Jumat, 21 April 2017

Sambut Muktamirin, Ansor Siapkan 4 Posko di Perbatasan Jombang

Jombang, Haedar Nashir. Untuk menyambut sekaligus memandu para peserta Muktamar ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur, pada Agustus mendatang, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jombang akan membuka posko di empat titik perbatasan kota.

"Keempat lokasi tersebut adalah di seluruh perbatasan terluar Kabupaten Jombang," tandas Ketua PC GP Ansor Jombang,? Zulfikar Dawam Ikhwanto kepada Haedar Nashir, Kamis (16/4). Lokasi-lokasi itu antara lain Kecamatan Perak yang mempertemukan Jombang dengan Kabupaten Nganjuk, Ploso sebagai kawasan perbatasan dengan Kabupaten Lamongan, Mojoagung sebagai kecamatan terluar dengan Kabupaten Mojokerto, serta Bareng untuk perbatasan dengan Kabupaten Kediri atau Blitar.

Sambut Muktamirin, Ansor Siapkan 4 Posko di Perbatasan Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Muktamirin, Ansor Siapkan 4 Posko di Perbatasan Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Muktamirin, Ansor Siapkan 4 Posko di Perbatasan Jombang

Keberadaan posko tersebut dirasa penting sebagai bentuk penyambutan kepada muktamirin. "Kalau peserta yang diangkut armada dengan pengawalan petugas, mungkin tidak perlu pemandu menuju lokasi," katanya.

Haedar Nashir

Namun seperti kebanyakan kegiatan muktamar, maka peserta yang datang bisa lebih banyak dari peserta resmi yang akan mengikuti sejumlah sidang. Bahkan dalam perkiraan Saifulah Yusuf, panntia daerah wilayah Jawa Timur, ada sekitar 50 ribu penggembira yang dikenal dengan muhibbin akan memadati Jombang.

Haedar Nashir

"Keberadaan posko tidak semata sebagai syiar dan penghormatan kepada muktamirin, juga sebagai rest area atau tempat peristirahatan setelah menempuh perjalanan darat yang demikian jauh," kata PNS bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Jombang ini. Di setiap posko juga akan disediakan sejumlah fasilitas, termasuk tukang pijat dan warung, lanjutnya.

Gus Atok, sapaan akrabnya juga menyampaikan bahwa keberadaan posko bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan. "Karena itu di posko bisa dibuka warung yang menyediakan makanan, minum serta kebutuhan bagi para musafir," terangnya. Para istri pengurus Ansor di sekitar posko bisa menjual kopi dan berbagai kebutuhan perjalanan dengan tambahan fasilitas pijat gratis, lanjutnya.

Ia membayangkan bahwa keberadaan posko tersebut akan sangat membantu bagi para peserta yang belum begitu mengenal dengan baik lokasi sidang dan sejumlah kegiatan selama muktamar berlangsung. "Apalagi lokasi sidang dan penginapan peserta ada di 4 pesantren," ungkapnya. Belum lagi tambahan alun-alun untuk siudang pleno, pemukaan dan penutupan, dan gedung olah raga untuk registrasi peserta dan panggung hiburan.

Di sejumlah titik strategis, Ansor juga akan menurunkan ratusan relawan. Dari mulai menjaga fasilitas umum, sudut yang rawan tindak kriminalitas, juga petunjuk bagi para warga dan peserta yang ingin mendapatkan informasi seputar Jombang dan muktamar. "Karena para relawan Ansor adalah warga asli Jombang, diharapkan bisa memberikan informasi lebih rinci sesuai yang dibutuhkan," pungkasnya. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pesantren Haedar Nashir

Bolehkan Wanita Haid Mengajar Al-Qur’an?

Assalamualaikum. Nama saya Khanza dari Manado Sulut. Saya ingin menanyakan tentang bagaimana hukumnya seorang wanita yang sedang haid lalu belajar dan mengajarkan Al-Quran? bolehkah atau tidak? Karena sejauh ini pendapatnya berbeda, ada yang membolehkan juga ada yang tidak. Terkadang juga menjadi bahan perdebatan. Untuk itu saya mohon penjelasannya. Syukron.

