Jumat, 09 Desember 2016

Hukum Mencabut Uban

Assalamu’alaikum wr. w.

Nama saya Hadi, usia sudah kepala empat dan rambut saya mulai beruban. Rasanya gatal sekali dan saya sering meminta isteri untuk mencabuti uban saya. Tetapi akhir-akhir ini isteri males mencabuti uban saya, kata isteri saya hukumnya makruh. Yang ingin saya tanyakan kepada ? pak ustad, pertama bagaimana sebenarnya hukum mencabut uban di kepala? Kedua, berapa jumlah uban Rasulullah SAW? Mohon penjelasan pak ustad. Terimakasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb (Hadi/Kaltim)

Hukum Mencabut Uban (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Mencabut Uban (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Mencabut Uban

?

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Ada dua pertanyaan diajukan kepada kami. Dua pertanyaan tersebut nampak saling bertalian satu dengan yang lainnya Pertama tentang hukum mencabut uban di kepala. Kedua tentang jumlah uban Rasulullah saw. Dan karena keterbatasan ruang dan waktu maka kami akan menjawab pertanyaan yang pertama. Sedang untuk pertanyaan yang kedua akan kami jawab pada kesempatan yang lain. ?

Haedar Nashir

Munculnya uban biasanya selalu diidentikan dengan ketuaan. Identifikasi ini memang tidak sepenuhnya benar sebab ada juga orang usianya masih muda namun beruban. Banyak faktor yang menyebakan rambut kepala kita beruban seperti faktor usia dan banyaknya beban pikiran.

Haedar Nashir

Namun terlepas dari semua itu, menurut ulama dari kalangan madzhab syafi’i—sebagaimana dikemukakan oleh Muhyiddin Syarf an-Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab— bahwa mencabut uban hukumnya adalah makruh. Hal ini didasarkan kepada sabda Rasulullah saw:

? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Jangan kalian mencabut uban karena uban itu adalah cahaya orang muslim kelak di hari kiamat” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Nasa’i)

Pandangan ini ditegaskan oleh al-Ghazali, al-Baghawi dan ulama lainnya. Bahkan Muhyiddin Syarf an-Nawawi menyatakan: “Jika dikatakan haram mencabut uban karena adanya larangan yang jelas dan sahih maka hal itu tidak mustahil”. Kemakruhan mencabut uban di sini tidak dibedakan antara mencabu uban jenggot dan uban kepala. Dengan kata lain, mencabut uban yang ada di jenggot dan uban yang ada di kepala hukumnya adalah sama-sama makruh.? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?

“Makruh mencabut uban karena didasarkan kepaa hadits riwayat ‘Amr bin Syuaib dari bapaknya dari kakeknya dari Nabi saw beliau bersabda: ‘Jangan kalian mencabut uban karena uban itu adalah cahaya orang muslim kelak di hari kiamat’. Ini adalalah hadist hasan yang telah diriwayatkan oleh Abu Dawud at-Tirmidzi, Nasai, dan lainnya dengan sanad hasan. At-Tirmidzi berkata: ‘Bahwa hadits ini adalah hadits hasan. Para ulama dari madzhab kami (madzhab syafi’i) berpendapat bahwa makruh mencabut uban. Pandangan ini ditegaskan oleh al-Ghazali sebagaimana keterangan yang terdahulu, al-Baghawi dan ulama lainnya. Seandainya dikatakan haram mencabut uban karena adanya larangan yang jelas maka mungkin saja. Dan tidak ada perbedaan hukum kemakruhanya antara mencabut uban jenggot dan kepala” (Muhyiddin Syarf an-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Bairut-Dar al-Fikr, juz, I, hlm. 293)

