Jumat, 02 Februari 2018

Terbaik dari Allah adalah Terbaik untuk Kita

Pringsewu, Haedar Nashir

Wakil Ketua PCNU Pringsewu KH Hambali mengajak segenap umat Islam untuk terus memperbaiki kualitas dan kuantitas ibadah kepada Allah SWT. Hal ini dilakukan untuk menyiapkan diri dengan bekal yang cukup ketika saat nanti bertemu dengan alam keabadian yaitu alam akhirat.

Terbaik dari Allah adalah Terbaik untuk Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbaik dari Allah adalah Terbaik untuk Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbaik dari Allah adalah Terbaik untuk Kita





"Dunia itu adalah tempat menanam amal, yang nantinya akan kita panen di alam akhirat," jelasnya mengutip sebuah maqalah saat memberikan mauidzatul hasanah pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Aula Gedung NU Pringsewu (10/12).

Haedar Nashir





Haedar Nashir

Untuk sampai ke alam keabadian ini, lanjutnya, manusia harus bertemu dahulu dengan alam kematian. Sehingga sebagai umat yang beriman harus menyadari bahwa alam kematian adalah awal dari kehidupan baru.

"Kita harus bertemu kematian dulu sebelum menemui alam keabadian. Jangan dikira setelah kita meninggalkan dunia ini semua urusan selesai," jelas pria Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Pringsewu.

Dengan modal kualitas dan kuantitas ibadah yang dimiliki, kata dia, diharapkan peluang pintu surga akan terbuka lebih lebar sehingga akan dapat menjadi penduduknya, walaupun pada dasarnya semua itu adalah kehendak Allah SWT.

"Yang masuk ke surga adalah mereka yang dipilih. Salah satunya adalah mereka yang mendapat syafaat dari Nabi dan mereka yang memang dikehendaki dari Allah SWT," jelasnya.

Oleh karenanya dalam setiap hembusan nafas, ia mengajak agar senantiasa mengingat Allah SWT seraya berharap semoga Allah memberi yang terbaik kepada umat-Nya.





"Tingkatkan kualitas dan kuantitas ibadah shalat dengan berjamaah, shalat sunah, zikir dan doa. Yang terbaik menurut Allah adalah yang terbaik untuk kita. Jangan meminta yang terlalu tinggi di luar kemampuan kita. Sesuaikan dengan diri kita sendiri," pesannya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, AlaNu Haedar Nashir

Habib Syech Ajak Mahasiswa UNS Ikut Bersholawat

Solo, Haedar Nashir. Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah menggelar kegiatan UNS bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf. Kegiatan yang menjadi rangkaian Dies Natalis ke-39 Universitas Sebelas Maret (UNS) ? tersebut dihelat di Masjid Nurul Huda UNS, Selasa (10/3) lalu.

Menurut keterangan salah satu panitia, Irfan AN, acara yang dihadiri Menteri Negara Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek dan Dikti) Prof DR Mohammad Nasir dan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Dr Mohammad Mahfud MD ini juga digelar acara khataman al-Qur’an 30 juz.?

Habib Syech Ajak Mahasiswa UNS Ikut Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech Ajak Mahasiswa UNS Ikut Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech Ajak Mahasiswa UNS Ikut Bersholawat

“Ada 24 mahasiswa yang mengikuti khataman 30 juz,” terangnya.

Haedar Nashir

Sementara itu, Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi berharap, dengan kegiatan khataman al-Qur’an dan sholawat ini, ke depan kampus UNS dapat membentuk generasi mahasiswa yang cerdas dan saleh.

Haedar Nashir

“Kalau individu-individunya saleh, lingkungan kampusnya juga saleh, Insya Allah negara dan bangsa ini ke depan akan luar biasa makmur dan bahagia,” kata Ravik dalam sambutannya.

Usai sesi sambutan, ribuan jamaah yang hadir dalam kesempatan tersebut larut dalam membaca syair cinta dan pujian kepada Nabi Muahammad SAW yang dipimpin Habib Syech. Habib Syech mengajak kepada segenap mahasiswa dan jama’ah yang hadir untuk bersholawat untuk Nabi SAW agar mendapat berkah. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail Haedar Nashir

Mari Syukuri dan Jaga Berkah Kedamaian Indonesia

Cirebon, Haedar Nashir . Masyarakat Indonesia harus pandai-pandai menunjukkan rasa syukur atas berkah kedamaian yang dimiliki negara ini. Tidak banyak negara yang seperti Indonesia, yang selalu mengedepankan musyawarah, tak mudah diadu-domba, serta berperilaku santun.

