Jumat, 13 Oktober 2017

Tiap PCNU Wajib Miliki Lembaga Penanggulangan Bencana

Jakarta, Haedar Nashir. Sudah seharusnya seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Indonesia mempunyai Lembaga Penaggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBINU). Banyaknya jaringan LPBINU di daerah akan mempermudah pengurus pusat dalam melakukan koordinasi.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Bidang Tanggap Darurat Pengurus Pusat LPBINU Yayah Ruchyati di kantornya, gedung PBNU Lantai 7, Jl Kramat Raya 164, Jakarta, Selasa (4/2). Menurut dia, hal ini cukup mendesak mengingat Indonesia dikenal sebagai kawasan rawan bencana, seperti letusan gunung merapi, gempa, puting beliung, longsor dan banjir.

Tiap PCNU Wajib Miliki Lembaga Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiap PCNU Wajib Miliki Lembaga Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiap PCNU Wajib Miliki Lembaga Penanggulangan Bencana

Ia menjelaskan, saat ini LPBINU hanya menginventarisasi 23 cabang LPBINU. Sementara di tingkat wilayah, jumlah LPBINU tak lebih dari 10. “Itu pun di beberapa wilayah yang pernah mengalami bencana, seperti Jawa Timur, Sumatera Barat, Jogja, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan,” paparnya.

Haedar Nashir

LPBI mengimbau, untuk PCNU yang belum memiliki lembaga pelaksana kebijakan dan program NU di bidang perubahan iklim, penanggulangan bencana, dan pelestarian lingkungan itu untuk segera membentuk.

Yayah menambahkan, di tengah kondisi Tanah Air yang rentan bencana, pihaknya berharap masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Di samping, penggalangan bantuan untuk warga lain yang tertimpa musibah juga perlu digalakkan. “Bantuan bisa dikirimkan kepada PCNU di daerah masing-masing untuk disalurkan kepada korban,” imbuhnya.

Haedar Nashir

LPBINU kini sedang melakukan pendampingan pembuatan rencana penanggulangan bencana (RPB) dan rencana aksi daerah (RAD) di 8 kabupaten di Jawa Timur. Antara lain, Bojonegoro, Malang, Lamongan,Tulungagung, Pasuruan, Mojokerto, Lumajang, dan Trenggalek.

Lembaga yang dulu bernama CBDRM-NU (Community Based Disaster Risk Management) ini juga telah menyalurkan sejumlah bantuan ke beberapa daerah yang belakangan dilanda bencana banjir, seperti Jakarta dan Manado. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh, Amalan Haedar Nashir

Ingin Anak Selamat, Masukkan ke Pesantren

Probolinggo, Haedar Nashir

Keberadaan Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai andil yang sangat besar terhadap sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dimana seorang ulama NU, KH Wahid Hasyim turut berperan terhadap lahirnya Pancasila.

Hal tersebut disampaikan oleh Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H Hasan Aminuddin saat menghadiri peringatan hari lahir (harlah) ke-93 NU di Pondok Hati di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Senin (9/5) malam.

Ingin Anak Selamat, Masukkan ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Anak Selamat, Masukkan ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Anak Selamat, Masukkan ke Pesantren

Menurut Hasan, saat ini sedang marak kejadian kekerasan dan pelecehan seksual ? terhadap anak dan perempuan. “Dari hasil pengamatan yang saya lakukan terhadap semua kejadian, ternyata miras dan shabu-shabu menjadi akar permasalahan merebaknya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan,” katanya.

Lebih lanjut Hasan menerangkan, miras dan shabu-shabu tidak hanya terjadi di lingkungan bebas. Pasalnya di lingkungan pondok pesantren pun, hari ini sudah banyak beredar obat-obatan terlarang. Dimana botol minuman air mineral isinya diganti minuman beralkohol.

“Inilah bentuk penjajahan yang dilakukan oleh bangsa lain. Mereka tidak mampu menjajah secara fisik, tetapi melalui budaya dan merusak mental masa depan generasi bangsa,” jelasnya.

