Jumat, 17 November 2017

5 Mahasiswa UNHASY Akan Mengabdi di Thailand

Jombang, Haedar Nashir. Mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng Jombang kembali akan melaksanakan pengabdian atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Thailand. Sebanyak lima mahasiswa UNHASY akan berbagi ilmu dengan para santri yang ada di negara gajah putih tersebut.

Sebagaimana KKN Internasional gelombang pertama, pada gelombang kedua ini tim seleksi UNHASY juga melakukan serangkaian test untuk menentukan mahasiswa yang akan diterjunkan langsung ke dunia pendidikan di Thailand.?

“Kami ingin menerjunkan mahasiswa UNHASY yang terbaik, sehingga bisa mengabdikan diri dan memberikan kontribusinya di Thailand. Karena membawa nama baik UNHASY juga,” ungkap Kepala ? Biro Administrasi Akademis Kemahasiswaaan UNHASY, Muhammad, Rabu (13/4).

5 Mahasiswa UNHASY Akan Mengabdi di Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Mahasiswa UNHASY Akan Mengabdi di Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Mahasiswa UNHASY Akan Mengabdi di Thailand

Tim penguji terdiri dari Ahmad Faruq (Kepala LPPM UNHASY), Elisa Nurul Laili (Kepala Lembaga Bahasa UNHASY) dan Rusli Ilham Fadli (Dosen PBSI UNHASY). Selain itu, dua mahasiswa yang pernah mengikuti KKN Internasional Thailand gelombang pertama, Nuriyah Laili (Fakultas Tarbiyah) dan Hurun ‘Aiin KA (Fakultas Dakwah) juga turut menjadi tim penyeleksi.

Ada 11 mahasiswa yang mengikuti seleksi pada Selasa (12/4) kemarin. Seleksi wawancara meliputi motivasi diri, pengetahuan agama, kemampuan berbahasa Inggris, dan kemampuan mengajar (peer teaching).

Haedar Nashir

Dari 11 mahasiswa yang lulus mengikuti seleksi KKN Internasional di Thailand adalah Alif Zakiyatul Fikriyah (Fak. Ilmu Pendidikan), Ani L. Arias Sholehah (Fak. Tarbiyah), Fina Fastaqima (Fak. Ilmu Pendidikan), Ririn Cahyani dan Siti Fatimatuz Zahro (Fak. Tarbiyah)

Kelima mahasiswa ini akan menjalani KKN Internasional selama 5 bulan. Program KKN tersebut merupakan hasil kerjasama UNHASY dengan Abroad Alumni Association of Sourthern Border Provinces, yaitu sebuah persatuan alumni luar negeri di Thailand Selatan yang fokus kegiatannya dalam hal pendidikan dan dakwah. (Machtumah Malayati/Zunus)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional Haedar Nashir

Khitan Massal, Bukti GP Ansor Bermanfaat untuk Masyarakat

Jepara, Haedar Nashir



Sebanyak 34 anak mengikuti kegiatan Khitanan Massal yang diselenggarakan PC GP Ansor Jepara yang berlangsung di Klinik Masyithoh, kompleks gedung NU, Jalan Pemuda 51 Jepara, Senin (18/9). 

Khitan Massal, Bukti GP Ansor Bermanfaat untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Khitan Massal, Bukti GP Ansor Bermanfaat untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Khitan Massal, Bukti GP Ansor Bermanfaat untuk Masyarakat

Kegiatan yang diadakan dalam rangka Pra Konfercab PC GP Ansor Jepara XII itu merupakan hasil kerja sama Polres Jepara, PC Muslimat NU, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kabupaten Jepara. 

Puluhan anak yang mengikuti khitan massal memperoleh sarung, baju koko, peci serta bingkisan dari panitia. Adapun dokter yang mengkhitan langsung dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kabupaten Jepara yang diketuai dr. Triyono dengan didampingi 8 tenaga. 

KH Hayatun Abdullah Hadziq, Ketua PCNU Jepara menyampaikan, GP Ansor tidak hanya organisasi yang diselesai di wacana saja. “Ini bukti bahwa kegiatan khitan seperti ini merupakan kegiatan yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” paparnya. 

Polres Jepara juga turut mengapreasi kegiatan tersebut. “Senang dengan kegiatan seperti ini, jika di kemudian hari ada kegiatan yang sama, kami siap membantu,” urai Putu Krisna, Kasatlantas, mewakili Polres Jepara. 

Haedar Nashir

Kusdiyanto, selaku ketua panitia kegiatan menyebutkan khitan massal bisa menjadi salah satu kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. “Sehingga Konfercab Ansor tidak hanya berkutat pada siapa ketua berikutnya namun juga lebih kepada bagaimana kita merumuskan program-program riil untuk masyarakat,” sebut dia. 

