Rabu, 10 Januari 2018

PCNU Way Kanan Tegaskan Keikhlasan Mengurus NU

Way Kanan, Haedar Nashir. Ketua PCNU Way Kanan KH Nur Huda mengingatkan pengurus NU beserta lembaga dan banomnya untuk tetap bersemangat mengurus NU. Kendati bukan organisasi yang berorientasi profit, keberkahan di dunia dan di akhirat akan selalu memayungi kehidupan pengurus NU.

PCNU Way Kanan Tegaskan Keikhlasan Mengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Way Kanan Tegaskan Keikhlasan Mengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Way Kanan Tegaskan Keikhlasan Mengurus NU

“Jangan berpikir uang dalam mengurus NU. Jalankan saja dengan ikhlas,” ujar Ketua PCNU Way Kanan KH Nur Huda, di Blambangan Umpu, sekitar 220 km sebelah utara Kota Bandarlampung, Jumat (7/11).

Menurut Kiai Huda, pengurus NU mesti yakin akan ganjaran Allah. "Karena itu, saya mengingatkan kader NU di Way Kanan yang meyakini pilihan bergiat aktif di organisasi ini untuk mempercayakan segalanya kepada Allah.”

Haedar Nashir

Menjadi pengurus NU tidak ada gajinya. Mengurus NU itu berjuang, ujar Ketua PCNU Way Kanan periode 2011-2016.

Haedar Nashir

KH Huda mengajak kader dan warga NU di daerah yang berabatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Sumsel itu untuk selalu menegakkan panji-panji Aswaja. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah Haedar Nashir

Selasa, 09 Januari 2018

IPNU-IPPNU Gondanglegi Rayakan Harlah NU dengan Pelatihan Jurnalistik

Malang, Haedar Nashir

Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengadakan pelatihan jurnalistik di Gedung Aula MA Khairuddin, Jalan Murcoyo 1 Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Kegiatan yang berlangsung Ahad (31/1) ini dihadiri oleh pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Gondanglegi, kepala MA Khairuddin, para pengurus Pimpinan Ranting se-Kecamatan Gondanglegi dan para pelajar tingkat SLTA/sederajat se-Gondanglegi.

IPNU-IPPNU Gondanglegi Rayakan Harlah NU dengan Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gondanglegi Rayakan Harlah NU dengan Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gondanglegi Rayakan Harlah NU dengan Pelatihan Jurnalistik

“Kegiatan ini merupakan program kerja awal di tahun ini di bidang Departemen Litbang dan Media IPNU-IPPNU Kecamatan Gondanglegi masa khidmah 2015-2017,” kata ketua pelaksana, Muhammad Fathoni.

Haedar Nashir

IPNU-IPPNU Gondanglegi menggelar kegiatan ini untuk mengembangkan kreativitas pelajar-pelajar NU dalam mengasah bakat dalam penulisan berita, karya ilmiah, artikel dan lain-lain.

Haedar Nashir

Pelatihan jurnalistik yang mengusung tema "Mencetak Kader-Kader Jurnalis yang Berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah" ini dirangkai dengan tasyakuran dan doa bersama dalam rangka hari lahir (harlah) ke-90 NU yang jatuh pada 31 Januari 2016.

Ketua PAC IPNU Gondanglegi HasanuddinKhozin mengapresiasi panitia yang telah menyukseskan kegiatan ini. “Semoga pelajar NU Gondanglegi ke depannya bisa lebih bermanfaat bagi agama bangsa dan negara,” tuturnya.

Hasan menambahkan, untuk program kegiatan IPNU-IPPNU Gondanglegi selanjutnya adalah makesta akbar yang akan dilaksanakan di Desa Ganjaran dan diikuti semua pimpinan ranting se-Kecamatan Gondanglegi. (Ansori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaNu, Tokoh, Sholawat Haedar Nashir

Peringati Maulid Nabi, Perguruan Islam Mathaliul Falah Kajen Adakan Kemah

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua Panitia Perkemahan 2017 Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen Choiruddin mengatakan, PIM menyelenggarakan kemah dalam rangka untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad di bulan Rabiul Awwal ini. 

