Minggu, 15 Oktober 2017

Alissa Wahid Jelaskan Fenomena Fitnah di Sosmed

Jakarta, Haedar Nashir. Belakangan, di media sosial seperti Facebook dan Twitter kerap muncul tuduhan atau fitnah satu orang atau kalangan kepada orang atau golongan yang lain. Tak jarang tuduhan itu mengandung penyesatan menyangkut keimanan seseorang yang belum terbukti kesesatannya.

Alissa Wahid Jelaskan Fenomena Fitnah di Sosmed (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid Jelaskan Fenomena Fitnah di Sosmed (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid Jelaskan Fenomena Fitnah di Sosmed

Menurut Seknas Gusdurian, Alissa Wahid, hal itu menunjukkan gejala banyak hal. Misalnya karena betapa trust (sikap saling percaya) dalam masyarakat kita terkikis habis sehingga mudah saling menuduh dan menghasud sesamanya.

Kedua, kata dia, gejala kesombongan yangg merajalela. “Kesombongan ini muncul dalam bentuk tak cukup ilmu, merasa berilmu, lalu sembarangan mengeluarkan fatwa agama. Ini bahaya,” katanya kepada Haedar Nashir Kamis (17/7).

Haedar Nashir

Ketiga, tambah putri sulung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) gejala klaim kebenaran. Menurut Alissa, kalangan tersebut seakan-akan kebenaran hanya milik mereka, sehingga semua yang berbeda boleh dinistakan.

“Semua itu jauh sekali dari semangat prinsip-prinsip ajaran Ahlussunah wal-Jamaah (Aswaja) NU yang biasa menghormati pendapat yang berbeda dilandasi prinsip-prinsip tawasuth, tasamuh tawazzun, dan ta’adul,” tegas lulusan Fakultas Psikologi UGM tahun 1999 ini. (Abdullah Alawi)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Kiai Haedar Nashir

Sabtu, 14 Oktober 2017

Tiga Perguruan Tinggi AS Belajar Pluralisme ke PBNU

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rabu (4/6) sore, merima kunjungan belasan mahasiswa dari tiga perguruan tinggi Amerika Serikat, yakni University of Michigan, Goucher College, dan Goucher College; serta tiga universitas dalam negeri, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Airlangga.

Tiga Perguruan Tinggi AS Belajar Pluralisme ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Perguruan Tinggi AS Belajar Pluralisme ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Perguruan Tinggi AS Belajar Pluralisme ke PBNU

Mereka disambut Ketua PBNU H Iqbal Sulam, Sekretaris Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) Ibnu Hazen, dan Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan PerubahanIklim NU (LPBINU) Avianto Muhtadi di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, 164, Jakarta.

“Kami berkunjung ke sini dalam rangka ingin belajar tentang NU mengenai pluralisme agama dan masyarakat demokrasi,” ujar Junaidi, koordinator kunjungan. Sebelumnya ia memperkenalkan diri dan rombongannya.

Haedar Nashir

Iqbal di hadapan para mahasiswa ini mempresentasikan secara singkat sejarah, peran, jamaah, pesantren, amal usaha, dan hal-hal lain yang terkait dengan NU baik dari segi budaya maupun organisasi. Ia menegaskan, ormas Islam yang berdiri 1926 tersebut menghargai keragaman suku, agama, dan budaya di Tanah Air. Iqbal menambahkan, jihad adalah perjuangan untuk melawan kolonialisme, dan bukan untuk memusuhi kelompok berbeda.

Menurutnya, sikap ini salah satunya tercermin dalam kehidupan pesantren. Lembaga pendidikan Islam tertua di Nusantara ini kerap diisi para santri dari lintas suku dan daerah yang belajar dalam satu naungan institusi pesantren. “Jadi pluralisme ditanamkan di NU sejak pada level proses belajar mengajar di pesantren,” ungkapnya.

Haedar Nashir

Iqbal juga menyampaikan bahwa NU tulus menerima Pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Bahkan, NU adalah ormas pertama yang menerima Pancasila sebagai asas tunggal,” tuturnya.

