Minggu, 03 Desember 2017

Ribuan Nahdliyin Rembang Gelar Istigotsah untuk Indonesia

Rembang, Haedar Nashir



Ribuan umat Islam Kabupaten Rembang, Ahad (13/11), memadati lapangan Desa Banggi, Kecamatan Kaliori, Rembang untuk mengikuti istighotsah dan?

Ribuan Nahdliyin Rembang Gelar Istigotsah untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Nahdliyin Rembang Gelar Istigotsah untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Nahdliyin Rembang Gelar Istigotsah untuk Indonesia

manaqib kubra yang diadakan oleh Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An-Nahdliyah (Jatman) Syubiyyah Lasem dan Rembang.?

Kegiatan itu diisi pembacaan manaqib dipimpin oleh KH Abdurrozaq Imam, KH Tamamuddin Mundji, KH Syauqi Wahab, KH Arif Zaenal Arifin, KH Ustukhri Irsyad, dan KH Zaim Ahmad Mashoem. Disertai pembacaan istighotsah oleh KH Najib, KH Mohammad Faqih Mudawwam dan KH Awani dilanjutkan mauidlah hasanah oleh KH Dzikron Abdullah dari Kabupaten Semarang dan diakhiri "Banggi Bersholawat" bersama Habib Helmi dari Kabupaten Pati.

"Ini wujud andil kita kepada negara, khususnya Kabupaten Rembang dan umumnya negara Indonesia menjadi sebuah negeri yang baldatun thoyibatun wa robbun ghofur sesuai dengan cita-cita nasional yang tercantum di pembukaan Undang-Undang Dasar 1945," kata Mudir Jatman Idarah Syubiyyah Rembang, KH Arif Zaenal Arifin.

Haedar Nashir

Bupati Rembang KH Abdul Hafidz dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada para mursyid Jatman, yang telah menyelenggaraklan acara yang sangat bermanfaat di Kabupaten Rembang.?

"Berkat doa para alim dan kiai, bu nyai dan kita semuanya menunjukkan bersama-sama agar bangsa dan negara ini tetap utuh, tidak bercerai berai. Kalau kita menengok di negara-negara lain utamanya di Timur Tengah, negara Islam bercerai berai akibat ulah kelompok-kelompok yang sengaja memecah belah dengan mengatasnamakan Islam.(Ahmad Asmui/Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh Haedar Nashir

Konjen Tiongkok Ajak Kerja Sama Pesantren Tebuireng

Tebuireng, Haedar Nashir . Pesantren Tebuireng mendapat kunjungan dari Konsulat Jendral Tiongkok, Yu Hong, Senin (6/14). Rombongan tamu diterima pengasuh Pesantren Tebuireng, Dr. (HC). Ir. KH. Salahuddin Wahid di kediamannya di kompleks pesantren setempat, Jombang, Jawa Timur.

Kunjungan perdana Yu Hong sebagai Konjen Tiongkok ini diisi dengan diskusi dan perkenalan. Selain beramah-tamah, pertemuan tersebut juga dimaksudkan untuk menjalin kerja sama antara Tebuireng dan China di sektor ekonomi.

Konjen Tiongkok Ajak Kerja Sama Pesantren Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)
Konjen Tiongkok Ajak Kerja Sama Pesantren Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)

Konjen Tiongkok Ajak Kerja Sama Pesantren Tebuireng

Hari Yulianto, Humas DPRD Jatim yang turut menemani Konjen Tiongkok saat itu mengatakan, “Kunjungan ini untuk menjalin kerja sama ekonomi 2015 dihubungkan dengan situasi religi di kabupaten Jombang.”

Haedar Nashir

Beserta staf lain, Gus Sholah, sapaan H Salahuddin Wahid, menyambut positif pertemuan ini. Ia berharap kunjungan itu mampu meningkatkan kerja sama Pesantren Tebuireng dengan berbagai lembaga di China. Selain itu agar terjalin juga kerjasama dalam bidang pendidikan. Sehingga? para santri bisa dikirim belajar ke China.

