Selasa, 28 April 2009

NU ke Depan Harus Ditopang Empat Kekuatan

Jepara, Haedar Nashir. Ketua PWNU Jawa Tengah, H Abu Hafsin mengatakan, di Thailand pernah mendiskusikan kepemimpinan di Asia. Salah satu bahasan diskusi itu, kepemimpinan di Indonesia era presiden KH Abdurrahman Wahid.

NU ke Depan Harus Ditopang Empat Kekuatan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU ke Depan Harus Ditopang Empat Kekuatan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU ke Depan Harus Ditopang Empat Kekuatan

Dari hasil diskusi yang diselenggarakan Bangkok Post tersebut menghasilkan empat hal negatif bahwasanya era Gus Dur sangat rentan digulingkan.

Hal itu dikemukakan Abu Hafsin saat memberikan pengarahan dalam Bahtsul Masail PWNU Jawa Tengah pada komisi organisasi bertempat di pesantren Al-Falah desa Bakalan kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara, Senin (6/1).

Haedar Nashir

Keempat hal tersebut dikatakan Abu, pada era Gus Dur tidak didukung oleh kekuatan ekonomi, birokrat, media dan konstituen. Padahal sebelum pendirian NU 1916, 2 tahun sebelumnya sudah ada Nahdlatut Tujar dan Tasywirul Afkar.

“Sebelum NU didirikan kekuatan ekonomi dan pemikiran diperkuat agar NU tetap bertahan,” sebutnya kepada pengurus PCNU, Banom, Lajnah dan MWCNU se-Jepara yang hadir.  

Haedar Nashir

Ke depan, berpijak dari hal itu NU harus memperkuat keempat komponen tersebut. “NU ke depan harus memperkuat lembaga perekonomian. Meskipun kita punya hak di pemerintahan tetapi tidak lantas manja dengan bantuan-bantuan tersebut. NU harus mandiri dalam bidang perekonomian,” paparnya.

Selanjutnya, ormas yang didirikan KH Hasyim Asyari lanjutnya harus memiliki kader politisi sebanyak-banyaknya yang punya komitmen terhadap NU dan Aswaja. Muaranya kader-kader NU yang bertebaran diharapkan menjadi tangan panjang kebijakan NU agar tetap eksis. Sedangkan di bidang media para warga NU khususnya santri harus melek media dan bisa menulis.

Selain memperkuat keempat kekuatan tersebut, Abu Hafsin juga mengetengahkan ancaman ideologi NU. Aliran-aliran yang hendak membumi hanguskan NU bebernya sudah door to door, dari rumah ke rumah.

“Semisal tradisi tahlilan oleh mereka disebutkan memang ada dalam kitab kuning (salaf, red) namun bagi mereka tidak termaktub dalam Al-Qur’an. Itu yang menjadi target “dakwah” mereka. Itu salah satu ancaman yang mesti kita waspadai,” himbaunya.

Dirinya yakin kekuatan NU kultural di desa-desa dan kampung-kampung masih eksis. Jamaah Habib Syekh dan Jamuro ditegaskannya juga menjadi salah satu penjaga Aswaja. Namun sekolah-sekolah umum yang belum terjamah NU telah dirasuki aliran-aliran tersebut.

Karenanya, siswa di sekolah imbuhnya yang merupakan kader potensial utamanya sekolah-sekolah NU perlu diselamatkan ideologinya agar tidak terjangkiti aliran-aliran salafi tersebut. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Santri Haedar Nashir

Rabu, 08 April 2009

Layanan Kesehatan Gratis bagi Pemudik dari Komunitas Santri

Surabaya, Haedar Nashir. Seperti tahun-tahun sebelumnya, santri-santri yang tergabung dalam Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMORA) menggelar kembali posko mudik. Organisasi mahasiswa penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dari Kementerian Agama ini membuka Posko Mudik 2015 pada 11-15 Juli 2015.

Layanan Kesehatan Gratis bagi Pemudik dari Komunitas Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Layanan Kesehatan Gratis bagi Pemudik dari Komunitas Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Layanan Kesehatan Gratis bagi Pemudik dari Komunitas Santri

Kali ini pos pelayanan tersebut didirikan di tiga lokasi, yakni di samping Masjid Roudlatus Shalihin Kragan, Rembang, Jawa Tengah; di depan Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur; dan sebelum pintu masuk Jembatan Suramadu, Surabaya.

Dalam posko itu, para perantau yang sedang dalam perjalanan pulang kampung akan mendapatkan sejumlah fasilitas gratis, antara lain pemeriksaan medis, konsultasi kesehatan, takjil, tempat istirahat, informasi seputar mudik, dan lain-lain. Panitia juga bekerja sama dengan pengurus masjid, dinas kesehatan daerah dan Polres sekitar lokasi posko.

