Selasa, 26 Juni 2012

Gubernur Sulut Dukung Program Merawat Kebinekaan NU

Manado, NU Onine 

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menghargai dan mendukung peran-peran yang selama ini telah dilakukan oleh Nahdlatul Ulama dalam menjaga keharmonisan hubungan antaragama. Apa yang dilakukan oleh NU selaras dengan program pemerintah.

Olly menjelaskan, Sulawesi Utara selama ini telah menjadi miniatur kebinekaan Indonesia. Jauh sebelum ada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), di Sulut sudah memiliki Badan Kerjasama Antar Umat Beragama. 

Gubernur Sulut Dukung Program Merawat Kebinekaan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Sulut Dukung Program Merawat Kebinekaan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Sulut Dukung Program Merawat Kebinekaan NU

“Bagi kami, sangat-sangat penting agar seluruh masyarakat di Sulut mendengar peran NU seperti apa,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara pra-Munas dan Konbes NU dengan tema NU dan Kebinekaan yang diselenggarakan di Manado, Sulawesi Utara, (11/11). 

Untuk mendukung kegiatan NU ini, pemerintah Sulut akan memberikan dukungan dana melalui APBD untuk menjalankan kegiatan-kegiatan organisasi dan dakwah sehingga aktifitas NU bisa sampai ke tingkat kecamatan.

Ia mengaku prihatin dengan banyaknya informasi hoaks yang menyebar dengan cepat melalui media sosial. Karena itulah, para pemimpin harus turun ke bawah untuk menyapaikan informasi yang benar.  

Haedar Nashir

“Banyak hal yang perlu kerjasama antara pemerintah dan tokoh agama agar ketenteraman dan kedamaian terus berjalan,” tandasnya.

Manado sendiri merupakan wilayah yang diapit oleh daerah konflik. Terakhir, konflik di Marawi, Filipina yang lokasinya sangat dekat dengan Sulut. Tapi karena peran tokoh agama, aparat keamanan dan masyarakat, serta pihak lainnya, maka konflik tersebut tidak meluas ke Manado. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir AlaNu, Hadits Haedar Nashir

Selasa, 19 Juni 2012

Kriteria Pemimpin Masa Depan Menurut Gus Dur, Seperti Apa?

Bandung, Haedar Nashir. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) membincang seperti apa sosok pemimpin masa depan bangsa yang ideal. Gus Dur mengatakan, ada beberapa syarat yang harus dimiliki, yaitu pemimpin harus memiliki ketulusan pengabdian, dedikasi yang tinggi dan pengalaman yang luas.

"Hal terpenting yang harus diperhatikan dalam memilih seorang figur adalah tidak terlalu banyak kriteria, namun fokus pada figur yang tulus, berdedikasi tinggi dan punya pengalaman luas," kata Gus Dur kepada wartawan usai kunjungannya di Pesantren Al Falah II, Bandung, Selasa (5/2).

Kriteria Pemimpin Masa Depan Menurut Gus Dur, Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kriteria Pemimpin Masa Depan Menurut Gus Dur, Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kriteria Pemimpin Masa Depan Menurut Gus Dur, Seperti Apa?

Sehari sebelumnya, Ketua Umum Dewan Syura Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu sangat yakin bahwa mayoritas warga Nahdlatul Ulama (NU) tetap mendukung partainya.

Haedar Nashir

"Suara orang NU itu ke PKB," kata Gus Dur mantap usai mengukuhkan kepengurusan Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) PKB di Jakarta, Senin.

Gus Dur mengemukakan hal itu ketika diminta komentarnya tentang pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi agar partai-partai tak hanya bisa mengklaim sebagai "partai orang NU", namun benar-benar memperjuangkan aspirasi warga NU.

Haedar Nashir

Sumber Antara melaporkan, dua partai yang sama-sama merasa dilahirkan NU adalah PKB dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang saat NU memperingati hari lahirnya ke-82 berlomba-lomba meraih simpati warga NU baik melalui pemasangan spanduk, baliho, maupun iklan di media massa.

PKB merasa sebagai "anak kandung" NU karena dilahirkan oleh ormas Islam itu semasa Gus Dur menjabat ketua umum pada 1998. Sedangkan PPP lahir dari fusi empat partai Islam, di antaranya Partai NU, pada tahun 70-an.