Ketua PC GP Ansor Jepara, M. Kholil berharap Ansor mampu menjadi organisasi kepemudaan yang yang konsen pada isu-isu pemecahan permasalahan di masyarakat. 

“Kegiatan sunat massal yang kami lakukan untuk berbaur dan memberikan sedikit manfaat bagi masyarakat Jepara. Juga menjadi inspirasi masyarakat untuk selalu peduli kepada sesame,” pungkas Kholil. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi) 

 

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail, Kiai Haedar Nashir

IGTK/RA Sidoarjo Gelar Gebyar TNI Cilik

Sidoarjo, Haedar Nashir. Ikatan Guru Taman Kanak-kanak dan Raudlatul Athfal (IGTK/RA) Muslimat NU Sidoarjo bekerjasama dengan Kodim 0816 Sidoarjo menggelar gebyar Tentara Nasional Indonesia (TNI) cilik di lapangan Kodim 0816 Sidoarjo, Sabtu (28/11).

Sekitar 6000 siswa/siswi TK dan RA se-Kabupaten Sidoarjo berseragam layaknya TNI. Mereka memadati lapangan Kodim 0816 Sidoarjo. Acara yang bertema gebyar TNI cilik ‘Ayo tumbuhkan Jiwa Nasionalisme dan bangun karakter cinta tanah air sejak dini’ berjalan meriah.

IGTK/RA Sidoarjo Gelar Gebyar TNI Cilik (Sumber Gambar : Nu Online)
IGTK/RA Sidoarjo Gelar Gebyar TNI Cilik (Sumber Gambar : Nu Online)

IGTK/RA Sidoarjo Gelar Gebyar TNI Cilik

Ketua Panitia Masfufah mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja dari IGTK/RA Muslimat NU Kabupaten Sidoarjo yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak, sekaligus menambah sikap dan keberanian serta percaya diri dalam bersosialisasi.

Haedar Nashir

"Semoga dengan terselenggaranya acara ini anak-anak dapat mengetahui dan mengenal berbagai macam profesi yang berkaitan dengan TNI," harap Masfufah.

PJ Bupati Sidoarjo H Jonathan Judyanto mengapresiasi terselenggaranya acara itu. Menurut Jonathan, dengan diadakannya gebyar TNI cilik mampu memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa TNI juga bagian dari pahlawan di Indonesia ini.

Haedar Nashir

"Setelah diberikan pemahaman dan pengetahuan, saya berharap anak-anakku ini bisa merasakan menjadi pahlawan negara, sekaligus mengenal bahwa menjadi TNI juga merupakan pengabdian kepada negara seperti halnya menjadi seorang guru," kata Jonathan.

Dengan mengenakan seragam TNI, Jonathan mengaku bangga. Karena dirinya memakai dua lambang kebesaran yakni lambang sebagai bupati dan lambang dari Muslimat NU. "Ini merupakan kebanggaan, rasa cinta dan komitmen saya kepada anak-anak terhadap pembangunan dunia pendidikan adalah harga mati," aku Jonathan.

Jonathan menyatakan, bahwa dunia pendidikan adalah sesuatu yang benar-benar harus diperjuangkan. Pasalnya, melalui pendidikanlah bangsa ini bisa lebih maju, sejahtera, mandiri dan bisa berkompetisi dengan bangsa lain di seluruh dunia.

Acara gebyar TNI tersebut ditandai dengan pelepasan balon oleh PJ Bupati Sidoarjo H Jonathan Judyanto dengan menggandeng dua anak atau peserta TNI cilik yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo, perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo serta para pengurus IGTK/RA Muslimat NU Cabang Sidoarjo. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir RMI NU Haedar Nashir

PBNU Berupaya Transformasikan Diri Menuju Organisasi Berbasis TI

Jakarta, Haedar Nashir

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang berupaya melakukan tranformasi organisasi menuju pengelolaan organisasi berbasis informasi dan teknologi (IT). Hal itu disampaikan oleh Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini.



PBNU Berupaya Transformasikan Diri Menuju Organisasi Berbasis TI (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berupaya Transformasikan Diri Menuju Organisasi Berbasis TI (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berupaya Transformasikan Diri Menuju Organisasi Berbasis TI





Transfomasi pengelolaan organisasi berbasis IT tersebut antara lain yang sedang digodok dengan serius adalah transformasi Kartanu. “Kami ingin Kartanu bukan saja berfungsi sebagai kartu identitas dan data base semata warga NU,” tandas Helmy.

Haedar Nashir





Haedar Nashir

Sebagaimana diketahui bahwa Kartanu yang sudah beredar memang rata-rata hanya berfungsi sebagai pangkalan data dan identitas semata. Ada memang beberapa Pengurus Cabang yang sudah lebih progersif dengan menjadikan Kartanu bukan sebagai pangkalan data semata namun lebih dari itu Kartanu dijadikan sebagai ATM dengan menggandeng Bank tertentu. Hal itu seperti terjadi di PCNU Karawang dan juga PWNU Jawa Timur.