Usai dari kantor PBNU, rombongan mahasiswa ini mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta. Sebelumnya, mereka sudah terlebih dahulu bersilaturahmi ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Konferensi Wali Gereja (KWI). (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Ulama Haedar Nashir

NU-Raptor Gelontorkan Dana US$250 Juta untuk Usaha Mikro

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggandeng Raptol Capital Management untuk memberikan permodalan syariah dengan total dana US$250 juta selama 5 tahun.

NU-Raptor Gelontorkan Dana US$250 Juta untuk Usaha Mikro (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-Raptor Gelontorkan Dana US$250 Juta untuk Usaha Mikro (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-Raptor Gelontorkan Dana US$250 Juta untuk Usaha Mikro

Uang tersebut akan didistribusikan bagi 500 ribu warga NU melalui lembaga keuangan mikro berbasis syariah (Islam) yakni BMT dan Koperasi Binaan NU. 

H Mustolihin Madjid, Ketua Lembaga Perekonomian NU (LPNU), yang akan menangani kerjasama ini  menjelaskan, kerja sama ini penting untuk meningkatkan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat kecil dan menengah. 

Haedar Nashir

“NU sangat concern terhadap upaya-upaya dan program pemberdayaan bagi ekonomi yang berkelanjutan,” katanya disela-sela acara. 

Di lapangan, kerjasama ini akan ditangani langsung oleh Induk Koperasi Syirkah Muawanah Nusantara (Inkopsimnus) “Semua pembiayaan terstrukturisasi dan dikelola berdasarkan prinsip-prinsip syariah dimana kesetaraan dan keterbukaan bisnis bagi penyedia dana dan penyedia kegiatan usaha,” tambahnya.

Mustolihin menambahkan untuk mendukung perkembangan bisnis ini, digunakan sistem teknologi mutakhir berbasis nirkabel (wireless), tetapi memiliki fitur-fitur yang memadai untuk kemudahan berinteraksi antara masyarakat dengan koperasi-koperasi yang menjadi tulang punggung aktivitas permodalan syariah tersebut.

Program ini, tambahnya akan mendorong para pengusaha kecil dan mikro yang berjumlah sekitar 27,2 juta atau 52,8%, untuk berkembang,a karena banyak diantara mereka belum tersentuh permodalan.

Haedar Nashir

“Kita bisa bekerjasama karena memiliki visi  yang sama, Raptor dan NU ingin sama-sama berpartisipasi aktif, dan NU memiliki keunggulan infrastruktur masyarakat lokal yang mapan dengan hubungan sosial yang kuat,” tandasnya.  Investasi Raptor terstruktur sebagai pendanaan mudharabah dimana terhubung secara lokal melalui pinjaman atau penempatan/ penyertaan modal berdasarkan prinsip mudharabah, musyarakah atau murabahah. 

Sebelumnya LPNU telah berhasil memberdayakan masyarakat buruh tani dengan menggarap tanah Perhutani seluas 16.800 ha yang terletak di Pati, Grobogan dan Blora dengan melibatkan 26.700 buruh tani untuk menanam jagung yang dipasarkan ke Japfa Comfeed.   

Program Nusa Makmur Syariah Mikrofinance telah dimulai BMT di Jogjakarta pada awal tahun 2014, dan pada tahun 2014 ini akan dikucurkan ke propinsi di Pulau Jawa, Sumatera meliputi Lampung, Medan, Padang , Kalimatan, Sulawesi, NTB dan Papua. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pemurnian Aqidah, Ulama Haedar Nashir

Radlatul Athfal Ini Ajarkan Anak-anak Wirausaha

Temanggung, Haedar Nashir. “Saya mau buka usaha distro,” kata Fatika Hilda Aqila Choruna, salah seorang siswa RA Masyithoh, yang tengah asyik bermain bersama seorang badut di tengah pesta perpisahan siswa di halaman Gedung Juang Temanggung, Jawa Tengah, Ahad (8/6) pagi.