Haedar Nashir

Sebelumnya posko dibuka dengan khataman al-Qur’an di tiga lokasi tersebut. Menurut Misbahul Huda, ketua panitia, dengan khataman, pihaknya berharap posko mudik yang dilaksanakan dapat berjalan lancar dan bermanfaat.

Haedar Nashir

Ia mengatakan, tujuan CSSMORA mengadakan posko mudik adalah untuk mengembangkan keilmuan santri yang didapat di bangku kuliah, melatih diri lebih aktif, kreatif, dan tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi saat praktik di lapangan atau masyarakat.

"Ilmu tanpa amal ibarat pohon tak berbunga. Lewat posko mudik ini, diri kita dilatih bagaimana mengahadapi masyarakat, meningkatkan kepedulian, dan membangun karakter saling berbagi,” ungkap Misbah yang menjaga lokasi posko di Surabaya saat diminta konfirmasi Haedar Nashir, Ahad (12/07). (M. Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax Haedar Nashir

Sabtu, 07 Maret 2009

Pergunu Jakarta Barat Dilantik

Jakarta, Haedar Nashir?

Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta melantik Pimpinan Cabang Pergunu Jakarta Barat di aula Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Barat bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional akhir pekan lalu.?

Pergunu Jakarta Barat Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jakarta Barat Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jakarta Barat Dilantik

Kegiatan tersebut dirangkai dengan sarasehan bertema "Membendung Radikalisme dengan Pengutan Pemahaman Ahlussunah Wal Jamaah An-Nahdliyah".

Ketua PC Pergunu Jakarta Barat H. Nur Sehat mengungkapkan, Pergunu merupakan pilihan yang tepat bagi guru untuk memperjuangkan nilai-nilai Aswaja dan nilai kebangsaan melalui jalur pendidikan.?

Haedar Nashir

“Kerana melalui guru, nilai kebangsaan ala NU akan ditanamkan menjadi karakter peserta didik,” katanya melalui siaran pers Selasa (25/10).?

Lebih lanjut, Nur Sehat yang kepala SMPN 207 menjelaskan keberadaan Pergunu juga diharapkan mampu membendung berkembangnya paham radikalisme di lingkungan sekolah. Karena paham tersebut kalau dibiarkan berkembang akan menjadi bom waktu bagi NKRI.

Haedar Nashir

Sementara itu, Ketua PW Pergunu DKI Jakarta Aris Adi Leksono dalam sambutannya menekankan bahwa nilai dan prinsip perjuangan Pergunu selaras dengan NU.?

Maka, menurutnya Pergunu wajib memperjuangkan paham Aswaja An-Nahdliyah melalui jalur pendidikan. Maka dari itu, anggota Pergunu harus memiliki empat kompetensi yang menjadi amanat undang-undang, juga harus memiliki kompetensi ideologis berbasis Aswaja Annahdliyah.

Lebih lanjut, Aris menekankan pentingnya guru dalam naungan Pergunu dalam praktek pembelajaran mengambil referensi dari ulama salafunassolikh. Pandahulu NU, dalam mendidik selalu memegang teguh keikhlasan dan ruh jihad sebagai seorang guru yang peka dan peduli pada peserta didiknya. "athoriqotu ahammu minal maadah, wal mudarrisu ahammu minat thoriqoh, wa ruuhul mudarrisu ahammu minal mudarrisi binafsihi".

Sebagai narasumber sarasehan Aswaja, KH Mujib Qulyubi, Katib Syuriyah PBNU, dan Jakfar Amirudin, Ketua LP Maarif DKI Jakarta yang juga Anggota Komisi Pusat Badan Akreditasi Sekolah dan Madrasah.?

Menurut Kiai Mujib, paham Aswaja sudah teruji dalam lintasan sejarah mampu menghadirkan wajah Islam yang sejuk dan kedamaian.?

“Kiprah NU sebagai organisasi kemasyarakatan juga sudah mendapatkan pengakuan, baik secara nasional maupun internasional. Salah satu buktinya adalah hari ini kita peringati hari Santri.”

Sementara itu, Jakfar Amirudin mengungkapkan perlu mengemas paham Aswaja An-Nahdliyah dengan medotologi yang modern. Bagaimana kemudian dakwah Aswaja ini memanfaatkan media IT yang sekarang cepat. Dengan kemasan jenaka dan kata-kata atau kalimat yang familier di semua kalangan, khususnya kalangan remaja, pemuda, dan belajar. Untuk itu, LP Maarif DKI Jakarta mengajak bersinergi dengan Pergunu dalam merumuskan konsep dan gerakan Aswaja dengan sajian yang kompatibel dengan perkembangan zaman.?