Jawaban

Bolehkan Wanita Haid Mengajar Al-Qur’an? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bolehkan Wanita Haid Mengajar Al-Qur’an? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bolehkan Wanita Haid Mengajar Al-Qur’an?

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Bahwa dalam masalah membaca Al-Qur’an bagi orang yang sedang haid memang terdapat perbedaan di antara para ulama. Pada dasarnya menurut jumhurul ulama orang yang sedang haid tidak diperbolehkan membaca Al-Qur`an. Hal ini didasarkan kepada beberapa dalil. Di antaranya adalah firman Allah SWT:  

? ? ? ? - ?: 79

Haedar Nashir

“Tidak ada yang menyentuhnya (al-Qur`an) kecuali hamba-hamba yang disucikan” (Q.S. Al-Waqi’ah [56]: 79)

Haedar Nashir

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?: " ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ?

“Dari Ibnu Umar ra ia berkata: Rasulullah saw bersbada: Tidak boleh orang yang haid dan orang yang dalam keadaan junub membaca ayat Al-Qur`an” (H.R. Ad-Daruquthni)

Namun jika perempuan yang haid ketika membaca al-Quran tujuannya bukan membaca, tetapi misalnya tujuannya adalah untuk mengajar atau membenarkan bacaan yang salah maka dalam kasus seperti ini diperbolehkan. Hal ini sebagaimana orang yang dalam keadaan junub yang masih diperbolehkan membaca Al-Quran selama tidak diniati untuk membaca (misalnya untuk tujuan berdoa, yang ada ayat Al-Qur’annya).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  - ? ? ? ? ? ?-? ? ?. 52

“Dan haram membaca al-Qur`an bagi semisal orang junub dengan tujuan membacanya walaupun dibarengi dengan tujuan lainnya, dan menurut pendapat yang kuat tidak haram baginya bila memutlakkan tujuannya. Dan juga tidak haram tanpa adanya tujuan membacanya (al-Qur`an) seperti membenarkan bacaan yang keliru, mengajarkannya, mencari keberkahan dan berdoa,”. (Abdurrahman Ba’alwi, Bughyah al-Mustarsyidin, Bairut-Dar al-Fikr, h. 52)

Bahkan madzhab maliki memperbolehkan perempuan yang haid membaca Al-Quran secara mutlak. Bahkan bagi perempuan yang mengajar atau diajar (guru-murid) yang dalam kondisi haid boleh juga menyentuh mushaf. Alasannya adalah bahwa orang junub itu bisa dengan mudah menghilangkan hal yang bisa membuatnya dilarang untuk menyentuh al-Quran yaitu hadats besar dengan cara mandi besar. Kondisi tersebut berbeda dengan orang yang sedang haid atau nifas. Hal ini didasarkan pada keterangan dibawah ini:    

 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? ? ? ? ? ?- ? ? ? 18? ?. 322 - 

“Kalangan dari madzhab maliki berpendapat bahwa orang yang haid boleh baginya membaca Al-Qur`an dalam kondisi masih mengeluarkan darah secara mutlak, baik dalam keadaan atau tidak, atau adanya kekhawatiran lupa hafalan Al-Qur’an-nya atau tidak. Adapun setelah haidnya terputus maka ia tidak boleh membacanya sebelum mandi besar, baik dalam keadaan junub atau tidak, kecuali ia khawatir akan lupa hafalannya”. (Wazarah al-Awqaf wa asy-Syu`un al-Islamiyyah Kuwait, al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, Kuwait-Dar as-Salasil, juz, 18, h. 322 H)    

? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?   ? ? ? ? ? ? ? ?-? ? ? 1? ?. 150-. “(Kecuali bagi orang yang mengajar atau orang yang belajar meskipun dalam kondisi haid atau junub), artinya haram bagi mukallaf menyentuh mushhaf dan membawanya kecuali dalam kondisi sebagai pengajar atau orang yang belajar maka boleh bagi keduanya menyentuh sebagian  atau papan tulis yang bertuliskan ayat-ayat Al-Quran (lauh) dan seluruh mushhaf meskipun keduanya dalam keadan haid ata nifas kerena ketidakmampuan keduanya untuk menghilangkan penghalang. Hal ini berbeda dengan orang junub karena kemampuannya untuk menghilangkan penghalang dengan mandi atau tayammum” (Abi al-Barakat Ahmad bin Muhamad bin Ahmad ad-Dardidi, Asy-Syarh ash-Shaghir ‘ala Aqrab al-Masalik ila Madzhab al-Imam Malik, Bairut-Dar al-Ma’arif, juz, 1, h. 150).

