Senin, 04 Desember 2017

Didukung 23 DPW Hamzah Haz Siap Pimpin PPP Lagi

Jakarta, Haedar Nashir
Sekitar 23 DPW PPP menghadap Wapres untuk menyatakan dukungannya agar Hamzah Haz dipilih kembali menjadi Ketua Umum PPP. DPD Jatim adalah yang pertama kali menghadap Hamzah Haz.

Mendapat dukungan dari banyak wilayah Hamzah Haz menyatakan kesiapannya dipilih menjadi Ketua Umum PPP periode 2003-2008 pada Muktamar PPP yang akan berlangsung 20- 24 Mei di Jakarta.

Ketua DPW PPP Jatim Hafidz Maksoem mengatakan berdasarkan laporan, banyak yang mendukung Hamzah Haz. Misalnya, Sumut yang merupakan wilayahnya Bachtiar Chamsyah, ternyata 19 dari 20 DPC PPP mendukung Hamzah Haz.

"Jadi kalau orang lain (pendukung Bachtiar) mengklaim suaranya lebih besar, itu biasa. Buktikan saja bagaimana kenyataannya," katanya. Ia juga mengatakan pencalonan Hamzah Haz bukan karena ia berasal dari NU, namun ia adalah kader terbaik PPP di Pesantren Daru Maarif Cipete, Jakarta, Senin.

Mereka datang untuk melaporkan masalah muktamar dan minta restu dari mantan Ketua MPRS itu. Dalan pertemuan itu tidak ada sama sekali upaya untuk meminta dukungan dari ketua pertama PPP itu terhadap calon ketua umum PPP 2003-2008.

"Dan beliau juga tidak akan memihak ke mana-mana," ujar Zarkasih Noer yang turut dalam acara tersebut.

Kepemimpinan Hamzah lemah

Kinerja kepemimpinan dan kepengurusan PPP era Ketua Umum Hamzah Haz paling lemah, dibandingkan periode sebelumnya, meskipun telah menjadi Wakil Presiden, dan hal itu merupakan momentum untuk melakukan perubahan pada Muktamar V PPP, 20-24 Mei 2003.

"Ternyata tidak signifikan hubungan antara Hamzah Haz yang juga Wapres dengan konsolidasi organisasi," kata anggota Litbang DPP PPP Usamah Hisyam di Jakarta, Minggu.

Ia membeberkan data bahwa perolehan kursi pada Pemilu 1999 di era kepemimpinan Hamzah Haz merupakan yang terburuk, yakni hanya meraih 58 kursi di DPR-RI. Pemilu 1977, 99 kursi, Pemilu 1982, 94 kursi, Pemilu 1987, 61 kursi, Pemilu 1992 62 kursi, dan Pemilu 1997, 89 kursi.

Pada kepengurusan Hamzah Haz juga timbul perpecahan, KH Zainuddin MZ dan kelompoknya mendirikan PPP Reformasi, sebelum kemudian berganti nama menjadi Partai Bintang Reformasi. Ini merupakan sebagian dari beberapa kelemahan dari kepemimpinan Hamzah dalam PPP

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PPP DKI Jakarta HA Chudlary Syafii Hadzami mengatakan bahwa pihaknya mendukung kepemimpinan Hamzah Haz untuk periode 2003-2008.

"Dengan posisinya sebagai Wapres yang sangat strategis saat ini, membuat PPP masih memerlukan kepemimpinannya," kata Chudlary. Ia berharap peserta muktamar masih memilih Hamzah Haz sebagai pemimpin.

Mengenai konflik internal yang terjadi di PPP, menurut Chudlary, hal itu merupakan dinamika yang demokrasi dan tidak sampai mengganggu organisasi secara keseluruhan.

Ketika dikonfirmasi mengenai usia Hamzah Haz yang telah mencapai 63 tahun, yang tergolong sudah tua untuk memimpin PPP di tengah tantangan yang semakin berat menghadapi Pemilu 2004, Chudlary menegaskan bahwa figur yang tua tepat untuk memimpin partai karena kaya akan pengalaman.

"Hamzah Haz masih dibutuhkan, mungkin 30 persen dari kalangan tua dan 70 persen lainnya dari kalangan muda," katanya.