Gus Dur sama sekali tidak gusar dengan peringatan Hasyim agar partai yang mengatasnamakan "partai NU" benar-benar menunjukkan "dharma bhaktinya" sehingga bisa memperoleh dukungan warga NU.

Sebab, Gus Dur mengaku telah berkeliling ke banyak tempat, termasuk ke daerah yang menjadi kantong NU, dan ia tahu dukungan pada PKB masih besar.

Sebelumnya, seperti diberitakan Haedar Nashir, pada puncak peringatan Hari Lahir ke-82 Nahdlatul Ulama (NU) di Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (3/2) lalu, Ketua Umum PBNU KH Hasyim mengingatkan kepada sejumlah partai politik (parpol) yang mengklaim memiliki basis massa pendukung warga NU.

"Kepada parpol-parpol yang berebut klaim, warga NU butuh amal kongkretnya, apakah amal saleh atau tidak. Jangan hanya mengklaim," ujar Hasyim. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Makam Haedar Nashir

Senin, 18 Juni 2012

Ini Ciri-ciri Travel Umrah yang Ideal

Jakarta, Haedar Nashir. Dalam banyak kesempatan, Direktur ASBIHU Tour and Travel KH Hafidz Taftazani mengungkapkan rasa prihatin dengan banyaknya masyarakat yang tergiur oleh promo biaya umrah yang murah.?

Ini Ciri-ciri Travel Umrah yang Ideal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Ciri-ciri Travel Umrah yang Ideal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Ciri-ciri Travel Umrah yang Ideal

Keprihatinan tersebut semakin bertambah tatkala ditemukan fakta biro-biro perjalanan umrah yang menawarkan biaya umrah, gagal memberangkatkan jamaahnya, padahal jamaah telah membayar biaya seperti yang disyaratkan.

Keinginan masyarakat untuk melaksanakan umrah seakan-akan dimanfaatkan oleh travel-trevel umrah yang ‘nakal’. Oleh karena itu Kiai Hafidz mengajak mengajak travel umrah menjadi travel umrah yang ideal, yaitu yang sehat jasmani dan sehat rohani.

“Sehat jasmani, artinya perusahaan itu profesional dalam menjalankan setiap amanah yang diberikan oleh jamaah. Kemudian sehat rohani, yaitu travel umrah itu harus mampu memiliki tim pembimbing yang handal atau hebat, sehingga mampu memberikan bimbingan yang maksimal kepada jemaah,” kata Kiai Hafidz kepada Haedar Nashir, Sabtu (29/4).

Haedar Nashir

Menurut Kiai Hafidz, travel umrah yang ideal mampu menyediakan satu pembimbing untuk melayani kebutuhan 15 jamaah. Selain itu, lanjut Kiai Hafidz, travel umrah yang sehat itu sanggup melakukan kegiatan manasik kepada jemaah sebanyak tiga kali sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.?

Travel umrah yang ideal juga memiliki rutinitas pengajian minimal sebulan sekali. Ia memandang penting aktivitas mengaji ini karena dapaat menjadi ajang silaturahim dengan para jamaah maupun calon jamaah. Dalam pengajian juga dapat digunakan untuk saling mengingatkan ajaran Islam, misalnya zakat, infak dan sedekah.

“Selain dapat membayar pajak kepada pemerintah, travel umrah idela juga harus dapat memberikan zakat, infak, dan sedekah kepada yang membutuhkan; memberikan pembinaan, kenyamanan bimbingan dan keamanan kepada jemaah. Itu idealnya,” ujar Kiai Hafidz.

Haedar Nashir

Terkait dengan biaya umrah murah, ia menegaskan travel umrah akan memberikan harga minimal USD 1650.

“Seperti disampaikan Kementerian Agama tahun lalu, bahwa harga minimal umrah sebesar 20 juta rupiah,” tandasnya. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir PonPes, Anti Hoax Haedar Nashir

Minggu, 17 Juni 2012

Mubes KMNU IPB Pilih Ketua Baru secara Mufakat

Bogor, Haedar Nashir. Akhir kepengurusan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Institut Pertanian Bogor masa khidmat 2015 ditandai dengan terselenggaranya Musayawarah Besar yang berlangsung 28-29 November 2015.