Radlatul Athfal Ini Ajarkan Anak-anak Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Radlatul Athfal Ini Ajarkan Anak-anak Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Radlatul Athfal Ini Ajarkan Anak-anak Wirausaha

Jawaban ini cukup mengejutkan, lantaran biasanya anak-anak TK lebih banyak bercita-cita menjadi polisi, tentara atau dokter. Dan uniknya, jawaban menjadi pengusaha seperti itu juga hampir sama ditemukan oleh seluruh siswa. Hanya beberapa gelintir siswa yang mengatakan bercita-cita lain.

Inilah perbedaan TK Masyithoh yang terletak di Kelurahan Butuh, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, dari sebagian besar TK yang ada di Indonesia. Pengelola TK pertama di kabupaten penghasil tembakau ini menanamkan secara khusus jiwa-jiwa kewirausahaan kepada seluruh peserta didiknya. Sangat wajar pada akhirnya anak-anak didik mereka lebih memilih bercita-cita menjadi pengusaha dibanding menjalani pekerjaan lainnya di masa mendatang.

Haedar Nashir

“Ini memang usia emas. Pada usia ini kita kenalkan kepada mereka tentang entrepreneur sehingga kelak mereka mengikuti langkah menjadi pengusaha. Tentu karena mereka masih TK, mereka belum dikenalkan teknis usaha, melainkan lebih pada kunjungan dan wacana-wacana kewirausahaan,” kata Kepala RA Masyithoh Butuh, Anisah Rahmanti.

Dalam pelajaran keseharian, selain mengajarkan calistung (baca, tulis dan berhitung), para siswa dikenalkan tentang bidang usaha dan bagaimana prospek menjadi pengusaha. Biasanya, pelajaran kewirausahaan ini disisipkan dalam tema-tema pelajaran yang sedang dibahas.

Haedar Nashir

“Lalu setelah tema itu selesai kita outing class ke perusahan-perusahaan yang ada. Para pengusaha kita minta untuk memaparkan kepada anak-anak tentang bentuk usahanya serta suka dukanya menjadi pengusaha,” terangnya.

Setelah mendapatkan pengetahuan dari pengusaha. Lalu para siswa diajak berdiskusi tentang hasil kunjungannya ke perusahaan-perusahaan tersebut. Tentu pendapatnya sangat beragam, ada yang hanya paham tentang bentuk usahanya, ada yang paham tentang kekhasan usahanya, serta ada yang memahami alur cerita pendirian usaha.

“Kami melihat bahwa menjadi entreprenur adalah prospek besar ke depannya. Untuk itu, pada usia emas harus dikenalkan dengan baik sehingga pada usia remaja dan dewasa tinggal mengembangkan apa yang mereka pahami itu. Karena tidak semua orang bisa menjadi dokter, polisi atau tentara seperti kebanyakan cita-cita anak-anak, tetapi semua orang bisa menjadi entrepreneur meskipun sebagai polisi, dokter ataupun tentara,” papar Anis.

Dunia perbankan juga diperkenalkan bagi anak-anak. Perbankan adalah dunia usaha yang menjadi salah satu lembaga penyedia modal bagi perusahaan. Untuk itu, anak-anak didik diarahkan untuk mengetahui tentang perbankan berikut layanan. “Kami ajarkan juga tentang kesadaran menabung,” tambahnya.

Berlabel agama, tentu RA Masyithoh tidak melepaskan pendidikan keagamaan bagi anak didiknya. Pelajaran agama menjadi pelajaran yang tidak diajarkan secara teoritis, namun juga diperkenalkan dalam praktik. Mulai dari praktik ibadah wajib sampai ibadah yang sunah. “Untuk kegiatan ekstra  kurikuler kami ada cooking kids, drum band, renang, Bahasa Inggris, jarimatika, melukis dan computer kids. Semua itu mengarah pada bidang entreprenur yang bisa digeluti,” imbuh pengelola sekolah, Kholid Usman.

Meski memberikan layanan yang demikian, pihak pengelola RA Masyithoh mengaku tidak membanderol biaya tinggi. Biaya pendidikan seperti sekolah pada umumnya meskipun mengajarkan hal yang khusus dan lebih spesifik. “Misi kita adalah pengabdian murni, bukan untuk profit, jadi biayanya harus terjangkau,” imbuhnya.