“Ini merupakan pertemuan awal dan perkenalan. Harapannya akan ada tindak lanjut setelah pertemuan ini. Kerja sama dengan China akan membuka kesempatan para santri untuk menimba ilmu di negeri Bambu tersebut,” ujar Gus Sholah beberapa hari lalu juga kedatangan Dubes Australia dan Jepang di kediamannya.

Haedar Nashir

Di akhir kunjungan ini, masing-masing memberikan cendera mata. Setelah itu Yu Hong menyempatkan diri mendatanggi makam di Pesantren Tebuireng dan beberapa unit sekolah untuk semakin mengenal tentang iklim pendidikan di Tebuireng. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah Haedar Nashir

PCNU Subang Luncurkan Kartanu Pada Peringatan Hari Santri Nasional

Subang, Haedar Nashir - Di antara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang ditunjuk PBNU sebagai salah satu proyek percontohan program Kartu Anggota NU (Kartanu) adalah PCNU Subang, Jawa Barat. Dalam pelaksanaannya, PBNU sudah menjalin kerja sama dengan Bank Mandiri.

Mengenai hal ini, PCNU Subang dan Bank Mandiri Cabang Subang melakukan rapat koordinasi untuk mensukseskan program Kartanu dalam Rapat Reboan di Kantor PCNU Rabu (14/9).

PCNU Subang Luncurkan Kartanu Pada Peringatan Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Subang Luncurkan Kartanu Pada Peringatan Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Subang Luncurkan Kartanu Pada Peringatan Hari Santri Nasional

"PCNU Subang dan Bank Mandiri siap mensukseskan program Kartanu. Tadi sudah koordinasi dengan pimpinan Bank Mandiri Subang," ungkap Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah seusai rapat.

Haedar Nashir

Bank Mandiri Subang, kata dia, siap memenuhi permintaan PCNU Subang pada gelombang pertama pembuatan Kartanu yang bisa dijadikan Kartu ATM Bank Mandiri. Kartu tersebut tercetak minimal 100 Kartanu sebelum tanggal 22 Oktober nanti karena rencananya pada tanggal tersebut PCNU Subang akan menggelar peringatan Hari Santri Nasional sekaligus peluncuran Kartanu.

"Insya Allah pada peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober nanti, Kartanu akan diluncurkan," tambahnya.

Haedar Nashir

Saat ini, kata dia, pembuatan Kartanu melalui PCNU Subang masih terbatas karena baru menyentuh jajaran Pengurus PCNU, Lembaga dan Banom yang ada di lingkungan PCNU Subang serta MWCNU dan Ranting NU. Jika semua pengurus sudah memiliki Kartanu baru mulai menggarap ke jamaah.

"Supaya pengurus bisa menjelaskan ke masyarakat, seperti ini bentuk Kartanu, karena kalau belum punya Kartanu nanti dikhawatirkan pengurus akan kesulitan menjelaskan," pungkas Pengasuh Pesantren Attawazun ini. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, Pondok Pesantren Haedar Nashir

Harlah Ke-82 NU Dinilai Istimewa

Jember, Haedar Nashir

Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-82 Nahdlatul Ulama kali berbeda dengan Harlah sebelumnya. Menurut rencana yang sudah disusun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), akan ada telekonferensi pidato Rais Aam yang bisa disimak secara serentak di seluruh Pengurus Wilayah di seluruh Indonesia.



Harlah Ke-82 NU Dinilai Istimewa (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-82 NU Dinilai Istimewa (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-82 NU Dinilai Istimewa

Di masing-masing Pengurus Wilayah para pengurus NU berkumpul dalam jumlah besar. “Ini yang bernilai istimewa,” kata KH Muhyiddin Abdusshomad, Ketua Pengurus Cabang NU Jember, saat ditemui di kediamannya, Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Rabu (16/1).

