Senin, 24 Juli 2017

Ideologi PMII Harus Sama, Pemetaan Kader Lihat Potensi Lokal

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia kini telah berusia 57 tahun. Organisasi yang didirikan di Surabaya tersebut, telah memiliki kader dari Sabang sampai Merauke. Para alumnusnya telah memasuki beragam bidang, baik di kemayarakatan maupun di pemerintahan.?

Meski demikian, organisasi yang baik adalah organisasi yang melihat masa lalu, potensi saat ini dan terutama tantangan masa depan. Agar PMII bisa terus eksis menjadi organisasi di kalangan mahasiswa.?

Sebagai salah satu upaya menjawab atau saran untuk PMII, Abdullah Alawi dari Haedar Nashir mewawancarai salah seorang alumnusnya, Juri Ardiantoro, yang saat ini menjadi salah seorang Ketua PBNU dan pernah menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. Berikut petikannya: ? ?

Ideologi PMII Harus Sama, Pemetaan Kader Lihat Potensi Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ideologi PMII Harus Sama, Pemetaan Kader Lihat Potensi Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ideologi PMII Harus Sama, Pemetaan Kader Lihat Potensi Lokal





Bagaimana melihat kaderisasi PMII hari ini?

Haedar Nashir

Kaderisasi harus diperluas orientasinya tidak hanya sekadar menambah jumlah kader. Tapi menambah bobot kader. Bobot kader juga harus diperluas tidak hanya sekadar menghiasi dunia politik, tapi dunia profesional. Dan mulai menyiapkan kader-kader untuk mengambil peran di wilayah itu.

Caranya agar PMII bisa seperti itu bagaimana?

Haedar Nashir

Harus ada pemetaan potensi kader dan pemetaan berdasar keunikan kader di tiap-tiap daerah. Jadi, kaderisasi tak harus mesti sama seluruh daerah, seluruh Indonesia. Pada hal-hal yang sangat prinsip tata, nilai, ideologi harus sama. Tapi pada konteks pengembangan kader dan penyiapan kepemimpinan, ya harus memperhatikan karakater atau keunikan daerah. Sehingga kader PMII tidak setiap kader PMII harus ke Jakarta. Caranya harus pemetaan kader dulu yang membangun satu strategi penguatan kelembagaan dan kader serta bisa memanfaatkan sumber daya di lokal. Jadi, tidak harus ke Jakarta.

Kenapa politik masih pusat perhatian PMII?

Makanya harus diperluas framenya, PMII tidak melulu urusan politik. Dunia profesional harus digeluti. Kalaupun politik, adalah politik dalam upaya penyiapan kader kepemimpinan bangsa, yang lebih luas, bukan sekadar anggota DPR.

Hubungan dengan alumni untuk membangun upaya PMII seperti itu?





Alumni harus menjadi inspiratif, bukan sekadar membangun patronase. Kelemahan organisasi mahasiswa itu kan alumninya membangun patronase sehingga membangun blok-blok. Nah, itu yang tidak bagus. Alumni harus bisa mengemong semua. Ini kader siapa, itu kader siapa. Nah, ini mestinya tidak begitu.?

Selain itu, tantangan PMII ke depan itu apa?

Salah satu tantangan organisasi Islam itu sekarang adalah memoderasi menguatnya kelompok garis keras di kalangan anak muda. Bagaimaana memoderasi radikalisme di kalangan anak muda ini yang harus digarap PMII. Jagan asyik di dunianya, lupa urusan gerakan keislaman di kalangan muda yang sudah mulai menguat unsur-unsur Islam garis kerasnya. Bukan hanya membaca buku, tapi memperkuat gerakan praksis untuk memoderasi gerakan Islam garis keras itu.?

PMII mampu melakukan hal itu? ?

Ya mampu karena PMII itu kan sudah menjadi organisasi besar ya, hampir di seluruh daerah mempunyai basis. Cuma ya itu tadi, orientasinya harus diubah tidak hanya urusan politik. Tapi kalaupun politik harus politik tingkat tinggi, jangan melupakan urusan lokal, mushala, kampus.?