Haedar Nashir

Hasan pun meminta kepada para orang tua agar menyelamatkan anak cucunya dari perbuatan yang tidak jelas. “Setelah lulus SD, masukkan anak ke pesantren. Karena disana nantinya juga dibekali dengan ilmu umum dan ilmu agama serta akhlak,” tegasnya.

Seni budaya Islam NU jelas Hasan sangatlah banyak. Tetapi ironinya, saat ini sudah banyak anak cucu orang NU gemarnya bukan pada seni budaya Islam NU. Hal ini dikarenakan adanya budaya luar yang masuk dan bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Inilah potret yang terjadi hari ini, dimana ada pergeseran budaya NU. Oleh karena itu, saya sangat bangga karena PCNU Kota Kraksaan menggerakkan kembali muda mudi NU dalam wadah Ishari,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Kajian, Hadits Haedar Nashir

Kamis, 12 Oktober 2017

"Kiai Kampung" Korea Bahas Pendirian PCI NU Korsel

Seoul, Haedar Nashir. Bertempat di Mushola An Noor Daejon, 300 km selatan Seoul, pada tanggal 23 Desember 2012 lalu telah dilaksanakan silaturahim dan muktamar Ikatan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (IKBNU). 

Acara ini dihadiri sekitar 40 orang yang terdiri dari pengurus IKBNU dan para kiai perwakilan mushola di seluruh semenanjung Korea. Pemilihan tempat di Daejon adalah disamping banyak Nahdliyin yang mukim di kota ini, juga secara geografis terletak di tengah Negara Korea sehingga memudahkan peserta muktamar dari daerah lain. 

Kiai Kampung Korea Bahas Pendirian PCI NU Korsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Kampung Korea Bahas Pendirian PCI NU Korsel (Sumber Gambar : Nu Online)

"Kiai Kampung" Korea Bahas Pendirian PCI NU Korsel

Agenda muktamar selain silaturahim juga pemantapan organisasi IKBNU. Secara ringkas jalannya muktamar ini didahului dengan lailatul ijtima’ di malam sebelumnya, kemudian pagi harinya acara inti muktamar. 

Haedar Nashir

Acara inti meliputi pembukaan, Tilawatil Quran dan shalawat oleh Ustadz Hisak Nissa. Sambutan ketua takmir Mushola An Noor Daejon oleh Abdullah Syukri, sambutan dari Komunitas Muslim Indonesia (KMI) oleh Ustadz Syamsul Arifin, sambutan dan pemantapan organisasi oleh Ketua IKBNU Fahmi Arif Tsani, dan diakhiri dengan mau’idhah keaswajaan oleh Kiai Iskandar Dzulkarnain yg juga wakil ketua IKBNU. 

Haedar Nashir

Informasi berhaji dari Korea juga disampaikan oleh Haji Sholih, salah seorang Nahdliyin yg berhaji tahun ini. Dalam muktamar ini seluruh peserta secara aklamasi menyatakan dukungannya bahwa IKBNU adalah wasilah organisasi untuk diajukan menjadi Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Korea.

Ikhtiar yang dilakukan adalah akan segera dilakukan pengusulan ke PBNU. Berdasar AD/ART Nahdlatul Ulama hasil Muktamar Makassar, untuk mendirikan sebuah PCI diusulkan minimal oleh 40 warga Nahdliyin setempat. Syarat tersebut tidak terlalu sulit bagi IKBNU Korea, mengingat WNI yang bermukim sebagai diplomat, pekerja, dan pelajar sudah mencapai lebih dari 35,000 dan mayoritas adalah Nahdliyin. 

