Rabu, 09 Agustus 2017

Usai Ramadhan, Gus Sholah Ajak Lanjutkan Puasa

Jombang, Haedar Nashir - Kaum muslimin telah rampung menjalankan ibadah puasa Ramadhan, tetapi semangat puasa hendaknya tetap dilanjutkan pada bulan berikutnya.

Ajakan ini disampaikan KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) selaku Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang pada acara silaturahim dan halal bihalal bersama pengasuh dengan seluruh dewan guru dan karyawan pesantren setempat, Sabtu (1/7).

Usai Ramadhan, Gus Sholah Ajak Lanjutkan Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Ramadhan, Gus Sholah Ajak Lanjutkan Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Ramadhan, Gus Sholah Ajak Lanjutkan Puasa

"Kita lanjutkan dengan puasa yang lain," kata Gus Sholah.

Puasa yang dimaksud adalah puasa batin dan pikiran yang tidak semata kegiatan fisik berupa menahan makan dan minum. "Itulah yang dapat kita petik dari puasa sebulan lalu," kata cucu Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari tersebut.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Bagi putra pahlawan nasional KH Wahid Hasyim ini, puasa seperti itu tidaklah mudah. "Tetapi, itulah makna puasa yang sesungguhnya," ujarnya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Santri, Meme Islam, Pendidikan Haedar Nashir

Senin, 07 Agustus 2017

Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW

Sembahyang tasbih atau “tasabih” merupakan salah satu sembahyang sunah yang tidak dianjurkan berjamaah. Kalau pun dilaksanakan berjamaah untuk pembelajaran misalnya, tidak masalah. Sembahyang tasbih ini sangat diajurkan karena menyimpan keutamaan luar biasa di balik amalan ini.

Syekh Said bin Muhammad Ba’asyin dalam Busyral Karim bi Syarhi Masa’ilit Ta’lim halaman 260-261 juz I menyebut sebuah hadits Rasulullah SAW dan sejumlah pandangan ulama berikut ini.

Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? (? ? ?) ? ? ?" ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?"

Haedar Nashir

Artinya, “Rasulullah SAW mengajarkan Sayidina Abbas RA (pamannya) sembahyang tasbih. Kepadanya, Rasulullah SAW menyebutkan keutamaan besar sembahyang tasbih. Salah satunya adalah ampunan Allah SWT, ‘Kalau saja dosamu sebanyak gundukan pasir, niscaya Allah SWT akan mengampuni dosamu.’ Hadits ini hasan.

Haedar Nashir

Imam Tajuddin As-Subki mengatakan, ‘Tidak ada yang meninggalkan shalat tasbih ini selain orang yang meremehkan agama. Orang yang meremehkan agama tidak akan berkenan mendengarkan keutamaan sembahyang tasbih ini. Sebuah hadits menyebutkan, ‘Kalau kau sanggup, lakukan sembahyang tasbih ini sekali sehari. Kalau tidak, lakukan sekali dalam satu jumat. Kalau tidak bisa, sembahyang tasbih lah sekali sebulan. Kalau tidak sempat, lakukan sekali setahun. Kalau tidak bisa juga, kerjakanlah sekali dalam seumur hidupmu.’ Baiknya sembahyang empat rakaat ini diakhiri dengan satu salam jika dikerjakan siang hari. Kalau dikerjakan malam hari, boleh dikerjakan dalam dua salam.”

Menurut Ustadz Abdullah Abdul Qadir Al-Aidrus, hadits ini merupakan potongan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi. Ibnu Majah dan Abu Dawud juga meriwayatkan hadits serupa.

