Jumat, 07 Juni 2013

Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini

Ponorogo, Haedar Nashir

Berselang dua hari setelah diantik, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Ponorogo mendapat kehormatan untuk mengikuti apel siaga bencana. Apel bertajuk “Apel Gelar Pasukan Satgas Bencana Alam Tahun 2017” ini digelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo didukung Kodim dan Polres setempat.

Apel dipimpin Wakil Bupati H. Sudjarno, Rabu (26/7) di lapangan Tengger Desa Slahung Kecamatan Slahung. Kali ini LPBINU Ponorogo mendelegasikan satu kompi relawan dipimpin langsung Ketuanya Ahmad Subeki beserta jajara pengurus harian.

Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini

Kepada awak media, Sudjarno mengungkapkan keinginan kuat Pemkab Ponorogo beserta seluruh aparat dan komponen masyarakat untuk mengantisipasi bencana alam sejak dini.

Haedar Nashir

“Saat ini di Ponorogo mulai terjadi bencana alam, utamanya kebakaran hutan. Bahkan, semua musim di sini ada ancaman bencana. Kita sudah koordinasi dengan pemerintah pusat. Yang terpenting, kita harus selalu selalu siaga, maka hari ini kita gelar apel ini. Kita sadari, SDM kita masih kurang, untuk itu seluruh komponen masyarakat akan kita ajak berperan serta,” katanya usai memimpin apel.

Perlu diketahui, PCNU Ponorogo resmi melantik LPBINU dalam forum pembukaan rapat kerja, Sabtu (22/7), di Hotel Sukowati Sarangan Magetan. PCNU menunjuk Ahmad Subeki atau yang akrab dipanggil Kalibek sebagai ketua untuk masa khidmat 2017-2019. Mantan Kasatkorcab Banser Ponorogo yang masih aktif di Satkorwil dan Satkornas Banser ini didampingi mantan Sekretaris PW IPNU Jawa Timur Novi Trihartanto sebagai sekretaris.

Haedar Nashir

Selain terdapat wakil Sekretaris, bendahara dan para wakilnya, jajaran pengurus harian juga terdiri dari 6 orang direktur yang membawahi bidang dan relawan. Tak kurang dari 100 orang yang berasal dari para aktivis GP Ansor, Banser, Pagar Nusa, LAZISNU, IPNU, dan IPPNU dilibatkan sebagai pengurus bidang dan relawan.

Ke depan Ahmad Subeki mengungkapkan komitmennya untuk membawa LPBINU menjadi lembaga yang profesional dan akan selalu membangun sinergi dengan lembaga-lembaga lain dan Banom NU.

“Kami tegaskan, LPBINU ini adalah bapaknya penanganan bencana oleh PCNU, adapun lembaga-lembaga di bawah Banom lain adalah anak-cucunya. Untuk itu kita harus membangun sinergi agar tampil profesional,” kata Kalibek berkelakar, disambut gelak tawa para relawan LPBINU.

Berbekal Renstra dan Renop yang disusun saat raker, Ahad (23/7), untuk tahap awal LPBINU akan membenahi administrasi kelembagaan dan mengadakan audiensi dengan para pemangku kepentingan. (Idham/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Islam, Hikmah Haedar Nashir

Kamis, 06 Juni 2013

Buka Bersama, Ketua PWNU Jakarta Beberkan Program Ramadhan

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menggelar silaturahim dan buka puasa bersama dengan para ulama, umara, dan pengusaha. Acara berlangsung di Ballroom Hotel Shangri-la Jakarta, Kamis (23/6) petang.

Ketua PWNU DKI Jakarta, H Saefullah mengatakan kepengurusan PWNU Jakarta belum genap satu semester sejak pelantikan. Namun telah membuat berbagai trobasan dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, diantaranya Bank Muamalat dan CMNP yang membagikan takjil di 18 pintu tol, serta memfasilitasi taushiyah di beberapa masjid. Kedua kegiatan ini berlangsung selama bulan Ramadhan ini.

Pria yang menjabat sebagai Sekda DKI Jakarta ini menambahkan jalinan kerja sama PWNU Jakarta dengan dunia usaha penting dilakukan untuk memberi kemanfaatan bagi umat. Hal ini untuk membuktikan bahwa NU bisa menjadi payung masyarakat di Kota Jakarta, sekaligus? menyebarkan ajaran NU yang sejak awal menjunjung tinggi? ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin.

Buka Bersama, Ketua PWNU Jakarta Beberkan Program Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Bersama, Ketua PWNU Jakarta Beberkan Program Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Bersama, Ketua PWNU Jakarta Beberkan Program Ramadhan

Arya dan Stefani dari Bank Muamalat mengungkapkan kerja sama Bank Muamalat dengan PWNU DKI Jakarta semakin erat. Kerja sama tersebut menunjukkan NU sangat concern dengan ekonomi kerakyatan. Saat ini kerja sama yang dijalin adalah pendirian gerai Muamalat sebagai loket layanan pembayaran sejumlah transaksi keuangan.?

