Selasa, 02 April 2013

Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas

Kudus, Haedar Nashir. Pemilu menjadi sarana pendidikan politik di kalangan pelajar. Karenanya, para pelajar NU harus menggunakan hak suaranya dengan memilih calon legislatif yang berkualitas.

Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas

Wakil Ketua PC IPNU Kudus Ubaidillah Dwi Lazuardi mengatakan pelajar NU harus mensukseskan pemilu dengan berpartisipasi aktif dan berkomitmen untuk tidak golput. Sebab, pemilu merupakan sarana dalam meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

“Gunakan hak anda secara bebas yang bertanggungjawab untuk memilih caleg yang sesuai dengan harapan tanpa adanya paksaan.,”katanya kepada Haedar Nashir, Senin (7/4).

Haedar Nashir

Dalam menentukan pilihan, Ubaidillah mengingatkan supaya memilih caleg berdasarkan kualitasnya bukan karena kemampuannya membagi uang. Ditegaskan, adanya politik uang sebagai bentuk pelanggaran juga mencoreng demokrasi di Indonesia.

Haedar Nashir

“Masa depan bangsa atau daerah ada di tangan pemuda. Jadi jika ingin yang terbaik untuk bangsa dan daerah maka pilihlah pemimpin kualitas dengan melihat rekam jejak perjuangannya di masyarakat,”tandasnya.

Pemiliu, imbuh Ubadillah, adalah sebagai pendidikan dengan manifestasi meningkatkan rasa partisipasi politik dalam rangka penciptaan iklim persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Menurutnya, dengan semakin tingginya pemahaman berpolitik yang benar dan bermartabat,  maka semakin tinggi pula rasa persatuan dan kesatuan masyarakat.(Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri Haedar Nashir

Kamis, 28 Maret 2013

PBNU Sosialisasi Hasil Muktamar ke NU DKI

Jakarta, Haedar Nashir - Pengurus Besar NahdlatulqUlama (PBNU) menggelar sosialisasi hasil muktamar ke-33 NU kepada pengurus NU di wilayah DKI Jakarta dari berbagai tingkatan, Ahad (28/2, di aula kantor PWNU DKI Jakarta, Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat.

Peserta terdiri dari utusan Pengurus Wilayah NU (PWNU), Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU), Pengurus Cabang NU (PCNU) se-DKI Jakarta. Kegiatan dirangkai dengan bahtsul masail menjelang.Konferensi Wilayah (Konferwil) PWNU DKI Jakarta.

PBNU Sosialisasi Hasil Muktamar ke NU DKI (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sosialisasi Hasil Muktamar ke NU DKI (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Sosialisasi Hasil Muktamar ke NU DKI

Sosialisasi dipandu Ketua PBNU H M Imam Aziz yang juga ketua panitia Muktamar Ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur, Agustus 2015. Di hadapan forum, ia menjelaskan berbagai perubahan redaksi pasal dan ayat dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU hasil kesepakatn muktamar paling mutakhir.

Haedar Nashir

Imam antara lain memaparkan perihal adanya Badan Khusus. Unit kerja baru ini merupakan perangkat PBNU yang memiliki struktur secara nasional. Badan Khusus berfungsi dalam pengelolaan, penyelenggaraan, dan pengembangan kebijakan NU yang berkaitan dengan bidang tertentu.

"Badan Khusus ada tiga, yaitu pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Badan Khusus mengordinasi langsung unit-unit kegiatan di daerah, seperti rumah sakit, perguruan tinggi, dan lain-lain," ujarnya.

Hal lain yang disosialisasikan dalam forum tersebut adalah hadirnya dua badan otonom.baru, yakni Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (Ishari) dan Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama; penghapusan lajnah menjadi lembaga, serta mekanisme rekrutmen pemimpin baru berikut syarat-syaratnya.

