Senin, 25 November 2013

Masa Taaruf Santri Asshiddiqiyah Way Kanan Tekankan Santri Aktif dalam Pembangunan

Way Kanan, Haedar Nashir. Pesantren Assiddiqiyah 11, Labuhan Jaya, Gunung Labuhan, Way Kanan, Lampung, Selasa (19/7) menggelar Masa Taaruf Santri (Mastasa). Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto yang diminta menyampaikan materi kemasyarakatan mengajak santri untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

"Kata masyarakat berasal dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Sakai sambayan dalam bahasa Lampung yang berarti gotong-royong merupakan contoh wujud interaksi, bertegur sapa antara orang-orang di dalam masyarakat untuk mencapai tujuan tertentu. Nilai tersebut harus tetap ada," kata Gatot, di Gunung Labuhan.

Masa Taaruf Santri Asshiddiqiyah Way Kanan Tekankan Santri Aktif dalam Pembangunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Masa Taaruf Santri Asshiddiqiyah Way Kanan Tekankan Santri Aktif dalam Pembangunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Masa Taaruf Santri Asshiddiqiyah Way Kanan Tekankan Santri Aktif dalam Pembangunan

Mengajak berdiskusi, Ketua Bidang Media dan Publikasi DPP Sarbumusi NU itu mengajak 29 santri peserta mastasa untuk menyampaikan pengetahuan masing-masing mengenai masyarakat.

"Meski Ketua Ansor, ketika masuk pesantren saya adalah santri yang harus tunduk pada peraturan yang ada. Sederhananya, kita sama-sama belajar, saya bisa menjadi guru teman-teman, dan sebaliknya juga demikian. Kader NU harus terampil, silakan maju kedepan," ujarnya.

Haedar Nashir

Sejumlah santri menjawab masyarakat mempunyai peraturan atau tatanan masing-masing yang telah disepakati. Antara satu kampung dengan kampung lain ada perbedaan.

"Misalnya di pesantren ini, kita ada peraturan tidak membuang sampah sembarangan," kata Intan, santri pesantren asuhan Kiai Imam Sayuthi Murtadlo itu.

Aktivis Gusdurian itu selanjutnya mengajak santri bermain games membangun pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Para santri yang dibagi tiga kelompok diminta memperkirakan sendiri biaya dihabiskan untuk pembangunan, tercapai mufakat Rp15 juta.

Dana pembangunan sebagai gambaran partisipasi pembangunan dihasilkan dari sumbangan santri yang berperan sebagai anggota masyarakat. Peci, tas, dasi, kaus kaki, jam tangan, gelang dinominalkan dengan harga tertentu. Kelompok yang menghimpun dana mendekati kebutuhan pembangunan puskesmas dinyatakan sebagai pemenang.

Hasilnya, santri menyimpulkan masyarakat merupakan himpunan orang-orang yang tunduk pada peraturan berlaku yang ada, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, memiliki pemimpin. Untuk mencapai keberhasilan pembangunan dicita-citakan bersama, perlu pengorbanan, keikhlasan, kerjasama, menghargai pendapat orang lain.

Haedar Nashir

"Hal tersebut berlaku pula bagi daerah dan negara. Saya hanya memfasilitasi teman-teman untuk tidak takut berpikir dan berpendapat, dan ternyata bisa. Insya Allah, teman-teman akan menjadi orang hebat," pungkas Gatot. (Disisi Saidi Fatah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan, Warta Haedar Nashir

Selasa, 19 November 2013

Cikal-bakal Lahirnya NU Berawal dari Langgar Ini

Oleh M. Faizi?

Menurut informasi dari ceramah Kiai As’ad Syamsul Arifin, kira-kira di tahun 1920, terjadi pertemuan ulama dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlahnya 66 ulama. Menakjubkan, karena mereka datang secara bersamaan, mengunjungi Kiai Muntaha, menantu Syaikhana Khalil, di Jangkebuan, Bangkalan.?



Cikal-bakal Lahirnya NU Berawal dari Langgar Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Cikal-bakal Lahirnya NU Berawal dari Langgar Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Cikal-bakal Lahirnya NU Berawal dari Langgar Ini



Adapun tujuan mereka tersampaikan oleh salah seorang ulama yang menyatakan, bahwa mereka ingin meminta bantuan Kiai Muntaha untuk menyampaikan aspirasi mereka sebab mereka tidak berani untuk menyampaikannya secara langsung kepada Kiai Kholil.



