Jumat, 15 Desember 2017

PWNU Jatim Keluarkan Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Muslim Rohingya

Probolinggo, Haedar Nashir - Sebagai bentuk gerakan kemanusiaan untuk menyikapi krisis umat muslim Rohingya di Myanmar, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengajak seluruh warga NU untuk melakukan shalat ghaib dan tahlil bagi warga Rohingya yang meninggal dunia.

Ajakan ini disampaikan oleh Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah kepada sejumlah awak media saat berada di Masjid bin Aminuddin Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan, Jum’at (8/9).

PWNU Jatim Keluarkan Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Keluarkan Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Keluarkan Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Muslim Rohingya

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong itu, kasus di Rakhine State, Myanmar yang menimpa kaum Muslim itu tidak murni masalah agama, melainkan konflik politik.

“Oleh karena itu saya meminta kepada seluruh umat Islam yang ada di Jawa Timur untuk melakukan gerakan kemanusiaan. Warga NU harus menjadi motor penggerak harmoni di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Haedar Nashir

Kiai Mutawakkil mengimbau semua elemen masyarakat di Jawa Timur khususnya warga NU agar tidak diam diri. “NU harus mengambil langkah dan mempunyai rasa kepedulian yang tinggi terhadap saudara kita di Rohingya dengan cara sosial,” jelasnya.

Haedar Nashir

Ia menjelaskan bahwa krisis Rohingya merupakan proses kemerdekaan di Myanmar di mana sepanjang catatan sejarah, krisis ini adalah perang saudara terpanjang dari tahun 1948 hingga sekarang.

“Para pemberontak ini ada beberapa kepentingan, ada yang berbasis politik, berbasis suku dan berbasis senjata tahun 1980 sudah hilang. Di situlah yang menjadi salah satu kejadian yang anarkis saat ini,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen, Meme Islam, PonPes Haedar Nashir

Isteri Gus Dur Semangati Santri Gapai Cita-cita

Jepara, Haedar Nashir. Ibu Negara RI keempat, Isteri Almarhum KH Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah yang berkesempatan hadir di pesantren Az-Zahra desa Sekuro kecamatan Mlonggo kabupaten Jepara, Kamis (20/6) kemarin menyemangati para santri agar tidak patah semangat dalam menggapai cita-cita. Kehadiran istri almarhum Gus Dur dalam silaturrahim tersebut disambut hangat keluarga besar Az-Zahra, santri, siswa, guru dan tokoh masyarakat setempat. 

Menurut perempuan kelahiran Jombang, Jawa Timur itu dengan tetap semangat menggapai cita-cita niscaya apa yang diharapkan akan terkabul. Usai menggapai cita-cita setinggi langit, tegasnya santri harus memberikan kontribusi positif ditengah-tengah masyarakat. 

Isteri Gus Dur Semangati Santri Gapai Cita-cita (Sumber Gambar : Nu Online)
Isteri Gus Dur Semangati Santri Gapai Cita-cita (Sumber Gambar : Nu Online)

Isteri Gus Dur Semangati Santri Gapai Cita-cita

“Kelak jika kalian sudah berjuang ditengah-tengah masyarakat jadilah agen perubahan yang baik,” ajaknya.

Haedar Nashir

Ibu dengan 4 anak itu terus memantik semangat santri. Ia pun menyontohkan dirinya yang kini mengalami kelumpuhan usai tertimpa kecelakaan 20 tahunan silam. Meski dalam beraktivitas Sinta selalu ditemani kursi roda namun ia tetap mengajak agar tetap mempunyai semangat tinggi, tetap menjalankan aktivitas dan tujuannya tidak lain tetap bermanfaat bagi orang lain. 

Sebagai perempuan yang harus melanjutkan perjuangan suaminya, Gus Dur, dirinya menyinggung peran dan kodrat seorang wanita yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dalam mengisi dan mengembangkan bangsa. Apalagi di Jepara lanjut ibu dari Alissa Qatrunnada mempunyai pahlawan emansipasi wanita, RA Kartini. Karenanya, semangat RA Kartini tegasnya harus dilanjutkan. 

