Sabtu, 16 Desember 2017

Penampilan Pagar Nusa NU Gadingrejo Pukau Peserta Perkemahaan Maarif

Pringsewu, Haedar Nashir. Anggota pencak silat Pagar Nusa NU menunjukkan kebolehannya di hadapan peserta Perkemahan Maarif Cabang (Permacab) Ke-1 yang digelar di kompleks Gedung NU Pringsewu, Ahad (11/10). Atraksi diawali dengan penampilan salah satu anggota Pagar Nusa dengan tangan kosong dan menggunakan alat bantu tongkat serta pedang.

Penampilan Pagar Nusa NU Gadingrejo Pukau Peserta Perkemahaan Maarif (Sumber Gambar : Nu Online)
Penampilan Pagar Nusa NU Gadingrejo Pukau Peserta Perkemahaan Maarif (Sumber Gambar : Nu Online)

Penampilan Pagar Nusa NU Gadingrejo Pukau Peserta Perkemahaan Maarif

Sementara pada penampilan kedua, dua orang pendekar melakukan atraksi silat saling menyerang dan bertahan menggunakan pedang.

Penampilan terakhir, lima orang anggota melakukan atraksi yang cukup mendebarkan dengan memecahkan tumpukan genting menggunakan kekuatan tangan kosong dan tenaga dalam.

Haedar Nashir

Menurut pembina Pagar Nusa Rois, penampilan ini merupakan bentuk partisipasi Pagar Nusa dalam Permacab perdana ini. "Kami juga ingin lebih mengenalkan bela diri pencak silat Pagar Nusa di kabupaten Pringsewu khususnya kepada para generasi muda," ungkapnya.

Haedar Nashir

Rois menambahkan, pada Permacab ini anggota Pagar Nusa bimbingannya yang berpusat di Desa Parerejo kecamatan Gadingrejo mengirimkan dua regu yang berjumlah 24 orang putra dan putri. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan Haedar Nashir

Dilantik, IPNU-IPPNU Kota Makassar Diminta Siapkan Jadi Pemimpin

Makasar, Haedar Nashir?



Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kota ?Makassar dikukuhkan di Aula Kantor Departemen Agama Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Ahad (25/12).?

Dilantik, IPNU-IPPNU Kota Makassar Diminta Siapkan Jadi Pemimpin (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, IPNU-IPPNU Kota Makassar Diminta Siapkan Jadi Pemimpin (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, IPNU-IPPNU Kota Makassar Diminta Siapkan Jadi Pemimpin

Pada pelantikan tersebut, ?Rais Syuriah PCNU Kota Makassar AGH. Baharuddin HS mengatakan, ?hadirnya IPNU-IPPNU sebagai pelanjut perjuangan yang diharapkan, untuk menjadi benteng Ahlussunna wal-Jamaah dan menjaga keutuhan NKRI ini.?

Semua kader IPNU dan IPPNU Kota Makassar harus mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan. "Kalian harus betul-betul fokus belajar dan belajar agar dapat menjadi pemimpin di masa yang akan datang," katanya.

Haedar Nashir

Dia melanjutkan, ?Pemerintah Kota Makassar mengharapkan IPNU-IPPNU dapat bersinergi untuk merealisasikan program-program kepemudaan.?

PC IPNU dan IPPNU Kota Makassar dapat melakukan pembinaan secara berkelanjutan, dengan meningkatkan kualitas kader ditambah memiliki jiwa sosial yang tinggi. "Karena pemuda adalah calon pemimpin masa yang akan datang," pungkasnya.?

?Sementara Ketua PC IPNU Kota Makassar Aswad mengatakan, IPNU-IPPNU adalah organisasi kader yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menyiapkan generasi muda NU dimasa yang akan datang?.

Aswad menambahkan, untuk melihat NU diperkirakan 10 sampai 20 tahun ke depan akan tercermin dan terpatri di wajah kader-kader IPNU-IPPNU.?

Haedar Nashir

Oleh karena itu, tentu sangat membutuhkan perhatian banyak pihak, terkhusus bagi orang kita di NU. "Kaderisasi harus terus dilanjutkan, untuk mempersiapkan NU di masa mendatang," tambahnya.?