Terobosan sudah dilakukan oleh PCINU Korea Selatan yang memulai langkah progresif dengan menjadikan Kartanu? bukan saja? sebagai pangkalan data dan juga ATM. Kartanu di Korea Selatan sudah bisa digunakan untuk membayar alat taransportasi massal di sana.





“Kami terus mengkaji dengan serius dari pelbagai pengalaman pengelolaan Kartanu yang sudah ada, sehingga ke depan Kartanu memiliki fungsi yang lebih variatif dan bermanfaat bagi umat. Kami akan terus mengelaborasinya dengan tim ahli, termasuk kemarin kita diskusi intens dengan dirut Bank Mandiri. Nanti fisik kartunya bernama Kartanu, dan aplikasi yang terpasang di posel bernama E-Kartanu. Semua warga NU yang menggunakan ponsel android maupun IOS bisa mengaksesnya,” papar Helmy.





Dari perkembangan pengkajian kesekjenan PBNU diperoleh informasi bahwa setidaknya Kartanu akan dimaksudkan untuk memiliki empat fungsi sekaligus. Pertama, fungsi pangkalan data warga NU. Kedua, fungsi alat pembayaran. Ketiga, fungsi tabungan masa depan seperti tabungan zakat, tabungan kurban, dan juga tabungan haji dan umroh. Keempat, fungsi keuntungan atau benefit semisal tatkala ada warga NU yang meninggal maka akan mendapat santunan.





“Prinsipnya Kartanu yang sedang disiapkan oleh PBNU kali ini sama sekali tidak membebankan warga NU barang satu rupiahpun” pungkas Helmy. (Fariz Alniezar)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Ahlussunnah Haedar Nashir

Kunjungi NU Online, Slamet Effendy Yusuf Sampaikan Maksud Pencalonannya

Jakarta, Haedar Nashir



H Slamet Effendi Yusuf, salah seorang yang menyatakan diri siap menjadi calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rabu (14/10) sore mengunjungi ruang redaksi Haedar Nashir, lantai 5 gedung PBNU, Jl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat.



Kunjungi NU Online, Slamet Effendy Yusuf Sampaikan Maksud Pencalonannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi NU Online, Slamet Effendy Yusuf Sampaikan Maksud Pencalonannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi NU Online, Slamet Effendy Yusuf Sampaikan Maksud Pencalonannya

Slamet yang ditemui Pemimpin Redaksi Haedar Nashir Abdul Mun’im DZ dan Wakil Pemimpin Redaksi Haedar Nashir Suadi D. Pranoto menyampaikan keinginnya sebagai calon ketua umum PBNU.

Slamet yang juga pentolan Partai Golkar menampik kesan sementara kalangan NU bahwa dirinya ingin melompat dari dunia politik ke dalam kepengurusan PBNU.

Haedar Nashir

Ia menyatakan, dirinya bukan orang baru di lingkungan NU. Ia pernah aktif di IPNU, sempat memimpin GP Ansor, dan pada saat kepemimpinan Gus Dur, Slamet pernah menjabat sebagai salah satu pengurus di PBNU. Ia bahkan masuk dalam tim sembilan penyiapan kembalinya NU ke Khittahpada 1980-an.

Haedar Nashir

“Saya mencalonkan diri ini juga bukan karena tidak punya kerjaan lagi. Yang saya terima sekarang ini sudah cukup. Saya menolak ditawari sebagai duta besar. Saya merasa memimpin NU ini sebuah tantangan. Menurut saya setelah era Gus Dur, NU perlu ada sebuah lompatan,” katanya menunjuk pada dirinya yang menyatakan sanggup melakukan lompata itu.

Dalam kesempatan itu Slamet menyampaikan, Ketua Umum PBNU KH Muzadi berjasa besar dalam memimpin NU terutama dalam membawa NU ke kancah internasional dan mengaktifkan media informasi NU.

Tak lama berselang calon ketua umum PBNU lainnya KH Masdar Farid Mas’udi juga berkunjung ke redaksi Haedar Nashir. Dua calon ini berbincang dan berfoto bersama kru redaksi Haedar Nashir. (nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Humor Islam, Nahdlatul Haedar Nashir

Kamis, 16 November 2017

Kiai Langitan-Kiai Kampung Distorsikan Kiai

Surabaya, Haedar Nashir. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Dr KH Ali Maschan Moesa MSi menilai sebutan kiai Langitan, kiai kampung, dan sejenisnya pada hakekatnya mendistorsikan (mengaburkan makna) kiai/ulama.