Haedar Nashir

Disamping itu, perempuan 65 tahun itu juga memberi apresiasi kepada Pesantren Az-Zahra. Ia menyatakan Azzahra yang mengelola Pesantren, SMP dan SMK merupakan lembaga yang mewah, santri-santrinya antusias dalam belajar dan sangat ada harapan menjadi besar karena memiliki potensi untuk maju dan berkembang.

Sementera itu, H Mukhlisin selaku Dewan Pembina dan Pendiri Lembaga Pendidikan Az-Zahra mengungkapkan santri Pesantren Az-Zahra terdiri dari 400an yang berasal dari Jepara maupun luar daerah. Dalam mengelola pendidikan pihaknya dibantu tenaga pendidik yang kompeten di bidangnya juga didukung dengan guru dari lulusan pesantren.  

Redaktur     : Syaifullah Amin

Kontributor : Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah Haedar Nashir

Larangan PBNU Gunakan Fasilitas Kantor untuk Pilkada Tak Diindahkan PCNU Jember

Jember, Haedar Nashir. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bisa saja melarang penggunaan fasilitas organisasi untuk kepentingan politik praktis. Namun Pengurus Cabang NU Jember merasa tidak bersalah memasang spanduk posko pemenangan pasangan calon bupati-wakil bupati Guntur Ariyadi-Abdullah Syamsul Arifin, di kantornya.

Wakil Ketua PCNU Jember Nur Hasan mengatakan, sejak awal pihaknya sudah mengagendakan keterlibatan NU dalam proses politik pemilihan umum kepala daerah dalam berbagai alternatif. Salah satunya dengan mengusung kader sendiri. Akhirnya NU Jember memutuskan untuk mendukung dan mengusung kader sendiri sebagai calon wakil bupati, yakni Ketua Tanfidziyah PCNU Jember Abdullah Syamsul Arifin.

Larangan PBNU Gunakan Fasilitas Kantor untuk Pilkada Tak Diindahkan PCNU Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Larangan PBNU Gunakan Fasilitas Kantor untuk Pilkada Tak Diindahkan PCNU Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Larangan PBNU Gunakan Fasilitas Kantor untuk Pilkada Tak Diindahkan PCNU Jember

Soal larangan penggunaan fasilitas kantor NU, Nur Hasan memaknai, "Kalau yang menggunakan orang lain tidak boleh. Tapi kalau keputusan resmi PCNU untuk mendukung salah satu kader sendiri, apa salahnya (menggunakan fasilitas kantor)."

Haedar Nashir

Sekretaris NU Jember Misbahussalam menambahkan, pemasangan spanduk posko pemenangan Guntur-Abdullah, tak lepas dari keputusan Musyawarah Kerja NU Jawa Timur.

"NU harus memberikan petunjuk calon mana yang harus didukung kepada warga NU. Dari empat pasangan calon yang maju dalam pemilukada Jember, tak ada kader NU kecuali Gus Aab (Abdullah Syamsul Arifin)," katanya.

Haedar Nashir

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj, melarang penggunaan fasilitas Nahdlatul Ulama untuk kepentingan politik pemilihan umum kepala daerah.

"Jangan sampai kandidat calon bupati atau wakil bupati menggunakan stempel, kop, tanda tangan NU, fasilitas NU," kata Said seperti dilansir beritajatim.com.

Said menyatakan baru tahu mengenai persoalan spanduk tersebut. "Saya sudah bincang-bincang dengan Pak Babun (Babun Sugiarto, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jember). (Saya katakan) kantor jangan sampai dijadikan untuk kepentingan politik. Jelas tidak benar kalau kantor NU dijadikan posko siapapun," katanya.

