Rabu, 20 Desember 2017

Ini Pandangan Pergunu Jawa Barat tentang Lokalisasi

Bandung, Haedar Nashir. Ditemui di Sekretariat Pergunu Jawa Barat lantai 2 Kantor PWNU Jawa Barat, Rabu (29/4) Jalan Terusan Galunggung No 9 Kota Bandung, Sekretaris PW Pergunu Jabar H Saepuloh menyatakan bahwa rencana sertifikasi PSK dengan membangun lokalisasi merupakan langkah yang keliru, karena itu tidak menyelesaikan masalah. 

“Justru dengan langkah tersebut akan menjadi semacam legalitas dari pemerintah terhadap prostitusi,” tegasnya.Lebih lanjut Saepuloh mengatakan, penting untuk diperhatikan bahwa pendidikan, mulai dari pendidikan formal seperti sekolah dan madrasah serta pengawasan keluarga secara intens sangatlah penting.

Ini Pandangan Pergunu Jawa Barat tentang Lokalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pandangan Pergunu Jawa Barat tentang Lokalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pandangan Pergunu Jawa Barat tentang Lokalisasi

“Orang tua dan guru mempunyai peranan yang sangat strategis dalam menyelesaikan masalah tersebut,” tuturnya.

Haedar Nashir

Oleh karena itu, pungkasnya, Pergunu Jawa Barat menghimbau kepada guru-guru NU agar dalam setiap kegiatan belajar mengajar untuk menyampaikan akan bahaya protitusi terhadap kesehatan jasmani dan rohani. (Awis/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Lomba, News Haedar Nashir

Selasa, 19 Desember 2017

Syukuran Harlah, Pelajar NU Karanganyar Gelar Khataman Al-Quran

Karanganyar, Haedar Nashir - Dalam menyambut harlah IPNU Ke-63 dan IPPNU Ke-62, para pengurus IPNU dan IPPNU Kabupaten Karanganyar mengkhatamkan 30 juz Al-Qur’an. Upacara khataman itu kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil sebelum dialog terbuka dengan para pembina di Gedung PCNU Kabupaten Karanganyar, Kamis (2/3).

Ketua IPNU Karanganyar M Ilham Subkhan mengatakan, khatmil Quran ini merupakan sarana agar nilai spiritual dalam berorganisasi para pengurus IPNU-IPPNU bertambah untuk kebesaran IPNU-IPPNU.

Syukuran Harlah, Pelajar NU Karanganyar Gelar Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Syukuran Harlah, Pelajar NU Karanganyar Gelar Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Syukuran Harlah, Pelajar NU Karanganyar Gelar Khataman Al-Quran

"Kegiatan khataman ini? merupakan momentum untuk memberikan tambahan bekal spiritual kepada para pengurus IPNU-IPPNU se-Kabupaten Karanganyar agar lebih giat lagi dalam membesarkan organisasi pelajar ini," ujarnya.

Ketua IPPNU Karanganyar Muflichah mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah SWT karena organisasi pelajar yang ia pimpin di Karanganyar mengalami perkembangan cukup menggembirakan.

Haedar Nashir

Selain itu, ia juga berharap dengan khatmil Quran oleh pengurus ini yang diselenggarakan dalam peringatan harlah IPNU-IPPNU semakin solid dan merata dalam pengkaderan.

Haedar Nashir

"Bertepatan dengan harlah IPPNU yang jatuh hari ini. Semoga IPNU dan IPPNU di Kabupaten Karanganyar semakin solid, aktif, dan berkembang. Selain itu, pengkaderan semakin merata," harap Muflich.

Pembina IPNU NHT Kholid menegaskan pentingnya menggalakan kaderisasi. Tetapi pendalaman terhadap NU tidak kalah penting. “Kita pun harus menata niat perjuangan di IPNU dan IPPNU, bahwa kita khidmah di NU juga melestarikan Aswaja.”

Pertemuan harlah ini ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pemurnian Aqidah Haedar Nashir

Peraih Doktor Termuda di Jepang, Aktivis PCINU

Depok, Haedar Nashir. Ada yang istimewa pada kuliah umum di STAI Al-Hamidiyah Depok, Senin (15/9) petang. Dua narasumber sangat kontras satu sama lain. Pertama, Menteri Agama Republik Indonesia ke-21, Lukman Hakim Saifuddin. Kedua, Emil Elestianto Dardak, PhD, peraih gelar doktor termuda pada usia 22 tahun dari Ritsumeikan Asia Pasific University Jepang. Usut punya usut, pria ini adalah mantan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang.