Di samping itu, disepakati bahwa istilah-istilah keorganisasian dalam kepengurusan IKBNU disesuaikan seperti yang ada di PCI NU sehingga ketika nantinya PCI terbentuk, tidak perlu lagi perombakan struktural yang besar. Silaturahim kiai kampung dan muktamar IKBNU ini secara kesuluruhan berlangsung sukses. Suhu dingin di bawah 0 derajat di musim dingin tidak mengurangi semangat dan kehangatan penuh kekeluargaan sesama Nahdliyin yg hadir. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Fahmi Arif Tsani

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Kajian Haedar Nashir

Ranting NU Pasongsongan 2 Berikan Santunan kepada Yatim dan Dhu‘afa

Sumenep, Haedar Nashir - Pengurus Ranting NU Pasongsongan 2 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep menggelar aksi sosial rutin tahunan yang mencakup santunan yatim, fakir miskin dan pasar murah bagi para janda. Aksi ini diadakan di tiga lokasi dan waktu yang berbeda.

Pada Jumat (23/12) panitia mengadakan santunan dan pasar murah di halaman Masjid Al-Mabarrot Dusun Morassen Desa Pasongsongan. Pada Sabtu (24/12) aksi ini digelar di Dusun Sempong. Sedangkan pada Ahad (25/12) kegiatan ini diadakan di Dusun Pakotan.

Ranting NU Pasongsongan 2 Berikan Santunan kepada Yatim dan Dhu‘afa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ranting NU Pasongsongan 2 Berikan Santunan kepada Yatim dan Dhu‘afa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ranting NU Pasongsongan 2 Berikan Santunan kepada Yatim dan Dhu‘afa

Hal ini sengaja dilaksanakan secara bertahap di masing-masing dusun mengingat medan tempuh yang sangat jauh jika hanya difokuskan di satu tempat. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus MWCNU Pasongsongan dan Kepala Desa Pasongsongan Rasyid Busanto.

Ketua Panitia Slamet Hariyanto menjelaskan, kegiatan yang sangat sederhana ini terlaksana berkat kepercayaan masyarakat sebagai donatur kepada pengurus ranting NU dalam mengelola dan menyalurkan dana yang telah diterima.

Haedar Nashir

Ketua Ranting NU Pasongsongan 2 Kiai Ahmad Sunni berharap kegiatan semacam ini terlaksana setiap tahun dan ada peningkatan dari segi kualitas maupun kuantitas.

Haedar Nashir

Pada tahun ini pihak panitia menyalurkan bantuan kepada anak yatim sejumlah Rp.14.250.000. bantuan ini diberikan kepada anak yatim yang tersebar di wilayah ranting Pasongsongan 2 dan anak yatim di 13 ranting NU se-Pasongsongan.

Pihak panitia menyalurkan bantuan kepada 34 orang fakir miskin dengan masing-masing mendapat Rp 100.000. Sedangkan bantuan untuk para janda berbentuk pasar murah paket sembako senilai Rp 60.000 yang dijual dengan harga Rp 25.000. pihak panitia menyediakan sejumlah 300 paket plus mie instan bagi para janda pemegang Kartanu.

Sebelum pelaksanaan, panitia melakukan pendataan dan pembagian kartu undangan kepada yang berhak menerima. (AH Ihsan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Lomba, Santri Haedar Nashir

Rabu, 11 Oktober 2017

Gerak Masif, GP Ansor Tasikmalaya Lantik 34 Anak Cabang dan 294 Ranting

Tasikmalaya, Haedar Nashir. Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tasikmalaya meresmikan kepengurusan 34 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan 294 Pimpinan Ranting sekabupaten, Sabtu (26/12). Sebanyak seribu anggota GP Ansor dari perwakilan anak cabang dan ranting sekabupaten menyaksikan pelantikan ini.

Mereka mengenakan seragam harian GP Ansor . Tampak hadir seluruh keluarga besar NU dan Bupati Tasikmalaya.

