Kamis, 21 Desember 2017

Bersama Kodim, GP Ansor Kutai Timur Kerja Bakti Bersihkan Gereja

Kutai Timur, Haedar Nashir. Ada yang lain di gereja Betel di bilangan Tongkonan Ranu, Sangatta Jumat pagi (25/11). Jamaat gereja bekerja bakti bersama beberapa anggota TNI dan anggota Ormas. Salah satunya Gerakan Pemuda Ansor Kutai Timur, Kalimantan Timur. Kegiatan kerja bakti yang digagas Kodim 0909/Sangatta tersebut berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 10.00 Wita.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kutai timur Zainul Zarfi turun langsung memimpin anggotanya mengikuti kegiatan tersebut. Zainal mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sangat positif. Disamping menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan tersebut juga semakin memupuk perdamaian di kota Sangatta dengan terlibatnya berbagai elemen masyarakat. Termasuk Ansor yang mewakili pemuda Islam.

Bersama Kodim, GP Ansor Kutai Timur Kerja Bakti Bersihkan Gereja (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Kodim, GP Ansor Kutai Timur Kerja Bakti Bersihkan Gereja (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Kodim, GP Ansor Kutai Timur Kerja Bakti Bersihkan Gereja

“Dengan kegiatan ini, sekat-sekat antarumat beragama akan hilang. Sehingga saling curiga akan ikut hilang. Dan pada gilirannya tercipta kedamaian” ujarnya melalui siaran pers.

Haedar Nashir

Sementara itu, Sekretaris Gerakan Pemuda ansor kabupaten Kutai Timur Nashirudin? menjelaskan, ada 10 pengurus anggota Ansor yang ikut kegiatan tersebut. Mereka diundang Kodim 0909/Sangatta untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang bertujuan memupuk kedamaian di wilayah sangatta tersebut.

Ke depan ia berharap kegiatan sejenis terus konsisten dilaksanakan. “Kegiatan baik ini tidak boleh berhenti sampai disini saja, melainkan harus terus hidup dan eksis guna menjaga ketentraman daerah,” ucapnya saat diwawancarai.

Haedar Nashir

Sebagai informasi, kegiatan menjaga kebhinekaan dan perdamaian antar semua golongan sedang digalakkan akhir-akhir ini. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi maraknya isu perpecahan anar golongan di Indonesia. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir IMNU, Kajian Sunnah Haedar Nashir

Pelajar NU Kudus Ambil Sikap Netral

Kudus, Haedar Nashir. Konferensi cabang IPNU dan IPPNU Kudus akan tetap aman dan terjaga dari kontaminasi kepentingan politik. Panitia konferensi akan mengarahkan forum untuk fokus pada agenda konferensi sesuai rencana.

Pelajar NU Kudus Ambil Sikap Netral (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kudus Ambil Sikap Netral (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kudus Ambil Sikap Netral

Demikian ditegaskan Ketua IPNU Kudus Dwi Saifullah menanggapi adanya masukan supaya Konfercab menghindari  muatan politik jelang pilpres.

“Dalam konferensi ini tidak ada kepentingan politik. Kami tidak akan mengarahkan dukungan kepada salah satu capres karena secara lembaga, IPNU dan IPPNU itu netral,” kata Dwi Saifullah kepada Haedar Nashir di sela sela  persiapan konfercab di MANU Nahdlatul Muslimin Undaan, Kudus, Senin (16/6).

Haedar Nashir

Sikap netral ini, tambah Dwi, diambil untuk mendewasakan sikap berpolitik kader dan anggota IPNU-IPPNU. Organisasi memberikan kebebasan anggota untuk menentukan pilihan sesuai kehendak hati masing-masing.

Haedar Nashir

Pada konferensi yang berlangsung hari ini, Selasa-Kamis (17-19/6), IPNU dan IPPNU berusaha menjaga idealisme pelajar dalam rangka pematangan belajar, berjuang dan bersikap terhadap kondisi masyarakat di sekitar lingkungannya.

“Jadi konfercab hanya fokus pada pembahasan program, memilih pemimpin baru IPNU dan IPPNU menuju kemajuan organisasi,” ujar Dwi.