Baca:? PWNU DKI Jakarta Jalin Kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia

Sementara itu, Jajang Hasan Basri mewakili Kapolda DKI Jakarta menegaskan, silaturahim ini sangat penting untuk mengenalkan pengurus baru. Kerja sama di lapangan juga perlu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti mengatasi persoalan buruk sangka dan proxy war. Selain itu, juga perlu untuk saling mengingatkan.

Haedar Nashir

Ia menambahkan, ? PWNU DKI Jakarta dan Kepolisian mempunyai tanggung jawab yang sama dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di DKI Jakarta. Jajang mengutip Surat Al Maidah ayat 32 yang menyebutkan waman ahyaa haa faka annamaa ahyannasajamiian (Barang siapa yang mampu melindungi seseorang, maka sama saja telah melindungi orang banyak). (Kendi Setiawan/Zunus)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News Haedar Nashir

Jumat, 24 Mei 2013

65 Pelajar Karangwareng Ikuti Makesta

Cirebon, Haedar Nashir 

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon menggelar kegiatan masa kesetiaan anggota atau Makesta di mushola Darul Mujahidin Desa Karangwareng.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 65 peserta yang berasal dari utusan ranting dari desa-desa di Kecamatan Karangwareng dan sekitarnya. Para peserta yang terdiri dari para remaja berkisaran usia antara 14-21 tahun ini nampak antusias dan khidmat mengikuti serangkaian acara yang berlangsung sejak hari Rabu tanggal 2 Januari kemarin.

65 Pelajar Karangwareng Ikuti Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
65 Pelajar Karangwareng Ikuti Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

65 Pelajar Karangwareng Ikuti Makesta

Dalam acara tersebut hadir tokoh masyarakat setempat, Kiai Amin Rohaemin yang sekaligus membuka acara makesta tersebut. 

Haedar Nashir

Dalam sambutannya, ia mengatakan ikut merasa bangga dengan adanya kegiatan tersebut, karena berkontribusi positif terhadap perkembangan dan kemajuan pelajar dan pemuda di Kecamatan Karangwareng. 

“Makesta ini mudah-mudahan bisa menjadi media belajar bagi remaja NU di Kec. Karangwareng tentang kedisiplinan, keNUan, serta menambah kecerdasan sehingga menjadi pelajar-pelajar remaja yang maju dan berkembang,” paparnya.

Haedar Nashir

Selain itu, hadir pula PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Cirebon, yang dalam sambutannya menuturkan sangat apresiatif terhadap kegiatan tersebut.

Menurut penuturan wakil ketua panitia, Mohammad Saefudin, kegiatan Makesta ini merupakan pelatihan singkat tentang organisasi, Aswaja dan kepemudaan. Alasan diadakan kegiatan ini, yang pertama adalah menanamkan nilai-nilai dan paham NU terhadap pelajar dan pemuda, memberikan pengetahuan tentang organisasi, serta sebagai sarana menyatukan para pemuda dan pelajar di Kecamatan Karangwareng. 

Kegiatan makesta ini diisi dengan berbagai materi, seperti Aswaja, kenuan, IPNU dan IPPNU, keorganisasian, manajemen konflik, yang dalam setiap sesi diselah-selahi dengan permainan yang menyegarkan, selain itu di pagi harinya diadakan senam dan tadabbur alam. 



Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan, Meme Islam, Daerah Haedar Nashir

Minggu, 19 Mei 2013

RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Khitan Massal Gratis

Sidoarjo, Haedar Nashir - Sebanyak 107 anak se-Kabupaten Sidoarjo mengikuti kegiatan khitan massal yang diadakan Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo di Gedung lantai II RSI Siti Hajar Sidoarjo, Senin (15/2). Pada kegiatan rutin tahunan, jumlah peserta khitanan massa bertambah tahun ini.

Wakil Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo H Zuhdi Mansur mengatakan, kegiatan itu juga rutin diadakan oleh Rumah Sakit untuk membantu meringankan beban warga yang kurang mampu.

RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Khitan Massal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Khitan Massal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Khitan Massal Gratis

"Tahun kemarin peserta khitan berjumlah 100 anak. Sedangkan tahun ini 107. Usia terendah peserta 8 tahun dan usia peserta khitan tertinggi 13 tahun. Semoga anak-anak yang dikhitan menjadi putra atau permata bagi ibu dan bapaknya," harap Zuhdi Mansur.

Peserta khitan massal mendapatkan sarung, kopiah, baju koko, uang saku, snack, dan makanan dari RSI Siti Hajar. Mereka yang hendak dikhitan juga mengucapkan dua kalimat syahadat yang dipimpin oleh Ketua BPM NU RSI Siti Hajar KH Hambali Zuhdi.