Haedar Nashir



“Apa kepentingannya?” kata Kiai Muntaha





“Begini, sekarang sudah ada kelompok-kelompok yang sangat tidak suka terhadap ulama-ulama salaf, tak suka pada karangan kitab-kitab ulama salaf. Yang mau mereka ikuti hanya Al-Qur’an dan Hadits saja. Selain ini sudah tidak perlu diikuti. Lalu, bagaimana peninggalan pelopor-pelopor terutama Wali Songo kalau (pemahaman) seperti ini yang diterapkan di Indonesia? Sebab, rupanya, kelompok ini (melakukan gerakan) melalui (bantuan) kekuasaan pemerintah jajahan, pemerintah Hindia Belanda. Mari dimaturkan kepada Kiai Kholil!”

Haedar Nashir





Sementara ulama-ulama itu bermusyawarah dan Kiai Muntaha belum juga berangkat untuk menjumpai Kiai Kholil demi menyampaikan pemikiran para ulama tersebut, Kiai Kholil justru lebih dulu menugaskan Kiai Nasib untuk memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang belum diajukan tersebut.?





Kiai As’ad—yang ketika itu memang sedang nyantri di Bangkalan—menirukan perintah Kiai Kholil kepada Kiai Nasib sebagai berikut:





“Nasib, sini, kemari. Begini, kasih tahu, ya, sama Muntaha. Di dalam Al-Qur’an sudah ada keterangan, sudah cukup.?





? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?





“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai” (At-Taubat: 32). Sudah, ini kasih tahu. Cukup sudah. Jadi, kalau sudah dikehendaki oleh Allah Taala, pasti terjadi kehendak Allah Taala. Tak akan gagal. Kasih tahu, ya, sama Muntaha!”





* * *





Kira-kira, demikianlah gambaran musyawarah dan instruksi Kiai Kholil bin Abdul Lathif tatkala itu. Dari hasil musyawarah yang dilakukan oleh ulama-ulama di Bangkalan tersebut itulah lantas muncul gagasan didirikannya organisasi Nahdlatul Ulama (NU) beberapa tahun kemudian.





Nah, langgar dalam foto ini adalah Langgar Kiai Muntaha, terletak di Jangkebuan. Lokasinya ini berada kira-kira 1 kilometer arah timur laut Mertajasa, Maqbarah Syaikhana Kholil bin Abdul Lathif, Bangkalan. Menurut penuturan Kiai Afif, tidak ada yang berubah dari langgar yang saat ini dirawat oleh KH Hamid Kholily tersebut. Secara keseluruhan, bangunan masih utuh. Hanya bagian ubin yang diperbaiki. Dan, di langgar inilah ke-66 ulama itu bertemu sebagaimana disampaikan.









Penulis adalah seniman dari Pesantren Annuqoyah, Guluk-Guluk

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam, Ubudiyah Haedar Nashir

Selasa, 12 November 2013

2000 Siswa Madrasah Berprestasi Bertarung di Ajang Aksioma-KSM Yogyakarta

Yogyakarta, Haedar Nashir. Tahun 2017 ini Yogyakarta menjadi tempat bertarungnya sekitar 2000 siswa madrasah dengan level prestasi tingkat nasional dan internasional.

Mereka berkompetisi di ajang Ajang Kreasi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2017 pada 7-12 Agustus 2017.

2000 Siswa Madrasah Berprestasi Bertarung di Ajang Aksioma-KSM Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
2000 Siswa Madrasah Berprestasi Bertarung di Ajang Aksioma-KSM Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

2000 Siswa Madrasah Berprestasi Bertarung di Ajang Aksioma-KSM Yogyakarta

Kompetisi dipusatkan di dua tempat yaitu Stadion Mandala Krida dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Siswa Madrasah dari semua jenjang ini memperebutkan supremasi tertinggi di antara para siswa madrasah seluruh Indonesia.

Pembukaan kegiatan Aksioma-KSM 2017 ini dipusatkan di Stadion Mandala Krida, Senin (7/8) malam. Berbagai penampilan seni dan budaya disuguhkan dengan baik oleh siswa dari sejumlah siswa di Yogyakarta, salah satunya dari MAN 2 Yogyakarta.