Terkait persiapan konferensi, pihaknya menyatakan hingga H-1 sudah terdapat ribuan peserta yang mendaftar. Mereka ialah utusan resmi dari 129 unsur anak cabang, ranting, dan komisariat.

“Kalau kemarin kita rilis hanya 95 peserta, sekarang ada tambahan peserta konferensi yang memenuhi persyaratan. Setiap anak cabang, ranting, dan komisariat mengirimkan tiga utusan peserta dan peninjau,” ujarnya. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama Haedar Nashir

Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut

Jakarta, Haedar Nashir - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Puti Hasni mendukung gerakan ekonomi IPPNU Garut dalam pengembangan industri kuliner kreatif untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dirintis dan dikembangkan rekanita IPPNU Garut. Kepekaan dalam melihat peluang memang terlihat dari upaya konkret dalam memanfaatkan setiap potensi yang ada," kata Puti kepada Haedar Nashir, Rabu (10/2).

Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum IPPNU Apresiasi Bisnis Kuliner IPPNU Garut

Ia menegaskan bahwa IPPNU akan terus mendorong para kadernya menciptakan kreasi-kreasi, inovasi, dan jeli melihat potensi serta peluang pasar dalam memanfaatkan bonus demografi sebagai jawaban menghadapi MEA.

Haedar Nashir

"Upaya ke depan, pelatihan-pelatihan berbasis kewirausahaan akan makin ditingkatkan dan ditindaklanjuti secara serius oleh IPPNU," ujarnya.

Haedar Nashir

Puti berharap IPPNU di semua lini baik wilayah, cabang, anak cabang maupun ranting di daerah lain harus dapat termotivasi dan tidak boleh kalah dengan IPPNU Garut.

Dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing daerah yang tentunya beragam, saya berharap kader-kader IPPNU dapat mewujudkan inovasi-inovasi baru yang sesuai dengan selera pasar di era MEA, pungkasnya. (Afifah Marwa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir PonPes, Quote, Pondok Pesantren Haedar Nashir

Kang Said: NU Jaga Hubungan Baik dengan Semua Pihak

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan Nahdlatul Ulama akan menjaga hubungan baik dengan semua pihak, baik istana, polisi, tentara maupun penegak hukum dan pihak lainnya untuk bersama-sama membangun bangsa.

Kang Said: NU Jaga Hubungan Baik dengan Semua Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: NU Jaga Hubungan Baik dengan Semua Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: NU Jaga Hubungan Baik dengan Semua Pihak

NU sebagai masyarakat sipil memiliki kekuatan yang diharapkan mampu mendukung keberlangsungan bangsa ini. Mengorganisir masyarakat tidaklah gampang, diajak terlalu serius tidak mau, kalau tidak serius juga tidak menghasilkan apa-apa. “Makanya, lambang NU itu talinya kendor, kalau terlalu dikencengin, bisa putus, tetapi kalau terlalu dilepas, bisa bubar,” katanya ketika membuka Rakernas JQH di Jakarta, Jum’at (18/5).

Keberadaan NU, telah mampu menjaga harmoni bangsa Indonesia. Ia menganalogikan, di Timur Tengah, banyak ulama alim seperti Wahbah Zuhaili, Ramadhan Al Buthi, Yusuf Al Qaradhawi dan lainnya, tetapi mereka semua tidak mampu meredam konflik berdarah di negaranya atau di sekitarnya seperti di Irak, Libya, Afganistan, Syiria, Mesir dan lainnya. 

Haedar Nashir

“Kita alhamdulillah, para ulama NU ini bisa menjadi peredam dan menjaga suasana stabil,” jelasnya. 

Haedar Nashir

Ia menegaskan, dirinya juga memberi peringatan kepada pemerintah, jika memang dirasa ada yang kurang pas dalam menjalankan amanah rakyat, tetapi hal ini dilakukan dengan cara yang halus. “Allah memerintahkan Nabi Musa untuk berbicara secara halus kepada Fir’aun. Kepada Fir’aun saja, diminta halus, padahal kita tidak sesuci Musa dan pemerintah tidak sekotor Fir’aun,” paparnya. 