Salah satu bagian kantor NU Jember di Jalan Imam Bonjol digunakan sebagai posko pemenangan pasangan Guntur Ariyadi-Abdullah Syamsul Arifin. Di atas salah satu bangunan kantor, tampak spanduk bertuliskan Posko Pemenangan H. Guntur-Gus Aab, dengan gambar lambang Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa.

Sekretaris PCNU Jember Misbahussalam memandang, penggunaan kantor sebagai posko tak perlu dipermasalahkan. "Tidak masalah, wong ketuanya sendiri yang mencalonkan diri," katanya, Jumat (7/5). Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab memang Ketua tanfidziyah PCNU Jember.

Hasil Musyawarah Kerja NU Jember menyatakan, secara kelembagaan NU harus memberikan petunjuk kepada kadernya tentang siapa yang akan dipilih dalam pemilihan umum kepala daerah. Hadirnya Abdullah Syamsul Arifin, Ketua NU Jember, dalam pemilukada sebagai calon wakil bupati membuat NU secara kelembagaan harus mendukung dan menyukseskannya. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja, Ulama, Hikmah Haedar Nashir

Rekomendasi Anak Muda NU untuk Muktamar

Sleman, Haedar Nashir . Sekitar 80 aktivis muda NU yang mengadakan Musyawarah Kubro Anak Muda NU 2015 di Masjid Pathok Negara, Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, DIY, menyampaikan rekomendasi untuk dibahas dalam Muktamar NU ke-33 di Jombang, Agustus mendatang.

Rekomendasi Anak Muda NU untuk Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekomendasi Anak Muda NU untuk Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekomendasi Anak Muda NU untuk Muktamar

Usulan yang mengalami perdebatan dalam beberapa pertemuan sebelumnya dan ditetapkan dalam Musyawarah Kubro pada Sabtu (23/2) adalah sebagai berikut;

Pertama, mengusulkan agar NU menata organisasi secara berdikari dari tingkat paling bawah hingga tertinggi. Dalam penataan itu, perlu menghidupkan lagi sistem i’anah (iuran) yang dikelola oleh sebuah Baitul Mal yang profesional.

Haedar Nashir

Kedua, NU perlu memiliki sistem pengaderan yang bagus di semua tingkatan untuk penanaman ideologi Aswaja. Pengaderan ini harus dilakukan secara berjenjang dan terstandar, baik oleh badan otonom, lembaga atau lajnah, maupun struktur NU sendiri.

Ketiga,NU perlu merawat serius pondok pesantren sebagai basis kader dan sumber pembibitan ulama. Termasuk melakukan advokasi terhadap pesantren kecil, dan melakukan affirmative action mendorong santri ber-tafaqquh fid-din.

Haedar Nashir

Diusulkan pula pembentukan organisasi santri secara nasional. Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) sebagai wadah perhimpunan pesantren NU, sudah cukup melakukan pembinaan pesantren, namun santrinya sendiri belum diorganisir dalam wadah khusus. Alternatif untuk gagasan ini adalah dengan membentuk komisariat IPNU di setiap pesantren.

Keempat, Fatayat NU dan Muslimat NU yang telah mengelola pendidikan anak usia dini, perlu diperkuat kapasitasnya dan dibina secara baik, lalu disinergikan dengan LP Maarif bertanggungjawab mengurus SDM NU di tingkat SLTP dan SLTA. Sinergi ini dilanjutkan dengan IPNU/IPPNU, dengan lembaga perguruan tinggu NU dan PMII maupun lainnya. .

Kelima, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) perlu diberdayakan dan diperkuat untuk menjaga warisan budaya para wali dan dipopulerkan ke kaum muda sesuai konteks zaman.

Keenam,  NU harus selalu hadir di setiap problematika umat, dan harus dominan perannya, dan terkekspos di media. Agar tidak ada lagi pertanyaan: “NU ada di mana ketika umat punya masalah?”.

Musyawarah Kubro tersebut dihadiri para anak muda dari berbagai daerah di Indonesia. Mayoritas adalah aktivis atau pengurus NU yang pernah kuliah atau mondok di Yogyakarta.