Namun ada pandangan lain yang dikemukakan oleh imam Abu Hanifah yang terdapat dalam kitab al-Khulashah yang dinukil dari kitab al-Muntaqa. Menurutnya, hukum mencabut uban tidaklah makruh kecuali jika bertujuan untuk berhias diri (tazayyun). Pandangan ini menurut ath-Thahawi sebaiknya tidak dipahami secara literalis. Beliau memberi catatan, bahwa pandangan imam Abu Hanifah tersebut seyogyanya dipahami ketika uban yang dicabut adalah sedikit, tetapi jika banyak maka hukumnya tetap makruh karena adanya hadits yang melarang untuk mencabut uban yang diriwayatkan Abu Dawud sebagaimana disebutkan di atas.? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Di dalam kitab al-Khulashah yang dinukil dari kitab al-Muntaqa terdapat keterangan yang menyatakan bahwa imam Abu Hanifah tidak memakruhkan mencabut uban kecuali dengan tujuan berhias diri. Dan seyogynya pandangan ini dipahami ketika uban yang dicabut adalah sedikit, namun jika banyak maka hukumnya tetap makruh berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud: ‘Jangan kalian mencabut uban karena uban itu adalah cahaya orang muslim kelak di hari kiamat’” (Lihat, ath-Thahawi, Hasyiyah ‘ala Maraqi al-Falah Syarh Nur al-Idlah, Bulaq-Mathba’ah al-Amiriyah al-Kubra, 1318 H, h. 342).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Bagi orang yang sudah beruban tak perlu risau dan malu dengan ubannya karena uban adalah cahaya orang muslim kelak di hari kiamat. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

?

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb

?

Mahbub Ma’afi Ramdlan

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga, Ulama, Pendidikan Haedar Nashir

Jumat, 02 Desember 2016

Segera Hukum Mati Koruptor dan Gembong Narkoba!

Jakarta, Haedar Nashir. 13 organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menyerukan desakan ke Pemerintah untuk memberlakukan hukuman mati kepada koruptor dan gembong narkoba. Korupsi dan peredaran narkoba dinilai sebagai kejahatan berat yang sejauh ini tidak ditindak secara tegas.

"Hukuman yang selama ini diberikan, kami nilai masih sangat ringan. Korupsi yang membangkrutkan negara dan gembong narkoba harus dihukum mati," ungkap Ketua Umum LPOI KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Jumat (1/2).

Segera Hukum Mati Koruptor dan Gembong Narkoba! (Sumber Gambar : Nu Online)
Segera Hukum Mati Koruptor dan Gembong Narkoba! (Sumber Gambar : Nu Online)

Segera Hukum Mati Koruptor dan Gembong Narkoba!

LPOI beranggotakan 13 Ormas, masing-masing Nahdlatul Ulama, Persis, Al Irsyad Al Islamiyah, Matlaul Anwar, Ittihadiyah, Al Wasliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), IKADI, Dewan Dakwah Islamiyah, Arrabithah Al Alawiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Azikra, dan Syarikat Islam Indonesia.

Haedar Nashir

Kiai Said yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menambahkan, LPOI juga mendesak penyegeraan pelaksanaan hukuman mati yang sudah divonis oleh pengadilan.

"Kami tahu pemberian grasi adalah hak Presiden. Tapi kami mohon Presiden bijak. Untuk terpidan yang sudah divonis, segera eksekusi, jangan ditunda-tunda agar kesempatan mendapatkan keringanan hukuman tidak ada," tambah Kiai Said.

Haedar Nashir

Selain penanganan korupsi dan peredaran narkoba, di kesempatan yang sama LPOI juga mendesak Pemerintah untuk serius dalam perang melawan terorisme.

"Kemendagri kami minta membubarkan Ormas yang keberadaannya jelas-jelas merongrong Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Sementara yayasan dari luar negeri yang terindikasi menjadi donatur Ormas bermasalah, itu juga harus ditindak tegas," pungkas Kiai Said.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Samsul Hadi

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam, Cerita, Berita Haedar Nashir

Kamis, 01 Desember 2016

Ini Pesan Gus Mus untuk Pilpres 9 Juli 2014

Rembang, Haedar Nashir. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A. Mustofa Bisri menyampaikan pesan khusus untuk masyarakat Indonesia yang akan melaksanakan hajat pemilihan presiden dan wakil presiden 9 Juli 2014. Pesan suara berdurasi 3 menit 29 detik itu diunggah di situs youtube.com diiringi lagu "Padamu Negeri".