NU, katanya, tidak mau diperalat oleh pihak lain untuk kepentingan tertentu, tetapi menjaga berlangsungnya pemerintahan negara ini sesuai dengan konstitusi. “Selama presiden tidak melanggar UUD 45, tidak boleh diturunkan karena kita punya pengalaman pahit, presiden Gus Dur digulingkan ditengah jalan tanpa jelas kesalahannya secara konstitusional,” imbuhnya.

Kiai Said meminta agar umat Islam di Indonesia bersatu karena Indonesia menjadi gerbang paling timur dunia Islam yang diapit oleh dua kekuatan raksasa, Australia dan China. “Kalau Islam keras, akan dihantam, tetapi kalau lemah, diinjak. Yang baik adalah seperti NU ini, dengan mengembangkan persaudaraan, baik persaudaraan sesama umat Islam, persaudaraan sesama bangsa atau persaudaraan sesama umat manusia,” jelasnya.

Kalau hidup hanya didasarkan pada ukhuwah wathoniyah atau persaudaraan kebangsaan saja, akan menjadi sekuler, tetapi kalau persaudaraan sesama muslim saja, akan eksklusif. “KH Hasyim Asy’ari dengan cerdas mengintegrasikan semangat keislaman dan kebangsaan,” terangnya. 

Dari sinilah, ia memiliki ide untuk menambah definisi aswaja sebagai kelompok yang taat beragama sesuai sunnah rosul, tetapi juga memiliki semangat kebangsaan. “Kalau agama kuat, maka negara juga akan kuat,” tandasnya.

Jika ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniyah sudah berjalan dengan baik, maka selanjutnya adalah memperjuangkan ukhuwah insaniyah atau persaudaraan sesama umat manusia. Disini, dimaknai dunia harus damai, tidak boleh ada peperangan. Persoalan yang ada diselesaikan dengan dialog, bukan dengan senjata tajam. Tidak boleh ada perang yang mengatasnamakan agama, bangsa, etnik, kepentingan politik, ekonomi dan lainnya. 

“Sebuah kesalahan sejarah ketika menggunakan istilah perang suci atau holy war. Mana ada perang suci, semua perang itu kotor, tapi biarlah, itu sejarah masa lalu,” tegasnya. 

Dihadapan para peserta rakernas, Kang Said berharap NU memiliki peran lebih, bukan untuk menjadi presiden, tetapi mengarahkan negara ini dengan semangat Nahdlatul Ulama.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah Haedar Nashir

Tips Hindarkan Muntah pada Bayi

Sidoarjo, Haedar Nashir. Muntah atau gumoh pada bayi dan anak berusia kurang dari setahun yang secara umum nampak sehat sering memicu kekhawatiran orang tua. Hal ini menjadi salah satu pertanyaan dan penyebab tersering orang tua datang ke dokter.

Tips Hindarkan Muntah pada Bayi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tips Hindarkan Muntah pada Bayi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tips Hindarkan Muntah pada Bayi

Dokter spesialis anak Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo dr Muji Retnaning Rini menjelaskan, ada beberapa tips untuk meminimalisir muntah dan gumoh pada bayi. Diantaranya, saat memberikan ASI kepada bayi, hindari berbaring. Jaga agar bayi tetap dalam posisi tegak sekitar 30 menit setelah menyusu.

"Bayi diletakkan di kursi akan meningkatkan tekanan pada perut. Hindari merangsang aktivitas yang berlebihan setelah bayi menyusu,” katanya kepada Haedar Nashir Ahad (22/11).

Haedar Nashir

Ia menambahkan, melakukan kontrol jumlah ASI atau susu yang diberikan. Misal dengan memberikan ASI/susu dengan jumlah sedikit tapi sering. Sendawakan bayi segera setelah menyusu. Bahkan bayi terkadang masih membutuhkan bersendawa di antara 2 waktu menyusu.

Selain itu, lanjut dr Rini, sebelum memberikan ASI kepada bayi, cek lubang dot yang akan digunakan. Jika lubang terlalu kecil akan meningkatkan udara yang masuk. Jika terlalu besar, susu akan mengalir dengan cepat dan bisa memungkinkan bayi gumoh.

