Sabtu, 23 September 2017

Peringati Harlah, PCNU Subang Resmikan STEINU

Subang, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama meresmikan peletakan batu pertama pembangunan kampus Sekolah Tinggi Ekonomi Islam NU (STEINU), Rabu (28/1). Peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Subang Ojang Sohandi disusul dengan pejabat Pemkab setempat dan pengurus PCNU Subang.

“Alhamdulillah, hari ini kita akan memulai pembangunan kampus STEINU. Mudah-mudahan ke depan kampus yang sudah lama dicanangkan ini akan terrealisasi dengan baik,” ujar Ketua PCNU Subang KH. Musyfiq Amrullah usai peringatan hari lahir (Harlah) ke-89 NU di Kantor PCNU Subang, Subang, Jawa Barat.

Peringati Harlah, PCNU Subang Resmikan STEINU (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, PCNU Subang Resmikan STEINU (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah, PCNU Subang Resmikan STEINU

Menurutnya, kampus tersebut akan menjadi kampus kebanggaan warga NU dan masyarakat Kabupaten Subang. Terlebih, pembangunan kampus itu akan melengkapi fasilitas yang ada di kantor PCNU Subang.

Haedar Nashir

“Ini harus kita apresiasi bersama bahwa selain akan dijadikan tempat perkuliahan, kita juga akan menyiapkan sistem kurikulum pendidikan yang secara tegas akan menjaga nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, momentum peringatan Harlah bertema "Konstruksi Revolusi Mental dalam Bingkai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) pada Kehidupan Bernegara dan Bermasyarakat" ini, menjadi spirit gerakan pembangunan revolusi mental yang hari ini mulai digalakan oleh pemerintah pusat.

Haedar Nashir

“NU itu mitra dengan pemerintah. Jika itu baik, harus kita dukung. Tapi jika terjadi polemik, maka porsi NU akan memberikan masukan-masukan yang konstruktif untuk pembangunan bangsa Indonesia,” ucapnya.

Selain peletakan batu pertama, dalam momentum Harlah NU ke 89 ini, PCNU Subang meresmikan Gedung serbaguna yang berada di lantai dua gedung PCNU setempt. Prosesi gunting pita dilakukan langsung oleh Bupati Subang Ojang Sohandi yang merupakan salah satu Musytasyar PCNU Subang.

Dalam prosesi peringatan Harlah NU ini, ribuan Nahdliyin memadati halaman Kantor PCNU hingga tumpah ruah ke jalan raya DDarmodiharjo, Sukamelang. Akibatnya, petugas kepolisian bersama Dinas Perhubungan menututp jalan yang merupakan salah satu jalur paling sibuk di Kabupaten Subang tersebut.

Selain ribuan Nahdliyin, hadir dalam kesempatan tersebut Ketua BKPP Wilayah III Jawa Barat, Wakil Ketua PWNU Jawa Barat, KH Jondin, pejabat Pejabat Pemkab Subang, Pimpinan DPRD dan sejumlah pimpinan partai politik.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Subang, Ojang Sohandi memberikan bantuan dana hibah senilai Rp300 juta untuk PCNU Subang. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Foto: Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah saat peletakan batu pertama.

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, Bahtsul Masail Haedar Nashir

Jumat, 22 September 2017

PBNU Luncurkan Program Bersih-Bersih Masjid Berkah

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua PBNU Bidang Dakwah dan Takmir Masjid, KH Abdul Manan Ghani mengatakan bahwa dari 800 ribu masjid yang ada di Indonesia, 80 persennya adalah masjid NU. Ia berharap Masjid-Masjid tersebut dapat dimaksimalisasi fungsinya baik untuk dakwah maupun Ibadah.

PBNU Luncurkan Program Bersih-Bersih Masjid Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Luncurkan Program Bersih-Bersih Masjid Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Luncurkan Program Bersih-Bersih Masjid Berkah

Hal tersebut disampaikannya saat hadir pada acara peluncuran kegiatan Bersih-Bersih Masjid Berkah (BBM Berkah) di Masjid An-Nahdlah Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (18/5).

Ia berharap dengan diadakannya BBM Berkah yang akan dilakukan secara serentak mulai 19-25 Mei 2017 tersebut nantinya Masjid akan dapat membangkitkan ekonomi umat dan juga bisa menyapa umat lebih dekat.

Hal ini sesuai dengan Pesan Sunan Gunung Jati yaitu bahwa Ia menitipkan masjid dengan memberdayakan fakir miskin. "Jadi dari miskin harus berdaya, jangan miskin terus," tegasnya pada Kegiatan BBM Berkah PBNU yang sekaligus dalam rangka menyambut datangnya Bulan Ramadhan ini.

