Jumat, 08 Juni 2012

PMII Pariaman Tingkatkan Kekuatan Islam Moderat

Pariaman, Haedar Nashir. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus didorong untuk melakukan berbagai kegiatan keagamaan yang dapat meningkatkan penguatan nilai-nilai Islam moderat yang berdasarkan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Penguatan ini semakin penting dirasakan mengingat makin kuatnya tantangan yang dihadapi kader PMII di tengah pergulatan pemikiran global.

Ketua Umum PKC PMII Sumatera Barat Afriendi mengungkapkan hal itu pada puncak Harlah PMII ke-54 di PC PMII Kota Pariaman yang berlangsung, Kamis (17/4/2014) malam di sekretariat PCNU Kota Pariaman, Desa Simpang , Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. Hadir Sekretaris Tanfizdiyah PCNU Kota Pariaman Muhammad Nur, MA, Bendahara PW GP Ansor Sumbar Armaidi Tanjung, Ketua Umum PC PMII Kota Pariaman Satria Effendi, Ketua PC PMII Kabupaten Padangpariaman Rodi, Mabincab PMII Kota Pariaman Ory Sativa Sakban, mantan Ketua Umum PMII Kota Pariaman Hendri dan Idris.

PMII Pariaman Tingkatkan Kekuatan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Pariaman Tingkatkan Kekuatan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Pariaman Tingkatkan Kekuatan Islam Moderat

Menurut Afriendi, upaya yang harus dilakukan kader PMII dalam meningkatkan penguatan nilai-nilai Aswaja adalah melakukan kegiatan lebih banyak di pondok pesantren. Artinya, kader PMII harus lebih dekat dengan para ulama yang menjadi panutan di tengah masyarakat.

Haedar Nashir

“Kader PMII ke depan yang diharapkan adalah yang memiliki kekuatan Aswaja dan kepemimpinan. Kekuatan Aswaja ditumbuhkan dengan melakukan kegiatan di pondok pesantren, selain melalui pengkajian, diskusi dan pendalaman nilai dasar perjuangan (NDP). Sedangkan kekuatan kepemimpinan dibentuk melalui kekuatan organisasi. Dimana kader berproses di PMII ini,” kata Afriendi yang juga anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat ini.

Haedar Nashir

Afriendi juga menambahkan, sudah saatnya kader PMII memperbanyak zikir. Jangan hanya aksi di lapangan seperti demo, bakti sosial dan sebagainya. “PMII harus memiliki karakter tersendiri. Kehadiran PMII hendaknya sesuai dengan misi kelahiran PMII 54 tahun lalu,” kata Afriendi.

Terkait dengan pelaksanaan Pemilu 9 April lalu, Afriendi menilai masih jauh dari harapan. Hal ini disebabkan masih banyaknya masalah yang ditemui saat pelaksanaan pemunggutan suara. Diantara masalah yang ditemui, adanya kertas suara yang tertukar satu daerah pemilihan dengan daerah pemilihan lain, pencoblosan ramai-ramai oleh pihak tertentu, dan banyaknya indikasi money politik (politik uang) yang dilakukan caleg.  

PMII yang tergabung dalam Kelompok Cipayung, turut mendukung pelaksanaan Pemilu 9 April yang bersih, jujur, aman dan mendorong tingkat partisipasi pemilik. Namun upaya yang dilakukan baru sebatas himbauan dan ajakan di media massa agar semua pihak dapat menjalankan peran masing-masing sehingga pelaksanaan Pemilu 9 April berjalan lancar, aman, tertib dan sesuai dengan undang-undang.

PMII sangat prihatin adanya gejolak pasca Pemilu 9 April. Baik protes tim sukses caleg yang berujung dengan tindakan kekerasan, pembakaran kantor penyelenggara Pemilu karena tidak menerima kekalahan sebagai caleg,  sampai adanya caleg yang mengalami gangguan jiwa hingga masuk rumah sakit jiwa, kata Afriendi.

Dikatakan Afriendi, agenda Pemilu 2014 yang di depan mata adalah pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres). Pada Mei 2014 sudah mulai pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden. “Kader PMII di semua tingkatan diminta untuk turut mengawal pelaksanaan pilpres sehingga dapat berjalan lancer. Kader PMII harus berperan aktif menyukseskan Pilpres tersebut,” kata Afriendi. (Armaidi Tanjung/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Amalan Haedar Nashir

Minggu, 03 Juni 2012

Edisi Kedua Majalah Nahdoh PCNU Kota Tasik Diluncurkan

Tasikmalaya, Haedar Nashir?