Haedar Nashir

Hindari saat memberikan ASI ketika bayi sangat lapar, karena bayi akan tergesa-gesa saat minum sehingga akan menimbulkan udara masuk. Jika menyusui, posisi bayi dimiringkan. Kepalanya lebih tinggi dari kaki sehingga membentuk sudut 45 derajat. Jadi cairan yang masuk bisa turun ke bawah.

"Jangan mengangkat bayi saat gumoh atau muntah. Segera mengangkat bayi saat gumoh adalah berbahaya, karena muntah atau gumoh bisa turun lagi, masuk ke paru dan akhirnya malah mengganggu paru. Bisa terjadi radang paru dan sebaiknya miringkan atau tengkurapkan bayi. Biarkan saja ia muntah sampai tuntas jangan ditahan," tegas dokter spesialis anak di rumah sakit NU ini.

Jika bayi mengeluarkan gumoh dari hidungnya, biarkan saja. Hal ini justru lebih baik daripada cairan kembali dihirup dan masuk ke dalam paru-paru karena bisa menyebabkan radang atau infeksi. Muntah pada bayi bukan Cuma keluar dari mulut, akan tetapi juga bisa dari hidung.

Hal itu terjadi karena mulut, hidung dan tenggorokan punya saluran yang berhubungan. Pada saat muntah, ada sebagian yang keluar dari mulut dan sebagian dari hidung. Mungkin karena muntahnya banyak dan tak semuanya bisa keluar dari mulut, maka cairan itu mencari jalan keluar lewat hidung.

Bila si bayi tersedak dan muntahnya masuk ke saluran pernapasan dan paru-paru. Ini disebut aspirasi dan berbahaya. Lebih bahaya lagi jika si bayi tersedak susu yang sudah masuk ke lambung karena sudah mengandung asam dan akan merusak paru-paru. Untuk mencegah kemungkinan tersedak, agar setiap kali bayi muntah selalu dimiringkan badannya.

"Akan lebih baik jika sebelum si bayi muntah (saat menunjukkan tanda-tanda akan muntah) segera dimiringkan atau ditengkurapkan atau didirikan sambil ditepuk-tepuk punggungnya," saran dr Rini.

Lebih lanjut dr Rini menyatakan, untuk mengetahui bahwa muntah atau gumoh berlebihan pada bayi yang mengarah pada hal patologis itu sangat penting. Namun, tidak perlu khawatir jika berat badan bertambah (dalam rentang normal), bayi tampak senang, pertumbuhan dan perkembangan bayi normal.

Begitu pun sebaliknya, yang perlu dikhawatiri jika penurunan berat badan atau tidak ada kenaikan berat badan, infeksi dada berulang, muntah disertai darah, bayi dehidrasi, gangguan pernafasan misalnya henti nafas, biru atau nafas pendek.

"Tanda awal adanya masalah dengan pemberian ASI/susu pada bayi antara lain, bayi tidak tenang, selalu rewel, gelisah sepanjang waktu, bayi tidak ingin menyusu (tidak nafsu), bayi selalu menangis saat atau setelah menyusu, bayi muntah atau gumoh secara berlebihan yang berulang dan sering," terangnya.

dr Rini menegaskan bahwa penggunaan anti muntah pada bayi dan anak tanpa mengetahui penyebab yang jelas tidak dianjurkan. Pengobatan muntah ditujukan pada penyebab spesifik muntah yang dapat diidentifikasi. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional Haedar Nashir

Rumah Inaq Munah Hancur Diterjang Banjir Bandang

Mataram, Haedar Nashir. Rumah Inaq Munah di Dusun Panggungan, Desa Mandana Raya, Lombok Timur terbuat dari kayu lapis. Rumah sederhana itu pun dibangun dari hasil gotong royong warga satu dusun. 

Sehari-hari Inaq Munah yang usianya telah lebih dari 80 tahun, menjalani aktivitas di rumah kayunya itu. Meskipun sudah berusia lanjut, segala urusan hidupnya ia kerjakan sendiri. Hal itu lantaran Inaq Munah hidup sebatang kara, tanpa ada sanak keluarga. 