Mari Syukuri dan Jaga Berkah Kedamaian Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mari Syukuri dan Jaga Berkah Kedamaian Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mari Syukuri dan Jaga Berkah Kedamaian Indonesia

Demikian disampaikan KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatu Ulama (PBNU) saat memberikan ceramah keagamaan dalam peringatan 100 hari meninggalnya Buya KH Ja’far Aqil Siroj di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Rabu (16/7).

“Contohnya, kita hari ini bisa dengan tenang berkumpul dan membacakan tahlil serta mendoakan almarhum. Sementara di Gaza,? mereka terus menderita akibat tekanan dan serangan Israel dengan korban yang kebanyakan dari kaum wanita, ibu dan anak-anak,” jelas Kang Said.

Haedar Nashir

Tidak hanya itu, lanjut Kang Said. Di daerah-daerah belahan dunia lainnya umat Islam juga tengah diuji dengan kehadiran fitnah besar. Fitnah yang dimaksud adalah gerakan kekerasan dan tidak berperikemanusiaan dengan mengatasnamakan agama Islam.

“Di Iraq, organisasi Islam ISIS (Islamic State in Iraq and al-Sham, red) memproklamirkan berdirinya negara Iraq-Syiria. Ini merupakan sebuah fitnah besar, karena mereka mendirikan negara Islam tanpa persetujuan dunia Islam sendiri,” ujarnya.

Haedar Nashir

Dalam kesempatan tersebut, Kang Said juga menyebut fenomena fitnah terhadap Islam dengan mengaitkan gerakan Boqo Haram di Nigeria. Gerakan tersebut sangat dikecam mengingat sering melakukan penyanderaan terhadap warga sipil dan anak-anak sekolah dengan tebusan uang yang besar.

“Untuk itu, kita sebagai masyarakat pesantren dan warga Nahdliyin harus benar-benar menjaga kedamaian di negeri ini. Salah satunya ialah dengan tetap tenang dan bersikap santun dalam menghadapi pengumuman presiden terpilih 22 Juli mendatang. Yang kalah harus menerimanya dengan bijak,” kata Kang Said.

Selain amanat agar tetap tenang, Kang Said juga memohon doa kepada masyarakat Nahdliyin agar komitmen menjaga kesatuan NKRI tetap diemban oleh rakyat Indonesia. Ia menambahkan, terutama bagi masyarakat pesantren agar tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang dapat memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa. (Sobih Adnan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pemurnian Aqidah Haedar Nashir

Kamis, 01 Februari 2018

Kiai Mustafa Yaqub dan Kenangannya Baca Kitab di Hadapan Gus Dur

Jakarta, Haedar Nashir. KH Ali Mustafa Ya’qub merupakan intelektual muslim di bidang hadits. Sebagai pakar hadits tidak mengherankan bila ia selalu merujukkan pendapatnya dari kisi-kisi kehidupan, perilaku dan tindakan Rasulullah Saw. Sehingga banyak pihak yang menilai jika pemikiran beliau cenderung pakem dan kaku dalam berislam.

Kiai Ali Mustafa Ya’qub adalah alumni pascasarjana King Saud Riyadh Saudi Arabia. Beliau termasuk salah seorang murid ulama terkenal yang juga pakar di bidang hadits asal Saudi, Prof Dr Syeikh MM Azami.

Meskipun keilmuannya sudah tidak diragukan, dan usianya yang relatif tidak muda namun ia tetap merasa haus untuk menambah pundi-pundi pengetahuan, khususnya dalam khazanah keislaman. 

Kiai Mustafa Yaqub dan Kenangannya Baca Kitab di Hadapan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Mustafa Yaqub dan Kenangannya Baca Kitab di Hadapan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Mustafa Yaqub dan Kenangannya Baca Kitab di Hadapan Gus Dur

Pada bulan Ramadhan tahun 2005, KH Mustafa Ya’qub ikut pengajian kitab bersama para santri Pesantren Ciganjur di Masjid Al Munawwaroh, Ciganjur Jakarta Selatan. Saat itu kitab yang dibaca di hadapan KH Abdurramah Wahid (Gus Dur) adalah Bughyah Al-Mustarsidin karya Al-Habib Abdur Rahman bin Muhammad bin Husain bin Umar al-Masyhur, ulama yang diberi julukan sebagai `Allaamah Hadhramaut, Faqih Hadhramaut, Rais Hadhramaut, Abu Tarim dan beragam gelar kemuliaan dan penghormatan.