Mubes KMNU IPB Pilih Ketua Baru secara Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mubes KMNU IPB Pilih Ketua Baru secara Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mubes KMNU IPB Pilih Ketua Baru secara Mufakat

Bertempat di RK AGB 202 Kampus IPB Darmaga, Musyawarah Besar yang terdiri atas penyampaian Laporan Pertanggungjawaban, penetapan dan pengesahan kembali AD/ART, serta pemilihan ketua dan dewan pertimbangan ini dihadiri oleh peserta yang berstatus anggota tetap, anggota sementara, dan undangan.

Musyawarah Besar yang sedianya dilaksanakan hanya sehari pada Sabtu, terpaksa dilanjutkan pada hari Ahad (29/11) dikarenakan pembahasan AD/ART yang memakan waktu cukup lama sehingga pemilihan ketua tidak bisa dilakukan pada hari itu juga.

Haedar Nashir

Salah satu peserta Musyawarah Besar, Adhli, menyampaikan pendapatnya mengenai lamanya waktu pembahasan AD/ART KMNU IPB tahun ini. Menurutnya, pembahasan yang lama hanya merupakan dampak dari usaha segenap anggota untuk memberi sekaligus mendapat pendidikan dari adanya Musyawarah Besar.

Haedar Nashir

“Dalam Mubes, kami berharap semua anggota bisa belajar untuk menyampaikan pendapat dan menumbuhkan rasa kecintaan terhadap KMNU melalui kontribusi pemikirannya. Tidak apa kalau (berlangsung-red) sedikit lama,” ungkapnya.

Setelah pembahasan dan pengesahan kembali AD/ART, agenda Musyawarah Besar dilanjutkan dengan pemilihan ketua KMNU IPB masa khidmat 2015/2016. Dari empat calon,  terpilihlah Hamzah Alfarisi, mahasiswa Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan IPB sebagai pimpinan tertinggi organisasi mahasiswa yang berlandaskan Islam Ahlussunnah wal Jamaah ini.

Sebelumnya, empat calon ketua tersebut merupakan orang-orang yang telah disepakati oleh forum khusus melalui serangkaian pertimbangan untuk kemudian diajukan menjadi calon ketua KMNU IPB. Meski sempat berlangsung alot, pemilihan ketua KMNU IPB ini dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan keputusan melalui musyawarah dan lobi mufakat.

Ketua KMNU IPB terpilih, Hamzah, menyampaikan harapannya untuk bisa melebarkan sayap organisasi dan meningkatkan kualitas anggota KMNU IPB. “Harapannya, KMNU IPB bisa lebih berkembang khususnya di lingkungan kampus ini sendiri,” ujarnya.

Musyawarah Besar KMNU IPB ini ditutup dengan pemilihan ketua Dewan Pertimbangan yang memiliki wewenang koordinatif dengan ketua KMNU IPB. (Tashwirul Afkar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir RMI NU, Daerah, Aswaja Haedar Nashir

Jumat, 08 Juni 2012

PMII Pariaman Tingkatkan Kekuatan Islam Moderat

Pariaman, Haedar Nashir. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus didorong untuk melakukan berbagai kegiatan keagamaan yang dapat meningkatkan penguatan nilai-nilai Islam moderat yang berdasarkan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Penguatan ini semakin penting dirasakan mengingat makin kuatnya tantangan yang dihadapi kader PMII di tengah pergulatan pemikiran global.

Ketua Umum PKC PMII Sumatera Barat Afriendi mengungkapkan hal itu pada puncak Harlah PMII ke-54 di PC PMII Kota Pariaman yang berlangsung, Kamis (17/4/2014) malam di sekretariat PCNU Kota Pariaman, Desa Simpang , Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. Hadir Sekretaris Tanfizdiyah PCNU Kota Pariaman Muhammad Nur, MA, Bendahara PW GP Ansor Sumbar Armaidi Tanjung, Ketua Umum PC PMII Kota Pariaman Satria Effendi, Ketua PC PMII Kabupaten Padangpariaman Rodi, Mabincab PMII Kota Pariaman Ory Sativa Sakban, mantan Ketua Umum PMII Kota Pariaman Hendri dan Idris.