Gerak Masif, GP Ansor Tasikmalaya Lantik 34 Anak Cabang dan 294 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerak Masif, GP Ansor Tasikmalaya Lantik 34 Anak Cabang dan 294 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerak Masif, GP Ansor Tasikmalaya Lantik 34 Anak Cabang dan 294 Ranting

Ketua GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep menyatakan, pelantikan ini amerupakan upaya penguatan NU di seluruh Kabupaten Tasikmalaya. Karena, penggerak pembangunan NU dan pembangunan daerah adalah kaum muda khususnya Ansor.

Haedar Nashir

“Saya menginginkan pengurus GP Ansor yang dilantik sekarang menjadi pelopor di daerah masing masing,” kata Asep.

Pada tahun 2015 ini, kata Asep, kita akan melakukan 13 putaran PKD. Kita membangun dan fokus pada Ansor. Pada 2016 kita akan fokus pada Diklatsar.

Haedar Nashir

“Jika ada yang akan menggelar PKD, itu harus dilaksanakan oleh PAC GP Ansor karena 2016 kita ingin mencetak 1000 pasukan Banser di Kabupaten Tasikmalaya,” tegas Asep. (Husni Mubarak/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah, Olahraga, Santri Haedar Nashir

Selasa, 10 Oktober 2017

Kumpulan Khutbah Nasehat Hidup dari KH M. Ma’ruf Irsyad

Kitab Ihkamu Habli Al-Widad adalah kumpulan dari sebagian khutbah almarhum almagfurillah KH M. Maruf Irsyad Kudus yang disampaikannya saat khutbah Jumat di berbagai masjid. Buku khutbah ini berisikan nasehat-nasehat serta ilmu tentang bagaimana seseorang menjadi hamba Allah subhanahu wa taala, baik sebagai pribadi atau sebagai bagian dari mahluk sosial. Di dalamnya juga dibahas bagaimana berkeyakinan, bersikap serta berperilaku dalam kaitan amaliyah ibadah maupun hubungan keseharian dengan sesama. Selain itu, ada juga tema bagaimana cara agar bisa memposisikan antara akal dan hati dalam memahami agama serta fadoilul amal.

KH M. Maruf Irsyad (wafat1431 H/ 2010 M) merupakan ulama asal Kudus yang selalu mendermakan waktunya untuk membimbing masyarakat sekitarnya. Kesehariannya selain mengajar di pesantrennya, PP Raudlotul Mutaallimin Jagalan 62 Kudus, juga sibuk membagikan ilmunya kepada santri-santri tak kurang dari enam madrasah di sekitar Kudus.

? ?

Kumpulan Khutbah Nasehat Hidup dari KH M. Ma’ruf Irsyad (Sumber Gambar : Nu Online)
Kumpulan Khutbah Nasehat Hidup dari KH M. Ma’ruf Irsyad (Sumber Gambar : Nu Online)

Kumpulan Khutbah Nasehat Hidup dari KH M. Ma’ruf Irsyad

Setiap bab dalam buku khutbah ini dengan didukung dalil, baik dari Al-Quran, hadits ataupun pendapat para ulama sebagai rujukan. Setiap tema dijabarkan secara runtut dan jelas dengan bahasa yang lugas, jelas, dan memahamkan bagi para pendengarnya.?

Dari apa yang tertulis dalam buku ini tidak semuanya persis seperti apa yang pernah ia sampaikan dalam khutbah yang sesungguhnya, karena dalam berkhutbah ia sering kali membuat catatan khutbah disampaikan secara lepas namun tidak keluar dari pokok tema pokok.

Haedar Nashir

Banyak ilmu yang bisa didapat dalam buku ini, yaitu ilmu haliyah, yaitu berupa ilmu yang berkaitan dengan hati agar menemukan ketenangan hidup dalam rangka menggapai ridha ilahi. Ilmu dan amal yang dibahas berkaitan dengan perbuatan anggota badan, baik yang bersifat ibadah ataupun kegiatan sosial di tengah masyarakat, bagaimana menciptakan tatanan sosial yang baik di tengah perbedaan dan kemajemukan khalayak umum.