Bertepatan dengan Hari Buku Dunia setiap 23 April, PCNU Kota Tasikmalaya kembali meluncurkan Majalah edisi keduanya. Dengan nama "Nahdoh", majalah yang diresmikan pada Harlah NU ke-91 Januari 2017 itu kembali menyapa Nahdliyin kota itu.

Pemimpin Redaksi Majalah Nahdoh Aos Mahrus mengatakan, untuk edisi April-Juni 2017, redaksi mengambil Laporan Utama tentang NU dan pesantren di Tasikmalaya. Dari laporan tersebut diperoleh informasi baru bahwa pesantren sebagai cikal-bakal pendidikan formal di Tasikmalaya bahkan Indonesia sudah begitu maju di Tasikmalaya.

Edisi Kedua Majalah Nahdoh PCNU Kota Tasik Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Edisi Kedua Majalah Nahdoh PCNU Kota Tasik Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Edisi Kedua Majalah Nahdoh PCNU Kota Tasik Diluncurkan

Terbukti, kata Aos, di era Ketua Tanfidziyah NU Tasikmalaya KH Otong Hulaemi dengan Rais Syuriah KH Ruhiyat (ayah dari KH Ilyas Ruhiyat) tahun 1935 sudah memiliki tanah luas pusat kota untuk kompleks pendidikan modern NU.

Cita-cita memiliki kompleks pendidikan modern pun terwujud di tahun 1953 dengan didirikannya Pendidikan Guru Agama (PGA) NU pertama di Tasikmalaya dan Jawa Barat. Termasuk dengan lahirnya dua buah MI dan MTs NU tahun 1965, MA NU tahun 1981, SMK NU tahun 2016 dan STAINU tahun 2006 yabg telah meluluskan puluhan ribu anak didik.

Dan ketika masih berbentuk partai, pada 1971, NU memiliki sekolah umum formal yakni SMP, SMA, SMK dan STH Galunggung di bawah Yayasan Galunggung yang kala itu NU Tasikmalaya dipimpin KH Lukmanul Hakim.?

Haedar Nashir

Atas jasa KH Lukmanul Hakim dalam pendidikan tersebut karena STH Galunggung sebagai Perguruan Tinggi pertama di Tasikmalaya, nama KH Lukmanul Hakim diabadikan menjadi nama jalan perkotaan Kota Tasikmalaya.

Nahdoh pun, ujar Aos, tetap menyajikan liputan sejarah para pendahulu NU di Tasikmalaya yang salah satunya perjalanan Pengusaha Batik Tasikmalaya, H. Azhari yang mewakafkan tanah dan gedung untuk Kantor NU yang sekarang berdiri megah di Jalan dr. Soekardjo No 47 Kota Tasikmalaya.

Haedar Nashir

Hibah tersebut karena kepedulian H. Azhari pada NU meski kalau ditaksir dengan harga sekarang mencapai puluhan miliar rupiah. H. Azhari menghibahkan tanah dan gedung untuk menjadi Kantor PCNU Tasikmalaya sekira tahun 1935. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Berita Haedar Nashir

LBM-PBNU Budayakan Tahqiqul Manath dalam Pengambilan Putusan

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Bahtsul Masail (LBM) membiasakan kegiatan bahstul masail dengan metode tahqiqul manath. Metode ini merupakan bentuk praktik pengambilan putusan hukum yang didasarkan pada dalil syar‘i dan kenyataan faktual.

“Hal ini perlu ditradisikan dalam Bahtsul Masail NU karena tahqiqul manath dapat menjembatani antara nash sebagai dasar hukum dan realita di lapangan,” kata Ketua LBM NU Kiai Zulfa Musthafa.

LBM-PBNU Budayakan Tahqiqul Manath dalam Pengambilan Putusan (Sumber Gambar : Nu Online)
LBM-PBNU Budayakan Tahqiqul Manath dalam Pengambilan Putusan (Sumber Gambar : Nu Online)

LBM-PBNU Budayakan Tahqiqul Manath dalam Pengambilan Putusan

Dengan demikian, lanjut Kiai Zulfa, hasil dari keputusan akan benar-benar berpijak pada nash dan membumi di tengah masyarakat.

Haedar Nashir

Penerapan metode ini dilakukan dalam bahtsul masail di Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta, Selasa-Rabu (2-3/7). Peserta bahtsul masail dalam kesempatan ini ialah para kiai pesantren dan jajaran Syuriah PWNU se-Indonesia.

Mereka hadir secara khusus untuk membahas sejumlah masalah kemasyarakatan yang selama ini dianggap belum tuntas secara konseptual maupun masih mengganjal secara hukum.?