Dari PBNU hadir salah satu ketua tanfidziyah, M Imam Aziz dan putri alm Gus Dur, Alissa Qotrunnada Munawwaroh Wahid. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Santri Haedar Nashir

Kirab Merah Putih Meriahkan Pengajian Isra Mi’raj

Jepara, Haedar Nashir. Sebanyak 17 angota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Jepara berjalan dari kediaman H Abdul Wachid menuju depan masjid Al-Falah Margoyoso Kalinyamatan, Jepara, Jawa Tengah. Belasan anggota Banser itu membawa bendera sang saka merah putih. Sampai di depan masjid salah satu bendera diserahkan kepada Bupati Jepara, H Ahmad Marzuqi.

Kirab Merah Putih Meriahkan Pengajian Isra Mi’raj (Sumber Gambar : Nu Online)
Kirab Merah Putih Meriahkan Pengajian Isra Mi’raj (Sumber Gambar : Nu Online)

Kirab Merah Putih Meriahkan Pengajian Isra Mi’raj

Ya begitulah Kirab Merah Putih yang dilakukan Banser dalam Pengajian Isra Mi’raj yang dilaksanakan di desa Margoyoso kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara, Sabtu (10/5) kemarin. Kirab dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin Kasmudi, anggota Banser. Ribuan jamaah yang hadir dengan khidmah menyanyikan lagu ciptaan WR Supratman tersebut.

Bupati dalam sambutannya menyatakan kirab merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia merupakan bentuk cinta kepada tanah air. “Ini merupakan bentuk terima kasih kita kepada para pejuang yang mempertahankan NKRI,” tegas Marzuqi.

Haedar Nashir

Usia bangsa ke-68 yang kian menua, lanjutnya, perlu dijaga keutuhannya. “NKRI harga mati. Jangan sampai kita biarkan kelompok yang akan merongrong keutuhan Negara kita,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Habib Ali Zainal Abidin. Menurutnya, cinta tanah air adalah sebagian dari iman. “Hubbul wathan minal iman,” ungkap Habib asal Pekalongan.  

Haedar Nashir

Pengajian yang dihadiri ribuan jamaah tersebut menghadirkan Habib Umar Muthohar (Semarang) dan Habib Luthfi, Rais Aam Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah serta dimeriahkan rebana Kanzuz Shalawat (Pekalongan). (Syaiful Mustaqim/Mahbib)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya Haedar Nashir

Kamis, 14 Desember 2017

Pencak Silat Dianjurkan Islam

Blitar,Haedar Nashir. Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Blitar, KH Noer Hidayatulloh Dawami mengatakan, olah raga, termasuk pencak silat sangat dianjurkan agama Islam. Karena menurut Islam, jiwa yang sehat terletak pada badan yang kuat.

“Termasuk olah raga pencak silat, bagian dari itu,” katanya saat membuka acara Kejuaraan Pencak Silat Ma’arif Cup I antar-perguruan Pagar Nusa, di Pesantren Darur Roja’ Selokajang, Srengat, Blitar, Jawa Timur, Ahad (23/6) siang tadi.

Pencak Silat Dianjurkan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pencak Silat Dianjurkan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pencak Silat Dianjurkan Islam

Kiai Noer menjelaskan, sejarah membuktikan bahwa Islam sangat mengajurkan olah raga dan beladiri. Ia kemudian bercerita, Nabi Muhammad SAW mau menunaikan haji. Rombongan Nabi biasanya diserang kaum kafir Quraisy karena mereka menganggap rombongan Muslim kecil-kecil.

Haedar Nashir

Namun Nabi Muhammad membuat strategi supaya rombongannya berjalan jinjit sambil bejalan tegap. Strategi itu manjur, kaum kafir tidak berani menyerang karena menganggap rombongan kaum Muslimin gagah-gagah.