Haedar Nashir

Ketua PWNU DKI Jakarta Tubagus Robi Budiansyah yang hadir dalam kesempatan itu menyambut positif kegiatan pagi hingga siang ini. Ia mendorong seluruh pengurus NU untuk senantiasa menjaga wibawa PBNU yang ia nilai telah berhasil menjaga hubungan dengan berbagai pihak. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hadits, Ubudiyah, Quote Haedar Nashir

Kamis, 21 Maret 2013

PP Fatayat NU Selenggarakan Nikah Massal

Jakarta, Haedar Nashir
Aksi sosial dengan menyelenggarakan kawin massal tampaknya sekarang sedang menjadi trend. Untuk memperingati hari ulang tahunnya yang jatuh pada 24 April lalu sekaligus sebagai acara pra kongres PP Fatayat NU akan menyelenggarakan nikah massal pada Rabu, 25 Mei 2005 di Gd. PBNU.

Saat ini sudah terkumpul 16 pasangan yang siap untuk dinikahkan. Mereka akan dibiayai semua keperluannya, mulai dari biaya transportasi, biaya pengurusan nikah sampai dengan mas kawinnya dan termasuk juga resepsinya. Tak banyak memang mas kawin yang akan diberikan, hanya berupa uang Rp. 50.000.

“Sebenarnya banyak sekali yang meminta untuk dinikahkan, namun kesulitan kami adalah peserta tersebut harus memiliki KTP DKI padahal banyak penduduk miskin yang memang hidupnya nomaden dan ber KTP daerah,” tandas Ummu Fatma kepada Haedar Nashir yang menjadi koordinator acara tersebut.(17/05).

Para calon pengantin tersebut sebagian besar sudah punya anak dan sudah lama hidup bersama. “Insyaallah mereka sudah menikah secara agama tetapi tidak memiliki surat nikah,” tambahnya.

Untuk pengantin pria, mereka akan diberi baju koko, sarung dan kopiah sedangkan bagi mempelai wanita akan diberi kebaya dan jilbab. Mereka akan dirias oleh para pengurus Fatayat sendiri yang memang memiliki keahlian dalam bidang tersebut.

Acara ijab kabul akan dilaksanakan di Lt 1 oleh pejabat KUA Jakarta Pusat sedangkan resepsi akan dilaksanakan dilaksanakan di lt 8. Rencananya Ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi turut menghadiri prosesi tersebut.

Untuk memeriahkan suasana, akan diadakan lomba tumpeng sebagai bagian dari resepsi tersebut, istri dari Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf tersebut mengungkapkan akan terdapat 16 tumpeng yang mewakili masing-masing pengantin.

Sebelumnya PW Fatayat Jawa Barat juga melaksanakan nikah massal yang melibatkan 29 pasangan di Bandung sebagai peringatan harlah Fatayat.(mkf)

 

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, Berita, Warta Haedar Nashir

PP Fatayat NU Selenggarakan Nikah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Fatayat NU Selenggarakan Nikah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Fatayat NU Selenggarakan Nikah Massal

Rabu, 20 Maret 2013

Majelis Taklim Ibu, Harapan Moral Generasi Muda

Padang Pariaman, Haedar Nashir. Kaum ibu merupakan penentu dalam memperbaiki moral masyarakat yang sudah rusak. Dalam hal ini kalangan ibu aktivis majelis taklim sangat berperan aktif memperbaiki moral bagi generasi mendatang.

Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Sumatera Barat Darmis Darwis mengungkap perihal ini pada pengajian rutin Majelis Taklim Nagari Kuraitaji di Surau Korong Kampung Tangah, Kuraitaji kecamatan Nan Sabaris kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (13/12) sore.

Majelis Taklim Ibu, Harapan Moral Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Taklim Ibu, Harapan Moral Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Taklim Ibu, Harapan Moral Generasi Muda

Ia menaruh harapan besar pada kaum ibu aktivis majelis taklim dalam memperbaiki moral generasi muda. Majelis taklim ibu-ibu sangat berperan. Karena, sebagian besar dari kaum laki-laki menghabiskan waktu di lepau-lepau, baik yang hanya maota, maupun main koa (berjudi).