Pelantikan dihadiri Mantan Wasekjen PP IPPNU Rizal Syarifuddin, Ketua PW IPNU Sulsel Andy Muhammad Idris, Ketua GP Ansor Makassar Agus Salim Said, Sekretaris KNPI Makassar Irwan Ade, dan beberapa tokoh NU dan kader IPNU-IPPNU Makassar. (Benny Ferdiansyah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam Haedar Nashir

GP Ansor Jateng Instruksikan Pemuda NU Tanggap Bencana

Karanganyar, Haedar Nashir. Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah menginstruksikan kepada seluruh Pimpinan Cabang se-Jawa Tengah untuk respon dan tanggap terhadap daerahnya yang rawan bencana dengan mendirikan posko informasi yang standby setiap hari mengingat musim penghujan telah tiba.

Ketua GP Ansor Jawa Tengah, H Ikhwanuddin meminta melalui pesan singkat, Senin (20/12) kepada seluruh Pimpinan Cabang dan Satkorcab se-Jawa Tengah agar siaga menghadapi musim hujan dan tanggap terhadap daerahnya yang rawan bencana.

GP Ansor Jateng Instruksikan Pemuda NU Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jateng Instruksikan Pemuda NU Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jateng Instruksikan Pemuda NU Tanggap Bencana

Untuk itu, Ikhwan mengistruksikan agar membuat posko informasi kebencanaan yang standby ? setiap hari, fungsi dari posko tersebut untuk menghimpun segala informasi bencana dan selanjutnya segala perkembangan harus segera melapor ke PW GP Ansor Wilayah Jateng.

Haedar Nashir

Ikhwan juga berharap Pimpinan Cabang berkoordinasi dengan PCNU setempat dan instansi terkait seperti BPBD, SARDA, dan Kesbang agar bencana bisa terantisipasi dengan baik. (Ahmad Rosyidi/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam Haedar Nashir

PBNU: Muslimat NU Guru Madrasah di Rumah

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyebutkan, ibu-ibu yang aktif di Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama Muslimat NU adalah guru di madrasatul bait, atau guru bagi anak-anak di keluarga masing-masing.  

“Kalau gurunya baik, maka anak cucunya baik. Kalau gurunya tidak baik, bagaimana anak cucunya?” katanya pada rapat Pleno 6 Rakernas Muslimat NU di Aula Serba Guna 1, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Kamis (29/5). 

PBNU: Muslimat NU Guru Madrasah di Rumah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Muslimat NU Guru Madrasah di Rumah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Muslimat NU Guru Madrasah di Rumah

Kiai Said juga mengimbau agar ibu-ibu Muslimat NU tetap istiqomah mengajarkan Islam moderat kepada anak-anaknya. “Kebijakan PBNU, Muslimat NU harus bergandengan tangan dgn Fatayat, IPPNU, kita jaga moderat,” katanya. 

Haedar Nashir

Kiai asal Cirebon menegaskan supaya jangan sampai anak cucu NU menjadi radikal dan sekuler. Kiai Said menyederhanakan istilah itu dengan, sekuler itu kalangan yang menjauhkan agama dari kehidupan masyarakat. Sementara yang radikal ingin hukum agama mengganti hukum negara.  

Haedar Nashir

“Yang radikal ini senang yang formal-formal. Biasanya jenggotnya kesebelasan. Jenggotnya ada sebelas juga dipelihara,” katanya disambut tertawa ibu-ibu.   

Karena NU itu, tambah dia, adalah umatan washatan. Umat yang berperan, penegak, pendorong, penguat kemsayarakatan Indonesia. 

Rakernas dan Mukernas bertema “Khidmah Muslimat NU untuk Indonesia Mandiri” itu dibuka pada Rabu (28/5) dan akan berlangsung sampai Ahad (1/6). (Abdullah Alawi)    

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah, Internasional, Ahlussunnah Haedar Nashir

Jumat, 15 Desember 2017

Ketua PBNU Apresiasi Pendirian Pesantren Lansia di Sidoarjo

Sidoarjo, Haedar Nashir - Rencana pembangunan pondok pesantren lansia yang digagas oleh Lembaga Pendidikan Sosial Jamu Taqwa di Desa Sidokepung Kecamatan Buduran Sidoarjo, Jawa Timur, mendapatkan respon positif dari Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf. Ketua PBNU ini juga menyambut baik akan diluncurkannya pembangunan pesantren tersebut.

