foto bersama peserta yang hadir dalam acara ini.

Saat diwawancarai, Bapak Faris Zain selaku ketua panitia merasa sangat bahagia dengan terselenggaranya acara ini. Ia mengharapkan acara ini dapat semakin menguatkan seluruh personil IMAN dalam memegang dan menegakkanprinsip Ahlussunah wal-Jamaah dimana pun berada.?

“Mudah-mudahan acara seperti ini bisa rutin diadakan,” katanya mengakhiri pembicaraan. (ARH/Mei/Alw)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah Haedar Nashir

Tiap PCNU Wajib Miliki Lembaga Penanggulangan Bencana

Jakarta, Haedar Nashir. Sudah seharusnya seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Indonesia mempunyai Lembaga Penaggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBINU). Banyaknya jaringan LPBINU di daerah akan mempermudah pengurus pusat dalam melakukan koordinasi.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Bidang Tanggap Darurat Pengurus Pusat LPBINU Yayah Ruchyati di kantornya, gedung PBNU Lantai 7, Jl Kramat Raya 164, Jakarta, Selasa (4/2). Menurut dia, hal ini cukup mendesak mengingat Indonesia dikenal sebagai kawasan rawan bencana, seperti letusan gunung merapi, gempa, puting beliung, longsor dan banjir.

Tiap PCNU Wajib Miliki Lembaga Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiap PCNU Wajib Miliki Lembaga Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiap PCNU Wajib Miliki Lembaga Penanggulangan Bencana

Ia menjelaskan, saat ini LPBINU hanya menginventarisasi 23 cabang LPBINU. Sementara di tingkat wilayah, jumlah LPBINU tak lebih dari 10. “Itu pun di beberapa wilayah yang pernah mengalami bencana, seperti Jawa Timur, Sumatera Barat, Jogja, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan,” paparnya.

Haedar Nashir

LPBI mengimbau, untuk PCNU yang belum memiliki lembaga pelaksana kebijakan dan program NU di bidang perubahan iklim, penanggulangan bencana, dan pelestarian lingkungan itu untuk segera membentuk.

Yayah menambahkan, di tengah kondisi Tanah Air yang rentan bencana, pihaknya berharap masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Di samping, penggalangan bantuan untuk warga lain yang tertimpa musibah juga perlu digalakkan. “Bantuan bisa dikirimkan kepada PCNU di daerah masing-masing untuk disalurkan kepada korban,” imbuhnya.

Haedar Nashir

LPBINU kini sedang melakukan pendampingan pembuatan rencana penanggulangan bencana (RPB) dan rencana aksi daerah (RAD) di 8 kabupaten di Jawa Timur. Antara lain, Bojonegoro, Malang, Lamongan,Tulungagung, Pasuruan, Mojokerto, Lumajang, dan Trenggalek.

Lembaga yang dulu bernama CBDRM-NU (Community Based Disaster Risk Management) ini juga telah menyalurkan sejumlah bantuan ke beberapa daerah yang belakangan dilanda bencana banjir, seperti Jakarta dan Manado. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh, Amalan Haedar Nashir

Ingin Anak Selamat, Masukkan ke Pesantren

Probolinggo, Haedar Nashir

Keberadaan Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai andil yang sangat besar terhadap sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dimana seorang ulama NU, KH Wahid Hasyim turut berperan terhadap lahirnya Pancasila.

Hal tersebut disampaikan oleh Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H Hasan Aminuddin saat menghadiri peringatan hari lahir (harlah) ke-93 NU di Pondok Hati di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Senin (9/5) malam.

Ingin Anak Selamat, Masukkan ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Anak Selamat, Masukkan ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Anak Selamat, Masukkan ke Pesantren

Menurut Hasan, saat ini sedang marak kejadian kekerasan dan pelecehan seksual ? terhadap anak dan perempuan. “Dari hasil pengamatan yang saya lakukan terhadap semua kejadian, ternyata miras dan shabu-shabu menjadi akar permasalahan merebaknya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan,” katanya.

Lebih lanjut Hasan menerangkan, miras dan shabu-shabu tidak hanya terjadi di lingkungan bebas. Pasalnya di lingkungan pondok pesantren pun, hari ini sudah banyak beredar obat-obatan terlarang. Dimana botol minuman air mineral isinya diganti minuman beralkohol.

“Inilah bentuk penjajahan yang dilakukan oleh bangsa lain. Mereka tidak mampu menjajah secara fisik, tetapi melalui budaya dan merusak mental masa depan generasi bangsa,” jelasnya.

Haedar Nashir

Hasan pun meminta kepada para orang tua agar menyelamatkan anak cucunya dari perbuatan yang tidak jelas. “Setelah lulus SD, masukkan anak ke pesantren. Karena disana nantinya juga dibekali dengan ilmu umum dan ilmu agama serta akhlak,” tegasnya.

Seni budaya Islam NU jelas Hasan sangatlah banyak. Tetapi ironinya, saat ini sudah banyak anak cucu orang NU gemarnya bukan pada seni budaya Islam NU. Hal ini dikarenakan adanya budaya luar yang masuk dan bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Inilah potret yang terjadi hari ini, dimana ada pergeseran budaya NU. Oleh karena itu, saya sangat bangga karena PCNU Kota Kraksaan menggerakkan kembali muda mudi NU dalam wadah Ishari,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Kajian, Hadits Haedar Nashir

Kamis, 12 Oktober 2017

"Kiai Kampung" Korea Bahas Pendirian PCI NU Korsel

Seoul, Haedar Nashir. Bertempat di Mushola An Noor Daejon, 300 km selatan Seoul, pada tanggal 23 Desember 2012 lalu telah dilaksanakan silaturahim dan muktamar Ikatan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (IKBNU). 