Menurut Kiai Muhyiddin, warga NU sebenarnya sudah biasa berkumpul, baik di masjid maupun dalam acara-acara yang lain. Hal itu sekaligus sebagai bukti kalau jumlah warga NU memang besar. Namun untuk kali ini kumpul-kumpul itu akan bernilai luar biasa, karena difasilitasi dengan alat teknologi canggih yang bisa menampilkan gambar serentak ke seluruh Indonesia dalam waktu bersamaan.

Haedar Nashir

Selain adanya teleconference, nilai istimewa lain harlah kali ini adalah adanya semangat untuk meneguhkan kembali jati diri organisasi, lepas dari pemanfaatan kepentingan orang luar terhadap NU. Gambaran yang jelas adalah adanya penolakan sebagian besar PCNU di Jawa Timur atas rencana majunya Ketua PWNU Dr Ali Maschan Moesa, MSi, dalam ajang Pilgub yang akan datang.

Haedar Nashir

Pemandangan itu bisa dilihat dari pertemuan yang diadakan PBNU di Pesma Al-Hikam Malang pada Sabtu (12/1) lalu. Hal itu, menurut Kiai Muhyiddin, menunjukkan kalau mayoritas PCNU keberatan kalau NU dijadikan kendaraan untuk kepentingan politik.

Dalam pandangan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) itu, kalau NU sudah lepas dari politik praktis, maka kran komunikasi dengan sesama warga NU yang ada di manapun langsung terbuka lancar. Tidak lagi tersumbat. “Sebab pada pengalaman selama ini, partai-partai itu selalu menjadi sekat komunikasi antar sesama warga NU,” tuturnya.

Hal lain yang bernilai istimewa dalam harlah kali ini, adalah timbulnya semangat dari warga NU untuk mengibarkan panji-panji NU di seluruh pelosok daerah, sesuai instruksi PBNU. Apalagi dalam waktu yang lama, selama satu bulan penuh. Bahkan sampai banyak Ranting yang berlomba memperpanjang bendera dan spanduk agar suasana di sekitar mereka semakin ramai. (sbh)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir RMI NU, Hadits, Budaya Haedar Nashir

Berkhidmah Pembeda Pesantren dan Sekolah

Demak, Haedar Nashir. Pondok Pesantren Putri Nurul Burhany Mranggen Demak melantik pengurus pondok Pesantren masa khidmah 2014/2015. Pelantikan diikuti seluruh santri dan dewan asatidz. Sebagai kepala terpilih; Aida Qonitatul Muna menggatikan Nur Aeni.

Pengasuh pesantren Nurul Burhany, KH. Helmi Wafa Mahsuni dalam pengarahannya menjelaskan, semua santri baik yang menjadi pengurus maupun yang tidak menjadi pengurus mempunyai dua kewajiban.

Berkhidmah Pembeda Pesantren dan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkhidmah Pembeda Pesantren dan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkhidmah Pembeda Pesantren dan Sekolah

Menurut dia, kewjiban pertama adalah belajar atau mengaji dan  kewajiban untuk berkhidmah atau mengabdi, baik khidmah kepada kiai maupun khidmah kepada santri.

Haedar Nashir

Khidmah inilah yang membedakan antara pendidikan di pesantren dan pendidikan di luar pesantren. Disini santri dididik untuk ikhlas mengabdi, walaupun tanpa gaji ataupun imbalan apapun.

KH. Helmi Wafa Mahsuni memprosentase waktu bagi santri sebagai berikut; untuk kalangan pengurus 50% untuk belajar atau mengaji dan 50% untuk berkhidmah, sedangkan untuk kalangan santri, 75% untuk belajar dan 25% untuk berkhidmah.