Dalam video yang diunggah Mustiko Dwipoyono di youtube dengan judul (lihat: Ngaji Gus Dur, KH Ali Musthafa Yaqub baca Kitab) tampak Beliau duduk di samping Gus Dur. Membaca setiap kalimat dan melengkapinya dengan makna yang terkandung di dalamnya. Usai baca beliau dengan khusuk dan seksama mendengarkan setiap penjelasan dari Gus Dur. 

Haedar Nashir

"Gus Dur itu adalah guru kami. Kami menjadi murid beliau sejak tahun 1971. Kami belajar Bahasa Arab dan mengaji kitab Qatr al-Nada dari beliau," kata Kiai Mustafa Yaqub saat memberi kesan terhadap Gus Dur.

"Itulah hubungan kami dengan Gus Dur yang beliau sebut sebagai adik dalam pemikiran, yaitu pemikiran ilmu hadits, bukan pemikiran yang lain,” lanjutnya. 

Haedar Nashir

KH Ali Mustafa Yaqub, sosok ahli hadits telah kembali ke Haribaan Ilahi pada Kamis (28/4) pagi. Semoga segala amal dan sumbangsih pemikirannya untuk peradaban Islam mendapat balasan dari Allah Swt. (Zunus)     

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Olahraga, Humor Islam Haedar Nashir

Masih Semangat, PMII Cianjur Galang Dana untuk Korban Gempa Aceh

Cianjur, Haedar Nashir. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menggalang dana untuk korban bencana Aceh dengan cara turun ke jalan. Upaya tersebut merupakan solidaritas PMII Cianjur terhadap korban gempa di Aceh.

Masih Semangat, PMII Cianjur Galang Dana untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Semangat, PMII Cianjur Galang Dana untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Semangat, PMII Cianjur Galang Dana untuk Korban Gempa Aceh

Ketua Umum PC PMII Cianjur Tedi Sopian menjelaskan, aksi turun ke jalan ini merupakan aksi manifestasi dari kesolehan sosial yang wajib di lakukan oleh kader dan anggota PMII seperti yang termaktub dalam Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII.

"Selain kader PMII harus soleh secara spiritual artinya dirinya antara dengan Allah SWT , mereka pun harus soleh secara sosial artinya berbuat baik terhadap sesama manusia," ungkap Tedi, Jumat (16/12).

Dia menambahkan, pada penggalangan dana kali ini, anggota dan kader PMII disebar di tiga titik. Di antaranya di Pasar Ramayana, Bundaran Mamaos Cianjur dan di Pasar Induk Pasir Hayam Cianjur, mereka menggalang dana dari hasil uluran tangan masyarakat Cianjur yang ingin menyumbangkan sebagian hartanya untuk di berikan kepada korban bencana gempa Aceh.

Haedar Nashir

"Hasil dari itu kami akan transper atau kami langsung berikan kepada tim relawan PMII yang berada di Jawa barat, mudah – mudahan sumbangan yang di berikan masyarakat Cianjur bisa bermanfaat dan sedikit meringankan derita korban bencana Aceh," ucapnya.

PMII berkomitmen akan senantiasa membantu warga masyarakat yang membutuhkan uluran tangan dengan kemampuan yang di miliki PMII, Karena pada dasarnya PMII , bukan organisasi pencitraan ? namun organisasi advokasi.

"Selain itu, pada 22 Desember 2016, PMII akan kembali turun ke jalan memperingati Hari Ibu," tandasnya. (Sopwan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Daerah, Kyai, Aswaja Haedar Nashir

Ketua DPRD Sidoarjo Sampaikan Apresiasi untuk IPNU-IPPNU

Sidoarjo, Haedar Nashir. Acara "Pondok Aswaja" yang diadakan oleh IPNU-IPPNU Sidoarjo, Sabtu hingga Ahad (4-5/7) kemarin di Pondok Pesantren Chusnaini desa Klopo Sepoloh Sukodono Sidoarjo Jawa Timur, mendapatkan apresiasi dan respon positif dari Ketua DPRD Sidoarjo H Sulamul Hadi Nurmawan.