Emil, sapaan akrabnya, menceritakan saat dirinya mengambil S2 dan S3 di Jepang, sebuah negara kepulauan mirip Indonesia, belum ada organisasi sebagai wahana diskusi tentang keislaman dan kemajuan teknologi. Kemudian ia bersama kawan-kawannya mendirikan NU di Jepang.

Peraih Doktor Termuda di Jepang, Aktivis PCINU (Sumber Gambar : Nu Online)
Peraih Doktor Termuda di Jepang, Aktivis PCINU (Sumber Gambar : Nu Online)

Peraih Doktor Termuda di Jepang, Aktivis PCINU

?

“Kami mahasiswa Indonesia di Jepang saat itu butuh wahana silaturahim. Sayangnya, belum ada untuk sekedar tempat bicara dan diskusi tentang keislaman yang ramah. Maka, kami mendirikan NU di sana,” ujar suami artis Arumi Bachsin ini kepada Haedar Nashir usai berbicara sebagai narasumber pada kuliah umum di STAI Al-Hamidiyah, Senin (15/9).

Haedar Nashir

Dia menambahkan, saat itu Rais Syuriah pertama Pak Kharirie. Kemudian penerusnya Pak Agus Zainal Arifin (sekarang dekan di ITS). “Kalau saya mulai aktif sebagai salah satu ketua, yaitu bidang Hubungan Pemerintah, sejak 2005. Nah, ketua umum saat itu Indra Singawinata,” sebutnya.

Dalam kepengurusannya, lanjut Emil, di PCINU pernah membuat program “Santri Nelayan” untuk membantu pesantren di daerah pesisir. Program tersebut berupa pembuatan soft ware Quran Digital, fasilitas teknologi informasi (IT), dan perangkat komputer untuk para santri agar mereka dapat beradaptasi dengan teknologi terkini. Hal tersebut dilakukan supaya proses belajar-mengajar di pesantren lebih efisien.

Haedar Nashir

Menyinggung soal isu kemaritiman, Emil mengatakan belum lama ini koran Singapura The Street Time memuat pendapatnya mengenai poros maritim yang didengungkan Presiden terpilih Joko Widodo. Bagi dia, kunci terpenting poros maritim adalah mengaitkannya dengan kesatuan nasional. Isu ini sangat strategis di mana penduduk pesisir yang mayoritas warga Nahdliyin itu merupakan perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita ini kan pulau-pulau besar. Satu pulau bisa melebihi satu negara. Tapi apa yang bisa merekatkan kita jadi satu? Lautan di negeri ini mestinya menjadi penyatu bukan pemisah. Jadi, penyatu Indonesia itu ya lautan. Oleh karena itu, perlu dibangun infrastruktur pelabuhan yang membuat ongkos membeli barang dalam negeri lebih murah daripada mengirim keluar. Sedangkan hari ini kebalikannya,” tutur dia.

?

Emil menekankan tidak berarti serta-merta ketika Indonesia berorientasi maritim lalu konektivitas di darat terlupakan. “Kita bikin pelabuhan tapi tidak tersambung ke mana-mana kan percuma. Justru harus ada konektivitas antara pelabuhan dengan pusat-pusat produksi. Jadi, logistik jadi terpadu. Itu yang penting,” tegasnya.

Emil bercerita, ia pernah meneliti tentang link and match. Kenapa di sebuah desa bisa tertinggal dari sisi SDM dan teknologi. Karena apa yang diajarkan di sekolah tidak dapat diaplikasikan di lingkungannya. “Harus ada satu keterpaduan di hilir dan di hulu. Misalnya, kita pengen nelayan menggunakan teknologi perkapalan atau penangkapan ikannya, ada demand di hilir. Di hulunya kita profit. Jadi, mindset mulai anak SD hingga SMA harus match,” paparnya.

Cucu KH Dardak asal Trenggalek Jawa Timur ini menambahkan, ilmu yang diperoleh sejalan dengan apa yang bisa dikaryakan di situ. Jadi kemampuan santri untuk mengoperasikan penangkapan ikan berbasis teknologi itu menjadi penting. Ia merasa, pesantren di mana-mana itu balance. Orang yang memiliki kondisi spiritual yang baik berada dalam kondisi belajar yang kondusif.