Haedar Nashir

“Negeri ini akan baik, jika kaum ibunya juga baik. Karena generasi yang baik terlahir dari didikan ibu yang baik pula,” kata Darwis di hadapan sedikitnya 200 hadirin.

Darwis menyayangkan kota Padang yang masuk dalam 10 besar kasus HIV/AIDS. Bahkan hampir 90 % anak sekolah meninggalkan shalat. Ini membuktikan orang tua tidak lagi mengontrol kedisiplinan anaknya.

Haedar Nashir

Darwis yang juga memimpin Majelis Zikir Al-Inabah membawa pantun, dulu tonggak listrik dari besi, kini tonggak listrik dari beton. Dulu magrib mengaji, kini magrib menonton (tivi). (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Santri Haedar Nashir

Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani

Indramayu, Haedar Nashir. Katib Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil mengajak warga NU untuk meneladani kerendahan hati Syekh Nawawi Banten sebagai orang alim. Menurutnya, kendati menguasai 73 disiplin ilmu, Syekh Nawawi menyatakan rasa syukurnya ketika mendengar ulama Timur Tengah berencana membedah karyanya, Tafsir Munir.

Pada puncak acara Wisuda Khatmil Quran ke-5 sekaligus peringatan Isra Miraj Majelis Al-Quran Naswa-Nasyatul Wardiyah, desa Kertanegara kecamatan Haurgeulis, Indramayu, Kiai Musthofa menirukan ucapan ‘Alhamdulillah’ dari Syekh Nawawi Banten.

Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)

Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani

“Berarti, kesalahan dalam tafsir saya akan diketahui dan diperbaiki,” kata Kiai Musthofa yang lazim Gus Mu mengutip ucapan Syekh Nawawi, Sabtu (31/5).

Haedar Nashir

Dalam forum yang dihadiri sejumlah majelis taklim itu, Gus Mu menyayangkan sikap sejumlah orang yang yakin telah memahami agama belakangan ini. “Tidak seperti sekarang, baru bisa terjemah Al-Quran saja sudah pandai menyalahkan dan mengkafirkan orang lain.”

Haedar Nashir

Syekh Nawawi, lanjut pengasuh pesantren Kempek Cirebon ini, mendapat gelar ‘Sayidu Ulama Hijaz’. Padahal Syekh Nawawi orang Indonesia. Meskipun kealimannya sangat disegani, Syekh Nawawi tetap tawadlu. (Red: Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah, Humor Islam, AlaSantri Haedar Nashir

Rabu, 13 Maret 2013

Kang Said Harap Warga NU Tulang Bawang Hidupkan Amaliah NU

Jakarta, Haedar Nashir - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) mengimbau warga NU Tulang Bawang untuk tetap merapat kepada para kiai. Ia juga meminta warga NU untuk terus semangat mengamalkan Simtut Duror, Burdah, dan Barzanji.

Demikian disampaikan Kang Said pada pelantikan PCNU dan Muslimat NU Tulang Bawang, Ahad (6/3).

Kang Said Harap Warga NU Tulang Bawang Hidupkan Amaliah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Harap Warga NU Tulang Bawang Hidupkan Amaliah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Harap Warga NU Tulang Bawang Hidupkan Amaliah NU

“PCNU Tulang Bawang harus menjadi garda terdepan dalam menangkal radikalisme,” kata Kang Said.

Haedar Nashir

Menurutnya, gerakan radikalisme dan aliran di luar paham Aswaja NU sudah tersebar dengan massif baik di kota maupun di desa. Kang Said mengimbau nahdliyin untuk tetap memegang teguh dan menerapkan ajaran Aswaja agar tidak ikut-ikutan aliran tersebut.

“Orang NU harus hafal Simtut duror, Burdah, dan Barzanji serta mengamalkan amalan-amalan NU. Karena itu bisa menjadi benteng untuk menangkal gerakan radikal dan aliran di luar paham NU,” ujar Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah.