Pesan diunggah oleh Radio Mataair yang bertajuk “Pesan Gus Mus Untuk Pilpres 9 Juli 2014”. Ini linknya http://www.youtube.com/watch?v=hxhkPqEC3Wk dan berikut ini pesannya:

Ini Pesan Gus Mus untuk Pilpres 9 Juli 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Gus Mus untuk Pilpres 9 Juli 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Gus Mus untuk Pilpres 9 Juli 2014

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Haedar Nashir

Saya Ahmad Mustofa Bisri

Saudara-saudaraku di manapun Anda berada

Marilah kita memilih, mendukung calon presiden dan wakil presiden;

Haedar Nashir

yang kita pilih, yang kita yakini

Namun tidak usahlah kita bersikap berlebih-lebihan

Kita harus ingat bahwa calon-calon itu semuanya adalah putra-putra Indonesia...

Yang mempunyai kepentingan untuk kebaikan Indonesia

Yang mendukung masing-masing adalah saudara kita;

juga orang Indonesia yang ingin kebaikan Indonesia lima tahun ke depan,

LIMA TAHUN ke depan, bukan sampai hari kiamat

Mari kita dukung pilihan-pilihan kita dengan tetap pikiran yang jernih

sebagai warga negara Indonesia yang menghendaki kebaikan Indonesia

Dengan memohon kepada Allah SWT

Mudah-mudahan Allah meridlai apa yang kita lakukan

Mudah-mudahan dibantu dengan suasana khusu’ Ramadhan,

kita dihindarkan oleh Allah Ta’ala dari perilaku berlebihan

yang tidak disukai oleh Allah dan Rasul-Nya

Semoga kita dapat melaksanakan acara rutin pemilihan presiden

dan wakil presiden nanti dengan tertib damai aman

dan kita tetap sebagai saudara apapun nanti yang terjadi

Terima Kasih

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

(Ahmad Asmu’i/Anam)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Halaqoh, Sunnah, Warta Haedar Nashir

PMII Unair Diskusikan Film “Ilir-ilir”

Surabaya, Haedar Nashir. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Airlangga mendiskusikan film Ilir-ilir di pelataran sekretariat organisasi tersebut pada Selasa (6/12) malam.

Menurut Andaru, ketua panitia, kegiatan ini diselenggarakan sebagai rangkaian dari kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba).

PMII Unair Diskusikan Film “Ilir-ilir” (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unair Diskusikan Film “Ilir-ilir” (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unair Diskusikan Film “Ilir-ilir”

“Diskusi ini serangkaian kegiatan kita menuju Mapaba, dibuat diskusi film agar sahabat-sahabat tidak bosan dengan kajian-kajian intelektual sembari mempelajari bagaimana sebuah ide dikontekstualisasikan dalam sebuah karya film,” pungkasnya.

Haedar Nashir

Sementara itu Dita, salah satu peserta mengaku senang dapat mengikuti kegiatan diskusi film yang digagas PMII Unair.

“Kegiatan ini seru karena bisa menyajikan film yang tak hanya sebuah tayangan, namun bisa mengekspresikan arti dari sebuah kehidupan. Saya rasa PMII menjadi wadah yang pas untuk saya mengembangkan diri dan berproses di dalamnya. Semoga ke depan film nya semakin seru,” ucap Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair.