Acara ini dihadiri sekitar 40 orang yang terdiri dari pengurus IKBNU dan para kiai perwakilan mushola di seluruh semenanjung Korea. Pemilihan tempat di Daejon adalah disamping banyak Nahdliyin yang mukim di kota ini, juga secara geografis terletak di tengah Negara Korea sehingga memudahkan peserta muktamar dari daerah lain. 

Kiai Kampung Korea Bahas Pendirian PCI NU Korsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Kampung Korea Bahas Pendirian PCI NU Korsel (Sumber Gambar : Nu Online)

"Kiai Kampung" Korea Bahas Pendirian PCI NU Korsel

Agenda muktamar selain silaturahim juga pemantapan organisasi IKBNU. Secara ringkas jalannya muktamar ini didahului dengan lailatul ijtima’ di malam sebelumnya, kemudian pagi harinya acara inti muktamar. 

Haedar Nashir

Acara inti meliputi pembukaan, Tilawatil Quran dan shalawat oleh Ustadz Hisak Nissa. Sambutan ketua takmir Mushola An Noor Daejon oleh Abdullah Syukri, sambutan dari Komunitas Muslim Indonesia (KMI) oleh Ustadz Syamsul Arifin, sambutan dan pemantapan organisasi oleh Ketua IKBNU Fahmi Arif Tsani, dan diakhiri dengan mau’idhah keaswajaan oleh Kiai Iskandar Dzulkarnain yg juga wakil ketua IKBNU. 

Haedar Nashir

Informasi berhaji dari Korea juga disampaikan oleh Haji Sholih, salah seorang Nahdliyin yg berhaji tahun ini. Dalam muktamar ini seluruh peserta secara aklamasi menyatakan dukungannya bahwa IKBNU adalah wasilah organisasi untuk diajukan menjadi Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Korea.

Ikhtiar yang dilakukan adalah akan segera dilakukan pengusulan ke PBNU. Berdasar AD/ART Nahdlatul Ulama hasil Muktamar Makassar, untuk mendirikan sebuah PCI diusulkan minimal oleh 40 warga Nahdliyin setempat. Syarat tersebut tidak terlalu sulit bagi IKBNU Korea, mengingat WNI yang bermukim sebagai diplomat, pekerja, dan pelajar sudah mencapai lebih dari 35,000 dan mayoritas adalah Nahdliyin. 

Di samping itu, disepakati bahwa istilah-istilah keorganisasian dalam kepengurusan IKBNU disesuaikan seperti yang ada di PCI NU sehingga ketika nantinya PCI terbentuk, tidak perlu lagi perombakan struktural yang besar. Silaturahim kiai kampung dan muktamar IKBNU ini secara kesuluruhan berlangsung sukses. Suhu dingin di bawah 0 derajat di musim dingin tidak mengurangi semangat dan kehangatan penuh kekeluargaan sesama Nahdliyin yg hadir. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Fahmi Arif Tsani

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Kajian Haedar Nashir

Ranting NU Pasongsongan 2 Berikan Santunan kepada Yatim dan Dhu‘afa

Sumenep, Haedar Nashir - Pengurus Ranting NU Pasongsongan 2 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep menggelar aksi sosial rutin tahunan yang mencakup santunan yatim, fakir miskin dan pasar murah bagi para janda. Aksi ini diadakan di tiga lokasi dan waktu yang berbeda.

Pada Jumat (23/12) panitia mengadakan santunan dan pasar murah di halaman Masjid Al-Mabarrot Dusun Morassen Desa Pasongsongan. Pada Sabtu (24/12) aksi ini digelar di Dusun Sempong. Sedangkan pada Ahad (25/12) kegiatan ini diadakan di Dusun Pakotan.

Ranting NU Pasongsongan 2 Berikan Santunan kepada Yatim dan Dhu‘afa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ranting NU Pasongsongan 2 Berikan Santunan kepada Yatim dan Dhu‘afa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ranting NU Pasongsongan 2 Berikan Santunan kepada Yatim dan Dhu‘afa

Hal ini sengaja dilaksanakan secara bertahap di masing-masing dusun mengingat medan tempuh yang sangat jauh jika hanya difokuskan di satu tempat. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus MWCNU Pasongsongan dan Kepala Desa Pasongsongan Rasyid Busanto.

Ketua Panitia Slamet Hariyanto menjelaskan, kegiatan yang sangat sederhana ini terlaksana berkat kepercayaan masyarakat sebagai donatur kepada pengurus ranting NU dalam mengelola dan menyalurkan dana yang telah diterima.

Haedar Nashir

Ketua Ranting NU Pasongsongan 2 Kiai Ahmad Sunni berharap kegiatan semacam ini terlaksana setiap tahun dan ada peningkatan dari segi kualitas maupun kuantitas.

Haedar Nashir

Pada tahun ini pihak panitia menyalurkan bantuan kepada anak yatim sejumlah Rp.14.250.000. bantuan ini diberikan kepada anak yatim yang tersebar di wilayah ranting Pasongsongan 2 dan anak yatim di 13 ranting NU se-Pasongsongan.

Pihak panitia menyalurkan bantuan kepada 34 orang fakir miskin dengan masing-masing mendapat Rp 100.000. Sedangkan bantuan untuk para janda berbentuk pasar murah paket sembako senilai Rp 60.000 yang dijual dengan harga Rp 25.000. pihak panitia menyediakan sejumlah 300 paket plus mie instan bagi para janda pemegang Kartanu.

Sebelum pelaksanaan, panitia melakukan pendataan dan pembagian kartu undangan kepada yang berhak menerima. (AH Ihsan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Lomba, Santri Haedar Nashir