PMII Pariaman Tingkatkan Kekuatan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Pariaman Tingkatkan Kekuatan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Pariaman Tingkatkan Kekuatan Islam Moderat

Menurut Afriendi, upaya yang harus dilakukan kader PMII dalam meningkatkan penguatan nilai-nilai Aswaja adalah melakukan kegiatan lebih banyak di pondok pesantren. Artinya, kader PMII harus lebih dekat dengan para ulama yang menjadi panutan di tengah masyarakat.

Haedar Nashir

“Kader PMII ke depan yang diharapkan adalah yang memiliki kekuatan Aswaja dan kepemimpinan. Kekuatan Aswaja ditumbuhkan dengan melakukan kegiatan di pondok pesantren, selain melalui pengkajian, diskusi dan pendalaman nilai dasar perjuangan (NDP). Sedangkan kekuatan kepemimpinan dibentuk melalui kekuatan organisasi. Dimana kader berproses di PMII ini,” kata Afriendi yang juga anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat ini.

Haedar Nashir

Afriendi juga menambahkan, sudah saatnya kader PMII memperbanyak zikir. Jangan hanya aksi di lapangan seperti demo, bakti sosial dan sebagainya. “PMII harus memiliki karakter tersendiri. Kehadiran PMII hendaknya sesuai dengan misi kelahiran PMII 54 tahun lalu,” kata Afriendi.

Terkait dengan pelaksanaan Pemilu 9 April lalu, Afriendi menilai masih jauh dari harapan. Hal ini disebabkan masih banyaknya masalah yang ditemui saat pelaksanaan pemunggutan suara. Diantara masalah yang ditemui, adanya kertas suara yang tertukar satu daerah pemilihan dengan daerah pemilihan lain, pencoblosan ramai-ramai oleh pihak tertentu, dan banyaknya indikasi money politik (politik uang) yang dilakukan caleg.  

PMII yang tergabung dalam Kelompok Cipayung, turut mendukung pelaksanaan Pemilu 9 April yang bersih, jujur, aman dan mendorong tingkat partisipasi pemilik. Namun upaya yang dilakukan baru sebatas himbauan dan ajakan di media massa agar semua pihak dapat menjalankan peran masing-masing sehingga pelaksanaan Pemilu 9 April berjalan lancar, aman, tertib dan sesuai dengan undang-undang.

PMII sangat prihatin adanya gejolak pasca Pemilu 9 April. Baik protes tim sukses caleg yang berujung dengan tindakan kekerasan, pembakaran kantor penyelenggara Pemilu karena tidak menerima kekalahan sebagai caleg,  sampai adanya caleg yang mengalami gangguan jiwa hingga masuk rumah sakit jiwa, kata Afriendi.

Dikatakan Afriendi, agenda Pemilu 2014 yang di depan mata adalah pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres). Pada Mei 2014 sudah mulai pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden. “Kader PMII di semua tingkatan diminta untuk turut mengawal pelaksanaan pilpres sehingga dapat berjalan lancer. Kader PMII harus berperan aktif menyukseskan Pilpres tersebut,” kata Afriendi. (Armaidi Tanjung/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Amalan Haedar Nashir

Minggu, 03 Juni 2012

Edisi Kedua Majalah Nahdoh PCNU Kota Tasik Diluncurkan

Tasikmalaya, Haedar Nashir?

Bertepatan dengan Hari Buku Dunia setiap 23 April, PCNU Kota Tasikmalaya kembali meluncurkan Majalah edisi keduanya. Dengan nama "Nahdoh", majalah yang diresmikan pada Harlah NU ke-91 Januari 2017 itu kembali menyapa Nahdliyin kota itu.

Pemimpin Redaksi Majalah Nahdoh Aos Mahrus mengatakan, untuk edisi April-Juni 2017, redaksi mengambil Laporan Utama tentang NU dan pesantren di Tasikmalaya. Dari laporan tersebut diperoleh informasi baru bahwa pesantren sebagai cikal-bakal pendidikan formal di Tasikmalaya bahkan Indonesia sudah begitu maju di Tasikmalaya.

Edisi Kedua Majalah Nahdoh PCNU Kota Tasik Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Edisi Kedua Majalah Nahdoh PCNU Kota Tasik Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Edisi Kedua Majalah Nahdoh PCNU Kota Tasik Diluncurkan

Terbukti, kata Aos, di era Ketua Tanfidziyah NU Tasikmalaya KH Otong Hulaemi dengan Rais Syuriah KH Ruhiyat (ayah dari KH Ilyas Ruhiyat) tahun 1935 sudah memiliki tanah luas pusat kota untuk kompleks pendidikan modern NU.