Haedar Nashir

Kegiatan BBM berkah di Ibukota Jakarta, lanjutnya, akan ada melibatkan sekitar 100 masjid yang akan dibersihkan tim PBNU. Kegiatan ini juga diharapkannya dapat menjadi motivasi dan ? semangat pengurus PWNU dan PCNU untuk melakukan kegiatan serupa.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan BBM, Ali Sobirin mengatakan bahwa sebenarnya kegiatan yang ditujukan untuk menghidupkan kembali Masjid tersebut sudah pernah dilakukan sejak akhir 2013. Namun pada tahun ini diluncurkan bersamaan secara nasional.

Oleh karena itu, Ali Shobirin yang juga Wakil Sekretaris Lembaga Tamir Masjid (LTM) PBNU ini mengajak seluruh ummat Muslim untuk ikut andil berpartisasi dalam kegiatan ini. Kegiatan BBM bisa dilakukan seperti membersihkan alas atau karpet di masjid, membersihkan dan mengelap kaca Masjid, membersihkan mimbar, dan membersihkan tempat wudlu ataupun WC.

Hadir pada Acara tersebut perwakilan pengurus masjid dari berbagai daerah seperti Bandung, Bogor, Bekasi, Tangerang, Banten, dan DKI Jakarta. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Nasional, Lomba, Ubudiyah Haedar Nashir

Pendapat Banser Atas Polisi Asmaul Husna di Demo 4 November

Garut, Haedar Nashir - Hadirnya pasukan Asmaul Husna dari Satuan Brimob Polri saat aksi 4 November lalu mendapat perhatian tersendiri dari publik. Namun tidak bagi Banser Garut, Jawa Barat.

Pasalnya pasukan tersebut sudah digunakan Kepolisian Resort Garut saat pengamanan Pilkada 2013, Pilleg dan Pilpres 2014, termasuk Pilkada Pangandaran 2015

Pendapat Banser Atas Polisi Asmaul Husna di Demo 4 November (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendapat Banser Atas Polisi Asmaul Husna di Demo 4 November (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendapat Banser Atas Polisi Asmaul Husna di Demo 4 November

Eks Dansatkorcab Banser Kabupaten Garut yang kini Dansatkorwil Banser Jabar, Yudi Nurcahyadi menjadi saksi teredamnya emosi demonstran ketika berhadapan dengan pasukan Asmaul Husna.

Pasukan yang tugasnya mengumandangkan zikir dan melafalkan nama-nama Allah SWT terbukti sangat efektif menyejukan suasana yang cenderung panas ketika demonstrasi berlangsung.

Haedar Nashir

"Kala itu 2013 Pilkada Garut sampai dua putaran. Demonstrasi hampir tiap hari. Berkat Pasukan Asmaul Husna itulah suasana Garut Kondusif," kata Yudi, Ahad (6/11).

Haedar Nashir

Menurut Yudi, ide pasukan Asmaul Husna dari mantan Kapolres Garut, AKBP H. Arif Rachman SIK MTCP yang kini Wakapolres Jakarta Timur. Arif dikenal sebagai pegiat ESQ di Garut yang dekat dengan Pesantren NU dan Ansor/Banser Garut.

"Maka ketika lihat tivi ada pasukan Asmaul Husna, saya yakin demo ratusan ribu itu akan bisa disejukan. Karena tameng polisi terdepan dengan zikir bukan pentungan," ujarnya.

Yudi pun berharap, pasukan Asmaul Husna dijadikan pasukan unggulan Kepolisian karena terbukti mengajak demonstran berkomunikasi dengan hati, bukan lagi emosi. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen Haedar Nashir

Pekan Depan Batas Akhir Pendaftaran Liga Santri Region Lampung

Lampung Timur, Haedar Nashir - Panitia pelaksana Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung masih membuka pendaftaran untuk kalangan pondok pesantren se-Kabupaten Lampung yang berminat mengikuti kompetesi Sepak Bola Liga Santri Nusantara tahun 2017.

Demikian disampaikan Koordiantor Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung Munir A Haris melalui sambungan telpon, Sabtu, (29/7).