“Tujuannya sebetulnya untuk memperingati Maulid Nabi,” kata Choiruddin di Pati, Rabu (29/11).

Selain itu, kemah ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi siswa yang dilaksanakan di luar kelas sehingga mereka mengetahui situasi dan kondisi yang terjadi di masyarakat. 

Peringati Maulid Nabi, Perguruan Islam Mathaliul Falah Kajen Adakan Kemah (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Maulid Nabi, Perguruan Islam Mathaliul Falah Kajen Adakan Kemah (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Maulid Nabi, Perguruan Islam Mathaliul Falah Kajen Adakan Kemah

“Ini juga untuk mendidik anak agar mereka tahu kondisi masyarakat sekarang seperti apa,” ucapnya. 

Menurut Choiruddin, melalui kemah ini siswa PIM diberikan bekal dan pengalaman untuk menghadapi segala bentuk persoalan masyarakat ketika mereka sudah lulus kelak.  

Haedar Nashir

Berbeda dengan kemah-kemah yang lainnya, kemah yang diadakan Perguruan Islam Mathali’ul Falah ini memiliki kegiatan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat sekitar. Ada dua kegiatan utama dalam perkemahan PIM ini, yaitu bakti sosial dan peribadatan.

Kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial diantaranya adalah santunan anak yatim, bakti sosial, pemberian bantuan untuk pembangunan tempat ibadah, pembagian sembako untuk dhuafa, dan penghijauan. Sedangkan kegiatan yang bersifat peribadatan adalah tahtiman bin nadzor dan bil ghaib.    

Tahtiman bil ghoib tahun ini diadakan di dua puluh mushola,” katanya. 

Tahun ini kemah PIM diadakan selama tiga hari, 27-29 November yang bertempat di Desa Ngetuk, Gunung Wungkal, Pati. Kemah ini diikuti 1346 siswa dan seratus lebih guru PIM. 

“Untuk tenda anak ada seratus sebelas, ketambahan tenda RT 4, dan tenda panitia ada 6,” tukasnya. (Red: Muchlishon Rochmat)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian Haedar Nashir

Senin, 08 Januari 2018

Doa Saat Mendengar Petir

Di musim penghujan seperti ini geledek, petir dan halilintar seringkali muncul tak terduga. Seperti datangnya hujan yang tak terkira. Sebagian orang mengatakan bahwa hujan adalah petanda turunnya rahmat. Karena air itu sendiri merupakan unsur terpenting dalam kehidupan. Akan tetapi jikalau volume air diluar kemampuan daya tampung maka tak ayal lagi air hujan berubah menjadi suatu hal yang menghawatirkan.

Kekhawatiran itu tidak hanya karena air hujan, tetapi juga dampak yang setelahnya. Masuk angin, badan meriang, banjir dan lain sebagainya. Akan tetapi kekhawatiran itu masih bersifat praduga adanya. Berbeda dengan kekhawatiran yang timbul akibat datanya geledek ataupun petir yang diawali dengan secercah cahaya menyilaukan. Biasanya orang-orang lantas berkomat-kamit menyebut dan berdoa. Adapun doa yang sesuai dengan kondisi ini adalah:

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allahumma la taqtulna bighadhabika wala tuhlikna bi’adzabika wa ‘afina qabla dzalika.

Doa Saat Mendengar Petir (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Saat Mendengar Petir (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Saat Mendengar Petir

Ya Allah, janganlah kau bunuh diriku dengan kemarahan-Mu, dan janganlah kau rusak diriku dengan siksa-Mu, dan maafkanlah aku sebelum semua itu.