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan. Jadi yang bisa kami simpulkan, banyak ulama yang memperbolehkan para ustadzah atau guru mengaji (TPA/TPQ) tetap mengajar meskipun sedang dalam keadaan haid. Demikian juga para murid perempuan yang sedang belajar mengaji.

Semoga kita dimudahkan dalam belajar agama, serta dikaruniai ilmu yang bermanfaat dan amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. (Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga, Ahlussunnah, Internasional Haedar Nashir

Selasa, 18 April 2017

Pendidikan Terpadu GP Ansor Polewali Mandar Bangkitkan Cinta NU dan NKRI

Polman, Haedar Nashir - Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan ke-IV di masjid Raya Desa Sattoko Kecamatan Mapilli Kabupaten Polman, Sulawesi Barat (Sulbar). Selama tiga hari, Sabtu-Senin (23-25/7), 62 peserta menerima sejumlah materi penguatan ke-NU-an dan keindonesiaan.

Hadir pada kegiatan ini Instruktur PP GP Ansor Mas’ud Saleh, Annangguru Ustad Zainul Abidin, sejumlah PW GP Ansor, dan seluruh Kader GP Ansor Polman. Kegiatan pembukaan semakin ramai dan antusiasnya dengan pemerintah dan masyarakat setempat ikut menghadiri kegiatan tersebut.

Pendidikan Terpadu GP Ansor Polewali Mandar Bangkitkan Cinta NU dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Terpadu GP Ansor Polewali Mandar Bangkitkan Cinta NU dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Terpadu GP Ansor Polewali Mandar Bangkitkan Cinta NU dan NKRI

Ketua GP Ansor Polman Busra dalam sambutannyya menyampaikan bahwa DTD ini merupakan komitmen pengurus dalam melanjutkan jejang kaderisasi.

Haedar Nashir

“Khusus untuk kepengurusan kami, DTD ini merupakan yang ke-IV dan insya Allah kami akan terus melanjutkan kegiatan seperti ini guna mengajak para pemuda polman yang berlatarkan NU kultural untuk bergabung bersama barisan GP Ansor,” kata Busra.

Haedar Nashir

Sementaran Mas’ud Saleh menyampaikan kepada hadirin untuk menyayangi NU karena NU sayang kita.

“Bahwa NU lahir dalam semangat kebangsaan dan keislaman Indonesia sehingga citra Indonesia yang Islami dan keislaman yang indonesiawi? itulah yang diajarkan oleh NU, terlebih tradisi budaya masyarakat Sulawesi Barat sedari dulu bercirikan Islam Aswaja An-Nahdhiyah,” ungkap Mas’ud.

Ia mengajak segenap kader untuk konsisten dalam ber-NU, “Mari meraih ridha Allah SWT dan syafaat Nabi Muhammad SAW dengan cara menjadi kader NU yang istiqamah sebagaimana pesan Hadrattusyekh KH Hasyim Asy’ari,” tutup Mas’ud.

Peserta yang mengikuti DTD kali ini berasal dari berbagai kecamatan. Pendidikan ini berakhir pada senin dinihari dengan jumlah peserta yang dibaiat berjumlah 62 kader. (Sudianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Lomba, Doa Haedar Nashir

PWNU Sumbar Gelar Silaturrahmi dan Pembekalan

Padang, Haedar Nashir

Suasana memeriahkan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-82 di Propinsi Sumatera Barat mulai terasa. Setidaknya, suasana tersebut diawali Pengurus Wilayah NU Sumbar dengan silaturrahim jajaran Pengurus Cabang NU se-Sumbar.

Selain silaturrahim, diadakan pembekalan untuk kalangan pengurus NU di tingkat kabupaten dan kota di Sumbar, Sabtu-Minggu, (5-6/1 ) di Gedung Bintang Sembilan, Padang. Pembekalang meliputi materi pengembangan pertanian, pendidikan serta pengembangan organisasi NU di Ranah Minang ini.