Sebagai alumnus PMII, bagi Anda, apa manfaat berorganisasi di PMII itu?

Pada zaman saya itu kan di PMII menjadi tempat, menjadi media dimana kita diperkenalkan dengan bagaimana cara mengkonkretkan semangat kepemudaan yang berbasis agama. Itulah manfaatnya. Kemudian dengan ber-PMII, kita punya pandangan lebih luas, tidak sempit karena bertemu dengan banyak orang dan bertemu banyak perspektif pemikiran, banyak orang; dan kita juga bertemu dengan banyak potensi di tempat lain yang mungkin tidak kita temukan kalau tidak ikut organisasi. ?

Apa pesan pribadi kepada kader-kader PMII di seluruh Indonesia?

Mumpung masih muda dan PMII, berorganisasi tidak sekadar ingin bergaul atau memperoleh status di organisasi, tapi berorganisasi harus memiliki makna untuk dirinya sendiri dan bagi organisasi sendiri, dan bagi masyarakat pada umumnya. Jadi, organisasi menjadi alat untuk memberdayakan dirinya sebelum juga memberdayakan lingkungannya.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Haedar Nashir

NU Pecahkan 2 Rekor Dunia MURI di Peringatan Hari Santri 2016

Jakarta, Haedar Nashir. Di peringatan Hari Santri Nasional 2016, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berhasil memecahkan 2 rekor dunia MURI untuk pembacaan serentak 1 miliar shalawat Nariyah dan kirab terjauh (2000 km).

Kirab Resolusi Jihad NU menempuh jarak dari Banyuwangi ke Jakarta. PBNU menerjunkan sekitar 150 Tim Kirab Resolusi Jihad yang singgah dari tempat bersejarah satu ke tempat bersejarah lain.?

NU Pecahkan 2 Rekor Dunia MURI di Peringatan Hari Santri 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pecahkan 2 Rekor Dunia MURI di Peringatan Hari Santri 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Pecahkan 2 Rekor Dunia MURI di Peringatan Hari Santri 2016

Antusisme masyarakat dalam menyambut Kirab Resolusi Jihad juga cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan berjejernya masyarakat dan santri di sepanjang jalan untuk menyapa Tim Kirab yang diketuai oleh Wasekjen PBNU Isfah Abidal Aziz.?

“Kirab menggunakan kendaraan dengan jarak terjauh selama ini di dunia hanya dilakukan oleh NU dengan Kirab Resolusi Jihadnya,” ujar Ketua Umum MURI Jaya Suprana saat menyerahkan piagam Rekor Dunia MURI kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sabtu (22/10) dalam apel akbar dan upacara Hari Santri Nasional di Monas Jakarta.?

Haedar Nashir

Demikian juga dengan gerakan pembacaan 1 miliar shalawat nariyah secara serentak yang diinisiasi oleh PBNU. Pembacaan shalawat serentak hanya berlangsung satu malam dengan beberapa jam saja.

Warga NU ramai-ramai mengisi masjid, mushola, majelis taklim, madrasah, pesantren dan kantor-kantor pengurus untuk membaca shalawat nariyah yang bertujuan untuk mendoakan bangsa dan negara Indonesia agar tetap aman, makmur, damai, dan berkeadilan.

Pembacaan shalawat yang diyakini memiliki banyak keberkahan ini juga dilakukan oleh para pengurus PCINU di 24 negara.

“Belum pernah ada muslim di dunia ini yang membaca shalawat hingga 1 miliar secara bersamaan, NU luar biasa sudah melakukannya,” terang Jaya Suprana.

Rekor Dunia MURI ini membuktikan karakter santri dan NU sebagai elemen bangsa yang terus bekerja keras dalam membangun spirit kehidupan bangsa dan negara yang lebih baik di segala bidang kehidupan. Ikhtiar spiritual seperti pembacaan shalawat nariyah juga tidak semata kepentingan kelompok, tetapi demi menjaga keutuhan dan kemakmuran bangsa. (Fathoni)?