Cita-cita memiliki kompleks pendidikan modern pun terwujud di tahun 1953 dengan didirikannya Pendidikan Guru Agama (PGA) NU pertama di Tasikmalaya dan Jawa Barat. Termasuk dengan lahirnya dua buah MI dan MTs NU tahun 1965, MA NU tahun 1981, SMK NU tahun 2016 dan STAINU tahun 2006 yabg telah meluluskan puluhan ribu anak didik.

Dan ketika masih berbentuk partai, pada 1971, NU memiliki sekolah umum formal yakni SMP, SMA, SMK dan STH Galunggung di bawah Yayasan Galunggung yang kala itu NU Tasikmalaya dipimpin KH Lukmanul Hakim.?

Haedar Nashir

Atas jasa KH Lukmanul Hakim dalam pendidikan tersebut karena STH Galunggung sebagai Perguruan Tinggi pertama di Tasikmalaya, nama KH Lukmanul Hakim diabadikan menjadi nama jalan perkotaan Kota Tasikmalaya.

Nahdoh pun, ujar Aos, tetap menyajikan liputan sejarah para pendahulu NU di Tasikmalaya yang salah satunya perjalanan Pengusaha Batik Tasikmalaya, H. Azhari yang mewakafkan tanah dan gedung untuk Kantor NU yang sekarang berdiri megah di Jalan dr. Soekardjo No 47 Kota Tasikmalaya.

Haedar Nashir

Hibah tersebut karena kepedulian H. Azhari pada NU meski kalau ditaksir dengan harga sekarang mencapai puluhan miliar rupiah. H. Azhari menghibahkan tanah dan gedung untuk menjadi Kantor PCNU Tasikmalaya sekira tahun 1935. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Berita Haedar Nashir

LBM-PBNU Budayakan Tahqiqul Manath dalam Pengambilan Putusan

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Bahtsul Masail (LBM) membiasakan kegiatan bahstul masail dengan metode tahqiqul manath. Metode ini merupakan bentuk praktik pengambilan putusan hukum yang didasarkan pada dalil syar‘i dan kenyataan faktual.

“Hal ini perlu ditradisikan dalam Bahtsul Masail NU karena tahqiqul manath dapat menjembatani antara nash sebagai dasar hukum dan realita di lapangan,” kata Ketua LBM NU Kiai Zulfa Musthafa.

LBM-PBNU Budayakan Tahqiqul Manath dalam Pengambilan Putusan (Sumber Gambar : Nu Online)
LBM-PBNU Budayakan Tahqiqul Manath dalam Pengambilan Putusan (Sumber Gambar : Nu Online)

LBM-PBNU Budayakan Tahqiqul Manath dalam Pengambilan Putusan

Dengan demikian, lanjut Kiai Zulfa, hasil dari keputusan akan benar-benar berpijak pada nash dan membumi di tengah masyarakat.

Haedar Nashir

Penerapan metode ini dilakukan dalam bahtsul masail di Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta, Selasa-Rabu (2-3/7). Peserta bahtsul masail dalam kesempatan ini ialah para kiai pesantren dan jajaran Syuriah PWNU se-Indonesia.

Mereka hadir secara khusus untuk membahas sejumlah masalah kemasyarakatan yang selama ini dianggap belum tuntas secara konseptual maupun masih mengganjal secara hukum.?

Haedar Nashir

Di antara masalah yang akan dibahas besok adalah tindak pencucian uang, dana optimalisasi haji, badal thawaf ifadahah, dan tenaga alih daya (outsourcing). Empat hal ini merupakan masalah yang secara fiqih belum jelas konsep serta hukumnya. Karennya, guna menghindari kesalahpahaman serta memperdalam empat masalah itu, LBM-PBNU terlebih dahulu akan mempelajari masalah secara faktual.

Bahtsul masail kali ini agak lain. Para musyawirin akan diberi kesempatan sepuasnya untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya kepada pelaku dan para ahli yang sengaja diundang. Setelah itu, mereka pada kesempatan khusus membahas empat masalah itu dengan metode tahqiqul manath.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh, Hadits, Fragmen Haedar Nashir