"Memang masih sedikit sekali yang mempunyai pesantren lansia. Dengan didirikannya pesantren lansia ini, mendatang para lansia secara kultur itu pas dan terarah. Mereka juga bisa belajar, berkarya dalam usia yang sepuh," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul ini usai menghadiri acara halal bihalal di Masjid Mustain Romly Desa Sidokepung Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (16/7).

Ketua PBNU Apresiasi Pendirian Pesantren Lansia di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU Apresiasi Pendirian Pesantren Lansia di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU Apresiasi Pendirian Pesantren Lansia di Sidoarjo

Sementara itu menurut Sekretaris LPS Jamu Taqwa, Achmad Syamsudin, pendirian pesantren lansia ini terinspirasi dari pesantren lansia yang berada di Joso Jombang. Di sana para lansia diberikan wawasan dan keilmuan sehingga mereka mendapatkan nikmatnya hidup.

"Kita juga mengajak para lansia untuk tetap mondok agar mereka mendapatkan ketenangan. Kriteria bagi yang ingin mondok usianya sekitar 40 tahun ke atas. Di mana mereka bisa menuntut ilmu dan menambah wawasan sehingga mereka bisa enjoy karena bertemu dengan sesama lansia, atau yang dulunya sering mondok akhirnya bisa mondok lagi. Dan perlu diketahui bahwa yang mondok nantinya tidak dipungut biaya," terang Syamsudin.

Haedar Nashir

Menurutnya, di pesantern lansia LPS Jamu Taqwa ini berbeda dengan panti jompo. Pasalnya, di pesantren tersebut banyak ilmu agama yang diberikan. Seperti menunaikan ibadah shalat, istighotsah, dan keilmuan lainnya. Sehingga orang lansia tidak jauh dari Allah.

Haedar Nashir

"Kita juga memberikan bekal kreatifivitas di bidang yang lain. Yang menjadi amalan kita adalah istighotsah. Karena itu adalah amalan dari guru kita yaitu istighotsah dan dzikir. Supaya hati mereka tenang. Orang sepuh itu pikirannya gundah, gelisah. Maka dari itu kita mendirikan pesantren lansia. Insya Allah kalau bangunan sudah selesai, tahun depan akan kita buka," ujarnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sunnah Haedar Nashir

Para Kiai Lebak Deklarasikan Gerakan Pesantren Antikorupsi

Lebak, Haedar Nashir. Para kiai di wilayah Lebak, Banten, menyelanggarakan Halaqah Alim Ulama Nusantara bertema “Membangun Gerakan Pesantren Antikorupsi” di Pondok Pesantren Qothrotul Falah Jalan Sampay-Cileles Km. 05 Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak.

Halaqah yang diselenggarakan atas kerja sama Kemitraan (Partnership), Gusdurian dan Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini menjadi kelanjutan dari kegiatan yang sama di Yogyakarta akhir Juli 2015.

Para Kiai Lebak Deklarasikan Gerakan Pesantren Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai Lebak Deklarasikan Gerakan Pesantren Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai Lebak Deklarasikan Gerakan Pesantren Antikorupsi

Rais Syuriah PCNU Lebak KH. Muhammad Mas’ud yang hadir dalam kesempatan itu menyatakan, para kiai perlu berjihad melawan korupsi yang sudah kian mentradisi dalam masyarakat Indonesia.

Haedar Nashir

“Jika melihat kemungkaran seperti korupsi, maka ubahlah dengan tangan atau kekuasaan kita. Kita tidak boleh membiarkannya,” jelas pendiri Pondok Pesantren al-Hidayah Lebak ini, Rabu (2/9).

Terkait wacana hukum mati bagi koruptor, Kiai Mas’ud menyatakan, membunuh satu orang untuk melindungi ribuan orang lain bisa dimaklumi dan bahkan dibenarkan. “Lebih manusiawi mana membunuh satu orang atau membiarkan korupsi yang mengancam kelangsungan hidup orang banyak?” ujarnya.