Rumah Inaq Munah Hancur Diterjang Banjir Bandang (Sumber Gambar : Nu Online)
Rumah Inaq Munah Hancur Diterjang Banjir Bandang (Sumber Gambar : Nu Online)

Rumah Inaq Munah Hancur Diterjang Banjir Bandang

Pertengahan November ini, setiap hari selama hampir satu minggu, hujan mengguyur Kabupaten Lombok Timur. Hujan berintensitas tinggi telah menyebabkan dua buah embung di bagian bawah dari Bendungan Pandandure meluap.

Akibatnya banjir bandang tak tercegah terjadi pada Sabtu (18/11). Buruknya drainase dan kerusakan ekosistem sungai juga memperparah banjir bandang hingga menerjang permukiman dan lahan di 15 desa di 4 kecamatan di Kabupaten Lombok Timur terkena dampaknya. Di antara desa yang paling parah adalah Desa Setungkeplingsar, Selebung Ketangge, Ketapang Raya, Ketangge Jeraeng, Batu Putik, Sepit, Senyiur, Mendana Raya, Batu Rampes, dan Bintang Oros.  

Rumah Inaq Munah tak ayal ikut terkena dampaknya. Rumah itu hancur berkeping-keping tergerus air banjir hingga rata dengan tanah. Beruntung ia masih bisa diselamatkan oleh warga.

Hancurnya rumah itu, menyebabkan Inaq Munah tak punya keluarga, juga harus kehilangan tempa berteduh. Untuk sementara ia mengungsi di rumah tetangga desa yang masih bisa dihuni.

Haedar Nashir

Menyadari hal tersebut NU Care-LAZISNU bekerjasama dengan PW LAZISNU NTB dan Panitia Munas Konbes NU 2017, berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk membantu pembangunan kembali rumah bagi Inaq Munah.

Penggalangan dana dilakukan di arena Munas Konbes NU 2017. Bagi masyarakat dan peserta Munas NU yang berminat menyalurkan bantuan dapat menyerahkannya pada saat menjelang penutupan Munas Konbes, Sabtu (25/11).

Pada penutupan Munas Konbes juga diagendakan penyerahan secara simbolis bantuan pembuatan rumah untuk Inaq Munah. (Kendi Setiawan)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ubudiyah Haedar Nashir

IPNU Jogja Jaga Tradisi Silaturahim dan Ziarah

Yogyakarta, Haedar Nashir

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kota Yogyakarta selama dua hari melaksanakan silaturrahim dan ziarah terhitung sejak 5 Maret 2016.

Silaturahim dilakukan ke kediaman senior dan keluarga IPNU Yogyakarta di Kabupaten Kendal dan Semarang, Jawa Tengah. Rombongan yang terdiri para pelajar NU tersebut berangkat pertama kali menuju ke Desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal.

IPNU Jogja Jaga Tradisi Silaturahim dan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jogja Jaga Tradisi Silaturahim dan Ziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jogja Jaga Tradisi Silaturahim dan Ziarah

Di kediaman alumni IPNU-IPPNU yang juga orang tua dari kader PC IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta, Fairuz, itu puluhan pelajar NU tersebut berkenalan dan mendengarkan kisah perjuangan para kader senior saat di IPNU-IPPNU dulu.

Haedar Nashir

"Silaturahim kepada semua pihak sangat penting untuk menjaga hubungan emosional serta memberikan stimulus semangat baru untuk pengurus," ujar Muhammad Saiful Al-Ayyubi, koordinator pengaderan PC IPNU Kota Yogyakarta.

Haedar Nashir

Hari kedua, Ahad (6/3) perjalanan berlanjut silaturrahim kader senior lainnya, lalu berziarah ke makam Sunan Kalijaga dan Raden Patah Demak. Selain bertujuan menambah semangat juga untuk mengingat perjuangan para ulama terdahulu dalam berdakwah. (Ainun Naim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir RMI NU, Nahdlatul Ulama, Kajian Sunnah Haedar Nashir