Haedar Nashir

Lengkap dengan busana ala Keraton, mereka menampilkan karnaval budaya dengan pergerakan lincah menelusuri salah satu sudut stadion Mandala Krida.

Ribuan siswa berprestasi dari 34 Provinsi itu siap berkompetisi secara sportif. Mereka bangga memilih madrasah sebagai tempat menempuh ilmu dan akhlak.

"Saya bangga menjadi bagian dari siswa madrasah. Saya sangat siap berkompetisi dengan siswa-siswi lain dari seluruh Indonesia," ujar Kholida Nailul Muna, siswa MAN 3 Bantul, DIY juara ajang matematika internasional di Vietnam pada Juli 2017 lalu.

Senada dengan Kholida, Satria Widyanto yang merupakan siswa Madrasah Muallimin Yogyakarta juga siap mempertahankan emas yang dia peroleh dalam ajang KSM di Pontianak.

"Saya meraih emas di KSM Pontianak, saya siap menghadapi teman-teman dari seluruh Indonesia. Saya bangga madrasah," ujarnya mengucapkan rasa antusiasmenya.

Haedar Nashir

Seluruh kontingen yang mengisi penuh setiap tribun stadion menyambut penuh gembira dan semangat untuk menghadapi ajang sains ini.

Selain 2000 kontingen, Kantor Wilayah Kementerian Agama di seluruh provinsi juga mengirimkan sekitar 10.000 pendamping yang terdiri dari guru, pelatih, Kepala Kanwil, dan para kepala bidang.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan dihadiri oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan Hamengku Buwono X. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja, Berita, Sholawat Haedar Nashir

Pelajar NU di Jombang Diimbau Susun Program Kebutuhan Pelajar

Jombang, Haedar Nashir

Empat Pengurus Pimpnan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU-IPPNU) di Kabupaten Jombang dikukuhkan dalam waktu bersamaan di Aula Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat, Ahad (24/1/2016). Empat PAC tersebut di antaranya dua PAC di Kecamatan Perak dan dua yang lain Kecamatan Megaluh.?

Setelah dilantik, empat PAC tersebut diimbau segera menyusun program-program yang dibutuhkan IPNU-IPPNU untuk pelajar ditempat masing-masing, mereka juga didorong menemukan inovasi-inovasi dalam merumuskan dan menjalankan program-programnya. Hal ini dilakukan agar mereka aktif berkarya mendampingi ranting-ranting di bawahnya.

Pelajar NU di Jombang Diimbau Susun Program Kebutuhan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU di Jombang Diimbau Susun Program Kebutuhan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU di Jombang Diimbau Susun Program Kebutuhan Pelajar

Ketua Piimpinan Cabang (PC) IPPNU Jombang, Qurrotul Aini menegaskan bahwa sejumlah agenda yang dirumuskan masing-masing PAC IPNU-IPPNU merupakan kegiatan realistis yang dibutuhkan pelajar.?

“Semoga tidak pelantikannya saja yang semarak, tapi juga kegiatan-kegiatannya juga bisa bermanfaat untuk IPNU-IPPNU dan pelajar,” katanya usai melakukan prosesi plantikan, Ahad (24/1).

Haedar Nashir

Disamping itu Aini, sapaan akrabnya berharap kepada pengurus IPNU-IPPNU dari ranting hingga PAC untuk ikut berperan aktif menyukseskan pelantikan PC IPNU-IPPNU Jombang yang akan digelar pada pertengahan bulan Februari mendatang.?

“Kita juga punya gawe (agenda) pelantikan pengurus cabang IPNU-IPPNU pada pertengahan bulan depan, mereka juga harus ikut serta menyukseskan pelantikan tersebut,” ujarnya.

Sementara Ketua PAC Megaluh, Asmo E Afandi mengatakan, keberlangsungan organisasi sangat ditentukan oloeh kesolidan dan kerja keras anggota dengan pengurus dalam mejalankan mandat organisasinya. Afandi mengajak kepada pengurus yang baru dilantik itu untuk membangun kerja sama yang baik demi memaksimalkan menjalankan program.?