Haedar Nashir

Di antara masalah yang akan dibahas besok adalah tindak pencucian uang, dana optimalisasi haji, badal thawaf ifadahah, dan tenaga alih daya (outsourcing). Empat hal ini merupakan masalah yang secara fiqih belum jelas konsep serta hukumnya. Karennya, guna menghindari kesalahpahaman serta memperdalam empat masalah itu, LBM-PBNU terlebih dahulu akan mempelajari masalah secara faktual.

Bahtsul masail kali ini agak lain. Para musyawirin akan diberi kesempatan sepuasnya untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya kepada pelaku dan para ahli yang sengaja diundang. Setelah itu, mereka pada kesempatan khusus membahas empat masalah itu dengan metode tahqiqul manath.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh, Hadits, Fragmen Haedar Nashir

PM India Ucapkan Selamat Maulid pada Muslim Indonesia

New Delhi, Haedar Nashir. Perdana Menteri India Narendra Modi mengucapkan selamat memperingati maulid Nabi Besar Muhammad SAW kepada masyarakat di Indonesia.

PM India Ucapkan Selamat Maulid pada Muslim Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PM India Ucapkan Selamat Maulid pada Muslim Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PM India Ucapkan Selamat Maulid pada Muslim Indonesia

Ucapan tersebut disampaikan oleh PM Modi dalam bahasa Indonesia sebelum mengakhir pernyataan pers bersama setelah pertemuan bilateral dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Mughal Room Lantai 1, Hyderabad House, New Delhi, Senin.

"To all our friends in Indonesia, selamat memperingati hari raya Maulid Nabi Muhammad," kata Modi.

Perdana Menteri Modi menganggap Indonesia sebagai negara Muslim paling terkemuka di dunia dan tetap mampu menjadi negara yang harmoni meskipun beragam dan plural.

Haedar Nashir

Ia menambahkan bahwa selama ini India selalu menganggap Indonesia sebagai mitra yang strategis dan berharga bagi negara tersebut.

Menurut dia, kedua negara memiliki hubungan sejarah yang kuat.

"Ini menjadi sesuatu yang lebih besar dan menjadi momentum ke depan untuk meningkatkan kemitraan strategis," katanya.

Haedar Nashir

Hal itu, kata dia, termasuk kemitraan di dalamnya meliputi upaya membangun perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan di wilayah Indopasifik.

"Indonesia adalah mitra yang sangat berharga, negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara," katanya.

Dalam pertemuan bilateral juga dibicarakan berbagai rencana dan kesepakatan kerja sama mencakup banyak bidang termasuk penanganan terorisme, kejahatan terorganisasi, dan perdagangan manusia.

"Kami sepakat untuk memperkuat kemitraan antara kedua negara," katanya.

Kerja sama juga akan diperkuat dalam bidang farmasi, IT, otomotif, perangkat lunak, hingga sepakat untuk menerapkan pakta perdagangan bebas India-ASEAN. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah, Nahdlatul Ulama, Meme Islam Haedar Nashir

Selasa, 22 Mei 2012

LAZISNU Karawang Distribusikan Daging Qurban Warga

Karawang, Haedar Nashir. Pengurus Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama Karawang, menghimpun 349 paket daging qurban dari 13 DKM masjid dan musholla di Perumnas Bumi Telukjambe. Mereka dibantu pelajar NU Karawang menyalurkan kembali paket bantuan daging yang dihimpun itu ke sejumlah kecamatan di Karawang.

LAZISNU Karawang Distribusikan Daging Qurban Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Karawang Distribusikan Daging Qurban Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Karawang Distribusikan Daging Qurban Warga

Ketua panitia Ahmad Faisal Ridho mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan LAZISNU Karawang selama Idul Adha, Ahad (5/10). Paket bantuan daging  yang terkumpul langsung didistribusikan ke Kotabaru, Banyusari, Cilamaya Wetan, dan Tempuran.

Sementara di hari berikutnya, Senin (6/10), mereka menyembelih qurban sapi di Kantor Lazisnu Karawang.

Haedar Nashir

Ketua LAZISNU Karawang Ir Gatot Mukhlisin menegaskan, aksi sosial ini merupakan wujud komitmen LAZISNU untuk terus berperan serta dalam membantu mereka-mereka yang membutuhkan.