Haedar Nashir

Film Ilir-ilir sendiri dirilis pada pertengahan tahun 2011, merupakan film pendek yang mengambil latar kehidupan kakak-beradik yatim piatu, Sahid dan Wahid di Kadilangu, Demak. Film ini adalah intisari dari pemaknaan syair Ilir-ilir. (Alfi Rohma-Asrari Puadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir IMNU, Ulama, Humor Islam Haedar Nashir

Rabu, 30 November 2016

Fiqih Jangan Hanya Teoritis, Harus Punya Agenda Praksis

Pati, Haedar Nashir. Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen, Pati, Jawa Tengah menggelar peringatan 1000 hari wafatnya KH MA. Sahal Mahfudh, Jumat (30/9) dengan mengadakan Seminar Nasional bertajuk Fiqh Sosial dalam Konteks Kajian Islam Nusantara.?

Seminar ini menghadirkan Wakil Ketua LBM PBNU KH Abdul Moqsith Ghazali, intelektual muda yang juga santri Mbah Sahal Ulil Abshar Abdalla dan Arief Subhan.

Fiqih Jangan Hanya Teoritis, Harus Punya Agenda Praksis (Sumber Gambar : Nu Online)
Fiqih Jangan Hanya Teoritis, Harus Punya Agenda Praksis (Sumber Gambar : Nu Online)

Fiqih Jangan Hanya Teoritis, Harus Punya Agenda Praksis

“3 tahun lalu KH MA Sahal Mahfudh wafat, meninggalkan keluarga, santri, warga NU. Namun, sehari penuh saya berada di Kajen, Kiai Sahal seperti masih hidup; orang-orang sowan dan mendiskusikan pemikirannya,” ungkap Kiai Moqsith.

Dia menegaskan, salah satu pemikiran keislaman Kiai Sahal yang masih relevan hingga sekarang adalah fiqih sosialnya. “Melalui fiqih sosial ini, Kiai Sahal hendak menegaskan bahwa fiqih tidak cukup hanya canggih secara teoritis. Fiqih pun harus memiliki agenda praksis,” ujar Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta ini.

Haedar Nashir

Kiai Moqsith juga tidak memungkiri bahwa kini murid-murid Kiai Sahal bertungkus lumus mensistematisasikan pemikiran-pemikiran Kiai Sahal melalui sejumlah riset, diskusi, dan workshop.?

“Di Kajen, ada sejumlah kiai dan nyai muda yang berjuang untuk itu. Di samping Gus Rozin, tentu ada Ning Tutik N. Jannah Bunda Ak-za,Jamal Pati, dan lain-lain,” ungkapnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir AlaNu Haedar Nashir

Rabu, 23 November 2016

Jelang Konferensi, 100 Ansor-Banser Sidoarjo Ikuti PKD dan Diklatsar

Sidoarjo, Haedar Nashir ? . Sekitar 100 anggota Ansor dan Banser dari perwakilan kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo mengikuti Pendidikan Kader Dasar (PKD) dan Diklatsar Ansor-Banser Sidoarjo, Jawa Timur. Acara tersebut digelar di daerah pesisir Sidoarjo, tepatnya di Desa Sawohan Kecamatan Buduran Sidoarjo.

Jelang Konferensi, 100 Ansor-Banser Sidoarjo Ikuti PKD dan Diklatsar (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Konferensi, 100 Ansor-Banser Sidoarjo Ikuti PKD dan Diklatsar (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Konferensi, 100 Ansor-Banser Sidoarjo Ikuti PKD dan Diklatsar

Pembukaan acara tersebut dilaksanakan pada Jumat (23/9) malam dan dihadiri perwakikan Forkopimka kecamatan Buduran. Perwakilan mereka sekaligus menjadi saksi "Deklarasi Mengawal Tradisi Menjaga NKRI" peserta dan seluruh Pengurus Cabang GP Ansor Sidoarjo.

Sekretaris Ansor Sidoarjo H Riza Ali Faizin mengatakan, PKD dan Diklatsar 2016 merupakan rangkaian acara pra-konfrensi Ansor yang akan digelar Desember mendatang. Para peserta diharapkan dapat menjadi kader yang mampu mengawal tradisi Indonesia yang penuh dengan keberagaman, toleransi antarbudaya dan agama.