“Itu yang kami lihat. Dia bisa punya etos kerja. Jadi, harus dikaitkan ajaran Islam itu ke dalam etos belajar dan etos kerja yang baik. Karena sekarang ini SDM kita justru karakternya yang harus didorong, nggak cuma kemampuan teknis. Nah, format belajar yang menggunakan pendekatan pesantren itu diharapkan menjadi satu dobrakan ke arah sana,” pungkasnya. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan Haedar Nashir

Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater

Subang, Haedar Nashir - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang yang diwakili oleh beberapa pengurusnya menerima wakaf dari pendiri dan pemilik Masjid As-Saadah di Lembah Sarimas Hotel, lingkungan kompleks masjid As-Sa’adah, Kabupaten Subang, Rabu (2/2). Proses serah terima wakaf ini berlanjut dengan pembahasan teknis pengelolaan masjid.

Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah mengatakan, pendiri dan pemilik Masjid As-Saadah H Ibrahim diketahui sudah lama ingin mewakafkan masjidnya ke PCNU Subang karena memang leluhur H Ibrahim adalah orang NU.

Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater

"Tadinya pihak keluarga setuju masjid As-Sadah? diwakafkan. Walaupun ada sedikit keberatan dari salah satu ahli waris, tapi kemudian pada akhirnya mereka semua setuju," kata Kiai Musyfiq usai rapat.

Ia menambahkan, dalam pertemuan ini disepakati bahwa Nadhir Masjid Assaadah ini adalah Yayasan As-Saadah yang akan segera diurus pembuatan Akta Yayasannya di Notaris dan Akta Wakaf Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Haedar Nashir

"Susunan pengurusnya kebanyakan dari PCNU Subang," katanya.

Haedar Nashir

Sebagaimana diketahui Masdij As-Sa’adah adalah salah satu masjid yang cukup megah di Kabupaten Subang. Masjid ini didirikan oleh pengusaha bernama H Ibrahim. Masjid ini terletak di daerah pegunungan sehingga membuat masjid yang berdekatan dengan tempat wisata air hangat itu memiliki keindahan tersendiri. Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid yang memiliki kubah berwarna biru ini menelan biaya hingga miliaran rupiah. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja Haedar Nashir

Suwaidan, Tokoh Kuwait Kunjungi PBNU Bicarakan Demokrasi dan Dunia Islam

Jakarta, Haedar Nashir. Dr Tareq Suwaidan, ahli manajemen strategis, trainer motivasi yang juga sering tampil di TV dalam berbagai show mengunjungi PBNU, Selasa (10/11). Ia diterima oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Keduanya terlibat dalam diskusi seru soal demokrasi dan dunia Islam.

Suwaidan, Tokoh Kuwait Kunjungi PBNU Bicarakan Demokrasi dan Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Suwaidan, Tokoh Kuwait Kunjungi PBNU Bicarakan Demokrasi dan Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Suwaidan, Tokoh Kuwait Kunjungi PBNU Bicarakan Demokrasi dan Dunia Islam

Pertanyaan mendasar yang dibahas adalah, apakah sistem terbaik dalam sebuah negara. Kiai Said menuturkan demokrasi merupakan sistem yang baik tetapi demokrasi seperti apa. Menurut Kiai Said demokrasi liberal yang tanpa batas tidak bagus bagi Indonesia. Yang cocok diterapkan di Indonesia adalah demokrasi yang berakhlak karena sesungguhnya kebebasan seseorang dibatasi oleh kebebasan orang lain.?

Suwaidan dalam hal ini membandingkan kondisi Timur Tengah dan Indonesia. Menurutnya, demokrasi di Indonesia sudah cukup bagus, jangan sampai keluar dari situ. Indonesia harus mampu menjaga dari pemaksaan kehendak kelompok tertentu yang ingin menerapkan ideologinya. Jika demokrasi di Indonesia bisa berjalan semakin baik, hal ini bisa menjadi contoh bagi dunia Muslim lainnya.

Haedar Nashir

Mereka berdua membahas kondisi Timur Tengah yang sampai saat ini kondisinya masih belum stabil. Bahkan untuk bisa menjalankan demokrasi yang baik, perlu proses belajar yang panjang. Amerika saja membutuhkan ratusan tahun agar demokrasinya mapan, itupun di sana-sini masih terjadi kekurangan. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir RMI NU, Budaya, Jadwal Kajian Haedar Nashir

KMNU IPB Gelar Istilaul Qudroh di Pesantren Mina 90

Bogor, Haedar Nashir. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Institut Mahasiswa Bogor (IPB) Isti’laul Qudroh pengembangan diri peningkatan kemampuan di pondok pesantren Mina 90,  Cibeureum, Kabupaten  Bogor, Jawa Barat pada Sabtu malam (30/11).