Haedar Nashir

Kiai Hambali menuturkan, sebelum dikhitan para peserta perlu membaca dua kalimat syahadat agar ketika dewasa mereka masih mengingat bacaan tersebut.

"Sejak kecil kita dididik masuk Islam. Makannya anak-anak yang dikhitan disyahadatkan supaya mereka berkeyakinan bahwa Allah itu Tuhannya, Nabi Muhammad adalah Rasulullah. Karena mereka yang akan memperjuangkan Islam dan masa depan bangsa," tutur pria yang juga sebagai Ketua MUI Sidoarjo itu.

Haedar Nashir

Sejak kecil, anak harus dididik dengan baik seperti menanamkan tauhid. Hal itu perlu dilakukan sejak dini agar anak-anak percaya kepada Allah dan Rasul-Nya sehingga ketika anak sudah berusia 5-10 tahun, di dalam hatinya benar-benar Islam.

Menurut Kiai Hambali, sebaiknya anak dikhitan sebelum berumur 10 tahun. Pasalnya, di dalam Islam anak yang sudah berumur 10 tahun diwajibkan berkhitan sehingga saat anak itu menunaikan ibadah shalat, tidak ada najis.

"Semoga setelah khitan anak-anak semakin rajin dan seregep menunaikan ibadah shalat, mendapatkan ridha dari Allah SWT serta RSI Siti Hajar Sidoarjo bisa melaksanakan khitan massal setiap tahun," harapnya.

Seperti yang dialami oleh salah satu peserta khitan massal Kamalul Fathil Anshori (9) asal Desa Ketegan RT 03 RW 02, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Ia mengaku senang bisa mengikuti khitan massal yang diadakan oleh RSI Siti Hajar.

"Awalnya saja sakit, seperti digelitik. Setelah itu tidak sakit. Karena saya membaca surat Al-Baqarah dan membaca syahadat," kata Anshori. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Lomba, Fragmen, Tegal Haedar Nashir

Minggu, 12 Mei 2013

Presiden Jancuker Heran Ada Orang Haramkan Musik

Jakarta, Haedar Nashir?



Sujiwo Tejo mengajak kerukunan yang digalang melalui Nahdlatul Ulama dengan melihat bahasa tidak sebagai arti, tapi bahasa sebagai bunyi karena bunyi itu tanpa mengerti artinya pun orang sudah merasakannya.?

“Karena saya yakin Gusti Allah itu bicara tidak hanya dengan arti,” katanya pada Silaturahim Kebudayaan bertema “Meneguhkan Kebudayaan, Memperkuat Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia” yang digelar Lesbumi PBNU di gedung PBNU, Jumat (28/7).?

Presiden Jancuker Heran Ada Orang Haramkan Musik (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jancuker Heran Ada Orang Haramkan Musik (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jancuker Heran Ada Orang Haramkan Musik

Namun, menurutnya, di dalam Al-Quran itu pun ada musik karena menggunakan bahasa, sementara bahasa itu sendiri adalah musik.?

“Definisi musik itu ada nada, ada pengulangan, ada rhythm,” lanjut pria yang dikenal dalang dan aktor yang pernah mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB).?

Maka itulah, menurut Presiden Jancuker tersebut, ia merasa heran kalau ada orang bilang musik itu haram.?

Haedar Nashir

“Saya itu heran,” lanjut Pria kelahiran Jember, Jawa Timur, 31 Agustus 1962.

Karena, lanjutnya, detak jantung manusia itu musik. Juga ketika manusia berbicara pun sebenarnya adalah musik.?

Haedar Nashir

Ia kemudian menyanyikan lagu dalam bahasa Jawa yang menurutnya tak perlu mengetahui artinya. Ia juga membacakan surat Al-Zalzalah, serta mnyanyikan Asmaul Husna. (Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nusantara, Budaya Haedar Nashir

Jumat, 26 April 2013

PMII Pilih Jadi Pemilih Kritis

Malang, Haedar Nashir

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang menjadi sentrum gerakan titahkan para kader pergerakan untuk tidak hanya menjadi pemilih abal-abal yang mudah terkena serangan fajar, namun lebih dari itu, yakni menjadi pemilih yang bisa menciptakan pemilihan gubernur (pilgub) yang berintegritas, dengan menolak keras pada praktik money politik pada pilgub Jatim yang berlangsung pada Kamis, 29 Agustus.

“Persiapan pilgub sudah 100%, kami mengharap warga Jatim menggunakan hak suaranya dengan baik, tanpa adanya praktik-praktik curang, terlebih golput akan pilgub ini sesuai dengan apa yang kita harapkan,” papar Hendrik selaku ketua KPU Malang, dihadapan para kader PMII, Selasa (27/08) di Hotel Regent, Jalan J. A. Suprapto, Malang.