Dalam hitung-hitungan di atas kertas versi Forum Silaturahmi Sukses Muktamar V PPP, Hamzah didukung oleh 23 dari 30 DPW PPP dan 308 dari 400 DPC PPP seluruh Indonesia.(rol/mkf)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam Haedar Nashir

Didukung 23 DPW Hamzah Haz Siap Pimpin PPP Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Didukung 23 DPW Hamzah Haz Siap Pimpin PPP Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Didukung 23 DPW Hamzah Haz Siap Pimpin PPP Lagi

Buku Aswaja Terbitan PWNU Jatim Diminati Anak Muda NU

Jakarata, Haedar Nashir

Buku pedoman ahlusunnah wal jamaah yang diterbitkan oleh PWNU Jawa Timur ternyata cukup diminati oleh kalangan anak muda NU karena pembahasannya cocok dengan pola pikir mereka.

"Anak-anak muda juga banyak yang tertarik, karena buku saku setebal 62 halaman itu memang ditulis secara logis, misalnya, alasan tentang NU menganut empat madzhab," tutur H. Masyhudi Muhtar, sekretaris PWNU Jatim yang sekaligus penulis buku ini, Minggu.

Kekeringan Meluas, LPBINU dan Ansor Pati Salurkan Air Bersih

Pati, Haedar Nashir. Bencana kekeringan tahun ini akibat kemarau panjang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Dampaknya banyak sumur-sumur dan sumber mata air yang mengering. Kabupaten Pati menjadi salah satu daerah yang terkena imbas kemarau panjang.

Kekeringan Meluas, LPBINU dan Ansor Pati Salurkan Air Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekeringan Meluas, LPBINU dan Ansor Pati Salurkan Air Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)

Kekeringan Meluas, LPBINU dan Ansor Pati Salurkan Air Bersih

Kekeringan di Kabupaten Pati meluas dari 5 kecamatan menjadi 8 Kecamatan yaitu Winong, Jakenan, Jaken, Batangan, Pucakwangi, Gabus, Tambakromo, Kayen bahkan beberapa desa di Kecamatan Kota juga terkena dampak kekeringan dan membutuhkan Bantuan air bersih.

Untuk merespon keadaan tersebut, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Pati, LPBINU Jawa Tengah serta PP LPBINU bersama GP Ansor Pati mengadakan bakti sosial di 8 Kecamatan yang dilanda kekeringan paling parah pada Kamis (5/11).

Haedar Nashir

Ketua GP Anshor Pati, Imam Rifai mengatakan, untuk memenuhi ke delapan kecamatan tersebut, sekurang-kurangnya harus ada 40 tangki air yang dikirim. Untuk hari ini (Kamis kemarin, red) hanya ada lima belas tangki air yang bisa didistribusikan, dan ini jauh dari kata cukup. Akibatnya warga harus berbagi rata dengan sesame warga. 

“Tahun ini kekeringan sangat parah. bahkan desa yang tidak pernah dilanda kekeringan, tahun ini mengalami kekurangan sumber air bersih,” terangnya.

Haedar Nashir

Rifai mengeluhkan minimnya mobil tangki air yang bisa disewa. Usaha untuk menyewa mobil tangki air dari luar Kabupaten Pati mengalami kendala yang sama, bahwa tangki-tangki itu sudah disewakan. “Kendala kami adalah tentang penyewaan mobil,” katanya.

Direncanakan kegiatan ini akan berlanjut setiap harinya, sampai akhir November. (Faridur/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita, Quote, Pahlawan Haedar Nashir

Minggu, 03 Desember 2017

PMII Unusida Galang Dana Untuk Korban Asap

Sidoarjo, Haedar Nashir. Perjuangan sekitar 1,5 tahun pengurus komisariat PMII Lintang Songo Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) membuahkan hasil. Kepengurusan komisariat setempat dilantik oleh PC PMII Sidoarjo. Aksi solidaritas sosial dalam bentuk penggalangan dana untuk bencana asap yang digelar di alun-alun Sidoarjo, mengawali pelantikan, Ahad (25/10) pagi.