Pekan Depan Batas Akhir Pendaftaran Liga Santri Region Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan Batas Akhir Pendaftaran Liga Santri Region Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan Batas Akhir Pendaftaran Liga Santri Region Lampung

“Secara kuantitas jumlah pondok pesantren di wilayah provinsi Lampung cukup banyak. Karena itu kami berharap kepada para kiai pengasuh pesantren yang ada di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung bisa ikut berpartisipasi,” imbuh alumnus Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

“Pendaftaran Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung akan kami tutup pekan depan, pada hari Sabtu, 5 Agustus 2017. Tetapi apabila kuota telah terpenuhi sebanyak 48 tim, maka pendaftaran akan ditutup,” kata Mantan Presiden PMII UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Sekretaris Panitia Pelaksana Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung Ahmad Fauzi menambahkan, technical meeting (TM) akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Agustus 2017, pukul 09.00-selesai di LEC Kartika, Jalan Tendean Margo Rejo Selatan Kota Metro Lampung.

“Direncanakan pembukaan Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung, pada Sabtu, 26 Agustus 2017 di Lapangan Merdeka Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung, akan dihadiri tokoh-tokoh NU antara lain; Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Panitia Pelaksana Pusat atau CEO Liga Santri Nusantara (LSN) KH Abdul Ghofarrozin, Menpora H Imam Nahrowi, Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri, Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim, pengurus PWNU Provinsi Lampung, pengasuh-pengasuh pesantren, dan lain-lain,” tegas alumni IAIN Jurai Siwo Kota Metro Lampung ini.

Hal-hal yang kurang jelas berkenaan dengan Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung bisa langsung datang ke sekretariat, Kantor PCNU Lampung Timur, Jalan Ky Khanafiah Nomor 9 Lintas Timur Mataram Marga Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur.

Fan Page Facebook : LSN Zona Lampung. Atau menghubungi Sahabat Asep di nomor kontak 085269310484/0816535603, atau Sahabat Zaenuri dengan nomor 085269703472. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Kyai, Ulama Haedar Nashir

Kamis, 21 September 2017

LPBINU Kuatkan Pelaksana Program 4 Kabupaten di Jatim

Bandung, Haedar Nashir. Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) menggelar “Pelatihan Desain Perencanaan, Monev, dan Pelaporan” untuk pelaksana program penguatan kelembagaan penanggulangan bencana di Jawa Timur, selama empat hari, 25-28 Agustus 2014 di Hotel Gumilang Regency Bandung, Jawa Barat.

Pelatihan hasil kerja sama antara LPBI NU dan pemerintah Australia melalui AIFDR (Australia Indonesia Facility for Disaster Reduction) dan AIPD (Australia Indonesia Partnership for Decentralization) tersebut diikuti oleh 26 peserta dari empat kabupaten di Provinsi Jawa Timur, yaitu: Situbondo, Sampang, Malang dan Trenggalek.

LPBINU Kuatkan Pelaksana Program 4 Kabupaten di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Kuatkan Pelaksana Program 4 Kabupaten di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Kuatkan Pelaksana Program 4 Kabupaten di Jatim

Pelatihan ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas tim pelaksana program agar dapat bekerja sesuai rencana di kabupaten masing-masing. Dalam “Pelatihan Desain Perencanaan, Monev, dan Pelaporan” ini dibahas tiga materi pokok, yaitu desain perencanaan, monitoring dan evaluasi (monev), serta desain pelaporan.

Haedar Nashir

Ketua PBNU KH. Abbas Mu’in saat membuka acara ini menyampaikan, sebagai lembaga dakwah NU memiliki tanggung jawab untuk memberi ruang sebesar-besarnya bagi masyarakat untuk mengaktualisasikan diri di tengah masyarakat.

Haedar Nashir

“Kita harus punya beran di semua aspek, terrmasuk di dalamnya penanggulangan bencana dan pemeliharaan lingkungan. Abbas Muin juga berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang bisa diimplementasikan oleh peserta di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Bina Suhendra, Bendahara Umum PBNU, dalam sambutannya menekankan tentang pentingnya manajemen dalam sebuah program. Menurutnya, dalam program terdapat lima komponen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan (monitoring), evaluasi, dan pelaporan. Berkaitan dengan hal itu, ia menilai pelatihan ini menjadi penting karena membahas semua komponen tersebut.

Ketua LPBINU Avianto Muhtadi mengatakan, terkait upaya penanggulangan bencana, perubahan iklim, dan pelestarian lingkungan, LPBINU perlu menggandeng masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.? LPBI NU berharap, semoga pelatihan ini tidak hanya bermanfaat bagi peserta pelatihan, tetapi juga bagi masyarakat secara luas di Jawa Timur.

