Senin, 07 Agustus 2017

GP Ansor Dukung LSN Region VIII Lampung

Bandar Lampung, Haedar Nashir - Liga Santri Nusantara (LSN) Region VIII Sumatera Lampung terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kali ini panitia pelaksana dan koordinator LSN Region VIII Sumatera Lampung mendapat dukungan moral dari keluarga besar GP Ansor Provinsi Lampung.

Ketua GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim mengatakan, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan LSN Region VIII Sumatera Lampung tahun 2017.

GP Ansor Dukung LSN Region VIII Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Dukung LSN Region VIII Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Dukung LSN Region VIII Lampung

Hal ini disampaikan ketika menerima rombongan panitia pelaksana dan koordinator LSN Region VIII Sumatera Lampung di Kantor GP Pemuda Ansor, Jalan Raden Gunawan II Gang Melati Kelurahan Rajabasa Pemuka Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung, Senin (14/8).

Haedar Nashir

“Momentum Liga Santri Nusantara (LSN) harus menjadi media silaturahim dan pencarian bakat santri-santri se-Provinsi Lampung untuk kelak nanti terjun di masyarakat di gelanggang persebakbolaan nasional, dan saya yakin kalau pemain profesional sepakbola yang lahir dari rahim pesantren akan memberi warna tersendiri,” katanya.

Haedar Nashir

Koordinator LSN Region VIII Lampung Munir A Haris menambahkan, selain ajang silaturahim antar-pesantren se-Provinsi Lampung dan pencarian bakat, agenda istimewa yang berskala nasional ini juga sebagai media untuk menyosialisasikan Istinbath Darussa’adah yang digelar beberapa waktu lalu di Kabupaten Lampung Tengah, beberapa di antaranya pimpinan pesantren se Provinsi Lampung mendukung diterbitkannya Perppu No 02 Tahun 2017 tentang Ormas Anti Pancasila dan serta menolak penerbitan Permendikbud No 23 Tahun 2017 tentang Full Day School (FDS).

Bendahara panitia pelaksana Reka Putra menambahkan, LSN Region VIII Sumatera Lampung tahun 2017 ini akan diikuti 48 klub pesantren se-Provinsi Lampung. Mereka memperebutkan total hadiah 28 juta dari Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim.

Kick Off LSN Region VIII Sumatera Lampung akan digelar tanggal 28 Agustus 2017 mendatang di Lapangan Merdeka Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur.

Pertandingan ini rencananya dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PP RMI NU KH Abdul Ghofarrozin, Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrowi, Ketua PWNU Provinsi Lampung KH RM Sholeh Bajuri, Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim, badan otonom NU, lembaga-lembaga NU, para pengasuh pesantren, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri, Khutbah Haedar Nashir

Dua Ulama Jordania Kunjungi PBNU

Jakarta, Haedar Nashir. Dalam rangka menjalin silaturrahmi antara sesama muslim, dua orang ulama Jordania Dr. Hamdi Murad dan Dr. Muhammad Garaybeh berkunjung ke PBNU pada Jum’at sore (14/12). Mereka diterima oleh Ketua PBNU Prof. Dr. Masykuri Abdillah.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 1.5 jam tersebut, mereka membicarakan kehidupan umat Islam di masing-masing negara. Murad menuturkan Mufti memiliki peran yang besar dalam menentukan hukum jika terjadi perbedaan pendapat dikalangan ummat.

Dua Ulama Jordania Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Ulama Jordania Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Ulama Jordania Kunjungi PBNU

Situasi ini berbeda dengan kondisi di Indonesia yang mana masing-masing ormas memiliki pendapat sendiri-sendiri dalam sebuah masalah hukum dan tidak bisa mengintervensi pendapat yang lain.

Murad juga menjelaskan arti makam. Di Jordania, makam adalah kuburan bagi orang-orang yang dimuliakan seperti para wali, sahabat dan nabi sedangkan di Indonesia, makam merupakan istilah lain dari kuburan.

Sementara itu, Masykuri menyatakan akan mengundang mereka dalam konferensi ICIS ke III yang akan diselenggarakan antara Mei-Juli 2008 mendatang karena mereka juga banyak terlibat dalam upaya perdamaian di Timur Tengah. (mkf)



Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Warta, Lomba, Halaqoh Haedar Nashir

Haedar Nashir

Minggu, 06 Agustus 2017

IPPNU Tapal Kuda Gelar Latihan Kader Utama

Banyuwangi, Haedar Nashir



Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PPNU) di daerah Tapal Kuda mengadakan Latihan Kader Utama (Lakut) di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an al-Mubarok Genteng Banyuwangi. Kegiatan itu dibuka dengan shalawat oleh grup hadrah pesantren al-Mubarok, Senin (6/3).?