Kegiatan yang merupakan jenjang pertama memasuki KMNU IPB tersebut diikuti 50 mahasiswa dan mahasiswi. Para santriyin dan santriyat pesantren tersebut juga ikut berbaur pada acara tersebut.

KMNU IPB Gelar Istilaul Qudroh di Pesantren Mina 90 (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU IPB Gelar Istilaul Qudroh di Pesantren Mina 90 (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU IPB Gelar Istilaul Qudroh di Pesantren Mina 90

Dalam pantauan Haedar Nashir, sebelum acara yang digelar selepas Isya, para peserta dan para santri makan malam bersama di atas daun pisang dengan lauk pauk yang sederhana.

Haedar Nashir

Wakil Ketua KMNU IPB, Ahamad Mujib, mengatakan Isti’lalul Qudroh tahun kelima ini merupakan cara KMNU IPB untuk mengabdi kepada masyarakat, “Setiap pelajaran di kampus dipraktikan di sini (pesantren KMNU 90) mulai dari budi daya tanaman seperti sayuran organik dan pengembangan dan budidaya lele,” katanya.

Pengasuh Pesantren Mina 90 Kiai Misbahudin mengungkapkan senangnya dengan adanya kegiatan ini. “Mudah-mudahan kebersamaan ini berlanjut. Tidak sampai di sani saja,” harapnya.

Haedar Nashir

Ia mengatakan, kegitan ini merupakan proses menjadi khoirun nas anfa’uhun li nas, atau manusia yang terbaik di antara manusia lain adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. “Marilah kita berlomba-lomba untuk menjadi manusia bermanfaat,” imbaunya.

Allah, kata dia, memberikan potensi yang bermanfaat dan buruk, tapi yang harus dipupuk adalah potensi yang baik supaya menjadi khoirun nas anfa’uhun li nas. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir RMI NU, Habib Haedar Nashir

Wayangan Blitar Ki Sukron Suwondo

Blitar, Haedar Nashir. Ki Haji Sukron Suwondo sempat mementaskan wayang kulit dalam rangka peringatan hari lahir (Harlah) ke-87 NU di Kabupaten Blitar tahun lalu.

Wayangan Blitar Ki Sukron Suwondo (Sumber Gambar : Nu Online)
Wayangan Blitar Ki Sukron Suwondo (Sumber Gambar : Nu Online)

Wayangan Blitar Ki Sukron Suwondo

Dalang Kondang asal Sanankulon Blitar ini bisa dibilang teman dekat Ki Entus, karena Entus sering pinjam alat Ki Sukron Suwondo kalau lagi ndalang di sekitar Blitar. Ki Sukron Suwondo, kini menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) milik NU Kabupaten Blitar.

Di Blitar selain Ki Haji  Sukron Suwondo, ada Ki Syudrun. Dalang wali asal Desa Krenceng, Nglegok ini pun sudah melegenda. Ia sering tampil di layar kaca baik lokal maupun nasional.

Haedar Nashir

H Mohammad Nawir, seorang tokoh NU kabupaten Blitar kepada Haedar Nashir, Rabu (2/1) mengatakan, para seniman perlu mendapat perhatian serius dari NU. Menurutnya, pola dakwah melalui jalur seni di wilayah Blitar masih sangat perlu dilakukan.

“Dakwah melalui seni masih diperlukan. Khususnya di wilayah Blitar ini. Ya.. idep-idep nguri-nguri polanya Walisongo,’’ tandasnya.

Haedar Nashir

“NU Blitar ingin  memfasilitasi dan memberi perlindungan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) atas berbagai karya seni para seniman  NU,’’ ujar Nawir.

Selain itu, NU akan mendokumentasikan karya-karya seni para intelektual, ulama dan seniman NU. Serta mengembangkan dan mempromosikan kesenian religi baik gagasan, karya dan pelaksanaannya. 

“NU Blitar juga akan membuat  data base yang memuat nama-nama seniman NU, karya-karya, sejarah dan prestasinya,’’ tandasnya.

“Preiode lalu. Kita sudah mendata semua seniman NU di Blitar. Ternyata jumlahnya ratusan. Yang khusus dalang aja ada 60 orang lebih. Salah satunya ada yang mantan Komandan Banser Blitar,’’ tambah Nawir, yang kini juga menjadi anggota KPUD Kabupaten Blitar ini.

Yang tidak kalah pentingnya, lanjut Nawir, NU akan menjadikan pesantren sebagai pusat pengembangan seni dan budaya melalui penyelenggaraan berbagai pelatihan, festival dan event keseniaan di pesantren.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah, Budaya Haedar Nashir