Haedar Nashir

Selanjutnya pengasuh berharap, dengan dibiasakannya santri khidmah di pondok pesantren, setelah nanti pulang di kampung halaman masing-masing, santri dapat berkhidmah kepada masyarakat.

Khidmah bisa dilakukan melalui berbagai organisasi yang ada di lingkungan masing-masing, baik melalui jama’ah tahlilan, Fatayat NU, IPPNU dan lain sebagainya, “tentunya harus didasari dengan rasa ikhlas,” tegasnya. (Abdus Shomad/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional, Sejarah Haedar Nashir

Kehadiran Internet Marketers NU Didukung Ketua PCNU Tasikmalaya

Tasimalaya, Haedar Nashir. Pengurus Internet Marketers Nahdlatul Ulama (IMNU) Kota Tasikmalaya bersilaturahim ke kediaman Ketua PCNU Kota Tasikmalaya KH Didi Hudaya Bukhori  di Pesantren Bustanul Ulum, Sumelap, Tamansari, Kota Tasikmalaya, Rabu (25/10).

Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu berlangsung khidmat dalam suasana penuh keakraban. 

Kehadiran Internet Marketers NU Didukung Ketua PCNU Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kehadiran Internet Marketers NU Didukung Ketua PCNU Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kehadiran Internet Marketers NU Didukung Ketua PCNU Tasikmalaya

Kiai Didi merespons positif kehadiran IMNU. Ia berpesan melalui IMNU tetap bisa menjaga tali shilaturahim melalui media internet sebagai fasilitas untuk saling berbagi dan berdakwah khususnya menjaga kultural nahdliyah yang menjadi salah satu ruh kekuatan dan keunikan NU.

“Dengan hadirnya IMNU ini bisa mengimbangi arus informasi yang tidak jelas sumbernya seperti hoals, yang justru bisa merusak tali persaudaraan antar umat islam terlebih khusus bagi warga Nahdliyin itu sendiri,” kata Kiai Didi.

Selain silaturahim, melalui internet juga dapat dimanfaatkan menjaga dan memelihara nilai-nilai ajaran Nahdliyyah.

Haedar Nashir

“Sehingga keutuhan umat lebih bisa lebih terjaga dan terpelihara,” tegas Kiai Didi. (Chenk Rahman/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, Daerah, Warta Haedar Nashir

Haedar Nashir

Sabtu, 02 Desember 2017

Ormas-Ormas Temanggung Nyatakan Tolak ISIS

Temanggung,Haedar Nashir. Sejumlah organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Temanggung menolak Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) masuk wilayah itu. Sebab, organisasi tersebut diprediksikan akan mengganggu stabilitas keamanan lantaran ideologi yang diusung tidak sesuai dengan dasar negara.

"Secara tegas kami menolak keberadaannya. Apapun ISIS tidak boleh masuk di wilayah kami. Organisasi tersebut tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, bahkan dalam Islam sendiri tidak demikian. Kami melihat mereka sangat tidak tepat berada di negara kita," kata Ketua GP Ansor Temanggung, Yami Blumut.

Ormas-Ormas Temanggung Nyatakan Tolak ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Ormas-Ormas Temanggung Nyatakan Tolak ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Ormas-Ormas Temanggung Nyatakan Tolak ISIS

Penolakan yang dilayangkan Yami bukan tanpa alasan. Pihaknya mengaku telah mendalami tentang organisasi tersebut dari referensi yang ditemukan. Hasilnya, ISIS dinilai akan justru menyebabkan keruntuhan NKRI ketimbang memperkuatnya.

Haedar Nashir

"Bagi kami, NKRI harga mati, tidak hanya slogan, tetapi sudah menjadi ideologi bagi kami. Untuk itu, kami akan menolak mereka yang akan menghancurkan NKRI," terang pria yang anggota KPU Temanggung ini.