Hadir dalam pelantikan dan sarasehan Aswaja tersebut H. Solahi, Kepala Kantor Kemenag Kota Jakarta Timur, AKBP Fauzan, Waka Polres Jakarta Barat, KH Fahrurrozi, Ketua PCNU Jakarta Barat, Kepala Badan Kesmas Wali Kota Jakarta Barat, segenap banom dan lembaga NU se-Jakarta Barat, Pengurus MWCNU, serta organisasi profesi guru lainnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Khutbah Haedar Nashir

Senin, 02 Maret 2009

Jelang Kongres Ke-18, Ini Harapan Kader IPNU Soloraya

Solo, Haedar Nashir. Menjelang pelaksanaan Kongres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama XVIII di Boyolali, Jawa Tengah, pada Desember mendatang, sejumlah kader IPNU di wilayah Soloraya menitipkan harapan pada acara tertinggi di ranah pelajar NU tersebut.

Jelang Kongres Ke-18, Ini Harapan Kader IPNU Soloraya (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Kongres Ke-18, Ini Harapan Kader IPNU Soloraya (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Kongres Ke-18, Ini Harapan Kader IPNU Soloraya

Harapan pertama datang dari salah satu pengurus PW IPNU Jawa Tengah, Ahmad Saefuddin. Mantan Ketua PC IPNU Klaten tersebut berharap, Kongres mampu menelurkan program-program yang berdampak langsung kepada wilayah, cabang dan seterusnya.

“Selain itu, PP IPNU juga mampu merapikan struktur IPNU di setiap tingkatan terkait peraturan baru yang dikeluarkan oleh PBNU bahwa maksimal pengurus IPNU sampai 26 tahun,” kata Saefuddin, saat dihubungi Haedar Nashir, Jumat (12/11).

Haedar Nashir

Ia juga berharap, agar Kongres tidak dijadikan hanya sebagai ajang pemilihan pimpinan, tetapi pemilihan pemimpin. “Optimalisasi sinergi PP IPNU dengan LP Maarif dan RMI juga masih belum maksimal, sehingga ini masih menjadi tugas besar bagi IPNU ke depannya,” ujar dia.

Senada dengan Saefuddin, alumni kader IPNU asal Boyolali, Agus Luqman, juga menantikan sebuah asa untuk Kongres mendatang.

Haedar Nashir

“Masih banyak agenda besar yang harus dikawal dan dilaksanakn oleh IPNU ke depannya. Tentunya terkait dengan kaderisasi di segmen pelajar dan santri. Pengalaman saya dari kongres ke kongres, peserta tidak fokus membahas materi, yang itu tentunya sangat penting untuk masa depan IPNU, tetapi peserta disibukkan dan terfokus masalah suksesi calon ketum. Seharusnya paradigma itu harus dirubah,” paparnya.

Sementara itu, dua Ketua PC IPNU Sukoharjo dan Klaten, Atsani Imam Ghozali dan Lystyanto Achmad berharap, Kongres IPNU kali ini dapat menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang ada di IPNU. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, Pendidikan, Pahlawan Haedar Nashir

Sabtu, 21 Februari 2009

Bangun Kemandirian, Pelajar NU Banjarsari Gelar Workshop Kewirausahaan

Banyumas, Haedar Nashir - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Banjarsari Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas menggelar workshop kewirausahaan, Selasa (3/10). Pendidikan ini diikuti oleh lima puluh pelajar NU se-Banjarsari di rumah makan Dcost Ajibarang.

Pembina IPNU Banjarsari, Wawan, mengatakan, kegiatan ini digelar untuk memberi pengetahuan seputaran dunia usaha kepada kader-kader IPNU dan IPPNU Banjarsari. Acara ini bertujuan untuk memberikan memotivasi kepada mereka yang nanti akan menapaki dunia usaha.

Bangun Kemandirian, Pelajar NU Banjarsari Gelar Workshop Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Kemandirian, Pelajar NU Banjarsari Gelar Workshop Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Kemandirian, Pelajar NU Banjarsari Gelar Workshop Kewirausahaan

"Kita jelaskan kepada mereka tentang peluang-peluang usaha yang kira-kira bisa dikembangkan, kita motivasi mereka agar selepas sekolah atau kuliah nanti terdorong untuk berwirausaha," katanya.

Aktivitas berwiraswasta tidak melulu harus dengan modal besar. Selama ini orang banyak takut menjadi pebisnis karena terbayang-bayang modal yang besar, harus ini itu dan sebagainya. "Mulailah dengan usaha yang kecil-kecilan dulu, asalkan lancar," jelasnya.