Haedar Nashir

“Peristiwa itu diperingati hingga saat ini.Ketika umat Islam berhaji, ketika melaksanakan sai atau lari-lari kecil begitu mulai di lampu hijau disunatkan berlari kecil sambil membusungkan dada,’’ ujar Kiai Noer.

Pencak silat, lanjut Kiai Noer, selain berguna untuk beladiri, juga untuk mempertahankan agama bangsa dan negara,’’ tambahnya.

Menurutnya, pencak silat merupakan budaya bangsa yang harus dilestarikan. Karena itu NU juga turut melestarikan budaya beladiri plus seni ini. Dengan mendirikan PSNU Pagar Nusa.

“Anggota Pagar Nusa memiliki tugas ganda. Selain mengukir prestasi juga sekaligus untuk mempertahankan ajaran Islam Ahlussunah wal-Jamaah ala NU melalui pencak silat,’’ katanya.

Ikut memberikan sambutan pada acara pembukaan tersebut, Wakil Ketua Pengcab IPSI Kabupaten Blitar, H Imam Kusnin Ahmad SH dan Wakil Ketua Ma’arif NU Kabupaten Blitar, Drs H Sumanto.

Kejuaraan silat antar-Pagar Nusa se-Blitar raya tersebut diikuti sekitar 300 peserta. Setelah dibuka KH Noer Hidayatulloh, acara dilanjutkan dengan atraksi jurus pencak silat dari masing-masing utusan.

Sambutan luar bisa datang dari para pengunjung yang memadati area depan masjid pesantren Darur Roja’ dimana kejuaraan perdana Ma’arif Cup digelar. “

“Alhamdulillah kegiatan berjalan sesuai dengan rencana. Peserta ada sekitar 300 lebih,’’ ungkap Mohammad Makinuddin kepada Haedar Nashir.

Kejuaraan ini selain merebutkan tropi Ketua Ma’arif NU Kabupaten Blitar, juga sekaligus merebutkan tropi Kepala Pendidikan Nasional  Kabupaten Blitar dan tropi  Kepala Kementrian Agama Kabupaten Blitar. Ma’arif  Cup I 2013, lanjut Makin akan berlangsung selama  tiga hari. Mulai tanggal 23 sampai 26 Juni 2013.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Iman Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Olahraga, Meme Islam Haedar Nashir

Hari Ini, PPM Aswaja Gelar Silaturahim Nasional

Solo, Haedar Nashir. Komunitas Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja menggelar Forum Silaturahim Nasional (Forsilatnas) admin web dan Aswaja IT developer di Pondok Pesantren API Tempuran Magelang, Jawa Tengah. Acara yang dihelat untuk keempat kalinya ini akan berlangsung selama dua hari, (20-21/2).

Hari Ini, PPM Aswaja Gelar Silaturahim Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Ini, PPM Aswaja Gelar Silaturahim Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Ini, PPM Aswaja Gelar Silaturahim Nasional

Menurut Ketua PPM Aswaja Hari Usmayadi, acara Forsilatnas IV akan diikuti peserta dari berbagai daerah. “Beberapa yang sudah konfirmasi akan hadir, antara lain dari Surabaya, Jakarta, Solo, Semarang, dan lainnya,” terangnya saat dihubungi Haedar Nashir, Kamis (19/2).

Pria yang akrab disapa Cak Usma ini menambahkan, selama dua hari tersebut, para peserta akan saling tukar pikiran dan menyimak laporan perkembangan aktivitas komunitas ini pasca-pertemuan Forsilatnas III.

Haedar Nashir

Kemudian pada hari kedua, para peserta akan mendapatkan materi “Penguatan Inseminasi Berita di Internet” dan Penumbuhan Jaringan untuk Aktivitas Ekonomi” bersama sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya.

Haedar Nashir

“Kita juga akan membagi peserta menjadi tiga kelompok pelatihan, meliputi pelatihan audio dan streaming, pelatihan pengembangan aplikasi android, dan pelatihan jurnalistik online,” papar Usma. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Ahlussunnah Haedar Nashir