PMII Unusida Galang Dana Untuk Korban Asap (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unusida Galang Dana Untuk Korban Asap (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unusida Galang Dana Untuk Korban Asap

"Perjuangan untuk mendeklarasikan komisariat sangat berat, karena syarat mendirikan komisariat PMII harus beranggotakan 25 orang. Semoga komisariat Lintang Songo Unusida semakin berkembang, para kadernya menjadi punggawa-punggawa kampus, menjadi generasi muda yang berdedikasi untuk Islam Aswaja dan bangsa Indonesia," kata Ketua PMII Sidoarjo Gigin Anggi Zuarinsa.

Gigin menjelaskan, sebelum komisariat PMII Lintang Songo Unusida dilantik, deklarasi itu diawali dengan mapaba yang digelar pada tanggal 23-25 Oktober di aula MWCNU Buduran Sidoarjo. Acara tersebut diikuti sedikitnya 31 peserta.

Haedar Nashir

"Selama mapaba, para peserta mendapatkan materi seputar Islam Nusantara (ke-Aaswajaan) oleh Listyono Santoso, nilai dasar pergerakan oleh Nur Sayyid Santoso Kristeva, ke-PMIIan oleh Gigin Anggi Zuarinsa, teknik persidangan oleh Rosya Megawati dan Bahrul Ulum, sejarah negara bangsa Indonesia oleh Yunita Qurrotul Aini serta antropologi oleh Rosya Megawati," jelas Gigin.

Selanjutnya para peserta mengikuti RTK pada siang hari, terakhir deklarasi dan pelantikan komisariat PMII Lintang Songo Unusida dilaksanakan di aula Kantor Dinas Pendidikan Sidoarjo pukul 20.00 WIB. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja, Berita Haedar Nashir

Ribuan Nahdliyin Rembang Gelar Istigotsah untuk Indonesia

Rembang, Haedar Nashir



Ribuan umat Islam Kabupaten Rembang, Ahad (13/11), memadati lapangan Desa Banggi, Kecamatan Kaliori, Rembang untuk mengikuti istighotsah dan?

Ribuan Nahdliyin Rembang Gelar Istigotsah untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Nahdliyin Rembang Gelar Istigotsah untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Nahdliyin Rembang Gelar Istigotsah untuk Indonesia

manaqib kubra yang diadakan oleh Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An-Nahdliyah (Jatman) Syubiyyah Lasem dan Rembang.?

Kegiatan itu diisi pembacaan manaqib dipimpin oleh KH Abdurrozaq Imam, KH Tamamuddin Mundji, KH Syauqi Wahab, KH Arif Zaenal Arifin, KH Ustukhri Irsyad, dan KH Zaim Ahmad Mashoem. Disertai pembacaan istighotsah oleh KH Najib, KH Mohammad Faqih Mudawwam dan KH Awani dilanjutkan mauidlah hasanah oleh KH Dzikron Abdullah dari Kabupaten Semarang dan diakhiri "Banggi Bersholawat" bersama Habib Helmi dari Kabupaten Pati.

"Ini wujud andil kita kepada negara, khususnya Kabupaten Rembang dan umumnya negara Indonesia menjadi sebuah negeri yang baldatun thoyibatun wa robbun ghofur sesuai dengan cita-cita nasional yang tercantum di pembukaan Undang-Undang Dasar 1945," kata Mudir Jatman Idarah Syubiyyah Rembang, KH Arif Zaenal Arifin.

Haedar Nashir

Bupati Rembang KH Abdul Hafidz dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada para mursyid Jatman, yang telah menyelenggaraklan acara yang sangat bermanfaat di Kabupaten Rembang.?

"Berkat doa para alim dan kiai, bu nyai dan kita semuanya menunjukkan bersama-sama agar bangsa dan negara ini tetap utuh, tidak bercerai berai. Kalau kita menengok di negara-negara lain utamanya di Timur Tengah, negara Islam bercerai berai akibat ulah kelompok-kelompok yang sengaja memecah belah dengan mengatasnamakan Islam.(Ahmad Asmui/Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh Haedar Nashir

Konjen Tiongkok Ajak Kerja Sama Pesantren Tebuireng

Tebuireng, Haedar Nashir . Pesantren Tebuireng mendapat kunjungan dari Konsulat Jendral Tiongkok, Yu Hong, Senin (6/14). Rombongan tamu diterima pengasuh Pesantren Tebuireng, Dr. (HC). Ir. KH. Salahuddin Wahid di kediamannya di kompleks pesantren setempat, Jombang, Jawa Timur.