“Saya mengajak kepada jajaran pengurus dan anggota untuk saling mendorong dalam kesuksesan kegiatan yang akan segera kita rumuskan bersama,” ungkapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail Haedar Nashir

Kamis, 31 Oktober 2013

Gus Dur Selalu Tanamkan Islam sebagai Agama Kedamaian

Kudus, Haedar Nashir - Pengasuh Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengha KH Yusuf Chudlori mengatakan, KH Abdurrahmana Wahid (Gus Dur) pada masa hidupnya selalu menanamkan kepada masyarakat bahwa Islam adalah agama kedamaian di bumi.

Gus Dur, kata kiai muda yang biasa disapa Gus Yusuf ini, dalam menunjukkan Islam mengutamakan kedamaian, memberi contoh kisah KH Chudlori yang didatangi dua kelompok masyarakat desa Tepus, Magelang yang meminta fatwa penggunaan bondo desa .

Gus Dur Selalu Tanamkan Islam sebagai Agama Kedamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Selalu Tanamkan Islam sebagai Agama Kedamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Selalu Tanamkan Islam sebagai Agama Kedamaian

Kedua kelompok tersebut, lanjut  Gus Yusuf, saling berebut antara digunakan membeli gamelan ataukah merehab masjid. “Tanpa diduga, KH Chudlori tidak menjawab untuk rehab masjid, melainkan mendahulukan membeli gamelan dengan alasan demi kerukunan,” jelasnya pada puncak acara “Gebyar seni budaya dan peringatan haul ke-6 Gus Dur” yang diselenggarakan Pengurus Cabang Lesbumi Kudus di  Komplek Kampung Festival Bambu Wulung, Desa Ngembalrejo, Kudus, Ahad Malam (31/1).

Gus Yusuf menambahkan, kisah tersebut ditafsirkan Gus Dur bahwa KH Chudlori lebih mementingkan masyarakat guyub rukun. Ketika masyarakatnya rukun, masjid akan tumbuh dengan sendirinya. “Dari sinilah Gus Dur menanamkan Islam hadir tidak untuk memecah-belah, tetapi untuk memberi kedamaian," ujar kiai putra KH Chudlori ini.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Kemudian Gus Yusuf merasa prihatin kondisi masyarakat Indonesia belakangan yang mengalami krisis kepercayaan. Masyarakat, katanya, banyak yang bangga menjadi orang (bangsa) lain daripada menjadi orang Indonesia. Hal ini banyaknya orang berpenampilan atau gaya pakaiannya berubah sehingga tidak mencerminkan warga Indonesia.

 

"Gus Dur itu apa adanya, tidak jaim, tidak usah gaya. Selama berkualitas seperti beliau dimana pun orang akan menghormati. Tetaplah menjadi Indonesia , menjadi warga NU. Itu cara Gus Dur memberi keteladanan," terangnya.

Gus Dur juga mengajarkan kelembutan, kasih sayang serta menyanyangi semua komponen masyarakat lintas suku ras dan agama. Gus Dur dicintai banyak orang karena mencintai banyak orang. "Sudah 6 tahun beliau wafat, tetapi warisan kasih sayang, ajaran keteguhan sikapnya, belajar mencintai NKRI harus tetap tumbuh dalam jiwa kita. Cita-cita besar Gus Dur perihal kemanusiaan, kedamaian dan NKRI harus kita perjuangkan bersama," harap Gus Yusuf.

Turut hadir dalam acara ini putri bungsu Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid, tokoh NU, budayawan, politisi dan kaum nahdliyin Kudus. Bintang Aksi Yunior Bintha Athivata beserta ibunya, Hj Nuzumul Laily. Serta dan sastrawan Kudus ikut menyemarakkan suasana dengan pentas membaca puisi. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, Nusantara, Meme Islam Haedar Nashir

Selasa, 29 Oktober 2013

Warga NU Sejahtera, Pertumbuhan Ekonomi Melaju Pesat

Surabaya, Haedar Nashir. Panitia Daerah (Panda) Muktamar ke-33 NU kembali menggelar acara pra muktamar dengan konsep yang berbeda. Kali ini Panda mengonsep dialog interaktif bersama Bapak Chairul Tanjung, CEO Trans Corp di halaman timur Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Jum’at (3/7).

Dialog yang bertemakan Membangun Kemandirian Ekonomi Rakyat itu dihadiri oleh ratusan orang. Mereka terdiri dari para pengusaha muda, pengusaha santri dan para jamaah Masjid Al-Akbar Surabaya.?