PWNU Sumbar Gelar Silaturrahmi dan Pembekalan (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Sumbar Gelar Silaturrahmi dan Pembekalan (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Sumbar Gelar Silaturrahmi dan Pembekalan

Sekdaprov Yohanes Dahlan berharap, agar NU betul-betul mengembangkan pendidikan di daerah ini. Kita tahu, bahwa kelahiran NU dilatar belakangi dengan masalah dakwah dan pendidikan. Maka sudah sewajarnya pendidikan menjadi agenda utama dalam mengembangkan organisasi di Sumbar ini.

Ketua PP Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, Dr. H. Fathoni Rodli berharap, agar LP Ma’arif NU dikelola dengan basis manajemen, bukan lagi dengan berbasis kharismatik, seperti diawal NU lahir di nusantara ini. Dengan berbasis manajemen itulah, kita mampu memenej NU yang begitu besar, dengan berbagai dinamikanya.

“Dulu, betapa banyak tokoh Minangkabau ini yang berhasil dibidang pendidikan, politik serta sejumlah prestasi lainya ditingkat nasional. Namun, akhir-akhir ini jarang sekali kita mendengar, nama orang Minang yang menonjol di tingkat nasional. Ini merupakan tantangan kita bersama, termasuk juga NU Sumbar,“ kata Sekretaris Daerah Propinsi Sumatera Barat Yohanes Dahlan saat membuka pembekalan.

Acara pembekalan dihadiri jajaran PWNU Sumbar, seperti Rais Syuriyah Drs. H. Amiruddin, Wakil Rais Drs. H. Bagindo Letter, Wakil Ketua Drs. Zamhar Baheram, Ir. H. A. Khusnun Aziz, MM, Sekretaris Firdaus, SS, Ketua LP Ma’arif NU Sumbar, Drs. Ideal Alimuddin, M. Hi,.

Haedar Nashir

Sekretaris PWNU Sumbar, Firdaus, SS, menyebutkan, pembekalan pengurus PC NU Kabupaten/Kota se-Sumbar terkait dengan suasana Harlah NU ke-82 tahun. Peserta disamping dibekali dengan materi dari PP. LP. Ma’arif, juga materi dari konsultan pertanian. Diharapkan, peserta yang mengikuti memiliki wawasan pendidikan melalui program LP Ma’arif dan pertanian. Sehingga diharapkan mampu mengembangkan pertanian yang notabene banyak dimiliki oleh warga NU di berbagai nagari di Sumbar ini.

Terkait dengan suasana Harlah NU ke-82, direncanakan Istiqhosah NU 13-14 Januari 2008 di Pasaman Barat. Insya Allah Istighosah itu akan dihadiri Ketua Umum Tanfidziyah PBNU, KH. Dr. Hasyim Muzadi dan Prof. Dr. KH. Syaid Agil Siraj sebagai pemberi tausiyah. Rencananya kegiatan Istighosah dihadiri lebih kurang sepuluh ribu warga nahdiyin se Sumbar. Sehingga hal ini menunjukkan bahwa NU eksis di Sumbar dan memiliki agenda besar untuk memajukan kehidupan dan kemaslahatan warganya pada khususnya dan masyarakat Sumbar umumnya, kata Firdaus.

Haedar Nashir

Dari silaturrahmi tersebut, Wakil Lembaga Dakwah NU Sumbar Reza Fahmi berharap konsolidasi PW dan PC-NU Sumbar dipandang penting untuk dilakukan secara berkala. Mengingat NU merupakan sebuah ormas yang sesungguhnya telah melekat dalam kultur masyarakat Minang. Dimana nilai filosofis Adat Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah sesungguhnya merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai pemikiran NU.

“Sebuah hal yang tragis, apabila hingga hari ini masih ada di kalangan anggota nahdiyin yang malu untuk menyatakan diri sebagai warga NU. Justru sebaliknya warga NU Sumbar perlu bangga terhadap keberadaan dirinya sebagai anggota ormas Islam terbesar di tanah air,” kata Reza. (arm)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah Haedar Nashir

Minggu, 16 April 2017

Alumni PMII Jabar Siap Bangun Sekretariat dan Perguruan Tinggi

Bandung,Haedar Nashir

Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Jawa Barat mengadakan kegiatan Reuni Alumni dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil). Salah satu buah dari pertemuan tersebut adalah perencanaan pembuatan gedung sekretariat 3 Lantai.