Melihat besarnya keutamaan sembahyang tasbih ini, tidak heran kalau ada beberapa majelis taklim kaum ibu mengawali pengajiannya dengan sembahyang tasbih berjamaah. Memandang betapa pentingnya sembahyang ini baiknya kita mengerjakan sembahyang berisi tasbih ini meskipun hanya sepekan atau sebulan sekali. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja Haedar Nashir

GP Ansor Dukung LSN Region VIII Lampung

Bandar Lampung, Haedar Nashir - Liga Santri Nusantara (LSN) Region VIII Sumatera Lampung terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kali ini panitia pelaksana dan koordinator LSN Region VIII Sumatera Lampung mendapat dukungan moral dari keluarga besar GP Ansor Provinsi Lampung.

Ketua GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim mengatakan, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan LSN Region VIII Sumatera Lampung tahun 2017.

GP Ansor Dukung LSN Region VIII Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Dukung LSN Region VIII Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Dukung LSN Region VIII Lampung

Hal ini disampaikan ketika menerima rombongan panitia pelaksana dan koordinator LSN Region VIII Sumatera Lampung di Kantor GP Pemuda Ansor, Jalan Raden Gunawan II Gang Melati Kelurahan Rajabasa Pemuka Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung, Senin (14/8).

Haedar Nashir

“Momentum Liga Santri Nusantara (LSN) harus menjadi media silaturahim dan pencarian bakat santri-santri se-Provinsi Lampung untuk kelak nanti terjun di masyarakat di gelanggang persebakbolaan nasional, dan saya yakin kalau pemain profesional sepakbola yang lahir dari rahim pesantren akan memberi warna tersendiri,” katanya.

Haedar Nashir

Koordinator LSN Region VIII Lampung Munir A Haris menambahkan, selain ajang silaturahim antar-pesantren se-Provinsi Lampung dan pencarian bakat, agenda istimewa yang berskala nasional ini juga sebagai media untuk menyosialisasikan Istinbath Darussa’adah yang digelar beberapa waktu lalu di Kabupaten Lampung Tengah, beberapa di antaranya pimpinan pesantren se Provinsi Lampung mendukung diterbitkannya Perppu No 02 Tahun 2017 tentang Ormas Anti Pancasila dan serta menolak penerbitan Permendikbud No 23 Tahun 2017 tentang Full Day School (FDS).

Bendahara panitia pelaksana Reka Putra menambahkan, LSN Region VIII Sumatera Lampung tahun 2017 ini akan diikuti 48 klub pesantren se-Provinsi Lampung. Mereka memperebutkan total hadiah 28 juta dari Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim.

Kick Off LSN Region VIII Sumatera Lampung akan digelar tanggal 28 Agustus 2017 mendatang di Lapangan Merdeka Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur.

Pertandingan ini rencananya dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PP RMI NU KH Abdul Ghofarrozin, Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrowi, Ketua PWNU Provinsi Lampung KH RM Sholeh Bajuri, Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim, badan otonom NU, lembaga-lembaga NU, para pengasuh pesantren, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri, Khutbah Haedar Nashir

Dua Ulama Jordania Kunjungi PBNU

Jakarta, Haedar Nashir. Dalam rangka menjalin silaturrahmi antara sesama muslim, dua orang ulama Jordania Dr. Hamdi Murad dan Dr. Muhammad Garaybeh berkunjung ke PBNU pada Jum’at sore (14/12). Mereka diterima oleh Ketua PBNU Prof. Dr. Masykuri Abdillah.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 1.5 jam tersebut, mereka membicarakan kehidupan umat Islam di masing-masing negara. Murad menuturkan Mufti memiliki peran yang besar dalam menentukan hukum jika terjadi perbedaan pendapat dikalangan ummat.

Dua Ulama Jordania Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Ulama Jordania Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Ulama Jordania Kunjungi PBNU

Situasi ini berbeda dengan kondisi di Indonesia yang mana masing-masing ormas memiliki pendapat sendiri-sendiri dalam sebuah masalah hukum dan tidak bisa mengintervensi pendapat yang lain.

Murad juga menjelaskan arti makam. Di Jordania, makam adalah kuburan bagi orang-orang yang dimuliakan seperti para wali, sahabat dan nabi sedangkan di Indonesia, makam merupakan istilah lain dari kuburan.