“Penyaluran daging qurban dari DKM masjid dan musholla kepada LAZISNU merupakan bentuk kepercayaan mereka terhadap lembaga zakat NU,” kata Gatot mengimbau pengurusnya untuk menjaga kepercayaan publik. (Red. Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Haedar Nashir

Sabtu, 19 Mei 2012

PBNU Intruksikan PCNU dan Ranting Bacakan Shalawat Nariyah 1 Miliar

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama akan mengintruksikan Cabang-cabang NU sampai Ranting untuk membacakan Shalawat Nariyah secara serentak dari Aceh sampai Papua. PBNU menargetkan, bacaan tersebut akan mencapai 1 miliar kali.

PBNU Intruksikan PCNU dan Ranting Bacakan Shalawat Nariyah 1 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Intruksikan PCNU dan Ranting Bacakan Shalawat Nariyah 1 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Intruksikan PCNU dan Ranting Bacakan Shalawat Nariyah 1 Miliar

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ishfah Abidal Aziz intruksi tersebut dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada tanggal 22 Oktober. “Nanti kita akan kirim surat intruksi ke seluruh Cabang NU. Cabang mengintruksikkan sampai ranting,” katanya di gedung PBNU, Jakarta, Senin (5/9) setelah rapat kepanitian peringatan HSN.

Dalam intruksi tersebut, lanjutnya, PBNU meminta pembacaan Shalawat Nariyah dilakukan secara serentak pada tanggal 21 Oktober malam. “Selain PCNU dan Ranting, PBNU juga akan meminta majelis ta’lim, majelis shalawat, dan pesantren untuk melakukan hal itu,” tambahnya.

Haedar Nashir

Ditanya jatah jumlah bacaan masing-masing PCNU, Ranting dan majelis-majelis, serta pesantren, menurut Ishfah, hal tersebut belum ditentukan. “Belum ada pembagian, belum ditentukan,” katanya.

Yang jelas, lanjutnya, ini adalah salah satu cara dari NU untuk? mendoakan bangsa agar lebih baik. “Bangsa kita harus disirami Shalawat Nariyah supaya lebih baik. Pengaruhnya sangat baik. Ini bagian dari upaya kita,” tambahnya. ?

Haedar Nashir

Ishfah menambahkan, sebelum membaca Shalawat Nariyah secara serentak tersebut, dianjurkan untuk mendoakan para pahlawan yang gugur dalam merebut dan memperjuangkan kemerdekaan.? (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional Haedar Nashir

Jumat, 11 Mei 2012

Muslimat NU Sulsel dan FKCA Gelar Tabligh Akbar di Bone

Makassar,Haedar Nashir. Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan (Sulsel) mengadakan Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Markaz Kabupaten Bone. Kegiatan yang dikerjasamakan dengna Forum Kajian Cinta Al-Quran (FKCA) Sulawesi Selatan, FKCA Kabupaten Bulukumba dan Pemerintah Kabupaten Bone tersebut dirangkai dengan Pembukaan Trainer of Trainer (ToT) Pemaknaan Al-Quran, Selasa (2/8).

Ketua PW Muslimat NU Sulsel Majdah MZ Agus Arifin Numang dalam sambutannya menyinggung fenomena-fenomena perilaku negatif melalui media elektronik, online, dan media cetak.

Muslimat NU Sulsel dan FKCA Gelar Tabligh Akbar di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Sulsel dan FKCA Gelar Tabligh Akbar di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Sulsel dan FKCA Gelar Tabligh Akbar di Bone

Ketua Dewan Pembina FKCA Sulsel menyebut? hal itu menjadi pukulan berat bagi umat Islam. Sebagai penyebabnya yaitu perilaku beragama kita hanya pada tataran simbolik belaka. Padahal esensi ajaran Islam adalah memberi rahmat buat seluruh alam, mencegah kemungkaran, kedisiplinan, jauh dari korupsi, dan lain sebagainya.

Haedar Nashir

"Di sinilah keberadaan FKCA sebagai organisasi yang concern untuk membumikan Al-Quran. Tentunya kami bersyukur, Bapak Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bone sangat merespon gerakan membumikan Al-Quran," kata Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) pada kegiatan yang dihadiri ribuan Nahdliyin.

Haedar Nashir

Wakil Bupati Kabupaten Bone Ambo Dalle, sangat merespon gerakan membumikan Al-Quran yang diprakarsai FKCA Sulawesi Selatan. Hal ini ditandai dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bone bahwa di setiap sekolah atau madrasah sebelum memulai pelajaran wajib membaca surah-surah pendek dari Al-Quran.

"Di sisi lain, Pemda Kabupaten Bone sangat memperhatikan kesejahteraan guru-guru mengaji, tentunya hal ini sangat mendukung syiar Islam di Kabupaten Bone." (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote, RMI NU, Jadwal Kajian Haedar Nashir