Haedar Nashir

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua MUI Kabupaten Lebak menyatakan bahwa korupsi tidak akan terjadi di pesantren. “Apanya yang mau dikorupsi?” tanyanya. “Namun demikian, para kiai harus hati-hati jika menerima uang yang tidak jelas asal-muasalnya,” imbuhnya. ? ? ?

Usai sambutan para kiai, halaqah dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ahmad Suaedy dari Gurdurian, Iwan Misthohizzamam dari Kemitraan, Dr. KH. Amas Tajuddin dari kalangan kiai pesantren dan Nurul H. Maarif sebagai perwakilan peserta halaqah di Jogjakarta.

Pada intinya, semua peserta sepakat untuk turut andil bersama pemerintah memberantas korupsi. Karena itu, di akhir kegiatan diadakan deklarasi yang disebut sebagai Deklarasi Lebak Membangun Gerakan Pesantren Antikorupsi, yang naskahnya dibacakan oleh KH. Asep Saefullah, M.Pd., Pengasuh Ponpes La Tahzan sekaligus Ketua ISNU Kabupaten Lebak.? ?

Secara umum, kegiatan ini sendiri bertujuan untuk; 1)? melindungi dan menjauhkan rakyat dan para pemimpin agama di masyarakat dari keterlibatan di dalam jaringan korupsi; 2) Memberi pemahaman kepada para pemimpin agama dan masyarakat tentang ancaman dan kerugian akibat korupsi terhadap kesejahteraan rakyat Indonesia; 3) Mendorong para ulama dan lingkungan pesantren untuk ikut mendukung dan mencegah terjadi korupsi di semua level dalam berbagai bentuk korupsi; 4) Memberi perlindungan kepada para pelaku gerakan antikorupsi dari serangan jaringan koruptor di berbagai daerah.

Pada kegiatan yang diselenggarakan setengah hari ini, tampak hadir Ketua MUI Kabupaten Lebak yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah KH Achmad Syatibi Hambali, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Lebak KH Muhammad Mas’ud, intelektual NU KH Amas Tajuddin, Ahmad Suaedy dari Gusdurian, Iwan Misthohizzamam dari Kemitraan, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lebak Ade Budjaerimi, Ketua PC Fatayat Kabupaten Lebak Siti Nurasiah, Ketua ISNU Lebak KH. Asep Saefullah, dan lainnya. (Nurul Huda Maarif/Mahbib)

? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan, Lomba, Internasional Haedar Nashir

PWNU Jatim Keluarkan Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Muslim Rohingya

Probolinggo, Haedar Nashir - Sebagai bentuk gerakan kemanusiaan untuk menyikapi krisis umat muslim Rohingya di Myanmar, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengajak seluruh warga NU untuk melakukan shalat ghaib dan tahlil bagi warga Rohingya yang meninggal dunia.

Ajakan ini disampaikan oleh Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah kepada sejumlah awak media saat berada di Masjid bin Aminuddin Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan, Jum’at (8/9).

PWNU Jatim Keluarkan Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Keluarkan Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Keluarkan Imbauan Shalat Ghaib dan Tahlil untuk Muslim Rohingya

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong itu, kasus di Rakhine State, Myanmar yang menimpa kaum Muslim itu tidak murni masalah agama, melainkan konflik politik.

“Oleh karena itu saya meminta kepada seluruh umat Islam yang ada di Jawa Timur untuk melakukan gerakan kemanusiaan. Warga NU harus menjadi motor penggerak harmoni di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Haedar Nashir

Kiai Mutawakkil mengimbau semua elemen masyarakat di Jawa Timur khususnya warga NU agar tidak diam diri. “NU harus mengambil langkah dan mempunyai rasa kepedulian yang tinggi terhadap saudara kita di Rohingya dengan cara sosial,” jelasnya.

Haedar Nashir

Ia menjelaskan bahwa krisis Rohingya merupakan proses kemerdekaan di Myanmar di mana sepanjang catatan sejarah, krisis ini adalah perang saudara terpanjang dari tahun 1948 hingga sekarang.

“Para pemberontak ini ada beberapa kepentingan, ada yang berbasis politik, berbasis suku dan berbasis senjata tahun 1980 sudah hilang. Di situlah yang menjadi salah satu kejadian yang anarkis saat ini,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen, Meme Islam, PonPes Haedar Nashir