Gus Wawan sapaan akrabnya menyatakan bahwa acara itu sangat penting sekali buat perkembangan generasi bangsa. Karena, di dalam Pondok Aswaja para peserta diberikan wawasan atau dibekali khazanah keilmuan dan mendapatkan faham Aswaja. Dimana sekarang sedang tren dikatakan Islam Nusantara.

Ketua DPRD Sidoarjo Sampaikan Apresiasi untuk IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua DPRD Sidoarjo Sampaikan Apresiasi untuk IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua DPRD Sidoarjo Sampaikan Apresiasi untuk IPNU-IPPNU

"Jadi tema yang diangkat oleh IPNU-IPPNU Sidoarjo yakni "Pengamalan Aswaja An-Nahdliyah untuk mewujudkan kesejahteraan di masyarakat" sangat tepat. Karena tema tersebut merujuk dari tema Islam Nusantra yang digagas dalam Muktamar ke-33 NU mendatang," katanya kepada Haedar Nashir, Sabtu (4/7).

Haedar Nashir

Saat ini, banyak paham-paham yang masuk ke Indonesia. Maka generasi penerus bangsa membutuhkan keimanan, membutuhkan pemahaman agama dan membutuhkan keyakinan yang jelas. Bagaimana menyikapi hidup, bagaimana menyikapi sebagai bangsa dan negara.

Disinggung terkait kepengurusan IPNU-IPPNU Sidoarjo yang menjadi soko guru dari Jawa Timur. Pria yang pernah menjadi Ketua PW IPNU Jawa Timur masa khidmah 2005-2007 itu mengaku bahwa sejarah PW IPNU dari masa kemasa tidak pernah lepas dari peran kader Sidoarjo.

Haedar Nashir

Menurut dia, sebelum dirinya menjabat hingga sekarang, kepengurusan IPNU-IPPNU di Jatim tidak pernah lepas dari kader IPNU-IPPNU Sidoarjo. Baik Ketua, Wakil maupun Sekretaris nya berasal dari Sidoarjo.

"Menurut saya, Sidoarjo itu memang pola pendidikan dan kaderisasinya sangat bagus. Sehingga layak untuk menjadi penopang di kepengurusan PW Jatim," tegas Gus Wawan. (Moh Kholidun/Anam)

Foto: Gus Wawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Meme Islam Haedar Nashir

LAZISNU dan UNU Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak

Sidoarjo, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (PC LAZISNU) Sidoarjo, Jawa Timur bersama Universitas NU Sidoarjo untuk yang pertama kalinya menggelar kegiatan bakti sosial bersama-sama. Bertempat di Jalan Monginsidi depan kampus Universitas NU Sidoarjo, sekitar 115 paket sembako dibagikan kepada abang becak yang ada di kota Sidoarjo.

LAZISNU dan UNU Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU dan UNU Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU dan UNU Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak

Ketua PC? LAZISNU? Sidoarjo, Muhammad Ihsan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pilot project lembaganya bersama Universitas NU? Sidoarjo. Rencananya, akan ada banyak kegiatan bersama lagi.

"Ke depan akan kita bahas lagi kegiatan-kegiatan lain dengan UNU (Universitas NU Sidoarjo), karena kegiatan hari ini bisa dibilang berhasil," ungkap Muhammad Ihsan saat ditemui usai kegiatan berakhir, Jumat (9/9) sore.

Ia menambahkan, kegiatan? LAZISNU? akan fokus pada keterlibatan mahasiswa sebagai pelaksananya. Tujuannya untuk membentuk karakter mereka? agar memiliki kepekaan sosial. Selain itu, mengenalkan mereka pada program pengabdian masyarakat yang ada pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Meski paket sembako yang dibagikan tidak terlalu banyak, lanjut Muhammad Ihsan, keterlibatan mahasiswa merupakan bagian terpenting dari kegiatan tersebut, karena mereka adalah mahasiswa baru.

Haedar Nashir

Peket sembako yang dibagikan juga merupakan sumbangan mahasiswa baru yang dikumpulkan saat orientasi mahasiswa baru bulan lalu. (Moh Kholidun/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaNu, Kyai Haedar Nashir