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Hikmah, Pendidikan Haedar Nashir

Minggu, 23 Juli 2017

Presiden dan Masyarakat Peringati Maulid di Monas

Jakarta, Haedar Nashir. Sebagian umat muslim Jakarta memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 H di Lapangan Monumen Nasional (Monas) pada Selasa pagi.

Presiden dan Masyarakat Peringati Maulid di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden dan Masyarakat Peringati Maulid di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden dan Masyarakat Peringati Maulid di Monas

Warga yang kebanyakan mengenakan pakaian putih dan sebagian mengenakan jaket hitam bertulisan "Majelis Rasulullah" pada bagian belakang menghadiri acara yang berlangsung mulai sekitar pukul 08.00 sampai 10.00 WIB tersebut.

Lapangan Monas dipadati warga yang menghadiri acara yang juga dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. Sebagian bus dan mobil warga yang mengikuti acara tersebut diparkir di Jalan Merdeka Selatan.

Haedar Nashir

Peringatan Maulid Nabi yang dihadiri ribuan orang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi itu diisi dengan dzikir dan tausyiah oleh Habib Ahmad bin Jindan.

Haedar Nashir

Usai acara sebagian peserta melakukan konvoi menggunakan motor meninggalkan kawasan Monas dan sebagian lainnya berjalan kaki keluar dari area Monas ke kawasan Merdeka Barat dan Merdeka Timur, membuat para pengendara yang melewati jalanan itu memelankan laju kendaraan mereka.

Namun hal itu tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang. Aparat kepolisian terlihat mengatur lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Rasulullah Muhammad SAW merupakan pemimpin transformatif yang mampu mengubah masyarakat dari jaman kegelapan menuju era baru yang penuh iman.

"Kita berterimakasih pada Muhamad karena beliau telah mengajarkan Islam, membimbing kita, telah memimpin perubahan masa besar, yang sering kita sebut transformasi, dari jaman kegelapan ke jaman penuh cahaya iman," kata Presiden Yudhoyono.

Presiden dalam kesempatan itu mengatakan, pribadi Nabi Muhammad SAW merupakan pribadi paripurna yang harus menjadi teladan pemimpin. Nabi merupakan seorang pekerja keras, selalu menuntut ilmu, dan menjadi pengayom bagi masyarakatnya. 

"Beliau mengayomi semua, membangun toleransi, menjaga ukhuwah dan kerukunan bagi semua yang dipimpin. Ini cocok dikaitkan dengan Indonesia, umat Islam terbesar di dunia tetapi negara kita bangsa yang majemuk," kata Presiden. 

Presiden menambahkan, sifat-sifat kepemimpinan Nabi yang bekerja keras dan pantang untuk menyerah juga harus menjadi contoh bagi bangsa Indonesia untuk terus membangun dan tidak berputus asa. Menurut dia, tidak ada jalan pintas dalam menggapai cita-cita mulia. 

Presiden dalam kesempatan itu juga berpesan, mendekati pemilu 2014, agar semua komponen bangsa menjaga keamanan dan ketertiban serta terus meningkatkan kerukunan. (antara/mukafi niam)

Foto: Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Habib, Anti Hoax Haedar Nashir

Pesantren Lirboyo, Dari Bela Diri Tradisional Hingga Pameran Akik

Kediri, Haedar Nashir. Serangkaian kegiatan dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri dalam rangka menyambut Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang dan Reuni Akbar Pesantren Lirboyo Kediri ke-115.?

Pesantren Lirboyo, Dari Bela Diri Tradisional Hingga Pameran Akik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Lirboyo, Dari Bela Diri Tradisional Hingga Pameran Akik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Lirboyo, Dari Bela Diri Tradisional Hingga Pameran Akik

Diantara kegiatan yang diselenggarakan, yaitu Pasar Rakyat, Pameran Batu Nusantara (Akik) dan Pencak Dor (Open Bar) atau pertarungan terbuka, yakni sebuah pertandingan pencak silat atau beladiri tradisional antar-jawara se-Karesidenan Kediri.?