Sementara itu, Masykuri menyatakan akan mengundang mereka dalam konferensi ICIS ke III yang akan diselenggarakan antara Mei-Juli 2008 mendatang karena mereka juga banyak terlibat dalam upaya perdamaian di Timur Tengah. (mkf)



Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Warta, Lomba, Halaqoh Haedar Nashir

Haedar Nashir

Minggu, 06 Agustus 2017

IPPNU Tapal Kuda Gelar Latihan Kader Utama

Banyuwangi, Haedar Nashir



Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PPNU) di daerah Tapal Kuda mengadakan Latihan Kader Utama (Lakut) di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an al-Mubarok Genteng Banyuwangi. Kegiatan itu dibuka dengan shalawat oleh grup hadrah pesantren al-Mubarok, Senin (6/3).?

Latihan Kader Utama (Lakut) adalah jenjang pengkaderan di IPPNU setelah Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan Latihan Kader Muda (Lakmud). Lakut diikuti 21 peserta yang terdiri dari perwakilan Pimpinan Cabang (PC) IPPNU se-Tapal Kuda Jawa Timur antara lain Banyuwangi, Kencong, Jember, Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kraksaan, Situbondo, dan Bondowoso.?

IPPNU Tapal Kuda Gelar Latihan Kader Utama (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Tapal Kuda Gelar Latihan Kader Utama (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Tapal Kuda Gelar Latihan Kader Utama

“Lakut diadakan untuk menuntaskan jenjang kaderisasi yang ada di IPPNU. Selain itu, kita berharap masing-masing perwakilan PC bisa membawa ilmu, pengalamannya ke daerah masing-masing sehingga bisa menjadikan kader IPPNU lebih berkualitas khususnya Tapal Kuda,” ujar Koordinator IPPNU Daerah Tapal Kuda Khoirun Nisa dalam sambutannya di acara pembukaan Lakut.?

Lakut yang berlangsung selama 4 hari ini diisi dengan 13 materi. Sebagian materi tersebut adalah Analisa dan Gerakan Sosial, Metode Pengorganisasian Pelajar, dan Manajemen Program. Di antara pemateri tersebut menghadirkan narasumber dari tokoh lokal, alumni IPPNU, PW IPPNU Jatim, serta PP IPPNU.

Haedar Nashir

Penyelenggaraan Lakut di pesantren yang dibangun dari bambu alami dan bernuansa tradisional itu juga mendapatkan apresiasi dari Ketua PCNU Banyuwangi KH Masykur Ali yang hadir membuka acara.?

Menurutnya, kader IPPNU harus selalu siap membentengi NKRI. Karena kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari peran ulama dan santri. Kiai Masykur juga memberikan ulasan sejarah perjuangan Kiai Hasyim, RA Kartini, dan Pangeran Diponegoro.

Di akhir sambutannya, Kiai Masykur juga menambahkan, “Yen arek-arek IPPNU gak dulinan Hp wayae acara, Lakut e uapik tenan wisan,” tuturnya dengan bahasa Jawa khas Banyuwangi.?

Pesan penutupnya tersebut bertujuan untuk memotivasi kader IPPNU agar serius dalam mengikuti kegiatan tersebut. (Durrotul Firdaus/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Kajian, Nahdlatul, Daerah Haedar Nashir

Sabtu, 05 Agustus 2017

Dihadiri Jokowi, Rais ‘Aam Dikukuhkan sebagai Profesor Ekonomi Muamalat Syariah

Malang, Haedar Nashir?



Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin dikukuhkan sebagai Profesor di bidang Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah di Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur Rabu (24/5).?