Hal ini tidak berarti petir merupakan tanda murka dari Allah swt. Akan tetapi kita selaku manusia yang dhaif ini sungguhlah tidak ada apa-apanya dihadapan alam dan Allah Yang Maha Kuasa. Jangan sampai Allah swt menutup usia kita lantaran kecelakaan yang disebabkan kekuatan alam yang berupa sambaran petir. Karena yang demikian itu sungguh amat sakit dan pedih. (Pen/Red Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Pemurnian Aqidah Haedar Nashir

Haedar Nashir

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan

Wonosobo, Haedar Nashir. “Mari kita kembali pada Islam yang ramah bukan pemarah, Islam yang merangkul bukan memukul, hentikan ekspresi yang kebablasan, saling mencaci dan memaki di antara anak bangsa,“?

Demikian disampaikan oleh Sekjen PBNU, H.A. Helmy Faishal Zaini dalam pidatonya saat memimpin apel kebangsaan di alun-alun Wonosobo, Ahad (21/5).?

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan

Ribuan warga Nahdliyin se-Kabupaten Wonosobo mengikuti gelar apel kebangsaan tersebut dengan penuh antusias. Mereka merupakan perwakilan Nahdliyin dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Wonosobo.

Dalam orasi kebangsaannya ia menegaskan pentingnya sikap cinta tanah air. Kini Indonesia bisa melihat seberapa besar kecintaan rakyat pada negerinya. Indonesia tidak perlu takut terhadap berbagai ancaman musuh negeri karena rakyat selalu mendukung dan setia pada NKRI. Para pendiri bangsa sudah bersepakat termasuk ulama yang menjadi representasi umat Islam di Indonesia.

Haedar Nashir

Kegiatan apel kebangsaan ini berlangsung sejak Pukul 06.00 WIB dengan diawali istighotsah, dan pembacaan Al-Qur’an 30 Juz ? oleh Muslimat-Fatayat NU. Dalam kesempatan itu, dilakukan pula penandatanganan dan pembacaan bersama ikrar kebangsaan Warga Nahdlatul Ulama Kabupaten Wonosobo oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Wonosobo Arifin Shidiq bersama Rais Syuriyah PCNU Wonosobo KH Abdul Halim. Apel kebangsaan ini dihadiri pula oleh Pengurus PWNU Jawa Tengah, Bupati Wonosobo H Eko Purnomo, Kapolres AKBP M. Ridwan, Dandim 0707 Dwi Hariyanto, Sekda Wonosobo H Eko Sutrisno Wibowo, serta seluruh organisasi sayap NU.

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, juga dilaksanakan prosesi pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Wonosobo periode 2017-2022. Selain Pengurus PCNU, dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), PC Pagar Nusa, MWCNU Wonosobo, MWCNU Kepil, serta beberapa lembaga NU lainnya. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Ahlussunnah Haedar Nashir

Inayah Wahid: Teater Ajarkan Toleransi dengan Sesama

Kudus, Haedar Nashir. Putri bungsu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Inayah Wulandari menghadiri acara festival? teater Pelajar 2015 di Gor Bulutangkis Djarum Kaliputu Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (21/11). Dalam acara itu, Inayah didaulat menjadi? juri final festival yang diselenggarakan Teater Djarum selama dua hari Sabtu-Ahad (21-22/11).

Inayah Wahid: Teater Ajarkan Toleransi dengan Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)
Inayah Wahid: Teater Ajarkan Toleransi dengan Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)

Inayah Wahid: Teater Ajarkan Toleransi dengan Sesama

Saat ditemui Haedar Nashir, Inayah mengatakan dirinya sangat mengapresiasi kegiatan teater di lingkungan pelajar. Menurutnya, teater adalah kegiatan bagus yang mengajarkan toleransi, empati, memberikan penghormatan, dan penghargaan kepada orang lain.

?

"Teater sebagai media bagus sekali untuk mengampanyekan toleransi, kita tidak main hakim sendiri dan akan bisa menghargai sesama," ujarnya.

Haedar Nashir

?