Latihan Kader Utama (Lakut) adalah jenjang pengkaderan di IPPNU setelah Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan Latihan Kader Muda (Lakmud). Lakut diikuti 21 peserta yang terdiri dari perwakilan Pimpinan Cabang (PC) IPPNU se-Tapal Kuda Jawa Timur antara lain Banyuwangi, Kencong, Jember, Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kraksaan, Situbondo, dan Bondowoso.?

IPPNU Tapal Kuda Gelar Latihan Kader Utama (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Tapal Kuda Gelar Latihan Kader Utama (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Tapal Kuda Gelar Latihan Kader Utama

“Lakut diadakan untuk menuntaskan jenjang kaderisasi yang ada di IPPNU. Selain itu, kita berharap masing-masing perwakilan PC bisa membawa ilmu, pengalamannya ke daerah masing-masing sehingga bisa menjadikan kader IPPNU lebih berkualitas khususnya Tapal Kuda,” ujar Koordinator IPPNU Daerah Tapal Kuda Khoirun Nisa dalam sambutannya di acara pembukaan Lakut.?

Lakut yang berlangsung selama 4 hari ini diisi dengan 13 materi. Sebagian materi tersebut adalah Analisa dan Gerakan Sosial, Metode Pengorganisasian Pelajar, dan Manajemen Program. Di antara pemateri tersebut menghadirkan narasumber dari tokoh lokal, alumni IPPNU, PW IPPNU Jatim, serta PP IPPNU.

Haedar Nashir

Penyelenggaraan Lakut di pesantren yang dibangun dari bambu alami dan bernuansa tradisional itu juga mendapatkan apresiasi dari Ketua PCNU Banyuwangi KH Masykur Ali yang hadir membuka acara.?

Menurutnya, kader IPPNU harus selalu siap membentengi NKRI. Karena kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari peran ulama dan santri. Kiai Masykur juga memberikan ulasan sejarah perjuangan Kiai Hasyim, RA Kartini, dan Pangeran Diponegoro.

Di akhir sambutannya, Kiai Masykur juga menambahkan, “Yen arek-arek IPPNU gak dulinan Hp wayae acara, Lakut e uapik tenan wisan,” tuturnya dengan bahasa Jawa khas Banyuwangi.?

Pesan penutupnya tersebut bertujuan untuk memotivasi kader IPPNU agar serius dalam mengikuti kegiatan tersebut. (Durrotul Firdaus/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Kajian, Nahdlatul, Daerah Haedar Nashir

Sabtu, 05 Agustus 2017

Dihadiri Jokowi, Rais ‘Aam Dikukuhkan sebagai Profesor Ekonomi Muamalat Syariah

Malang, Haedar Nashir?



Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin dikukuhkan sebagai Profesor di bidang Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah di Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur Rabu (24/5).?

Dihadiri Jokowi, Rais ‘Aam Dikukuhkan sebagai Profesor Ekonomi Muamalat Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dihadiri Jokowi, Rais ‘Aam Dikukuhkan sebagai Profesor Ekonomi Muamalat Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dihadiri Jokowi, Rais ‘Aam Dikukuhkan sebagai Profesor Ekonomi Muamalat Syariah

Hadir pada pengukuhan tersebut, Presiden Joko Widodo, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, Ketua Senat UIN Malang Prof Dr. Imam Suprayoga, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Mudjia Rahardja, Dirjen Diktis Prof. Kamaruddin Amin.?

Hadir juga Ketua PBNU Prof. Moh. Nuh, Sekretaris Jenderal PBNU A Helmy Faishal Zaini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Pagar Nusa M. Nabil Haroen, dan beberapa guru besar serta ulama dari berbagai daerah.

Pada pengkuhan tersebut, Kiai Maruf menyampaikan orasi ilmiahnya yang bertajuk Solusi Hukum Islam (Makharij Fiqhiyyah) sebagai Pendorong Arus Baru Ekonomi Syariah di Indonesia.

Menurut dia, fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) berkontribusi dalam peraturan perundang-undangan RI. DSN-MUI turut berkontribusi terhadap Peraturan Bank Indonesia. (Red. Abdullah Alawi)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Meme Islam Haedar Nashir

Rabu, 02 Agustus 2017

Kerendahan Hati Harus Jadi Modal dalam Beradu Argumen

Bandar Lampung, Haedar Nashir?



Sebagian orang menilai berdebat (jadal) merupakan hal yang harus dihindari terlebih mempermasalahkan masalah khilafiyah. Namun bagi sebagian orang berdebat dapat menjadi wahana untuk memperkaya diri dengan pengetahuan.

Kerendahan Hati Harus Jadi Modal dalam Beradu Argumen (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerendahan Hati Harus Jadi Modal dalam Beradu Argumen (Sumber Gambar : Nu Online)

Kerendahan Hati Harus Jadi Modal dalam Beradu Argumen

"Berdebat bukan untuk kalah atau menang. Berdebat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan," demikian dikatakan akademisi Mohammad Syifa saat menjelaskan “Etika Debat dan Dialog dalam Tradisi Keilmuan Islam dan Aplikasinya di Masa Kini”, di Hotel Kurnia Bandar Lampung, Jumat (21/7).