Hadir sebagai narasumber Wakil Sekjen PBNU dr. H. Syahrizal Syarif; bersama trainer (pelatih) dalam pelatihan ini, Henry Pirade dari Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) dan Yayah Ruchyati dari LPBINU.

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki kemampuan untuk menyusun desain program pengurangan risiko bencana, membuat instrumen serta melakukan monitoring dan evaluasi, menyusun laporan kegiatan dan? laporan program,? serta memahami strategi program dan memantau perkembangan kegiatan pengurangan risiko bencana di kabupaten masing-masing. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen, AlaSantri Haedar Nashir

Rabu, 20 September 2017

Inilah Perwira TNI Didikan Hizbullah

Jakarta, Haedar Nashir. Para kiai dan santri terlibat di lapangan dalam membela tanah air yang akan diserang kembali oleh Belanda para perang kemerdekaan. Setelah perang usai, sebagian besar kelompok santri kembali ke pesantren untuk mengajar agama, tetapi ada beberapa yang akhirnya tetap aktif dalam dunia militer.?

Berikut nama-nama perwira TNI yang merupakan hasil didikan Hizbullah, salah satu kelompok pasukan perlawanan yang berasal dari kelompok santri seperti disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf.?

Inilah Perwira TNI Didikan Hizbullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Perwira TNI Didikan Hizbullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Perwira TNI Didikan Hizbullah

1. Mayor KH. Mustofa Kamil-Banten?

2. Mayor KH. Mawardi-Surakarta?

Haedar Nashir

3. Mayor KH. Zarkasi- Ponorogo?

4. Mayor KH. Mursyid-Pacitan?

5. Mayor KH. Sahid-Kediri?

6. Mayor KH. Abdul Halim-Majalengka?

7. Mayor KH. Thohir Dasuki-Surakarta?

Haedar Nashir

8. Mayor KH. Rajiun-Jakarta?

9. Mayor KH. Munasir Ali-Mojokerto?

10. Mayor KH. Wahib Wahab-Jombang?

11. Mayor KH. Hasyim Latif-Surabaya?

12. Mayor KH. Zainuddin-Besuki?

13. Mayor KH. Zein Thovib-Kediri?

Selain yang berasal dari Hizbullah, terdapat beberapa perwira TNI berlatar belakang santri ex-PETA. Berikut nama-namanya.?

1. Brigjen KH. Sulam Syamsun?

2. Brigjen KH. Zein Toyib?

3. Brigjen KH. M. Rowi?

4. Brigjen KH Abdul Manan Wijaya?

5. Brigjen KH Iskandar Sulaiman?

6. Brigjen KH. Abdullah Abbas?

Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail, Tegal Haedar Nashir

Senin, 18 September 2017

NU Sulsel Libatkan Pesantren Perangi TB dan HIV/AIDS

Makassar, Haedar Nashir. Pengurus Wilayah Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan mengadakan Seminar TB dan HIV-AIDS melalui Pemberdayaan Pesantren, Kamis (14/5), di Hotel Grand Asia Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan.

NU Sulsel Libatkan Pesantren Perangi TB dan HIV/AIDS (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sulsel Libatkan Pesantren Perangi TB dan HIV/AIDS (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sulsel Libatkan Pesantren Perangi TB dan HIV/AIDS

Wakil Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Sulsel Dr Arfah Shiddiq dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang melibatkan pesantren dan badan otonom NU untuk mengambil peran mengurangi penularan penyakit Tuberklosis dan HIV-AIDS.

Di hadapan ratusan peserta, dr. Erwan dari Dinas Kesehatan Sulsel mengungkapkan, dewasa ini penyebaran penyakit TB dan HIV-AIDS di Indonesia sudah masuk ambang penderita yang sangat tinggi, sehingga dibutuhkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.

Haedar Nashir

Peserta seminar kesehatan kali ini berasal dari tokoh pesantren, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), rumah sakit Islam, aktivis badan otonom NU, LSM, dan ratusan kader TB Muslimat NU se-kota Makassar.

Mereka mendapatkan materi seputar penularan TB, HIV-AIDS, serta cara mencegahnya oleh Ketua Umum PP LKNU Dr. dr. Imam Rasjidi, peran LKNU Sulsel dalam menanggulangi penyebaran TB dan HIV-AIDS di Sulawesi Selatan (Prof. Dr. dr. Syafar), TB, HIV-AIDS menurut Islam (Dr. dr. Khidri Alwi), dan peran pemerintah menanggulangi HIV-AIDS (dr. Yuli dari Dinas Kesehatan). (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sholawat Haedar Nashir