Tak heran sekolah ini menjadi jujugan siswa setiap tahunnya. Namun karena kondisi sekolah yang tidak terlalu luas, sekolah ini belum mampu menarik siswa dalam jumlah ratusan. Saat ini, sekolah yang berada di Kelurahan Butuh, Kecamatan Temanggung ini memiliki 80 orang siswa. Dari jumlah tersebut dibagi dalam empat kelas dengan dua orang guru pada masing-masing kelas. “Standar maksimal kami, satu guru pegang 10 siswa agar lebih efektif,” tambahnya.

RA Masyithoh merupakan TK pertama di Kabupaten Temanggung. Didirikan oleh salah seorang ulama di Kelurahan Butuh, Kecamatan Temanggung, KH. Saluki Khaeroni. Istrinya, Hj Rodijah, sejak 1963 menjadi kepala sekolah. Pada awalnya TK ini seperti sekolah pada umumnya, namun dalam pengembangan selanjutnya diarahkan spesifik menjadi TK keagamaan yang mendidik kewirausahaan sejak dini. (Abaz Zahrotien/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Olahraga Haedar Nashir

Pesta Rakyat di Pesantren Jatirokeh

Brebes, Haedar Nashir? . Ragam cara memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-68 RI. Salah satunya yang dilakukan Pondok Pesantren Modern Al Falah Jatirokeh, yaitu menggelar “pesta rakyat” berupa makan gratis jajanan rakyat dan pawai kesenian tradisional.

Lebih kurang tiga ribu orang tumplek di lapangan pondok pesantren yang terletak di Kecamatan Songgom Brebes, Jawa Tengah, Sabtu, (17/8). Hadirin dihibur penampilan grup Nasida Ria Semarang sejak pukul 13.00 – 16.00.?

Pesta Rakyat di Pesantren Jatirokeh (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesta Rakyat di Pesantren Jatirokeh (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesta Rakyat di Pesantren Jatirokeh

Dengan irama yang khas, grup legendaris pimpinan Kholiq Zein itu selama tiga jam membawakan lebih dari 25 lagu andalannya. Antara lain Merdeka Membangun, Palestina, Anakku, Seni Tradisional, Masyitoh Indonesia, Nasib Desaku, Tiga Perkara, Bertaubatlah dan lain sebagainya.

Haedar Nashir

Selain penampilan Nasida Ria, pada Minggu (18/8) pagi digelar Pawai Kesenian Tradisional, antara lain Seni Kuntulan Tegalglagah, Barongsai Banjaratma, Calung Bumiayu, Rebana dan lain-lain.?

Masyarakat Jatirokeh dan sekitarnya kembali dibuat tersenyum gembira dengan pawai yang meriah itu dari halaman pondok hingga ke Kantor Kecamatan Songgom.?

Haedar Nashir

Pengasuh Pesantren Al Falah Drs KH Nasrudin mengatakan, kita harus nguri-uri (menghidupkan) budaya tradisional dan gemar makan ala rakyat. Menurutnya, budaya kita yang adiluhung harus dilestarikan walau harus berhadapan dengan modernisasi global.?

“Untuk itu perlu perlindungan dari pemerintah, selain dari rakyat itu sendiri yang nguri-uri,” katanya di sela kegiatan pesta rakyat di komplek pondok pesantren.?

Langkah yang tepat yakni pemerintah harus menerbitkan undang-undang kebudayaan sebagai payung hukum kelestarian kebudayaan kita. “DPR sedang mengupayakan diterbitkannya undang-undang tentang Kebudayaan,” tutur Nasrudin yang juga wakil rakyat di DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.

Hasil cipta masyarakat, kata Nasrudin, seperti lagu, buku, budaya dan bentuk-bentuk kesenian lain banyak yang dibajak. Bahkan beberapa waktu yang lalu diklaim sebagai kebudayaan negara tetangga.?

“Ini sangat naif kalau kita sendiri tidak melindunginya. Hasil cipta karya manusia yang adiluhung harus ada payung hukumnya dengan penerbitan Undang-Undang Kebudayaan,” tandas anggota Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda, olah raga, pariwisata dan perpustakaan nasional.?