Alumnus Department of Religious Studies Indiana University-Bloomington Indiana USA ini mengingatkan bahwa dalam berdebat hendaknya mengedepankan kemampuan pemahaman terhadap materi yang didebatkan. Emosi bisa saja dan sering muncul saat seseorang sudah tidak bisa lagi mengeluarkan argumen untuk mendukung pendiriannya.

"Ketika emosi muncul saat berdebat, maka itulah sebenarnya seseorang sudah kalah dalam berdebat," jelas pria yang pernah menjadi pengurus PCINU AS-Kanada dan saat ini tinggal di Yogyakarta.

Haedar Nashir

Ia juga mengingatkan bahwa dalam berdebat hendaklah mengedepankan hikmah dan mauidzatul hasanah. Dalam berdebat juga harus mengedepankan kerendahan hati.

"Berdebat harus mengedepankan kerendahan hati. Ini modal ukhuwah dengan orang lain. Jangan menganggap semua salah dan sayalah yang benar. Yang pasti hanya dari Allah," ingatnya.

Kerendahan hati ini sudah dicontohkan oleh para ulama dalam etika berpendapat dan berdebat. Mereka selalu menyampaikan kalimat "wallahualm bisshowab" sebagai penutup pendapat mereka walaupun sudah melalui pemahaman yang mendalam dan sungguh-sungguh.

Hal ini disampaikannya di depan peserta Workshop Multikulturalisme Intern Ummat Islam yang dilaksanakan oleh Kanwil Kementerian Agama Lampung. Kegiatan bertema “Memperkokoh Ukhuwah dan Sinergi dalam Dakwah ini dilaksanakan selama 3 hari dari 20-22 Juli 2017. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, Halaqoh, Ahlussunnah Haedar Nashir

Selasa, 01 Agustus 2017

PBNU Desak Pemerintah Sikapi Kantor OPM Oxford

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak pemerintah Indonesia untuk mensikapi dengan serius atas pembukaan kantor Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Oxford Inggris. PBNU meminta pemerintah Indonesia memprotes keras kepada pemerintah Inggris yang telah memfasilitasi pembukaan kantor tersebut.

PBNU Desak Pemerintah Sikapi Kantor OPM Oxford (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Desak Pemerintah Sikapi Kantor OPM Oxford (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Desak Pemerintah Sikapi Kantor OPM Oxford

Demikian dinyatakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Kamis (9/5). Menurut Said, Papua telah final menjadi bagian NKRI. Karenanya Pemerintah harus menunjukkan sikap tegas terhadap upaya-upaya disintegrasi dan dan usaha-usaha yang merongrong kedaulatan dan keutuhan bangsa Indonesia.

"Sudah disepakati di PBB bahwa Papua menjadi bagian mutlak bangsa Indonesia. Dan dalam hal ini Inggris turut menandatangani kesepakatan tersebut. Bila Menteri Luar Negeri sudah melayangkan protes namun belum cukup, maka presiden patut untuk mengambil sikap lebih tegas," tandas Kyai Said. 

Haedar Nashir

Sebelumnya, Pada Sabtu akhir pekan lalu, Kementerian Luar Negeri menyampaikan protes keras dan keberatan atas pembukaan kantor OPM di Oxford Inggris.  

"Dubes RI di London telah menyampaikan posisi pemerintah tersebut kepada pemerintah Inggris dan hal yang sama akan kami sampaikan kepada Kedubes Inggris di Jakarta," kata Menlu Marty Natalegawa.

Haedar Nashir

Penulis : Syaifullah Amin 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan Haedar Nashir

Yang Bawa HP Dibunuh

Udin sebenarnya sudah berada di masjid dan siap menunaikan shalat Jum’at. Tapi tiba-tiba pulang setelah ada pengumuman pengurus ta’mir masjid perihal jamaah yang bawa telepon genggam.

Sesampai di rumah, ibunya bertanya: "Gak Jum’atan, Din?"

Yang Bawa HP Dibunuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Bawa HP Dibunuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Bawa HP Dibunuh

"Mboten, Buk (Tidak, Bu)!"

"Kenapa?"

Haedar Nashir

Haedar Nashir

“Karena saya bawa HP,” jawab Udin polos.

"Lah! Kenapa membawa HP kok tidak Jum’atan?" Sang ibu heran.

"Tadi pengurus ta’mir masjid kasih pengumuman, “Sing betho HP tolong dipatheni (Yang bawa HP harap dibunuh/dimatikan)". Ya, saya lari!”

“Hoh?”

(Ahmad Rosyidi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail, Nasional Haedar Nashir