Acara yang dimulai sejak tanggal 19-26 Mei 2015 itu diselenggarakan atas kerja sama antara Keluarga Besar Pesantren Lirboyo, PCNU Kota Kediri dan PC GP Ansor Kota Kediri serta PT Gudang Garam Kediri.

Haedar Nashir

“Pasar Rakyat dan pameran Akik kita selenggarakan mulai tanggal 19-26 Mei 2015. Khusus untuk pameran Batu Nusantara kita mulai pukul 15.00 sampai pukul 22.00,” ungkap Gus Mamik, salah seorang panitia penyelenggara, Kamis (21/5).

Menurut Ketua GP Ansor Kota Kediri itu, selama pameran batu Nusantara berlangsung akan dilakukan juga lelang On The Sport. “Lelang akan dilakukan ? setiap hari mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai,” katanya.

Haedar Nashir

Selain gelar pameran batu yang saat ini sedang digandrungi masyarakat tersebut, lanjut Gus Mamik, panitia juga akan menggelar kesenian beladiri tradisional warga NU Majapahitan berupa Pencak Dor (Open Bar) atau pertarungan terbuka.?

Dikatakannya pertarungan terbuka, karena setiap jawara pencak silat yang tampil tidak akan pilih-pilih lawan yang akan dihadapi. Semua dilakukan secara terbuka satu lawan satu sesuai aturan di dunia pencak dor. “Siapa saja boleh ambil bagian di acara ini. Yang penting berani dan memiliki teknik bertanding,” terangnya. ?

Biasanya, tandas Mamik, para jawara pencak dor dari masing-masing kabupaten di sekitar Kediri akan tumplek blek di lapangan Aula Muktamar untuk ikut ambil bagian. Tidak jarang Open Bar disaksikan puluhan ribu penonton.? “Ini kesenian klasik yang ? masih bertahan di wilayah Karesidenan Kediri,” katanya. (Imam Kusnin/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pemurnian Aqidah Haedar Nashir

Sabtu, 22 Juli 2017

Air Zamzam Palsu Produksi Semarang Dimusnahkan

Semarang, Haedar Nashir. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah memusnahkan ribuan liter air zamzam palsu yang disita dari sebuah pabrik di Mijen, Semarang, beberapa waktu lalu.

Polisi membuang air zamzam palsu yang menjadi bukti kejahatan itu ke saluran air di Markas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah di Semarang, Kamis.

Air Zamzam Palsu Produksi Semarang Dimusnahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Air Zamzam Palsu Produksi Semarang Dimusnahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Air Zamzam Palsu Produksi Semarang Dimusnahkan

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Djoko Poerbohadijoyo mengatakan pemusnahan tersebut telah memperoleh penetapan dari pengadilan.

Haedar Nashir

Pejabat Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah serta tersangka dan penasehat hukumnya menyaksikan polisi membuang air dalam ratusan botol dan jeriken siap edar itu ke saluran air.

Polisi menyita air zamzam palsu itu dalam penggerebekan di Semarang. Dalam penggerebekan itu polisi juga menyita sejumlah alat produksi berupa mesin penyaring air, mesin pengemas, serta ribuan kemasan air zamzam palsu siap edar dan menangkap pemilik pabrik. (antara/mukafi niam)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Budaya Haedar Nashir

PW Muslimat NU DKI Gelar Jalan Sehat

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Wilayah Muslimat NU DKI Jakarta mengadakan pawai jalan sehat. Jalan sehat diikuti arak-arakan panjang yang dimulai di muka Gedung PBNU Kramat Raya, Jakarta Pusat, Ahad (23/6) pagi. Arak-arakan panjang ibu-ibu Muslimat NU DKI Jakarta berakhir di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

PW Muslimat NU DKI Gelar Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
PW Muslimat NU DKI Gelar Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

PW Muslimat NU DKI Gelar Jalan Sehat

Sedikitnya 10.000 peserta arak-arakan jalan sehat. Mereka meliputi pengurus dan kader Muslimat NU DKI Jakarta mulai pengurus ranting hingga anak ranting Muslimat NU di Jakarta. Antara Gedung PBNU dan TIM, arak-arakan jalan sehat menyusuri jalan Raden Saleh, Cikini, dan Gondangdia Raya.