"Kiai Langitan, Kiai Kampung, dan sebagainya itu hanya sebutan atau identitas yang sifatnya untuk kepentingan sesaat seperti halnya sebutan kiai plat merah atau kiai plat kuning di masa lalu," ujarnya di Surabaya, (20/2).

Doktor bidang Ilmu Sosial yang alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu mengemukakan hal itu menanggapi mobilisasi para kiai dalam berbagai kegiatan partai politik dengan istilah yang berbeda.

Kiai Langitan-Kiai Kampung Distorsikan Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Langitan-Kiai Kampung Distorsikan Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Langitan-Kiai Kampung Distorsikan Kiai

Menurut pengasuh Pesantren Luhur Al-Husna, Jemurwonosari, Surabaya itu, sebutan yang sesaat akan mendistorsikan eksistensi kiai, karena sebutan yang ada akan membenturkan dunia spiritual dengan dunia politis.

"Para kiai hendaknya tidak terjebak ke dalam kepentingan sesaat, melainkan tetap istiqomah dalam eksistensi kekiaian, sebab kepentingan sesaat yang menyentuhkan agama dengan politik akan mengandung dua resiko yang berbahaya," ungkapnya.

Haedar Nashir

Dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya itu menyatakan dua resiko sebagai dampak dari persentuhan agama dengan politik adalah agama menjadi instrumen (alat) politik dan munculnya kecenderungan radikalisasi atau kekerasan atas nama agama.

"Eksistensi kiai itu sesungguhnya tidak bersifat sesaat, melainkan sosok yang tetap istiqomah (konsisten) dalam lima kriteria seperti dikatakan filosof Imam Ghozali," paparnya.

Lima kriteria kiai adalah alim (mumpuni dalam keilmuan), abidan (ahli ibadah), zuhud (hidup sederhana), waro’ (menghindari hal-hal yang subhat atau tidak jelas status halal-haramnya), dan memiliki komitmen kerakyatan (mengasihi orang kecil).

"Tugas NU adalah mengajak para kiai untuk kembali kepada ajaran Islam bahwa Allah itu tidak melihat wajah (identitas), melainkan perilaku (eksistensi), namun ajakan itu tidak mudah, apalagi mendekati Pilkada, Pilgub, Pilpres, atau Pemilu," ucapnya.

Haedar Nashir

Oleh karena itu, katanya, NU mengimbau para kiai untuk mampu menjaga eksistensi diri dengan tidak terlalu dekat atau terlalu jauh dari politik, sehingga agama justru dikorbankan menjadi sebatas instrumen dalam politik praktis. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah, Jadwal Kajian, Daerah Haedar Nashir

Gelar Aksi 2015, Gusdurian Libatkan 40 Komunitas

Solo, Haedar Nashir. Jaringan Gusdurian Indonesia menggelar kegiatan bertajuk “15 Pesan untuk Masa Depan Aksi/2015” yang diadakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia, Kamis (15/1).

Gelar Aksi 2015, Gusdurian Libatkan 40 Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Aksi 2015, Gusdurian Libatkan 40 Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Aksi 2015, Gusdurian Libatkan 40 Komunitas

Menurut perwakilan dari Seknas Jaringan Gusdurian Indonesia, Tata, dalam sebuah acara kongkow bareng para relawan dari Gusdurian mengajukan satu pertanyaan yang sama kepada warga yang lewat di sekitar lokasi kongkow: "Selain kesejahteraan ekonomi, apa hal penting yang harus diperhatikan pemerintah untuk memakmurkan rakyatnya?"

“Selama ini, banyak target-target pembangunan yang tidak sesuai karena minimnya keterlibatan berbagai pihak terutama pihak rakyat sebagai pihak penerima manfaat. Target pembangunan hanya dibahas dan diimplementasikan oleh kelompok elit selama ini,” paparnya.

Haedar Nashir

Tata menambahkan, kegiatan ini melibatkan 40 lebih komunitas. “Komunitas Gusdurian juga ikut turun untuk aksi serentak di 20 kota. Tapi sebagian juga ada yang turun pada tanggal lain,” terangnya saat dihubungi Haedar Nashir.

Haedar Nashir

Seperti halnya di Kota Solo yang akan mengadakan Program Aksi 2015 ini pada Ahad (18/1) mendatang. Koordinator Gusdurian Jawa Tengah, Hussein Syifa, menjelaskan Komunitas Gusdurian di Solo akan turun pada acara car free day. “Kemungkinan pengumpulan data juga akan dilanjutkan pada acara khataman di Pesantren Al-Muayyad akhir Januari ini,” ujarnya.

Lebih lanjut ditambahkan Hussein, hasil pendataan tersebut, nantinya akan dikumpulkan ke Seknas Gusdurian, untuk kemudian dikristalkan menjadi 15 pesan yang dapat dijadikan sebagai bekal untuk mengadakan program advokasi di masing-masing daerah. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan Haedar Nashir