Haedar Nashir

Ketua IPNU Banjarsari Farkhan berharap pendidikan kewiraswastaan ini bisa menjadi penyemangat untuk mereka memulai usaha. "Walau masih muda, masih punya kewajiban belajar, tapi tidak apa-apa, kan bisa menambah uang jajan mereka sendiri," ucapnya. (Kifayatul Akhyar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Santri, Amalan Haedar Nashir

Senin, 02 Februari 2009

GP Ansor Pringsewu Santuni Yatim di Pesantren Madarijul Ulum

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus harian GP Ansor Pringsewu sukses menggelar roadshow Hari Santri di pesantren Al-Hidayah Keputran kecamatan Sukoharjo. Kini mereka kembali menggelar roadshow ke-2 di pesantren Madarijul Ulum, Pujodadi kecamatan Pardasuka, Jumat (23/10) sore. Di putaran kedua ini, mereka fokus pada program santunan.

"Masih dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Santri, sesuai agenda kami, sore ini giliran kecamatan Pardasuka. Jika kemarin ada Donor Darah Santri, pada roadshow ke-2 ini kami fokuskan pada santunan anak yatim dan pemberian bingkisan untuk santri," kata Wakil Ketua GP Ansor Pringsewu M Fathul Arifin.

GP Ansor Pringsewu Santuni Yatim di Pesantren Madarijul Ulum (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pringsewu Santuni Yatim di Pesantren Madarijul Ulum (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pringsewu Santuni Yatim di Pesantren Madarijul Ulum

Sementara untuk kegiatan Donor Darah Santri tidak dapat dilakukan di pesantren Madarijul Ulum ini, karena dari tim Dinas Kesehatan Pringsewu berhalangan hadir. Untuk itu mereka juga mohon maaf kepada seluruh santri di sini.

Haedar Nashir

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Sekretaris GP Ansor Pringsewu Henudin yang ikut mendampingi dalam kegiatan tersebut.

"Memang seharusnya ada Donor Darah, tetapi kami menggantinya dengan pemberian bingkisan untuk santri, dan mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi mereka," jelas Henudin.

Haedar Nashir

Pada perjalanan berikutnya kami akan mengadakan kegiatan serupa di Ambarawa pada Sabtu (24/10). “Kami sedang mengupayakan agar tim Dinkes besok bisa hadir sehingga kegiatan Donor Darah Santri dapat dilakukan," imbuhnya.

Pengasuh pesantren Madarijul Ulum KH Santibi mengungkapkan terima kasih dan mendukung penuh kegiatan seperti ini kendati kegiatan donor darah tidak jadi digelar di pesantrennya ini.

"Saya sangat berterima kasih kepada GP Ansor Pringsewu yang telah menyelenggarakan kegiatan ini di pesantren Madarijul Ulum, mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan bisa bermanfaat bagi umat," tambahnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah, RMI NU Haedar Nashir

Senin, 08 Desember 2008

UPZIS Wiradesa Salurkan Beasiswa Santri di Peringatan Isra Miraj

Pekalongan, Haedar Nashir. Unit Pengumpul Zakat Infak Sedekah (UPZIS) LAZISNU Wiradesa Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah memberikan beasiswa kepada santri pondok pesantren. Penyerahan beasiswa dilakukan bersamaan dengan acara peringatan Isra Miraj di Ranting NU Kemplong, Kecamatan Wiradesa, Selasa (25/4).

Ketua Tanfidziyah MWCNU Wiradesa sekaligus Penanggungjawab UPZIS LAZISNU Wiradesa, Machrus mengungkapkan penyerahan beasiswa dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada para santri yang bersemangat menuntut ilmu di pondok pesantren.

UPZIS Wiradesa Salurkan Beasiswa Santri di Peringatan Isra Miraj (Sumber Gambar : Nu Online)
UPZIS Wiradesa Salurkan Beasiswa Santri di Peringatan Isra Miraj (Sumber Gambar : Nu Online)

UPZIS Wiradesa Salurkan Beasiswa Santri di Peringatan Isra Miraj

“Hal itu sekaligus sebagai sikap meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW yang selalu peduli kepada orang-orang di sekitarnya,” ujar Machrus, Rabu (26/4).

Machrus menambahkan di Kecamatan Wiradesa sudah ada embrio LAZIS dengan aktifnya warga dan pengurus NU mengisi kotak infak. Keaktifan seluruh warga dan pengurus NU juga ditandai dengan peran serta anggota Muslimat dan Fatayat NU Wiradesa yang gencar membantu sosialisasi program-program UPZIS LAZISNU Wiradesa.

Haedar Nashir

Sosialisasi program LAZISNU Wiradesa juga dilakukan kepada anggota Ikatan Haji Muslimat (IHM) Kecamatan Wiradesa dan Wonokerto. Kegiatan tersebut disambut respons positif dengan dibawanya koin infak setiap diadakan pertemuan IHM.

“Jumlah anggota IHM kedua kecamatan kurang lebih 200 orang. Alhamdulillah mereka menyambut positif program kami,” ujar Machrus. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, Tegal Haedar Nashir