Pelantikan PCNU Tulang Bawang disambut antusias dan meriah oleh warga NU. Mereka tidak hanya datang dari Tulang Bawang, tapi juga dari Mesuji, Lampung Tengah, bahkan Bandar Lampung.

Haedar Nashir

Sedikitnya 10 ribu orang yang hadir dalam acara tersebut. tampak hadir Bupati Tulang Bawang Hanan A Razak dan Wakil Bupati Heri Wardoyo. (Ahmad Mukhlishon/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen, Humor Islam Haedar Nashir

Sabtu, 02 Maret 2013

Setelah 3 Tahun MTs Maarif Berdiri, SMK Maarif Fajaresuk Menyusul

Pringsewu, Haedar Nashir. LP Maarif PCNU Pringsewu mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) Maarif Fajaresuk. Sekolah lanjutan ini didirikan setelah LP Maarif Pringsewu sukses mengelola MTs Maarif Fajaresuk yang berkembang cukup pesat di tahun ke tiga setelah didirikannya.

SMK Maarif yang berada di kompleks pesantren Al-Muawanah Fajaresuk ini berada satu lokasi dengan MTs Maarif Fajaresuk.

Setelah 3 Tahun MTs Maarif Berdiri, SMK Maarif Fajaresuk Menyusul (Sumber Gambar : Nu Online)
Setelah 3 Tahun MTs Maarif Berdiri, SMK Maarif Fajaresuk Menyusul (Sumber Gambar : Nu Online)

Setelah 3 Tahun MTs Maarif Berdiri, SMK Maarif Fajaresuk Menyusul

Kepala SMK Maarif Fajaresuk Auladi Rosyad, ketika ditemui di sela kesibukan senam dengan seluruh peserta didik, Jumat (14/8) mengatakan bahwa lokasi yang sangat strategis di daerah Fajaresuk ini menjadi salah satu magnet berkembangnya lembaga pendidikan yang dirintisnya.

Haedar Nashir

Rosyad menambahkan bahwa peserta didik pertama SMK Maarif Fajaresuk masih didominasi oleh para lulusan MTs Maarif. Hal ini karena kepercayaan para wali murid terhadap lembaga pendidikan yang dikelolanya. Oleh karena itu, animo dan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat ini tidak boleh dibiarkan begitu saja.

"Kami akan terus menjaga kepercayaan ini dengan terus memberikan yang terbaik kepada peserta didik," tegasnya.

Haedar Nashir

Salah satu bentuk upaya tersebut adalah dengan terus menjaring tenaga tenaga muda profesional yang siap mengabdi untuk mengembangkan SMK Maarif Fajaresuk. Selain dari sisi sumberdaya manusia, Rosyad menambahkan bahwa sarana dan prasarana madrasah terus diupayakan demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas.

Sarana yang masih dalam proses pembangunan adalah pengadaan ruang kelas yang beberapa hari kemarin baru saja dilakukan pengecoran untuk lantai 2. Direncanakan bangunan ini akan dapat menampung jumlah siswa yang diprediksi dari tahun ke tahun semakin banyak.

"Pada tahun pertama ini, SMK Maarif Fajaresuk membuka satu jurusan yaitu Perbankan Syariah," terangnya. Dan pihaknya akan lebih mengedepankan praktek sehingga keahlian para siswa akan benar benar terlatih sehingga dapat menjadi tenaga tenaga ahli di bidang perbankan syariah.

Rosyad mengatakan bahwa pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga perekonomian syariah di Kabupaten Pringsewu sebagai mitra praktek para peserta didik.

"Dengan terjun langsung kelapangan, para peserta SMK Maarif Fajaresuk diharapkan dapat mengambil banyak pengalaman sehingga dapat unggul dalam bersaing di dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikannya nanti," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai Haedar Nashir