Warga NU Sejahtera, Pertumbuhan Ekonomi Melaju Pesat (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Sejahtera, Pertumbuhan Ekonomi Melaju Pesat (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Sejahtera, Pertumbuhan Ekonomi Melaju Pesat

Hadir juga KH Miftachul Akyar, Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, KH Mutawakkil Alallah, Mantan Menteri Pendidikan RI, Prof M Nuh, Direktur Masjid Al Akbar. Tentu Ketua dan Sekretaris Panda Muktamar ke-33 NU turut hadir.

Haedar Nashir

Dalam sambutannya, Gus Ipul atas nama Ketua Panitia Daerah mengucapkan terima kasih kepada Bapak Chairul Tanjung yang bersedia hadir dalam dialog interaktif ini. Gus Ipul berharap dengan adanya dialog bersama Pak CT (Chairul Tanjung) dapat memberikan motivasi kepada kita semua untuk memulai usaha.

Haedar Nashir

Baginya, warga NU harus pintar, cinta tanah air itu semua itu sudah ada di NU. Namun orang kaya ini yang masih sedikit di NU, bisa dihitung angkanya. "Kalau warga NU sejahtera maka pertumbuhan ekonomi melaju cepat," terangnya.

Kiai Mutawakil juga menyampaikan apresiasi kepada panitia daerah yang telah mengadakan acara dialog interaktif bersama Pak CT. "Ini langkah cerdas yang diambil oleh Panda. Karena inilah yang menjadi kebutuhan masyarakat terutama warga NU," terang Kiai Mutawakkil.

Dalam penyampaiannya, Pak CT menyayangkan minimnya umat muslim yang menguasai sektor perekonomian. Dari 88 persen umat muslim, hanya 22 persen yang berperan di dunia usaha dan menguasai sektor perekonomian.

"Umat Islam di Indonesia harus siap membangun perekonomian mandiri, kalau tidak, Indonesia akan menjadi ladang basah bagi negara lain, apalagi tahun ini akan ada MEA," pesannya. ? (Rofii Boenawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah, Berita Haedar Nashir

Minggu, 27 Oktober 2013

NU Dorong Pemerintah Indonesia Fasilitasi Penyelesaian Konflik Suriah

Wonosobo, Haedar Nashir. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mendorong keterlibatan pemerintah Indonesia dalam membantu menyelesaikan konflik Suriah yang saat ini sudah menelan lebih dari 100 ribu nyawa.

“Saat ini masih ada kesempatan sebelum terlambat,” katanya dalam konferensi pers setelah pembukaan rapat pleno PBNU, Sabtu (7/9).

Ia menegaskan, langkah militer yang digagas oleh Amerika Serikat sejumlah negera sekutunya tidak akan menyelesaikan masalah.?

NU Dorong Pemerintah Indonesia Fasilitasi Penyelesaian Konflik Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Dorong Pemerintah Indonesia Fasilitasi Penyelesaian Konflik Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Dorong Pemerintah Indonesia Fasilitasi Penyelesaian Konflik Suriah

“Dialog merupakan cara terbaik dalam menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Haedar Nashir

Kiai Said berharap pemerintah Indonesia berperan lebih aktif dalam mendorong negara-negara Muslim secara bersama-sama menyelesaikan masalah tersebut.

OKI, menurut Kang Said, sejauh ini tidak jelas peran yang dilakukannya. “OKI itu seperti la yamuutu wa la yahya, (tidak kehilatan hidup atau matinya). Ya daripada tidak ada,” tandasnya.?

Haedar Nashir

Dalam pertemuan G20 di Rusia, SBY menegaskan penolakannya atas upaya penyelesaian konflik Suriah dengan cara-cara kekerasan, apalagi tanpa mandat dari PBB.

“Menurut pandangan saya adalah, masyarakat internasional (internastional community), yang diberikan mandat oleh perserikatan bangsa-bangsa untuk melaksanakan sejumlah tugas, yang mengandung tiga elemen tadi tentu tidak semua dilaksanakan oleh international community. Selebihnya dilaksanakan oleh bangsa Syiria, pemerintah Syiria, pemimpin-pemimpin dan tokoh-tokoh Syiria sendiri," kata Presiden dalam keterangan pers di St Petersburg, Jumat sore waktu setempat, seperti dilansir oleh Antara. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Kajian Haedar Nashir