Alumni PMII Jabar Siap Bangun Sekretariat dan Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni PMII Jabar Siap Bangun Sekretariat dan Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni PMII Jabar Siap Bangun Sekretariat dan Perguruan Tinggi

Menurut Ketua Pelaksana kegiatan tersebut Muhtarom, biaya untuk pembangunan gedung dan pembelian tanah sudah terkumpul sebagian.

"Barusan, seperti yang kita dengar sudah terkumpul 150 meter dari (target) 500 meter untuk pembangunan gedung Ika PMII," katanya pada Reuni Alumni IKA-PMII, di kampus UNINUS, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Jawa Barat, Pada (21/8).

Haedar Nashir

Rencananya, gedung akan dibuat tiga lantai sebagai sentral dari kegiatan PMII seperti pelatihan, kaderisasi dan pusat komunikasi para alumni.

Haedar Nashir

"Di atas tanah 500 meter ini akan dibangun 3 lantai. Lantai pertama untuk aula, lantai kedua untuk kantor IKA dan lantai ketiga untuk kantor yayasan," jelasnya.

Setelah Muswil, lanjutnya, ke depan akan dimatangkan persiapan pembangunan perguruan tinggi yang akan dikelola oleh para alumni.

"Memang sekarang ada beberapa tanah yang diwakafkan ke yayasan untuk pembangunan perguruan tinggi, mudah - mudahan bisa terwujud," ujarnya.

Ketua Alumni IKA PMII Jabar Numan Abdul Hakim mengaharapkan agar para alumni bisa di garda terdepan menyelesaikan persoalan bangsa.

"PMII harus tampil, katakanlah, menjadi peniup peluitnya ketika tidak ada yang tidak beres baik itu sistem politik, sistem sosial dan sebagainya," ujarnya.

Dia juga mengimbau agar alumni PMII berkiprah di NU. "Kita berharap, (alumni) PMII tidak berhenti ketika dia punya jabatan saja, termasuk memikirkan NU sebagai organisasi sosial yang dibutuhkan kehadirannya oleh masyarakat," lanjutnya.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut, Ketua Mabin PB IKA PMII KH Ahmad Bagdja, dan sekitar 350 alumni dari berbagai daerah di Jawa Barat. (Bakti Habibie/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir IMNU, Tokoh Haedar Nashir

Jumat, 14 April 2017

SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an

Brebes, Haedar Nashir. Di saat anak-anak sekolah di berbagai tingkatan baik SD/MI, SMP/MTs maupun SMA/SMK/MA? berangkat upacara HUT ke-70 RI, ratusan anak di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Harapan Umat Brebes, Jateng justru meliburkan siswanya. Terang saja, sekolah yang terletak di Jalan Yos Sudarso tersebut tidak mengadakan upacara 17-an.

Keberanian Kepala Sekolah tidak menggelar upacara mendapat reaksi keras dari para orang tua murid dan mendapat sorotan dari elemen masyarakat termasuk media sosial. Bahkan Dandim 0713/Brebes? dan Polres Brebes langsung mengadakan klarifikasi ke sekolah tersebut.

SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an (Sumber Gambar : Nu Online)
SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an (Sumber Gambar : Nu Online)

SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an

Dandim 0713 Brebes, Letkol Inf Efdal Nazra mengatakan, setiap sekolah wajib melaksanakan upacara bendera dalam rangka HUT Kemerdekaan RI. Itu sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap para pejuang yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Karena itu, sebagai penerus bangsa berkewajiban mengisi kemerdekaan sebaik mungkin.

Haedar Nashir

"Saya baru tahu ada sekolah yang tidak melaksanakan upacara bendera hari ini. Saya akan cek dulu, dan apa alasanya tidak melaksanakan upacara bendera itu," tandasnya.