PMII Pilih Jadi Pemilih Kritis (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Pilih Jadi Pemilih Kritis (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Pilih Jadi Pemilih Kritis

Dalam sosialisasi pilgub yang dihadiri Ketua KPU Malang dan bekerjasama dengan Malang Corruption Watch (MCW) itu, tidak hanya dihadiri PMII sebagai peserta, namun juga beberapa akademisi dari Universitas Widyagama, Universitas Islam Negeri Malang (UIN), Universitas Muhamadiyah Malang (UMM), dan Universitas Negeri Malang (UM) dan beberapa warga dari tiap kecamatan kota Malang.

Haedar Nashir

Sementara itu, Ketua PMII Cabang Malang saat ditemui Haedar Nashir usai acara mengatakan, PMII suadah seharusnya menjadi pemilih kritis dan menjadi contoh bagi masyarakat bukan malah apatis dengan tidak menggunakan hak suara (golput). 

“Kader-kader PMII sudah faham benar akan terapan paradigm kritis transformatif yang selalu diajarkan di PMII, 29 besok para kader harus mengaplikasikannya dengan menjadi pemilih kritis,” tegas Erwanto pada Haedar Nashir.

Haedar Nashir

Senada dengan apa yang disampaikan Erwanto, Luthfi J Kurniawan selaku dewan Pembina Malang Corruption Watch juga menyampaikan, jika pilgub Jatim ini harus jujur dan berintegritas bukan hanya pemilihan masal tanpa kejujuran.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, News, Tokoh Haedar Nashir

Sabtu, 13 April 2013

NUtizen Buka Pertemuan Video Maker Pesantren

Yogyakarta, Haedar Nashir - Nutizen sebagai media audio visual di bawah naungan NU Digital Media mengadakan Pertemuan Video Maker Pesantren/NU yang pertama kalinya? di Hotel Cakra Kembang Jalan Kaliurang km 4,5 Yogyakarta, Jumat (15/4). Pembukaan dipandu oleh Hamzah Sahal yang kemudian disambut oleh director NUtizen dan Haedar Nashir, M Savic Alie.

Savic menjelaskan bahwa NUtizen adalah aplikasi berbasis android yang diharapkan dapat menyampaikan pemikiran-pemikiran NU yang tasamuh, tawasuth dan tawazun. Semua ini akan ditampilkan dalam bentuk audio visual.

NUtizen Buka Pertemuan Video Maker Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
NUtizen Buka Pertemuan Video Maker Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

NUtizen Buka Pertemuan Video Maker Pesantren

“Video merupakan media yang akan menjadi medium yang akan menjadi paling populer di dunia di masa mendatang” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan ke depan, video-video yang dikumpulkan oleh NUtizen akan diterjemahkan ke beragam bahasa seluruh dunia. “Saya beberapa waktu ada PCINU Belanda minta izin untuk memberikan subtitle ke bahasa Belanda, kalau kita yang tidak memproduksi kontennya di sini, lalu siapa lagi?” tandasnya.

Haedar Nashir

Pertemuan yang diikuti oleh 25 peserta perwakilan pesantren dan elemen-elemen NU ini dibuka oleh Ketua PBNU H Imam Aziz.

Imam mengemukakan, NUtizen merupakan pilihan strategis yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Haedar Nashir

“Visi kita jelas, (yaitu) dalam upaya menyebarluaskan gagasan maupun perilaku dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang kita yakini sebagai ekspresi bentuk keyakinan kita. Ini penting kita pertahankan untuk peradaban Nusantara,” katanya.

Alat ini bisa menjangkau tidak hanya di lingkungan kecil, namun (sampai) di tingkat global yang sebelumnya (di NU) sudah ada Haedar Nashir, namun NUtizen sedikit lebih maju dengan konten audio visual.

Diharapkan, yang pertama, NUtizen hadir sebagai media mengenalkan pesantren dan NU ke seluruh dunia. Kedua, advokasi, mencounter banyak pandangan orang luar yang memandang NU secara negatif terhadap pesantren/NU yang ada kalanya karena sengaja disalahpahami oleh pihak tertentu, dan ada kalanya karena memang kekurangtahuan mereka terhadap pesantren dan NU.

Ketiga, maintenance, menjaga pandangan orang terhadap apa yang kita miliki. Kita tak perlu menyerang orang, tak perlu ikut-ikuktan agresif terhadap orang lain. Namun, ada strategi untuk tetap memelihara kepercayaan orang terhadap pandangan mereka pada pesantren tradisional maupun NU.

Terakhir, Imam mengapresiasi kehadiran NUtizen yang bisa menampilkan Islam moderat. (Mundzir/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri, Humor Islam, Tokoh Haedar Nashir