Dihadiri Jokowi, Rais ‘Aam Dikukuhkan sebagai Profesor Ekonomi Muamalat Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dihadiri Jokowi, Rais ‘Aam Dikukuhkan sebagai Profesor Ekonomi Muamalat Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dihadiri Jokowi, Rais ‘Aam Dikukuhkan sebagai Profesor Ekonomi Muamalat Syariah

Hadir pada pengukuhan tersebut, Presiden Joko Widodo, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, Ketua Senat UIN Malang Prof Dr. Imam Suprayoga, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Mudjia Rahardja, Dirjen Diktis Prof. Kamaruddin Amin.?

Hadir juga Ketua PBNU Prof. Moh. Nuh, Sekretaris Jenderal PBNU A Helmy Faishal Zaini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Pagar Nusa M. Nabil Haroen, dan beberapa guru besar serta ulama dari berbagai daerah.

Pada pengkuhan tersebut, Kiai Maruf menyampaikan orasi ilmiahnya yang bertajuk Solusi Hukum Islam (Makharij Fiqhiyyah) sebagai Pendorong Arus Baru Ekonomi Syariah di Indonesia.

Menurut dia, fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) berkontribusi dalam peraturan perundang-undangan RI. DSN-MUI turut berkontribusi terhadap Peraturan Bank Indonesia. (Red. Abdullah Alawi)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Meme Islam Haedar Nashir

Rabu, 02 Agustus 2017

Kerendahan Hati Harus Jadi Modal dalam Beradu Argumen

Bandar Lampung, Haedar Nashir?



Sebagian orang menilai berdebat (jadal) merupakan hal yang harus dihindari terlebih mempermasalahkan masalah khilafiyah. Namun bagi sebagian orang berdebat dapat menjadi wahana untuk memperkaya diri dengan pengetahuan.

Kerendahan Hati Harus Jadi Modal dalam Beradu Argumen (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerendahan Hati Harus Jadi Modal dalam Beradu Argumen (Sumber Gambar : Nu Online)

Kerendahan Hati Harus Jadi Modal dalam Beradu Argumen

"Berdebat bukan untuk kalah atau menang. Berdebat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan," demikian dikatakan akademisi Mohammad Syifa saat menjelaskan “Etika Debat dan Dialog dalam Tradisi Keilmuan Islam dan Aplikasinya di Masa Kini”, di Hotel Kurnia Bandar Lampung, Jumat (21/7).

Alumnus Department of Religious Studies Indiana University-Bloomington Indiana USA ini mengingatkan bahwa dalam berdebat hendaknya mengedepankan kemampuan pemahaman terhadap materi yang didebatkan. Emosi bisa saja dan sering muncul saat seseorang sudah tidak bisa lagi mengeluarkan argumen untuk mendukung pendiriannya.

"Ketika emosi muncul saat berdebat, maka itulah sebenarnya seseorang sudah kalah dalam berdebat," jelas pria yang pernah menjadi pengurus PCINU AS-Kanada dan saat ini tinggal di Yogyakarta.

Haedar Nashir

Ia juga mengingatkan bahwa dalam berdebat hendaklah mengedepankan hikmah dan mauidzatul hasanah. Dalam berdebat juga harus mengedepankan kerendahan hati.

"Berdebat harus mengedepankan kerendahan hati. Ini modal ukhuwah dengan orang lain. Jangan menganggap semua salah dan sayalah yang benar. Yang pasti hanya dari Allah," ingatnya.

Kerendahan hati ini sudah dicontohkan oleh para ulama dalam etika berpendapat dan berdebat. Mereka selalu menyampaikan kalimat "wallahualm bisshowab" sebagai penutup pendapat mereka walaupun sudah melalui pemahaman yang mendalam dan sungguh-sungguh.

Hal ini disampaikannya di depan peserta Workshop Multikulturalisme Intern Ummat Islam yang dilaksanakan oleh Kanwil Kementerian Agama Lampung. Kegiatan bertema “Memperkokoh Ukhuwah dan Sinergi dalam Dakwah ini dilaksanakan selama 3 hari dari 20-22 Juli 2017. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, Halaqoh, Ahlussunnah Haedar Nashir