Kepala Sekolah SD IT Harapan Umat Brebes, Ratoni saat dikonfirmasi mengakui kalau sekolahnya tidak melaksanakan upacara 17-an. Meski mengakui, tetapi dia membantah kalau upacara 17-an tidak dilaksanakan karena sebenarnya sudah dilakukan dengan menggabungkan upacara hari pramuka pada 14 Agustus lalu.

Haedar Nashir

Ketika didesak apa bukti-buktinya melaksanakan upacara 17-an antara lain pembacaan teks proklamasi, Ratoni tampak gelagapan tidak bisa menunjukan bukti-buktinya.? "Ini memang kebijakan sekolah kami. Tapi, bukan berarti kami tidak menghargai Hari Kemerdekaan RI. Sebab, kegiatan upacara itu sudah dilaksanakan pada 14 Agustus lalu bersamaan peringatan Hari Pramuka," bantahnya.

Ratoni yang biasa disapa Ahmad Fatoni ini juga beralasan kenapa tidak melaksanakan upacara 17-an karena siswanya banyak yang jauh seperti dari Losari, Larangan dan yang jaraknya jauh. Lagi pula tanggal 17 Agustus adalah tanggal merah yang artinya hari libur. Selain itu, sekolah juga tidak mendapat arahan dari Dinas Pendidikan, terkait kewajiban melaksanakan upacara bendara HUT Kemerdekaan RI. "Atas pertimbangan ini, kami berinisiatif meliburkan seluruh siswa," paparnya

Anggota DPRD Kabupaten Brebes, Pamor Wijaksono sangat menyayangkan dan menyesalkan tindakan sekolah tersebut. Kebijakan yang diterapkan itu dinilai salah. Apalagi, bagi siswa SD. Sebab, pendidikan nasionalisme sejak dini sangat penting. Karena itu, pihaknya meminta dinas terkait untuk mengambil langkah atas kejadian tersebut.

"Itu jelas salah, karena semua sekolah wajib melaksanakannya. Ini penting bagi penanaman nasionalisme pada anak-anak sebagai penerus bangsa," tandasnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama Haedar Nashir

Selasa, 11 April 2017

Memilih Susu Meninggalkan Arak

Diceritakan dalam kitabnya Ahmad Ad-Dardiri Ala Qishshati Mi’raj bahwasanya Rasulullah SAW dalam perjalanannya setelah menjalankan sholat bersama para Nabi di Baitul Maqdis merasa sangat haus. Sebelum ia ucapkan keadaannya tiba-tiba Jibril telah datang dengan membawa dua cawan yang berisi susu dan arak yang segar.

Nabipun segera mengambil cawan yang berisi susu dan meminumnya, seraya Jibril berkata Kau mengambil yang benar. Andaikan Kau ambil arak pastilah umatmu kelak akan hidup dalam kesesatan. Diriwayatkan pula dari sebagian perawi bahwa Jibril datang dengan membawa tiga macam minuman yaitu susu, madu dan khamar.

Pilihan Rasulullah SAW terhadap susu adalah pilihan yang tepat. Karena air susu adalah air yang sangat cocok untuk manusia dan disukai oleh segenap makhluk. Susu mengandung kesehatan, kekuatan, dan zat yang mengenyangkan. Demikian yang terurai dalam ayat 66 dalam surat An Nahl:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Memilih Susu Meninggalkan Arak (Sumber Gambar : Nu Online)
Memilih Susu Meninggalkan Arak (Sumber Gambar : Nu Online)

Memilih Susu Meninggalkan Arak

Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya

Menurut penafsiran sebagian ulama, susu dengan segala kebaikan kandungan zatnya bagaikan agama Islam yang penuh dengan kesempurnaan. Dan menurut ulama lain, susu diibaratkan sebagai Ahlussunnah wal Jama’ah. Sebagai kelompok mayoritas yang berpegang tegung pada ajaran Rasulullah SAW.

Haedar Nashir

Demikianlah posisi air susu yang keluar antara kencing dan darah. Seperti Ahlussunnah wa Jama’ah yang lahir dan berkembang diantara dua kutub besar Qadariyah dan Jabariyah. dalam konteks kekinian posisi air susu dapat diibaratkan sebagai anjuran untuk memosisikan diri di tengah tidak ekstrem kanan dan tidak pula ekstrem kirim. (red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Cerita, News Haedar Nashir