Haedar Nashir

Yami menjelaskan, terkait dengan ISIS ini, pihaknya sebagai pucuk pimpinan organisasi sayap Nahdlatul Ulama ini telah menyosialisasikan kepada seluruh anggotanya. Setelah sosialisasi terhadap anggota dirampungkan, pihaknya kemudian meminta seluruh anggota GP Ansor dan Banser untuk menyosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya ISIS. "Tidak hanya menolak, kami telah melakukan sesuatu sebagai bentuk penolakan tersebut," lanjutnya.

Penolakan serupa dilayangkan oleh Jaringan GUSDURian Temanggung. Organisasi yang konsen meneterjemahkan dan mengaplikasikan pemikiran KH. Abdurrahman Wahid ini menilai ISIS justru akan menyebabkan kegoyahan NKRI. "Ini sudah menyangkut ketahanan negara, bukan lagi soal keamanan. Karena mereka mau mengganti ideologi negara," kata juru bicaranya, Azrul Ahsani.

Dijelaskan, penolakan terhadap ISIS yang dilakukan oleh komunitas lintas iman ini, didasari atas kenyataan bahwa kekayaan primordial di Indonesia harus dijaga keragamannya, bukan untuk diseragamkan. Untuk itu, menghargai para pendiri bangsa, penolakan ISIS merupakan hal yang harus dilakukan. "Temanggung saja sudah beragam agama dan etnisnya, apalagi seluruh Indonesia yang lebih luas. Ini akan sangat berbahaya," tandasnya.

Selain melayangkan penolakan, pihaknya juga mendukung langkah aktif yang dilakukan TNI/Polri untuk memberantas aktivis organisasi yang berbasis di Timur Tengah ini. Menurutnya, tidak hanya harus menghukum para aktivisnya, melainkan karena merupakan bentuk organisasi terlarang, pemerintah juga harus mengeluarkan regulasi yang menegaskan larangan organisasi yang hendak mengubah dasar negara. "Tidak hanya ISIS, apa pun organisasinya yang hendak mengubah dasar negara dari Pancasila ke ideologi manapun, kita harus menolaknya. Bukan karena sentimen keagamaan, melainkan atas dasar menjaga keragaman Indonesia," tandasnya.

PC PMII Temanggung juga mengajukan penolakan atas ISIS. Penolakan tersebut dengan alasan ISIS merupakan kelompok radikal yang akan memperburuk citra Islam di mata dunia. Untuk menghentikan citra tersebut berkembang, langkah pematahan sejak dini harus dilakukan. "Indonesia dikenal dengan citra Islam moderat, jangan sampai dikotori dengan Islam yang radikal seperti ISIS," tandas Ketua PC PMII Temanggung, Rozakul Yazid.

"Pengaruh dari gerakan-gerakan radikal ini perlu diwaspadai secara mendalam, karena mampu tumbuh diberbagai aspek, agama, politik, ekonomi, sosial, budaya, bahkan psikologi. Oleh karena itu perlu dipahami arti kata radikal sendiri," kata Kasdim Mayor Infantri Hufron, di sela acara "Seminar Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila" dihadapan perwakilan pelajar SMA/SMK dan mahasiswa yang dihelat di aula Hotel Kintamani.

Untuk mendukung upaya menangkal ISIS sendiri, peran ormas-ormas Islam yang ada di Temanggung juga sangat diharapkan dalam upayanya mendeteksi dini serta mengantisipasi salah satu gerakan radikal ini.

"Perlu diwaspadai pergerakan ISIS ini tertutup. Selain pelajar, ormas-ormas Islam yang ada di Temanggung juga patut meningkatkan Ukhuwah Islamiyah dan segera mendeklarasikan seruan anti ISIS karena mampu memecah belah Islam secara umum. Ini berbahaya bagi umat Islam. Apalagi di kabupaten ini pernah digunakan sebagai lokasi persembunyian teroris beberapa saat lalu," kata Kasi Politik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Kabupaten Temanggung, Sri Widodo. (zah/alw)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax Haedar Nashir