Kunjungan perdana Yu Hong sebagai Konjen Tiongkok ini diisi dengan diskusi dan perkenalan. Selain beramah-tamah, pertemuan tersebut juga dimaksudkan untuk menjalin kerja sama antara Tebuireng dan China di sektor ekonomi.

Konjen Tiongkok Ajak Kerja Sama Pesantren Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)
Konjen Tiongkok Ajak Kerja Sama Pesantren Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)

Konjen Tiongkok Ajak Kerja Sama Pesantren Tebuireng

Hari Yulianto, Humas DPRD Jatim yang turut menemani Konjen Tiongkok saat itu mengatakan, “Kunjungan ini untuk menjalin kerja sama ekonomi 2015 dihubungkan dengan situasi religi di kabupaten Jombang.”

Haedar Nashir

Beserta staf lain, Gus Sholah, sapaan H Salahuddin Wahid, menyambut positif pertemuan ini. Ia berharap kunjungan itu mampu meningkatkan kerja sama Pesantren Tebuireng dengan berbagai lembaga di China. Selain itu agar terjalin juga kerjasama dalam bidang pendidikan. Sehingga? para santri bisa dikirim belajar ke China.

“Ini merupakan pertemuan awal dan perkenalan. Harapannya akan ada tindak lanjut setelah pertemuan ini. Kerja sama dengan China akan membuka kesempatan para santri untuk menimba ilmu di negeri Bambu tersebut,” ujar Gus Sholah beberapa hari lalu juga kedatangan Dubes Australia dan Jepang di kediamannya.

Haedar Nashir

Di akhir kunjungan ini, masing-masing memberikan cendera mata. Setelah itu Yu Hong menyempatkan diri mendatanggi makam di Pesantren Tebuireng dan beberapa unit sekolah untuk semakin mengenal tentang iklim pendidikan di Tebuireng. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah Haedar Nashir

PCNU Subang Luncurkan Kartanu Pada Peringatan Hari Santri Nasional

Subang, Haedar Nashir - Di antara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang ditunjuk PBNU sebagai salah satu proyek percontohan program Kartu Anggota NU (Kartanu) adalah PCNU Subang, Jawa Barat. Dalam pelaksanaannya, PBNU sudah menjalin kerja sama dengan Bank Mandiri.

Mengenai hal ini, PCNU Subang dan Bank Mandiri Cabang Subang melakukan rapat koordinasi untuk mensukseskan program Kartanu dalam Rapat Reboan di Kantor PCNU Rabu (14/9).

PCNU Subang Luncurkan Kartanu Pada Peringatan Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Subang Luncurkan Kartanu Pada Peringatan Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Subang Luncurkan Kartanu Pada Peringatan Hari Santri Nasional

"PCNU Subang dan Bank Mandiri siap mensukseskan program Kartanu. Tadi sudah koordinasi dengan pimpinan Bank Mandiri Subang," ungkap Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah seusai rapat.

Haedar Nashir

Bank Mandiri Subang, kata dia, siap memenuhi permintaan PCNU Subang pada gelombang pertama pembuatan Kartanu yang bisa dijadikan Kartu ATM Bank Mandiri. Kartu tersebut tercetak minimal 100 Kartanu sebelum tanggal 22 Oktober nanti karena rencananya pada tanggal tersebut PCNU Subang akan menggelar peringatan Hari Santri Nasional sekaligus peluncuran Kartanu.

"Insya Allah pada peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober nanti, Kartanu akan diluncurkan," tambahnya.

Haedar Nashir

Saat ini, kata dia, pembuatan Kartanu melalui PCNU Subang masih terbatas karena baru menyentuh jajaran Pengurus PCNU, Lembaga dan Banom yang ada di lingkungan PCNU Subang serta MWCNU dan Ranting NU. Jika semua pengurus sudah memiliki Kartanu baru mulai menggarap ke jamaah.

"Supaya pengurus bisa menjelaskan ke masyarakat, seperti ini bentuk Kartanu, karena kalau belum punya Kartanu nanti dikhawatirkan pengurus akan kesulitan menjelaskan," pungkas Pengasuh Pesantren Attawazun ini. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, Pondok Pesantren Haedar Nashir