Termasuk, jajanan ala rakyat yang beraneka ragam tumbuh dari berbagai pelosok tanah air harus pula di dilestarikan. “Walau hidup di Jakarta, makanan ala rakyat sangat klangenan dan sering dicari warga Ibu Kota,” terangnya.

Nasrudin mengajak makan bersama tetangga dan rakyat Brebes sebagai bentuk kecintaan dan kebersamaan dengan rakyat. Apalagi di hari Kemerdekaan ke-68 RI akan memiliki makna yang mendasar. Bahwa kita sudah merdeka jangan sampai ada yang kelaparan. Untuk itu perlu berbagi bersama, jangan sampai ada masyarakat Brebes yang tidak makan.?

Redaktur ? ? : Abdullah Alawi?

Kontributor : Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional, Hadits Haedar Nashir

Jumat, 13 Oktober 2017

SMK Ma’arif NU Mantup Terapkan Computer Based Test pada Penilaian Akhir Semester

Lamongan, Haedar Nashir

Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil tahun pelajaran 2017/2018 sudah mulai dilaksanakan di SMK Ma’arif NU Mantup Lamongan. Kegiatan penilaian ini dilaksanakan selama 12 hari, mulai Senin 27 November hingga Senin 11 Desember 2017.





SMK Ma’arif NU Mantup Terapkan Computer Based Test pada Penilaian Akhir Semester (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Ma’arif NU Mantup Terapkan Computer Based Test pada Penilaian Akhir Semester (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Ma’arif NU Mantup Terapkan Computer Based Test pada Penilaian Akhir Semester

Sejumlah terobosan dilakukan SMK Ma’arif NU Mantup Lamongan dalam pelaksanaan penilaian semester kali ini, salah satunya adalah dengan digunakannya sistem Computer Based Test (CBT).

“Alhamdulillah tahap pertama yang sudah kita (kami, red) laksanakan untuk kelas XII kemarin berjalan dengan lancar, hari ini Senin (04/12) merupakan tahap kedua untuk kelas XI. Tahap terakhir tanggal 7-11 Desember untuk kelas X,” urai Mutmainah, Ketua Panitia sekaligus Waka Kurikulum.

Haedar Nashir

Ia menambahkan Penilaian Akhir Semester dengan sistem Computer Based Test  ini baru pertama kali ini dilaksanakan di tahun pelajaran 2017/2018 ini.





Haedar Nashir

"Sistem yang dipakai dalam PAS-CBT tersebut sama seperti Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK yang kita laksanakan pada UN tahun pelajaran 2016/2017 kemarin,” katanya.

 

Moh. Iwan Setiawan, Koordinator Proktor mengatakan PAS-CBT sebagai suatu inovasi sistem pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital baik dalam proses, metode, dan evaluasi pembelajaran, sekaligus menyiapkan kelas XII agar tidak canggung lagi ketika mengikuti UNBK.

"Alhamdulillah peralatan yang kita miliki sangat mendukung untuk pelaksanaan PAS-CBT, sehingga tidak ada kendala yang berarti sampai saat ini,” ujar Iwan.

SMK Ma’arif NU Mantup memiliki empat kompetensi keahlian, yaitu Akuntansi, Adm. Perkantoran, Teknik Komputer dan Jaringan, dan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor.

Kepala SMK Ma’arif NU Mantup, Masheru mengatakan ada banyak manfaat dari diberlakukannya PAS-CBT. Diharapkan dengan sistem ini akan terwujud model evaluasi yang lebih obyektif, jujur, dan bertanggung jawab.  





"Hal tersebut terjadi karena siswa tidak bisa melakukan kecurangan. Siswa mengerjakan secara mandiri karena soalnya acak dan tidak sama tiap komputer," ucapnya.





Secara administrasi juga tercipta sistem evaluasi yang efektif dan efisien karena tidak lagi menggunakan kertas, dan hasilnya akan segera diketahui setelah ujian selesai.