Contoh yang dibahas dalam khutbah ini mengambil teladan dari sejarah para nabi, para sahabat dan orang orang shaleh agar umat Islam senantiasa mengikuti jejak langkah dari tokoh-tokoh terpuji dan mengambil pelajaran dari perbuatan tercela.

Ada beberapa pokok nasihat yang bisa didapatkan dalam buku ini. Sebagaimana dalam halaman 25 yang menggambarkan sembilan bintang Ahlussunnah wal Jamaah. Keterangan ini juga sering disampaikannya dalam berbagai majelis pengajian.

Haedar Nashir

Selain itu ada beberapa tema yang diangkat dalam kitab ini, diantaranya adalah puasa Ramadhan dan keutamaannya, hari Arafah, hari Asyura, Hari Jumat dan fadhilahnya, dan lain-lain.

Semoga kitab ini menjadi jariyah ilmu penyusunnya, serta kita dapat mengambil hikmah dan mengamalkan dari apa yang disampaikannya sebagai bentuk tanggung jawab pengetahuan. Dan semoga KH M. Maruf Irsyad mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Taala.

Data Buku

Judul ? ? ? ? ? ? ? : Ihkam Habli Al-Widad fi Ad-Durus al-Mustafadati min Makhthuth Al-Khuthob Al-Minbariyyah li asy-Syaikh Muhammad Maruf Irsyad

ISBN ? ? ? ? ? ? ? ? : 978-602-60536-5-7

Penyusun ? ? ? ? : Nanal Ainal Fauz

Tebal ? ? ? ? ? ? ? ? : 101 hal.

Penerbit ? ? ? ? ? : Yayasan Turats Ulama Nusantara

Cet ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : I, 2017

Peresensi ? ? ? ? : Hasan Mafik, alumnus PP Raudlotul Mutaallimin Jagalan 62 Kudus dibawah asuhan KH. M. Maruf Irsyad

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Kyai Haedar Nashir

PMII Siap Halau Gerakan Radikal di Lombok Timur

Lombok Timur, Haedar Nashir - Maraknya paham ekstrem dan radikalisme yang? sekarang ini tidak luput dari perhatian banyak kalangan mahasiswa termasuk dan para aktivis. Karenanya Pengurus Cabang PMII Kabupaten Lombok Timur menggelar diskusi perihal radikalisme di Aula LLK Gelang, Senin (27/2/) siang.

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta dari unsur mahasiswa, tokoh agama, ormas, dan OKP.

PMII Siap Halau Gerakan Radikal di Lombok Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Siap Halau Gerakan Radikal di Lombok Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Siap Halau Gerakan Radikal di Lombok Timur

Ketua PMII Lombok Timur Lalu Jayani Rangga Anom Putra mengatakan, gerakan radikalisme yang sedang terjadi di Indonesia sekarang ini merupakan masalah besar dan harus segera disikapi bersama, karena dapat menimbulkan kekacauan yang berujung pada terancamnya keselataman bangsa dan NKRI.

“PMII sebagai salah organisasi yang berpaham Ahlussunah wal Jama’ah An-Nahdiyyah akan terus ikut serta dalam menjaga bangsa Indonesia dari segala macam ancaman yang datang termasuk radikalisme ini,” tegasnya.

Haedar Nashir

Hal serupa juga disampaikan oleh Asisten I Pemkab Lotim yang membuka acara seminar tersebut. Ia mengatakan, radikalisme konotasinya lebih banyak mengarah pada tindakan-tindakan yang anarkis, padahal sebenarnya sikap radikal itu sangatlah penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Haedar Nashir

“Saya mengimbau jangan sampai gerakan-gerakan radikal yang membawa agama disangkutpautkan dengan politik, karena akan sangat berbahaya bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga berharap bagi semua peserta seminar dan kader? PMII selaku penyelenggara dapat mengimplementasikan putusan dan rekomendasi seminar ini. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote, Ahlussunnah, Humor Islam Haedar Nashir