Gelar Jalan Sehat dan lomba menari serta mewarnai oleh siswa-siswi pendidikan anak usia dini (PAUD) binaan Muslimat NU diadakan dalam rangka memperingati harlah ke-67 Muslimat NU. 

Haedar Nashir

“Gerakan Jalan Sehat dimaksudkan bahwa Muslimat NU DKI Jakarta tidak hanya memerhatikan persoalan rohani dengan gerakan dakwah, tetapi juga kesehatan jasmani,” tegas Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj. Hizbiyah Rochim saat dihubungi Haedar Nashir, Ahad (23/6) siang.

Haedar Nashir

Peserta jalan sehat mengenakan seragam training dan kaos putih dengan lengan panjang hijau. Sementara bus dan angkutan yang mengantarkan mereka ke Gedung PBNU tengah memadati halaman parkir TIM.

Sementara Panitia Jalan Sehat Muslimat NU DKI Jakarta membagikan hadiah bagi pemenang lomba menari dan mewarnai yang diiukti oleh siswa-siswi pendidikan anak usia dini (PAUD) binaan Muslimat NU.

Dari atas panggung yang membelakangi Planetarium TIM, panitia membagikan doorprize berupa aneka alat elektronik dan sepeda motor.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan, Fragmen, Sunnah Haedar Nashir

“Ikrar Janjiku” Antologi Puisi IPNU-IPPNU Jepara

Jepara, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jepara meluncurkan antologi puisi berjudul “Ikrar Janjiku” di SMK Fadlun Nafis Bangsri Jepara, Jawa Tengah, Ahad (21/12) sore.

“Ikrar Janjiku” Antologi Puisi IPNU-IPPNU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
“Ikrar Janjiku” Antologi Puisi IPNU-IPPNU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

“Ikrar Janjiku” Antologi Puisi IPNU-IPPNU Jepara

Kegiatan bersamaan dengan Pelatihan Jurnalistik “Meraih Sukses dengan Jurnalistik” yang diikuti 55 pelajar MA sederajat se-Jepara.

Kumpulan 99 puisi karya pelajar Jepara itu merupakan hasil lomba cipta puisi tingkat MTs sederajat, MA sederajat dan Pimpinan Ranting se-Jepara dalam rangka hari Sumpah Pemuda dan Pahlawan yang diadakan beberapa waktu lalu.

Haedar Nashir

Pemberian judul antologi “Ikrar Janjiku” mengambil dari salah satu pemenang juara I lomba puisi tingkat MTs sederajat, yakni Alfi Lutfiah asal MTs NU Nahdlatul Fata Peketeyan Kedung Jepara.

Haedar Nashir

Ketua IPNU Cabang Jepara Muhammad Khoironi menyatakan, penerbitan antologi puisi merupakan wahana untuk mencurahkan ide kreatif pelajar bidang seni, utamanya puisi.

“Ikrar Janjiku, merupakan bukti kepedulian pelajar yang diwujudkan melalui bait-bait puisi,” terang Khoironi.

Farida Farichah, Ketua Umum PP IPPNU dalam endorsement buku itu memberikan apresiasi atas terbitnya antologi puisi. Senada dengan Khoironi mencipta puisi merupakan bentuk cipta rasa dan karsa dalam meningkatkan kreativitas dan sumber daya pelajar.

Dikemukakan Farida, dengan makin banyaknya ruang-ruang kreatif akan meminimalisir dampak negatif globalisasi. “Misalnya maraknya pemakaian narkoba di kalangan remaja, merosotnya moral dan semakin meningkatnya tindakan kekerasan teruatama terhadap pelajar perempuan,” imbuhnya.

Farida berharap dengan potensi dan semangat moral tinggi pelajar bisa berbuat lebih untuk kemajuan bangsa dan negara. Khoironi menambahkan lewat momen itu ia berharap semakin memacu pelajar Jepara dalam mengasah bakatnya bidang seni puisi. “Sehingga pelajar menjadi pelopor kebangkitan kesenian di Jepara,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya Haedar Nashir