Dikatakan, Indonesia sangat membutuhkan generasi masa depan yang memahami akan toleransi. Dengan bermain teater, meraka akan memainkan peran tokoh-tokoh? di luar komunitasnya? yang ketika sampai pada titik puncaknya akan memahami toleransi dengan baik.

Haedar Nashir

?

"Dalam konteks kekinian toleransi menjadi urgen dan harus dikenalkan sejak dini kepada anak-anak. Salah satu media bagus ya teater. Karena kalau sudah main teater, kita tidak akan mempertanyakan latar belakang,? semua akan kerja sama," tandas putri Gus Dur yang biasa disapa Inayah Wahid ini.

?

Ia menuturkan dirinya sangat merasakan manfaatnya aktif di dunia teater pada waktu masih sekolah Menengah Atas (SMA). Ditegaskan, teater mampu menjadi sarana penyaluran ekspresi dan kreasi bagi pelajar.

?

"Melalui teater, anak-anak punya penyaluran yang positif. Mereka pulang sekolah tidak berbuat aneh-aneh, langsung bermain teater," imbuhnya.

Selain menjadi juri, Inayah Wahid juga menjadi pemateri Workshop teater yang menjadi rangkaian acara Fesetival tersebut. Siang harinya, Inayah dijadwalkan bertemu dengan kader-kader NU dalam acara silaturahim di aula Kantor NU Jalan Pramuka Nomor 20 Kudus.

?

Sementara itu,? final festival teater Pelajar ini, menampilkan 3 kelompok teater tingkat SMP diantaranya, Teater satu atap SMP 3 Kudus, Teater Temperatur SMP 1 Mejobo dan Teater PR Mts NU Nahdlatul Athfal. Sedangkan tingkat SMA, 7 kelompok teater yang lolos di final adalah Teater Stif MANU Ibtidaul Falah Dawe, Teater X-Miffa SMKNU Miftahul Falah Dawe, Teater Patas SMA I Bae, Teater Kahanan SMA 1 Mejobo, Studi One SMA ! Kudus, Teater Ganesha SMA 2 Kudus dan teater Apotek SMK Duta Karya Kudus. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, RMI NU, Habib Haedar Nashir

Ratusan Banser Dikerahkan Jaga Keamanan Final Liga Santri

Bandung, Haedar Nashir. Sekitar 500 personil Banser dikerahkan untuk menjaga keamanan pertandingan final Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 antara Darul Huda Ponorogo melawan Darul Hikmah Cirebon. Duel laga puncak ini akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pukul 19.00 WIB, Ahad (29/10).

Ratusan Banser Dikerahkan Jaga Keamanan Final Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Banser Dikerahkan Jaga Keamanan Final Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Banser Dikerahkan Jaga Keamanan Final Liga Santri

Satkocab Banser kota Bandung Ahmad Sanusi menjelaskan personil Banser yang bertugas kebanyakan terdiri dari Satkorwil Jawa Barat, khususnya kota Bandung, kabupaten Bandung, Cianjur, Garut, dan kabupaten Bandung Barat.

"Yang akan disiapkan untuk penjagaan di pintu-pintu, pengawasan massa supaya rapi," jelas Sanusi kepada Haedar Nashir saat ditemui di pinggir lapangan Stadion GBLA, Ahad siang (29/10).

Sanusi berharap Liga Santri Nusantara agar terus berlanjut pada tahun-tahun selanjutnya. 

"Sukses untuk santri, dan selamat Hari Santri Nasional," pungkas Sanusi.

Haedar Nashir

Sebagaimana dalam jadwal panitia, sebelum laga final rencananya akan diadakan Shalat Maghrib berjamaah dan doa bersama yang akan dipimpin oleh Rais Am PBNU KH Maruf Amin. Adapun masyarakat dipersilakan hadir ke stadion, tanpa dipungut biaya tiket masuk. (M. Zidni Nafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Ulama, Sholawat Haedar Nashir