Haedar Nashir

"Ini salah satu rangkaian acara pra-konfrensi Ansor Desember nanti. Saya berharap hasilnya nanti para peserta tangguh dalam menjaga tradisi Indonesia," harap Riza Ali Faizin, Jumat (23/9).

Haedar Nashir

Ia menambahkan, tokoh lintas kompetensi juga dilibatkan untuk memberi materi kegiatan tersebut. Selain itu, penguatan kemampuan beladiri peserta juga dioptimalkan dalam acara itu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, berakhir pada Ahad (24/9). Beberapa fasilitas desa dijadikan tempat pengisian materi. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sholawat Haedar Nashir

Selasa, 22 November 2016

Konfercab Fatayat Kudus Amanahkan Miftahrrohmah sebagai Ketua

Kudus, Haedar Nashir

Konferensi Pimpinan Cabang IX Fatayat NU Kabupaten Kudus IX memberikan amanah kepada Miftahurrohmah untuk memimpin PC Fatayat NU Kudus lima tahun ke depan. Konfercab yang berlangsung di SMU Islam Almaruf, Senin (24/4), itu bertepatan dengan hari lahir ke-64 Fatayat NU.

Konfercab Fatayat Kudus Amanahkan Miftahrrohmah sebagai Ketua (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab Fatayat Kudus Amanahkan Miftahrrohmah sebagai Ketua (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab Fatayat Kudus Amanahkan Miftahrrohmah sebagai Ketua

Ditemui terpisah setelah terpilih? Miftahurrohmah yang juga Dosen STAIN Kudus tersebut menyatakan, tantangan ke depan adalah bagaimana PC Fatayat NU Kabupaten Kudus mampu menyiapkan, mendidik, menata dan mendistribusikan kader perempuan NU. Menurutnya, usia yang ke-67 tahun adalah usia yang dewasa untuk sebuah organisasi kader perempuan NU.

"PC Fatayat NU Kudus sebagai salah satu basis terbesar kader NU Jawa Tengah punya peranan yang sangat strategis dalam rangka menyiapkan, mendidik, menata, dan mendistribusikan kader kader perempuan NU di tengah masyarakat," katanya.

Haedar Nashir

Miftahurrohmah menambahkan, ke depan Fatayat NU Kudus harus mampu melakukan konsolidasi sampai tingkat basis dalam rangka proses kaderisasi sehingga tercipta kader-kader perempuan yang militan, profesional, berwawasan luas, dan berakhlakul karimah. Fatayat NU Kudus juga mesti mampu mendistribusikan kader kadernya pada semua level tingkatan dalam rangka mengembangkan paham Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah yang toleran di tengah berkembangnya paradigma masyarakat yang semakin ekslusif dan diskriminatif.

Menyinggung soal isu nasionalisme, mantan pengurus PW IPPNU Jateng tersebut berkomentar bahwa Fatayat NU Kudus mesti mampu bersinergi dengan organisasi kepemudaan lainnya dalam rangka menjaga stabilitas, persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI.

Haedar Nashir

Forum tertinggi tingkat cabang Fatayat ini dibuka secara resmi oleh Agus Hari Ageng, Sekretaris PCNU Kudus. Turut hadir Hj. Tazkiyyatul Mutmainnah dari Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah, serta utusan sejumlah badan otonom NU dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Kudus. Dalam amanahnya, PCNU menitikberatkan pada pentingnya kaderisasi dan pembinaan kader perempuan NU.

Pemilihan ketua Fatayat NU yang berlangsung dua kali putaran tersebut memilih Miftahurrohmah sebagai ketua PC Fatayat NU Kabupaten Kudus masa khidmah 2017-2022. Suara Miftahurrohmah unggul dari calon laonnya mengalahkan,? Siti Nafisatun, dengan selisih 20 suara. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam Haedar Nashir