"Dengan PAS-CBT ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran siswa dan siswi di SMK Ma’arif NU Mantup.” pungkasnya. (Red: Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Syariah, Sejarah Haedar Nashir

Kuatkan Sinergi, IMAN STAN Gelar Silaturrahim dan Reuni Akbar

Tangerang Selatan, Haedar Nashir? . Segenap pengurus dan anggota Ikatan Mahasiswa Nahdliyyin Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN) serta AL IMAN (Baca: Alumni IMAN) menggelar Silaturrahim dan Reuni Akbar di Gedung F kampus tersebut di Bintaro Sektor V Tangerang Selatan, Banten.

Kuatkan Sinergi, IMAN STAN Gelar Silaturrahim dan Reuni Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuatkan Sinergi, IMAN STAN Gelar Silaturrahim dan Reuni Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuatkan Sinergi, IMAN STAN Gelar Silaturrahim dan Reuni Akbar

Kegiatan Sabtu (21/3) ini dihadiri berbagai elemen IMAN dari kalangan mahasiswa yang masih aktif di kepengurusan dan tentunya Alumni IMAN dari mulai IMAN berdiri (1991) hingga masa kelulusan terakhir (2014).?

Meski para alumni sudah banyak tersebar di berbagai daerah, namun tak menyurutkan semangat dan antusiasme mereka untuk menghadiri acara istimewa ini. Mereka datang dari seluruh penjuru tanah air, mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi bahkan ada yang jauh-jauh datang dari Malaysia.?

Haedar Nashir

Acara dimulai pukul 09.00 WIB. Penampilan tim hadroh “Badrut Tamam” pun ? menjadi sajian pembuka acara ini. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia, serta dari beberapa alumni lintas angkatan yang tak jarang mengundang sebuah euforia tersendiri saat mengenang perjalanan IMAN dari masa ke masa.?

Haedar Nashir

Selanjutnya mau’idloh hasanah disampaikan oleh Ustadz Dawud Arif Khan selaku pendiri Ikatan Mahasiswa Nahdliyyin STAN, “Dengan silaturrahim akan mendatangkan kemanfaatan dalam berbagai hal, termasuk pekerjaan kalian sebagai pegawai Kemenkeu,” ujarnya dalam sambutannya.?

Acara dilanjutkan dengan acara inti, yakni Pembentukan Dewan Alumni dan pembahasan Dana Umat AL IMAN yang dimoderatori Rizki Amaluddin dan Abdulloh Rifqi Jauhari.

Selain dimaksudkan untuk mengenang masa-masa perjuangan, acara ini juga bertujuan untuk menguatkansinergi IMAN STAN,baik antar-alumni maupun antara alumni danpengurus yang diharapkan dapat terwujud melalui pembentukan Dewan Alumni IMAN.?

Terkait dengan pembentukan Dana Umat ? AL IMAN, ide pembuatan program terbaru AL- IMAN ini dilatarbelakangi dari munculnya kendala finansialsebagaimana ? sering dihadapi oleh organisasi mahasiswa pada umumnya dalam menjalankan berbagai kegiatan.?

Berangkat dari kondisi demikian, maka muncullah inisiatif dari para alumni untuk meluncurkan program pendanaan yang kemudian diresmikan dengan nama “Dana Umat AL IMAN”.?

Harapannya, melalui pembentukan program ini dapat semakin mendukung dan memancing kreatifitas para pengurus IMAN untuk mengadakan kegiatan dalam rangka dakwah di kampus. Selain untuk internal IMAN, program ini juga ditujukan untuk kegiatan – kegiatan sosial masyarakat lainnya, seperti sumbangan duka dan bencana alam serta demi kemaslahatan umat islam pada umumnya.

Acara ditutup dengan doa nan khidmat yang dipimpin Ustadz Dawud. Setelah rangkaian acara selesai, dilanjutkan dengan sesi foto bersama peserta yang hadir dalam acara ini.

Saat diwawancarai, Bapak Faris Zain selaku ketua panitia merasa sangat bahagia dengan terselenggaranya acara ini. Ia mengharapkan acara ini dapat semakin menguatkan seluruh personil IMAN dalam memegang dan menegakkanprinsip Ahlussunah wal-Jamaah dimana pun berada.?

“Mudah-mudahan acara seperti ini bisa rutin diadakan,” katanya mengakhiri pembicaraan. (ARH/Mei/Alw)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah Haedar Nashir